25 research outputs found

    KARYA SENI UNTUK ANALOGI KONSEP SAINS: SEBUAH KAJIAN

    No full text
    PROSIDING SEMINAR ANTARBANGSA Pemanfaatan analogi dalam pembelajaran sains telah mengantarkan siswa untuk memahami berbagai konsep yang bersifat abstrak, meningkatkan minat dan motivasi, serta merangsang siswa untuk membangun kreatifitas. Berbagai macam bentuk analog, baik yang berupa objek, proses maupun peristiwa, dari yang sifatnya sederhana sampai dengan kompleks, dapat digunakan sebagai model sehingga memungkinkan siswa untuk membuat asumsi dan inferensi tentang target konsep sains yang akan dipelajari. Artikel ini disusun untuk mengkaji penggunaan karya seni sebagai analog untuk beragam konsep dalam pembelajaran fisika, kimia dan biologi. Berdasarkan pembahasan dapat disimpulkan bahwa selain dapat berperan secara langsung sebagai analog, karya seni juga berlaku sebagai penunjang penjelasan dalam proses pemetaan antara analog dan target. Hal ini menjadikan siswa termotivasi dan lebih tertarik untuk belajar dan mendapatkan pemahaman konsep yang lebih baik. (The use of analogy in science instruction has been directing students to understand abstract concepts, increase interest and motivation and stimulate them to develop creativity. Many forms of analog, either in a form of simple or complex object, process or event, dan be used as a model enabling students to make assumption and inference of science concept target will be learnt. This paper is developed to study the use of artworks as analog for various physics, chemistry and biology concepts. Based on the discussion, it is concluded that beside their direct use an an analog, the artworks can also act as a support for material explanation mapping analog to target. This enables students to be motivated and more interested in learning process to gather better concept understanding

    KARYA SENI UNTUK ANALOGI KONSEP SAINS: SEBUAH KAJIAN

    No full text
    PROSIDING SEMINAR ANTARBANGSA Pemanfaatan analogi dalam pembelajaran sains telah mengantarkan siswa untuk memahami berbagai konsep yang bersifat abstrak, meningkatkan minat dan motivasi, serta merangsang siswa untuk membangun kreatifitas. Berbagai macam bentuk analog, baik yang berupa objek, proses maupun peristiwa, dari yang sifatnya sederhana sampai dengan kompleks, dapat digunakan sebagai model sehingga memungkinkan siswa untuk membuat asumsi dan inferensi tentang target konsep sains yang akan dipelajari. Artikel ini disusun untuk mengkaji penggunaan karya seni sebagai analog untuk beragam konsep dalam pembelajaran fisika, kimia dan biologi. Berdasarkan pembahasan dapat disimpulkan bahwa selain dapat berperan secara langsung sebagai analog, karya seni juga berlaku sebagai penunjang penjelasan dalam proses pemetaan antara analog dan target. Hal ini menjadikan siswa termotivasi dan lebih tertarik untuk belajar dan mendapatkan pemahaman konsep yang lebih baik. (The use of analogy in science instruction has been directing students to understand abstract concepts, increase interest and motivation and stimulate them to develop creativity. Many forms of analog, either in a form of simple or complex object, process or event, dan be used as a model enabling students to make assumption and inference of science concept target will be learnt. This paper is developed to study the use of artworks as analog for various physics, chemistry and biology concepts. Based on the discussion, it is concluded that beside their direct use an an analog, the artworks can also act as a support for material explanation mapping analog to target. This enables students to be motivated and more interested in learning process to gather better concept understanding

    Pengembangan Media Pembelajaran Menggunakan Google Sites Bermuatan Etnosains pada Materi Hukum Newton untuk Meningkatkan Pemahaman Fisika Peserta Didik

