100 research outputs found

    HARIFUDDIN HALIM's Quick Files

    No full text
    The Quick Files feature was discontinued and it’s files were migrated into this Project on March 11, 2022. The file URL’s will still resolve properly, and the Quick Files logs are available in the Project’s Recent Activity

    Teori dan Aplikasi Manhaj Al-Maudhu’i: Kasus Terhadap Konsep Kufr dalam Al-Qur’an Karya Harifuddin Cawidu

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis teori dan aplikasi manhaj al-Maudhu'i yang dikemukakan dalam karya Harifuddin Cawidu yang berfokus pada konsep kufr dalam Al-Qur'an. Manhaj al-Maudhu'i adalah pendekatan studi al-Qur'an yang menekankan pada pemahaman kontekstual dan pemaknaan terhadap ayat-ayat Al-Qur'an. Metode penelitian yang digunakan dalam kajian ini adalah metode analisis konten. Data yang digunakan adalah karya Harifuddin Cawidu yang berjudul "Konsep Kufr dalam Al-Qur'an." Penelitian ini akan menganalisis pandangan Cawidu tentang kufr, termasuk definisi, jenis-jenis kufr, dan implikasinya dalam kehidupan Muslim. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Harifuddin Cawidu mengemukakan teori manhaj al-Maudhu'i dengan mengedepankan konteks sosial, sejarah, dan budaya dalam memahami konsep kufr dalam Al-Qur'an. Ia menekankan pentingnya memahami ayat-ayat Al-Qur'an secara komprehensif dan tidak terlepas dari konteks waktu dan tempat di mana ayat tersebut diturunkan. Selain itu, penelitian ini juga mengungkapkan aplikasi manhaj al-Maudhu'i dalam memahami konsep kufr dalam kehidupan Muslim kontemporer. Cawidu memberikan contoh-contoh konkrit tentang situasi dan perilaku yang dapat dianggap sebagai kufr berdasarkan pandangan Al-Qur'an. Dia juga menyoroti pentingnya memahami konsep kufr dengan bijak dan tidak menyimpang ke arah ekstremisme. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih baik tentang teori dan aplikasi manhaj al-Maudhu'i, khususnya dalam konteks konsep kufr dalam Al-Qur'an. Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai referensi dan kontribusi dalam studi Al-Qur'an serta dalam upaya mempromosikan pemahaman yang lebih akurat dan holistik tentang agama Islam

    Karakteristik kafir menurut Harifuddin Cawidu dalam buku “konsep kufr dalam Al-Qur’an”

    Get PDF
    Salah satu masalah pokok yang banyak dibicarakan oleh al-Qur’an adalah kufr (kekafiran). Kufr pada dasarnya merupakan antitesis dari iman, sedangkan iman adalah bagian dari ajaran atau aspek Islam yang paling pokok dan fundamental. Kufr dari segi bahasa berarti menutupi, term-term kufr yang terulang sebanyak 525 kali dalam al-Qur’an itu, meskipun tidak seluruhnya merujuk kepada arti kufr secara istilah (terminologi), namun semuanya dapat dirujuk kepada makna kufr secara bahasa. Harifuddin Cawidu menyebutkan karakteristik kafir dalam bentuk ism al-fāil yang disebut sebanyak 175 kali dalam al-Qur’an. Skripsi ini terdapat tiga rumusan masalah, yaitu: 1. Bagaimana penafsiran Harifuddin Cawidu terhadap kafir dalam al-Quran? 2. Bagaimana karakteristik kafir menurut Harifuddin Cawidu? 3. Bagaimana relevansi karakteristik kafir bagi masyarakat saat ini? Penelitian ini menggunakan metode kepustakaan (library research) yang menggunakan metode pengumpulan data premier dan sekunder, kemudian pengolahan data yang telah didapat menggunakan metode deskriptif analisis. Penelitian kepustakaan yang dimaksud adalah penelusuran proses penghimpun data dari berbagai literatur, baik di perpustakaan maupun di tempat-tempat lain. Dalam konteks ini, yang dimaksud literatur bukan hanya buku-buku yang relevan dengan topik penelitian, melainkan juga beberapa dokumen tertulis lainnya, seperti majalah dan lain-lain. Menurut Harifuddin Cawidu kafir adalah meninggalkan amal atau perintah-perintah-Nya dan atau melanggar larangan-larangan-Nya. Term kufr yang menunjukkan sifat dan watak serta karakteristik orang-orang menurut Harifuddin Cawidu di antaranya adalah: 1. Bersikap sombong, ingkar dan membangkang terhadap kebenaran (QS. Al-Baqarah/2:34; Sad/38:74; Al-Zumar/39:59; Al-Saff/61:8), 2. Mengolok-olok rasul-rasul Tuhan dan menuduh mereka sebagai tukang sihir (QS. Yunus/10:2; Sad/38:4; Al-Anbiya’/21:36; Al-Zukhruf/43:30), 3. Menghalangi orang dari jalan Allah (QS. Al-A’raf/7:45; Hud/11:19), 4. Membuat-buat kebohongan terhadap Allah (QS. Al-A’raf/7:37; Al-Ankabut/29:68; Al-Zumar/39:32), 5. Lebih mencintai dunia daripada akhirat (QS al-Nahl/16:107), 6. Bakhil dan menyuruh orang berbuat bakhil (QS al-Nisa’/4:37), 7. Makan riba dan memakan harta orang secara batil (QS al-Nisa’/4:161), 8. Memandang baik perbuatan jahat yang mereka lakukan (QS al-An’am/6:122). Dari uraian di atas, terlihat bahwa term-term kufr dalam bentuk ism al-fā’il membawa informasi yang sangat beragam mengenai karakteristik kafir. Secara umum ayat-ayat yang mengandung tem-term kufr baik dalam bentuk kata kerja (maḍi) maupun ism al-fā’il berisi informasi mengenai akibat-akibat buruk atau siksa yang akan menimpa orang-orang kafir. Informasi mengenai siksa ini, di samping sebagai ancaman terhadap orang-orang kafir, juga sebagai peringatan bagi orang-orang mukmin agar mereka menghindari perbuatan-perbuatan kufr

