1,723,313 research outputs found

    Les origines persanes de l'arithmétique. Problèmes d'histoire interculturelle. Texte de Kushiyar (Abu al-Hasan al-Gili), 971-1029 après J.C., établi, traduit et commenté par Aly Mazahéri

    No full text
    Kushiyar Abu al-Hasan al-Gili. Les origines persanes de l'arithmétique. Problèmes d'histoire interculturelle. Texte de Kushiyar (Abu al-Hasan al-Gili), 971-1029 après J.C., établi, traduit et commenté par Aly Mazahéri. Nice : Institut d'études et de recherches interethniques et interculturelles, 1975. 216 p. (Etudes préliminaires - IDERIC, 8

    Les origines persanes de l'arithmétique. Problèmes d'histoire interculturelle. Texte de Kushiyar (Abu al-Hasan al-Gili), 971-1029 après J.C., établi, traduit et commenté par Aly Mazahéri

    No full text
    Kushiyar Abu al-Hasan al-Gili. Les origines persanes de l'arithmétique. Problèmes d'histoire interculturelle. Texte de Kushiyar (Abu al-Hasan al-Gili), 971-1029 après J.C., établi, traduit et commenté par Aly Mazahéri. Nice : Institut d'études et de recherches interethniques et interculturelles, 1975. 216 p. (Etudes préliminaires - IDERIC, 8

    NASIONALISME DALAM PERSEPEKTIF HASAN AL BANNA

    Get PDF
    Penelitian ini berbicara mengenai nasionalisme persepektif Hasan al Banna, tujuan dilakukanya penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan dan menganalisis konsep nasionalisme persepektif Hasan al Banna tentang cinta tanah air, bela negara, dan juga tentang ikatan antar anggota masyarakat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi pustaka (library research) dengan pendekatan historis (history research), karena penelitian ini merupakan penelitian yang fokus pada analisis filosofis terhadap pemikiran seorang tokoh yang hidup pada masa lalu. Penelitian ini menggunakan teori nasionalisme dan pergerakan islam sehingga diperoleh hasil dalam penelitian ini bahwa Hasan al Banna adalah seorang tokoh pembaharu pemikiran dan pergerakan islam pasca runtuhnya khilafah islamiyah.dengan cara pandang Hasan al Bannayang setuju dengan konsep cinta tanah air persepektif barat, karena menurut Hasan al Banna konsep cinta tanah air ini tidak bertentangan dengan yang diajarkan dalam Islam, bahkan perintah bela negara juga sudah tertulis dalam Al Qur’andan yang dilakukan oleh Hasan al Banna salah satunya adalah ikut serta dalam pembebasan tanah Palestina dari orang-orang Yahudi. Perkuat ikatan antar bangsa merupakan salah satu kewajiban yang harusnya dilakukan oleh setiap orang. Berangkat dari beberapa hal diatas Hasan al Banna menyimpulkan bahwa yang membedakan antara nasionalisme persepektif Hasan al Banna dengan nasionalisme barat adalah wilayah, dimana nasionalisme barat dibatasi oleh wilayah, sedangkan nasionalisme persepektif Hasan al Banna dibatasi oleh akidah, dimanapun dia berada kalau akidahnya sama maka harus dibela

    Pemikiran Hasan Al Banna dalam pendidikan islam

    No full text
    Tujuan dari penelitian ini adalah: (1) untuk mengetahui pemikiran Hasan Al Banna tentang komponen-komponen dalam pendidikan islam. (2) memperdalam pemahaman tentang prinsip pemikiran Hasan Al Banna dalam pendidikan islam. (3) mengetahui aliran filsafat yang mempengaruhi pemikiran Hasan Al Banna dalam pendidikan islam

    Analisis Cerpen Tiurmaida Karya Hasan Al Banna.

