1,721,170 research outputs found
Perjanjian Nomor:123, Sewa Menyewa Nona Dhiya Haniyah Br Manurung
9 HalamanPada hari ini, hari kamis, tanggal 11-06-2020 (sebelas juni tahun dua ribu dua puluh ).Jam 10.00 W.I.B ( sepuluh tepat waktu Indonesia bagian barat). Datang menghadap, dihadapan saya, Nyonya MARSELLA, Sarjana Hukum, Magister KenotariatanDi kabupaten Serdang Bedagai, dengan wilayah Jabatan seluruh Sumatera Utara berkedudukan di Medan, berdasarkan surat Keputusan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia, tertanggal dua puluh delapan dua ribu tujuh (28-12-2007), Nomor : C–521– HT.03.01.Th.2007, dengan hadirnya saksi-saksi yang saya-Notaris, kenal dan akan disebut pada akhir akta ini: I.Nona DHIYA HANIYAH SH dan ditulis juga DHIYA HANIYAH, Sarjana Hukum, Lahir di Medan, tanggal dua puluh tiga bulan maret tahun dua ribu (23-03-2000), warga Negara—Indonesia,Pekerjaan Karyawan Swasta, bertempat tinggal di kota medan, Perumahan SriGunting Pemegang Nomor- Induk Kependudukan (NIK): PIHAK PERTAMA (YANG MENYEWAKAN). II. Nona JIHAN FADZILLAH SH dan ditulis juga JIHAN FADZILLAH, Sarjana Hukum Lahir di Medan, tanggal delapan bulan juli tahun seribu Sembilan ratus Sembilanpuluh Sembilan (8-07-1999),warga Negara Indonesia, Pekerjaan Pimpinan Cabang PT. UDAJAYA bertempat tinggal di kota Medan,Asrama kavleri yonkav 6/NK
Uslub khutbah isma'il haniyah: Dirasah tahliliyah balaghiyah
Skripsi ini membahas mengenai ta'rif al-khutbah, anwa'u al-khutbah, ta'rif al-uslub, anwa'u al-uslub, uslub min khubah isma'il haniyah munasabah
REPRESENTASI ETIKA LINGKUNGAN DALAM NOVEL HANIYAH DAN ALA DI RUMAH TETERUGA KARYA ERNI ALADJAI (TEORI DEEP ECOLOGY ARNE NAESS)
Kerusakan dan pencemaran lingkungan sebagian besar bersumber pada perilaku manusia yang mementingkan diri sendiri dan tidak bertanggung jawab. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan etika lingkungan dalam novel Haniyah dan Ala di Rumah Teteruga karya Erni Aladjai berupa egalitarianisme biosfer, non-antroposentrisme, realisasi diri, hubungan simbiosis, dan ekopolitik. Teori yang digunakan adalah teori Deep Ecology Arne Naess. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan objektif. Sumber data penelitian ini adalah novel Haniyah dan Ala di Rumah Teteruga karya Erni Aladjai. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik baca dan teknik catat, sedangkan teknik analisis data menggunakan deskriptif analisis. Hasil penelitian ini (1) egalitarianisme biosfer berupa kesadaran Haniyah atas kedudukan dan hak hidup setiap makhluk, sikap hormat Haniyah unsur nonhayati, pengakuan Haniyah pada nilai inheren dalam tanaman, peran cengkih bagi masyarakat Desa Kon, (2) non-antroposentrisme berupa masyarakat Desa Kon bagian dari alam dan bukan pusat dunia, masyarakat Desa Kon bergantung pada air dan cengkih, kontribusi cengkih pada masyarakat Desa Kon, keberagaman spesies dan jenis cengkih, (3) realisasi diri berupa relasi Haniyah dengan cengkih dan rempah-rempah, relasi keluarga Mapa dengan hutan, relasi Naf Tikore dengan alam, kehidupan sederhana keluarga Haniyah dan Naf Tikore, (4) hubungan simbiosis berupa mutualisme tumbuhan dan manusia, hubungan saling menguntungkan antara Haniyah dan pekerja, mempertahankan, melestarikan, dan memanfaatkan teteruga serta cengkih, prinsip hidup dan biarkan hidup pada belalang dan nyamuk, kebutuhan vital (5) ekopolitik berupa komitmen moral Haniyah pada panen cengkih, bisnis ramah lingkungan keluarga Haniyah, pemanfaatan teknologi konvensional, Haniyah tidak berperilaku konsumtif.
