1,721,818 research outputs found

    Kontribusi Entropi Pelarutan Standar dan Temperatur terhadap Energi Bebas Pelarutan Standar Senyawa-Senyawa Alkali Halida

    No full text
    ABSTRAK   Salamah, Adluwaty Rohimi. 2011. Kontribusi Entropi Pelarutan Standar dan Temperatur terhadap Energi Bebas Pelarutan Standar Senyawa-Senyawa Alkali Halida. Program Studi Kimia FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing 1: Prof. Effendy, Ph.D; Pembimbing 2: Drs. Ida Bagus Suryadharma, M.S.   Kata-kata kunci: kontribusi entropi, energi bebas, pelarutan, alkali halida Perlarutan kristal alkali halida dalam air dapat dianggap meliputi dua tahap. Pertama, disosiasi kristal alkali halida menjadi kation-kation dan anion-anion dalam fasa gas. Kedua, solvasi kation-kation dan anion-anion dalam fasa gas oleh molekul-molekul air. Tahap pertama terjadi secara endotermik karena melibatkan pemutusan ikatan ionik antara kation-kation dan anion-anion. Tahap kedua berlangsung secara eksotermik karena terjadi gaya ion dipol antara kation-kation dan anion-anion dengan molekul-molekul air. Pelarutan kristal alkali halida dalam air berlangsung secara eksotermik apabila energi yang dibebaskan pada tahap kedua lebih besar dibandingkan energi yang diperlukan pada tahap pertama. Sebaliknya, berlangsung secara endotermik apabila energi yang dibebaskan pada tahap kedua lebih kecil dibandingkan energi yang diperlukan pada tahap kedua. Pelarutan kristal alkali halida berlangsung secara spontan apabila pelarutannya berlangsung secara eksotermik. Pelarutan juga berlangsung secara spontan apabila pelarutannya berlangsung secara endotermik akan tetapi entropi pelarutan masih dapat mengatasi entalpi pelarutan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan kontribusi entropi pelarutan standard dan temperatur terhadap energi bebas pelarutan standar senyawa-senyawa alkali halida. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif teoritik. Adapun langkah-langkah dalam penelitian adalah mencari data tentang entalpi pelarutan standar (∆Hlarº) dan energi bebas pelarutan standar (∆Glarº) dari senyawa-senyawa alkali halida, menghitung harga -T∆Slarº, dan menghitung persentase dari harga -T∆Slarº terhadap harga ∆Glarº. Hasil penelitian menunjukkan bahwa untuk pelarutan senyawa alkali halida dalam air yang berlangsung secara eksotermik (∆Hlarº < 0), kontribusi entropi pelarutan standar dan temperatur terhadap energi bebas pelarutan standar adalah 39,5 %. Kontribusi entropi pelarutan standar dan temperatur terhadap energi bebas pelarutan standar semakin besar dengan semakin besarnya perbedaan ukuran kation dan anion dalam alkali halida

    Total kindergarten management system / Halida Burkhan

    Full text link
    Sistem maklumat dan penggunaan komputer adalah dua perkara penting yang menjadi teras bagi semua organisasi. Menyedari keadaan ini, pihak kerajaan telah membangunkan projek MSC atau Multimedia Super Corridor. Projek mega ini bertujuan untuk menjadikan Malaysia pusat teknologi dan telekomunikasi menjelang 2020 nanati. MSC diharapkan akan melancarkan lagi penggunaan teknologi berciri IT. Terdapat 7 teraju utama dalam projek mega MSC dan Smart School atau Sekolah Bistari adalah salah satu daripadanya. Sistem Pengurusan Tadika ini dibina selaras untuk manyahut langkah kerajaan. Walaupun apa yang dimaksudkan sebagai Sekolah Bistari adalah bermula dengan sekolah rendah, tetapi dengan terbinanya sistem ini dapat membuktikan bahawa pihak pra-sekolah juga berkemampuan untuk bersama menjayakan projek mega kerajaan ini. Sistem ini mampu untuk menguruskan tadika secara menyeluruh, daripada hal ehwal murid sehinggalah ke inventori peralatan tadika. Sistem ini membolehkan pengguna mengemaskini rekod-rekod pelajar dan inventori. Dalam laporan ini disediakan 4 bab yang merangkumi Pengenalan, Kajian Literasi, Analisis dan Metodologi Sistem dan Analisa Rekabentuk Sistem. Keempat-empat bab ini dianggap penting kerana ia adalah fasa-fasa yang perlu dilengkapkan oleh seseorang pengaturcara sebelum mendapat keperluan sistem dengan jelas dan terperinci. Dengan melengkapkan keempat-empat bab ini, pengaturcara dapat menghasilkan sistem yang memenuhi kehendak dan keperluan pengguna

    Pengembangan lembar kerja berbasis Predict-Observe-Explain untuk pemodelan reaksi SN2 pada Alkil Halida menggunakan NwChem

