204 research outputs found
International Journal of Psychosocial Rehabilitation, Vol. 24, Issue 04, 2020 Relaxation and Cold Compress Effectiveness toward Labor Pain Intensity During of the First Stage
Relaxation and Cold Compress Effectiveness toward Labor Pain Intensity During of the First StageLulut Handayani1*, Tuti Sukini2*ABSTRACT--- Background Pain is an integral part of the delivery. The reduction of labor pain is needed to break the cycle of pain with all the impact. Nonpharmacologic pain management is preferred because it is inexpensive, safe, can be done by the family.Research purposes Want to know the effectiveness of deep breathing relaxation plus cold compress than relaxation breath in any of the first stage of labor pain relief the active phase.Method This study research design Quasi Eksperimet Design with non-randomized control group pretestposttest design. The research instrument is wineskins ice, cold jelly bag, and scale of 0-10 Numeric Rating Scale (NRS). Subject Maternal active phase of the first stage meet inclusion and exclusion criteria.Result Pain intensity respondent before giving relaxation deep breathing plus cold compress all (100%) experienced severe pain and moderate pain while after the administration of relaxation deep breathing plus cold compress all (100%) of respondents experienced moderate pain and mild pain and no pain severe, Paired T-test results found no significant difference in pain intensity before and after the intervention (p = 0.000 and 95% confidence interval), it means that there is a significant effect of granting relaxation deep breath and a cold compress to the intensity of pain in women giving birth when I. Impairment the average intensity of pain before and after administration of relaxation and breath in the cold compress of 1.86. The results of the correlation between two variables are equal to 0801 with a sig of 0000. Conclusion Relaxation is a psychological modulation coupled with a cold pack that is a sensory modulation affecting the reduction of pain greater than the use of one method that is relaxation. The use of two methods in reducing labor pain is more effective because the effect of the method is further reinforced by the effects of other methods.Keywords: Relaxation and cold compresses, the intensity of labor pai
Gambaran radiologi leiomioma intravena dengan perluasan ke intrakardiak
Leiomioma intravena (IVL) merupakan kasus yang sangat jarang terjadi. Keterlibatan jantung yang terjadi pada kasus IVL sering salah dikenali sebagai tumor jantung primer atau trombus. Hal ini mengakibatkan tingginya angka kejadian misdiagnosis atau keterlambatan diagnosis yang selanjutnya dapat menyebabkan penatalaksanaan yang kurang tepat. Pemeriksaan radiologi dapat memberikan informasi perluasan tumor yang sangat bermanfaat dalam diagnosis dan perencanaan operasi. Ultrasonografi (USG), computed tomography (CT scan), Magnetic Resonance Imaging (MRI) dan radiologi intervensi adalah modalitas radiologi yang sangat bermanfaat dalam mendeteksi leiomioma ekstrauterin. Pengetahuan ahli radiologi dari gambaran karakteristik leiomioma ini dapat membantu mengarahkan para klinisi menuju tatalaksana yang tepat, cepat dan jauh dari pengobatan yang tidak diperlukan atau berpotensi bahaya
Human Exploitation in the Jungle by Upton Sinclair and Kani Kosen Sebuah Revolusi by Kobayashi Takiji: A Marxist Analysis
This research analyzes the exploitation of workers in The Jungle by Upton Sinclair and Kani Kosen Sebuah Revolusi by Kobayashi Takiji. The focus of this research is the trigger, impact and acts of exploitation that occur to workers in both novels and their comparison. This research also explains the connection between the two novels and the social reality of workers in America and Japan in the 20th century. The method used is qualitative method, applying the theory of Class Struggle and Exploitation by Karl Marx. The author also uses a mimetic approach. The results of the research show that The Jungle and Kani Kosen Sebuah Revolusi indeed depict the social reality of workers in America and Japan in the early 20th century where workers were exploited and fought back by going on strike. The results also show that the exploitation in Kani Kosen Sebuah Revolusi is more violent than in The Jungle. Both novels also show that the poor relationship between the bourgeoisie and the proletariat allows exploitation to flourish in the workplace and the bourgeoisie plays a major role in this. Both novels feature exploitative behaviors towards workers that include excessive working hours, bad working and bad living conditions, and agent fraud. The impact of exploitation is also dire as it results in physical and mental damage to workers, as well as strikes. The differences found are the issue of wages, where the workers live and the outcome of the workers' resistance
HUBUNGAN PROTROMBIN TIME, ACTIVED PARTIAL THROMBOPLASTIN TIME DAN D-dimer PADA PASIEN COVID-19 DI RSUD PASAR REBO
HUBUNGAN PROTROMBIN TIME, ACTIVATED PARTIAL
THROMBOPLASTIN TIME DAN D-dimer PADA PASIEN
COVID-19 DI RSUD PASAR REBO
Tuti sugiarti
1804034007
Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) merupakan penyakit infeksi yang
disebabkan oleh Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus-2 (SARSCOV-
2) dengan manifestasi klinis utama infeksi akut saluran pernapasan.
