201 research outputs found
Hubungan antara shalat dhuha dengan motivasi kerja karyawan di LPI Ar-Rohmah Pesantren Hidayatullah Malang
INDONESIA:
Shalat dhuha shalat yang dikerjakan pada saat sibuk-sikuknya seseorang dalam melakukan aktivitas pekerjaannya, kondisi seperti inilah merupakan saat-saat yang tepat untuk mengistirahatkan pikiran untuk melakukan relaksasi sejenak dengan melaksanakan shalat dhuah guna untuk memulihkan tenaga dan menggugah semangat serta motivasi. Motivasi kerja adalah sesuatu yang menimbulkan semangat atau dorongan kerja, oleh sebab itu motivasi kerja dalam psikologi karya bisa disebut pendorong semangat kerja, relaksasi melalui shalat dhuah akan memberikan ruang berfikir bagi perasaan intuitif untuk menjaga dan menstabilkan kecerdasan emosi serta spiritual seseorang. Dengan demikian aktivitas yang diiringi dengan mengerjakan shalat dhuha merupakan suatu keseimbangan yang dapat memberikan motivasi dan solusi kemudahan. Adapun rumusan masalah yang akan dibahas dalam penelitian ini adalah bagaimana tingkat shalat dhuha pada karyawan di LPI Ar-Rohmah Pesantren Hidayatullah Malang, bagaimana tingkat motivasi kerja pada karyawan di LPI Ar-Rohmah Pesantren Hidayatullah Malang, dan apakah ada hubungan antara shalat dhuha dengan motivasi kerja pada karyawan di LPI Ar-Rohmah Pesantren Hidayatullah Malang.
Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi tingkat shalat dhuha pada karyawan di LPI Ar-Rohmah Pesantren Hidayatullah Malang, untuk mengidentifikasi tingkat motivasi kerja pada karyawan di LPI Ar-Rohmah Pesantren Hidayatullah Malang, dan untuk menganalisis hubungan antara shalat dhuha dengan motivasi kerja pada karyawan di LPI Ar-Rohmah Pesantren Hidayatullah Malang.
Rancangan penelitian menggunakan penelitian kuantitatif korelasi. Sampel penelitian sebanyak 43 karyawan LPI Ar-Rohmah Pesantren Hidayatullah dan pengambilan data menggunakan metode angket dan wawancara. Pada pengolahan data menggunakan Product Moment Correlation dari Pearson, dan uji validitas serta realibilitas memakai Alpha Cronbach. Pengolahan data tersebut diolah dengan program SPSS 16.0 for Windows.
Berdasarkan analisa penelitian, diperoleh hasil sebagai berikut: pada variabel shalat dhuha, yakni 25.6% karyawan dengan sikap positif pada kategori tinggi, 60.5% karyawan dalam kategori sedang dan 13.9% karyawan bersikap negatif dalam kategori rendah. Sedangkan pada varibel motivasi kerja, yakni karyawan dengan motivasi kerja tinggi sebesar 11.6%, motivasi kerja karyawan sedang sebesar 72.1%, dan motivasi kerja karyawan rendah sebesar 16.3%. Pada hasil analisa uji hipotesis diperoleh hubungan signifikan yakni sebesar 0.400 atau hubungan yang berpengaruh hingga 40,0% (rxy = 0.400; sig = 0.008 < 0.05). Dengan demikian semakin positif tingkat shalat dhuha maka semakin tinggi pula tingkat motivasi kerja.
ENGLISH:
Duha prayer is prayer done at the most busy time of person in performing activities of work. Conditions like that is the right moment to rest the mind for a moment to relax with praying Duha in order to restore power and evocative of the spirit and motivation. Work motivation is something that raises the spirit or boost employment, therefore motivation to work in the psychology of the work might be called morale booster. Relaxation through Duha prayer will provide space to think for an intuitive feeling for the safeguard and stabilize emotional intelligence and spiritual. Thus activity accompanied by Duha prayer is a balance that can provide motivation and convenience solutions. The research problems to be addressed in this study are how the level of Duha prayer at the employee of LPI Ar-Rohmah Pesantren Hidayatullah Malang, how the level of motivation of employees working at Ar-Rohmah LPI Pesantren Hidayatullah Malang, and whether there is a relationship between Duha prayer with work motivation at the employees of LPI Ar-Rohmah Pesantren Hidayatullah Malang.
