877 research outputs found

    Dakwah Komaruddin Hidayat Pada Masyarakat Perkotaan

    No full text
    Problem utama masyarakat modern dewasa ini yang merupakan stress kehidupan sebagaimana dikemukakan oleh Ivan Illich: ketidakpuasan, ketidakbahagiaan, kerakusan, niat jahat, kecemasan terhadap nilai-nilai, berbagai penyimpangan/kelainan dan kehilangan control diri merupakan tantangan bagi para da’i di zaman ini. Proses modernisasi, seringkali mengagungkan nilai-nilai yang bersifat materi dan anti rohani, sehingga mengabaikan unsur-unsur spiritualitas. Manusia modern dikerangkeng oleh tuntutan sosial. Mereka merasa sangat terikat untuk mengikuti sknario sosial yang menentukan berbagai kriteria dan mengatur berbagai keharusan dalam kehidupan social. Bagaimana dakwah dalam pergumulan modernitas menurut pemikiran Komaruddin Hidayat menjadi menarik untuk dikaji. Komaruddin Hidayat dikenal sebagai sosok cendekiawan Muslim yang banyak menulis, baik melalui buku, jurnal, maupun media massa. Karya-karyanya dapat dikatakan isinya menekankan pada pesan-pesan keislaman secara umum. Dan sebagiannya merupakan refleksi pemikiran dakwahya. Komar muda dalam ceramah-ceramahnya menitikberatkan pada tema tauhid, sejarah, dan akhlak, pendidikan dan sosial. Misi dakwah yang Komar kembangkan lebih terfokus pada pengembangan kepribadian (character building).Problem utama masyarakat modern dewasa ini yang merupakan stress kehidupan sebagaimana dikemukakan oleh Ivan Illich: ketidakpuasan, ketidakbahagiaan, kerakusan, niat jahat, kecemasan terhadap nilai-nilai, berbagai penyimpangan/kelainan dan kehilangan control diri merupakan tantangan bagi para da’i di zaman ini. Proses modernisasi, seringkali mengagungkan nilai-nilai yang bersifat materi dan anti rohani, sehingga mengabaikan unsur-unsur spiritualitas. Manusia modern dikerangkeng oleh tuntutan sosial. Mereka merasa sangat terikat untuk mengikuti sknario sosial yang menentukan berbagai kriteria dan mengatur berbagai keharusan dalam kehidupan social. Bagaimana dakwah dalam pergumulan modernitas menurut pemikiran Komaruddin Hidayat menjadi menarik untuk dikaji. Komaruddin Hidayat dikenal sebagai sosok cendekiawan Muslim yang banyak menulis, baik melalui buku, jurnal, maupun media massa. Karya-karyanya dapat dikatakan isinya menekankan pada pesan-pesan keislaman secara umum. Dan sebagiannya merupakan refleksi pemikiran dakwahya. Komar muda dalam ceramah-ceramahnya menitikberatkan pada tema tauhid, sejarah, dan akhlak, pendidikan dan sosial. Misi dakwah yang Komar kembangkan lebih terfokus pada pengembangan kepribadian (character building)

