18,263 research outputs found
Cioccolato Jar / Imran Abdul Hamid @ Hamid
Cioccolato Jar is a business that are selling Choco jar of multiple types as their main product. The types of Choco jar that Cioccolato Jar sell are original Cioccolato jar which use melted milk chocolate as their base and Cioccolato White which use melted white chocholate. Both types come with 2 choice of cereal which is bubble rice and baby crunch. Cioccolato Jar Products are suitable for everyone regardless of their age and gender as it does not contain any harmful ingredients. For now, Our Target market are teenagers and kids as they tend to like sweet snacks.
Cioccolato Jar currently operates in Klang and through online only. This due to Cioccolato Jar is fully operates from the home of the founder. Cioccolato Jar is promoting their products on Facebook. Currently our Facebook page has reached 133 total likes. We are expecting the number to grow in the future.
Cioccolato Jar is owned and managed by Imran Bin Abdul Hamid @ Hamid, a student of UiTM Selangor. He is the sole founder of Cioccolato and he alone produce all the products by himself. Imran manages the business from home and provide delivery across all states in Malaysia including Sabah and Sarawak by using the courier service such as J&t Express and Dhl eCommerce. In the future, we expect this business to grow successfully as the demand of the chocojar are high and chocolate is the most favored snacks for all layer of generations
Abdul Hamid Petta Ponggawae: profil panglima yang pantang penyerah
Abdul Hamid adalah putra Raja Bone La Pawawoi Karaeng sigeri dari hasil perkawinannya dengan I Karimbo Daeng Tamene, putri Arung Mengempang (Barru). Sebagai anak pattola bukan hanya dapat diangkat menjadi mangkau (raja) di Kerajaan Bone, tetapi juga sebagai arung (raja) di Kerajaan Barru ' Perlawanan Abdul Hamid Petta Ponggawae dalam menentang kekuasaan pemerintah Belanda, dilatari oleh akumulasi dari Pertentangan -Pertentangan antara Bone dengan Belanda. Mencapai puncaknya ketika Belanda bermaksud menguasai secara langsung Bone. Terjadi pertempuran antara pasukan Belanda dan pasukan Kerajaan Bone.Pasukan Kerajaan Bone terdesak. Pasukan Belanda melakukan pengejaran terhadap raja Bone, akhirnya berhasil mengepung Raja Bone La Pawawoi Karaeng Segeri bersama pengawalnya di Pegunungan Awo (TanaToraja) padar 8 November 1go5. Pada pertempuran tersebut, Abdul Hamid Pettaponggawae gugur bersama puluhan laskar Bone. sementara raja Bone*.ditangkap kemudian diasingkan ke Bandung oleh pemerintah Belanda
Pengembangan Video Pembelajaran Tari Gandrung Rembaq Gaya Abdul Hamid Di SMP Negeri 2 Mataram
Penelitian pengembangan (research and development) ini bertujuan untuk mengembangkan video pembelajaran Tari Gandrung Rembaq Gaya Abdul Hamid, menjelaskan sejarah tari, ragam gerak dan proses melakukan gerak, tata rias dan busana serta musik pengiring tari Gandrung Rembaq. Video Pembelajaran dilengkapi gambar, tulisan, musik latar, serta suara narator untuk memperjelas dan mempermudah memahami tari Gandrung Rembaq. Tari Gandrung Rembaq merupakan tari tradisional Lombok khususnya suku sasak, sebagai tari pergaulan muda-mudi dan bersifat hiburan. Pada tahun 1991, Abdul Hamid dan Luh Putu Sari Ekayani mengadakan penataan tari Gandrung Lombok dengan menambah jumlah penari menjadi 5 orang dan waktu pementasan dipersingkat. Tari Gandrung yang sudah ditata diberi nama Gandrung Rembaq, 1Crembaq 1D berarti banyak. Penyesuaian iringan tari (musik) ditata oleh Ida Wayan Pasha. Instrumen musik yang digunakan diantaranya cungklik, saron, suling selisir, suling kecil, redap, gendang, kajar, petuk, kemong, rincik, dan gong. Proses penelitian diawali dengan need assesment untuk mendeskripsikan persoalan-persoalan terkait dengan tari Gandrung Rembaq, selanjutnya proses pembuatan video, kemudian uji ahli meliputi uji materi tari, uji media pembelajaran dan uji guru tari. Validasi uji perorangan dan uji kelompok kecil dilakukan pada siswa kelas VIII SMP Negri 2 Mataram. Data yang diperoleh berupa data kuantitatif dianalisis dengan menggunakan penyekoran, sedangkan data kualitatif diperoleh melalui komentar dan saran. Hasil penilaian (tinjauan) dari uji ahli menunjukkan bahwa video pembelajaran tari Gandrung Rembaq Gaya Abdul Hamid sangat layak dan tidak perlu direvisi. Sedangkan hasil uji coba perorangan dan kelompok kecil menunjukkan bahwa video pembelajaran tari Gandrung Rembaq Gaya Abdul Hamid dalam kategori layak dan tidak perlu direvisi.
