1,720,963 research outputs found
KAHAN FSTETIKA RUANG DALAM BANGUNAN KRATON NGAYOGYAKARTA HADININGRAT
ABSTRACT
Bangsal Kencono (Golden Throne) is located within Ngayogyokarto Hadiningrat Palace and constitutes the biggest throne building in the area. It has various kinds of decorations constituting different symbols which express a system of signs. The symbols are intended to give certain meaningful advice. These forms of decorations represent Javanese culture which was much influenced by Hinduic, Chinese, Western and Islamic cultures.
Viewed by their forms, colours, scales, illumination and proportions, these decoration become united into one aesthetic entity containing symbolic values each with its own purpose. The decorations which were studied are the floors, the "umpaks", the columns and the ceilings.
The spatial aesthetics was manifestad by arranged the whole interior ornaments based on the unity, contrast, proportion and scales. The aesthetics of traditional Javanese architecture is reflected, revealed and rooted on the culture haritage of the people's religion and custom. In its semiological expression into the aesthetic, the intention is to create both physical and spiritual peacefulness for the people who always want peacefulness and safety.
The analyses on the elements of the interior aesthetics consisted of the floor hierarchies, the wall styles in the form of coloumn and pillars.
The illumination within the area of Bangsal Kencono is one of the aesthetic elements which is able to clearly display the parts in the interior. The purpose of this study were to understand the aestheticsand symbolic meanings of the interior and to identify the symbolic factor as an aesthetic aspect of the building.
This study used descriptive qualitative approach with the interior's aesthetic values as the objective of the review. The needed data were collected by observations, interviews and documentation. The collected data were then analyzed qualitatively by reductional verification and interpretation.
By the findings of the study, it is hoped that material an technological development can be syncronized with the aesthetics of this building's interior, which has been bequeathed by our ancestors. It will give some usefulness for those who want to make further studies and provide scientific confirmation about interior architecture.
ABSTRAK
Bangsal Kencono terletak didalam Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat dan merupakan bangunan yang ada dikawasan kraton Bangsal Kencono mempunyai berbagai bentuk ragam hias, yang merupakan simbol¬simbol sebagai ekspresi sistem tanda. Simbol itu dengan maksud memberi petuah dan nasihat. Bentuk-bentuk ini mempunyai arti tentang kebudayaan Jawa, yang banyak dipengaruhi oleh budaya bangsa Hindu, Cina, Barat dan Islam.
Ditinjau dari segi bentuk, warna, skala, pencahayaan serta proposisinya, maka bentuk ragam hias ini menjadi satu kesatuan estetika. Estetika mengandung nilai-nilai simbolis dengan tujuan dan maksud tertentu. Ragam hias yang dikaji bertautan dengan lantai, umpak, tiang dan langit-langit.
Estetika tata ruang terwujud melalui penataan seluruh ornamen ruangan dari segi kesatuan, kontras, proporsi dan skala. Estetika arsitektur traditional Jawa tercermin, terungkap dan berakar pada warisan tradisi.budaya masyarakatnya, baik itu bersifat religi maupun norma adat istiadatnya. Arah dan maksud di dalam pengungkapan semiologis kedalam estetika adalah untuk menciptakan ketenangan, ketentraman balk kenyamanan batiniah maupun lahiriah. Masyarakatnya yang selalu mendambakan ketentraman dan keselamatan.
Analisis elemen estetika ruang dalam meliputi : hirarki lantai, stilasi dinding berupa soko penanggap dan penitih, serta plafond.