The purpose of this research is to identify the level of Duha prayer at the employees of LPI Ar-Rohmah Pesantren Hidayatullah Malang, identify the level of motivation of employees working at Ar-Rohmah LPI Pesantren Hidayatullah Malang, and analyze the relationship between Duha prayer with working motivation at employee of LPI Ar-Rohmah Pesantren Hidayatullah Malang.
The study design use quantitative correlation study. Research samples as many as 43 employees of LPI Ar-Rohmah Pesantren Hidayatullah and data collection using questionnaires and interviews. In the processing data, use Product Moment Correlation of Pearson, and the validity and reliability, using Alpha Cronbach. Processing the data is processed with SPSS 16.0 for Windows.
Based on the analysis of the study, obtained the following results: at the variable of Duha prayer, i.e. 25.6% of employees with a positive attitude in the high category, 60.5% of employees in the medium category, and 13.9% of employees being negative in the low category. While the work motivation variables, i.e. employees with high work motivation of 11.6%, middle employee motivation of 72.1%, and low employee motivation of 16.3%. In the results of hypothesis analysis testing obtained that a significant correlation of 0.400 or relationships that affect up to 40.0% (rxy = 0.400; sig = 0.008 <0.05).Thus, higher positive of Duha prayer rate, the higher level of work motivation
Implementasi Manajemen Kurikulum Dalam Upaya Meningkatkan Mutu Santri Pondok Pesantren Hidayatullah/Panti Asuhan Anak Soleh Curup
Pesantren dihadapkan pada banyak tantangan, termasuk di dalamnya modernisasi pendidikan Islam. Sistem dan kelembagaan pesantren telah dimodernisasi dan disesuaikan dengan tuntutan pembangunan, terutama dalam aspek kelembagaan yang secara otomatis akan mempengaruhi penetapan kurikulum yang mengacu pada tujuan institusional lembaga tersebut. Persoalan yang muncul adalah apakah pesantren dalam menentukan kurikulum harus melebur pada tuntutan zaman sekarang, atau justru ia harus mampu mempertahankannya sebagai ciri khas pesantren yang dalam banyak hal justru lebih mampu mengaktualisasikan eksistensinya di tengah-tengah tuntutan masyarakat. kurikulum merupakan sistem yang paling diperhatikan. Begitu pula, manajemen kurikulum menjadi langkah awal dalam menjalankannya. Menurut Dinn Wahyudin secara umum fungsi manajemen kurikulum, di antaranya: 1) meningkatkan efisiensi pemanfaatan sumber daya kurikulum; 2) meningkatkan keadilan dan kesempatan kepada siswa untuk mencapai hasil yang maksimal; 3) meningkatkan relevansi dan efektivitas pembelajaran sesuai dengan kebutuhan peserta didik maupun lingkungan sekitar peserta didik; 4) meningkatkan efektivitas kinerja guru maupun aktivitas siswa dalam mencapai tujuan pembelajaran; 5) meningkatkan efektivitas dan efisiensi proses belajar mengajar; 6) meningkatkan partisipasi masyarakat untuk membantu mengembangkan. Pondok Pesantren Hidayatullah / Panti Asuhan Anak Soleh Curup menerapkan manajemen kurikulum konvensional yang dikombinasikan dengan pelaksanaan kurikulum kementerian pendidikan kebudayaan dan kuriukulum kementerian agama.
