1,721,292 research outputs found
Konsep riba dalam Al-Qur'an : Studi komparatif pemikiran Muhammad Quraish Shihab dan Muhammad Syafii Antonio
Penelitiaan ini bermula dari adanya perbedaan metode Muhammad Quraish Shihab dan Muhammad Syafi`i Antonio dalam memahami ayat-ayat mengenai konsep riba. Adapun mengenai keharaman riba sudah menjadi kesepakatan antara para ulama. Walaupun keduanya menggunakan ayat-ayat yang sama, tetapi perbedaan metode yang mereka gunakan membuat proses analisisnya berbeda. Hal ini diakibatkan latar belakang keduanya yang tidak sama, Muhammad Quraish Shihab merupakan seorang ulama ahli tafsir sementara Muhammad Syafi`i Antonio merupakan cendekiawan ekonomi syari’ah.
Berdasarkan pengulasan di atas ada beberapa persoalan yang penulis hendak kaji, yaitu: (1) Bagaimana konsep riba dalam al-Qur’an menurut M. Quraish Shihab? (2) Bagaimana konsep riba dalam al-Qur’an menurut M. Syafii Antonio? (3) Apa perbedaan dan persamaan pemikiran Quraish Shihab dan Syafii Antonio tentang riba? Riset ini termasuk kedalam jenis riset pustaka (library research), sementara metode yang diterapkan penulis dalam riset ini yaitu metode komparatif dengan menerapkan pendekatan kualitatif. Teknik menghimpun data yang diterapkan yakni dengan menghimpunnya dari berbagai buku atau semacamnya yang relevan dengan judul riset ini. Adapun teknik analisis data yang diterapkan yakni analisis ini (content analisis) serta analisis komparatif (perbandingan).
Berdasarkan penelitian ini, terdapat beberapa kesimpulan, yaitu: (1) Quraish Shihab memandang bahwa riba merupakan sesuatu tambahan atau kelebihan dari jumlah utang yang berlipat ganda serta dipungut ketika jatuh tempo pelunasan utang sehingga adanya penyiksaan pada orang-orang yang membutuhkan. Kesimpulan ini berdasarkan pemahamannya terhadap kata kunci yang terdapat dalam ayat-ayat larangan riba. (2) Menurut Muhammad Syafii Antonio riba merupakan pengambilan tambahan, baik dalam transaksi perniagaan ataupun peminjaman secara batil atau berlawanan dengan prinsip muamalah dalam Islam. Menurutnya secara garis besar riba dibagi menjadi riba utang piutang dan riba jual beli. Analisis yang digunakan Muhammad Syafii Antonio dalam memahami konsep riba dalam al-Qur’an cenderung pada analisis ushul fiqih. (3) Quraish Shihab dan Muhammad Syafii Antonio menggunakan ayat-ayat yang sama dalam memahami konsep riba dalam al-Qur’an yaitu surat Al-Rum ayat 39, surat an-Nisa ayat 160-161, surat Ali Imran ayat 130, dan surat al-Baqarah ayat 275-280. Adapun perbedaan diantara kedua tokoh tersebut hanya perbedaan metode yang digunakan dalam menganalisis ayat-ayat tersebut
NASKAH ILMU MA’RIFATULLAH: KODIKOLOGI, SUNTINGAN, STRUKTUR, DAN ISI TEKS The Manuscript of Ilmu Ma’rifatullah: Codicology, Editing, Structure, and Content
Naskah Negara atau Sari Kitab Barencong merupakan kitab yang berisi tentang tasawuf dan tauhid yang merupakan hasil tulisan beberapa pengarang abad ke-16—17 M. Naskah Ilmu Makrifatullah (IM) merupakan salah satu pasal pada naskah Negara. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tentang kodikologi, suntingan, struktur, dan isi teks dalam naskah IM. Penelitian tentang naskah IM ini adalah penelitian filologis. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif. Dari hasil penelitian ditemukan bahwa struktur teks IM terdiri atas (1) pendahuluan, (2) isi, dan (3) penutup. Naskah IM ini berisi tentang pengenalan diri, kedudukan Nur Muhammad dan insan kamil. Naskah ini juga menguraikan tentang makrifat, pembagiannya, definisi ilmu tauhid dan jenisnya menurut ulama serta zikir dan jenisnya.Abstract: Negara manuscript or Sari Kitab Barencong is a manuscript of tasawuf (mysticism) and tauhid (monotheism) written by the authors in 16th-17th century. Ilmu Makrifat (IM) manuscript is one of the Negara manuscript verses. This study aims to describe codicology, editing, structure, and content of the IM text. Research on the IM text is a philological study. The method used is the descriptive method. The result of the research indicates that the structure of the IM text consists of (1) the introduction, (2) the content, and (3) the closing. The IM manuscript is about selfintroduction, Nur Muhammad’s postion and insan kamil (perfect man). It also discusses makrifat, its categories and definition, and tauhid as well as its categories according to ulama (Moslem priest). It also presents zikir (dhikr) and its category
