149 research outputs found

    Penelitian karakter karyawan unggul dengan mengukur EQ para pelaku bisnis

    No full text
    Tidak sedikit mahasiswa yang memiliki prestasi cukup baik sewaktu kuliah mengalami kegagalan dalam karirnya. Hal ini karena terkait dengan kecerdasan emosional yang dimiliki oleh orang tersebut. Orang yang sangat mengetahui kondisi emosionalnya cenderung untuk tidak depresi, dibandingkan dengan orang yang sedikit mengetahui tentang suasana hatinya. Dengan kata lain orang yang mengetahui lebih baik kondisi emosionalnya benar-benar bisa mengatasi masalahnya secara lebih baik. Sebagai contoh, karyawan yang berkemampuan tinggi dalam mengelola emosi jauh lebih cepat mendapatkan promosi dan kesempatan pengembangan karir dibandingkan rekan-rekannya yang memiliki kemampuan teknis semata. Dalam kecerdasan emosional (EQ), terdapat empat tahapan yang dapat mendorong kematangan emosi, yaitu penyadaran diri (Emotional Awareness), penerimaan diri (Emotional Acceptance), persaudaraan (Emotional Affection) dan penguatan diri (Emotional Affirmation). Untuk mengetahui apakah ada pergeseran EQ selama 2 tahun terakhir ini, maka akan dilakukan uji berpasangan (Paired Comparison) pada dimensi fungsi manajerial, komunikasi, kerja sama, keteladanan dan juga dimensi pengambilan keputusan. Pertama-tama akan dilakukan analisis faktor untuk mereduksi variabel-variabel yang ada menjadi beberapa faktor. Setelah terbentuk faktor, maka akan dihitung mean score untuk masing-masing faktor. Untuk mengetahui mana yang lebih unggul dalam hal EQ maka akan dilakukan perhitungan uji statistik (manova) untuk masing-masing karakter para pelaku bisnis. Karakter disini meliputi jabatan, bidang perusahaan, span of control dan latar belakang pendidikan Hasilnya se1ama 2 tahun terakhir ini para pelaku bisnis cukup banyak mengalami pergeseran sikap dan sifat. EQ dipengaruhi oleh jabatan (manajer, kepala bagian dan supervisor), skala kontrol otoritas manajerial (jumlah anak buah: 10 orang), usia responden (21-30 tahun, 31-40 tahun dan> 41 tahun) dan lama bekerja (2-3 tahun, 4-5 tahun dan> 5 tahun. Sedangkan bidang perusahaan (manufaktur dan jasa) maupun latar belakang pendidikan (SMA, S-l dan S-2) tidak begitu mempengaruhi EQ yang dimiliki

    Beternak Kambing Unggul

    No full text

    Penerapan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) No.16 Atas Aset Tetap pada Politeknik Unggul LP3M Medan

    No full text
    Skripsi ini akan menampilkan perlakuan akuntansi aset tetap pada Politeknik Unggul LP3M Medan. Perusahaan ini bergerak dibidang pendidikan Diploma III. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) No. 16 Tahun 2011 sudah diterapkan di Politeknik Unggul LP3M Medan. Pembahasan dalam skripsi ini adalah mengenai bagaimana cara Politeknik Unggul LP3M Medan dalam menentukan perolehan, harga perolehan, dan pengeluaran-pengeluaran selama penggunaan aset tetap, serta penetapan penyusutan dan penyajian aset tetap pada neraca, apakah telah sesuai standar akuntansi keuangan yang telah ditetapkan Metode penelitian yang digunakan penulis adalah metode pengamatan (observation), metode wawancara ( Interviu) dan studi dokumentasi. Dari penelitian yang dilaksanakan, penulis memperoleh hasil penelitian bahwa PSAK No. 16 Tahun 2011 belum sepenuhnya diterapkan di Perusahaan.This thesis will show the plant and equipment to Politeknik Unggul LP3M Medan. The company is engaged in education Diploma. The purpose of this study was to determine whether the Statement of Financial Accounting Standards (SFAS) No. 16 The year 2011 has been applied in Politeknik Unggul LP3M Medan. The discussion in this paper is on how the Politeknik Unggul LP3M Medan field in determining the acquisition, cost, and expenses for the use of fixed assets, as well as the determination and presentation of depreciation of fixed assets on the balance sheet, whether it has appropriate financial accounting standards that have been set The research method used by the author is the method of observation (observation), the method of interview (Interview) and study documentation. From the research conducted, the authors obtained the results that SFAS No. 16 The year 2011 has not been fully implemented in the Company

    PENGARUH PENAMBAHAN EKSTRAK DAUN JAMBU METE (Anacardium occidentale Linn) DALAM AIR MINUM TERHADAP KARKAS DAN LEMAK ABDOMINAL AYAM KAMPUNG UNGGUL (ULU)