    PEMBUATAN SISTEM INFORMASI PERPUSTAKAAN SMU N 1 WONOSARI KLATEN

    Full text link
    ABSTRAK ADE HIDAYAT SANTOSO, 2007, PEMBUATAN SISTEM INFORMASI PERPUSTAKAAN SMUN 1 WONOSARI KLATEN, D III ILMU KOMPUTER, FAKULTAS MIPA, UNIVERSITAS SEBELAS MARET. SMU N 1 Wonosari Klaten merupakan SMU yang mengedepankan kualitas keilmuan untuk para siswanya. Dengan alasan itu, maka didirikanlah sebuah perpustakaan yang akan membantu meningkatkan kualitas keilmuan tersebut. Perpustakaan yang memiliki ratusan buku referensi, ensiklopedia dan pengetahuan umum tersebut dikelola oleh staf perpustakaan secara manual. Sistem informasi yang kurang akan berdampak pada minat siswa untuk datang, mencari dan membaca buku di perpustakaan. Untuk dapat menunjang efektifitas pengelolaan data buku dan memacu para siswa untuk membaca, maka dibuatlah sistem informasi pengolahan data buku di perpustakaan yang berbasis website. Untuk mewujudkan semua itu, maka harus dibuat rancangan program yang akan menjadi parameter untuk menyelesaikan program itu sendiri. Program ini dirancang dengan menggunakan software scripting Php dan server basisdata MySQL. Sebagai bagian pokok sistem, dirancang pula laporan administrasi dengan model dokumen PDF yang sudah umum digunakan pada berbagai sistem operasi. Untuk memudahkan dalam pembuatan program maka, dibuat diagram aliran data untuk setiap fungsi dan prosedur sistem

    Ross-Ade

    No full text
    Dave Ross (1871-1943) and George Ade (1866-1944) were trustees, distinguished alumni and benefactors of Purdue University. Their friendship began in 1922 and led to their giving land and money for the 1924 construction of Ross-Ade Stadium, now a 70,000 seat athletic landmark on the West Lafayette campus. Their life stories date to 1883 Purdue and involve their separate student experiences and eventual fame. Their lives crossed paths with U.S. First Lady Eleanor Roosevelt, Henry Ford, Amelia Earhart, and Will Rogers among others. Gifts or ideas from Ross or Ade led to creation of the Purdue Research Foundation, Purdue Airport, Ross Hills Park, and Ross Engineering Camp. They helped Purdue Theater, the Harlequin Club and more. Ade, renowned author and playwright, did butt heads with Purdue administrators at times long ago, but remains a revered figure. Ross's ingenious mechanical inventions of gears still steer millions of motorized vehicles, boats, tractors, even golf carts the world over

    Ross-Ade

    Full text link
    Dave Ross (1871-1943) and George Ade (1866-1944) were trustees, distinguished alumni and benefactors of Purdue University. Their friendship began in 1922 and led to their giving land and money for the 1924 construction of Ross-Ade Stadium, now a 70,000 seat athletic landmark on the West Lafayette campus. Their life stories date to 1883 Purdue and involve their separate student experiences and eventual fame. Their lives crossed paths with U.S. First Lady Eleanor Roosevelt, Henry Ford, Amelia Earhart, and Will Rogers among others. Gifts or ideas from Ross or Ade led to creation of the Purdue Research Foundation, Purdue Airport, Ross Hills Park, and Ross Engineering Camp. They helped Purdue Theater, the Harlequin Club and more. Ade, renowned author and playwright, did butt heads with Purdue administrators at times long ago, but remains a revered figure. Ross's ingenious mechanical inventions of gears still steer millions of motorized vehicles, boats, tractors, even golf carts the world over

    Mapping the Energy ADE to CityGML 3.0

    No full text
    In order to limit the global warming to well below 2 degrees Celsius, all sectors have to reduce their greenhouse gas emissions and become more sustainable. This also includes the building sector, which is in Europe responsible for 40% of the total energy consumption (European Commission, 2020). A way to work towards this goal is by retrofitting the existing building stock to become more energy efficient. Urban Building Energy Modelling (UBEM) can help in this endeavour by identifying energy-saving potentials and thus to effectively allocate the required resources (Horak et al., 2022). Yet, UBEM involves many stakeholders which is why standards are crucial to facilitate data exchange and interoperability among them. In this context, the Energy ADE v1.0 was developed as an extension for the semantic 3D city model standard CityGML 2.0. It serves two purposes, first by storing energy related information on the individual building level, and second by providing the necessary input data for UBEM simulations (Agugiaro et al., 2018). However, in September 2021 CityGML 3.0 was released. The introduced changes directly affect the structure of the Energy ADE, which is why it cannot fully function on it anymore. This thesis therefore answers the question, how and to what extent the Energy ADE for CityGML 2.0 needs to be adapted to be conformant with the new CityGML 3.0 standard. It is accomplished by following a model-driven approach, where the UML class diagrams for the mapped Energy ADE are created first, before automatically deriving the corresponding XSD schema file. Through the lossless mapping itself, the Energy ADE is integrated as much as possible into CityGML 3.0, while also maintaining a logical symmetry. As such it accounts for the introduced changes of CityGML 3.0, by making use of the space and geometry concept, the versioning possibilities as well as the provided structures to model time-dependent data. The result is eventually tested and verified by converting a sample dataset to the Energy ADE for CityGML 3.0. This work provides an example on how other ADEs can be adapted to fit the new CityGML 3.0 standard and thus hopefully to the further establishment of it.Geomatic

