251 research outputs found

    Asri Handayani-03111200015-Behavior In Organization

    No full text
    Behavior In Organization-Asri Handayani-03111200015-SP

    Resume-Asri Handayani-The Nature of Management Control Systems

    No full text
    Nama: Asri Handayani Nim: 0311120001

    UNDERSTANDING STRATEGIES

    No full text
    Asri Handayani-03111200015-Understanding Strategie

    Pemetaan Persebaran kebisingan Cv. Bralink Asri dengan Sistem Informasi Geografis (SIG) di Dusun Kalimanggis-Morangan Desa Sindumartani

    Get PDF
    Kebisingan merupakan bunyi yang tidak diinginkan dari suatu usaha atau kegiatan dalam tingkat dan waktu yang dapat menimbulkan gangguan kesehatan manusia dan kenyamanan lingkungan. Kebisingan yang melebihi persyaratan Baku Tingkat Kebisingan dapat menyebabkan gangguan pada indra pendengaran dan non pendengeran. Tingkat kebisingan diatur dalam Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup No. 48 Tahun 1996 tentang Baku Tingkat Kebisingan di Industri adalah 70 dBA. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pola persebaran kebisingan dan membandingkan nilai tingkat kebisingan yang dihasilkan oleh proses produksi di CV. Bralink Asri supaya dapat melakukan upaya untuk mengurangi nilai tingkat kebisingan. Penelitian ini adalah survei (observasi dan pengukuran) dengan menggunakan sound level meter (SLM) untuk mengukur kebisingan dan Global positioning system (GPS) untuk mengukur titik koordinat . pengukuran dilakukan pada 4 arah yaitu arah utara, selatan , timur dan barat, masing-masing arah dilakukan pengukuran berdasarkan jarak 0 m, 25 m dan 50 m dengan jumlah 12 titik pengukuran . pengukuran dilakukan selama 10 menit menit pada setiap titik pengukuran. Pemetaan persebaran keisingan menggunakan software ArcGis. Berdasarkan hasil penelitian memperoleh nilai tingkat kebisingan sebesar Utara (Titik 0 m sebesar 112, 81 dBA; Titik 25 m sebesar 68,79 dBA; Titik 50 m sebesar 52, 02 dBA) , Timur (Titik 0 m sebesar 97, 17 dBA; Titik 25 m sebesar 55, 68 dBA; Titik 50 m sebesar 62, 67 dBA ), Selatan (Titik 0 m sebesar 112, 75 dBA; Titik 25 m sebesar 73,52 dBA; Titik 50 m sebesar 51,52 dBA) dan Barat (Titik 0 m sebesar 73,77 dBA; Titik 25 m sebesar 54,25 dBA ; Titik 50 m sebesar 52, 77 dBA). Berdasarkan data yang telah diperoleh kemudian dipetakkan berdasarkan nilai kebisingan, jarak dan NAB yang telah ditentukan terdapat 5 titik yang belum memenuhi syarat yaitu pada titik 0 m di keempat arah (utara,selatan, timur dan barat) dan pada titik 25 m arah selatan, sedangkan 7 titik lainnya memenuhi syarat. Upaya pengendalian kebisingan yang dapat dilakukan oleh CV. Bralink Asri dengan menggunakan dua cara yaitu yang pertama dengan cara menanam pepohonan , adapun pohon yang dapat ditanam seperti jenis tanaman Akasia (Acacia mangium), Bambu pringgondani (Bambuga Sp), The-tehan, dan lain sebagainya. Yang kedua dapat membuat penghalang buatan seperti membuat penghalang kayu, penghalang terus menerus batako tanpa topi, penghalang fiber, dan lain sebagainya. Kata Kunci: Kebisingan, Peta Persebaran Kebisingan, Pola Persebaran Kebisinga

    Analisis ideologi penerjemahan dan penilaian kualitas terjemahan istilah kedokteran dalam buku ”lecture notes on clinical medicine” (Kajian Terhadap Istilah Kedokteran Lecture Notes on Clinical Medicine dan Istilah Kedokteran Lecture Note Kedokteran Klinis)