    No full text
    PENGARUH PENAMBAHAN EKSTRAK DAUN JAMBU METE (Anacardium occidentale Linn) DALAM AIR MINUM TERHADAP KARKAS DAN LEMAK ABDOMINAL AYAM KAMPUNG UNGGUL (ULU) M. Fajar Wahyudi (11880113451) Di bawah bimbingan Evi Irawati dan Jully Handoko INTISARI Daun Jambu mete (Anacardium occidentale Linn) merupakan salah satu tumbuhan yang dapat dijadikan sebagai ramuan herbal karena mengandung flavonoid, tanin-galat, asam anakardiol, asam elagat, senyawa fenol, kardol, dan metil kardol. Karkas merupakan bagian ayam ras pedaging hidup, setelah di potong, dibului, dikeluarkan jeroan dan lemak abdominalnya, dipotong kepalanya dan lehernya serta kedua kakinya. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan ekstrak daun jambu mete (Anacardium occidentale Linn) dalam air minum terhadap karakteristik karkas ayam kampung unggul (ULU) yang meliputi bobot badan akhir, bobot karkas dan persentase karkas serta bobot lemak abdominal dan persentase lemak abdominal. Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan Mei hingga Juli 2022 di UIN Agriculture Research and Development Station (UARDS) Fakultas Pertanian dan Peternakan Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau. Penelitian ini dilakukan dengan metode eksperimen dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan dan 4 ulangan. Setiap ulangan terdiri dari 4 ekor ayam kampung sehingga jumlah ayam yang digunakan sebanyak 48 ekor. Perlakuan yang diberikan yaitu P0 : Ekstrak Daun Jambu Mete 0% dalam 1 L air, P1 : Ekstrak Daun Jambu Mete 10% dalam 1 L air, P2 : Ekstrak Daun Jambu Mete 20% dalam 1L air. Parameter yang diukur adalah bobot badan akhir, bobot karkas, persentase karkas, bobot lemak abdominal dan persentase lemak abdominal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian Ekstrak Daun Jambu Mete hingga kadar 20% dalam air minum tidak berpengaruh nyata (P0,05) terhadap bobot badan akhir, bobot karkas, persentase karkas, bobot lemak abdominal dan persentase lemak abdominal. Kesimpulan dari penelitian ini adalah menunjukkan bahwa penggunaan ekstrak daun jambu mete pada air minum hingga level 20% belum dapat meningkatkan bobot karkas, bobot badan akhir, persentase karkas, persentase lemak abdominal dan lemak abdominal ayam kampung unggul (ULU). Kata Kunci : Ayam broiler, ekstrak daun jambu mete, bobot karkas, bobot lemak abdominal dan persentase bobot lemak abdominal

    PENERAPAN MODEL INTERPRETASI VEVERKA SEBAGAI PENDUKUNG WISATA EDUKASI DI WISATA KEBUN KINA BUKIT UNGGUL KABUPATEN BANDUNG

