1,720,972 research outputs found

    Potret Keunggulan Ekstrakurikuler Seni Lukis MIN 3 Ponorogo dengan Pengembangan Bakat Minat Siswa

    No full text
    ABSTRAK Ambarita, Intan Baiduri. 2020. Potret Keunggulan Ekstrakurikuler Seni Lukis MIN 3 Ponorogo dengan Pengembangan Bakat Minat Siswa. Skripsi, Jurusan Pendidikan Guru Madrasah Ibtida’iyah Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ponorogo. Pembimbing Weni Tria Anugrah Putri, M.Pd. Kata Kunci : ekstrakurikuler seni lukis, bakat minat Kegiatan ekstrakurikuler adalah kegiatan pendidikan yang dilakukan oleh peserta didik diluar jam belajar kurikulum standar sebagai perluasan dari kegiatan kurikulum dan dilakukan dibawah bimbingan sekolah. Melalui kegiatan ekstrakurikuler anak secara individu akan memilih kegiatan yang menurut mereka menyenangkan bagi mereka. Kegiatan ini berfungsi menumbuhkan perkembangan imajinasi anak dengan dilatih melalui kegiatan ekstrakurikuler seni lukis MIN 3 Ponorogo. Pada ekstrakurikuler seni lukis ini terdapat beberapa masalah menurut keterangan dari Guru tetapi ekstrakurikuler seni lukis MIN 3 tersebut keberhasilannya sudah tidak diragukan lagi. Ekstrakurikuler tersebut mampu meraih berbagai penghargaan yang luar biasa. Tujuan peneliti melakukan penelitian ini yaitu : 1) untuk mengetahui profil Ekstrakurikuler Seni Lukis MIN 3 Ponorogo. 2) untuk mengetahui dampak Ekstrakurikuler Seni Lukis MIN 3 Ponorogo dengan pengembangan bakat minat siswa 3) untuk mengetahui keberhasilan Ekstrakurikuler Seni Lukis MIN 3 Ponorogo dengan pengembangan bakat minat siswa. Dalam penelitian ini digunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Teknik pengumpulan datanya meliputi wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data berdasarkan Miles dan Huberman dengan urutan langkah reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Pengujian keabsahan data menggunakan uji kredibilitas dan pengujian transferability. Dari analisis tersebut dapat disimpulkan bahwa 1) Profil ekstrakurikuler seni lukis itu di adakan atas usulan salah satu guru dan dibentuk bersama pihak sekolah serta memiliki tujuan mengembangkan bakat yang dimilki anak. Bahwa demimkian juga banyaknya siswa yang tertarik dan mempunyai bakat di bidang seni lukis. Sehingga membutuhkan jembatan untuk mengembangkan potensi tersebut melalui ekstrakurikuler seni lukis MIN 3 Ponorogo. 2) Dampak ekstrakurikuler seni lukis MIN 3 Ponorog dengan pengembangan bakat siswa adalah imajinasi yang tinggi, daya pikir tajam, tingkat kebersihan anak lebih baik, manajemen waktu bagus, percaya diri, terlihat ekspresi perasaan anak. 3) Keberhasilan ekstrakurikuler seni lukis MIN 3 Ponorogo dengan pengembangan bakat siswa dapat dilihat dari : Prestasi ekstrakurikuler, banyak peminat, tanggapan orang tua bagus, kreatifitas tinggi, dan peningkatan diri siswa

    MAKNA SIMBOL KOMUNIKASI PADA TATO (Studi Analisis Semiologi Komunikasi Terhadap Simbol-simbol Tato pada Komunitas Solo Tattoo Solidarity)

    Get PDF
    ABSTRAK Yona Intan Baiduri. D0213105. Makna Simbol Komunikasi Dalam Tato (Studi Analisis Semiologi Komunikasi Terhadap Simbol-simbol Tato pada Komunitas Solo Tattoo Solidarity). Fakultas Ilmu Sosial dan Politik, Universitas Sebelas Maret. 142 halaman. Tato merupakan sebuah seni yang bermuatan simbol dan mengalami perkembangan yang sangat pesat di Indonesia. Pada era tahun 90 tato menjadi hal yang sangat tabu, hal ini dilatar belakangi oleh adanya keyakinan masyarakat terhadap pengguna tato yang selalu dikaitkan dengan hal-hal negatif seperti preman, anak jalanan, dan lainnya. Hingga kini tato telah mengalami kemajuan dan menjadi gaya hidup serta diakui sebagai karya seni. Tato adalah sebuah simbol atau tanda yang dapat mengkomunikasikan suatu pesan oleh penggunanya. Komunitas Solo Tattoo Solidarity adalah komunitas tato terbesar yang ada di Solo. Para anggota mempunyai berbagai macam simbol tato dan terdapat pesan yang terkandung dalam simbol-simbol tato tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui makna apa saja yang terdapat pada simbol-simbol tato pada komunitas STS. Dalam penelitian ini, teknik analisis data yang digunakan sesuai dengan metode semiologi komunikasi menurut teori Andrik Purwasito. Analisis data diawali dengan pembentukan korpus dan dibagi dalam kategorisasi data. Sumber data yang digunakan dalam penelitian adalah narasumber, di lokasi penelitian, dokumen, dan arsip.Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu dengan pegamatan (observasi), dokumentasi dan pustaka. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini diambil dengan teknik purposive sampling (teknik sampel bertujuan). Validasi data yang digunakan dengan triangulasi sumber. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif interpretatif dengan metode analisis semiologi komunikasi yang melihat dan menafsirkan tanda pada setiap simbol-simbol tato pada komunitas STS. Dari hasil analisis telah ditemukan sebanyak 27 korpus dan dibagi kedalam 4 kategorisasi yang dibuat berdasarkan makna-makna dari simbol-simbol tato yang telah ditemukan. Kategorisasi tersebut diantaranya tato sebagai karya seni sebanyak 3 korpus, tato sebagai ajang aktualisasi diri sebanyak 17 korpus, tato sebagai simbol spiritual sebanyak 3 korpus, dan tato sebagai penanda peristiwa sebanyak 7 korpus. Kesimpulan dari penelitian ini adalah mayoritas komunitas STS menggunakan simbol-simbol tato sebagai ajang aktualisasi diri. Selain itu, tato dapat efektif digunakan sebagai media komunikasi dalam menyampaikan pesan. Kata kunci : Tato, Solo Tattoo Solidarity, Semiologi Komunikasi, Andrik Purwasito