Pencahayaan dalam ruang Bangsal Kencono merupakan salah satu elemen estetika yang sanggup menampilkan dengan jelas setiap elemen ruang dalam bangunan. Tujuan penelitian ini adalah : untuk mengetahui makna estetika ruang dalam bangunan bangsal kencono, untuk menelusuri makna simbolik yang mendasarinya serta mengidentifikasi faktor simbolik sebagai aspek estetika bangunan tersebut
PENINGKATAN KEMAMPUAN MENULIS KARANGAN DESKRIPSI MELALUI TEKNIK INQUIRY DENGAN PENDEKATAN KONTEKSTUAL (CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING) PADA SISWA KELAS X SMA NEGERI 1 CEPOGO BOYOLALI TAHUN AJARAN 2010/2011
Tujuan penelitian ini adalah untuk: (1) mengetahui pembelajaran melalui teknik Inquiry dengan pendekatan kontekstual (Contextual Teaching and Learning) dapat meningkatkan kemampuan menulis deskripsi kelas X-1 SMA
Negeri 1 Cepogo Boyolali, dan (2) mengetahui tentang keaktifan kelas X-1 SMA Negeri 1 Cepogo Boyolali dalam pembelajaran menulis deskripsi melalui teknik Inquiry dengan pendekatan pendekatan kontekstual (Contextual Teaching and Learning). Penelitian ini mengambil lokasi di SMA Negeri 1 Cepogo Boyolali. Bentuk penelitian adalah Penelitian Tindakan Kelas yaitu penelitian tindakan yang
dilakukan dengan tujuan memperbaiki mutu praktik pembelajaran di kelas. Subjek penelitian ini adalah guru bahasa Indonesia dan siswa kelas X-1 SMA Negeri 1 Cepogo Boyolali dan objeknya adalah proses belajar mengajar, khususnya pembelajaran menulis deskripsi yang terjadi di kelas X-1. Teknik pengumpulan data dengan observasi, wawancara, tes dan angket. Data yang telah terkumpul
dianalisis secara kritis dengan membandingkan hasil tindakan dalam tiap siklus dengan indikator keberhasilan tindakan yang telah ditetapkan. Hasil analisis mencakup kegiatan mengungkapkan kelebihan dan kekurangan kerja siswa dan guru dalam proses belajar-mengajar. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini antara lain: (1) pendekatan
kontekstual elemen inquiry efektif digunakan untuk meningkatkan keterampilan dan minat menulis karangan deskripsi siswa. Hal ini ditandai dengan persentase
keaktifan, perhatian, konsentrasi, minat, dan motivasi siswa dalam pembelajaran menulis deskripsi yang mengalami peningkatan pada setiap siklusnya. Pada siklus I siswa yang aktif sebesar 69,58 % sedangkan pada siklus II siswa yang aktif meningkat menjadi 77,15%. (2) penerapan metode inquiry dapat meningkatkan life skill siswa dalam menulis deskripsi. Peningkatan life skill yang pertama terdapat pada personal skill yang meliputi, kemampuan menggali dan menemukan informasi, kemampuan mengolah informasi, kemampuan memecahkan masalah secara kreatif, dan siswa yang tertib dalam mengikuti kegiatan pembelajaran. Peningkatan life skill pada aspek social skill adalah aspek kemampuan
memecahkan masalah secara kreatif dan siswa yang tertib. Pada aspek academic skill yang meliputi aspek kecakapan bekerjasama dan kecakapan berkomunikasi.
KAJIAN ESTETIKA RUANG DALAM BANGUNAN KRATON NGAYOGYAKARTA HADININGRAT STUDI KASUS BANGUNAN BANGSAL KENCONO
Bang sal Kencono (Golden Throne) is located within Ngayogyokarto Hadiningrat Palace and constitutes the biggest throne building in the area. It has various kinds of decorations constituting different symbols which express a system of signs. The symbols are intended to give certain meaningful advice. These forms of decorations represent Javanese culture which was much influenced by Hinduic, Chinese, Western and Islamic cultures.
Viewed by their forms, colours, scales, illumination and proportions, these decoration become united into one aesthetic entity containing symbolic values each with its own purpose. The decorations which were studied are the floors, the "umpaks", the columns and the ceilings.
The spatial aesthetics was manifestad by arranged the whole interior ornaments based on the unity, contrast, proportion and scales. The aesthetics of traditional Javanese architecture is reflected, revealed and rooted on the culture haritage of the people's religion and custom. In its semiological expression into the aesthetic, the intention is to create both physical and spiritual peacefulness for the people who always want peacefulness and safety.
The analyses on the elements of the interior aesthetics consisted of the floor hierarchies, the wall styles in the form of coloumn and pillars.
The illumination within the area of Bangsal Kencono is one of the aesthetic elements which is able to clearly display the parts in the interior. The purpose of this study were to understand the aestheticsand symbolic meanings of the interior and to identify the symbolic factor as an aesthetic aspect of the building.