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran psikologis tokoh Tiurmaida dan Marsius cerpen Tiurmaida Karya Hasan Al Banna. Sumber data dalam penelitian ini adalah cerpen Tiurmaida karya Hasan Al Banna yang diterbitkan oleh Koekoesan, Depok 2011 dan merupakan salah satu dari kumpulan cerpen Sampan Zulaiha karya Hasan Al Banna dengan tebal 128 halaman. Data penelitian ini adalah masalah-masalah psikologis tokoh Tiurmaida dan Marsius seperti ketakutan, penyabar, pencemas, pemarah dan depresi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif. Instrumen dalam penelitian ini adalah studi dokumentasi. Studi dokumentasi dilakukan terhadap cerpen Tiurmaida Karya Hasan Al Banna dengan pendekatan Psikologis. Variabel penelitian ini adalah gambaran psikologis Tiurmaida dan Marsius cerpen Tiurmaida karya Hasan Al Banna. Dari hasil penelitian ini dapat diperoleh informasi bahwa gambaran tokoh Tiurmaida yaitu pencemas, penyabar, dan penakut, sedangkan tokoh Marsius memiliki gambaran pemarah dan depresi

    Pemikiran Politik Hasan Al-Bana

    No full text
    Hasan al-Bana merupakan tokoh karismatik yang begitu dicintai oleh pengikutnya. Cara memimpin jamaahnya bagai seorang syeikh sufi memimpin tarekatnya, dalam gerakannya al-Bana sangat memperhatikan fungsi setiap komponen organisasinya. Dalam perpolitikan al-Bana memberikan beberapa pembahasan dan semuannya itu berpijak pada pemahaman yang benar terhadap Islam sebagai pedoman hidup yang paripurna dan komprehensif. Pembahasan tersebut adalah: 1) Urubah (Arabisme), 2) Wathaniyah (Patriotisme), 3) Qauniyah (Nasionalisme), 4) Alamiyah (Internasionalisme). Dalam aktivitas gerakan politik menetapkan tiga langkah pokok yang harus dilalui: Tahap Ta’rif (Pengenalan/tahapan), Takwin (Pembentukan), dan Tanfiz (Pelaksaan). Tahapan-tahapantersebut diatas menunjukkan langkah-langkah sistematis dari suatu gerakan dalam mencapai tujuannya. Dalam pengaruh pemikiran Hasan al-Bana terhadap munculnya partai perpolitikan di Indonesia adalah dari segi Islamisme (pemikirannya tentang SyumuliatulIslam/universal Islam), Patriotisme (cinta tanah air), dan Nasionalisme (generasi penerus yang harus mengikuti jejak para pendahulunya. Proses transformasi pemikiran Hasan al- Bana ke Indonesia yakni melalui interaksi sosial para aktivis gerakan Tarbiyah yang ada dikampus-kampus di seluruh Indonesia, dan karya-karya Hasan al-Bana melalui buku-buku yang memuat pemikiran dan nilai-nilai ideologi al-Ikhwan, baik yang ditulis langsung oleh Hasan al-Bana maupun tokoh-tokoh al-Ikhwa

    PEMIKIRAN PENDIDIKAN ISLAM HASAN AL-BANNA

    Get PDF
    Abstrak: Penelitian ini adalah penelitian perpustakaan (library research) bertujuan untuk mengetahui bagaimanapemikiran pendidikan Islam Hasan Al-Banna. Pemikiran Islam tersebut adalah dasar-dasar pendidikan Islam,hakikat manusia dan peranannya, tujuan pendidikan Islam, hubungan pendidik dan peserta didik, kurikulumdan materi pendidikan Islam, sarana dan prasarana pendidikan Islam. Penelitian ini menyimpulkan bahwa: 1).Menurut Hasan Al-Banna mempunyai pandangan bahwa tentang dasar pendidikan Islam harus menjadiprioritas dalam meningkatkan SDM serta sistem pendidikan harus dibangun di atas kerangka dasar kuat yangmemungkinkan melahirkan generasi muda yang punya imunitas keIslaman, kesempurnaan akhlak, pengetahuanyang memadai tentang ajaran-ajaran agama dan kebanggaan terhadap kejayaan peradabannya yang luas.2). Hasan Al-Banna mengemukakan bahwa hakikat manusia adalah hamba yang berperan sebagai hambayang berperan sebagaira’iyah,khalifah danimarah. 3). Tujuan pendidikan menurut Hasan Al-Banna adalahmembebaskan masyarakat dari keterbelakangan, dalam agama, ekonomi, politik, sosial ilmu pengetahuandan budaya. 4). Hubungan pendidik dan peserta didik adalah:pertama, pribadimutarabbi danmurabb) yangberiman secara sempurna;kedua, adanya kecintaan yang mendalam diantara peserta (mutarabi) dan terhadapmurabb);ketiga, adanya pengorbanan yang tulus. 5). Kurikulum pendidikan Hasan Al-Banna, meliputi: faseta’aruf, fase takwin, fasetanfidz. 6). Sarana dan prasarana lembaga pendidikan Islam harus memadai denganberkembangan zaman.Kata Kunci: Pemikiran, Pendidikan Islam dan Hasan Al-Bann