    Get PDF
    ASRI HANDAYANI. S.130306003. 2009. THE ANALYSIS OF TRANSLATION IDEOLOGY AND QUALITY OF MEDICAL TERMINOLOGY IN “LECTURE NOTES ON CLINICAL MEDICINE”. (Thesis. Postgraduate Program in Linguistic, Majoring in Translation Studies. Sebelas Maret University of Surakarta). Objectives: To identify and describe the technique, method and ideology of translation and the quality of medical terminology translation on Lecture Note Kedokteran Klinis. Methods: This was a descriptive, qualitative research. Focused on single case. Objective data was taken from medical terminology of Lecture Notes on Clinical Medicine. Affective data was collected from 3 raters who gave information about accuracy, acceptability and readability of medical terminology translation on the subject book. Purposive sampling was applied in this research. Techniques of collecting data were content analysis, questioner, and Focus Group Discussion (FGD). Results: The numbers of data were 643 of medical terminologies. The most frequent technique which was applied to translate the medical terminology was calque 233 (36,2%), and the second place was transposition 122 (19%), naturalized borrowing 115 (17,9%), amplification 47 (7,3%), pure borrowing 36 (5,6%), Borrowing English- Latin 32 (5%), addition 19 (3%), borrowing English – Greece 5 (0,8%), description 5 (0,8%), literal translation 4 (0,6%), inversion 3 (0,5%). The accuracy, acceptability and readability of medical translation was influenced by calque technique and borrowing technique (naturalized, pure, English – Latin, English-Greece). The accuracy of the whole techniques were 80,6%, acceptability 90,2% and readability: very easy 39,2%, easy 53,2%, and only 4,5% which was difficult. FGD recommended some notes to revise in order to improve the translation accuracy, acceptability and readability. Recommendations: Calque, transposition, naturalized borrowing, amplification, pure borrowing, borrowing English – Latin, addition, reduction, borrowing English – Greek, description, literal translation and inversion technique were used to translate the medical terminology of the subject book. Literal translation method was used in this medical terminology translation, furthermore the appropriate of translation ideology was foreignisation. The translation of medical terminology of this subject book was accurate, acceptable and readable. The recommendations of FGD should be adhered to in order to improve the translation accuracy, acceptability and readability

    MANAJEMEN PELAYANAN DALAM MENINGKATKAN KUALITAS LAYANAN CALON JAMAAH HAJI DAN UMRAH PADA PT. BUNDA ASRI LESTARI KOTA BANDAR LAMPUNG

