1,720,969 research outputs found

    PERAN BUDAYA PERUSAHAAN DALAM PENERAPAN PRINSIP-PRINSIP GOOD CORPORATE GOVERNANCE (GCG) PADA PT. PERKEBUNAN NUSANTARA X(PERSERO) UNIT PG. DJOMBANG BARU

    No full text
    Penerapan Good corporate governance(GCG) merupakan hal yang penting dalam upaya menambah dan memaksimalkan nilai perusahaan guna menghadapi persaingan global. Oleh sebab itu budaya perusahaan haruslah mengacu pada prinsip-prinsip Good corporate governance(GCG) demi menghadapi persaingan global. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa peran budaya perusahaan(etika, norma dan kebiasaan) yang ada dalam perusahaan di PG. Djombang Baru dalam penerapan Good corporate governance(GCG) sehingga menjadi perusahaan yang profesional dan daya saing yang kuat dalam meningkatkan perokonomian. Jenis penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskripsi dengan teknik snowball sampling metode wawancara mendalam (in-depth interview). Hasil dari penelitian ini adalah budaya perusahaan(Etika, Norma dan kebiasaan) berperan dalam penearapan prinsip-prinsip Good Corporate Governance(GCG), karena Pada dasar budaya perusahaan(etika, prilaku dan kegiatan) sudah di atur dan dirumuskan dalam pedoman prilaku perusahan, pedoman ini bagian dari Good Corporate Governance(GCG). Dengan adanya rumusan ini sehingga semua aspek yang ada di perusahaan selaras dan sejalan. Kata kunci : Budaya Perusahaan, Good Corporate Governance(GCG)

    Kelimpahan Larva Udang Penaidae secara Temporal di Pantai Timur Laguna Segara Anakan, Kabupaten Cilacap

    Get PDF
    Segara Anakan merupakan muara yang dialiri beberapa sungai, keberadaannya sangat mempengaruhi perubahan kondisi perairan. Hal ini mempengaruhi hidup dan stok udang daerah asuhan larva. Kelimpahan larva udang di perairan tergantung pada kondisi lingkungan perairan dan daya rekrutmen masing-masing spesies. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis dan kelimpahan larva udang pada tahun 2018 -2019. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survei. Hasil yang didapat adalah sebanyak 6 jenis spesies yaitu : Nauplius Sp, Jaxea Nocturna, Lucifer Reynaudii, Mesopodopsis Slabberi, Penaeus Merguiensis, Panaeus Mondon. Kelimpahan larva udang tertinggi pada Pantai timur segara anakan cilacap pada tahun 2018 – 2019 berkisar antara 0,25 – 7,90 indv/m3 dengan rincian pada tahun 2018 yaitu 0,25 – 3, 06 indv/m3 dan pada tahun 2019 yaitu 1, 27 – 7,90 indv/m3

    Ideologi Pemikiran dan Dakwah KH. Ahmad Musta'in Syafi'i dalam Kajian Tafsir al-Qur'an Aktual pada Harian Bangsa: studi analisis Semiotika Model Roland Barthes

    Get PDF
    Perkembangan teknologi saat ini sangat pesat sehingga dakwah bukan hanya pada tataran mimbar saja melainkan dapat dilakukan melalui tulisan. Media cetak merupakan salah satu alat yang digunakan untuk menyebarkan dakwah kepada masyarakat luas. Akhir-akhir ini banyak cendikiawan menyebarkan pemikiran atas pemahaman agamanya melalui media. Ayat-ayat al-Qur’an sering muncul dalam wajah media yang menjadi tulisan dan terkait dengan persoalan terkini. Tema-tema yang diangkat semakin menarik ketika media menjadi sarana berdakwah dalam menyampaikan paham keagamaan. Salah satu tema yang menarik yaitu rubrik Tafsir al-Qur’an Aktual pada Harian Bangsa yang ditulis oleh KH. Ahmad Musta’in Syafi’i. Penelitian ini dimaksudkan untuk mencari jawaban tentang ideologi pemikiran dan ideologi dakwah KH. Ahmad Musta’in Syafi’i dalam kajian tafsir al-Qur’an aktual pada Harian Bangsa. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dan bersifat deskriptif. Teknik analisis yang digunakan yaitu analisis semiotika model Roland Barthes dengan menggunakan teori konstruktivisme. Menurut teori ini, para individu melakukan interpretasi dan bertindak menurut kategori-kategori konseptual didalam pemikirannya. Realitas tidak hadir dalam bentuk apa adanya tetapi harus disaring melalui cara seseorang melihat sesuatu. Hasil penelitian penelitian yang diperoleh menjelaskan bahwa ideologi pemikiran KH. Ahmad Musta’in Syafi’i tergambar dari teguh dalam ide sebagai simbol dakwah, berpikir kreatif sebagai terobosan dalam berdakwah, dan konteks bahasa sehari-hari dalam jalan dakwah. Sedangkan ideologi dakwah KH. Ahmad Musta’in Syafi’i terlihat dari banyaknya kitab yang dikaji, seringnya menulis, jam terbang seminar, dan kondisi sosial. Semua itu bertujuan agar ayat-ayat al-Qur’an dapat dicerna dan dipahami serta dapat diamalkan dalam kehidupan sehari-hari