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan menyusun lembar kerja berbasis predict-observe-explain untuk pemodelan reaksi SN2 pada alkil halida menggunakan NwChem, menentukan kelayakan lembar kerja, serta menentukan energi aktivasi dan ∆H reaksi SN2 pada alkil halida menggunakan NwChem. Lembar kerja dibuat menggunakan metode DBR dengan rangkaian tahapan model ADDIE. Prosedur lembar kerja mengikuti hasil dari percobaan perhitungan untuk menentukan energi aktivasi dan ∆H reaksi SN2 pada alkil halida menggunakan NwChem. Format lembar kerja yang telah dihasilkan selanjutnya dilakukan uji validasi. Hasil uji validasi tiga validator terhadap format lembar kerja berbasis predict-observe-explain untuk pemodelan reaksi SN2 pada alkil halida menggunakan NwChem dinyatakan telah memenuhi syarat (valid), dengan nilai rata-rata rhitung yang diperoleh sebesar 0,83. Hasil perbandingan untuk nilai ΔH reaksi SN2 antara ion hidroksida direaksikan dengan metilklorida > butilklorida > isopropilklorida metilbromida. Perbandingan nilai energi aktivasi ion hidroksida direaksikan dengan metilklorida > butilklorida t-butilklorida. Sedangkan energi aktivasi antara ion hidroksida direaksikan dengan metilfluorida metilbromida < metilklorida. Untuk pebandingan nilai energi aktivasi dan ΔH reaksi SN2 antara metilklorida yang direaksikan dengan ion hidroksida lebih besar dibandingkan direaksikan dengan air

    PENGEMBANGAN INSTRUMEN TES PENGUASAAN KONSEP SENYAWA ALKIL HALIDA: ANALISIS VALIDITAS MODEL RASCH

    Full text link
    Pengembangan tes dalam bentuk bentuk butir soal pilihan ganda sebanyak 13 soal, bertujuan untuk mengukur kemampuan siswa pada pokok bahasan alkil halida. Penelitian menggunakan metode kuantitatif deskriptif. sebanyak 92 mahasiswa yang telah mempelajari senyawa alkil halida dari mata kuliah kimia organik. Kelayakan yang dianalisis dengan model Rasch pada program Winsteps, meliputi tingkat kesulitan soal, validitas aitem, validitas konstruk, validitas konten, dan reliabilitas instrumen. Diperoleh hasil sebaran tingkat kesulitan soal yang merata, sehingga dapat mengukur kemampuan siswa di berbagai level pengetahuan. Validitas konstruk dibuktikan dengan nilai raw variance sebesar 40,2%, dan validitas konten menunjukkan soal-soal fit dengan model Rasch. kelayakan instrumen juga terlihat dari nilai relibilitasnya yang sangat baik yakni 0,96. Soal-soal yang dikembangkan, dapat menjadi alat ukur keberhasikan perkuliahan kimia organik, khususnya pada pembahasan senyawa alkil halida

    Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis

    Full text link
    The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed

    PENGARUH UKURAN PERUSAHAAN, UMUR PERUSAHAAN, PROFITABILITAS DAN LEVERAGE TERHADAP PENGUNGKAPAN ISLAMIC SOCIAL REPORTING

    Full text link
    SELMA HALIDA. The Influence of Company Size, Company Age, Profitability and Leverage Islamic Social Reporting Disclosure. Universitas Negeri Jakarta, 2017 This research aims to determine the effect of firm size, company age, profitability and leverage on the disclosure of Islamic Social Reporting. The Islamic Social Reporting dependent variable is measured by using content analysis method on the items of ISR index. The independent variable firm size is measured by Ln of total asset, firm age is measured by calculating years since the company's operation until the year of observation, profitability is measured by Return on Asset (ROA) and leverage is measured by Debt to Total Asset Ratio (DAR). The object of this study is the Sharia Commercial Bank in Indonesia. This research’s sampling technique is purposive sampling and obtained 11 sample company from the total of 13 population. With 5 years of observation period, the total sample is 55 samples. This research’s result is only the size of the company is significantly influence the disclosure of Islamic Social Reporting. While the company age, profitability and leverage does not affect the disclosure of Islamic Social Reporting of Sharia Commercial Bank in Indonesia and registered in OJK 2012-2016. Keywords: islamic social reporting, company size, company age, profitability, and leverage

    Kemampuan Menyelesaikan Persamaan Kuadrat dengan Faktorisasi Siswa Kelas X MAN 1 Marabahan. Skripsi, Jurusan Tadris Matematika