    Get PDF
    Pesatnya perkembangan teknologi informasi telah menghadirkan tantangan sekaligus peluang dalam dunia pendidikan, khususnya dalam pengembangan media pembelajaran yang inovatif dan kontekstual. Pembelajaran fisika yang selama ini cenderung abstrak dan sulit dipahami peserta didik, terutama pada materi Hukum Newton, membutuhkan pendekatan baru yang dapat menjembatani konsep ilmiah dengan kehidupan nyata. Salah satu strategi yang potensial adalah integrasi etnosains dalam media pembelajaran digital. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran fisika berbasis Google Sites bermuatan etnosains pada materi Hukum Newton serta megetahui kevalidan, keefektifan, dan kepraktisan media Google Sites dalam meningkatkan pemahaman konsep peserta didik. Metode penelitian yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan model pengembangan ADDIE. Penelitian dilakukan di SMA Negeri 1 Purwantoro dengan melibatkan peserta didik kelas XI. Instrumen pengumpulan data meliputi lembar validasi ahli media, lembar validasi ahli materi, lembar pretest dan posttest, dan angket kepraktisan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media pembelajaran fisika berbasis Google Sites yang dikembangkan valid menurut ahli materi dan ahli media, efektif dalam meningkatkan pemahaman konsep fisika, dan praktis digunakan oleh peserta didik. Media ini terbukti mampu mengaitkan konsep fisika dengan kearifan lokal, sehingga menciptakan pembelajaran yang kontekstual dan bermakna

    PENERAPAN METODE SQ3R DALAM PEMBELAJARAN KOOPERATIF UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR FISIKA POKOK BAHASAN TATA SURYA PADA SISWA KELAS VII SMP

    Get PDF
    Telah dilakukan penelitian penerapan metode SQ3R dalam pembelajaran kooperatif untuk meningkatkan hasil belajar dan keaktifan siswa? Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil belajar dan keaktifan siswa kelas VII SMPN 1 Tirto. Penelitian tindakan kelas ini dilakukan dengan dua siklus pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan terjadi peningkatan hasil belajar dan aktivitas siswa selama proses pembelajaran berlangsung cukup signifikan. Pada siklus I ketuntasan belajar siswa tercapai 68% dengan nilai rata-rata 66,3. Kemudian pada siklus II ketuntasan belajar menjadi 88% dengan nilai rata-rata 73,8. Sedangkan aktivitas belajar pada siklus I diperoleh aktivitas fisik 70%, aktivitas mental 56% dan aktivitas emosional 60%. Kemudian pada siklus II keaktifan belajar aktivitas fisik menjadi 88%, aktvitas mental 80% dan aktivitas emosional 86%. Disimpulkan bahwa penerapan metode SQ3R dalam pembelajaran kooperatif dapat meningkatkan hasil belajar dan keaktifan siswa pada pokok bahasan tata surya. Untuk memperoleh hasil penelitian yang lebih baik, sebaiknya  siswa sering dilatih mempersiapkan diri sebelum pelaksanaan pembelajaran. Selain itu sarana belajar juga perlu ditingkatkan. Telah dilakukan penelitian penerapan metode SQ3R dalam pembelajaran kooperatif untuk meningkatkan hasil belajar dan keaktifan siswa? Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil belajar dan keaktifan siswa kelas VII SMPN 1 Tirto. Penelitian tindakan kelas ini dilakukan dengan dua siklus pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan terjadi peningkatan hasil belajar dan aktivitas siswa selama proses pembelajaran berlangsung cukup signifikan. Pada siklus I ketuntasan belajar siswa tercapai 68% dengan nilai rata-rata 66,3. Kemudian pada siklus II ketuntasan belajar menjadi 88% dengan nilai rata-rata 73,8. Sedangkan aktivitas belajar pada siklus I diperoleh aktivitas fisik 70%, aktivitas mental 56% dan aktivitas emosional 60%. Kemudian pada siklus II keaktifan belajar aktivitas fisik menjadi 88%, aktvitas mental 80% dan aktivitas emosional 86%. Disimpulkan bahwa penerapan metode SQ3R dalam pembelajaran kooperatif dapat meningkatkan hasil belajar dan keaktifan siswa pada pokok bahasan tata surya. Untuk memperoleh hasil penelitian yang lebih baik, sebaiknya  siswa sering dilatih mempersiapkan diri sebelum pelaksanaan pembelajaran. Selain itu sarana belajar juga perlu ditingkatkan. Kata kunci : Metode SQ3R, Pembelajaran Kooperatif, Hasil Belajar: Metode SQ3R, Pembelajaran Kooperatif, Hasil Belajar</p

    Keefektifan Model Project Based Learning untuk Meningkatkan Keaktifan Belajar Siswa pada Pelajaran IPS Sekolah Dasar