Sebanyak 38.277 kasus positif dan 2.134 kematian di Jakarta pada tahun 2022.
Tingginya angka kematian pada infeksi Covid karena menginfeksi saluran
pernafasan virus ini mengakibatkan gangguan pembekuan darah. Tujuan dari
penelitian ini untuk mengetahui hubungan kadar PT (Protrombin Time), APPT
(Actived Patrial Tharomboplastin Time) dan D-dimer pada pasien Covid pada
gejala berat dan kritis di RSUD Pasar Rebo. Penelitian ini merupakan penelitian
observasional dengan metode cross sectional. Hasil penelitian dilakukan pada 100
pasien didapatkan hasil uji chi-square terdapat hubungan antara pemeriksaan PT
dengan infeksi Covid-19 (p value= 0,000), terdapat hubungan antara APPT
dengan infeksi Covid-19 (p value = 0,020) dan terdapat hubungan antara D-dimer
dengan infeksi Covid-19 (p value = 0,32). Kesimpulan, hasil pemeriksaan PT,
APPT dan D-Dimer yang tidak normal memiliki hubungan dengan infeksi Covid
19.
Kata kunci : Actived Patrial Tharomboplastin Time (APPT), Covid-19 D-dimer,
koagulapati, protrombin time (PT)
Sistem Informasi Data Koperasi Guru Pada SMA Negeri 1 Belopa Kab. Luwu
Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan mengimplementasikan sistem informasi koperasi guru yang diharapkan bisa mempermudah instansi terkait dalam hal pengelolaan data dan penyajian informasi. Metodologi Efektivitas yang dimaksud adalah informasi tentang penginputan data dan kebutuhan laporan belum terkomputerisasi. Berdasarkan hal tersebut, maka perlu dibuatkan suatu sistem yang terkomputerisasi. Untuk itu, disini penulis mencoba merancang sebuah sistem informasi data koperasi guru, sehingga bisa memenuhi kinerja yang lebih baik dan dapat memberikan hasil yang optimal. Dari hasil analisis yang akan dilakukan pada sistem informasi yang dirancang mampu mengatasi permasalah yang berhubungan dengan kualitas informasi sistem yaitu ; kelengkapan data dan informasi, kesesuaian informasi, keakuratan informasi dan ketepatan waktu pelaporan. Laporan yang dihasilkan dapat digunakan untuk mendukung evaluasi pelayanan, mampu meningkatkan pelayanan kepada pihak yang terkait dengan memberikan informasi yang dapat dipilih secara langsung sehingga tidak perlu terlalu lama untuk mendapatkan informasi. Dengan tersedianya kebutuhan informasi yang cepat, akurat dan up to date dan dapat diakses setiap saat, maka diharapkan dapat memenuhi kebutuhan para pengambil keputusan dalam kontrol dan perencanaan kerja.rnxii, 81 hlm.; 29 cm
Efektivitas penyuluhan kesehatan menggunakan media power point dan audio visual terhadap pengetahuan siswa tentang bahaya merokok di smp PGRI Gumelar, Banyumas tahun 2016
PENGARUH PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE MENCARI PASANGAN TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN BIOLOGI KELAS VIII DI MTs ‘AISYIYAH PALEMBANG
Penelitian ini adalah mengenai “Pengaruh Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Mencari Pasangan Terhadap Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Biologi Kelas VIII di MTs ‘Aisyiyah Palembang”. Berdasarkan hasil pengamatan awal atas hasil nilai belajar yang diperoleh dari guru biologi bahwa hanya terdapat 40% siswa yang mencapai nilai ketuntasan minimal yakni 70. Hal ini merupakan masalah dan perlu penanganan dengan menggunakan strategi pembelajaran yang tepat agar permasalahan tersebut dapat dipecahkan. Dalam proses belajar diharapakan adanya komunikasi banyak arah agar terjadi aktivitas dan kreatifitas yang diharapkan. Dengan memperhatikan hal tersebut maka dicoba untuk menggali penggunaan salah satu model pembelajaran kooperatif mencari pasangan. Melalui model pembelajaran kooperatif ini diharapkan dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Penelitian ini telah dilaksanakan pada tanggal 30 Oktober sampai 1 November 2013. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil belajar siswa yang diajarkan dengan model pembelajaran kooperatif tipe mencari pasangan. Pengambilan sampel penelitian ini berjumlah 80 orang pada kelas VIIIA dan Kelas VIIIB sebagai subjeknya dari MTs ‘Aisyiyah Palembang. Pengambilan data hasil belajar dengan menggunakan instrument tes hasil belajar (24 item). Analisis data menggunakan uji-t dan diperoleh nilai thitung sebesar 3,98 pada taraf 5% dan diperoleh ttabel sebesar 1,99, maka thitung > ttabel, sehingga dapat disimpulkan mengajar menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe mencari pasangan memberikan pengaruh yang signifikan terhadap hasil belajar siswa kelas VIII pada materi pelajaran biologi di MTs ‘Aisyiyah Palembang.
