124 research outputs found
peningkatan proses dan hasil belajar pendidikan agama islam melalui metode bernyanyi (penelitian tindakan kelas pada siswa kelas viii b smpn 4 tulakan pacitan)
ABSTRAK
Kusuma, Febri Nur Hadi. 2019. Peningkatan Proses dan Hasil Belajar Pendidikan Agama Islam Melalui Metode Bernyanyi (Penelitian Tindakan Kelas Pada Siswa Kelas VIII B SMPN 4 Tulakan Pacitan). SKRIPSI. Jurusan Pendidikan Agama Islam Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Institut Agama Islam Negeri Ponorogo. Pembimbing, Dr. Hj. Evi Muafiah, M.Ag.
Kata Kunci : Prestasi Belajar, Antusias Belajar, Metode Bernyanyi, PAI
Mata pelajaran agama Islam merupakan suatu sarana dalam membentuk kepribadian siswa yang riligius. Namun pada kenyataanya pelajaran agama Islam masih belum efektif dalam membentuk kepribadian siswa. Hal tersebut dikarenakan kurangan waktu dalam pembelajaran PAI di Sekolah Menengah Pertama, pada setiap minggunya hanya diberi waktu 2 jam pelajaran. Berdasarkan hasil observasi dilapangan peneliti menemukan suatu masalah pada proses pembelajaran PAI, guru belum menggunakan metode pembelajaran yang sesuai dengan materi. Hal tersebut berdampak pada proses belajar siswa yang kurang efektif sehingga berdampak pada hasil belajar siswa. Penelitian ini memberi solusi bahwa metode bernyanyi membuat pembelajaran menjadi menyenangkan dan siswapun antusias dalam pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) peningkatan proses belajar PAI melalui metode bernyanyi pada siswa kelas VIII B SMP Negeri 4 Tulakan Pacitan (2) peningkatan hasil belajar PAI melalui metode bernyanyi pada siswa kelas VIII B SMP Negeri 4 Tulakan Pacitan. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK), dengan subjek penelitian ini terdiri dari 28 siswa kelas VIII B SMP Negeri 4 Tulakan Pacitan. Penelitian ini terdiri dari tiga siklus yaitu Pra Siklus, Siklus I, Siklus II, dan Siklus III. Pada setiap siklusnya terdiri dari empat tahap yaitu: perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Analisis data penelitian menggunakan model Kemmis dan Mc Taggart. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) proses belajar PAI melalui metode bernyanyi pada siswa kelas VIII B SMP Negeri 4 Tulakan Pacitan peningkatan dalam hal antusias dalam memperhatikan penjelasan guru, antusias siswa dalam bernyanyi, antusias siswa dalam merespon aktivitas pembelajaran. Hal ini ditunjukan dengan peningkatan antusias belajar siswa pada siklus I mencapai 64,28%, Pada siklus II antusias belajar siswa 75,00%, Pada siklus III antusias belajar siswa 92,85 %. (2) Hasil Belajar PAI siswa melalui metode bernyanyi pada siswa kelas VIII B SMP Negeri 4 Tulakan Pacitan meningkat. Hal ini ditunjukan dengan peningkatan hasil belajar siswa siklus I mencapai 78,57 %, pada siklus II mencapai 89,28%, dan pada siklus III hasil belajar siswa mencapai 100 %
STUDI KASUS LEVEL FATIGUE PADA PASIEN HEMODIALISA SETELAH DILAKUKAN BREATHING EXERCISE DI RUANG HEMODIALISA RSUD DR. LOEKMONO HADI KUDUS TAHUN 2018
In the background of patients undergoing hemodialysis for a long time, fatigue symptoms were experienced in 82% to 90% of patients. Hemodialysis is a kidney replacement therapy that is done 2-3 times a week with a duration of 4-5 hours, generally will cause physical stress in hemodialysis patients. The purpose of this case study is to find out the results of analissical breathing exercise on the level of fatigue in hemodialysis patients in the Hemodialysis ward in Dr. Lokmono Hadi Public hospotal in 2018.Research method with a case study approach. Population was 64 patients undergoing routine hemodialysis. 4 respondent samples were taken by using consecutive sampling.The case study was conducted from 26 July to 9 August 2018. Data were collected by using questionnaires.The results showed that the fatigue score of hemodialysis patients before and after breathing exercise were in moderate and mild categories respectively. The results of the analysis can be concluded that there are differences in hemodialysis patients before and after given breathing exercise in dr. Loekmono Hadi public hospital in Kudus in 2018. The researcher expects that the breathing exercise can be used as one a nursing program to reduce the fatigue level of hemodialysis patients
ANALISIS KEPUASAN PENGUNJUNG PADA PT TAMAN IMPIAN JAYA ANCOL DITINJAU DARI KUALITAS PELAYANAN
FEBRI CHOLID MUHTADI. 2015. 8223128284. Analisis Kepuasan Pengunjung pada PT TAMAN IMPIAN JAYA ANCOL Ditinjau Dari Kualitas Pelayanan.Program studi DIII manajemen pemasaran. Jurusan Manajemen. Fakultas Ekonomi. Universitas Negeri Jakarta.