    No full text
    Pembelajaran IPS bagi beberapa siswa sekolah dasar cenderung menjenuhkan dan menjadikan siswa pasif dalam proses belajar. Tujuan dari penelitian ini adalah sebagai bahan kajian terhadap keefektifan model PjBL untuk meningkatkan keaktifan belajar siswa pada pelajaran IPS. Metode penelitian ini adalah penelitian literatur review yang berisi uraian tentang teori, temuan, dan bahan penelitian lain yang diperoleh dari bahan acuan untuk dijadikan landasan literatur. Data dikumpulkan melalui penelusuran jurnal elektronik, Google Scholar dengan kata kunci “PjBLâ€, “hasil belajar IPSâ€, “konsep IPSâ€, dan “keaktifan siswaâ€. Hasil pencarian diperoleh 43 artikel relevan baik dalam negeri dan luar negeri. Hasil penelitian yang didapatkan bahwa kajian berupa penerapan PjBL di tingkat sekolah dasar terbukti efektif untuk meningkatkan keaktifan siswa pada mata pelajaran IPS dengan saran yaitu (1) mengkolaborasikan model PjBL dengan model pembelajaran inovatif lainnya, seperti Contextual Learning (CTL) dan Problem Based Learning (PBL); (2) mengintegrasikan model PjBL dengan instrumen Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD); (3) mengintegrasikan model PjBL dengan berbagai media ajar inovatif dalam bentuk media visual, dan audio visual. Kesimpulannya bahwa model pembelajaran berbasis Project Based Learning (PjBL) jika diterapkan pada pembelajaran IPS khususnya di sekolah dasar terbukti efektif mampu meningkatkan keaktifan belajar sisw

    Implementasi bahan ajar sains berbahasa inggris berbasis metakognitif untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah siswa SMP

    Get PDF
    Bahan ajar merupakan salah satu penunjang  keberhasilan belajar siswa. Penelitian ini bertujuan menerapkan bahan ajar sains berbahasa Inggris berbasis metakognitif untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah. Penelitian ini bertujuan untuk menguji penerapan bahan ajar sains berbahasa Inggris berbasis metakognitif dalam meningkatkan kemampuan pemecahan masalah siswa SMP. Metode penelitian menggunakan eksperimen, dengan desain Quasi Experimental teknik nonequivalent control group design. Pengambilan sampel secara purposive sampling. Penelitian ini membandingkan kelas eksperimen dan kelas kontrol. Hasil penelitian menunjukkan kelas eksperimen memiliki nilai rata-rata (84,76) dan kelas kontrol memiliki nilai rata-rata (75,67). Peningkatan kemampuan pemecahan masalah untuk kelas eksperimen ditunjukkan dengan uji gain (0,76) dengan kriteria tinggi sedangkan kelas kontrol ditunjukkan dengan uji gain (0,64) dengan kriteria sedang. Uji respon siswa setelah diterapkan bahan ajar diperoleh presentase (77,25) dengan kriteria sangat setuju. Disimpulkan bahwa bahan ajar berbahasa Inggris berbasis metakognitif dapat digunakan untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah siswa. The Implementation of Metacognitive Based Science English Teaching Material to Improve Junior High School Students’ Problem Solving Ability AbstractTeaching material is one of the factors that encourage students’ success in learning. This study aims to apply metacognitive based science teaching material written in English to improve problem-solving students’ ability. The research examined the implementation of metacognitive-based English teaching material in improving students’ problem-solving ability. The research method used was an experiment, with Quasi-Experimental Design using non-equivalent control group design technique. The sampling used was purposive sampling. This study compared to the experimental class and control one. The result showed that the average score of the experimental class was  (84.76) and the average score of control class was (75,67). Improved problem-solving capability for the experimental class was shown by the gain test (0.76) with ‘high criterion’ while the control class is shown by the gain test (0.64) with the ‘medium criterion’. Students’ response test after learning material obtained a percentage of (77,25) with criteria of ‘strongly agree’. In conclusion, metacognitive based English teaching material can be used to improve students problem solving ability.</jats:p

    PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF DENGAN MEMANFAATKAN ALAT PERAGA SAINS FISIKA (MATERI TATA SURYA) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR DAN KERJASAMA SISWA