    Penerapan Media Pembelajaran Menggunakan Aplikasi Cisco Packet Tracer Pada Mata Pelajaran Komputer dan Jaringan Dasar di SMK Komputer Mutiara Ilmu Makassar

    Get PDF
    Nurfaedah Masdan, 1429042084. Penerapan Media pembelajaran Menggunakan Aplikasi Cisco Packet Tracer Pada Mata Pelajaran Komputer dan Jaringan Dasar Di Smk Komputer Mutiara Ilmu Makassar. Skripsi. Fakultas Teknik Universitas Negeri Makassar, 2018, Pembimbing: Zulhajji dan H. Harifuddin. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (classroom action research) yang bertujuan untuk mengetahui hasil rancangan simulasi topologi jaringan, hasil belajar siswa dan tanggapan siswa dengan Penerapan Media Pembelajaran Menggunakan Aplikasi Cisco Packet Tracer Pada Mata Pelajaran Komputer dan Jaringan Dasar Di Smk Komputer Mutiara Ilmu Makassar. Subjek penelitian ini adalah siswa SMK Komputer Mutiara Ilmu Makassar Kelas X TKJ 2. Penelitian ini dilakasanakan sebanyak dua siklus, setiap siklus tiga kali pertemuan dengan menggunakan prosedur tindakan yaitu perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi. Pengambilan data dilakukan dengan pretest pada awal siklus dan posttest pada akhir siklus serta observasi aktivitas belajar siswa. Analisis data menggunakan analisis statistik deskriptif. Hasil perancangan simulasi topologi jaringan siswa berupa topologi bus, topologi ring, topologi star, topologi tree, dan topologi mesh. Hasil belajar siswa menunjukkan bahwa nilai hasil belajar siswa pada awal siklus I yang tuntas sebanyak 6 orang dengan persentase sebesar 16,66%dan siswa yang tidak tuntas sebanyak 30 orang dengan persentase 83,33%. Nilai pada siklus II yang tuntas 31 dengan persentase 86,11% dan siswa yang tidak tuntas sebanyak 5 orang dengan persentase 13,88%. Tanggapan siswa dengan hasil angket 96.53% menyatakan setuju dengan penerapan media aplikasi Cisco Packet Tracer

    Pengaruh Komunikasi Orang Tua Terhadap Motivasi Belajar Siswa di SMK Negeri 1 Sumarorong, Kabupaten Mamasa

