135 research outputs found
Prediksi Aliran Kas Berdasarkan Laba Fungsional dan Aliran Kas Kelambanan: Komparasi antara US dan Indonesia
Pengklasifikasian negara menjadi negara maju vs negara berkembang, pasar modal mapan vs pasar modal baru tumbuh, budaya individualistik vs kolektifistik; US vs. non-US; common law vs. civil law, dan lain sebagainya, telah mendorong banyak perhatian untuk melakukan riset dan membandingkan berbagai aspek dari negara-negara tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menguji kemampuan laba fungsional dan aliran kas kelambanan (CFt-n) dalam menjelaskan dan memprediksi aliran kasa masa depan, dan membandingkan kemampuan tersebut antara negara US dan Indonesia. Penelitian ini juga merupakan perluasan dari penelitian yang dilakukan oleh Narsa (2008) yang menguji kemampuan laba fungsional di Indonesia. Dengan menggunakan data panel perioda 2001-2008, penelitian ini menemukan bahwa laba kotor memiliki kemampuan prediksi paling kuat dalam menjelaskan dan memprediksi aliran kas masa depan dibandingkan dengan laba lainnya untuk konteks di Indonesia, tetapi untuk di US adalah laba bersih. Kemampuan laba fungsional dan aliran kas kelambanan ditemukan berbeda antara perusahaan-perusahaan di Indonesia dan US. Oleh karena itu, jika investor ingin memprediksi aliran kas masa depan, maka akan lebih akurat jika menggunakan komponen laba kotor untuk di Indonesia dan komponen laba bersih untuk di US
Prediksi Aliran Kas Berdasarkan Laba Fungsional dan Aliran Kas Kelambanan: Komparasi antara US dan Indonesia
Pengklasifikasian negara menjadi negara maju vs negara berkembang, pasar modal mapan vs pasar modal baru tumbuh, budaya individualistik vs kolektifistik; US vs. non-US; common law vs. civil law, dan lain sebagainya, telah mendorong banyak perhatian untuk melakukan riset dan membandingkan berbagai aspek dari negara-negara tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menguji kemampuan laba fungsional dan aliran kas kelambanan (CFt-n) dalam menjelaskan dan memprediksi aliran kasa masa depan, dan membandingkan kemampuan tersebut antara negara US dan Indonesia. Penelitian ini juga merupakan perluasan dari penelitian yang dilakukan oleh Narsa (2008) yang menguji kemampuan laba fungsional di Indonesia. Dengan menggunakan data panel perioda 2001-2008, penelitian ini menemukan bahwa laba kotor memiliki kemampuan prediksi paling kuat dalam menjelaskan dan memprediksi aliran kas masa depan dibandingkan dengan laba lainnya untuk konteks di Indonesia, tetapi untuk di US adalah laba bersih. Kemampuan laba fungsional dan aliran kas kelambanan ditemukan berbeda antara perusahaan-perusahaan di Indonesia dan US. Oleh karena itu, jika investor ingin memprediksi aliran kas masa depan, maka akan lebih akurat jika menggunakan komponen laba kotor untuk di Indonesia dan komponen laba bersih untuk di US
KARAKTERISTIK KEPEMIMPINAN: Transformasional versus Transaksional
This paper was intended to review descriptively about management vs leadership, and/or manager vs leader in term of their main characteristic. The review result showed that there were strickly differences between management and leadership and between manager and leader. Essentialy, management was a function that concerned with doing this right on a transactional based, meanwhile leadership was call and self quality that concerned with doing the right thing on transformational based
Strategi Foresight Untuk Mengubah Perspektif Ex Ante Ke Perspektif Ex Post Dalam Proses Keputusan Auditor Independen
This study is intended to test the effect of outcome on independent auditors' decision, and whether the use of foresight decision aids can alter auditors' ex-ante perspective to ex-post perspective in decision process. We use experimental design involving 206 undergraduate accounting students. They are distributed into four groups: foresight, hindsight, foresight+single outcome, and foresight-multiple outcome. We found negative outcome affects independent auditors' decision, and foresight strategies effectively alter independent auditor's perspective from ex-ante to ex-post perspective. We also found that in decision making process auditors consider negative information more than positive information, which reflects auditors' conservative attitude. The results of this study can serve as a guide for auditors in improving the quality of audit planning process to prevent litigation. Keywords: foresight, hindsight, outcome, decisions, litigation Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh outcome pada keputusan auditor independen dan apakah penggunaan alat bantu keputusan foresight dapat mengubah perspektif ex ante ke perspektif ex post dalam proses keputusan auditor independen. Penelitian ini menggunakan rancangan eksperimen melibatkan 206 mahasiswa S1 akuntansi. Subyek didistribusikan secara random ke dalam empat grup, yaitu: foresight, hindsight, foresight-single outcome, dan foresight-multiple outcome. Temuan penelitian menunjukkan bahwa outcome negatif berpengaruh terhadap keputusan auditor independen dan strategi foresight efektif mengubah proses pengambilan keputusan auditor independen dari perspektif ex ante ke perspektif ex post. Temuan lain yang sangat penting adalah, bahwa dalam proses pengambilan keputusan auditor lebih mempertimbangkan informasi negatif dibandingkan dengan informasi positif, ini merefleksikan sikap konservatisme auditor. Hasil penelitian ini dapat dijadikan pedoman bagi auditor dalam meningkatkan kualitas proses perencanaan audit untuk menghindari litigasi
STRUKTUR META TEORI AKUNTANSI KEUANGAN (Sebuah Telaah dan Perbandingan antara FASB dan IASC)
The objectives of this paper is to analyses the structure of meta-theoretical of financial accounting that was used by FASB and IASC to develop the conceptual framework for financial accounting reporting. The discussion of conceptual framework conducted by comparison of the basic different between the FASB and IASC framework, then analyses the constraints to implement IFRS and identify the way out of the constraints faced by the body. Abstract in Bahasa Indonesia : Penelitian ini bertujuan untuk membahas struktur meta teori yang dipergunakan oleh FASB dan IASC dalam mengembangkan rerangka konseptual, menelaah perbedaan-perbedaan mendasar, menganalisis hambatan-hambatan yang dialami serta mengidentifikasi upaya-upaya yang harus dilakukan agar IFRS diterapkan oleh negara-negara anggota. Penelitian ini dilakukan dengan cara membandingkan rerangka dasar yang diatur dalam FASB dan IASC dan kemudian menganalisa hambatan yang timbul dengan adanya penerapan IFRS dan mengidentifikasi bagaimana hambatan tersebut dapat diselesaikan. Kata kunci: globalisasi, harmonisasi, meta teori, FASB dan IASC, kerangka dasar, akuntansi keuanga
The Power Actor and Madrasah Performance: Political Connections as a Moderating Variable
With the background of public sector management reform in the world of education, the characteristics of the leaders have become the main thing in improving an institution’s performance theory; this study explores the influence of aspects of the heads of madrasah (their age, education, and tenure) and madrasah performance in Islamic educational institutions in East Java, Indonesia. This study shows that political relations strengthen the positive influence of the head’s age and tenure on madrasah performance. Meanwhile, political connections do not enhance the positive impact of the madrasah head’s formal educational background on madrasah performance
Dual Process Difference in Families Regarding Home Buying Decision
The system of thought between rational systems and experience systems is inherent in each individual and produces different decisions. Thinking using logic tends to be used by almost every individual, but cognitive limitations make the individual simplify complex thinking to make practical decisions. This study aims to examine more in dual process on decision home buyers according to dual motives based on demographics and life cycle. Data collection was done by distributing questionnaires to selective home buyers of 235 buyers. Survey instruments include demographic and family life cycle variables. The dual process measurements using Rational-Experiential Inventory (REI-40) are designed to test individual preferences for two decision making, such as cognitive styles (rationality) and intuition (experience) using Likert scales. The results show that dual process cannot be distinguished based on dual motives. However, demographic variables such as gender, age, education, and family life cycle showed the difference in the dual process
SEX-ROLE STEREOTYPE DALAM REKRUTMEN PEGAWAI AKUNTANSI DAN KEUANGAN: OBSERVASI TERHADAP POLA REKRUITMEN TERBUKA DI MEDIA MASA