    Get PDF
    Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah penerapan modal pengajaran kooperatif dengan memanfaatkan alat peraga Sains Fisika (materi Tata Surya) dapat meningkatkan hasil belajar dan kerjasama siswa. Subyek penelitian ini adalah kelas VII.A MTs NU 23 Salafiyah Syafiiyah Wonodadi Plantungan Kendal  semester II Tahun Pelajaran 2005/2006. Penelitian tindakan kelas ini terdiri dari dua siklus dengan materi yang berbeda, setiap siklus terdiri dari 4 tahap, yaitu: perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Hasil belajar kognitif diperoleh dari tes evaluasi tiap akhir siklus. Hasil belajar afektif, psikomotorik serta kemampuan kerjasama diperoleh melalui lembar observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan Penerapan Model Pengajaran Kooperatif dengan Memanfaatkan Alat Peraga Sains Fisika Kata kunci : Pengajaran Kooperatif, Alat Peraga, Hasil Belajar, Kerjasam

    PENGGUNAAN MEDIA PEMBELAJARAN VIDEO INTERAKTIF PADA MUATAN PEMBELAJARAN IPA UNTUK SISWA SEKOLAH DASAR

    Get PDF
    Natural Sciences (IPA) is one of the disciplines of science that is very important in everyday life to help improve the learning outcomes of elementary school students and help students in understanding the material for problem solving. This study aims to see the feasibility of using interactive video learning media in the science learning content for elementary school students. The research method used in this study is a qualitative research method with literature study techniques from various previous studies using Google Scholar and Scopus which are then collected and analyzed to show the effectiveness of using interactive video learning media in the science learning process. The results of this study are that interactive video media has been proven to be able to be used to help in the learning process in science content for elementary school students

    PEMBUATAN SENSOR BERBASIS FILM TIPIS UNTUK DETEKSI GAS : CO, CO2, NH3, NO, NO2 SEBAGAI UPAYA PEMANTAU KUALITAS UDARA

    No full text
    Material semikonduktor organik CuPc (Copper Phthalocyanine) memiliki sifat sensitivitas tinggi terhadap gas, mudah mengabsorpsi gas dan dapat dioperasikan pada suhu ruang. CuPc sebagai lapisan aktif sensor gas berbasis film tipis sangat sensitif dalam merespon gas beracun. Tujuan penelitian ini membuat sensor berbasis film tipis dengan konfigurasi FET (field effect transistor) berstruktur bottom contact yang dapat mendeteksi gas beracun, seperti: CO, CO2, NH3, NO dan NO2. Eksperimen pendahuluan dengan melakukan deposisi film tipis CuPc di atas substrat Si/SiO2, kemudian dikarakterisasi menggunakan X-Ray Diffraction (X-RD) dan Scanning Electron Microscopy (SEM) serta dilanjutkan dengan analisis Energy Dispersive X-ray Spectroscopy (SEM-EDX). Hasil karakterisasi X-RD dan SEM untuk menentukan film tipis optimum yang dimanfaatkan dalam proses pembuatan sensor gas. Pembuatan sensor gas dilakukan dengan panjang channel (jarak antara source dan drain) 100 μm menggunakan metode vacuum evaporator (VE), sedangkan proses perencanaan dengan teknik lithography. Tahapan pembuatan sensor gas, sebagai berikut: substrat Si/SiO2 dicuci dengan etanol dalam ultrasonic cleaner, kemudian dilakukan deposisi elektroda source (S) dan drain (D) di atas substrat dengan metode VE. Selanjutnya deposisi film tipis CuPc diantara elektroda S/D sebagai kontak resistansi dan diakhiri proses deposisi elektroda gate (G). Sensor gas yang sudah dibuat kemudian di karakterisasi menggunakan elektrometer El-Kahfi 100 untuk menentukan karakteristik keluaran dan mobilitas pembawa muatan. Luaran dalam penelitian ini adalah prototip sensor berbasis film tipis untuk deteksi gas beracun dan publikasi jurnal ilmiah. Prototipe tersebut dapat dimanfaatkan untuk monitoring kualitas udara dan pengembangan laboratorium fisika material. Penelitan lanjutan tahun berikutnya akan merancang dan membuat alat uji kelayakan sensor yang diaplikasikan sebagai sensor gas CO, CO2, NH3, NO dan NO2. Alat-alat yang digunakan dalam pembuatan alat uji kelayakan sensor gas, meliputi: glass chamber, electrometer, tabung gas uji, tabung gas N2, flow-meter, regulator, valve dan alat pendukung lain. Tujuan uji kelayakan sensor gas untuk menentukan konduktivitas, kesensitivan, waktu tanggap (response time) dan waktu pemulihan (recovery time )
    corecore