    Get PDF
    Meldianto Demmangngape, 2018. Pengaruh Komunikasi Orang Tua Terhadap Motivasi Belajar Siswa di SMK Negeri 1 Sumarorong, Kabupaten Mamasa. Skripsi. Program Studi Pendidikan Teknik Informatika dan Komputer, Jurusan Pendidikan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Makassar. Pembimbing: Harifuddin dan Riana T. Mangesa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui; komunikasi orang tua, motivasi belajar siswa, pengaruh komunikasi orang tua dengan siswa terhadap motivasi belajar di SMK Negeri 1 Sumarorong Kabupaten Mamasa. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian korelasional. Variabel penelitian terdiri dari komunikasi orang tua dengan siswa (variabel X) dan motivasi belajar siswa (variabel Y). Populasi penelitian ini adalah siswa SMK Negeri 1 Sumarorong Kabupaten Mamasa dengan jumlah 166 siswa dan sampel sebanyak 32 orang. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan kuesioner (angket), dan dokumentasi. Data yang diperoleh dari hasil penelitian diolah dengan menggunakan teknik analisis statistik deskriptif dan teknik analisis korelasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Gambaran komunikasi orang tua dengan siswa di SMK Negeri 1 Sumarorong, Kabupaten Mamasa, berada pada kategori “baik”, hal tersebut dilihat dari aspek keterbukaan, empati, rasa positif, dan kesamaan. 2) Gambaran motivasi belajar siswa di SMK Negeri 1 Sumarorong, Kabupaten Mamasa berada dalam katergori “baik”, hal ini dapat dilihat dari aspek hasrat atau keinginan berhasil, dorongan kebutuhan belajar, dan adanya cita-cita masa depan yang baik terhadap siswa. 3) Terdapat Pengaruh komunikasi orang tua terhadap motivasi belajar siswa di SMK Negeri 1 Sumarorong, Kabupaten Mamasa. Hal ini dapat dilihat dari hasil uji hipotesis yang menunjukkan nilai sign 0.002 < 0.05

    FLOOD DISASTER, LOCAL BELIEF AND ISLAM-SUFISM

    Get PDF
    &lt;p&gt;Flood disaster as a natural phenomenon has a lot of meaning for the rural community. They believe that flood is the power of deity, as a sign that a quarrel is happening ‘under water’, and a sign of God’s kindness because flood has negative and positive aspects. These show that people’s thoughts are shaped by several factors, such as local and religious beliefs (Sufism). This paper outlines how Segeri society describes the meaning of flood disaster constructed by local beliefs and Islamic sufism. Historically, the spread of Islam in South Sulawesi – that is generally characterized as ‘Sufi’ – is the factor influencing the religious belief of local society. The aforementioned belief is the sufism characteristic which is about the absolute resignation toward God’s will and fate. This study uses phenomenological approach to interpret the understanding of flood and the local belief obtained through in-depth interview to Bissu and farmers. The interview data is also linked to the observation of the natural environment. The research shows that Segeri society believes that flood is God’s will and reprisal. By being given an ordeal, someone’s sins will be decreased. Flood – they believe – will give positive impacts and also bring God’s blessing in their lives. This belief causes the so-called ‘resignation’ everytime flood destroys their area.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;Bagi masyarakat pedesaan, bencana banjir adalah fenomena alam yang memiliki banyak makna. Beberapa di antaranya yaitu banjir sebagai perwujudan kekuasaan dewa, sebagai pertanda sedang terjadi pertikaian di alam bawah air, dan merupakan tanda kebaikan Tuhan karena banjir memiliki aspek negatif dan positif. Contoh-contoh tersebut menunjukkan pemaknaan masyarakat yang dibentuk oleh beberapa faktor, antara lain kepercayaan lokal dan keyakinan keagamaan (sufisme). Tulisan ini menguraikan pemaknaan masyarakat Segeri terhadap terjadinya bencana banjir yang dikonstruksi kepercayaan lokal dan Islam sufisme. Secara historis, penyebaran agama Islam di provinsi Sulawesi Selatan yang umumnya berciri ‘sufistik’ merupakan salah satu faktor yang membentuk keyakinan keagamaan masyarakat setempat. Keyakinan keagamaan yang dimaksud adalah adanya karakteristik sufisme yang berisi ‘kepasrahan’ mutlak atas kehendak dan takdir Tuhan. Penelitian ini menggunakan pendekatan fenomenologi dengan menafsirkan pemahaman masyarakat Segeri terhadap banjir, kepercayaan lokal mereka yang diperoleh melalui wawancara mendalam dengan bissu dan petani. Data wawancara tersebut juga dihubungkan dengan pengamatan terhadap lingkungan alam setempat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat Segeri meyakini banjir sebagai cobaan dan kehendak dari Tuhan. Setiap cobaan yang dialami manusia berarti menggugurkan dosa-dosanya. Banjir yang datang dianggap memiliki hikmah kebaikan dan keberkahan Tuhan dalam kehidupan mereka. Keyakinan tersebut berkonsekuensi terhadap ‘kepasrahan’ masyarakat setiap banjir terjadi&lt;/p&gt;</jats:p