This paper has purpose to know about the impact service quality of customer satisfaction in PT Taman Impian Jaya Ancol. The writer take the title to find out how the impact of service quality on satisfaction. The method used is a descriptive analysis with searching trought library,observation and quetioner. Technical analysis used of data is descriptive analysis, the data has been collected will be processed with SPSS. In this study the author used technical data analysis correlation.
From the results of this study it can be concluded that the prence of a positive relationship between service quality on customer satisfaction by 5,293 and the magnitude of impact of service quality to customer PT Taman Impian Jaya Ancol conducted customer satisfaction levels by 29,2% while the remaining 70,8% influenced by other factors
Pelaksanaan Kegiatan Personal Selling Guna Meningkatkan Penjualan Pada PT. Kereta Api Indonesia (Persero) DAOP IX Jember
Kegiatan personal selling pada PT. Kereta Api Indonesia (Persero) DAOP IX Jember dimulai dengan mengadakan rapat terlebih dahulu sebelum melaksanakan kegiatan agar kegiatan yang dilaksanakan dapat berjalan dengan baik. Setelah melakukan rapat, tim personal selling DAOP IX Jember harus mempersiapkan berbagai macam keperluan, seperti mempersiapkan lokasi yang akan dituju untuk menyelenggarakan kegiatan ini, mempersiapkan konsep acara, mengurus perizinan lokasi untuk kegiatan, membawa dokumen yang diperlukan serta berbagai macam keperluan yang akan dibawa pada saat melaksanakan kegiatan. Tidak berhenti sampai disini, kegiatan selanjutnya adalah mempersiapkan para petugas personal selling untuk melaksanakan kegiatan ini dengan baik. Menjadi seorang petugas personal selling haruslah memiliki kemampuan berkomunikasi dengan baik. Memberikan informasi tentang kereta api baru dengan fasilitas yang semakin lengkap dan semakin baik kepada para konsumen dan memberi informasi tentang sebuah aplikasi yang dapat memudahkan konsumen melakukan pembelian tiket, perubahan jadwal serta pembatalan dimana saja dan kapan saja. Dengan kemampuan berkomunikasi yang baik inilah dapat mempengaruhi serta meyakinkan konsumen untuk membeli produk jasa yang ditawarkan. Tidak hanya memiliki kemampuan berkomunikasi yang baik, cara untuk meyakinkan para konsumen dengan produk jasa yang ditawarkan adalah, adanya diskon tiket khusus yang diberikan kepada para konsumen untuk memilih produk jasa yang telah ditawarkan
Andragogia : jurnal ilmiah Paud dan Dikmas 2017 volume 10 no. 1 , Juni 2017
Isi Jurnal:
-Efektifitas Pelaksanaan Uji Coba Model Pendidikan Kecakapan Kerja Satuan Pengamanan Sektor Pariwisata. Agus Wahyono
-Metode Eksperimenial Lerning di Desa Pohijo Kecamatan Margoyoso, Kabupaten Pati Jateng. Andriyanto, Febri Hartanti p, Sulaiman.
-Peran GUru Pendidikan demokrasi Anak PAUD dalam menyiapkan Generasi Emas Indonesia 2045.Eem Kurniasih, Lusi Rachmiazasi, Stefani Nawati Eko Resti.
-Pengaruh Teknik Penilaian Penugasan dan Kecerdasan Interpersonal Terhadap Hasil Belajar Siswa.GAbriel Saahrundi.