    Shaping Satisfied Online Shoppers: Exploring Attitude, Value, and Trust Impact in Online Shopping Services among STIE AMM Mataram's Shopee Users

    No full text
    This research analyzes the influence of Attitude, Values, and Trust on Consumer Satisfaction in online shopping services among Shopee users, particularly students of STIE AMM Mataram. Through this study, factors contributing to the formation of Consumer Satisfaction in the increasingly vital e-commerce context can be identified. Data was collected from the population of STIE AMM Mataram students using Shopee. Multiple linear regression analysis reveals that Attitude, Values, and Trust collectively have a significant impact on Consumer Satisfaction. These findings demonstrate that the combination of individual perspectives on services, the values they uphold, and the level of trust in the e-commerce platform collectively influence the extent to which consumers feel content with their online shopping experience. Furthermore, the results indicate that Values and Trust have significant partial effects, while Attitude does not significantly impact Consumer Satisfaction. This conclusion offers essential insights for e-commerce practitioners and policymakers to optimize online shopping service strategies, including enhancing features in line with consumer values and strengthening customer trust. This research stimulates further studies to delve deeper into the interaction of these factors and their application in other e-commerce platforms as well as different demographic groups

    A metadata ADE for CityGML

    No full text
    While there exist international standards for geospatial metadata (ISO 19115), these are rarely used in practice for 3D datasets, and one of the OGC standards for 3D city models, CityGML, does not offer a mechanism to store metadata in a structured way. Having metadata in CityGML files, which are in practice often very large and complex, would provide us with the ability to quickly understand the nature of a dataset and to determine if it is relevant for a specific task. Alack of metadata introduces uncertainty into models that are already full of assumptions and estimations. In this paper, we first examine the metadata needs that are specific for 3D geographical datasets and propose ISO 19115compliant categories. We then describe how these can be used within CityGML by defining an Application DomainExtension (ADE), which allows us to store metadata for existing city objects of CityGML, as well as objects in other domain-specific ADEs. Our ADE, its schema in both UML and XSD, and sample datasets is openly accessible, and it can be easily extended to support application specific metadata. In addition the metadata elements have been added to the core of CityJSON. We also offer software to generate automatically many of the metadata categories and we propose coupling it with the source 3D dataset.Urban Data Scienc

    George Ade\u27s Role in National Literature

    Full text link
    The purpose of this study has been {l) to appraise the existing literary reputation of George Ade and (2) to determine whether or not he has made a substantial contri­bution to national literature. In the investigation the hypothesis assumed was that the humor which critics see in George Ade\u27s work and the local color contribution which he made to national literature were of secondary importance to the author\u27s personal in­tention to be a realist. The presupposition which has been adopted is that George Ade endeavored to be one of the exponents of the realistic movement. He recreated with his works what per­haps might be described as an authentic expression of real­ism in American literature. Whether Ade did or did not accomplish the realism he set out to convey in his writings, he remains a minor figure in the American annals of litera­ture

