1,721,239 research outputs found

    KAJIAN NILAI, FUNGSI, DAN MAKNA YANG TERKANDUNG DALAM SENI DONGKREK

    No full text
    Dongkrek attraction is a stage which is composed of music, dance and dramatic story arranged in a single set of show. The structure of the stage is seen in the unique type of music instrument. Masks have become the reflection of the characterization of the characters in stage. The music intsruments of Dongkrek attraction are: kenthongan, kenong, bedug, beri, korek and gong pamungkas. The masks are typified as topeng buta/gendruwo; topeng roro perot, topeng roro ayu and topeng eyang palang. Cultural values reflected in Dongkrek attraction consist of those of education, moral, leadership, heroism and aesthetics. Dongkrek attraction can also serve functions of fulfiling psychological needs, expressing self-esttem, releasing tension and ammusement. The masks in Dongkrek represent some characters; topeng buta/gendruwo for evil, eyang palang for wisdom

    TARI SEMUT SEBAGAI MEDIA PENGEMBANGAN KARAKTER BAGI SISWA SEKOLAH DASAR

    Full text link
    A means of empowering students’ self-potentials is through art performance. By so doing they may get first-hand experience, knowledge, skills, creative thinking, and sense of beauty. Their sense of arts guides them to do their works creatively, innovatively and aesthetically. An art performance which can be taught to them is dance. It helps them grow up and possess an awareness of multi-culture both locally and globally which in its turn creates actions for respect, tolerance and harmony amidst the multi-cultural society. The sort of dance taught could be those which do not require pains-taking movements, while the themes could be about plays, daily activities, or animals. Semut (ant) dance is an example. Through practicing it, they not only have fun but also learn how to cooperate. Accordingly, it can serve as a medium to get them develop their characters through good deeds therein. Among the characters they can learn are: (1) respect and polite; (2) cooperation (gotong-royong); and (3) adaptation. Key words: Semut Dance, Students’ Character Developmen

    MENINGKATKAN KEPUTUSAN PEMBELIAN SMARTPHONE DILIHAT DARI VARIABEL EKUITAS MEREK DAN CELEBRITY ENDORSE DI KABUPATEN SUMBAWA

    No full text
    The purpose of this study is to investigate the elements that play a role in the inhabitants of Sumbawa deciding whether to purchase a smartphone, namely the presence of celebrities and the importance of brand values. The residents of Sumbawa make up the entirety of the sample for this study. Purposive sampling was used to choose a total of one hundred respondents to use as a sample, using Paul Leddy's method as the guide. The collection of data was carried out with the assistance of a questionnaire that was made available via Google Forms. The method of partial least squares was used, and the SmartPLS program was used to run the analysis on the data. According to the findings of the study, famous people have an impact on consumers' decisions to purchase smartphones. A consumer's decision to purchase a smartphone is also impacted by their brand equity, which includes their brand awareness. Additionally, the association with the brand has an effect on consumers' choices regarding the purchase of smartphones. On the other hand, inhabitants of Sumbawa do not factor in perceived quality or brand loyalty when making decisions regarding the purchase of smartphones. Abstrak Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui unsur-unsur yang berperan dalam keputusan penduduk Sumbawa untuk membeli smartphone atau tidak, yaitu keberadaan selebriti dan pentingnya nilai merek. Penduduk Sumbawa merupakan keseluruhan sampel untuk penelitian ini. Purposive sampling digunakan untuk memilih total seratus responden untuk digunakan sebagai sampel, dengan menggunakan metode Paul Leddy sebagai pedoman. Pengumpulan data dilakukan dengan bantuan kuesioner yang disediakan melalui Google Forms. Metode kuadrat terkecil parsial digunakan, dan program SmartPLS digunakan untuk menjalankan analisis data. Menurut temuan penelitian tersebut, orang terkenal berdampak pada keputusan konsumen untuk membeli smartphone. Keputusan konsumen untuk membeli smartphone juga dipengaruhi oleh ekuitas merek mereka, termasuk kesadaran merek mereka. Selain itu, asosiasi dengan merek berpengaruh pada pilihan konsumen terkait pembelian smartphone. Di sisi lain, penduduk Sumbawa tidak mempertimbangkan persepsi kualitas atau loyalitas merek saat membuat keputusan terkait pembelian smartphone.Tujuan penelitian ini untuk menganalisis keputusan pembelian smartphone oleh masyarakat Sumbawa yang dipengaruhi oleh celebrity endorsers serta ekuitas merek. Populasinya yaitu seluruh masyarakat Sumbawa yang di hitung dengan menggunakan rumus paul leddy menjadi 100 responden yang akan dijadikan sample dengan teknik pengambilan sampel menggunakan purposive Sampling. Sumber data menggunakan kuesioner yang disebarkan melalui google form. Partial Least Square digunakan sebagai teknik analisis data memakai software SmartPLS. Hasilnya berupa adanya pengaruh cebrity endorser terhadap keputusan pembelian Smartphone, ekuitas merek yang terdiri dari Kesadaran merek mempengaruhi keputusan pembelian Smartphone, Asosiasi Merek memiliki pengaruh terhadap keputusan pembelian Smartphone, sedangkan untuk Persepsi Kualitas dan loyalitas merek tidak mempengaruhi masyarakat Sumbawa dalam membuat keputusan pembelian Smartphone

    Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis

    Full text link
    The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed

    Variations on the Author

    Full text link
    “Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship

    Analisa Mikrostruktur Beton Dengan Air Laut Sebagai Air Pencampur Dan Air Perendaman

    No full text
    Kemajuan teknologi dibidang teknik sipil melahirkan berbagai penemuan-penemuan yang bertujuan untuk menciptakan sebuah struktur yang kuat, awet dan hemat dari segi biaya. Sehubungan dengan hal tersebut, maka dilakukan penelitian dengan menggunakan air laut sebagai air pencampur dan air perendaman. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa pengikatan klorida dan sulfat dari air laut pada Self Compacting Concrete (SCC).Pada penelitian ini menggunakan benda uji berbentuk silinder ukuran diameter 150 mm dan tinggi 300 mm. Pengujian mikrostruktur yang dilakukan berupa x-ray diffraction (XRD) dan scanning electron mikroscope (SEM) untuk mengetahui kandungan unsur dan senyawa yang terdapat pada beton air laut. Dari hasil penelitian menunjukkan pada beton air laut terbentuk tobermorite dan portlandite. Disamping itu, terbentuk pula garam friedel dan ettringite yang merupakan hasil reaksi hidrasi semen dengan klorida dan sulfat

    Pengaruh Penggunaan Air Kelapa Terhadap Kuat Tekan Beton

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besarnya nilai kuat tekan pada umur 3, 7, dan 28 hari yang dihasilkan akibat substitusi air kelapa tua dengan perbandingan 5%, 10%, dan 15% pada campuran beton. Penelitian ini menggunakan 4 variasi komposisi yaitu, beton  normal tanpa substitusi air kelapa dan  substitusi air kelapa tua 5%, 10%, dan 15% terhadap berat air. Pengujian ini meliputi uji karakteristik dan kuat tekan beton dilakukan pada umur 3 hari, 7 hari dan 28 hari. Pada uji kuat tekan digunakan benda uji silinder dengan dimensi sampel 15 cm x 30 cm. Setiap komposisi dibuat 9 sampel total keseluruhan 36 sampel. Hasil dari nilai uji kuat tekan normal umur 3 hari 80,80 kg/cm2, umur 7 hari 131,39 kg/cm2, dan umur 28 hari 202,00 kg/cm2. Persentase 5% hasil uji kuat tekan umur 3 hari 55,79 kg/cm2, umur 7 hari 90,61 kg/cm2, dan umur 28 hari 139,47 kg/cm2. Adapun persentase 10% hasil uji kuat tekan umur 3 hari sebesar 64,25 kg/cm2, umur 7 hari 104,46 kg/cm2, dan umur 28 hari 160,64kg/cm2, serta persentase 15%  hasil uji kuat tekan umur 3 hari 80,41 kg/cm2, umur 7 hari 130,63 kg/cm2, dan umur 28 hari 201,04 kg/cm2. Dari hasil rata-rata uji kuat tekan umur 28 hari  persentase 5%, 10%, dan 15% mengalami penurunan berkisar 30,96% - 0,48% terhadap nilai kuat tekan beton normal

