1,721,273 research outputs found

    KH Dr Imam Ghazali Said: Hizbut Tahrir punya Konstitusi 187 Pasal, boleh cium cewek non-Muhrim

    Get PDF
    Bagaimana sebenarnya asal muasal dan gerakan serta ajaran Hizbut Tahrir? Berikut wawancara BANGSAONLINE dengan Dr KH Imam Ghazai Said, MA, cendekiawan muslim yang banyak mengamati gerakan Islam radikal. Pengasuh pesantren mahasiswa An-Nur Wonocolo Surabaya yang juga dosen UIN Sunan Ampel Surabaya ini sangat paham soal berbagai gerakan Islam, terutama yang berasal dari Timur Tengah. Ia banyak menulis dan mengoleksi literatur Islam aliran keras juga bertahun-tahun studi di Timur Tengah. Ia mendapat gelar S-1- di Universitas Al-Azhar Mesir, sedang S-2 di Hartoum International Institute Sudan. Kemudian ia melanjutkan ke S-3 di Kairo University Mesir dan mendapat gelar doktor di UIN Sunan Ampel Surabaya

    Wasiat Imam Ghazali: minhajul abidin

    No full text
    Merambah jalan ibadah (Minhajul Abidin) adalah karya Imam Ghazali yang berisi himpunan hikmah dan ma'rifat yang diperoleh dari puluhan tahun renungan. Isinya meliputi ma'rifat Imam Ghazali tentang tujuh tanjakan yang harus didaki oleh setiap muslimin-muslimat di jalan ibadah, sekaligus di dalamnya diuraikan cara-cara menanggulangi tanjakan-tanjakan tersebut

    Jenius Seperti Imam Ghazali

    No full text
    Sedikit orang yang tahu bahwa dzikir dan doa terbukti mampu menjadikan seseorang jenius. Bahkan, melalui beberapa amalan khusus, potensi-potensi seseorang yang masih terpendam bisa digali, dioptimalkan, dan sanggup menunjang orang tersebut meraih prestasi sebagai bintang pelajar. Sebab, dzikir dan doa terbukti mampu meningkatkan multiple intelligence (MI) apabila tahu cara mengamalkannya. Nah, dalam hal ini, Imam Ghazali telah memberikan beberapa langkah yang mesti ditempuh guna menjadi pribadi yang jenius melalui dzikir dan doa. Melalui buku ini, Anda akan dituntun tahap demi tahap agar bisa meraih kejeniusan sebagaimana sang Hujjatul Islam. Bahkan, dibahas pula cara yang disarankan oleh Imam Ghazali untuk mendapatkan ilmu laduni

    Pendidikan Akhlak Menurut Imam Ghazali dalam Kitab Ayyuhal Walad

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk menggali pemikiran Imam Ghazali yang tertuang dalam buku atau naskah-naskah yang terpublikasikan yaitu untuk mengetahui pendidikan Akhlak Persfektif Imam Ghazali dalam Kitab Ayyuhal Walad. Adapun jenis penelitian yang digunakan dalam penyusunan skripsi ini adalah penelitian kualitatif dengan metode library research atau penulisan berdasarkan literature dan metode studi dokumentasi. Studi dokumentasi merupakan kajian yang menitikberatkan pada analisis atau interpretasi bahan tertulis berdasarkan konteks. Dalam analisis data menggunakan analisis isi (content analysis). Dengan fokus kajian yang dibahas dalam penelitian ini adalah pendidikan Akhlak menurut Imam Ghazali dalam kitab Ayyuhal Walad. Dalam skripsi ini dibahas ide dan gagasan perihal pendidikan akhlak persfektif Imam Ghazali yang tertuang dalam Kitab Ayyuhal Walad, yaitu meliputi pesan-pesan risalah Imam Ghazali terhadap muridnya. Secara garis besar mencakup dua aspek; Pertama, akhlak dalam beribadah. Kedua, Akhlak dalam pendidikan dan pembelajaran. Imam Ghazali dalam penyampaiannya menggunakan metode kisah-kisah dan nasihat nilai-nilai pekerti akhlak. Sebagai penutup bagian kitab tidak lupa beliau mendoakan muridnya tersebut semoga senantiasa dalam keberkahan. Banyak pembelajaran yang dapat diambil selain pesan-pesan nasihat Imam Ghazali dalam kitab tersebut, diantaranya yaitu emosional kedekatan Imam Ghazali sebagai guru dengan muridnya bagaikan orang tua dan anak, sehingga murid tidak merasa canggung dan nyaman tetapi tetap menjaga norma-norma kesopanan terhadap guru. Kitab Ayyuhal Walad tidak saja sebagai warisan referensi bagi peserta didik dalam berperilaku baik, melainkan juga sebagai rujukan teladan oleh pendidik dan umat muslim pada umumnya dalam pendidikan akhlak dan pendidikan jiwa

