112 research outputs found

    Asuhan Berkesinambungan Pada Ny. S Usia 34 Tahun G3P2Ab0Ah1 dengan Faktor Risiko Riwayat Intra Uterine Fetal Death (IUFD) di TPMB Citung Supriyati

    No full text
    Menurut penelitian Divya Saha 2019, meskipun tersedianya intervensi modern seperti tes non-stress dan ultrasonografi, mayoritas penyebab IUFD tetap tidak diketahui secara pasti. Pre-eklampsia, diabetes mellitus, dan pecah ketuban dini diduga tetap menjadi penyebab utama maternal IUFD, sedangkan penyebab janin yang paling umum adalah bayi prematur dan bayi yang memiliki anomali.Untuk ibu dengan riwayatobstetric yang buruk sepeti IUFD dapat dilakukan pencegahan agar hal yang sama tidak terulang kembali yaitu dengan registrasi kehamilan yang dini,pemenuhan gizi yang baik, kunjungan ANC yang teratur, dan rujukan dini ke pusat perawatan tersier. Pada kunjungan ANC trimester ketiga ini ditemukan berdasarkan hasil anamnesis dimana ibu mengatakan merasa nyeri dan cemas karena sudah mulai merasakan tanda-tanda persalinan. Pada tanggal 13 Januari 2024 ibu bersalin di TPMB Citung Supriyati secara spontan, normal. Selama masa Nifas, tidak terjadi komplikasi. Bayi lahir Spontan, Normal, pukul 07.45 WIB, jenis kelamin Laki-laki, BBL 2600 gram, PB 48 cm tidak mengalami komplikasi. Ibu memutuskan sementara ingin memakai KB Kondom sampai anak berusia 6 bulan. Ibu juga berkomitmen memberikan ASI secara ekslusive. Kesimpulan dari asuhan ini adalah ibu hamil dengan faktor risiko riwayat IUFD, ibu mengalami kecemasan pada kehamilan trimester III. Pada persalinan terjadi secara spontan tanpa komplikasi, bayi di lahirkan secara spontan, sehat

    The Effect of School Leadership and Job Satisfaction on Biology Teachers' Job Performance