    Tradisi Sebambangan (Larian) sebagai alternatif dalam peminangan masyarakat adat Lampung Pepadun perspektif Maqasid Al-Syari‘Ah Jasser Auda: Studi kasus Desa Gunung Sugih, Kecamatan Gunung Sugih, Lampung Tengah

    Get PDF
    ABSTRAK Tradisi sebambangan sering kali dijadikan alternatif atau jalan pintas bagi pasangan bujang dan gadis yang terhalang restu orang tua dan keluarga atau terhalang kondisi ekonomi dalam keinginannya melaksanakan pernikahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji lebih dalam tradisi sebambangan, dengan fokus penelitian mencakup: (1) praktik sebambangan di Desa Gunung Sugih, Kecamatan Gunung Sugih, Lampung Tengah, (2) eksistensi tradisi sebambangan (larian) sebagai alternatif dalam peminangan masyarakat adat Lampung Pepadun perspektif Maqa>s}id al-Syari‘ah Jasser Auda. Jenis penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah penelitian hukum empiris dengan pendekatan antropologi hukum. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik dokumentasi dan wawancara. Jenis wawancara yang diterapkan adalah wawancara tidak terstruktur yang hanya memuat pertanyaan-pertanyaan pokok permasalahan. Data yang terkumpul lalu dianalisis menggunakan metode analisis kualitatif deskriptif. Keabsahan data dalam penelitian ini menggunakan teknik triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : (1) Tradisi sebambangan di Desa Gunung Sugih, Kecamatan Gunung Sugih, Lampung Tengah dalam prosesi pelaksanaannya terdapat perubahan karena perubahan zaman dan meningkatnya kebutuhan. Dalam hal ini, diperbolehkan keluar bagi gadis pada waktu proses sebambangan dengan alasan untuk keperluan kerja saja tetapi tidak untuk keperluan lain. Adapun langkah-langkah dalam prosesi tradisi sebambangan sebagai berikut: Sebambangan (larian), Ngattak Salah, Ngatakdau, Cakak Mengian, Sujud Balak, Turun Mandi, Sesan; (2) Tradisi sebambangan perspektif maqa>s}id al-syari‘ah Jasser Auda dengan teori sistemnya diataranya: Kognisi, Utuh, Keterbukaan, Hierarki Saling Keterkaitan, Multi Dimensionalitas, Kebermaksudan boleh dijadikan sebagai alternatif dalam peminangan masyarakat adat Lampung karena sesuai dengan maqa>s}id al-syari‘ah atau tujuan hukum islam yang dicita-citakan yaitu mencapai kemaslahatan umat yang sebesar-besarnya dan berdasarkan ‘urf dari segi nilai baik dan buruk, tradisi sebambangan merupakan ‘urf s}ah}i>h} karena dalam tradisi ini tidak bertentangan dengan syari‘ah sehingga dapat diterima oleh oleh masyarakat. ABSTRACT The sebambangan tradition is often used as an alternative or shortcut for male and female couples who are hindered by the blessing of their parents and family or hindered by economic conditions in their desire to carry out the marriage. This study aims to examine more deeply the sebambangan tradition, with the focus of research covering: (1) sebambangan practices in Gunung Sugih Village, Gunung Sugih District, Central Lampung, (2) the existence of the sebambangan (larian) tradition as an alternative in proposing the indigenous people of Lampung Pepadun from the perspective of Maqa>s}id al-Syari‘ah Jasser Auda. The type of research used in this study is empirical legal research with a legal