    Metode terjemah Al-Quran pada buku Nur Hidayah Saritilawah Basa Sunda Al-Quran Winangun Pupuh karya HR. Hidayat Suryalaga

    Full text link
    Sebagai Urang Sunda yang sangat mencintai budaya Sunda, penulis mencoba mengenal dan mengakrabi satu karya seniman sekaligus budayawan sunda HR.Hidayat Suryalaga Nur Hidayah Saritilawah Basa Sunda Al-Quran Winangun Pupuh. Penulis merasa tertarik dengan penemuan mutakhir sebuah peleburan nilai dan kandungan al-Quran yang disinergikan dengan kemasan tembang sunda cianjuran yang apik. Inovasi tiada tara sebagai manifestasi khazanah intelektual bidang kajian al-Quran yang dimiliki Urang Sunda. Karena bagaimanapun penerjemahan al-Quran adalah sebuah alat untuk memahami isi dan kandungan al-Quran yang dirasakan sangat penting oleh kalangan umat Islam. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui latar belakang HR Hidayat Suryalaga dalam menerjemahkan al-Quran, mengetahui metode penerjemahan yang digunakan, serta mengetahui kelebihan dan kekurangannya. Dengan demikian dapat menyemarakan lagi kajian al-Quran sebagai khazanah kajian Islam Nusantara. Sebagaimana grand teori penerjemahan yang sudah menjadi traead mark di kalanagan para ulama al-Quran bahwa penerjemahan al-Quran terdiri dari terjemah harfiyyah dan terjemah tafsiriyyah. Dengan demikian dapat diketahui dengan pasti bahwa terjemah al-Quran yang dilakukan HR Hidayat Suryalaga berada dalam koridor teori terjemah yang ada. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif bersifat dengan maksud menguraikan objek kajian yang sedang diteliti dengan sejelas-jelasnya. Adapun teknik penelitian yang digunakan adalah book survey atau bibliografi. Dan dengan melihat sifat datanya yang terdiri dari pertanyaan-pertanyaan verbal, maka penelitian ini juga termasuk kepada penelitian kuantitatif. Hasil penelitian menyatakan bahwa Nur Hidayah Saritilawah Basa Sunda al-Quran Winangun Pupuh karya Drs.HR Hidayat Suryalaga ini dilatar belakangi oleh keprihatinan beliau terhadap kenyataan hidup orang-orang yang tahu dan bisa bahkan tamat membaca al-Quran namun tidak paham terhadap apa yang dibaca dan tak pernah menjelma dalam pengamalan sehari-hari. Seiring dengan perjalanan spiritual beliau yang mulai menemukan titik puncak, ingin berbuat sesuatu yang terbaik sebagai hamba Allah, serta keyakinan yang membatu bahwa berkarya dengan kemampuan yang dimiliki adalah tugas dan tanggung jawab mulia seorang budayawan Sunda. Dalam penerjemahannya beliau menggunakan sistematika penulisan tartib mushafi/utsmani dengan mengacu pada tertib dan urutan ayat dan surat dalam al-Qur�an. Metode terjemah yang digunakan adalah terjemah tafsiriyah, yaitu terjemah yang diawali dengan memahami makna-makna lafadz dan kalimat al-Quran yang kemudian menjelaskannya dengan menggunakan bahasa Sunda yang perpegang teguh pada aturan pupuh (puisi tradisional Sunda) baik isi maupun bentuk. Lebih jauh bisa pula disebut dengan sebuah tafsir kecil. Sedangkan kelebihan dan kekurangannya terbagi menjadi dua, yaitu kelebihan dan kekurangan dalam segi sistematika dan segi isi terjemah. Pupuh yang dipakai dalam terjemahannya ada empat macam pupuh (sekar ageung) yaitu : Kinanti, Asmarandana, Sinom, dan Dangdanggula. Hal tersebut karena empat pupuh tersebut sangat dominan penggunaanya dalam tembang sunda Cianjuran
    corecore