    No full text
    Wisata Kebun Kina Bukit Unggul merupakan salah satu destinasi wisata yang berbasis alam di Kabupaten Bandung yang dikategorikan sebagai agrowisata dan dikelola oleh PT. Perkebunan Nusantara VIII. Destinasi ini mempunyai wisata edukasi pengolahan kina yang dapat dilakukan di pabrik pengolahan kina yang ada pada kawasan wisata tersebut. Namun, pada kenyataannya wisatawan yang berkunjung rata-rata tidak mengetahui bagaimana proses pengolahan kulit kina yang ada di pabrik pengolahan kina tersebut. Produksi kina di Jawa Barat juga merosot rata-rata ± 13,8% per tahun. Oleh karena itu, penulis tertarik untuk menerapkan model perencanaan media interpretasi non-personal mengenai tanaman kina khususnya untuk proses pengolahan kulit kina yang ada di pabrik tersebut sebagai pendukung wisata edukasi di Wisata Kebun Kina Bukit Unggul, mengingat kandungan kulit kina yang berkhasiat sebagai penyembuh penyakit malaria, jantung, dan sebagainya serta untuk jangka panjang diharapkan dapat berpengaruh terhadap naiknya produksi kulit kina di Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode kombinasi dengan desain concurrent embedded (campuran tidak berimbang) dimana penelitian ini menggunakan 70% metode kualitatif dan 30% metode kuantitatif. Metode kualitatif digunakan untuk memperoleh data mengenai profil kawasan dan potensi interpretasi dengan wawancara dan observasi. Kuesioner (kuantitatif) digunakan untuk mencari data mengenai karakteristik dan motivasi wisatawan. Sampel dalam penelitian ini adalah wisatawan yang mengunjungi Wisata Kebun Kina Bukit Unggul. Perencanaan interpretasi dalam penelitian ini menggunakan model perencanaan interpretasi menurut Veverka (1998). Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, tema yang diambil adalah “Cinchona – We Know, We Learn, We Care” dengan sub tema “Levencylus van Kinine”. Media yang sesuai untuk Wisata Kebun Kina Bukit Unggul adalah peta wisata, papan informasi mengenai profil wisata, sejarah singkat tanaman kina, pembudidayaan kina, proses pengolahan kulit kina, dan proses pengolahan limbah, serta poster yang berisi mengenai manfaat dan pengetahuan mengenai tanaman kina secara umum juga berisi himbauan untuk menjaga lingkungan. ---------- Wisata Kebun Kina Bukit Unggul is one of nature-based tourist destination in Bandung district which is categorized as agrotourism and managed by PT. Perkebunan Nusantara VIII. This destination has education tourism package about the processing of quinine, tourists can see the processing of quinine in factory that located at Wisata Kebun Kina Bukit Unggul area. However, in fact, average tourists who visited this destination don’t know how the process of quinine in factocy which located at Wisata Kebun Kina Bukit Unggul. The production of quinine in West Java also slumped by an average of ± 13,8% per year. Therefore, author interested to applying non-personal interpretation media planning model about quinine especially the processing of quinine as supporting educational tourism in Wisata Kebun Kina Bukit Unggul, considering the content of quinine skin which is efficacious as a cure of malaria , heart, etc. and for the long term is expected to affect the increase of quinine skin production in Indonesia. This research use mixed methods with concurrent embedded design, where this research might use 70% qualitative method and 30% quantitative method. Qualitative method are used to get data about profiles and potential interpretations by interviews and observation. Questionnaire (quantitative) is used to find data about characteristicts and motivation of tourists who visited Wisata Kebun Kina Bukit Unggul. The sample in this research are tourists who visited Wisata Kebun Kina Bukit Unggul. The planning phase of interpretation in this research used the planning phase of interpretation according to Veverka (1998). Based on the result of the research, the theme taken is “Cinchona – We Know, We Learn, We Care” with sub theme “Levencyclus van Kinine”. The suitable media used for interpretation in Wisata Kebun Kina Bukit Unggul are tourism map, information board about short history of quinine, quinine qultivation, quinine processing and waste processing, and posters about benefits and knowledge of quinine in general and also contain to protect the environment

    Analysis of Financial Reports of PT Bumi Teknokultura Unggul Tbk 2020-2022 Period

    No full text
    Financial assessment of a company is something that is very important to ensure the health level of a company. Therefore, to be able to find out the company's finances, it is necessary to carry out an"analysis of the company's finances in order to assess, analyze ana measure. Therefore, it can produce detailed information about the company's financial weaknesses and strengths that can be controlled in the future. The aim of this research is to analyze the existing finances of the company PT Bumi Teknokultra Unggitl Tbk. This research is a type of descriptive qualitative research. The data collection technique in this research is docitmentation. The data sourceused in this research uses the financial reports of PT Bumi Teknokultura Unggul Tbk 2020-2022 period. The analysis techniques applied in this research include liquidity, activity, solvency and profitability ratios. The method applied in this research is time series analysis. The results of this research are information regarding the company finances of PT Bumi Teknokultura Unggul Tbk. Based on the resz,lts and analysis carrie doiitby the author, it is stated that PT Bumi Teknokultura Unggul Tbk has good finance sfrom 2020-2022.63 PagesKertas Karya Diplom

    Implementasi fungsi Public Relations pada situs Departemen Perindustrian dan Departemen Pertanian

    No full text
    Praktik yang sedang berkembang dalam ranah public relations pemerintahan adalah e-government dalam upaya mencapai pemerintahan yang bersih dan transparan. Untuk dapat memenuhi fungsi pokoknya, public relations pemerintah perlu memilih dan menggunakan media komunikasi. Salah satunya adalah pengunaan situs web. Alat ukur situs web yang digunakan peneliti adalah headlines, briefs, kontak informasi, sederhana, penempatan informasi, grafis, link aktif dan berguna. Penelitian ini untuk mengetahui apakah situs departemen pemerintah mengimplementasikan fungsi public relations. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif, dengan metode analisis isi pada situs Departemen Perindustrian dan Departemen Pertanian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fungsi public relations pemerintah sudah dilaksanakan di kedua situs, yaitu 58 persen untuk Departemen Pertanian dan 51 persen untuk Departemen Perindustrian. Situs Departemen Perindustrian unggul di dua fungsi, yaitu upaya dialog dan stabilitas nasional. Sebaliknya, situs Departemen Pertanian unggul di tiga pelaksanaan fungsi yaitu pelayanan, informasi kebijakan, dan informasi program kerja. Implementasi fungsi public relations dipengaruhi oleh artikel utama dalam situs, kemampuan situs melakukan update rutin, kepemimpinan dalam organisasi, desain situs yang memiliki tingkat keterbacaan dan aksesibilitas, serta adanya pemantauan khusus terhadap situs (web - observer). Selain itu, kedua situs masih belum berada pada tahap transaktif, di mana situs Departemen Perindustrian di tahap pengadaan dan situs Departemen Pertanian di tahap interaksi