    No full text
    Arif Hadi Broto, I Made Putrawan, Supriyati

    PENGARUH SUPLEMENTASI RAGI LAUT TERHADAP PENAMPILAN AYAM PETELUR

    No full text
    ABSTRAK Satu penelitian telah dilakukan untuk mengetahui pengaruh suplementasi ragi laut sebagai pakan imbuhan terhadap kinerja ayam petelur dengan menggunakan 120 ekor ayam umur 22 minggu yang dibagi dalam tiga perlakuan pakan: I kontrol dengan imbuhan zinc-bacitracine, II ragi laut (1 kg/ton pakan) dan III probiotik komersil (1 kg/ton pakan), dengan 4 ulangan (10 ekor/ulangan). Ayam ditempatkan dalam kandang batere individu, dengan satu tempat pakan untuk setiap ulangan. Pakan dan air minum diberikan secara bebas selama 16 minggu masa percobaan. Perlakuan tidak mempunyai pengaruh yang nyata terhadap konsumsi pakan, namun mempunyai pengaruh yang nyata terhadap % produksi telur harian (%HD), total produksi masa telur, nilai rasio konversi pakan (FCR) masing masing 77,83 6,24%; 88,35 1,21%; 89,58 1,14%; 4, 85 0,45 kg/ekor; 5,59 0,03 kg/ekor; 5,65 0,52 kg/ekor; 2,86 0,26; 2,44 0,17; 2,43 0,14 untuk perlakuan I,II dan III. Berat telur dan tebal kerabangnya tidak dipengaruhi oleh perlakuan, namun kandungan kolesterol dari kuning telur dipengaruhi secara nyata, masing-masing 4,58 0,56 mg/100 g, 4,13 0,81 mg/100gram; 3,41 0,34 mg/100 gram untuk perlakuan I, II dan III. Aktivitas enzim lipase dalam usus tidak dipengaruhi oleh perlakuan, namun mempunyai pengaruh yang nyata terhadap enzim amilase dan protease masing masing 58,9; 79,1; 69,5 unit/ml; 1,82; 1,95; 5,28 unit/ml, untuk perlakuan I,II dan III. Panjang dan jumlah vili secara nyata dipengaruhi oleh perlakuan masing masing 57,05 7,06 m; 62,78 4,69 m dan 78,13 11,85 m; 12,00 2,16 / 10 cm2; 14,25 1,71 / 10 cm2 ; 16,25 0,96 / 10cm2 untuk perlakuan I, II dan III. Dari penelian ini disimpulkan bahwa ragi laut dapat digunakan sebagai pakan imbuhan menggantikan zinc bacitracin, bahkan memberi penampilan yang lebih baik yang kemungkinan disebabkan oleh lebih tingginya aktivitas enzim pencernaan dalam usus serta lebih panjang dan banyaknya jumlah vili. Kata kunci: ragi laut, ayam petelur ABSTRACT An experiment has been conducted to study the effect of marine yeast as feed supplement, using 120, 22 weeks old layers, divided into three treatment : I control with zinc bacitracine, II marine yeast and III commercial probiotic, with 4 replicates (10 birds/replicate). The birds were placed in a single battery, with one feeder for each replication. Feed and drinking water were given ad-libitum during the 16 weeks trial. The treatment had no significant effect on feed consumption, but significantly affected % henday (HD) production, total egg-mass production and FCR, which were 77.83 6.24%, 88.35 1.21%, 89.58 1.14%; 4. 85 0,45 kg/head; 5.59 0.03 kg/head; 5,65 0.52 kg/head ;2.86 0.26; 2.44 0.17; 2.43 0.14. for treatment I, II, and III, respectively. Egg weight and shell thickness were not affected by treatment, however, the cholesterol content of the yolk was significantly affected, 4.58 0.56mg/100g, 4.13 0.81 mg/100gram and 3.41 0.34 mg/100 gram for treatment I, II, and III respectively. Lipase enzyme activity in the gut was not affected by the treatment,how ever, there were a significant effect on amylase and protease enzyme activities 58.9; 79.1 ; 69.5 unit/ml; 1.82; 1,95; 5.28 unit/ml, for treatment I, II, and III, respectively. The length and number of villi were significantly affected by the treatments, 57,05 7,06 m; 62,78 4,69 m and 78,13 11,85 m; 12,00 2,16 /10 cm2 ; 14.25 1.71 /10cm2 and 16.25 0.96 /10cm2 for treatment I, II, and III, respectively. From the trial, its concluded that marine yeast could be used as feed supplement, replacing zinc bacitracine, even with better performance which might due to higher digestive enzymes activities as well as better length and number of villi. Key words: marine yeast, layer chicke