Kata Kunci :Manajemen Kurikulum, Pesantren.</jats:p
Implementasi Manajemen Kurikulum Dalam Upaya Meningkatkan Mutu Santri Pondok Pesantren Hidayatullah/Panti Asuhan Anak Soleh Curup
Pesantren dihadapkan pada banyak tantangan, termasuk di dalamnya modernisasi pendidikan Islam. Sistem dan kelembagaan pesantren telah dimodernisasi dan disesuaikan dengan tuntutan pembangunan, terutama dalam aspek kelembagaan yang secara otomatis akan mempengaruhi penetapan kurikulum yang mengacu pada tujuan institusional lembaga tersebut. Persoalan yang muncul adalah apakah pesantren dalam menentukan kurikulum harus melebur pada tuntutan zaman sekarang, atau justru ia harus mampu mempertahankannya sebagai ciri khas pesantren yang dalam banyak hal justru lebih mampu mengaktualisasikan eksistensinya di tengah-tengah tuntutan masyarakat. kurikulum merupakan sistem yang paling diperhatikan. Begitu pula, manajemen kurikulum menjadi langkah awal dalam menjalankannya. Menurut Dinn Wahyudin secara umum fungsi manajemen kurikulum, di antaranya: 1) meningkatkan efisiensi pemanfaatan sumber daya kurikulum; 2) meningkatkan keadilan dan kesempatan kepada siswa untuk mencapai hasil yang maksimal; 3) meningkatkan relevansi dan efektivitas pembelajaran sesuai dengan kebutuhan peserta didik maupun lingkungan sekitar peserta didik; 4) meningkatkan efektivitas kinerja guru maupun aktivitas siswa dalam mencapai tujuan pembelajaran; 5) meningkatkan efektivitas dan efisiensi proses belajar mengajar; 6) meningkatkan partisipasi masyarakat untuk membantu mengembangkan. Pondok Pesantren Hidayatullah / Panti Asuhan Anak Soleh Curup menerapkan manajemen kurikulum konvensional yang dikombinasikan dengan pelaksanaan kurikulum kementerian pendidikan kebudayaan dan kuriukulum kementerian agama. Kata Kunci :Manajemen Kurikulum, Pesantren
Antropologi di Persimpangan Jalan: Refleksi dari Pemahaman akan Tindakan Kaum Muda
Irwan Abdullah presents his argument that the concept of deviant is no longer relevant to the analysis of the activities of young people's. An effort to understand their activities as a subordinate expression of the culture domination is appropriate. Perceiving their activities as deviant cannot be understood with Geertz's cultural concepts. He said that culture is shared values. Young people have their own way in understanding the meaning of life. Their values are not merely inherited from older generation, but the products of the reinterpretation process. The author further argues that in today's social transformation process and media becomes the great agent in disseminates a new life style. This changes is determinant in the formation process of the young people chooses
Evaluasi Pengaruh Tekanan Antropogenik Terhadap Ekosistem Laguna Segara Anakan Menggunakan Pendekatan Model Ecopath With Ecosim (EwE)
Laguna Segara Anakan di pesisir selatan Jawa menghadapi tekanan antropogenik akibat konversi lahan, sedimentasi, degradasi habitat, dan eksploitasi perikanan. Penelitian ini mengevaluasi dampak tekanan tersebut terhadap struktur trofik dan keseimbangan energi ekosistem menggunakan model Ecopath with Ecosim (EwE) berbasis data multi-periode (1980-an, 2000-an, 2020-an). Analisis meliputi perubahan tata guna lahan di DAS Citanduy, struktur jaring makanan, aliran energi antar trofik, Mixed Trophic Impact (MTI), spesies