    Analisa Performa Propulsi Kapal Anchor Handling Design VS 491 CD pada saat Towing Barge Akibat Pemasangan Rudder Bulb

    No full text
    Kapal anchor handling adalah salah kapal yang didesign untuk mendukung operasi kegiatan offshore berupa penanganan jangkar bangunan laut dan melakukan kegiatan pemindahan objek objek seperti FPSO, Rig Semi-Submersible, construction, production, dan barge dari satu tempat ke tempat operasi yang lain sehingga membutuhkan kekuatan bollard pull yang berbeda beda tergantung besaran dari objek tersebut , disamping itu juga untuk mendukung kegiatan kegiatan lainnya seperti explorasi, dan drilling. Kapal anchor handling tug supply (AHTS) tipe design VS 491 yang telah dibangun oleh salah satu galangan di Batam mempunyai maksimum bollard pull test sebesar 255 ton. Pada tulisan ini akan menganalisa daya thrust, power, dan effisiensi propeller sebelum dan sesudah pemasangan Rudder Bulb (RB) pada saat melakukan towing barge pada kondisi barge 50% dan full loaded kapasitas, dan sarat serta kecepatan (Speed) tertentu pada kapal Anchor Handling. Resisten dari objek yang ditarik (towing) akan dipertihungan pada beban dan kecepatan masing masing. Dengan bantuan maxsuft, software rhinoceros 3D, dan Numeca CFD dihasilkan bentuk lambung kapal yang sesuai dengan aslinya. Lalu dilakukan validasi dengan dibandingkan antara tahanan pada perhitungan dengan maxsuft/holtrop dan tahanan pada perhitungan dengan CFD dengan perbedaan kurang 5% sehingga dapat dikatakan bahwa bentuk pemodelan sudah sesuai dengan bentuk asli kapal. Berdasarkan hasil perhitungan pada kondisi free running kapal Anchor Handling diperoleh Propulsive Coefficient (Pc) tanpa ESD Rudder-Bulb (RB) pada kecepatan 10, 12, dan 16.36 knot masing masing sebesar 0.5162, 0.5407, dan 0.5769 sedangkan dengan ESD-RB masing masing sebesar 0.5008, 0.5417, dan 0.5921. Perbandingan Propulsive Coefficient tanpa ESD-RB dan dengan ESD-RB, bahwa pada kecepatan 12, dan 16.36 knot mengalami peningkatan Propulsive Coefficient (Pc) masing masing sebesar 0.19%, dan 2.58% , namun Propulsive Coefficient (Pc) turun 3.08% pada kecepatan 10 knot. Berdasarkan Analisa yang telah dilakukan memberikan indikasi bahwa pemasangan Rudder Bulb (RB) akan memberikan kenaikan Propulsive Coefficient (Pc) pada kecepatan 10 knot keatas pada kondisi free running, sedangkan pada saat towing hampir tidak memberikan kenaikan Propulsive Coefficient (Pc). Kata kunci : AHTS, FPSO, Thrust, Resistance, Speed, Bollarpull, Rudderbulb, Barge, Maxsuft, and CFD"="An anchor handling ship is a ship designed to support offshore operations in the form of handling offshore building anchors and carrying out activities of moving objects such as FPSO, Semi-Submersible Rigs, construction, production, and barges from one place to another where it requires bollard strength. pull which varies depending on the size of the object, besides that it is also to support other activities such as exploration and drilling. The VS 491 design type anchor handling tug supply (AHTS) vessel which has been built by a shipyard in Batam has a maximum bollard pull test of 255 tons. This paper will analyze the propeller thrust, power, and efficiency propeller before and after the installation of the Rudder Bulb (RB) respectively in free running conditions and towing barge conditions in 50% barge conditions and full loaded capacity, as well as in draft, and Speed on certain Anchor Handling ships. The resistance of the object being towed (towing) will be calculated on the load and speed of each. By using maxsuft, software rhinoceros 3D, dan the Numeca CFD, the shape of the ship's hull is produced according to the original. Then validation is carried out by comparing the resistance in the calculation by maxsuft/holtrop and the resistance in the calculation by CFD where resulting the difference of less than 5% so that it can be said that the form of the model is in accordance with the original shape of the ship. Based on the calculation results in the free running conditions of the Anchor Handling ship, the Propulsive Coefficient (Pc) without ESD Rudder-Bulb (RB) at speeds of 10, 12, and 16.36 knots is 0.5162, 0.5407, and 0.5769 respectively, while with ESD-RB each is 0.5008, 0.5417, and 0.5921. Comparison of the Propulsive Coefficient without ESD-RB and with ESD-RB, that at speeds of 12 and 16.36 knots, the Propulsive Coefficient (Pc) increased by 0.19% and 2.58%, respectively, but the Propulsive Coefficient (Pc) decreased by 3.08% at 10 knots. Based on the analysis that has been carried out, it indicates that the installation of the Rudder Bulb (RB) will give an increase in the Propulsive Coefficient (Pc) at speeds of 10 knots and above in free running conditions, whereas when towing it hardly gives an increase in the Propulsive Coefficient (Pc). Keywords : AHTS, FPSO, Thrust, Resistance, Speed, Bollarpull, Rudderbulb, Barge, Maxsurft, and CF