Kata kunci: mencari pasangan dan hasil belajar
Kajian Sistem Keamanan Pangan Untuk Industri Jasa Boga, Studi Kasus Pada PT ELN, Jakarta
In accordance to comply with Regulation of the Minister of Health No. 1096/Menkes/Per/VI/2011, catering businesses is defined as companies or individuals that providing foodservice at a remote site on the basis of orders. The rapid development of the catering businesses due to increased demand for foods by a consumer who is too busy. However, catering businesses can have the possible risk of food borne diseases, if not done properly. The rise of food poisoning incident in Indonesia can reduce the level of consumer confidence in the catering business, so that the incident should be reduced or avoided by the business player with the effective food safety system.The result of this study indicated that food safety in catering business specified in the Regulation No 1096/Menkes/Per/VI/2011 is sufficient to reduce the likelihood of the risk of outbreaks (epidemics) of food-borne diseases in catering business based on analysis of primer and secondary data. In order to meet the requirements demanded by partners of PT ELN and realizing the importance of food safety management practices in the catering business, the management of PT ELN committed to implementing food safety management system based on HACCP (Hazard Analysis Critical Control Point). In general, the obstacle faced by PT ELN in implementing HACCP system due to the lack of a written job descriptions, SOP (Standard Operation Procedure), and IK (Instruksi Kerja) for each field of work
REKONSTRUKSI HUKUM SYARAT CAKAP DALAM JUAL BELI PRODUK BARANG DAN JASA MELALUI E-COMMERCE BERBASIS NILAI KEADILAN
Perdagangan produk barang dan jasa melalui Internet membutuhkan keadilan, kepastian dan
perlindungan hukum bagi pengusaha dan konsumennya dalam transaksi e-commerce di Indonesia.
Hal tersebut dirasakan penting mengingat fenomena permasalahan hukum yang baru bagi
pengusaha atau konsumen dalam transaksi perdagangan di Indonesia, di mana para pengusaha
sering menerima order produk barang atau jasa bukan dari konsumen yang cakap dari sisi usia
sebagaimana peraturan perundang-undangan dan konsumen tidak mendapatkan perlindungan
hukum terhadap hak- hak konsumen dalam transaksi e-commerce di Indonesia, karena hal tersebut
tidak dapat diberikan oleh satu aspek hukum saja, melainkan oleh suatu sistem hukum yang mampu
memberikan perlindungan yang simultan dan komprehensif. Keberadaan UU ITE dan PP PMSE
perlu ditinjau kembali sebab karakteristik e-commerce memerlukan perhatian dan penanganan
khusus. Oleh karena itu, dalam disertasi ini difokuskan pada penelitian yang bertujuan untuk
1.Mengkaji dan menganalisis hukum syarat cakap dalam jual beli melalui e-commerce yang belum
memenuhi nilai keadilan, 2. Menganalisis kelemahan-kelemahan dalam pelaksanaan syarat cakap
dalam jual beli barang dan jasa melalui e-commerce, 3. Merekonstruksi hukum syarat cakap dalam
jual beli produk barang dan jasa melalui e-commerce dengan kebijakan pemerintah berbasis
nilai keadilan. Teori yang digunakan Grand theory Keadilan dan Islam, Middle theory Sistem
Hukum dan Apllaid Theory Hukum Progesif dan Teori Perlindungan Hukum.
