1,721,144 research outputs found
HIGIENE DAN SANITASI PADA MAKANAN BUBUR HARISAH DI KABUPATEN GRESIK
Makanan adalah kebutuhan dasar manusia yang harus dipenuhi setiap
harinya. Usaha pengelolaan makanan yang baik adalah dengan menerapkan dasardasar
higiene dan sanitasi makanan.Bubur harisah merupakan makanan khas
Kabupaten Gresik yang banyak dicari masyarakat karena khasiatnya bagi
kesehatan menurut kepercayaan setempat. Kondisi higiene dan sanitasi pada
makanan bubur harisah yang baik dapat mencegah terjadinya kontaminasi.
Penelitian dilakukan untuk mengetahui kondisi higiene dan sanitasi serta kualitas
bakteri Escherichia coli dalam makanan bubur harisah.
Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis kondisi higiene dan sanitasi
pada makanan bubur harisah berdasarkan Permenkes RI Nomor 1096 Tahun 2011
tentang Higiene Sanitasi Jasaboga. Penelitian dilakukan dengan metode
observasional dan rancangan penelitian cross sectional. Sampel penelitian diambil
secara non probability sebanyak 8 pedagang bubur harisah di Kabupaten Gresik.
Pengumpulan data dilakukan dengan cara pengisian kuesioner, observasi, dan uji
laboratorium.
Hasil penilaian kondisi higiene dan sanitasi pada makanan bubur harisah
berdasarkan karakteristik penjamah sebagian besar adalah berusia >50 tahun
(50%), jenis kelamin terbanyak adalah laki-laki (75%) dengan tingkat pendidikan
terakhir terbanyak adalah perguruan tinggi (62,5%) dengan jurusan terbanyak
adalah sarjana pendidikan agama islam dan lama berjualan terbanyak antara 11-20
tahun (50%). Kondisi higiene penjamah dan sanitasi sarana prasarana telah sesuai
dengan peraturan terkait. Terdapat 4 pedagang (50%) yang tidak memenuhi uji
kelaikan fisik higiene dan sanitasi makanan bubur harisah dengan persentase
dibawah 93%. Terdapat 1 pedagang (12,5%) yang uji sampelnya mengandung
bakteri Escherichia coli. Secara keseluruhan terdapat 1 pedagang yang tidak
memenuhi kesesuaian Permenkes RI nomor 1096 tahun 2011 tentang Higiene
Sanitasi Jasaboga golongan A1.
Kesimpulan dari penelitian ini adalah masih terdapat bakteri Escherichia
coli dalam sampel yang diteliti. hasil observasi uji kelaikan fisik menunjukkan
kondisi higiene dan sanitasi yang belum memenuhi standar. Sebaiknya para
pedagang makanan meningkatkan kondisi higiene dan sanitasi serta melakukan
pelatihan penjamah makanan yang selanjutnya dibina dan diawasi pihak dinas
kesehatan Kabupaten Gresik
Hygiene and Sanitation at Bubur Harisah in Gresik Regency
Food is a basic human need that must be fulfilled every day. Food preparation and serving should be done with appropriate processing so that the food can be utilized by the human body. Bubur Harisah is a special food of Gresik Regency which be sought after by people because of its health benefits. The research was conducted to identify the condition of hygiene and sanitation and the quality of Eschericia coli bacteria in bubur harisah based on Permenkes RI Nomor 1096 Tahun 2011 tentang Higiene Sanitasi Jasaboga. The research was done by observational method and cross sectional research design. The sample of the research was taken by non probability as 8 porridge harisah seller in Gresik Regency. Data collection was done by filling out questionnaires, observations, and laboratory tests. The result of the assessment of the hygiene and sanitation condition in bubur harisah that there are 4 sellers (50%) who did not fulfill the test of physical condition of hygiene and sanitation with percentage below 93%. There is 1 seller (12.5%) with positive sample test of bacteria Escherichia coli. Observation results test of physical condition show that condition of hygiene and sanitation of porridge harisah have not fulfill standard. The conclusion of this study is that there was bacteria Escherichia coli in the sample of bubur harisah. The suggestion for this research is that food traders should improve hygiene and sanitation conditions and conduct food handler training which is further supervised and supervised by the health office of Gresik Regency
KH. Muh. Harisah Abduh Shafa (Studi Historis tentang Peranannya terhadap Perkembangan Pondok Pesantren An Nahdlah Makassar)
Hasil penelitian didapatkan bahwa KH. Muh. Harisah AS dilahirkan pada