    Flood Disaster, Local Belief And Islam-sufism

    Get PDF
    Flood disaster as a natural phenomenon has a lot of meaning for the rural community. They believe that flood is the power of deity, as a sign that a quarrel is happening ‘under water', and a sign of God's kindness because flood has negative and positive aspects. These show that people's thoughts are shaped by several factors, such as local and religious beliefs (Sufism). This paper outlines how Segeri society describes the meaning of flood disaster constructed by local beliefs and Islamic sufism. Historically, the spread of Islam in South Sulawesi – that is generally characterized as ‘Sufi' – is the factor influencing the religious belief of local society. The aforementioned belief is the sufism characteristic which is about the absolute resignation toward God's will and fate. This study uses phenomenological approach to interpret the understanding of flood and the local belief obtained through in-depth interview to Bissu and farmers. The interview data is also linked to the observation of the natural environment. The research shows that Segeri society believes that flood is God's will and reprisal. By being given an ordeal, someone's sins will be decreased. Flood – they believe – will give positive impacts and also bring God's blessing in their lives. This belief causes the so-called ‘resignation' everytime flood destroys their area.Bagi masyarakat pedesaan, bencana banjir adalah fenomena alam yang memiliki banyak makna. Beberapa di antaranya yaitu banjir sebagai perwujudan kekuasaan dewa, sebagai pertanda sedang terjadi pertikaian di alam bawah air, dan merupakan tanda kebaikan Tuhan karena banjir memiliki aspek negatif dan positif. Contoh-contoh tersebut menunjukkan pemaknaan masyarakat yang dibentuk oleh beberapa faktor, antara lain kepercayaan lokal dan keyakinan keagamaan (sufisme). Tulisan ini menguraikan pemaknaan masyarakat Segeri terhadap terjadinya bencana banjir yang dikonstruksi kepercayaan lokal dan Islam sufisme. Secara historis, penyebaran agama Islam di provinsi Sulawesi Selatan yang umumnya berciri ‘sufistik' merupakan salah satu faktor yang membentuk keyakinan keagamaan masyarakat setempat. Keyakinan keagamaan yang dimaksud adalah adanya karakteristik sufisme yang berisi ‘kepasrahan' mutlak atas kehendak dan takdir Tuhan. Penelitian ini menggunakan pendekatan fenomenologi dengan menafsirkan pemahaman masyarakat Segeri terhadap banjir, kepercayaan lokal mereka yang diperoleh melalui wawancara mendalam dengan bissu dan petani. Data wawancara tersebut juga dihubungkan dengan pengamatan terhadap lingkungan alam setempat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat Segeri meyakini banjir sebagai cobaan dan kehendak dari Tuhan. Setiap cobaan yang dialami manusia berarti menggugurkan dosa-dosanya. Banjir yang datang dianggap memiliki hikmah kebaikan dan keberkahan Tuhan dalam kehidupan mereka. Keyakinan tersebut berkonsekuensi terhadap ‘kepasrahan' masyarakat setiap banjir terjad

    PARTISIPASI PETANI DALAM PEMANFAATAN SUMBER PROTEIN DI AREAL TAMBAK SEBAGAI PAKAN KOMPLIT TERNAK ITIK DI KABUPATEN PANGKEP

