1,721,385 research outputs found

    Ian Watt and the figuration of the real (reading notes)

    No full text
    Este artigo tem como objetivo discutir a apropriação, por parte do autor de A ascensão do romance, de formulações teóricas fundamentais no âmbito da Teoria Crítica, que possibilitaram a Ian Watt, formado na tradição da crítica prática inglesa, incorporar, no estudo dos temas e autores que elegeu ao longo de sua carreira como historiador e crítico literário, a preocupação com os processos sócio-históricos que lhes deram origem. Aqui, toma-se como exemplo paradigmático Robinson Crusoe, romance de Daniel Defoe publicado em 1719.This article aims to discuss the appropriation by Ian Watt ofsome crucial theoretical contributions from Critical Theory,which enabled the author of A ascensão do romance to incorporate to the tradition of Practical Criticism a concern with the sociohistorical processes which are formalised by the novelists he privileged in this work as a literary historian and critic. Here, Robinson Crusoe, the novel published by Daniel Defoe in 1719 is taken as a paradigmatic example

    Les conséquences de la littératie. Jack Goody et Ian Watt

    No full text
    Goody Jack, Watt Ian, Lejosne Jean-Claude. Les conséquences de la littératie. Jack Goody et Ian Watt. In: Pratiques : linguistique, littérature, didactique, n°131-132, 2006. pp. 31-68

    KAJIAN SOSIOLOGI SASTRA DALAM CERITA PENDEK 'MENANTI BANGAU LEWAT' KARYA ASMA NADIA MENURUT PERSPEKTIF IAN WATT

    No full text
    Kajian ini menganalisis cerita pendek Menanti Bangau Lewat karya Asma Nadia dengan pendekatan sosiologi sastra menggunakan pandangan Ian Watt. Pendekatan ini fokus pada keterkaitan antara karya sastra dan kondisi sosial yang menjadi latar belakangnya. Cerpen ini dipilih karena menghadirkan isu sosial yang berkaitan dengan masyarakat modern, terutama mengenai dinamika keluarga, cinta, dan pengorbanan. Analisis dilakukan dengan menemukan elemen-elemen sosial yang terdapat dalam cerpen serta cara Asma Nadia mencerminkan pengalaman manusia melalui cerita yang diangkat. Pandangan Ian Watt digunakan untuk mengetahui bagaimana elemen realisme sastra memengaruhi makna dan hubungan antara cerita pendek ini dengan konteks sosial pembacanya. Hasil kajian menunjukkan bahwa cerpen ini tidak hanya menggambarkan dinamika individu di dalam masyarakat, tetapi juga menyampaikan kritik sosial terhadap norma-norma tertentu yang memengaruhi kehidupan perempuan. Dengan demikian, karya ini memiliki relevansi yang kuat untuk memahami keterkaitan sastra dengan masyarakat, sekaligus memberikan refleksi mendalam bagi pembacanya.Kajian ini menganalisis cerita pendek Menanti Bangau Lewat karya Asma Nadia dengan pendekatan sosiologi sastra menggunakan pandangan Ian Watt. Pendekatan ini fokus pada keterkaitan antara karya sastra dan kondisi sosial yang menjadi latar belakangnya. Cerpen ini dipilih karena menghadirkan isu sosial yang berkaitan dengan masyarakat modern, terutama mengenai dinamika keluarga, cinta, dan pengorbanan. Analisis dilakukan dengan menemukan elemen-elemen sosial yang terdapat dalam cerpen serta cara Asma Nadia mencerminkan pengalaman manusia melalui cerita yang diangkat. Pandangan Ian Watt digunakan untuk mengetahui bagaimana elemen realisme sastra memengaruhi makna dan hubungan antara cerita pendek ini dengan konteks sosial pembacanya. Hasil kajian menunjukkan bahwa cerpen ini tidak hanya menggambarkan dinamika individu di dalam masyarakat, tetapi juga menyampaikan kritik sosial terhadap norma-norma tertentu yang memengaruhi kehidupan perempuan. Dengan demikian, karya ini memiliki relevansi yang kuat untuk memahami keterkaitan sastra dengan masyarakat, sekaligus memberikan refleksi mendalam bagi pembacanya

    REPRESENTASI NILAI SOSIAL DALAM NOVEL KISAH YANG PILU UNTUK KITA YANG RAGU KARYA BOY CHANDRA KAJIAN SOSIOLOGI SASTRA IAN WATT