    LAPORAN INDIVIDU KEGIATAN PRAKTIK PENGALAMAN LAPANGAN( PPL ) DI SD NEGERI GLAGAHOMBO I TEMPELSLEMAN

    No full text
    PraktikPengalamanLapangan (PPL) merupakanmatakuliah yang wajibditempuhdanwajiblulusbagisetiapmahasiswa program S1 kependidikan. Tujuandarikegiatan PPL adalahmemberikanpengalamankepadamahasiswadalambidangpembelajaran di sekolah, memberikesempatankepadamahasiswauntukmengenal, mempelajaridanmenghayatipermasalahan yang ada di sekolah, sertameningkatkankemampuanmahasiswauntukmenerapkanilmupengetahuandanketrampilan yang diperoleh di kampusuntukditerapkankedalampembelajaran di sekolah. Kegiatan PPL dilakukan minimal 256 jam, terdiridariKegiatanBelajarMengajar (KBM) dankegiatan non KBM. KegiatanBelajarMengajarmeliputitahapperencanaanataupenyusunan RPP, tahappelakasanaanataupraktikmengajarterbimbingdantahapakhiryaitupenilaian. KegiatanBelajarMengajardilaksanakandarikelas I s.d VI denganmateripelajaran yang berbeda-beda agar memberikanpengalaman yang lengkap. Kegiatan non KBM meliputikegiatan-kegiatan yang mendukungtugaskeprofesianseorang guru, yaitu :mempelajariadministrasi guru, kegiatan PPDB, kegiatan MOS, kegiatankepramukaan, kegiatanibadah, kegiatanupacarabendera, pengembangan media pembelajaran, inovasi model pembelajarandan lain lain. Dari kegiatan PPL diharapkanmahasiswamendapatkan 4 macamkompetensi yang dimilikiolehseorang guru, yaknikompetensipaedagogik, kompoetensikepribadian, kompetensi professional dankompetensisosial

    The Role of Teachers in Teaching Sexual Education for Primary School Students

    No full text
    Teachers in primary school have role as second parents at school by teaching and guiding students to prepare them for real life in the community. Primary school students, in the age range 6-12 years, are prepared for further development in adolescence or puberty. At that age, both male and female students are exposed to various sexual problems. Therefore, it is important to provide sexual education for primary school students. Unfortunately, schools only teach the function of reproductive organs. Teachers do not explain the dangers of sexual deviance and important values ​​of sexual education. Often teachers are very awkward when they teach something related to sex. It makes children curious and will find out more about sex by themselves. They look for it on the internet where there are a lot of inappropriate content for primary school students. The lack of sex education needs to be improved so that cases of adolescents who have premarital sex, people who are pregnant out of wedlock and other sexual deviations may be reduced in the future. Therefore, teachers are expected to play a big role in accompanying the growth and sexual development of students. This paper contains thoughts and ideas of the author in maximizing the role of teachers in teaching sexual education for primary school students

    PENGARUH SENAM KESEGARAN JASMANI TAHUN 2012 TERHADAP PENINGKATAN KESEGARAN JASMANI SISWA KELAS V SD MUHAMMADIYAH DOMBAN I TEMPEL SLEMAN TAHUN AJARAN 2014/2015

    No full text
    Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kurangnya keaktifan siswa dalam pembelajaran pendidikan jasmani karena cepat kelelahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Senam Kesegaran Jasmani tahun 2012 terhadap tingkat kesegaran jasmani pada siswa kelas V SD Muhammadiyah Domban I Tahun Ajaran 2014/2015. Penelitian merupakan penelitian eksperimen semu dengan desain penelitian one group pretest and posttest design. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas V dengan jumlah 32 siswa. Teknik pengambilan data dalam penelitian ini menggunakan tes. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah Tes Kesegaran Jasmani Indonesia (TKJI) untuk anak 10-12 tahun. Teknik analisis data menggunakan uji-t before-after (sebelum-sesudah). Hasil uji-t memperoleh nilai bahwa t hitung sebesar 6,729 > 2,03 (t-tabel) dan besar nilai signifikansi probability 0,000 < 0,05, maka Ho ditolak dan Ha diterima, berarti terdapat pengaruh yang signifikan Senam Kesegaran Jasmani tahun 2012 terhadap tingkat kesegaran jasmani pada siswa kelas V SD Muhammadiyah Domban I Tahun Ajaran 2014/2015. Apabila dilihat dari angka Mean Difference sebesar 2,56250 ini menunjukkan bahwa Senam Kesegaran Jasmani tahun 2012 memberikan perubahan yaitu lebih baik 19,85% dibandingkan sebelum diberikan latihan Senam Kesegaran Jasmani tahun 2012