    No full text
    Usaha ternak itik intensif mengalami kendala dalam penyediaan sumber protein yang berkelanjutan. Jika menggunakan pakan komersil, maka keuntungannya sangat sedikit utamanya pada skala usaha kecil. Penelitian ini bertujuan menemukan sumber protein alternatif di areal tambak yang dapat digunakan sebagai bahan pakan komplit dan untuk membuat formulasi pakan komplit ternak itik. Manfaat  penelitian ini adalah merekomendasikan formulasi pakan komplit untuk para peternak itik intensif. Metode yang digunakan adalah metode partisipatif, melalui focus group discussion (FGD), survei ketersediaan dan keterjangkauan sumber protein di areal tambak, selanjutnya menyusun formulasi pakan itik dengan menggunakan metode bujur sangkar dengan target protein pakan minimal 18%. Hasil penelitian menunjukkan sumber protein di areal tambak untuk pembuatan pakan komplit ternak itik adalah rebon, udang laci-laci, kangkung, batang pisang dan daun pisang dengan kandungan protein masing-masing sebesar 54,16%, 50,48%, 16,27%, 3,26% dan 12,05%. Berdasarkan kebutuhan nutrisi ternak itik dengan harga murah maka formulasi pakan komplit adalah rebon 17%, udang laci-laci 10%, kangkung 14%, batang pisang 55% dan daun pisang 4%

    FLOOD DISASTER, LOCAL BELIEF AND ISLAM-SUFISM

    No full text
    Flood disaster as a natural phenomenon has a lot of meaning for the rural community. They believe that flood is the power of deity, as a sign that a quarrel is happening ‘under water’, and a sign of God’s kindness because flood has negative and positive aspects. These show that people’s thoughts are shaped by several factors, such as local and religious beliefs (Sufism). This paper outlines how Segeri society describes the meaning of flood disaster constructed by local beliefs and Islamic sufism. Historically, the spread of Islam in South Sulawesi – that is generally characterized as ‘Sufi’ – is the factor influencing the religious belief of local society. The aforementioned belief is the sufism characteristic which is about the absolute resignation toward God’s will and fate. This study uses phenomenological approach to interpret the understanding of flood and the local belief obtained through in-depth interview to Bissu and farmers. The interview data is also linked to the observation of the natural environment. The research shows that Segeri society believes that flood is God’s will and reprisal. By being given an ordeal, someone’s sins will be decreased. Flood – they believe – will give positive impacts and also bring God’s blessing in their lives. This belief causes the so-called ‘resignation’ everytime flood destroys their area. Bagi masyarakat pedesaan, bencana banjir adalah fenomena alam yang memiliki banyak makna. Beberapa di antaranya yaitu banjir sebagai perwujudan kekuasaan dewa, sebagai pertanda sedang terjadi pertikaian di alam bawah air, dan merupakan tanda kebaikan Tuhan karena banjir memiliki aspek negatif dan positif. Contoh-contoh tersebut menunjukkan pemaknaan masyarakat yang dibentuk oleh beberapa faktor, antara lain kepercayaan lokal dan keyakinan keagamaan (sufisme). Tulisan ini menguraikan pemaknaan masyarakat Segeri terhadap terjadinya bencana banjir yang dikonstruksi kepercayaan lokal dan Islam sufisme. Secara historis, penyebaran agama Islam di provinsi Sulawesi Selatan yang umumnya berciri ‘sufistik’ merupakan salah satu faktor yang membentuk keyakinan keagamaan masyarakat setempat. Keyakinan keagamaan yang dimaksud adalah adanya karakteristik sufisme yang berisi ‘kepasrahan’ mutlak atas kehendak dan takdir Tuhan. Penelitian ini menggunakan pendekatan fenomenologi dengan menafsirkan pemahaman masyarakat Segeri terhadap banjir, kepercayaan lokal mereka yang diperoleh melalui wawancara mendalam dengan bissu dan petani. Data wawancara tersebut juga dihubungkan dengan pengamatan terhadap lingkungan alam setempat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat Segeri meyakini banjir sebagai cobaan dan kehendak dari Tuhan. Setiap cobaan yang dialami manusia berarti menggugurkan dosa-dosanya. Banjir yang datang dianggap memiliki hikmah kebaikan dan keberkahan Tuhan dalam kehidupan mereka. Keyakinan tersebut berkonsekuensi terhadap ‘kepasrahan’ masyarakat setiap banjir terjad
    corecore