    PERAN NOTARIS DALAM PELAKSANAAN PENGAMBILALIHAN ASET DEBITOR (AYDA) UNTUK MENGATASI PENYELESAIAN KREDIT MACET (Studi Kasus Perbankan Kabupaten Pati)

    Full text link
    Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kesulitan Bank dalam Pengambilalihan Aset Debitor (AYDA) untuk menyelesaikan kredit macet. Oleh karena itu, Penulis tertarik menulis Tesis yang berjudul “Peran Notaris Dalam Pelaksanaan Pengambilalihan Aset Debitor (AYDA) untuk Mengatasi Penyelesaian Kredit Macet (Studi Kasus di Perbankan Kabupaten Pati)”. Adapun permasalahannya : (1) Bagaimana Pelaksanaan Penyelesaian Kredit Macet melalui AYDA di Bank Jateng Pati?; (2) Bagaimana Peran Notaris dalam Pelaksanaan AYDA di Bank Jateng Pati?; dan (3) Apa Hambatan-hambatan dan solusinya di dalam Pelaksanaan Penyelesaian Kredit Macet melalui AYDA di Bank Jateng Pati?. Tujuan Penelitian untuk mengetahui : (1) Pelaksanaan AYDA di Bank Jateng Pati; (2) Peran Notaris dalam Pelaksanaan AYDA di Bank Jateng Pati; dan (3) Hambatan-hambatan dan solusinya di dalam Pelaksanaan AYDA di Bank Jateng Pati. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan yuridis empiris, dengan Spesifikasi Penelitian yang bersifat Deskriptif Analitis. Lokasi di Bank Jateng Cabang Pati, dengan populasi semua Pihak/Instansi yang terkait dengan proses Penyelesaian Kredit Macet pada Bank Jateng Cabang Pati. Teknik pengumpulan data melalui Data Primer : Wawancara, dan Data Sekunder : Bahan Hukum Primer, Bahan Hukum Sekunder, dan Bahan Hukum Tersier. Teknik Analisis Data : (1) menganalisis data secara deskriptif kualitatif; dan (2) menarik Simpulan secara deduktif. Hasil Analisis Data disimpulkan: (1) Pelaksanaan AYDA dilakukan melalui: (a) Penyerahan Sukarela oleh Debitor, dilakukan dengan membuat Perjanjian Penyerahan Aset/Penyelesaian Kredit, melalui Akta Jual Beli atau Perjanjian Pengikatan Jual Beli; (b) Lelang Hak Tanggungan via KPKNL/Kantor Lelang Negara melalui Risalah Lelang; dan (c) Pengambilalihan melalui Proses Hukum/Litigasi/Lelang Eksekusi via Pengadilan Negeri melalui Risalah Lelang; (2) Peran Notaris dalam Pelaksanaan AYDA dengan membuat Akta-akta Autentik, yaitu : Akta Jual Beli atau Perjanjian Pengikatan Jual Beli dan akta-akta pendukung, yaitu: Akta Perjanjian Penyelesaian Hutang dengan Penyerahan Barang Jaminan, Akta Pernyataan, Akta Surat Kuasa untuk Menjual, Akta Perjanjian Pengosongan; dan (3) Hambatan-hambatan pelaksanaan AYDA berasal dari : (a) Pihak Debitor, terjadi karena Debitor tidak kooperatif dalam menyelesaikan kreditnya yang macet; (b) Pihak Ketiga, dalam hal ini terutama pemilik dari tanah dan bangunan yang dijaminkan oleh Debitor kepada bank selaku Kreditor. Pihak ketiga sering kali melakukan perlawanan pada saat Proses Eksekusi Agunan yang akan diambil alih; dan (c) Pihak Negara melalui ketentuan Perundang-undangan. Solusi untuk mengatasi hambatan tersebut melalui Efektivitas dan Efisiensi pelaksanaan AYDA. Kata kunci : Notaris, AYDA, Kredit Mace