-Implementasi Model Mengenalkan Unggah-ungguh Bahasa Jawa pada anak Usia DIni Melalui Cerita di PAUD Tunas Harapan Wedung, Kabupaten Demak. Heru Djoko W, Zumrotul Hasanah, Rudiyono, Sri Rahayunigsih, Sari Purnamawati.
-Pelibatan Orang Tua / keluarga pada Program Paket C di SAtuan Pendidikan Non Formal (SKB) Kabupaten Kendal. Sanoto hadi.
-Pemanfaatan Buku TEks Matematika dalam Upaya Peningkatan Kreatifitas Kemampuan Berpikir Peserta Didik. Sri Haryati
CONVERSATION ANALYSIS ON THE INTERVIEW BETWEEN NEWS REPORTER OF NEW YORK TIMES AND AUTHOR ON BESTSELLER NOVELS
The tesis entitled “Conversation Analysis on the Interview between News reporter of New York Times and Author on Bestseller Novels” is aimed at describing the aspects of conversation found in that interview. Those are opening and closing, adjacency pair, topic management and turn taking. This study uses a descriptive qualitative method to study the problem, because this study has a purpose to describe and analyze the aspects of conversation in an interview. The data were taken from written data of news interview of news reporter and author in Stuart Wood’s (author) official webpage. The speakers are a news reporter and author. The conversation was an English dialogue in formal conversation. The result showed that there is no opening and this interview because the interviewer directly asked question to the author. The closing is indicated by the preclosing” “Anything else you’d like to say to readers?”. Then, it was followed by the answer of the interviewee or the novel’s author. The dominant adjacency pair found in this interview is question-answer. The topic discussed in this interview is only one that is about the novel wriitten by the author. The initiator of the topic is interviewer by asking something to the interviewee. The topic is developed by the interviewee by giving answer to the interviewer. There are 114 turn takings in the conversation: 57 times from the interviewer and 57 times form the interviewee. In this conversation there is no dominant person or less dominant person because both of them gives the same turns. Beside that, the form of the conversation is just question and answer. So, the turn taking just happened when the interviewer gives question to the interviewee
ANALISIS PENERAPAN MATERIAL REQUIREMENT PLANNING (MRP) PADA PERUSAHAAN GITAR EMD MOJOKERTO
Analisis ini menghasilkan bahwa untuk memproduksi 33 unit gitar pada Perusahaan Gitar EMD periode oktober sampai dengan november 2015 dapat diselesaikan dalam waktu 31 hari. Pada hari ke 31, 33 unit gitar sudah selesai diproduksi yang dirakit 4 hari sebelumnya yaitu pada hari ke 28. Pada hari ke 27, 30 neck yang di proses pada hari ke 13 dan 3 neck persediaan di tangan, 30 body yang diproses pada hari ke 8 dan 8 body persediaan ditangan, dan 33 set acesories part gitar sudah terselesaikan dan disediakan untuk merakit 33 unit gitar. Pada hari ke 17, 30 motif body sudah mulai digunakan karena proses pembuatan body sudah membutuhkanya. Pada hari ke 12, 30 set frets, 30 Truss, 30 unit neck (bagian belakang) yang mulai diproduksi pada hari ke 8, dan 12 fretboard yang sudah dipasang inly yang mulai diproses pada hari ke 11 dan 18 persediaan fretboard sudah diselesaikan dan disediakan untuk perakitan neck gitar pada hari selanjutnya. Pada hari ke 7, 30 balok kayu untuk bodi sudah matang yang diproses pada hari ke 1, 12 kayu untuk fretboard sudah matang yang diproses pada hari ke
1, dan 22 kayu untuk neck sudah matang yang diproses pada hari ke 1 dan 8 persediaan kayu neck matang sudah disediakan sebagai bahan dasar pembuatan gitar elektrik. Hari ke 0 adalah proses awal untuk menyediakan bahan baku yaitu kayu mentah yang masih belum diproses. Perusahaan Gitar EMD tidak perlu melakukan pemesanan atau pembelian material, karena semua kebutuhan materials/komponen untuk memproduksi 33 unit gitar pada periode oktober sampai dengan november 2015 sudah tersedia dan terpenuhi dalam persediaan
Pengaruh Pengupasan dan Waktu Perendaman pada Umbi Porang (Amorphophallus oncophyllus) terhadap Kadar Glukomanan dan Kadar Senyawa Oksalat