    Pengaruh Pemberian Yoghurt Kedelai Hitam (Black Soyghurt) terhadap Kadar Trigliserida Serum pada Tikus Hipertrigliseridemia

    Get PDF
    Latar Belakang : Kedelai hitam merupakan bahan makanan yang sering dimanfaatkan oleh masyarakat Indonesia dalam berbagai olahan makanan. Kedelai hitam diduga mengandung beberapa zat yang dapat menurunkan kadar trigliserida. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh pemberian yoghurt kedelai hitam (black soyghurt) pada berbagai dosis pemberian terhadap kadar trigliserida serum tikus sprague-dawley hipertrigliseridemia. Metoda : Penelitian ini menggunakan metode Pre and Post Randomized Controlled Group Design terhadap tikus jantan sprague-dawley hipertrigliseridemia. Subyek terdiri dari 36 ekor tikus yang dibagi menjadi 4 kelompok, yaitu 1 kelompok kontrol, yang hanya diberi pakan standar BR-2 dan 3 kelompok perlakuan yang diberi tambahan diet black soyghurt peroral sebanyak 2 ml/hari untuk kelompok perlakuan I, 3ml /hari untuk kelompok perlakuan II, dan 4 ml/hari untuk kelompok perlakuan III selama 14 hari. Analisis kadar trigliserida serum menggunakan metode Colorimetric Enzymatic test ”GPO”. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji paired T test dan uji one-way ANOVA yang dilanjutkan dengan uji LSD. Hasil : Uji Post hoc LSD menunjukkan adanya perbedaan kadar trigliserida yang bermakna pada perbandingan semua kelompok dengan p=0,000. Penurunan yang terjadi sebesar 43,49% pada perlakuan 1, 56,37% pada perlakuan 2, dan 63,76% pada perlakuan 3 sedangkan pada kontrol meningkat sebesar 2,21%. Kesimpulan : Pemberian black soyghurt dapat menurunkan kadar trigliserida serum tikus jantan Sprague-dawley hipertrigliseridemia secara bermakna. Pada penelitian ini, semakin tinggi dosis black soyghurt yang diberikan semakin tinggi penurunan kadar trigliserida serum tikus jantan Spague-dawley

    Psychological Problem Of Dexter Morgan Character In The Novel Darkly Dreaming Dexter; Psychoanalysis Approach

    No full text
    This research studies about Darkly Dreaming Dexter novel by Jeff Lindsay in 2004. The writer focuses on Dexter Morgan as a main character by using Sigmund Freud?s psychoanalysis theory. Firstly the writer analyzes about the characteristic of Dexter, and then analyzes about the psychological problem from the concept of Sexual Stage Development and Structure Personality id, ego, and superego of the main character in the novel. The writer uses qualitative method and descriptive analysis technique to analyze the novel. The writer also does some procedures to do this research, such as reading the novel itself, marking the text that relied to the problem, exploring the main character, read many theories which appropriate with the novel and then analyzing and understanding the story. Based on the research, the writer finds that the main character suffers from neurosis disorder, namely Post-traumatic Syndrome that turn him into murderer which are caused by his traumatic experience and the pain in his childhood. His psychosexual development is disrupted in his early age. He has witnessed his mother get murdered in front of his eyes, he sit locked amongst puddles of bloods for two and a half days without given enough food and drink. Although he does not remember the event, but since that his life changed. His psyche is disordered because his three parts of structure personality , id, ego, and superego, does not work properly. In this story the main character tries to overcome the trauma. Therefore, his ego makes some defense mechanism such as; Repression, Displacement, Sublimation, Intellectualization, and Rationalization. His ego makes usage of many defense mechanisms to help him cure his psychological proble

    HUBUNGAN GAGAL GINJAL KRONIS DENGAN XEROSTOMIA

    No full text
    x, 48 hl

    Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis

    Get PDF
    The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
    corecore