    A critical study of Imam Ghazali Tafseer,s“Bahrulmuabbah fi asrar-el-lmuwaddah”

    No full text
    Imam Ghazali (died 505 AH) is one of those eminent Muslim Scholar of the 5th  century who made tremendous contribution towards expounding and elucidating  Islamic Thought and Philosophy . Imam Ghazali  was a Hugh caliber intellectual  person. He was himself a Shafi, but he has on  various occasions opposed and criticized the shafi tradition. This article is composed of 18 pages.The first pages show the biography of imam Ghazali and his religious and intellectual services. The Tafseer has also been introduced in detail, its merits and demerits. The author has deftly explained the various events of sorrah yousaf. There are great glimpses of sophistic dedactism on various and different places . A critical study of أسرارالمؤدة فی تفسیرسورۃ  یُوسُف " " بحرالمحبة في In this article the author has beautifully given a comprehensive and to the point translation of Imam Ghazali and his religious and intellectual services. The article has also encompassed the various merits and demerits of tafseer.The author has also given an attractive description of the value ,need and importance of Tafseer

    Ayat-Ayat Cinta dalam Al Qur'an: persepsi kaum sufi dan sastrawan

    Get PDF
    Buku ini berjudul asli "al-Hubbu fi al-Qur'an" berbahasa Arab dan telah diterjemahkan oleh Tim Penerjemah Pesantren Mahasiswa An-Nur. Buku ini menjadi penting untuk diterjemahkan karena isinya yang begitu indah dan sarat dengan makna, sehingga para pembaca dapat memahami cinta dengan benar, jauh dari pandangan yang bertentangan dengan al-Qur'an. Buku ini juga diperkaya dengan dua artikel sebagai prolog dan epilog oleh Imam Ghazali Said. Artikel ini sangat memperkaya pemahaman pesan-pesan cinta di dalam Al-Qur'an sehingga memiliki nilai jual intelektual di mata pembacanya

    Relevansi Konsep Tarbiyah Menurut Imam Ghazali dalam Pendidikan Agama Islam Kontemporer

    No full text
    Studi ini mengulas relevansi konsep tarbiyah menurut Imam Ghazali dalam konteks pendidikan agama Islam kontemporer. Imam Ghazali memandang tarbiyah sebagai proses pengembangan karakter dan keadilan perorangan untuk bertaqarrub kepada Allah SWT. Menurut perspektif pendidikan Imam Ghazali mengingatkan akan pentingnya pendidikan agama dan akhlak untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran spiritual terhadap Allah SWT. Penelitian ini menggunakan riset berbasis pustaka dengan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan menurut Imam Ghazali fokus pada pengembangan karakter, keadilan, dan pemahaman agama, dengan tujuan utama ber-taqarrub kepada Allah SWT. Pendidikan Islam kontemporer dapat memperoleh panduan berharga dari konsep tarbiyah Imam Ghazali ialah agar dapat menumbuhkan kesadaran spiritual bagi setiap individu dan karakter yang baik dalam kehidupan sehari-hari. Kajian ini dapat memberikan pandangan yang mendalam tentang konsep tarbiyah menurut Imam Ghazali dapat diaplikasikan dalam konteks pendidikan agama Islam saat ini, Sebagai landasan untuk menumbuhkan akhlak terpuji dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk menggali implementasi praktis konsep ini dalam sistem pendidikan Islam kontemporer