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk-bentuk gejala sosial yang sering dijumpai, fungsi sosial dan nilai  sosial sebagai tindakan yang dapat dicontoh lingkungan sosial dalam novel Kisah yang Pilu untuk Kita yang Ragu karya Boy Chandra dengan kajian teori sosiologi sastra Ian Watt. Metode penelitian menggunakan deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Sumber data menggunakan novel berjudul Kisah yang Pilu untuk Kita yang Ragu karya Boy Chandra diterbitkan oleh sigikata tahun 2021. Data yang diperoleh berupa frasa, kalimat, dialog atau kutipan dari novel Kisah yang Pilu untuk Kita yang Ragu karya Boy Chandra yang menunjukkan adanya sastra cerminan masyarakat  dan fungsi sosial sesuai kajian teori sosiologi sastra Ian Watt. Kemudian nilai sosial meliputi nilai cinta kasih sayang, nilai tanggung jawab dan nilai keserasian hidup. Teknik pengumpulan data berupa baca dan catat. Teknik analisis data menggunakan teknik hermeutik. Hasil penelitian yang diperoleh sebagai berikut: 1) Terdapat bentuk gejala sosial seperti disorganisasi keluarga, petengkaran dan pencurian berdasarkan fakta sosial atau kejadian sosial yang sering ditemui. 2) Terdapat fungsi sosial sebagai hiburan melalui kritikan. 3) Terdapat nilai sosial dengan memperlihatkan setiap tokoh dapat menjadikan cerminan sosial seperti kasih sayang, peduli dan tolong menolong. 4) Terdapat nilai tanggung jawab memperlihatkan tokoh yang bertanggung jawab menjalankan usaha sendiri tanpa bantuan orang lain. 5) Terdapat nilai keserasian hidup sebagai bentuk kerja sama. Penelitian ini diharapkan menjadi refrensi bagi peneliti lainnya yang menganalisis bentuk sosial dan sastra dengan menggunakan kajian teori sosiologi sastra Ian Watt. Kata Kunci: Sastra Cerminan Masyarakat, Fungsi Sosial, Nilai sosial, Sosiologi Sastra Ian Watt.  &nbsp

    KAJIAN SOSIOLOGI SASTRA DALAM PUISI “BAGAIMANA” KARYA KH. MUSTHOFA BISRI DENGAN PERSPEKTIF TEORI IAN WATT

    No full text
    Penelitian ini dilaksanakan untuk menemukan hubungan antara sastra dengan unsur-unsur sosial, khususnya fenomena mental illness dengan berlandaskan pada pendekatan sosiologi sastra Ian Watt. Penelitian ini dilaksanakan dengan menggunakan pendekatan sosiologi sastra Ian Watt dan metode deskriptif kualitatif. Objek yang digunakan dalam penelitian puisi berjudul Bagaimana karya KH. Mustofa Bisri. Pendekatan sosiologi sastra Ian Watt dipilih berdasarkan pada pertimbangan mengenai aspek-aspek yang ada dalam teori tersebut lebih efektif dan efisien serta mampu melihat hubungan yang timbal balik yang tidak dapat dipisahkan antara sastrawan, sastra, dan masyarakat. Hasil temuan pada penelitian ini yaitu, Pertama, dalam konteks sosial pengarang, puisi Bagaimana mempresentasikan fenomena dalam masyarakat yang menjadi bagian dari fragmen penting dalam karya sastra puisi Bagaimana digambarkan dengan detail. Pengarang memiliki pengetahuan yang lengkap tentang fenomena mental ilnes masyarakat. Kedua, cerminan masyarakat mengenai fenomena sosial berupa perilaku tidak baik yang terjadi di lingkungan keluarga tokoh, kasus bullying di sekolah, dan ketidakadilan, dengan sajian fakta pendukung dari cerminan masyarakat tersebut. Ketiga, dalam ranah fungsi sosialnya, puisi Bagaimana berupaya memberika pemahaman tentang pentingnya mental illness bagi masyarakat. Khususnya generasi muda yang mengalami dampak atau kecemasan yang berasal dari lingkungan ataupun didikan orangtuanya

    AL WATHANIYAH FI AL RIWAYAH RAMADHAN HABIBI LI NAJIB AL KAILANI (DIRASAH TAHLILIYYAH IJTIMA'IYYAH ADABIYYAH LI IAN WATT)