Kata Kunci: etika lingkungan, deep ecology, novel Haniyah dan Ala di Rumah Teteruga
Fantasional dalam Novel Haniyah dan Ala di Rumah Teteruga Karya Erni Aladjai
This study aims to understand the structure of the story in the novel Haniyah and Ala di Rumah Teteruga by Erni Aladjai with the narrative approach of Tzvetan Todorov's fantastical story. The purpose of fantastics is to interpret reality. Where the tension of something unreal collides with the existing reality. As a fantastic story, the novel "Haniyah and Ala di Rumah Teteruga" by Erni Aladjai is a manifestation of the author's fictional depiction of reality. Haniyah and Ala novels in the Teteruga House are not fictional stories that only provide entertainment. But there is also a message that the author wants to convey to readers and literary connoisseurs. To understand more deeply what appears to be explicit in the novel, fantastical stories are useful for intercession of the meaning of reality in the novel. Based on the results of the analysis, Haniyah and Ala novels in the Teteruga House belong to the class of pure fantastical stories. Because, at the beginning of the story, there is already a vacillation between the magical and the logical. Meanings that can be explained outside the structure of the novel include labeling and bullying that have a negative impact and attitudes that can be used as a reference to maintain tolerance, maintain tradition, and balance. Haniyah and Ala's novel at Teteruga's house also has a medium of storing reality that is not explicitly featured in the novel including the labeling and bullying experienced by the character impacting mental and physical health. Another meal that can be explained is related to efforts to maintain tolerance, especially between religious people and maintain traditions that have become a real means of environmental and ecological education to the next generation
MITOS DALAM NOVEL HANIYAH DAN ALA DI RUMAH TETERUGA KARYA ERNI ALADJAI
Penelitian ini mengangkat permasalahan bagaimana kontruksi mitos membentuk refleksi perilaku tokoh utama pada novel Haniyah dan Ala di Rumah Teteruga karya Erni Aladjai. Tujuan penelitian ini yaitu memaparkan bentuk mitos sebagai refleksi perilaku tokoh utama dalam menjalani kehidupan. Metode yang digunakan yaitu pendekatan semiotika Barthes. Hasil penelitian menemukan bahwa terdapat mitos kekuatan lain di luar manusia, berpantangan saat hamil, dan mitos mantra mempengaruhi keputusan perilaku tokoh yang arif dan bijak dalam memandang kehidupan. Perilaku tersebut merefleksikan diri tokoh Haniyah yang memposisikan diri memahami nilai-nilai budaya. Mitos diposisikan sebagai sesuatu yang perlu diwariskan sehingga mitos berfungsi sebagai kontrol perilaku
Pengaruh Pemberian Aromaterapi Lavender Terhadap Hiperemesis Gravidarum Trimester I: Literatur Review
Ibu dengan hiperemesis gravidarium membutuhkan cara untuk mengurangi atau menghilangkan rasa mual, muntah dan pusing agar tidak berkelanjutan menjadi hiperemesis gravidarum yang dapat berdampak negatif bagi ibu hamil dan janin. Salah satu alternatif untuk mengatasi emesis gravidarum yang aman dan tanpa efek samping yaitu dengan menggunakan aromaterapi lavender. Minyak Lavender mengandung minyak atsiri, jika dihirup dapat memberikan efek relaksasi, ketenangan, meningkatkan kualitas tidur, mengurangi rasa pusing, mengurangi mual dan muntah pada ibu hamil trimester 1. Tujuan : Untuk mengetahui pengaruh pemberian aromaterapi lavender terhadap emesis gravidarum trimester I. Jenis penelitian menggunakan metode studi literatur review. Sumber data yang digunakan sebanyak 10 jurnal yang diperoleh dari google scholar. Kesimpulan: Terdapat pengaruh pemberian aromaterapi lavender terhadap emesis gravidarum trimester I
Makalah adm. publik-Farah Haniyah Sajidah-(A4-18-1F)
Reformasi administrasi publik merupakan sesuatu yang wajib dijalankan diseluruh Negara. Era globalisasi yang menimbulkan karakter social yang mempunyai mobilitas tinggi membuat suatu pemerintahan dapat mengerti dengan baik apa yang dibutuhkan rakyat kepada Negar
Makalah adm. publik-Farah Haniyah Sajidah-(A4-18-1F)
Reformasi administrasi publik merupakan sesuatu yang wajib dijalankan diseluruh Negara. Era globalisasi yang menimbulkan karakter social yang mempunyai mobilitas tinggi membuat suatu pemerintahan dapat mengerti dengan baik apa yang dibutuhkan rakyat kepada Negar
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
- …