    Strategi Dakwah Menurut Hasan Al-Banna

    Get PDF
    Gerakan dakwah yang dilakukan oleh Hasan Al-Banna telah menyebar keseluruh Mesir serta keberbagai dunia terutama Negara Indonesia, menjadikan penulis tertarik untuk menelitinya. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsep dakwah menurut Hasan Al-Banna, Strategi dakwah yang dilakukan Hasan Al-Banna untuk mencapai tujuan dakwahnya. Serta Keunggulan dan kelemahan dakwah Hasan Al-Banna.Penilitian ini termasuk jenis penelitian bibliografis dan kualitatif, karena itu sepenuhnya bersifat library research (penelitian kepustakaan) dengan pendekatan historis-filosofis. Data yang diperoleh akan dianalisis secara berututan dan interaksionis yang terdiri dari tiga tahap yaitu: 1) Reduksi data, 2) Pernyajian data , 3) Penarikan simpulan atau verifikasi. Didapatkan hasil penelitian bahwa Konsep dakwah menurut Hasan Al-Banna adalah mengajak dan memanggil umat manusia agar menerima dan mempercayai keyakinan dan pandangan hidup Islam dengan menyampaikan kebenaran Ilahi kepada setiap manusia adalah tugas kerisalahan setiap orang beriman sepanjang hayatnya. Adapun strategi dakwah yang dilakukan Hasan Al-Banna adalah diawali dengan membangun individu yakni dengan memperbaiki diri, sehingga menjadi pribadi yang kuat fisik, teguh dalam berakhlak, luas dalam berfikir, mampu mencari nafkah, lurus berakidah dan benar dalam beribadah, kemudian membentuk rumah tangga Islami. Dilanjutkan memotivasi masyarakat untuk menyebarkan kebaikan, memerangi kemungkaran dan kerusakan.keunggulan dakwah yang dilakukan oleh Hasan al Banna adalah; Kemampuan beliau menggunakan tempat-tempat tertentu untuk dijadikan tempat dakwah, misalnya kedai kopi, kemampuan beliau untuk menyampaikan materi dakwah yang berfariasi, sesuai dengan keragaman para mad’u, penghormatan kepada Ulama, kemampuanya dalam bekerja sama dalam dakwah bersama Salafiyin, para syaikh di kalangan Sufiyin, serta mampu bekerjasama dengan berbagai Lembaga. Disamping itu beliau juga menerbitkan buku-buku dan majalah, melakukan ziarah ke berbagai kota dan mengadakan kontak dengan Ulama. Akibatnya dakwah beliau membawa pengaruh di dunia Islam. Sedangkan kelemahan dakwah yang beliau lakukan menurut penulis adalah adalah ketidak setujuannya dengan multipartai dan lebih setuju terhadap satu partai, namun pada kenyataanya munculnya satu partai menghadirkan kediktatoran

    PEMIKIRAN POLITIK HASAN AL-BANNA

    Get PDF
    Abstract: Hasan al Banna, one of Islamic prominent figures,was born at the end of 20 tahun century. His ideas andmovement together with ikhwanul Muslimin had arousedfighting spirit of Islamic society in order not be left behind.Returning to the life inspired by al-quran and as sunnah is themission of the movement led by Hasan al Banna. Although thisIslamic renewal figure had passed away, his thoughts still existin Islamic society’s life. Therefore, Hasan al-Banna’s thoughtswill be discussed in this article especially his political ideas .ملخص: ولد حسن البنا، واحدة من الشخصیات البارزة الإسلامیة ، في نھایة القرن20 . قد أفكاره و الحركة جنبا إلى جنب مع" الإخوان والمسلمین" أثار الروح القتالیةللمجتمع الإسلامي لكي لا أن تترك وراءھا. وبالعودة إلى الحیاة مستوحاة من آل القرآنو السنة كما ھي مھمة الحركة التي یقودھا حسن البنا. على الرغم من أن ھذا الرقمالتجدید الإسلامي قد وافتھ المنیة، أفكاره لا تزال موجودة في الحیاة المجتمع الإسلامي.لذلك، سیتم مناقشة الأفكار حسن البنا في ھذه المقالة خاصة أفكاره السیاسیةKata Kunci: Hasan al-Banna, Islam dan Politik.</p