Pembelajaran bahasa Arab di pondok pesantren Hidayatullah Makassar
ABSTRAKMUQAYYIMAH (F41108265). Pembelajaran Bahasa Arab di Pondok Pesantren Hidayatullah Makassar. Dibimbing oleh Dr.H. Muhammad Nur Latif, M. Hum. dan Muhammad Ridwan, S.S., M. A.Penerapan pembelajaran bahasa Arab, guru harus memiliki strategi agar siswa dapat belajar secara efektif dan efisien, langkah untuk memilih strategi adalah dengan menguasai teknik-teknik penyajian, yang biasa disebut metode pembelajaran. Telah dilakukan penelitian Pembelajaran Bahasa Arab di Pondok Pesantren Hidayatullah Makassar dengan tujuan mendeskripsikan metode apa saja yang digunakan dalam pembelajaran bahasa Arab, dan menjelaskan metodepembelajaran bahasa Arab yang digunakan di Pondok Pesantren Hidayatullah Makassar. Penelitian dilaksanakan dengan mengumpulkan data sekunder dan data primer yang menggunakan pendeketan bersifat kualitatif dan dikemukakan secara deskriptif. efektifitas mengajar guru ketika menggunakan metode langsung dalam pembelajaran bahasa Arab di kelas menggunakan metode langsung dalam pembelajaran bahasa Arab cukup baik, serta efektifitas belajar murid dalam pembelajaran bahasa Arab di kelas yang menggunakan metode langsung juga baik. Adapun solusi dari faktor penghambat peserta didik adalah santriwati harus senantiasa menambah perbendaharaan kosa-kata baru setiap hari, baik yang berasal dari kamus, guru maupun pengurus pondok, santriwati mencatat istilah-istilah konteporer (asing) kemudian mencari artinya dalam kamus bahasa Arab atau langsung menanyakan kepada guru bahasa Arab serta menghafalkannya.xx + 70 hlm
PENGARUH ANIMASI DALAM KEMAMPUAN SHALAT PADA MURID TUNAGRAHITA SEDANG KELAS IX SMPLB DI SLB C YPPLB MAKASSAR
MUHAMMAD HIDAYATULLAH 2019 Efektivitas Kemampuan Shalat Melalui
Pengaruh Animasi Pada Murid Tunagrahita Sedang Kelas IX di SLB C YPPLB Makassar.
Skripsi. Di bimbing oleh Drs. Djoni Rosyidi, M. Pd dan Drs. Andi Budiman, M. Kes. Jurusan
Pendidikan Luar Biasa, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Makassar.
Seorang murid dari SLB C YPPLB Makassar kurang dalam kemampuan shalat,baik
itu pada gerakan maupun pada bacaan shalat atau dalam masalah tersebur, peneliti
ingin mengkaji tentang kemampuan shalat murid tunagrahita sedang pada mata
pelajaran Pendidikan Agama Islam, terutama pada bacaan dan gerakan shalat di SLB
C YPPLB Makassar. Rumusan masalah penelitian ini adalah ”Bagaimanakah
pengaruh animasi dalam kemampuan sholat murid tunagrahita sedang kelas IX
SMPLB di SLB C YPPLB Makassar”. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui
(1) Kemampuan sholat murid tunagrahita sedang kelas IX SMPLB di SLB C YPPLB
Makassar dalam kondisi awal, (2) Pengaruh animasi dalam kemampuan sholat murid
tunagrahita sedang kelas IX SMPLB di SLB C YPPLB Makassar selama diberi
perlakuan, (3) kondisi baseline 2 (A2) selama masa jeda. (4) peningkatan kemampuan
shalat pada murid tunagrahita sedang kelas IX SMPLB di SLB C YPPLB Makassar
berdasarkan hasil analisis antar kondisi dari baseline 1(A1) dan dari intervensi (B) ke
baseline 2 (A2). Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah tes lisan dan tes
perbuatan. Subjek penelitian ini adalah 1 orang murid tunagrahita sedang kelas IX
SMPLB berinisial MIR. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen yaitu
menggunakan Single Subject Research (SSR) dengan desain A-B-A. Data yang
diperoleh dianalisis melalui statistik deskriptif dan ditampilkan dalam bentuk grafik. Hasil penelitian disimpulkan bahwa pengaruh animasi shalat efektif dapat
meningkatkan kemampuan shalat pada anak tunagrahita sedang Kelas IX SMPLB di
SLB C YPPLB Makassar.