    Peningkatan Kemampuan Berhitung melalui Metode Demonstrasi Kartu Bilangan Mata Pelajaran Matematika pada Siswa Kelas 2 Semester I SD Negeri Tlogoayu Tahun 2012/2013

    No full text
    Latar belakang masalah dalam penelitian ini adalah nilai rata-rata hasil belajar matematika tahun ajaran 2012/2013 pada semester I hanya mencapai rata-rata 60, khusus materi berhitung hanya mencapai rata-rata 58 dan ini belum memenuhi standar ketuntasan belajar yang ditetapkan. Di samping itu kenyataan menunjukkan bahwa bekal kemampuan materi matematika dari guru SD masih kurang memadai sehingga tidaklah mengherankan bila pembelajaran matematika yang dikelolanya menjadi kurang maksimal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan Kemampuan Berhitung Melalui Metode Demonstrasi Kartu Bilangan Mata Pelajaran Matematika Pada Siswa Kelas 2 Sekolah Dasar. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah Berdasarkan dari latar belakang masalah tersebut di atas, maka dapat dirumuskan masalah “Apakah penggunaan metode demonstrasi kartu bilangan dapat meningkatkan kemampuan hitung kelas 2 SDN Tlogoayu Kecamatan Gabus Kabupaten Pati ?. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) atau (classroom action research). Model PTK yang digunakan adalah model spiral dari Kemmis, S. dan Mc Taggart, R dengan menggunakan 2 siklus, masing-masing siklus terdiri dari 3 tahap yakni 1) perencanaan tindakan (planning), 2) pelaksanaan tindakan (action) dan pengamatan (observation), dan 3) refleksi (reflection). Subyek penelitian adalah siswa kelas 2 SD Tlogoayu Kec. Gabus Kabupaten Pati sebanyak 20 siswa. Teknik pengumpulan data dengan teknik tes dan teknik observasi. Adapun instrumen penelitiannya dengan menggunakan butir-butir soal dan lembar observasi. Teknik analisis yang digunakan adalah deskriptif komparatif yang meliputi jumlah, mean, skor minimal-maksimal, persentase, membandingkan dan grafik/diagram Hasil dari penelitian yang telah dilakukan adalah Proses pembelajaran sebelum tindakan menunjukkan hasil belajar yang rendah yaitu siswa yang nilainya memenuhi KKM sebanyak 4 siswa atau 20% dengan nilai tertinggi 80 dan nilai terendah 40. Terlihat pula kenaikan nilai rata-rata kelas. jika pada pra siklus nilai rata-rata yang dicapai adalah 65, lalu meningkat menjadi 72 pada siklus I , menjadi 82 pada siklus II. Dengan menggunakan Metode pendekatan Demonstrasi pada pelajaran Matematika pokok berhitung kelas 2 semester I SDN Tlogoayu dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas 2. dalam pembelajaran siswa merasa senang dan menikmati proses pembelajaran yang berlangsung dinamis sehingga anak tidak cepat bosan. Pada pelaksanaan pembelajaran guru hendaknya menggunakan metode yang sesuai dengan kondisi siswa sehingga tujuan pembelajaran dapat tercapai

    Usulan Instrumen Pemilihan Dosen Berprestasi Menggunakan Metode Vise Kriterijumska Optimizajica I Kompromisno Resenje (VIKOR) (Studi Kasus : Fakultas Teknologi Industri Unissula)