    Full text link
    Skripsi ini berjudul Al-Wathaniyyah fī al-Riwayah “Ramadhan Habibi” li Najib al-Kailani (Dirasah Tahlīliyah Ijtima’iyyah Adabiyyah Li Ian Watt) yang bertujuan untuk memaparkan dan mengkaji bagaimana sikap patriotisme yang terdapat dalam novel Ramadhan Habib karya Najib al-Kailani, serta bagaimana hubungan novel tersebut dengan masyarakat Mesir. Secara umum novel ini menceritakan kondisi kelam masyarakat Mesir dan fenomena-fenomena sosial serta perjuangan panjang mereka untuk mempertahankan, dan menegakkan keadilan yang dirampas oleh kaum penjajah, dalam hal ini adalah bangsa Israel. Adapun masalah mendasar yang menjadi perhatian dalam penelitian ini adalah apa saja bentuk sikap patriotisme yang terdapat dalam novel Ramadhan Habibi, serta nilai-nilai sosial yang digambarkan oleh pengarang dalam novel. Penelitian ini menggunakan pendekatan sosiologi sastra Ian Watt. Menurut Ian Watt, ada tiga aspek yang akan dibahas dalam sosiologi sastra, yakni konteks sosial pengarang, sastra sebagai cermin masyarakat, dan fungsi sosial sastra. Pada penelitian ini peneliti hanya fokus pada salah satu aspek dari tiga yang disebutkan tersebut yaitu sastra sebagai cermin masyarakat, kerena peneliti ingin mendeskripsikan patriotisme yang ada dalam novel Ramadhan Habibi yang merupakan cerminan masyarakat Mesir. Dengan menggunakan teori sosiologi sastra Ian Watt, maka hasil penelitian menemukan bahwa terdapat tujuh bentuk sikap patriotisme yang ada pada novel Ramadhan Habibi karya Najib al-Kailani: cinta tanah air, keberanian, rela berkorban untuk bangsa dan negara, persatuan, pantang menyerah, solidaritas atau kesetiakawanan sosial, percaya diri dan toleransi. Kemudian nilai-nilai sosial yang terdapat dalam novel Ramadhan Habibi berupa, gagasan kebebasan, perdamaian, keadilan, cinta kasih, rasa sepenanggungan, tolong menolong, keagamaan yang merupakan nilai-nilai sosial yang ada pada masyarakat Mesir sendiri. Novel Ramadhan Habibi ini ditulis oleh pengarang berdasarkan sejarah dan realitas yang terjadi di dalam masyarakat dengan idealisme tokoh dari pengarang

    ASPEK KEHIDUPAN SOSIAL DALAM FILM PENDEK NYENGKUYUNG KARYA WAHYU AGUNG PRASETYO: KAJIAN SOSIOLOGI SASTRA IAN WATT

    Full text link
    Aspek kehidupan sosial merupakan aktivitas hubungan manusia dengan alam sekitarnya. Aktivitas manusia dengan manusia lain beserta dengan lingkungannya. Hal itu tampak dalam film pendek berjudul Nyengkuyung karya Wahyu Agung Prasetyo sehingga diteliti menggunakan kajian sosiologi sastra Ian Watt. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan a) konteks sosial pengarang, b) cerminan kehidupan sosial masyarakat, dan c) fungsi sosial sastra dalam film pendek berjudul Nyengkuyung karya Wahyu Agung Prasetyo dengan menggunakan kajian sosiologi sastra Ian Watt. Pendekatan dalam penelitian ini ialah pendekatan sosiologis. Pendekatan sosiologis digunakan karena dapat memahami karya sastra dalam hubungannya dengan realitas dan aspek sosial kemasyarakatan. Sumber data dalam penelitian ini ialah film pendek berjudul Nyengkuyung karya Wahyu Agung Prasetyo. Data dalam penelitian ini adalah informasi (kata, frasa, klausa atau kalimat) yang berkaitan dengan aspek kehidupan sosial. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik dokumentasi dan teknik catat. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa a) konteks sosial pengarang pada film pendek ini ialah pengarang ingin mengajak masyarakat untuk bisa survive di tengah pandemi agar kebiasaan masyarakat yang sudah ada dapat terus dilestarikan, b) cerminan kehidupan sosial masyarakat pada film pendek ini adalah adanya pemecahan masalah di lingkungan masyarakat dengan adanya komunikasi antar masyarakat untuk melakukan gotong royong di lingkungannya agar tercipta masyarakat yang rukun dan tentram, c) fungsi sosial sastra pada film pendek ini adalah 1) sebagai pembaharu dan perombak, film pendek ini menampilkan cara terbaru agar masyarakat tetap dapat menikmati kegiatan seni dan budaya melalui video Youtube; 2) sebagai penghibur belaka, tentunya sebagai karya sastra film pendek ini berfungsi sebagai penghibur belaka bagi semua kalangan usia karena menampilkan kehidupan yang sedang dialami saat ini; 3) mengajarkan sesuatu melalui hiburan, film pendek ini mengajarkan kepada masyarakat untuk tetap menjalin komunikasi dengan baik dan gotong royong demi menciptakan lingkungan yang damai dan tentram. Kata Kunci: film pendek, sosiologi sastra Ian Watt, pandemi Covid-1