This study used descriptive qualitative approach with the interiors aesthetic values as the objective of the review. The needed data were collected by observations, interviews and documentation. The collected data were then analyzed qualitatively by reductional verification and interpretation.
By the findings of the study, it is hoped that material an technological development can be syncronized with the aesthetics of this building's interior, which has been bequeathed by our ancestors. It will give some usefulness for those who want to make further studies and provide scientific confirmation about interior architecture.
Bangsal Kencono terletak didalam Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat dan merupakan bangunan yang ada dikawasan kraton Bangsal Kencono mempunyai berbagai bentuk ragam hias, yang merupakan simbolsimbol sebagai ekspresi sistem tanda. Simbol itu dengan maksud memberi petuah dan nasihat. Bentuk-bentuk ini mempunyai arti tentang kebudayaan Jawa, yang banyak dipengaruhi oleh budaya bangsa Hindu, Gina, Barat dan Islam.
Ditinjau dari segi bentuk, warna, skala, pencahayaan serta proposisinya, maka bentuk ragam hias ini menjadi satu kesatuan estetika. Estetika mengandung nilai-nilai simbolis dengan tujuan dan maksud tertentu. Ragam hias yang dikaji bertautan dengan lantai, umpak, tiang dan langit-langit.
Estetika tata ruang terwujud melalui penataan seluruh ornamen ruangan dari segi kesatuan, kontras, proporsi dan skala. Estetika arsitektur traditional Jawa tercermin, terungkap dan berakar pada warisan tradisi.budaya masyarakatnya, baik itu bersifat religi maupun norma adat istiadatnya. Arah dan maksud di dalam pengungkapan semiologis kedalam estetika adalah untuk menciptakan ketenangan, ketentraman baik kenyamanan batiniah maupun lahiriah. Masyarakatnya yang selalu mendambakan ketentraman dan keselamatan.
Analisis elemen estetika ruang dalam meliputi : hirarki lantai, stilasi dinding berupa soko penanggap dan penitih, serta plafond.
Pencahayaan dalam ruang Bangsal Kencono merupakan salah satu elemen estetika yang sanggup menampilkan dengan jelas setiap elemen ruang dalam bangunan. Tujuan penelitian ini adalah : untuk mengetahui makna estetika ruang dalam bangunan bangsal kencono, untuk menelusuri makna simbolik yang mendasarinya serta mengidentifikasi faktor simbolik sebagai aspek estetika bangunan tersebut.
Penelitian ini meriggunakan pendekatan deskriptif kwalitatif, sasaran pengkajian adalah nilai estetika ruang dalam bangunan. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik observasi, wawancara dan teknik dokumentasi.Data yang diperoleh di analisis dengan teknik analis kualitatif melalui prosedur reduksi verifikasi dan pemaknaan.
Dengan hasil temuan penelitian ini, diharapkan dapat diselaraskan antara semiologis dengan estetika ruang dalam bangunan yang telah diwariskan oleh nenek moyang kita. Hal ini akan memberi manfaat kepada mereka yang berminat untuk mengadakan penelitian lebih lanjut, dan memberikan konfirmasi ilmu interior arsitektur
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PROJECT-BASED LEARNING DALAM MENINGKATKAN KETERAMPILAN KOLABORASI, KEMAMPUAN REGULASI DIRI, DAN KETERAMPILAN BERPIKIR KREATIF PADA PEMBELAJARAN BIOLOGI TOPIK PEMBELAHAN SEL PADA SISWA SMA KELAS XII IPA
Advances in science and technology have led to changes in people's needs to be able to respond to existing challenges. In the 21st century, education needs to develop various skills in students such as collaboration, self-regulation, and creative thinking. These skills in students of class XII IPA SMA XYZ North Jakarta are still low and need to be improved. This study aims to analyze the implementation of the Project-Based Learning model in teaching Biology on the topic of Cell Division in improving collaboration, self-regulation, and creative thinking skills for class XII IPA students at SMA XYZ Jakarta Utara. This study used the Classroom Action Research by Kemmis dan MC Taggart model which was carried out in three cycles where each cycle consisted of planning, observation, action, and reflection stages. The instrument to be used in this study is an assessment rubric to measure collaboration skills, self-regulation abilities, and creative thinking skills. The average score of collaboration skills in cycle one was 50.0, cycle two was 62.7, and cycle three was 88.9. The value of self-regulation ability in cycle one was 35.5, in cycle two was 52.4, and in cycle three was 88.1. Creative thinking skills in cycle one 46.0, cycle two 61.1, and cycle three 87.3. The data shows that the Project-Based Learning model can improve collaboration skills, self-regulation, and creative thinking in biology learning on the topic of cell division for class XII IPA students at XYZ School, North Jakarta