    Get PDF
    ABSTRAK PT. Bunda Asri Lestari Kota Bandar Lampung adalah lembaga yang melayani pemberangkatan calon jamaah Haji dan Umrah. Maka dibutuhkan pelayanan juga kualitas layanan demi mempertahankan kepuasan kepada calon jamaah. Hal inilah yang menarik penulis untuk mengetahui kondisi pelayanan terhadap calon jamaah haji dan umrah, sehingga judul: “Manajemen Pelayanan Dalam Meningkatkan Kualitas Layanan calon jamaah Haji dan Umrah pada PT. Bunda Asri Lestari Kota Bandar Lampung”.yang memiliki tujuan untuk mengetahui bagaimana cara meningkatkan kualitas layanan. Meningkatkan kualitas pelayanan haji dan umrah, memiliki keterkaitan erat dengan jamaah. Kualitas dapat memberikan dorongan kepada jamaah untuk menjalin ikatan yang kuat dengan perusahaan dalam jangka yang panjang. Oleh karena itu diperlukan peningkatan kualitas pelayanan agar visi misi perusahaan berjalan dengan baik. Dalam meningkatkan kualitas pelayanan haji dan umrah dengan cara menambahkan fasilitas kantor yang menunjang kenyamanan pelayanan, rekruitmen sumber daya manusia yang profesional, membuat jaringan informasi melalui internet seperti media social, dan membina hubungan baik dengan jamaah. Adapun jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian jenis lapangan ( field reseach) yaitu suatu penelitian yang langsung dilakukan dilapangan atau pada responden. Penelitian ini bersifat kualitatif deskriptif yaitu penelitian berupaya menghimpun , mengolah dan menganalisis data secara kualitatif deskriptif. Maksudnya melakukan pendekatan investigasi, peneliti pengumpulkan data dengan cara bertatap muka secara langsung dan berinteraksi dengan orang-orang ditempat penelitian. Mengumpulkan data dan informasi dengan 4 orang dan sampelnya yaitu semua populasi dalam penelitian ini dan 5 orang jamaah PT. Bunda Asri Lestari kota Bandar Lampung. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa PT. Bunda Asri Lestari Kota Bandar Lampung sudah menggunakan fungsi manajemen dari planning, organizing, actuating, maupun controllin. iii Hasil analisis data diperoleh dengan temuan penelitian sebagai berikut sudah berjalan sesuai operasional dalam meningkatkan kualitas layanan prima didasari dengan Attitude (Sikap), Ability (kemampuan), Attention (perhatian), Action (tindakan), Accoutability ( tanggung jawab), Appearance (penampilan) dan sympathy (simpati). PT. Bunda Asri Lestari Kota Bandar Lampung, sudah memberikan layanan yang berkualitas kepada calon jamaah haji dan umrah, dan juga calon jamaah merasa pelayanannya terpenuhi dan merasa nyaman terhadap pelayanan sehingga terciptanya loyalitas dari calon jamaah haji dan umrah terhadap PT. Bunda Asri Lestari Kota Bandar Lampung. Kata Kunci: Manajemen Pelayanan, Kualitas Layanan, Calon Jamaah Haji dan Umrah iv ABSTRACT PT. Bunda Asri Lestari Bandar Lampung City is an institution that serves the departure of prospective hajj and umrah pilgrims. So service and quality of service are needed to maintain satisfaction for prospective pilgrims. This is what attracted the author to find out the conditions of service for prospective hajj dan umrah pilgrims, so the title: “Service Management in Improving The Service Quality of Prospective Hajj and Umrah pilgrims at PT. Bunda Asri Lestari Bandar Lampung City”. Whose aim is to find out how to improve service quality. Improving the quality of hajj and umrah services, having a close relationship with the congregation. Quality can provide encouragement to the congregation to establish strong ties wiht the company in the long term. Therefore, it is necessary to improve service quality so that the company’s vision and mission run well. Improving the quality of hajj and umrah services by adding office facilities that support service comfort, recruiting profesional human resources, creating imformation networks via the internet such as social media, and building good relationships with pilgrims. The type of research used is field research, namely research that is directly carried out in the field or on respondents. This research is descriptive qualitativ, that is, the research attempts to collect, process and analyze data in a descriptive qualitative manner. This means taking an investigative approach, researchers collect data by meeting face to face and interacting with people at the research site. Collecting data and information with four people and the sample is the entire population in this study and five PT. Congregation members. Bunda Asri Lestari Bandar Lampung. Based on the research results, it can be concluded that PT. Bunda Asri Lestari Bandar Lampung City has used the management functions of planning, organizing, actuating and controlling. The result of daya analysis obtained with the following research findings have been running according to operations in improving excellent service quality based on Attitude, Action, Accoutability, Appearance and Sympathy. v PT. Bunda Asri Lestari Bandar Lampung City has provided quality services to prospective hajj dan umrah pilgrims, and also prospective pilgrims feel that their services are fulfilled and feel comfortable with the service, thus creating loyalty from prospective hajj and umrah pilgrims towards PT. Bunda Asri Lestari Bandar Lampung City. Keywords: Service Management Service Quality, Prospective Hajj and Umrah Pilgrim

    PENENTUAN DAYA TAMPUNG BEBAN PENCEMARAN BOD DAN FECAL COLIFORM DENGAN PENDEKATAN METODE SOFTWARE QUAL2KW Studi Kasus: Sungai Klampok, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah

    Get PDF
    ABSTRAK Penentuan Daya Tampung Beban Pencemaran BOD dan Fecal Coliform dengan Pendekatan Metode QUAL2KW (Studi Kasus : Sungai Klampok, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah) Rima Asri Rizkacipta, Winardi Dwi Nugraha, Dwi Siwi Handayani Sungai Klampok merupakan sungai yang berada di Kabupaten Semarang, termasuk dalam wilayah Sub-DAS Klampok bagian dari DAS Jragung. Sungai ini memiliki panjang aliran 16 km, yang berhulu di Kecamatan Bandungan, secara administratif mengalir melewati tiga wilayah Kecamatan yang ada di Kabupaten Semarang, yakni bagian hulu sungai berada pada Kecamatan Bawen, Kecamatan Bergas dan Kecamatan Pringapus. Di sekitar Daerah Aliran Sungai (DAS) Klampok terdapat beberapa aktivitas meliputi pertanian, pemukiman, industri, perdagangan, perhotelan dan pemerintahan. Kondisi tersebut akan memberikan tekanan terhadap Sungai Klampok. Penelitian ini bertujuan untuk menghitung daya tampung beban pencemaran Sungai Klampok untuk mengetahui sejauh mana sungai tersebut dapat menerima beban pencemaran dari berbagai kegiatan yang berada di sekitarnya. Pengukuran kualitas air dilakukan pada 6 titik pengambilan sampel. Dari hasil penelitian menggunakan software QUAL2Kw, nilai daya tampung beban pencemaran BOD sebagian telah melebihi baku mutu kelas I dan kelas II, tetapi masih memenuhi baku mutu untuk kelas III dan IV. Sedangkan Fecal Coliform sebagian besar telah melebihi baku mutu kelas I dan II, tetapi masih memenuhi baku mutu untuk kelas III dan kelas IV di beberapa titik pegambilan sampel. Beban pencemaran BOD tertinggi sebesar 237,358 kg/hari. Sedangkan beban pencemaran Fecal Coliform tertinggi 2,703 x 1013 MPN/hari. Daya Tampung Beban Pencemaran terendah BOD sebesar -121,617 kg/hari untuk simulasi air kelas I pada reach 6 dan Fecal Coliform sebesar -2,697 x 1013 MPN/hari untuk simulasi air kelas I pada reach 6. Artinya status Sungai Klampok tercemar serta harus mengurangi beban pencemar sebesar nilai minus yang dihasilkan pada perhitungan DTBP agar mencapai batas baku mutu kelas setiap kelas air. Kata Kunci : Sungai Klampok, Beban Pencemaran, Daya Tampung, BOD, Fecal Coliform, QUAL2K

    Strategi Komunikasi Pembangunan Dalam Pengembangan Masjid Al Muhajjirin Bumi Asri

    Get PDF
    An independent mosque is a mosque program that aims to prosper the mosque and the environment around the mosque. In managing and developing independent mosques, of course, we must pay attention to the right strategy in managing independent mosques. Independent mosque management requires proper communication as a channel for conveying information and its development. The communication needed is development communication. According to Peterson, development communication is an organized effort to use communication processes and media to improve the social and economic level that generally takes place in developing countries. This study aims to determine how development communication in the development of an independent mosque at Masjid Al-Muhajjirin Bumi Asri. This research uses qualitative research methods. Qualitative research is descriptive research and tends to use analysis. Process and meaning are highlighted in qualitative research. The theoretical basis is used as a guide so that the research focus is in accordance with the facts on the ground. The data collection method is by observing the Al-Muhajjirin Bumi Asri Mosque, interviews with mosque administrators, and devotion at the Al-Muhajjirin Bumi Asri Mosque. So the author can draw the conclusion that the development communication strategy used in the development of an independent mosque at the Al-Muhajjirin Bumi Asri Mosque is a strategy of using media, marketing, and also participatory

    Evaluating a caregiver-focused safety culture model: Effects on caregivers’ safety perception, older adults’ quality of life, and the incidence of adverse events in Indonesia