anthropological approach. Data collection was carried out using documentation and interview techniques. The type of interview that was applied was an unstructured interview which contained only the main questions. The data collected was then analyzed using descriptive qualitative analysis methods. The validity of the data in this study uses a triangulation technique. The results of the research show that: (1) The sebambangan tradition in Gunung Sugih Village, Gunung Sugih District, Central Lampung, in its implementation procession, has changed due to changing times and increasing needs. In this case, it is permissible for girls to go out during the sebambangan process for work reasons only but not for other purposes. The steps in the Sebambangan traditional procession are as follows: Sebambangan (larian), Ngattak Salah, Ngatakdau, Cakak Mengian, Sujud Balak, Turun Mandi, Sesan; (2) Sebambangan tradition of Jasser Auda's maqa>s}id al-syari‘ah perspective with its systems theory includes: Cognitive, Wholeness, Openness, Hierarchy of Interrelationships, Multi-Dimensionality, Purposefulness can be used as an alternative in the marriage proposal of the Lampung indigenous community because it is in accordance with maqa>s}id al-syari‘ah or the aspired goal of Islamic law is to achieve the greatest benefit of the people and is based on 'urf in terms of good and bad values, the sebambangan tradition is ‘urf s}ah}i>h} because in this tradition it does not conflict with syari‘ah so that it can be accepted by society. مستخلص البحث غالبًا ما يتم استخدام تقليد سيبامبانغان كبديل أو اختصار للأزواج من الذكور والإناث الذين أعاقتهم مباركة والديهم وأسرهم أو أعاقتهم الظروف الاقتصادية في رغبتهم في إجراء الزواج. تهدف هذه الدراسة إلى فحص تقليد سيبامبانغان بشكل أعمق ، مع التركيز على البحث الذي يغطي: (1) ممارسات سيبامبانغان في قرية جونونج سوجيه ، منطقة جونونج سوجيه ، وسط لامبونج، (2) وجود تقليد سيبامبانغان (لاريان) كبديل في اقتراح السكان الأصليين في لامبونج بيبادون من منظور مقى الهوية السريعية جاسر عودة. نوع البحث المستخدم في هذه الدراسة هو بحث قانوني تجريبي بمنهج أنثروبولوجي قانوني. تم جمع البيانات باستخدام تقنيات التوثيق والمقابلة. كان نوع المقابلة التي تم إجراؤها عبارة عن مقابلة غير منظمة تحتوي فقط على الأسئلة الرئيسية. تم بعد ذلك تحليل البيانات التي تم جمعها باستخدام طرق التحليل النوعي الوصفية. تستخدم صحة البيانات في هذه الدراسة تقنية التثليث. تظهر نتائج البحث أن: (١) تقليد سيبامبانغان في قرية جونونج سوجيه، منطقة جونونج سوجيه، وسط لامبونج، في موكب تنفيذه، قد تغير بسبب تغير الزمن وزيادة الاحتياجات. وفي هذه الحالة يجوز للفتيات الخروج أثناء عملية سيبامبانغان لأسباب العمل فقط وليس لأغراض أخرى. الخطوات في موكب سيبامبانجان التقليدي هي كما يلي: سيبامبانغان (الجري)، نجاتاك سلاح، نجاتاكداو، كاكاك مينجيان، سجود بالاك، تورون ماندي، سيسان؛ (٢) إن تقليد منظور جاسر عودة للمقاصد الشرعية بنظرية أنظمتها بما في ذلك: الإدراكية ، الكلية ، الانفتاحية ، الحركية المعتمدة التبادليان ، تقاعد العباد ، المقاصدية والمعنى يمكن استخدامه كبديل في جاذبية مجتمع لامبونج التقليدي لأنه يتوافق مع مقاصد الشريعة و هي لتحقيق قيام مصالحهم في الدين والدني معا وعلى أساس " العرف من حيث القيم الجيدة والسيئة، التقاليد سيبامبانغان هي "عرف صحيح لأنه في هذا التقليد لا يتعارض مع الشريعة لذلك يمكن قبوله من قبل المجتمع