Pengaruh pengupasan dan waktu perendaman pada umbi porang terhadap kadar glukomanan dan kadar senyawa oksalat telah dipelajari. Umbi porang tanpa dan dengan pengupasan dipotong menjadi beberapa bagian, kemudian direndam dalam air dengan variasi waktu 0, 60, 120 dan 180 menit. Umbi porang yang telah direndam kemudian dikeringkan dan diolah menjadi tepung porang. Kadar glukomanan pada umbi porang dianalisa menggunakan metode gravimetri, sedangkan kadar senyawa oksalat menggunakan metode titrasi permanganometri. Umbi porang yang dikupas dengan variasi perendaman 0, 60, 120, dan 180 menit secara berturut-turut memiliki rata-rata kadar glukomanan sebesar 36,51%; 40,45%; 44,01%; dan 48,39%. Umbi porang yang tidak dikupas dengan variasi perendaman 0, 60, 120, dan 180 menit secara berturut-turut memiliki rata-rata kadar glukomanan sebesar 34,86%; 22,55%; 22,37%; dan 21,70%. Hasil analisa rata-rata kadar senyawa oksalat pada umbi porang yang dikupas dengan variasi perendaman 0, 60, 120, dan 180 menit secara berturut-turut adalah 185,22 ppm; 127,60 ppm; 98,78 ppm; dan 86,44 ppm. Umbi porang yang tidak dikupas dengan variasi perendaman 0, 60, 120, dan 180 menit secara berturut-turut memiliki rata-rata kadar senyawa oksalat sebesar 251,08 ppm; 214,03 ppm; 209,92 ppm; dan 197,57 ppm.
=======================================================================================
The effect of peeling and immersion time in porang tuber on glucomannan and oxalate compound has been studied. Porang tuber without and with peeling was cut into several parts, then immersed in water with variations of 0, 60, 120 and 180 minutes. The soaked porang tuber is then dried and processed into porang flour. The content of glucomannan in porang tuber was analyzed using the gravimetric method, while the content of oxalate compound used the permanganometric titration method. Porang tuber peeled with immersion variations of 0, 60, 120, and 180 minutes respectively had an average glucomannan content of 36.51%; 40.45%; 44.01%; and 48.39%. Unpeeled porang tuber with immersion variations of 0, 60, 120, and 180 minutes respectively had an average glucomannan content of 34.86%; 22.55%; 22.37%; and 21.70%. The results of the analysis of the average content of oxalate compound in peeled porang tuber with immersion variations of 0, 60, 120, and 180 minutes was 185.22 ppm; 127.60 ppm; 98.78 ppm; and 86.44 ppm. Unpeeled porang tuber with immersion variations of 0, 60, 120, and 180 minutes respectively had an average oxalate content of 251.08 ppm; 214.03 ppm; 209.92 ppm; and 197.57 ppm
PENERAPAN AUGMENTED REALITY PADA BROSUR YAMAHA TJAHAJA BARU UNTUK PROMOSI BERBASIS ANDROID
Augmented Reality (AR) adalah sebuah teknologi yang mampu memproyeksikan objek virtual 3D ke dalam lingkungan nyata sehingga objek 3D tersebut dapat berinteraksi secara realtime. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengembangkan media baru dalam kegiatan promosi pada motor Yamaha Tjahaja Baru menggunakan teknologi Augmented Reality berbasis android. Nantinya penelitian ini akan memunculkan objek 3D dari motor pada brosur sehingga brosur menjadi lebih menarik dan mampu menampilkan visualisasi dari bentuk motor secara lebih nyata. Aplikasi ini membutuhkan marker berupa brosur dari Yamaha sehingga ketika marker di deteksi oleh aplikasi akan memunculkan objek 3D dari motor sehingga konsumen dapat melihat desain dari motor secara lebih jelas. Hasil dari penelitian ini adalah aplikasi Augmented Reality berbasis android yang akan menampilkan desain 3D dari motor, mengganti variasi motor dan mampu menampilkan informasi dari masing-masing motor. Dengan demikian aplikasi ini dapat meningkatkan daya tarik konsumen dalam kegiatan promosi di Yamaha Tjahaja Baru.Keywords: Augmented Reality, Marker, Android, 3D, Motor, Yamah
Representasi Perempuan Jawa pada Novel Canting Karya Arswendo Atmowiloto dalam Diskursus Feminisme