    Full text link
    Halida. 2009. Kemampuan Menyelesaikan Persamaan Kuadrat dengan Faktorisasi Siswa Kelas X MAN 1 Marabahan. Skripsi, Jurusan Tadris Matematika, Fakultas Tarbiyah. Pembimbing: (I) Drs. H. Mubin, M.Ag. (II) Dra. Hj. Sessy Rewetty Rivilla M., M.Pd Materi persamaan kuadrat dengan faktorisasi termuat dalam pokok bahasan persamaan kuadrat yang disajikan di kelas X semester I. faktorisasi merupakan salah satu cara untuk menyelesaikan persamaan kuadrat. Dalam menyelesaikan persamaan kuadrat dengan faktorisasi siswa dituntut mengetahui dan memahami konsep faktorisasi dan siswa juga harus terampil. Karena itu dilakukan penelitian yang bertujuan untuk mengetahui kemampuan siswa kelas X MAN 1 Marabahan tahun pelajaran 2008/2009 dalam menyelesaikan persamaan kuadrat dengan faktorisasi dan faktor-faktor yang mempengaruhi kemampuan siswa tersebut. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan populasinya adalah seluruh siswa kelas X MAN 1 Marabahan tahun pelajaran 2008/2009 (subjek penelitian) yang berjumlah 108 siswa. Pengambilan data tentang kemampuan siswa menyelesaikan persamaan kuadrat dengan faktorisasi adalah dengan menggunakan instrumen tes yang terlebih dahulu dan reliabilitas. Selanjutnya data yang terkumpul di analisis dengan menggunakan persentasi dan beracuan pada Standar Ketuntasan Belajar Minimal (SKBM) serta konsep belajar tuntas. Sedangkan pengambilan data tentang faktor-faktor yang mempengaruhi kemampuan siswa dalam menyelesaikan persamaan kuadrat dengan faktorisasi adalah dengan menggunakan angket, wawancara dan observasi. Dari hasil analisis data diperoleh gambaran bahwa siswa kelas X MAN 1 Marabahan tahun pelajaran 2008/2009, menuntut konsep belajar tuntas secara klasikal belum mampu menyelesaikan persamaan kuadrat dengan faktorisasi berdasarkan taraf penguasaan, berdasarkan banyaknya soal yang dijawab benar dan berdasarkan langkah pengerjaan. Adapun faktor-faktor seperti faktor minat siswa, aktivitas siswa, pengajaran guru dan fasilitas yang dimiliki siswa dalam penelitian ini kurang berpengaruh terhadap kemampuan siswa menyelesaikan persamaan kuadrat dengan faktorisasi

    Conception, integration, and experiences of information literacy through resource-based learning / Halida Yu

    Full text link
    This study employed a case study qualitative inquiry to understand how teachers incorporated, and students experienced information literacy through a resource-based school project. Although project-based learning is claimed to promote information literacy development, most of the studies are conducted in the western society. Few studies have explored on this area in the context of developing nations to validate the findings. Employing the situated information literacy (SIL) theory, this study argues that learning could only be understood by observing the process within its context. It uses the three directions: SIL model to examine information literacy experiences from three directions, namely: actions and product, cognition, and participation directions. The participants in the study were four project teachers and twenty-three students (formed into four groups). They came from four schools that represent the “typical” schools in Malaysia. It adopted multiple data collection techniques: (a) teacher interview; (b) students focus-group interview (FGI); (c) students research journal. Two auxiliary techniques; classroom observation and students project report were also employed to triangulate the findings. The multiple method and data sources investigation have led to the multi-stage, simultaneous data collection research protocol research design to overcome time constraint and ethical challenges. Data were collected in three stages: (a) stage one: classroom observation, student journal; (b) stage two: teacher interview, collecting students’ journals, students FGI one; (c) stage three: students FGI two, collecting students’ report, FGI three. iv The findings revealed low information literacy awareness among all participants. Most teachers and students did not know, or have never heard about “information literacy”. Students’ competencies were found to be at the lower end of the information literacy model orders. Teachers and students were nevertheless, found to engage in some information-related activities, particularly on information seeking, information use and referencing, and report writing. Teachers’ teaching approaches were examined to understand knowledge transfer pertaining to research and writing skills. The results revealed that teachers did not play crucial role to demonstrate complex skills in these areas. Accordingly, students demonstrated low competencies in these skills. The straightforward nature of the project task and teacher’s teaching approach did not help to get students engaged into more challenging, informationbased activities. They were spared from engaging in critical thinking activities such as defining the task or the problem statement. They opted for convenience, rather than reliable information during the information seeking stage and relied mostly on internet resources. They were innocently unaware of ethical information use practices and plagiarised indiscriminately, and report writing, to some extent was about transporting chunks of information into their report. There was almost no reflection made on learning process and the end product. Despite the negative findings, students reported to have learned and benefited much from the project, some of which were, developing; ICT skills, information seeking skills, referencing skills, collaborative skills, and report writing skills. The study therefore, validates the argument against merely focusing on getting students to accomplish several v isolated skills in a decontextualized environment. It maintains that each learning experience should be understood within its context

    Variations on the Author

    Full text link
    “Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship
    corecore