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
ANALISIS PENGGUNAAN KATA TIDAK BAKU DALAM ESAI ARGUMENTATIF MAHASISWA
Banyak orang menggunakan kata tidak baku Bahasa Indonesia secara tidak disadari. Bahkan kadang-kadang penggunaan kata tidak baku bisa lebih popular/lebih banyak dipakai dibandingkan dengan bentuk kata bakunya. Makalah ini bertujuan untuk membuat Daftar Kata Tidak Baku (DKTB) yang sering dipakai berdasarkan dua belas daftar kata tidak baku yang tersedia di internet dan menggunakan daftar ini untuk melakukan analisis penggunaan kata tidak baku yang dibuat oleh mahasiswa/i semester I dalam menulis tugas argumentatif esai. DKTB terdiri atas dua kolom dan setiap kolomnya terdiri atas 948 kata tidak baku dan bentuk bakunya. DKTB tersebut kemudian digunakan untuk menganalisis 59 argumentatif esai yang dibuat oleh mahasiswa semester I secara berkelompok maksimal lima mahasiswa. Mahasiswa diingatkan agar tidak sekadar mengerjakan bagiannya masing-masing, tetapi juga saling mengoreksi tulisan anggota kelompoknya sebab penulisan/penggunaan bahasa yang baik menjadi salah satu kriteria dalam rubrik penilaian. Esai tersebut kemudian diubah menjadi daftar kata beserta frekuensinya dengan menggunakan AntConc sebuah program multiplatform gratis untuk melakukan penelitian linguistik korpus dan pembelajaran berbasis data. Program ini menghasilkan Word List atau daftar kata berjumlah 79.941 Word Tokens (total jumlah kata dalam teks, terlepas dari berapa sering kata-kata tersebut diulang) dan 7.188 Word Types (jumlah kata yang berbeda dalam teks). Melalui sebuah program spreadsheet dengan menggunakan DKTB sebagai pembanding, ditemukan 76 word types sebanyak 365 word tokens yang tidak baku. Bentuk baku dari 75 word types yang tidak baku itu kemudian dicari dalam keseluruhan teks berikut frekuensi pemakaiannya. Ditemukan 41 dari 73 word types tidak baku yang frekuensi penggunaannya lebih tinggi dari bentuk bakunya. Misalnya, kata “mempengaruhi” yang merupakan bentuk tidak baku menurut KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia) Daring muncul atau digunakan 67 kali, sementara bentuk bakunya, “memengaruhi” hanya muncul 12 kali. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pemakaian kata dalam bentuk tidak baku cukup banyak ditemukan dalam kumpulan esai yang diteliti, bahkan ada yang frekuensi penggunaannya lebih tinggi dari bentuk bakuny
USING OAS.WEB.ID TO CREATE ENGLISH VOCABULARY SIZE QUIZ
ABSTRACT
A systematic and continuous vocabulary assessment is required to monitor the progress of learners’ learning and readiness to follow certain instr8uctional programs. The purpose of this study is to report a tryout of constructing an online quiz using http://oas.web.id/. OAS is an ongoing R&D project to help teachers and/or educational researchers create an online quiz by converting multiple-choice questions from a spreadsheet program (i.e. MS Excel or Google Sheets) into a Google Forms quiz, Moodle, paper-based quiz, Kahoot, or any other quiz makers that have import facility. This paper focuses on describing the making and tryout of a vocabulary-size quiz into Google Forms quiz to find out whether the resulting quiz works. The result shows that OAS offered an easy and very quick way in creating a vocabulary-size quiz successfully by copying the already available vocabulary-size questions based on Nation and Beglar’s Vocabulary Size Test. The researcher and the voluntary test students got the scores immediately after they had submitted the Google Forms. It can then be concluded that the OAS created the vocabulary quiz successfully without any serious technical problems.