    A Pendidikan karakter perspektif Hasan Al-Banna

    No full text
    The moral decline that occurs today raises serious concerns, so that moral development becomes very important as an effort to prevent the negative impact of the times. This study aims to analyze the concept of moral development according to Hasan Al-Banna, especially through the usrah program approach. This research uses a qualitative method with a library research design, utilizing relevant primary and secondary literature. The results showed that Hasan Al-Banna emphasized the importance of the usrah program in moral development, with three main pillars, namely ta'aruf (knowing each other), tafahum (understanding each other), and takaful (bearing each other). This program aims to guide participants to achieve exemplary, strengthen ukhuwah, and apply moral values in real charity. The conclusion of this research is that the usrah program designed by Hasan Al-Banna can be a model of moral development that is relevant to building individual and community morality, especially in the modern era. Abstrak Kemerosotan moral yang terjadi dewasa ini menimbulkan kekhawatiran yang serius, sehingga pembinaan akhlak menjadi sangat penting sebagai upaya pencegahan terhadap dampak negatif perkembangan zaman. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep pembinaan akhlak menurut Hasan Al-Banna, khususnya melalui pendekatan program usrah. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan desain penelitian pustaka (library research), memanfaatkan literatur primer dan sekunder yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Hasan Al-Banna menekankan pentingnya program usrah dalam pembinaan akhlak, dengan tiga rukun utama, yaitu ta'aruf (saling mengenal), tafahum (saling memahami), dan takaful (saling menanggung). Program ini bertujuan untuk membimbing peserta mencapai keteladanan, memperkukuh ukhuwah, dan menerapkan nilai-nilai moral dalam amal nyata. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa program usrah yang dirancang Hasan Al-Banna dapat menjadi model pembinaan akhlak yang relevan untuk membangun moralitas individu dan masyarakat, khususnya di era modern.The moral decline that occurs today raises serious concerns, so that moral development becomes very important as an effort to prevent the negative impact of the times. This study aims to analyze the concept of moral development according to Hasan Al-Banna, especially through the usrah program approach. This research uses a qualitative method with a library research design, utilizing relevant primary and secondary literature. The results showed that Hasan Al-Banna emphasized the importance of the usrah program in moral development, with three main pillars, namely ta'aruf (knowing each other), tafahum (understanding each other), and takaful (bearing each other). This program aims to guide participants to achieve exemplary, strengthen ukhuwah, and apply moral values in real charity. The conclusion of this research is that the usrah program designed by Hasan Al-Banna can be a model of moral development that is relevant to building individual and community morality, especially in the modern era. Abstrak Kemerosotan moral yang terjadi dewasa ini menimbulkan kekhawatiran yang serius, sehingga pembinaan akhlak menjadi sangat penting sebagai upaya pencegahan terhadap dampak negatif perkembangan zaman. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep pembinaan akhlak menurut Hasan Al-Banna, khususnya melalui pendekatan program usrah. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan desain penelitian pustaka (library research), memanfaatkan literatur primer dan sekunder yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Hasan Al-Banna menekankan pentingnya program usrah dalam pembinaan akhlak, dengan tiga rukun utama, yaitu ta'aruf (saling mengenal), tafahum (saling memahami), dan takaful (saling menanggung). Program ini bertujuan untuk membimbing peserta mencapai keteladanan, memperkukuh ukhuwah, dan menerapkan nilai-nilai moral dalam amal nyata. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa program usrah yang dirancang Hasan Al-Banna dapat menjadi model pembinaan akhlak yang relevan untuk membangun moralitas individu dan masyarakat, khususnya di era modern
    corecore