A Sex-role stereotype is the belief that differing traits and abilities make men and women particularly well suited to different roles. The objectives of this research were to know if there is stereotype gender prerequisite in recruitment of finance and accounting staff. Observation conducted to advertisement for job opening at Jawa Pos news paper during four months and ten days. We found amounted 301 vacancies for finance and accounting staff. Result of these study show companies that want to recruit staff tend to bias for the gender issues. Companies that require sex tend to men orientation for the specific job and women for the other. This reflects there are sex-role stereotype in the recruitment process of finance and accounting staff. Good Job specification should not be discriminative about the gender. The Restrictive may be expense of the firm that is losing potential candidate. Sex requires have to base on logic consideration and about many job characteristic and environment. Abstract in Bahasa Indonesia : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terjadi bias gender dalam penentuan spesifikasi/qualifikasi karyawan bidang akuntansi dan keuangan dalam proses rekrutmen. Data diperoleh melalui observasi mengenai iklan rekruitmen tenaga akuntansi dan keuangan yang dipublikasikan secara terbuka di Harian Pagi Jawa Pos yang terbit di Jawa Timur, khususnya Surabaya selama 4 bulan 10 hari. Total ada 301 formasi jabatan dan bidang pekerjaan yang diiklankan. Hasil dari penelitian ini mengungkapkan para pengguna tenaga akuntansi cenderung mempersyaratkan jenis kelamin. Jenis kelamin laki-laki secara dominan lebih dipersyaratkan hampir untuk semua bidang akuntansi kecuali untuk spesifikasi administrasi dan staf akuntanai. Hasil ini mencerminkan esensi dari Sex-role stereotypes bahwa spesifikasi pekerjaan tertentu sesuai untuk jenis kelamin tertentu. Kata kunci: sex-role stereotype, rekruitmen, akuntansi dan keuanga
Total Quality Management, Sistem Pengukuran Kinerja, Sistem Penghargaan dan Kinerja Manajerial
Sampel Penelitian ini adalah mahasiswa MM di sebuah perguruan tinggi negeri di Jogjakarta sebanyak 54 orang. Mahasiswa yang tidak bekerja tidak diikutkan sebagai sampel. Tujuan penelitian ini adalah untuk menginvestigasi apakah kinerja manajerial dipengaruhi oleh penerapan TQM, sistem pengukuran kinerja dan sistem penghargaan. Dengan menggunakan independepen-interaction model, dan analisis regresi, penelitian ini mendokumentasikan bahwa sistem pengukuran kinerja, penerapan total quality management, dan sistem penghargaan berpengaruh positif signifikan terhadap kinerja manajerial. Demikian pula interaksi antara total pengendalian manajemen dengan sistem pengukuran kinerja, tetapi interaksi antara sistem penghargaan dengan total quality manajemen tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja manajerial. Hasil pengujian hipotesis ke empat dan kelima ini menarik, karena penelitian sebelumnya mengatakan sebaliknya. Kata kunci: TQM, sistem pengukuran kinerja, sistem penghargaan, dan kinerja manajerial
PERUBAHAN LINGKUNGAN BISNIS DAN PENGARUHNYA TERHADAP SISTEM MANAJEMEN BIAYA
In recent years, the business's environments have changed and facing the transition era from industrial age to information and communications age. These changes caused by advanced in technology, intimately connected with transportation technology, information and communications technology, and manufacturing technology. These changes tend to revolutionary than evolutionary. There are many changes in various aspects cause the changes of the business's environment, thereabouts changes in management and organization paradigm, market, marketing (e.g. E-Commerce), nature and characteristics of production, the vision, mission, and business strategy, and cost management systems (e.g. in performance evaluation-the balanced scorecard). Abstract in Bahasa Indonesia : Pada beberapa tahun terakhir ini, lingkungan bisnis telah berubah dan berada dalam masa transisi dari era revolusi industri menuju era revolusi informasi dan komunikasi. Perubahan ini dipicu oleh perubahan teknologi sebagai denominator, khususnya pada tiga sektor utama yaitu (1) teknologi transportasi; (2) teknologi manufaktur; dan (3) teknologi informasi dan komunikasi. Perubahan yang terjadi cenderung bersifat revolusioner daripada evolusioner. Perubahan lingkungan ini telah membawa perubahan pada paradigma organisasi dan manajemen, perubahan pasar, pemasaran (dengan bertumbuhkembangnya bisnis lewat internet), perubahan sifat dan karakteristik produksi, perubahan visi. misi dan strategi usaha, dan perubahan pada sistem manajemen biaya. Kata kunci: perubahan, lingkungan bisnis, teknologi, revolusioner
- …