BAHASA INDONESIA ABSTRAK
Sebuah asesmen kosakata yang sistematis dan berkelanjutan diperlukan untuk memonitor kemajuan dan kesiapan pembelajar untuk mengikuti program-program pembelajaran. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melaporkan sebuah uji coba dari penyusunan sebuah kuis dalam jaringan menggunakan http://oas.web.id/. OAS adalah sebuah proyek penelitian dan pengembangan untuk menolong guru-guru dan/atau peneliti-peneliti pendidikan membuat sebuah kuis dalam jaringan dengan cara mengonversi pertanyaan-pertanyaan pilihan berganda dari sebuah program lembar kerja (misalnya Microsoft Excel atau Google Sheets) ke dalam kuis Google Forms, Moodle, lembar kuis cetak, Kahoot, atau program-program pembuat kuis lainnya yang memiliki fitur impor. Paper ini fokus pada penggambaran proses pembuatan dan uji coba sebuah kuis kosakata dengan Google Forms untuk mengetahui apakah kuis tersebut bisa digunakan. Hasilnya menunjukkan bahwa OAS menawarkan sebuah cara yang mudah dan sangat cepat dalam membuat sebuah kuis kosakata dengan menyalin pertanyaan-pertanyaan kosakata yang telah disediakan berdasarkan tes kosakata Nation and Beglar’s. Peneliti dan mahasiswa/i yang berpartisipasi di uji coba, langsung mendapatkan hasil kuis setelah mereka mengumpulkan Google Forms. Kemudian dapat disimpulkan bahwa OAS sukses membuat kuis kosakata tanpa ada masalah-masalah teknis yang berarti
Penerapan Metode Cerita Bergambar untuk Meningkatkan Kemampuan Menyimak, Penguasaan Kosakata dan Kemampuan Berbicara Bahasa Inggris
Berdasarkan hasil wawancara dengan dua orang guru kelas TK B Narada, selama pembelajaran jarak jauh akibat dari pandemi Covid 19 yang mengharuskan siswa belajar dari rumah, kemampuan berbahasa Inggris anak usia 5-6 tahun di TK B Narada mengalami penurunan. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan penguasaan kosakata bahasa inggris dan kemampuan berkomunikasi anak usia dini melalui metode cerita bergambar di kelompok B TK NR. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas dan bersifat kolaboratif antara peneliti dan guru kelas. Subjek penelitian adalah anak kelompok B TK NR yang berjumlah 21 anak. Teknik pengumpulan data adalah menggunakan lembar observasi yang diisi oleh peneliti bersama dengan guru kelas. Penelitian ini menggunakan dua analisis data yaitu deskriptif untuk mendeskripsikan subjek penelitian berdasarkan data yang diperoleh dan refleftif untuk membandingkan hasil belajar sebelum dan sesudah dilakukan tindakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode cerita bergambar mampu meningkatkan kemampuan menyimak, penguasaan kosakata dan kemampuan berbicara bahasa inggris pada anak
PENGARUH PENERAPAN PEER TEACHING TERHADAP TINGKAT KETERLIBATAN (STUDENT ENGAGEMENT), MOTIVASI, DAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK KELAS X SMA GLOBAL PRESTASI PADA MATERI TRIGONOMETRI
The selection of learning strategies is very important, the right strategy will support the achievement of the desired learning objectives. This study aims to determine the effect of the application of peer teaching on student engagement, motivation, and learning outcomes of grade X students at Global High Prestasi School on Trigonometry material. This quantitative research with the quasi-experiment involves variables related to student engagement, motivation, and learning outcomes, while the independent variable is the application of peer teaching. There were 50 students in grade X who were the subjects of research and were divided into two groups that received different treatments: group 1 was an experimental class and group 2 was a control class, where each group consisted of 25 students. The collection of engagement and motivation instruments uses questio nnaires and observation sheets, while the learning outcomes are in the form of written tests (pretest and posttest). The instrument was tested using a Multivariate Analysis of variance (MANOVA) and an independent t-test with a significant level of 5% (α = 0.05). The results showed the influence of the application of peer teaching in both groups and the difference between the level of engagement, motivation, and learning outcomes of students shown in the t-test table in the sig column. (2-tailed) line Equal variances are assumed with significant values of the same variables of engagement and motivation of 0.000 and learning outcomes of 0.015, which means less than 0.05
- …