tanggal 31 Desember 1947 di Cenrana dari ayah yang bernama KH. Abdul Shafa dan Ibu Hj. Kanang. Selanjutnya KH. Muh. Harisah AS mendirikan Pesantren An Nahdlah Makassar pada tahun 1986. Di bawah pimpinan beliau, didirikanlah gedung sekolah dengan dana yang terkumpul dari donatur-donatur tetap Pondok Pesantren An Nahdlah serta sumbangan dari beberapa penduduk Sekitar Pesantren
ANALISIS PERILAKU PERUNDUNGAN DALAM NOVEL MY NERD GIRL KARYA AIDAH HARISAH
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk perilaku perundungan dalam novel My Nerd Girl karya Aidah Harisah yang terjadi pada peran utama. Jenis penelitian ini yaitu penelitian kualitatif deskriptif yang artinya data yang dihasilkan berupa tulisan yang berasal dari sumber yang diteliti. Data dan Sumber data dalam penelitian ini adalah kutipan langsung dalam novel My Nerd Girl karya Aidah Harisah. Metode analisis data yang digunakan adalah teknik interaktif Miles dan Huberman sedangkan uji keabsahan data menggunakan teknik triangulasi teori. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa adanya bentuk perilaku perundungan dalam novel My Nerd Girl karya Aidah Harisah yaitu: (a) perundungan verbal langsung seperti memberi nama panggilan dan mengancam, (b) perundungan fisik langsung seperti menampar dan memukul, dan (c) perundungan seksual seperti pelecehan dan menyentuh area sensitif. Sedangkan hasil penelitian mengenai faktor penyebab terjadinya perundungan dalam novel My Nerd Girl karya Aidah Harisah yaitu: (a) faktor individu terjadi dari diri korban langsung dan (b) faktor lingkungan sosial terjadi karena adanya rasa prasangka buruk dan rasa cemburu dari pelaku perundungan
STUDI TENTANG SAJIAN BUBUR HARISAH SEBAGAI MAKANAN KHAS HAUL MBAH SHOLIH TSANI DI PONDOK PESANTREN QOMARUDDIN SAMPURNAN BUNGAH GRESIK
Abstrak
Gresik merupakan salah satu wilayah di pulau Jawa yang dikenal sebagai kota industri yang memiliki obyek wisata yang khas dan tidak kalah menarik seperti wisata budaya salah satunya Komplek Makam Mbah Sholih Tsani yang terletak di Desa Bungah. Komplek Makam ini akan ramai dengan penjual seperti itu hanya pada waktu Haul atau dimana hari itu memperingati hari wafat Mbah Sholih Tsani, tepatnya pada hari kamis, 24 Jumadil Ula. Setiap tahun pada tanggal tersebut keluarga besar Pondok Pesantren Qomaruddin memperingati dan semua santri serta penduduk setempat membaca do’a bersama-sama.Pada saat ini bubur harisah disajikan sebagai makanan khas yang harus ada pada acara tersebut dan dibagikan ke masyarakat. Bubur Harisah adalah bubur yang berbahan pokok daging kambing, gandum serta bahan tambahan berupa bumbu-bumbu yang berasal dari Timur Tengah, seperti minyak samin, kapulaga, herbal dan rempah-rempah. Tujuan dari penelitian ini adalah memperoleh deskripsi tentang: 1) latar historis sajian Bubur Harisah, 2) proses pembuatan dan cara penyajian Bubur Harisah, dan 3) makna sajian hidangan Bubur Harisah.
Metode penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Data dikumpulkan dengan menggunakan teknik: metode observasi, metode wawancara, metode dokementasi, metode triangulasi. Sumber data diperoleh dari Kepala Desa, Sesepuh Pondok Pesantren, Pembuat Bubur Harisah, Panitia pelaksana Haul, masyarakat setempat, dan masyarakat pendatang.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa bubur harisah diproduksi secara turun menurun sejak awal haul Mbah Sholeh Tsani hingga haul pada tahun ini, meskipun pemangku Pondok sudah berganti akan tetapi makanan tersebut tetap menjadi sajian makanan wajib. Dalam pembuatan, dibutuhkan: 22kg daging domba, 12kg gandum, 6kg beras, 500gram garam, 2kg serai, 2.5kg jahe, 2kg bawang merah, 1kg bawang putih, 1kg ketumbar, 600gram jintan, 300gram kapulaga, 700gram merica, 100gram cengkeh, 300gram kayu manis dan 70 liter air mineral. Bubur harisah dimasak selama 12 jam, dengan cara penyajian diletakkan di dalam wadah yang terbuat dari daun lontar. Bubur harisah mempunyai makna mendapatkan keberkahan dari Mbah Sholih Tsani, serta ada makna kebersamaan dalam setiap proses pelaksanaan haul, tidak lupa dengan makna yang lain yaitu suatu pemberian seseorang bisa dikatakan shadaqah atau kedermawanan. Disarankan bagi Pondok Pesantren untuk memberikan dapur khusus dalam proses produksi bubur harisah.