kunci (keystone species), dan indikator kesehatan ekosistem. Perubahan tata guna lahan di DAS Citanduy—ditandai dengan konversi hutan primer, hutan sekunder, dan sawah menjadi perkebunan, pemukiman, serta lahan kering—telah memperbesar erosi dan run-off yang meningkatkan sedimentasi ke hilir. Dampak ini mempercepat penyusutan luasan Laguna Segara Anakan dari 4.070 ha pada 1978 menjadi 907 ha pada 2020, menjadikannya salah satu tekanan ekologis utama yang mengancam keberlanjutan fungsi laguna. Hal tersebut berkontribusi langsung pada penurunan total aliran energi ekosistem (total system throughput), dari 8.810,82 t/km²/tahun pada 1980-an menjadi 7.224,93 t/km²/tahun pada 2020-an. Penurunan ini diikuti oleh turunnya relative overhead (63,5% → 57,9%), yang menandakan melemahnya kapasitas ekosistem untuk menyerap gangguan serta kecenderungan menuju struktur ekosistem yang lebih sederhana. Hasil menunjukkan dua jalur utama aliran energi, yaitu grazing food web (48%) dan detritus-based food web (52%), dengan dominasi jalur detrital pada 2020-an. Transfer efficiency rata-rata 32,3% mengindikasikan efisiensi tinggi pada trofik rendah–menengah, namun biomassa predator puncak rendah akibat degradasi habitat dan indikasi overfishing. MTI mengidentifikasi pusat pengaruh pada produsen primer, detritus, dan predator puncak. Rendahnya connectance index (0,28) dan system omnivory index (0,11) menandakan struktur trofik sederhana dan rentan. Hasil ini menegaskan pentingnya pengelolaan berbasis ekosistem yang mengintegrasikan perlindungan habitat, pengendalian beban sedimen, dan pengaturan perikanan berkelanjutan
Pengaruh Penambahan Tepung Porang Dan Lama Pemanasan Terhadap Sifat Fisiko Kimia Dan Organoleptik Jenang Buah Apel (Malus Sylvestris Mill)
Apel (Malus sylvestris Mill) merupakan komoditas hortikultura yang banyak dikenal hingga tingkat dunia. Kota Batu adalah sentra apel yang cukup besar di Indonesia. Buah apel termasuk dalam komoditas lokal unggulan kota Batu yang banyak dikenal hingga tingkat nusantara. Selain memproduksi dan menjual buah apel segar, penduduk kota Batu ternyata juga memanfaatkan potensi apel yang ada untuk diolah menjadi produk-produk pangan yang memiliki nilai ekonomis lebih tinggi. Beberapa produk olahan apel yang dihasilkan antara lain, yaitu sari apel, keripik apel dan jenang apel.
Jenang apel adalah salah satu produk yang diproduksi oleh UKM selain sari apel. Namun, nilai penjualan jenang apel masih belum setinggi produk sari apel. Produk akhir jenang apel tersebut ternyata mempunyai beberapa permasalahan pada kualitas. Permasalahan tersebut antara lain, yaitu teksturnya. Produk jenang apel mempunyai tekstur lebih lembek jika dibandingkan dengan produk jenang lain yang dibuat tanpa adanya campuran bubur apel. Jenang yang berkualitas baik adalah jenang dengan tekstur tidak terlalu lembek, bagian luar mengkilap, rasa yang khas, dan tidak terasa tengik. Adanya campuran bubur apel pada komposisi adonan membuat peran dari tepung beras ketan untuk memperkuat tekstur jenang menjadi menurun.
Salah satu upaya yang dapat dilakukan agar tekstur jenang apel menjadi lebih kuat adalah dengan menambahkan bahan lain yang dapat memperbaiki tekstur jenang apel, bersifat jel dan mengikat komponen air. Salah satu bahan yang dapat memperbaiki tekstur dari jenang apel adalah tepung porang.