Kata kunci: Kemampuan Shalat, Animasi, Tunagrahita Sedang
Jaringan Ulama Falak Nusantara: (Studi Geneologi Keilmuan Falak Syekh Muhammad Yasin Al-Fadani)
Ilmu Falak yang sampai ke kita saat ini merupakan perjalanan panjang dari satu tokoh ke tokoh yang lain, dari satu daerah ke daerah yang lain, melintasi banyak ruang dan waktu. Mulai dari Hermes di Babilonia sampai ke para kyai di Indonesia. Di akhir abad 20 M, Musnid ad-Dunya Syekh Muhammad Yasin al-Fadani tampil sebagai poros keilmuan di dunia, utamanya di bidang ilmu hadis dan sanad. Ternyata ia juga ahli falak, bahkan mempunyai sanad keilmuan falak yang tinggi dibanding dengan ulama falak lainnya di nusantara. Menjaga tradisi sanad dan ijazah keilmuan merupakan salah satu cara mendapatkan ilmu yang berkah dan manfaat. Penelitian ini diarahkan kesana. Berangkat dari kitab al-Mawahib al-Jazilah, Bulugh al-Amani, dan al-Maslak al-Jali, penulis merumuskan masalah: 1) bagaimana interaksi Syekh Yasin dengan Ilmu Falak, dan 2) bagaimana jaringan sanad keilmuan Falak Syekh Muhammad Yasin al-Fadani. Semua ulasan yang ada merupakan hasil dari studi pustaka dan merupakan penelitian kualitatif. Penelitian ini menyimpulkan bahwa: 1) Syekh Yasin mempunyai setidaknya 15 guru di bidang Ilmu Falak, dan telah menelaah ratusan kitab falak, 2) sanad keilmuan falak Syekh Yasin terhubung sampai Syekh Muhammad al-Hattab ar-Ra?ini al-Maliki (902 – 954 H), ulama besar abad kesepuluh hijriah, dan 3) mempunyai sanad yang terhubung dengan para ulama falak di nusantara, baik terhubungnya karena menjadi guru atau karena seperguan dengan guru yang sama
Overview of Indonesian Islamic Education: A Social, Historical and Political Perspective
The aim of this study is to examine how the historical genealogy of Islamic educational tradition, particularly the tradition of teaching and learning, has contributed to the development of Islamic education in Indonesia. By drawing together in an analytic way a historically based description of the social and political circumstances surrounding Indonesian Islamic education, the study discusses some significant issues concerning the religious base, knowledge base, structural form, and the pedagogical approach of Indonesian Islamic education, all of which are important to the development of a modern form of Islamic education.
The argument of the thesis is that the existing values of the Islamic tradition in education, particularly evident in Madrasah schools, provide a valuable basis for further developing and reconstructing an effective Islamic education system in Indonesia. However, there is also a strong need to construct an Islamic education curriculum in Indonesia that can meet the challenge posed by the circumstances generally understood as 'modernity'. The quality of teaching and learning in the Madrasah are very much influenced by the quality of the wider Islamic education programme. Any change in the curriculum of Islamic education will thus have significant effects on the quality of the Madrasah schools in Indonesia. This thesis will thus conclude by suggesting some implications for further development of Islamic education that arise from the study.
This is a qualitative study using an historical genealogical approach to discover, understand and analyze the challenges currently facing Islamic education In Indonesia. The techniques for collecting data involved, primarily, a critical reading of historical and contemporary policy documents. Primary and secondary sources were also collected, studied and subjected to a critical reading in the production of this account of Indonesian Islamic education
Studi Kritis Atas Kritik Muhammad Imȃrah Terhadap Hermeneutika Nasr Hâmid Abû Zaid
Al-Qur‟an adalah kalâm Allah Swt. yang menjadi petunjuk bagi manusia
di dunia ini. Oleh karena itu, diperlukan metode penafsiran yang tepat untuk
memahami al-Qur‟an agar sejalan dengan fungsinya tersebut. Di dalam Islam
telah dikenal seperangkat ilmu untuk menafsirkan al-Qur‟an, yaitu ilmu tafsir dan
takwil, namun sebagian cendekiawan muslim merasa belum puas dengan metode
tersebut, maka mereka menawarkan metode hermeneutika yang berasal dari Barat
untuk memahami kalâm Allah Swt. tersebut. Penggunaan hermeneutika
mendapatkan kritik dari sebagian cendekiawan muslim yang lain, di antaranya
yaitu Muhammad ?Imârah (lahir 1350 H/ 1931 M). ?Imârah adalah seorang
pemikir dan penulis produktif dari Mesir yang seringkali mengkritik pemikiran
Barat, salah satu kritikannya yaitu penggunaan hermeneutika dalam penafsiran al-
Qur‟an khususnya hermeneutika Nasr Hâmid Abû Zaid dan ia memiliki kritikan
yang tegas.