Kata kunci : Bubur Harisah, Mbah Sholeh Tsani, Desa Bungah
Abstract
Gresik is one region on the island of Java , known as an industrial city that has a distinctive tourist attraction and no less interesting as cultural tourism one Mbah Sholih Tsani located in the village of Bungah. Mbah Sholih Tsani’s grave is located in the village of Bungah. This grave will be crowded with sellers when the Haul time. The Haul time is the day to commemorate the Mbah Sholih Tsani’s pass away, exactly at Thursday, 24th Jumadil Ula (The 5th month of the arabic calender) every years, at that time the big family of Qomaruddin moslem boarding school and the villagers commemorate it, they pray together. After that Harisah porridge is served as typical food and must be disseminated to the villagers. The main ingredient of harisah porridge is mutton and wheat, and additional materials such as spices from midle east like, oil cumin, cardamom, herb and spices.The purpose of this study was to obtain a description of: 1) The historical background of the harisah porridge, 2) The process of making and manner of presentation Harisah Porridge and, 3) The meaning of dish Harisah Porridge.
The method of this research is descriptive qualitative. Data collected by using: The method of observation, The method of interview, The method of documentation, The method of triangulation.Sources of data obtained from Elders Moslem Boarding School, maker Harisah Porridge, Haul organizing committee , local communities and immigrant communities.
The results showed that harisah porridge produced here ditary since the first Haul Mbah Sholih Tsani’s to Haul this year, although the holder of Qomaruddin moslem boarding school has changed, the food still become a dish of mandatory. In the produced needed: 22kg mutton, 12kg Wheat, 6kg rice, 500grams salt, 2kg lemon grass, 2.5kg ginger, 2kg shallot, 1kg garlic, 1kg coriander, 600grams caraway, 300grams cardamom, 700grams pepper, 100grams clove, 300grams cinnamon, 70lt mineral water. Harisahporridgecookedfor 12 hours, with themanner of presentationplaced incontainers madeofpalm leaves. Harisah porridge having meaning to getthe blessing of Mbah Shalih Thani’s, and there is the meaning of togetherness in every process of implementation haul. Do notforget the other meaning that a provision of a personcan be said to charity or generosity. Suggested for moslem boarding school to provide special kitchen in the production process harisah porridge.
Keywords: Harisah Porridge, Mbah SholihTsani’s, Bungah Village
Pengembangan Asesmen Proyek dalam Pembelajaran Fisika Untuk Peserta didik Kelas X SMA Negeri 1 Bantaeng.
ABSTRAK
Muhammad Harisah Alim 2013. Pengembangan Asesmen Proyek dalam Pembelajaran Fisika Untuk Peserta didik Kelas X SMA Negeri 1 Bantaeng. (Dibimbing oleh Muhammad Tawil dan Nurhayati).
Tujuan penelitian ini adalah: (1) Mengetahui karakteristik asesmen proyek untuk mengases hasil belajar peserta didik kelas X SMA Negeri 1 Bantaeng. (2) Mengetahui seberapa besar tingkat validitas asesmen proyek untuk mengases hasil belajar peserta didik kelas X SMA Negeri 1 Bantaeng. (3) Mengetahui seberapa besar hasil belajar peserta didik kelas X SMA Negeri 1 Bantaeng menggunakan asesmen proyek. Penelitian ini adalah penelitian pengembangan. Asesmen Proyek dikembangkan menggunakan model pengembangan Plomp. Asesmen Proyek terdiri dari instrumen asesmen perencanaan proyek, rubrik asesmen perencanaan dan pelaksanaan, rubrik asesmen produk laporan, rubrik asesmen produk video dan angket respon peserta didik. Hasil yang diperoleh pada penelitian ini adalah produk berbentuk instrumen asesmen proyek yang menunjukkan bahwa: (1) asesmen proyek memiliki karakteristik yaitu: pada tahap investigasi awal diperoleh karakteristik masalah-masalah yang muncul pada penugasan bentuk proyek berupa proses asesmen yang tidak sistematis, tidak mengases aspek-aspek mulai dari tahapan perencanaan, pelaksanaan dan pelaporan. Pada tahapan desain diperoleh bentuk asesmen proyek. Pada tahapan realisasi diperoleh prototype I dan pada tahap evaluasi diperoleh asesmen kinerja yang mengases mulai pada tahapan perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi (2) asesmen proyek yang dikembangkan memenuhi kriteria valid, sehingga asesmen tersebut layak digunakan, (3) hasil belajar peserta didik dengan menggunakan asesmen proyek termasuk dalam kategori tinggi yaitu 79,18.
Kata Kunci : Asesmen Proyek, Hasil Belajar
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
Variations on the Author
“Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship
Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis
We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis
- …