Kata kunci: Pengembangan, video pembelajaran, tari gandrung rembaq
PKAPP set new collaboration with Jambatan Kedua Sdn Bhd / Ts Dr Mohd Samsudin Abdul Hamid
Permatang Pauh, March 1st - Center for Civil Engineering Studies, Universiti Teknologi MARA, Cawangan Pulau Pinang was setting a new milestone with Jambatan Kedua Sdn. Bhd. in signing Memorandum of Understanding on 1st April 2021. Both stakeholders were represented by Prof. Ts. Dr Salmiah Kasolang, Rector, Universiti Teknologi MARA, Cawangan Pulau Pinang and Datuk Saat Esa, Chairman, Jambatan Kedua Sdn. Bhd. This event was held at Banquet Hall, Hotel UiTM Cawangan Pulau Pinang, Kampus Permatang Pauh. These collaborations are involved in academic publication, research and development, knowledge transfer programs, professional training, student development, and corporate and university social responsibilities. The Memorandum of Understanding was initiated by Dr Hj Anas Ibrahim, Dr Siti Hafizan Hassan and Ts. Dr Mohd Samsudin Abdul Hamid. In almost one year, some activities were done that involved both parties in fulfilling the MoU. The activities are collaboration as industrial supervisor for 4 final year project students in charge by Ts. Nur Hajar Ismail Mat Zin and Ts. Dr Mohd Samsudin Abdul Hamid, industrial training for EC221 students from 16th August to 8th October 2021, knowledge transfer program by Ts. Syahrul Fithry Senin entitled 'Short Course on Bridge Signal Analysis for Estimation of Deterioration Rate' on 19th June 2021, virtual site visit to Jambatan Kedua Sdn. Bhd. organized by Ir. Mohamed Zain Hashim on 21st June 2021, and industrial panel for final year project students' presentation for semester March to July 2021 and October 2021 to February 2022
Pioneers of Library Movement in Pakistan
The paper aims to describe in brief the contribution of seven leaders of Pakistan librarianship, viz. K.B. Khalifa M. Asadullah, Prof. Dr. Abdul Moid, Dr. Abdus Subuh Qasimi, Muhammad Shafi, Fazal Elahi, Khawaja Nur Elahi and S. V. Hussain. The early library developments are given for better understanding of the role of these leaders
Bengkel pembangunan website Microcredential PHY130 / Haslinda Abdul Hamid and Siti Azlina Rosli
Pada 2 September 2021, Jabatan Sains Gunaan telah menganjurkan bengkel membina website menggunakan platform Wix.com secara atas talian. Bengkel yang bermula jam 3 petang hingga 5 petang ini dikelola oleh ChM Marina Mokhtar menggunakan platform Google Meet. Peserta adalah terdiri daripada pembangun Microdential (MC) kursus PHY130, iaitu Encik Sharaf Ahmad, Dr. Haslinda Abdul Hamid, Dr. Ainorkhilah Mahmood, Puan Noorezal Atfyinna Mohd Napiah dan Puan Siti Hajar Khali
KESULTANAN BIMA PADA MASA PEMERINTAHAN SULTAN ABDUL HAMID 1767-1811
Tujuan penelitian ini adalahUntuk mengetahui (i) kondisi kesultanan Bima di bawah pimpinan Sultan Abdul Hamid; (ii) Dinamika Politik dan Kekuasaan yang terjadi pada masa pemerintahan Sultan Abdul Hamid. Peneltian ini menggunakan pendekatan kualitatif yang merupakandatadalambentukuraianataupenjelasan yang menekankan pada kejadian- kejadian peristiwa masa lalu yang berkaitan dengan sejarah Sultan Abdul Hamid dengan teknik pengumpulan data yang ditempuhberdasarkanmetodepeneitiansejarahyaituheuristik, kritikdanhistografi.