    Get PDF
    Background: Older adults are increasingly vulnerable to health risks, particularly in home care environments with limited formal safety measures. In Indonesia, family caregivers play a central role in providing care; however, research on interventions to enhance the safety of older adults at home remains limited. Objectives: This study aimed to evaluate the impact of a caregiver-focused safety model, the Aging Safe from the Risk (ASRi) model, on caregivers’ perceptions of safety culture and assessed its indirect effects on older adults’ quality of life (QoL) and incidence of adverse events. Methods: A quasi-experimental study was conducted from July to November 2022, involving 135 older adult–caregiver pairs (intervention: n = 68; control: n = 67). Older adults’ QoL was measured using the modified WHO-QOL BREF (Indonesian version) and WHO-QOL OLD instruments. Family caregivers completed a Home Safety Culture (HSC) questionnaire and reported adverse events. Data were analyzed using descriptive statistics, chi-square tests, independent t-tests, Mann–Whitney U tests, Fisher’s exact tests, repeated-measures general linear models (GLM-RM), and exploratory ANCOVA within the intervention group. Results: Baseline characteristics were largely similar for older adults (age, comorbidities, fall risk, medication use) and caregivers (gender, age, education, marital status), although some imbalances were noted. Significant between-group differences were observed in the spiritual dimension (baseline p = 0.019, r = 0.202; fourth month p = 0.018, r = 0.204) and environmental dimension of safety culture (all time points p <0.001, r = 0.347-0.431), with a transient difference in the personal dimension at month one (p = 0.013, r = 0.215). QoL scores were consistently higher in the control group (p <0.001, Cohen’s d = 0.551-0.645), reflecting baseline imbalance. Adverse events decreased in the intervention group during follow-up (p <0.001, Cramér’s V = 0.343-0.364); however, the higher baseline incidence suggests that regression to the mean may have contributed to this reduction. Conclusion: The ASRi model was associated with modest improvements in caregivers’ perceptions of safety culture. Differences in QoL and adverse events should be interpreted cautiously due to baseline imbalances and potential regression to the mean. While these findings provide preliminary indications that caregiver engagement through the ASRi model may support safer home care practices, causal conclusions cannot be drawn. Randomized studies with longer follow-up are needed to confirm these effects. Trial Registry: NCT05487482 [clinicaltrials.gov

    English Language Teaching For The Hearing Loss At Sma Inklusif Galuh Handayani: Students’ Learning Strategies And Teacher’s Support Techniques

    Get PDF
    Munculnya kehilangan pendengaran mempengaruhi proses pemerolehan dan pengembangan bahasa, tetapi masih mungkin bagi mereka untuk belajar bahasa asing. Penelitian ini fokus pada strategi pembelajaran bahasa asing yang digunakan oleh siswa yang kehilangan pendengaran dalam pendidikan inklusi menggunakan strategi pembelajaran bahasa oleh Oxford (1990). Kemudian, teori pertimbangan fasilitas pendidikan oleh Hallahan & Kauffman (1991) digunakan untuk menganalisa aktivitas pendukung yang diberikan oleh guru juga dianalisis untuk menjelaskan cara yang sesuai dalam mengajarkan bahasa asing pada siswa yang kehilangan pendengaran dalam pendidikan inklusi. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif dengan rancangan Studi Kasus. Data didapatkan dari pengamatan, wawancara, dan catatan lapangan. Penelitian ini dilakukan di SMA Inklusif Galuh Handayani Surabaya sebagai pelopor pengelola pendidikan inklusi di Indonesia. Informan penelitian ini adalah dua siswa yang dikategorikan sebagai Tuli dan sulit dengar kelas XI dan XII. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa yang kehilangan pendengaran menggunakan kedua strategi pembelajaran, yakni strategi pemelajaran langsung dan tidak langsung. Tingkat ketulian mereka tidak memberikan pengaruh signifikan terhadap pemilihan strategi pembelajaran bahasa asing. Diketahui bahwa masing-masing subjek penelitian memilih strategi belajar berdasarkan kesadaran kebutuhan diri dan kemandirian mereka. Lebih jauh, beberapa teknik pendukung yang dilakukan oleh guru membantu siswa yang kehilangan pendengaran untuk menerima materi lebih mudah dengan menggunakan berbagai macam teknik komunikasi dan materi pembelajaran yang telah disesuaikan seperti penggunaan media audio-visual yang diberi teks
    corecore