    RANCANG BANGUN TEMPAT SAMPAH OTOMATIS BERBASIS INTERNET OF THINGS (IoT) UNTUK PEMILAHAN SAMPAH DENGAN NOTIFIKASI TELEGRAM & BUZZER

    Get PDF
    Permasalahan sampah yang terus meningkat di Indonesia memerlukan solusi yang inovatif, efektif, dan efisien. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan mengembangkan sistem tempat sampah pintar berbasis Internet of Things (IoT) yang mampu secara otomatis memilah sampah organik dan anorganik, serta mengirimkan notifikasi melalui Telegram dan peringatan buzzer ketika tempat sampah mencapai kapasitas penuh. Sistem ini menggunakan mikrokontroler ESP32 sebagai pengendali utama, sensor kapasitif dan proximity inframerah untuk mendeteksi jenis sampah, serta sensor ultrasonik HC-SR04 untuk memantau ketinggian sampah. Pengembangan sistem menggunakan metode prototipe, sehingga memungkinkan dilakukan pengujian dan perbaikan secara bertahap. Hasil pengujian menunjukkan bahwa sistem mampu mendeteksi dan memilah jenis sampah secara akurat serta memberikan notifikasi secara real-time. Sistem ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan sampah yang baik dan mendukung terciptanya lingkungan yang lebih bersih dan sehat

    SISTEM PENGENDALIAN PERSEDIAAN BAHAN BAKU MENGGUNAKAN METODE ECONOMIC ORDER QUANTITY, SAFETY STOCK DAN REORDER POINT (Studi kasus: UD. Bakpao Nikita)

    No full text
    Kelancaran proses produksi sangat bergantung pada persediaan bahan baku yang dapat mempengaruhi besar kecilnya biaya operasi, sehingga jika persediaan bahan baku yang dikelola kurang tepat akan menimbulkan kerugian pada perusahaan. UD. Bakpao Nikita adalah perusahaan manufaktur yang mengolah bahan baku berupa tepung, gula, mentega dan bahan lainnya yang menghasilkan produk makanan berupa Bakpao. Permintaan yang tinggi berdasarkan jumlah yang dihasilkan dari proses produksi yaitu berkisar seribu bakpao per hari membuat perusahaan dalam pengadaan bahan baku dilakukan setiap seminggu sekali dalam jumlah tertentu dan atau relatif melakukan pembelian dalam jumlah yang besar. Akibatnya, akan menimbulkan biaya yang berlebih yang ditekankan pada persediaan bahan baku dan resiko kemungkinan perusahaan tidak dapat memenuhi permintaan konsumen dalam hal ini kekurangan ataupun tidak tersedianya bahan baku yang dibutuhkan, maka pengelolaan bahan baku yang tepat dan optimal sangat diperlukan oleh perusahaan. Penerapan metode Economic Order Quantity (EOQ) untuk menentukan jumlah ekonomis setiap kali pemesanan, Safety Stock (SS) dalam menjaga kemungkinan terjadinya kekurangan bahan baku dan Reorder Point (ROP) atau waktu yang diperlukan perusahaan untuk melakukan pembelian bahan baku yang dibangun dalam sistem persediaan berbasis website menggunakan bahasa pemrograman php dengan database MySQL dirasa sesuai untuk pengendalian persediaan bahan baku pada perusahaan tersebut. Pengendalian persediaan UD. Bakpao Nikita dengan menerapkan sistem pengendalian persediaan 3 (tiga) metode yaitu EOQ, Safety Stock dan ROP, agar dapat terhindar dan atau mengurangi resiko kemungkinan perusahaan yang tidak dapat memenuhi permintaan konsumen, dalam hal ini kekurangan ataupun tidak tersedianya bahan baku yang dibutuhkan dengan kata lain dapat menjaga operasional perusahaan khususnya pada proses produksi yang tergantung pada persediaan bahan baku. Kata kunci : Sistem, Persediaan, EOQ, Safety Stock, Reorder Poin

    Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis

    Get PDF
    The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed

    Variations on the Author

    Get PDF
    “Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship

    Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis

    Get PDF
    We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis
    corecore