    KAJIAN SOSIOLOGI SASTRA IAN WATT DALAM BUKU KARYA BUDI DARMA “ORANG- ORANG BLOOMINGTON”

    No full text
    Literature is the result of individual thought which is closely related to social life. It functions as a mirror of the social environment, even though it is presented in fictional form. In this context, the short story Orang-Orang Bloomington by Budi Darma becomes the object of analysis in the study of literary sociology according to Ian Watt. This research aims to describe: External Factors of the Author: Identifying the influence of external factors in the creation of the literary work Budi Darma. Background of the Author: Exploring the background of the author which influences the ideas in the short story. Reflection of Social Reality: Analyze how social reality in Bloomington is reflected in the work. The approach used is qualitative, with the main data source from the short stories Bloomington People. Data was collected through literature studies and analyzed descriptively qualitatively. The results of the research showed that: The story was written when Budi Darma was in Bloomington, USA, reflecting realistic social conditions, including the violence of life. The social function of literature is identified as renewal and reform, entertainment, and a means of education for society. This work invites people to care more about the surrounding environment and provides informative entertainment through character illustrations. Overall, this short story not only functions as entertainment but also as a reflection and lesson for people about life.Sastra merupakan hasil pemikiran individu yang berkaitan erat dengan kehidupan masyarakat. Ia berfungsi sebagai cermin lingkungan sosial, meskipun disajikan dalam bentuk fiksi. Dalam konteks ini, cerpen Orang-Orang Bloomington karya Budi Darma menjadi objek analisis dalam kajian sosiologi sastra menurut Ian Watt. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: Faktor Eksternal Pengarang: Mengidentifikasi pengaruh faktor eksternal dalam penciptaan karya sastra Budi Darma.Latar Belakang Pengarang: Menelusuri latar belakang pengarang yang mempengaruhi ide-ide dalam cerpen tersebut. Cerminan Realitas Sosial: Menganalisis bagaimana realitas sosial di Bloomington tercermin dalam karya tersebut. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif, dengan sumber data utama dari cerpen Orang-Orang Bloomington. Data dikumpulkan melalui studi literatur dan dianalisis secara deskriptif kualitatif.Hasil penelitian menunjukkan bahwa: Cerita ditulis saat Budi Darma berada di Bloomington, AS, mencerminkan kondisi sosial yang realistis, termasuk kekerasan kehidupan. Fungsi sosial sastra teridentifikasi sebagai pembaharuan dan perombakan, penghibur, serta sarana pendidikan bagi masyarakat. Karya ini mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap lingkungan sekitar dan menyajikan hiburan yang informatif melalui ilustrasi karakter. Secara keseluruhan, cerpen ini tidak hanya berfungsi sebagai hiburan tetapi juga sebagai refleksi dan pembelajaran bagi masyarakat mengenai kehidupan di luar negeri

    AL SHIRA' AL IJTIMA'I FI AL QISAH AL QASIRAH "MUWAZZI AL BARID" LI TAUFIQ AL HAKIM (DIRASAH TAHLILIYYAH IJTIMA'IYYAH LI IAN WATT)