    PERKEMBANGAN PERKEBUNAN KINA BUKIT UNGGUL PTPN I REGIONAL 2 DI DESA CIPANJALU KABUPATEN BANDUNG PADA TAHUN 2009-2020

    No full text
    Permasalahan utama dalam penelitian ini adalah menurunnya perhatian terhadap perkebunan kina di tengah era globalisasi dan persaingan dengan obat-obatan sintetis. Perkembangan industri farmasi telah membuat tanaman kina kalah saing dengan produk sintetis, sehingga keberadaan perkebunan kina semakin terancam. Salah satu perkebunan kina yang bertahan hingga saat ini yaitu perkebunan kina Bukit PTPN I Regional 2 yang terletak di Desa Cipanjalu, Kabupaten Bandung. Perkebunan ini juga telah mengikuti perkembangan zaman dengan memanfaatkan alamnya sebagai agrowisata. Namun, agrowisata di perkebunan kina Bukit Unggul tidak banyak diketahui oleh masyarakat luas. Tujuan dilakukannya penelitian ini yaitu untuk mengetahui perkembangan atau dinamika yang terjadi pada perkebunan kina Bukit Unggul khususnya pada tahun 2009-2020. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode historis, yang di dalamnya meliputi Heuristik, Kritik, Interpretasi, dan Historiografi. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui studi pustaka, studi dokumentasi, dan wawancara. Berdasarkan penelitian ini, penulis berhasil memperoleh beberapa temuan. Pertama mengenai kondisi perkebunan kina Bukit Unggul saat menjadi perkebunan induk dan diresmikan sebagai kawasan agrowisata yang membutuhkan banyak tenaga kerja dan adaptasi agar pekerjaan berjalan dengan baik serta tidak saling terganggu. Kedua, upaya yang dilakukan PTPN I Regional 2 dalam mengembangkan perkebunan yaitu dengan mendirikan beberapa destinasi wisata serta melakukan promosi agar menambah daya tarik masyarakat. Selain itu, PTPN I Regional 2 juga berupaya agar produksi dan pemasaran kina selalu berjalan dengan baik sehingga menjalin beberapa kerja sama dengan mitra. Ketiga, kehidupan sosial ekonomi buruh di perkebunan kina Bukit Unggul dapat dikatakan sejahtera karena fasilitas yang mereka terima serta kebutuhan yang dapat mereka penuhi. Kata Kunci: Desa Cipanjalu, Perkebunan Kina Bukit Unggul, Upaya Perkembangan The main issue in this research is the declining attentiton toward cinchona plantations in the era of globalization and increasing competition with synthetic drugs. The advancement of the pharmaceutical industry has caused cinchona plans to lose competitiveness against synthetic products, threatening the sustainability of cinchona plantations. One plantation that has survived is the Bukit Unggul Cinchona Plantation, owned by PTPN I Regional 2, located in Cipanjalu Village, Bandung Regency. This plantation has also kept up with the times by utilizing its nature as an agro-tourism. However, agrotourism in the Bukit Unggul quinine plantation is not widely known by the wider community. The purpose of this study is to find out the development or dynamics that occur in the Bukit Unggul quinine plantation, especially in 2009-2020. The research method used is the historical method, which includes Heuristic, Criticism, Interpretation, and Historiography. Data collection techniques are carried out through literature studies, documentation studies, and interviews. Based on this research, the author managed to obtain several findings. The first is about the condition of the Bukit Unggul quinine plantation when it became the parent plantation and was inaugurated as an agro-tourism area that requires a lot of labor and adaptation so that the work runs well and does not interfere with each other. Second, the efforts made by PTPN I Regional 2 in developing plantations are by establishing several tourist destinations and conducting promotions to increase the attractiveness of the community. In addition, PTPN I Regional 2 also strives to ensure that the production and marketing of quinine always runs well so that it establishes several collaborations with partners. Third, the socio-economic life of workers in the Bukit Unggul quinine plantation can be said to be prosperous because of the facilities they receive and the needs they can meet. Keywords: Cipanjalu Sub-district, Bukit Unggul Kina Plantation, Development Efforts
    corecore