Tesis ini membuktikan bahwa metode hermeneutika Abû Zaid tidak cocok
diterapkan dalam penafsiran al-Qur‟an, dan kritik Muhammad ?Imârah terhadap
hermeneutika Abû Zaid sangat tegas, namun kritik ?Imârah tersebut juga
mengandung kelemahan-kelemahan.
?Imarah menyarankan agar metode penafsiran al-Qur‟an dikembalikan
kepada ilmu tafsir yang telah lama disusun oleh ulama Islam yaitu melalui konsep
muhkam dan mutasyâbih di dalam al-Qur‟an dan konsep takwil yang mampu
menghilangkan pertentangan antara naql dan akal dan antara sesama naql itu
sendiri, yaitu ayat-ayat yang terkesan kontradiksi secara zâhir-nya.
Usaha yang dilakukan oleh ?Imarah ini bertujuan untuk meyadarkan
kembali umat Islam bahwa penafsiran al-Qur‟an mendapat tantangan dari
berbagai pihak, salah satunya metode hermeneutika yang berasal dari Barat. Di
samping itu, ia juga mengingatkan kita bahwa Islam sebenarnya telah memiliki
metode yang mapan dan teruji puluhan abad dalam menafsirkan al-Qur‟an dan
telah menghasilkan banyak produk yaitu ilmu tafsir dan takwil.
Penelitian ini merupakan penelitian pustaka (library research). Adapun
sumber data primer dalam penelitian ini adalah buku-buku karya Muhammad
?Imȃrah, terkhusus lagi yang berkaitan dengan hermeneutika di antaranya Qirȃ?at
al-Nȃss al-Dînî baina al-Ta?wîl Gharbî wa al-Ta?wîl al-Islȃmî, al-Tafsîr al-
Markisî li al-Islȃm, al-Ghazw al-Fikri Wahm am Haqîqah?, Ma`âlim al-Manhaj
al-Islâmî, dan lain-lain. Di samping itu, Penulis juga merujuk kepada buku-buku
Nasr Hâmid Abû Zaid, seperti Mafhûm al-Nass: Dirâsah fî ?Ulûm al-Qur?ân, Naqd al-Khitȃb al-Dînî, Isykâliyyât al-Qirâ?ah wa Aliyyât al-Ta?wîl, al-Nass, al-
Sultah, al-Haqîqah dan lain sebagainya. Adapun data sekundernya yaitu bukubuku,
jurnal-jurnal yang berkaitan dengan penelitian ini. Hal ini bertujuan untuk
menemukan kritikan ?Imȃrah terhadap hermeneutika Abû Zaid dengan
menggunakan metode deskriptif analitik, yaitu pemecahan masalah yang
diselidiki dengan menggambarkan atau melukiskan keadaan subyek dan objek
penelitian. Dengan metode deskriftif penulis menjelaskan segala hal yang
berkaitan dengan hermeneutika Abû Zaid, dengan metode analitik digunakan
untuk membahas pandangan Muhammad ?Imȃrah tentang hermeneutika Abû Zaid
tersebut
Aktivitas Dakwah K.H. Muhammad Yahya di Cimahi Tahun 1947-2009
K.H. Muhammad Yahya (commonly known as Abuya Sepuh or Abuya Mamad) is an Islamic scholar from Cimahi. He is a Da\u27i, Murshid Tariqah, and also a Judge in the Religious Courts. He was the founder of Pesantren Darussurur Cimahi, and extensively wrote Sundanese nadhom, and participated in spreading the Islamic da\u27wah in the City of Cimahi. He contributed to education, social, religion, and Islamic da’wah. This study aims at finding out the biography of K.H. Muhammad Yahya and his Da\u27wah Activities in Cimahi. The method used is a historical research method which consists of four stages, namely heuristics, criticism, interpretation, and historiography. Based on the results of the study, it can be concluded that, first, K.H. Muhammad Yahya was born in 1917 and died in 2009 in the Main Village, Cimahi. He is the son of K.H. Muhammad Azhari and Hj. Khadijah, his nasab through his father reached Maulana Syarif Hidayatullah. His educational genelogy was formed from the environment and education he got from various teachers, such as Habib Ali al-Attas (Jakarta), Habib Abdullah Bilfaqih (Malang), Muhaddist Assayid Alwi bin Abbas al-Malik (Mecca), K.H. M. Kurdi (Cibabat), K.H. M. Zarkasyi (Cibaduyut). Second, the da\u27wah activities K.H. Muhammad Yahya in Cimahi covers several aspects and media, namely da’wah through educational institutions with the establishment of pesantren Darussurur (1947-2009), da’wah through religious teachings (1947-2009), da’wah through Tariqah (TQN) (1960s), and da’wah through writing (1979-2009), in which he wrote and translated Arabic books composed in the form of Sundanese nadhom, such as Nadhom Shoibul Iman, Aqidatul awam, Lawang Setan, and many others
MANAJEMEN BERBASIS MADRASAH DALAM MEWUJUDKAN ISLAMIC BOARDING SCHOOL DI SMP IT SURYA MELATI HIDAYATULLAH TULUNGAGUNG
Skripsi yang berjudul “Manajemen Berbasis Madrasah dalam Mewujudkan Islamic Boarding School di SMP IT Surya Melati Hidayatullah Tulungagung” yang ditulis oleh Lailatul Amalia, NIM. 126207211016, Program Studi Manajemen Pendidikan Islam, Jurusan Tarbiyah, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung, yang dibimbing oleh Bapak Muhammad Zainul Arifin, M. Pd. I.
Kata Kunci: Manajemen Berbasis Madrasah, Islamic Boarding School
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kekhawatiran orang tua dalam memberikan pendidikan formal dan nonformal kepada anaknya, yang di mana jaman sekarang banyak pendidikan yang hanya mengajarkan pendidikan formal saja, SMP IT Surya Melati Hidayatullah merupakan sebuah Lembaga Pendidikan Islam yang menerapka Islamic Boarding School, sehingga dapat menjadi jawaban dalam kekhawatiran para orang tua.
Penelitian ini mempunyai tujuan untuk mengetahui Manajemen Berbasis Madrasah di SMP IT Surya Melati Hidayatullah Tulungagung dengan focus penelitian; 1) Bagaimana perencanaan manajemen berbasis madrasah dalam mewujudkan Islamic Boarding School di SMP IT Surya Melati Hidayatullah Tulungagung? 2) Bagaimana pelaksanaan manajemen berbasis madrasah dalam mewujudkan Islamic Boarding School di SMP IT Surya Melati Hidayatullah Tulungagung? 3) Bagaimana pengawasan manajemen berbasis madrasah dalam mewujudkan Islamic Boarding School di SMP IT Surya Melati Hidayatullah Tulungagung?
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Metode pengumpulan data menggunakan observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi yang diperoleh dari sumber data diantaranya kepala sekolah, wakil kepala sekolah bidang Kurikulum, Kesiswaan, Humas, Sarana dan Prasarana, Koordinator Tata Usaha, serta salah satu pengajar. Teknik analisis data yang
digunakan yaitu analisis data kualitatif dengan langkah kondensasi data, penyajian data, dan pengambilan kesimpulan.
Hasil penelitian yang diperoleh sebagai berikut; 1) Perencanaan manajemen berbasis madrasah dalam mewujudkan Islamic Boarding School, dengan melakukan rapat kerja, menentukan visi dan misi, menentukan kurikulum, merencanakan alur pendaftaran, merencanakan sarana dan prasarana, mempromosikan madrasah, menyusun segalah administrasi madrasah. 2) Pelaksanaan manajemen berbasis madrasah dalam mewujudkan Islamic Boarding School, dengan menjalankan visi dan misi, menerapkan kurikulum merdeka dan PIBT, melakukan manajemen peserta didik, menyediakan sarana dan prasarana, promosi madrasah, serta penerapan strategi pembeljaran. 3) Pengawasan manajemen berbasis madrasah dalam mewujudkan Islamic Boarding School, dengan melakukan evaluasi-evaluasi pada aspek kurikulum, pendidikan karakter, sarana dan prasarana, pengawasan hubungan masyarakat, serta pengawasan kegiatan administrasi
- …