ABSTRAK Wardana, Febri Putra. 2017. Representasi Perempuan Jawa pada Novel Canting Karya Arswendo Atmowiloto dalam Diskursus Feminisme. Skripsi, Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Prof. Dr. Maryaeni, M.Pd. Kata Kunci: perempuan Jawa, novel Canting, domestik dan publik Perempuan Jawa dalam penulisan ini merupakan perempuan yang lahir dalam kultur Jawa dan dididik serta dibesarkan dalam lazimnya masyarakat patriarki. Peran perempuan Jawa yang tercermin pada novel Canting karya Arswendo Atmowiloto cukup menarik. Perempuan Jawa ditampilkan secara dominan dan superior. Perempuan Jawa dapat menguasai ruang domestik dan ruang publik secara bersamaan. Sikap yang ditunjukkan perempuan Jawa dengan sifat sabar, pasrah, hubungan baik kepada masyarakat, serta pekerja keras ditampilkan dan diceritakan dengan baik oleh Arswendo. Adapun fokus penelitian adalah peran perempuan Jawa dalam ruang domestik dan publik. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif dalam diskurus feminis. Tahapan penelitian ini meliputi; (1) memilih dan menentukan buku novel, (2) membaca sumber data yang berupa buku novel, (3) pengolahan data, yang terdiri dari ketegorisasi dan reduksi data, (4) penyajian data (5) interpretasi data, mendeskripsikan dan memaparkan hasil analisis sesuai data yang ditemukan dan fokus penelitian. (6) kesimpulan. Pengumpulan data dilakukan melalui studi dokumen. Dokumen yang berisikan data-data penelitian. Selanjutnya, prosedur pengumpulan data dilakukan dengan cara: (1) penulis menentukan objek kajian berupa novel Canting, (2) membaca kritis novel ‘Canting’ untuk memahami keseluruhan cerita, (3) mengambil kutipan berupa deskriptif, naratif, atau dialog yang sesuai dengan fokus penelitian, (4) mengklasifikasikan data sesuai dengan fokus penelitian, (5) menganalisis dan menafsirkan data untuk menemukan representasi perempuan Jawa. Berdasarkan analisis data diperoleh tiga simpulan. Pertama, perempuan Jawa dalam novel Canting memegang superioritas pada ruang domestik yang tidak dimiliki laki-laki. Kedua, perempuan Jawa dalam novel Canting memegang ruang publik yang pada umumnya dipandang sebagai wilayah maskulinitas. Ketiga, perempuan Jawa dapat menyelaraskan kedua ruang domestik maupun publik dengan seimbang. ABSTRACT Wardana, Febri Putra. 2017. Representation of Javanese Women in Novel “Canting” by Arswendo Atmowiloto on Discourse Feminism. Thesis, Department of Indonesian Literature, Faculty of Letters, State University of Malang. Advisor: Prof. Dr. Maryaeni, M.Pd. Keywords: Javanese women, novel Canting, domestic and public Javanese women are women born in Javanese culture and in patriarchal society. The role of Javanese women reflected in novel Canting by Arswendo Atmowiloto is quite interesting. Javanese women are shown to be dominant and superior. Javanese women can control domestic space and public space simultaneously. The attitude shown by Javanese women with patience, submissiveness, good relationships to the community, and hard workers is well presented and told by Arswendo. The focus of this research is the role of Javanese women in domestic and public spaces. This research uses descriptive qualitative research method with feminist discourse. Stages of this research include; (1) selecting and defining novel books, (2) reading data sources in the form of novel books (3) data processing, consisting of data categorization and data collection, (4) data presentation (5) data interpretation, according to the data found and the focus of the study. (6) conclusions. Data collection is done through document studies. Documents containing the research data. Furthermore, the data collection procedure is done by: (1) the author determines the object of the study of the novel Canting, (2) critical reading of the novel Canting to understand the whole story, (3) take descriptive quote, narrative, or dialogue accordingly with a focus on research, (4) classifying data according to the research focus, (5) analyzing and interpreting data to find representations of Javanese women. Based on the data analysis obtained three conclusions. First, the Javanese women in the novel Canting have superiority in the domestic space that men do not have. Second, Javanese women in the novel Canting have no less attitude than men in the public sphere which is the sector of masculinity. Third, Javanese women can harmonize both domestic and public spaces in a balanced way
- …