    Full text link
    Skripsi yang berjudul ashira’ al ijtima’i fi al qishoti al qashirati “muwazzi’ al barid” li Taufik El Hakim (dirasah tahliliah ijtima’iah adabiyah li Ian Watt) menyajikan analisis dan bentuk konflik sosial yang terjadi didalamnya. Cerpen “Muwazzi’ al-Barid” merupakan salah satu cerita yang terdapat pada kumpulan buku Arinillah karya Taufik El-Hakim. Cerpen tersebut menceritakan tentang sang tukang pos yang membagikan surat tidak sesuai dengan alamat yang dituju. Kemudian sang tukang pos itu memberikan penjelasan perihal pekerjaannya kepada seorang lelaki asing yang ada di hadapannya. Penjelasan tersebut mengantarkannya berdebat dengan seorang lelaki lantaran berbeda pandangan. Sehingga hal tersebut menimbulkan konflik di antara keduanya. Adapun objek material penelitian ini adalah sosiologi sastra, dan objek formal yaitu konflik sosial dalam cerpen “Muwazzi’ al-Barid”. Teori yang digunakan pada penelitian ini adalah teori Ian Watt. Dalam satu karya sastra menurut Ian watt mencakup 7 hal yaitu: 1) Konteks sosial pengarang, 7) Sastra sebagai cermin masyarakat, 7) Fungsi sosial sastra. Hasil dari analisis penelitian ini terdapat 0 data yang terdiri dari bentuk sosiologi sastra dalam cerpen “Muwazzi’ al-Barid” karya Taufik El-Hakim menurut teori Ian Watt, yaitu konteks sosial pengarang adalah permasalahan sosial masyarakat arab (Mesir) dan terdapat faktor sosial yang mempengaruhi isi karyanya. Cerminan sosial dalam masyarakat adalah kemiskinan, pengangguran yang terjadi di Mesir pada tahun 1097M disebabkan oleh revolusi Mesir. Fungsi sosial sastra dalam cerpen ini sebagai pengajar atau mengajarkan sesuatu. Dan konflik sosial yang terdapat dalam cerpen “Muwazzi’ al-Barid” karya Taufik El-Hakim tergolong dalam konflik laten dimana konflik terjadi antar individu saja, konflik realistis yang terjadi akibat adanya kekecewaan individu maupun kelompok terhadap suatu sistem atau tuntutan dalam hubungan sosial

    IDEOLOGI TOKOH-TOKOH UTAMA DALAM ROMAN LA DEBACLE KARYA EMILE ZOLA: SEBUAH KAJIAN SOSIOLOGI SASTRA IAN WATT

    No full text
    Chafid, Nur. 2011. Ideologi Tokoh-Tokoh Utama dalam Roman La Débâcle Karya Emile Zola: Sebuah Kajian Sosiologi Sastra Ian Watt. Skripsi. Jurusan Bahasa dan Sastra Asing. Fakultas Bahasa dan Seni. Univeritas Negeri Semarang. Pembimbing I: Dra. Conny Handayani., M.Hum., Pembimbing II: Suluh Edhi Wibowo, S.S., M.Hum. Kata kunci: Sosiologi Sastra Ian Watt, La Débâcle, Ideologi. Berawal dari pertanyaan besar: bagaimana representasi Zola terhadap dua ideologi besar yang muncul setelah masa kejatuhan Napoleon III yaitu ideologi revolusioner dan ideologi republikan dalam karyanya, penulis memutuskan untuk menganalisis ideologi tokoh-tokoh utama dalam roman La Débâcle, yaitu tokoh Jean Macquart dan Maurice Levasseur. Adapun alasan penulis memilih La Débâcle sebagai objek material dalam penelitian ini adalah karena roman ini merupakan bagian dari seri roman Les Rougons-Macquart yang merupakan karya agung (masterpiece) dari Emile Zola. Untuk mencapai tujuan akhir penelitian, yaitu mendeskripsikan ideologi tokoh-tokoh utama dalam roman La Débâcle, penulis terlebih dahulu menggunakan pendekatan Sosiologi Sastra Ian Watt untuk menganalisis sastra sebagai cermin masyarakat sehingga kita dapat mengetahui ideologi apa saja yang muncul serta fenomena-fenomena yang muncul dalam masyarakat setelah kejatuhan pemerintahan Napoleon yang tercermin dalam roman La Débâcle. Kemudian untuk mendapatkan data yang mengandung unsur-unsur ideologi dari tokoh utama, penulis menggunakan teknik pilah unsur penentu (PUP). Data yang diperoleh kemudian dianalisis dengan konsep republikanisme dari Aristoteles dan Machiavelli dan teori gerakan revolusioner dari Karl Marx. viii Oleh karena penelitian ini lebih memfokuskan bahwa karya sastra merupakan cermin masyarakat, maka Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan sosiologi sastra dengan mempergunakan sumbersumber tertulis untuk memperoleh data yang sering disebut dengan teknik pustaka atau library research. Adapun metode yang digunakan penulis dalam menganalisis data adalah deskriptif analitis. Dengan menggunakan metode deskriptif analitis penulis mendeskripsikan fakta-fakta kemudian disusul dengan analisis. Setelah menganalisis secara bertahap, penulis mengetahui bahwa tokohtokoh dalam sebuah roman juga mampu merepresentasikan ideologi-ideologi tertentu. Ideologi dapat dilihat pada seluruh praktek kehidupan, pada tindakan kecil dan besar, pada pikiran awam dan ilmiah dan pada semua sela-sela terkecil kehidupan manusi
    corecore