Tujuan dari penelitian ini ialah mendapatkan formula penggunaan tepung porang yang tepat sebagai bahan baku pada pembuatan jenang apel. Selain itu juga ingin menentukan pengaruh penggunaan suhu pemasakan agar mendapatkan kualitas fisik, kimia, dan organoleptik yang terbaik.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaruh penambahan proporsi tepung porang berpengaruh nyata (α=0,05) terhadap kadar air,rendemen, tekstur, daya putus, dan kadar serat kasar. Sedangkan dalam Lama Pemanasan berpengaruh nyata (α=0.05). terhadap kadar air, rendemen, tekstur, daya putus, dan kemerahan. Analisa organoleptik menunjukkan bahwa perlakuan berpengaruh nyata (α=0,05) terhadap tekstur dan rasa, serta tidak berpengaruh nyata pada aroma. Perlakuan terbaik dengan metode De Garmo, diperoleh pada perlakuan proporsi tepung porang 1% dan lama pemanasan 15 menit. Perlakuan terbaik mempunyai kadar air 11.80%, Aw 0.79, Serat kasar 3.89%, tekstur 9.01N, Daya putus 67.66gr, Rendemen 65.54%, kecerahan 41.63, kemerahan 17.17, dan kekuningan 18.17, tingkat kesukaan tekstur 3.45 (kurang menyukai), tingkat kesukaan rasa 4.5 (netral), tingkat kesukaan Aroma 3.75 (kurang menyukai). Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa penambahan tepung porang dapat meningkatkan tingkat kekerasan tekstur jenang apel
PENGARUH KEJELASAN SASARAN ANGGARAN, PEMAHAMAN AKUNTANSI, DAN PENGELOLAAN KEUANGAN DAERAH TERHADAP AKUNTABILITAS KINERJA KEUANGAN SKPD DKI JAKARTA
Irwan Setiawanto. 2012. The Influence Of Budget Target Clarity, Understanding Of Accounting, and Regional Finance Management To Financial Accountability Performance Of SKPD DKI Jakarta
This research is aiming to (a) knowing how the influence of clarity the target of budget, understanding of accounting, and the regional financial management on financial accountability performance of skpd and (b) how big the influence of inter variable and ( c ) tries to provide advice and input for improvement the quality of government skpd in relation to the regional financial report.
Sample retrieval method that used by the author is a simple random sampling. The data type used is the primary data, for techniques of data collection is done by means of a survey through questionnaires, and also the study of library. Data processing is carried out using SPSS program. Testing used classic assumptions research includes testing of normality, test multikolinieritas, and heterokedastisitas. While the research model used researchers is to use the Linear Regression equation of statistical analysis, as for Multiple hypothesis testing is done with simultaneous significance test, and the significance of partial coefficients of determinant.
Test results indicate that the budget target, variable clarity of understanding of accounting and financial management of influential simultaneously against accountability, while test results are partial indicates a variable target clarity of budget and financial management significantly give an influense to accountability, while understanding of accounting does not provide any significant effects. Results of the regression analysis shows the value of the coefficient of determinant (R square) of 39,5%, meaning that all independent variables provide a pretty strong correlation to the variable accountability
Wave run-up of a possible Anak-Krakatau tsunami on planned and optimized Jakarta Sea Dike
The infrastructural plans in the Jakarta Bay to reduce risks of flooding in Jakarta city comprise a large Sea Dike that encloses a retention lake. Part of the planned dike has the shape of the iconic Garuda bird. This paper shows that if in the future an explosion of Anak Krakatau will occur with strength 1/4th of the original Karkatau 1883 explosion, wave crests of 11m and troughs of 6m may collide against the bird's head. As an alternative example, a more optimized design of the dike is constructed that reduces the maximal wave effects considerably.</p
Calculation System Computerized Royalty / Fee Author in CV. Ghalian Indonesia
Once the importance of the role of presenting the report royalties / fee author on the CV. Ghalia Indonesia, especially for the administration / administration because it can affect perpormance and improvement of the company. Activities of this author's presentation of the report i s still using the manual way, ie in terms of the counting process by the administrative fee, in addition, it needs a lot of places to store the lists of books and lists the security of transactions take a long time and other things. Seeing the lack of efficiency of the above activities, the problem also influences the effectiveness of future work, while the number of lists of books, branches and transactions continue to increase and require more rapid and precise information, it is worth noting and created a system computerize
ANALISIS KINERJA PANEL SURYA PADA ALAT PEMBERI PAKAN IKAN OTOMATIS BERBASIS MIKROKONTROLER ARDUINO
Mukhammad Irwan Sya’bani, 2025. "Analisis Kinerja Panel Surya Pada Alat Pemberi Pakan Ikan Otomatis Berbasis Mikrokontroler Arduino". Skripsi program studi Teknik Mesin, Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer, Universitas Pancasakti Tegal.