Pada penelitian disertasi ini dalam mengurai data dan analisisnya mengunakan metode
penelitian dengan paradigma konstruktivisme (legal constructivisme) dengan jenis penelitian
yuridis-normatif studi literature/ pustaka melalui pendekatan filsafat (philosophical approach),
pendekatan undang-undang (statute approach), pendekatan perbandingan hukum (legal
comparative approach), serta pendekatan konseptual (conceptual approach). Sehingga data
primernya berupa literature, dokumen dan bahan hukum yang mempunyai hubungan dengan
penelitian kemudian dilakukan verifikasi data agar data yang ada betul-betul merupakan data yang
objektif dan kompatibel dengan penelitian. Selanjutnya dilakukan langkah analisis dengan
memakai metode kualitatif yakni dengan mendeskripsikan realitas data/ objek penelitian
dihubungkan dengan bahan hukum dan teori yang dipakai untuk mendapatkan hasil analisis yang
kemudian ditarik sebuah kesimpulan.
Berdasarkan hasil penelitian dan analisa yang dilakukan oleh peneliti; dalam disertasi ini
memaparkan temuan berdasarkan rumusan masalah yag disajikan diantaranya; 1. Perlindungan
hukum terkait syarat cakap dalam transaksi e-commerce melalui kebijakan pemerintah belum
menjamin kepastian hukum dan keadilan, disebabkan kebijakan pemerintah melalui Peraturan
perundang-undangan yang ada belum secara spesifik mengatur mengenai cakap dalam transaksi
elektronik / e-commerce. 2. Kelemahan-kelemahan yang timbul dalam pelaksanaan syarat cakap
t r a n s a k s i e-commerce saat ini, dapat diminimalisasi melalui kebijakan pemerintah untuk
mendukung perkembangan ekonomi digital Indonesia, faktor kebijakan, faktor penegak hukum,
faktor budaya, dan faktor pendidikan. Kelemahan pada peraturan perundang-undangan terbatas
pada syarat cakap dengan usia 19 dan 21 tahun dan/atau sudah menikah, dan/atau tidak dalam
pengampuan. UU ITE dan PP PMSE hanya mengatur terkait cakap sesuai ketentuan peraturan
perundang-undangan. Padahal realita di Indonesia, banyak transaksi jual beli produk barang dan jasa
yang dilakukan anak dibawah umur atau tidak masuk dalam kategori cakap berdasar peraturan
perundang-undangan saat ini 3. Rekonstruksi hukum sebagai sarana pembaharuan dalam kepastian
hukum agar konsumen dapat melakukan transaksi perdagangan barang dan jasa melalui ecommerce
dengan
berbasis
nilai
keadilan.
Key Word: Rekonstruksi Hukum, Jual Beli E-commerce, Keadila
HUBUNGAN INTENSITAS MENONTON TAYANGAN KRIMINAL TERHADAP KENAKALAN REMAJA DI KELURAHAN KOTA BARU KECAMATAN PEKANBARU KOTA, KOTA PEKANBARU DI TINJAU MENURUT HUKUM ISLAM
Masa remaja adalah masa yang paling rawan, keadaan jiwa yang labil
karena masih mencari jati diri dan mudah terpengaruh oleh hal-hal yang bersifat
negatif. Pengaruh tersebut antara lain dari tayangan. Munculnya stasiun-stasiun
televisi swasta menambah maraknya tayangan dari berbagai jenis program
ditelevisi. Agama mempunyai peranan yang penting dalam pengendalian prilaku
manusia pada umumnya.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui signifikansi hubungan
antara: (1) Mengetahui besarnya pengaruh tayangan kriminal ditelevisi terhadap
tingkat kenakalan remaja. (2) Mengetahui pandangan hukum islam terhadap
tayangan kriminal yang ada di televisi.
Penelitian ini menggunakan metode deskriptif. Populasi yang digunakan
adalah remaja di Kelurahan Kota Baru, Kecamatan Pekanbaru Kota, Kota
Pekanbaru. Sedangkan sampel dalam penelitian ini adalah para remaja sebanyak
100 orang, namun jumlah responden yang ditentukan untuk penelitian ini
sebanyak 50 responden dengan teknik simple random sampling atau pengambilan
sampel secara acak sederhana. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi,
wawancara dan kuesioner/angket.
Sehingga dapat ditarik kesimpulan : (1) Adanya hubungan antara melihat
tayangan kekerasan di televisi dengan kenakalan remaja. (2) adanya pandangan
hukum islam tentang menonton tayangan kekerasan di televisi
- …