    Iḥtikār dalam Pemikiran Imam Ghazali dan Yusuf Qardhawi

    Get PDF
    Imam Ghazali berpendapat dalam kitabnya yang terkenal Iḥyā’ ̒Ulūmuddīn bahwa penimbunan itu terkait dengan jenis dan waktunya. Selanjutnya Imam Ghazali menyatakan, bahwa dari segi jenisnya, larangan penimbunan hanya terdiri dari makanan pokok saja, sedangkan sesuatu yang bukan makanan pokok dan tidak membantu makanan pokok seperti obat-obatan, pakaian, wewangian dan lainnya tidak dikenai larangan penimbunan. Sedangkan pendapat Yusuf Qardhawi dalam kitab al-Halāl wa al-Harām fī al-Islām beliau berbeda pendapat dengan Imam Ghazali, bahwa beliau tidak secara spesifik menyebutkan jenis barang tertentu. Beliau mencontohkan pada zaman sekarang obat-obatan telah menjadi kebutuhan pokok manusia, demikian pula halnya dengan pakaian dan lain-lain. Dengan demikian dalam pandangannya haram hukumnya untuk menimbun setiap macam kebutuhan manusia seperti makanan, obat-obatan, pakaian, alat-alat sekolah, alat-alat rumah tangga, alat-alat kerja dan sebagainya. Oleh karena itu, maka penulis tertarik untuk meneliti kajian tentang iḥtikār menurut pemikiran Imam Ghazali dan Yusuf Qardhawi. Dalam karya ilmiah ini, jenis penelitian yang penulis gunakan adalah menggunakan penelitian kepustakaan (Library Research), pendekatan yang penulis gunakan adalah pendekatan Uṣhūliyyah yaitu penggalian hukum atau masalah yang diteliti dan dibahas. Sedangkan Analisis data yang penulis gunakan adalah analisis data kualitatif yaitu menganalisis data yang terkumpul dengan metode deskriptif analitik, yaitu menggambarkan tentang obyek yang akan diteliti. Dari penelitian ini Imam Ghazali mendasari pendapatnya dengan menggunakan dalil Hadis yang bermakna khusus, yaitu iḥtikār diharamkan hanya terhadap makanan kebutuhan pokok saja. Menurut beliau iḥtikār mengandung unsur kezaliman dan bertentangan dengan konsep al-Maqāṣid al-Syar’iyyah. Akhirnya penulis menyimpulkan bahwa pendapat Imam Ghazali tentang iḥtikār diharamkan tergantung pada tingkat ke-maḍarat-an yang ditimbulkan. Sedangkan Yusuf Qardhawi mendasari pendapatnya dengan menggunakan dalil Hadis yang bermakna umum, yaitu iḥtikār diharamkan terhadap semua jenis barang yang menjadi kebutuhan pokok manusia. Pendapat Yusuf Qardhawi inilah yang relevan dengan kehidupan masa kini

    Mengugat Narasi Asy’ariyah Dan Imam Ghazali Penyebab Kemunduran Peradaban Islam

    Get PDF
    Dalam penelitian ini, penulis menelisik anggapan paradoksial tentang menurunnya kejayaan peradaban Islam dalam ilmu pengetahuan, yang dinamakan narasi klasik oleh George Saliba, karena tidak diadopsinya teologi Mu’tazilah sebagai aqidah yang dominan di dunia Islam dan munculnya doktrin keagamaan yang digagas Imam Ghazali.  Tujuan dari pembahasan ini adalah untuk melihat apakah anggapan tersebut sesuai dengan fakta historis dan apakah akibat dari realitas menurunnya dominasi peradaban Islam bisa dibebankan pada kedua kejadian tersebut.  Dengan mengetahui fakta historis yang penulis sajikan, pembaca dapat pencerahan tambahan dalam subyek tentang peradaban Islam dan tidak membebankan penyebab penurunan peran Islam dalam peradaban dunia pada Imam Ghazali dan aqidah Mu’tazilah. Penulis menggunakan metode studi kepustakaan dalam penelitian ini dengan pendekatan kualitatif komparatif.  Hasil dari penilitian ini adalah bahwa kemunculan Imam Ghazali dan hilangnya dominasi Mu’tazilah bukanlah penyebab utama dan signifikan seperti banyak yang dinarasikan para orientalis dan akademisi lainnya dalam menyimpulkan kemunduran peradaban Islam.  Kemunculan karya-karya ilmiah banyak dihasilkan era berakhirnya dominasi Mu’tazilah yang digantikan oleh mazhab Asy’ariyah dan wafatnya Imam Ghazali sehingga kedua faktor tersebut bukanlah penyebab utama dan signifikan kemunduran peradaban Islam.  Beberapa faktor yang lebih punya signifikasi dalam pengaruh kemunduran tersebut adalah ditemukannya dunia baru, gerakan humanisme di Eropa dan kolonisasi barat terhadap wilayah Islam yang berlangsung ratusan tahun