    Evaluasi Strategi Inkaso Untuk Meningkatkan Daya Saing : Studi Kasus Pada PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk Kantor Wilayah 05 Semarang

    Full text link
    ABSTRAKSI Pokok masalah penelitian ini iaiah mengevaluasi strategi inkaso untuk meningkatkan daya aaing di Bank BNI Se-Kantor Wilayah 05 Senmrang, mengingat empat tahun terakhir perkembangannya eendening menunm. Menurun dan segi pendapatan provisi inkaso, maupun nominal inkasonya. Disisi lain, pihak nasabah inenginginkan biaya provisi yang rendah, pelayanan cepat/prima. Penelitian ini beruijuan unftik mengevaluasi kembali strategi bisnis dengan penekanan pada pencapaian aktivitas produk inkaso dengan earn.: 1. Mengidentifikasi keinbali peluang, ancwnan , kekuatan dan kelemahan Bank BNI terhadap prothik inkaso. 2. Mengkaji danmenganalisastrategi prodük inkaso di Bank BNI 3. Merumuskan kembali strategi dalam meningkatkan pemasaran inkaso agar memiliki dayasaing dengan inkaso dan Bank swastanasional. Persaingannyamengenni lama. proses penyelesaian warkat inkaso, biaya provisi inkaso dan lain-lain. Data diperoleh dan intern Bank BN1. Data. primer diperoich langstmg melaiui daftar pertanyaan atau kuesioner yang ditqjukan kepada pihak yang terkait dengan obyek amatan yaitu penzirnpin cabang dan pemimpin hagian penunjang usaha pada briton Wilayah 05 Sernarang. Selain itujuga dilakukan research pada Bank pesaing dengan telpon mengenai informasi tentang lama, biaya. dan sarana yang digunakan untuk melnyam inkaso. iv Data sekunder dan Divisi Dalam Negeri 2 Bank BNI Jakart.a dan Kantor Wilayah 05 mengenal sasnn dan realigasi althvitajasajaca Bnk dan lain-lain. Model analisig yang digunakan dalam penelitian/pengainatnn inkuso mi vaitu: model manajemen strategi dengan prosedur anajisis terhadap masalah yang dibahas dengan urutan sebagai berikut: 1. Data kinerja aktivitas inkaso empat talatrn terakhir dievaluasi guna diketahui berbagai hal yang dianggp berkaitan e.rat dengan kinerja inkaso. 1 Analisis te-rhadap sfralegi yang be.rkaitan dengan sistem dan prosedur inkaso. 3. Analisis SWOT Bank BNI dan dihandingkan dengan bank pesaing. 4. Evaluasi terhadap strategi produk inkaso yang diterapkan aish Bank BNI dalam meningkatkan aktivitas transaksi inkaso. 5. Menimuskan ung strategi. Hagil penelitian ditenuikan bahwapangsa pasar inkaso Bank BNI periode 1995- 1998 terhadap total perbankan mengalami penurunan karena ternyata pada umumnya jasa perbankan termasuk inkaso masih bersifat mass products dan trailisional. Karyawan belum memberikan pelayanan yang baik sesuai dengan keinginan dan harapan pelnaggan. Strategi pemasaran inkaso belurn dilaksanakan secara terkoordinasi antar unit, pm-an masib erbatas pada segmen retail, segmen wholesale dan midle helum meuggunakan inkaso Bank BNI secarapenuh. Hasit observasi menunjukkan juga bahwa ada beberapa t’aktor yang rnenyebabkan leinahnya perkembangan pasar inkaso yaitu: lamanya proses ponyelesaian warkat, V inkaso, biaya provii, inkaso yang besar jika dibandingkan rata-rata biaya provisi inkaso bank pesaing, inkaso belum mempunyai atribut yazig spesifik serta sarana maupun dana promosi yang tersedia di unit operasional belum sebanding dengan sas&an yang akan dioapai. Coiperate image yang ditonjolkan Bank BNI, khusdsnya telab dimilikinya on-line system, VSAT, dan pelayanan prima hanya untuk tabungan (Taplus), belum menjamin pe’ngembarzgan inkaso kare.na inkaso belum dilakukan perubahan sesuth tuntutanpasar
    corecore