Alat pemberi pakan ikan ini merupakan alat untuk memberi pakan ikan secara otomatis sesuai waktu yang sudah ditentukan dan untuk pengoprasiannnya diperlukan daya listrik yang mana daya listik tersebut diperoleh dengan memanfaatkan energi matahari melalui panel surya, artinya energi matahari akan dikonversikan menjadi energi listrik dan disimpan pada baterai (Accu) untuk mengoprasikan alat tersebut ketika panas matahari berkurang. Untuk itu penulis melakukan pengujian terhadap panel surya dan baterai dengan melakukan pengukuran konsumsi baterai dan lama tahan baterai terhadap penggunaan alat pemberi pakan ikan otomatis tersebut.
Penelitian ini menggunakan metode eksperimen yaitu dengan cara melakukan pengujian lama tahan baterai terhadap beban motor dc yang digunakan untuk melontarkan pakan ikan dan melakukan pengujian terhadap daya panel surya untuk menentukan daya terbesar dari masing masing sudut 45°, 90° dan 135° yang akan digunakan untuk mengoprasikan alat pemberi pakan ikan otomatis berbasis mikrokontroler arduino secara maksimal.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata daya pada panel surya setiap sudut yang terbesar adalah pada sudut 45° pada pengambilan data hari ketiga dengan nilai 3,28 Watt setiap jamnya . Pada pengujian lama tahan baterai (Accu) terhadapat beban motor dc bahwa baterai 12V/12Ah digunakan untuk mensuplai energi listrik pada beban dengan daya 63,96 Watt setiap 2 kali pemberian pakan dalam sehari mampu bartahan selama 2,03 jam, sedangkan pemberian pakan ikan membutuhkan waktu 10 detik dalam satu kali pemberian pakan ikan. Kelebihan dari alat ini adalah ketepatan waktu dalam proses pemberian pakan ikan secara otomatis.
Kata kunci: Pemberi Pakan Ikan Otomatis, Daya Panel Surya, Konsumsi Baterai
vii
ABSTRACT
Mukhammad Irwan Sya'bani, 2025. "Analysis of Solar Panel Performance on an Arduino Microcontroller-Based Automatic Fish Feeder". Thesis, Mechanical Engineering study program, Faculty of Engineering and Computer Science, Pancasakti University, Tegal.
This fish feeder is a tool for feeding fish automatically according to a predetermined time and for its operation requires electrical power which is obtained by utilizing solar energy through solar panels, meaning that solar energy will be converted into electrical energy and stored in the battery (Accu) to operate the tool when the heat of the sun decreases. For this reason, the author tested the solar panel and battery by measuring battery consumption and battery life against the use of the automatic fish feeder.
This study uses an experimental method, namely by testing the battery life of the DC motor load used to throw fish food and testing the solar panel power to determine the greatest power from each angle of 45 °, 90 ° and 135 ° which will be used to operate the automatic fish feeder based on the Arduino microcontroller to the maximum.
The results showed that the average power on the solar panel at each angle was the largest at an angle of 45 ° on the third day of data collection with a value of 3.28 Watts per hour. In the battery life test (Accu) against the DC motor load, a 12V / 12Ah battery was used to supply electrical energy to the load with a power of 63.96 Watts every 2 times of feeding in a day, it was able to last for 2.03 hours, while feeding fish takes 10 seconds in one feeding of fish. The advantage of this tool is the timeliness of the process of feeding fish automatically.
Keywords: Automatic Fish Feeder, Solar Panel Power, Battery Consumptio
- …