Hasil penelitian ini menunjukan bahwa (i) kondisi kesultanan Bima dibawa pimpinan Sultan Abdul Hamid.Sepanjang masa pemerintahan Sultan Abdul Kadim dan Sultan Abdul Hamid, hubungan Kesultanan Bima dengan Belanda masih dalam suasana tidak bersahabat.Dalam perdagangan, keduanya terus mempertahankan politik dagang bebas. (ii) dinamika politik dan kekuasaan yang terjadi pada masa pemerintahan Sultan Abdul Hamid. Sultan Abdul Hamid sadar, bahwa rakyat serta negri yang dicintainya sedang dilanda berbagai tantangan, akibat politik de vide et empera Belanda pada masa pemerintahan ayahnya. Untuk mengatasi semua persoalan tersebut, Abdul Hamid harus berjuang keras.Hubungan dengan Makassar harus segera dipulihkan, pertahanan keamanan perlu ditingkatkan, perdagangan harus segera dibenahi seperti pada masa sebelumnya.
Kata Kunci: Masa Kesultanan Abdul Hami
Pemikiran Pendidikan Islam Abdul Hamid AL-Katib
Seiring dengan perkembangan zaman, kebutuhan masyrakat muslim khususnya untuk meweujudkan cita-citanya melalui proses pendidikan semakin meningkat dan semakin berkualitas.Perubahan kebutuhan tersebut sebagai dampak dari tuntunan zaman yang semakin hari semakin bertambah kompleks. Hal tersebut yang menjadikan para intelekutal muslim terus berijtihad dalam memperbaiki pendidikan Islam.Sebagai ulama besar Abdul Hamid Al katib memiliki konsep pemikiran tersendiri mengenai pendidikan Islam. selanjutnya penulis menganlisi relevansi pemikiran Pendidikan Islam Abdul Hamid Al-Katib terhadap pendidikan Islam kontemporer.yang memiliki tujuan untuk mengetahui pemikiran Abdul Hamid Al katib tentang Pendidikan Islam serta sejauh mana relevansinya dengan Pendidikan Islam kontemporer.Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dalam bentuk kepustakaan (library research). Data yang dikumpulkan menggunakan teknik studi pustaka. Hasil penelitian ini disajikan secara deskriptif analitik.Hasil penelitian ini adalah bahwa menurut Abdul Hamid Meningkatkan kualitas diri dengan ilmu dan akhlak, taat kepada Allah, dan menahan hawa nafsu, adalah pedoman untuk menjadi pemimpin agar sukses membawa rakyatnya kepada keridhaan Allah SWT.Dari penelitian ini penulis berharap untuk para pembaca atupun penulis lain untuk melakukan penelitian serupa sehingga dapat menambahkan data-data, sumber ataupun melakukan penelitian yang membahas namun aspek yang berbeda dari penelitian ini. Untuk menambah khasanah mengenai sosok Abdul Hamid Al katib. selain itu pemikiran beliau ini bagi saya sangat mengacu terhadap pemurnian Pendidikan Islam dengan melakukan pembinaan terhada
Sultan Abdul Hamid II bertemu Habib Abd al-Rahman?
Ada pertanyaan yang cukup menarik, apakah Sultan Abdul Hamid II sebagai penguasa Negara Utsmaniyah yang perkasa bertemu dengan Habib Abd al-Rahman az-Zahir, seorang politikus ternama di Kesultanan Aceh, sedangkan yang disebut terakhir bermukim di Jeddah selama dekade terakhir abad ke-19. Pertanyaan itu menarik karena seperti kita ketahui bahwa selama dua kali kunjungan az-Zahir ke İstanbul (1868 dan 1873), Abdul Hamid II belum juga naik tahta. Tapi mungkin ada beberapa kesempatan untuk pertemuan langsung atau setidaknya korespondensi konstan antara Abdul Hamid II dan az-Zahir, di tahun-tahun mendatang setelah Abdul Hamid II menjadi penguasa (1876)
Marche De S. M. Impériale Le Sultan Abdul Hamid Han
MARCHE DE S. M. IMPÉRIALE LE SULTAN ABDUL HAMID HAN
Marche De S. M. Impériale Le Sultan Abdul Hamid Han ([1])
Cover ( - )
Titelseite ([1])
Marche Impériale ([2])
Abbildung ([7])
Douanaméï Humayoun ([8]
- …