    No full text
    Dosen adalah pendidik profesional dan ilmuwan dengan tugas utama mentransformasikan, mengembangkan, dan menyebarluaskan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Dosen yang berprestasi, berdedikasi luar biasa, dan/atau bertugas di daerah khusus berhak memperoleh penghargaan. Kebijakan tersebut menjadi pedoman sebagai acuan pemilihan dosen berprestasi yang dilakukan setiap semester. Proses penilaian dan pemilihan dosen berprestasi dilakukan oleh Dekan FTI. Dekan menyeleksi 36 alternatif terhadap 8 kriteria yaitu Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Pendidikan/pengajaran, nilai absen angka, jabatan fungsional, EDOM (Evaluasi Dosen Oleh Mahasiswa), Struktural dan kedisiplinan pengumpulan nilai ujian. Banyaknya kriteria dan alternatif yang harus diseleksi membutuhkan waktu yang relatif lama dan tingkat ketelitian yang relatif lama. Hal ini menimbulkan kelemahan dalam proses pemilihan dosen berprestasi. Kelemahan lainnya, tidak ada pembobotan setiap kriteria yang menimbulkan permasalahan dalam penjaminan konsistensi setiap kriteria. Penelitian ini terkait seleksi terhadap alternatif yang akan memperoleh predikat dosen berprestasi dan melakukan pembobotan setiap kriteria untuk menjamin konsistensi kriteria dalam pemilihan dosen berprestasi. Metode yang digunakan adalah Metode AHP digunakan untuk menentukan Bobot setiap kriteria dan metode VIKOR untuk pengrankingan atau peringkat terhadap hasil yang diperoleh dari pengolahan data guna memperoleh hasil yang sesuai terhadap pemilihan dosen berprestasi. Berdasarkan hasil penelitian, untuk metode AHP berupa nilai prioritas atau bobot untuk kriteria. bobot untuk kriteria Presensi Mengajar 0.473, Kedispilian Pengumpulan Nilai Ujian 0.283, Jabatan Fungsional 0.176, Pengawas Ujian 0.122, EDOM 0.122, Penelitian 0.086, Presensi Kehadiran 0.080, dan Jabatan Struktural 0.044. Untuk “by consensus” v ≈ 0,5, diperoleh hasil urutan ranking terhadap alternatif yaitu Alternatif 17 (A17) menjadi peringkat pertama diikut oleh A1, A14, A7, A26, A19, A34, A2, A32, A30, A11, A4, A35, A33, A21, A9, A31, A3, A29, A13, A18, A20, A12, A23, A8, A10, A28, A36, A24, A6, A16, A22, A27, A25, A15 dan A5. Kata Kunci : Dosen, AHP, VIKO

    Pengaruh Senam Yoga Terhadap Waktu Kala I Fase Aktif Persalinan Pada Ibu Bersalin Primigravida Di Puskemas Banyubiru Kabupaten Semarang

    No full text
    Persalinan kala I yang memanjang pada primipara dapat menimbulkan respon emosi, cemas, tegang, dan panik. Bebrapa latihan fisik pada ibu hamil untuk menyiapkan persalinan diantaranya senam hamil ataupun yoga. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh senam yoga terhadap waktu kala I fase aktif persalinan pada ibu bersalin primigravida di Puskesmas Banyubiru Kabupaten Semarang. Desain penelitian menggunakan quasi eksperimental posttest only control group design. Populasi dalam penelitian ini adalah semua ibu hamil TM III pada bulan Januari 2017di Puskesmas Banyubiru Kabupaten Semarang sebanyak 126 ibu, jumlah sampel 30 ibu, di mana 15 orang sebagai kelompok intervensi dan 15 orang sebagai kelompok kontrol dengan teknik sampling purposive sampling. Alat pengumpulan data lembar observasi. Uji yang digunakan untuk uji normalitas data yaitu menggunakan uji shapiro wilk. Uji analisis menggunakan mann whitney. Hasil penelitian menunjukkan ada perbedaan lamanya waktu kala I persalinan pada ibu bersalin primigravida di Puskesmas Banyubiru Kabupaten Semarang yang mengikuti kelas ibu hamil dan senam yoga dan yang hanya mengikuti kelas ibu hamil (p=0,000). Bagi responden diharapkan mengikuti kelas ibu hamil dan senam yoga melihat dari banyak manfaatnya terhadap kemajuan persalinan sehingga persalinan dapat berjalan lanca
    corecore