    HUKUM PERCERAIAN DALAM PERSPEKTIF PEMIKIRAN IMAM GHAZALI DAN IBNU RUSYD

    Get PDF
    ABSTRAK Tesis dengan judul (Analisis Hukum Perceraian Dalam Perspektif Pemikiran Imam Ghazali Dan Ibnu Rusyd)" ini ditulis oleh M. Bika Nashrulloh, NIM: 12509184011, Program Studi Hukum Keluarga Islam Fakultas Syariah dan Ilmu Hukum Institut Agama Islam (IAIN) Tulungagung, dibimbing oleh Prof. Dr. H Hasyim nawawie, M.S.I,. M.H.I dan juga dibimbing oleh Dr. K.H Asmawi, M.Ag. Kata Kunci: Perceraian, Pemikiran Imam Ghazali, Pemikiran Ibnu Rusyd Penelitian Tesis ini dilatar belakangi dengan adanya kesenjangan antara teori atau hukum perceraian dan realita yang ada. Perceraian sudah dianggap sebuah kewajaran. Padahal perceraian tersebut merupakan sesuatu yang bertentangan dengan syariat dan sangat dimurkai oleh Allah. Dianggap sebagai kewajaran karena seringnya terjadi dikalangan masyarakat. Untuk itu penulis ingin mengupas perceraian dalam perspektif pemikiran ulama besar pada zamannya, yaitu perspektif Imam Ghozali dan Ibnu Rusyd. Fokus penelitian dalam Tesis ini adalah: 1) Bagaimana pemikiran Imam Ghozali tentang Hukum Perceraian. 2) Bagaimana pemikiran Ibnu Rushd tentang Hukum Perceraian. 3) Bagaimana Komparasi pemikiran Imam Ghozali dan Ibnu Rusyd tentang Hukum Perceraian. Adapun yang menjadi tujuan penelitian ini adalah: 1) Mengkaji secara mendalam pemikiran Imam Ghozali tentang Hukum Perceraian. 2) Mengkaji secara mendalam pemikiran Ibnu Rushd tentang Hukum Perceraian. 3) meneliti prsamaan dan perbedaan pendapat kedua ulama tersebut tentang Hukum perceraian. Dalam penelitian ini menggunakan jenis penelitian kepustakaan (library research). Untuk metode pengumpulan data berupa metode dokumentasi. Metodeo Dokumentasi ini digunakan untuk mencari berbagai pemikiran Imam Ghazali dan Ibnu Rusyd Tentang perceraian. Sehingga dapat dilakukan pengecekan keabsahan data terhadaptemuan penelitian. Data yang didapat dalam penelitian akan dianalisis lebih lanjut guna memperoleh hasil yang maksimal. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: 1) Imam Ghazali berpendapat bahwa talak mempenyai berbagai macam hukum, tergantung problematika yang ada. Diantaranya wajib, makruh, haram, sunnah dan mubah. Namun hukum dasar perceraian itu sendiri yaitu makruh tahrim karena merupakan sesuatu yang sangat dimurkai oleh Allah. 2) Ibnu Rusyd berpendapat bahwa thalak itu mempunyai berbagai macam wajah hukum juga dan sesuai dengan keadaan yang ada. diataranya Makruh, Mubah, Harom dan Sunnah. Namun hokum dasar perceraian menurut Ibnu Rusy yaitu Mubah. 3) Persamaan konsep pemikiran Imam Ghazali dan Ibnu Rusyd ada pada konsep thalak sunni dan bid’i serta talak roj’i dan Bain sedangkan perbedaan pendapat kedua ulama tersebut terletak pada jatuhnya thalak tiga dalam satu majlis. Imam Ghazali berpendapat thalak tersebut jatuh (sah/dianggap talak tiga). Sedangkan Ibnu Rusyd sebalinya, beliau berpendapat thalak tiga dalam satu majlis tidak sah
    corecore