9 research outputs found
PENGEMBANGAN VIDEO ANIMASI TUTORIAL UJIAN TKK WAJIB PRAMUKA PENGGALANG SEKOLAH DASAR ISLAM TERPADU IBNU HAJAR MANDIRI ( Studi pada Pasukan Regu Pramuka Penggalang Siswa Sekolah Dasar Islam Terpadu Ibnu Hajar Mandiri Bekasi )
Minimnya media instructional sebagai salah satu sumber belajar di sekolah,
menjadi latar belakang dilakukannya penelitian ini. Penelitian pengembangan ini
bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran video animasi tutorial ujian
Tanda Kecakapan Khusus (TKK) wajib pramuka tingkat penggalang, sebagai salah satu
sumber belajar dalam ujian TKK wajib dalam kegiatan kepramukaan. Metode penelitian
pengembangan yang dilakukan mengacu kepada model pengembangan ADDIE.
Penelitian pengembangan ini menghasilkan sebuah media pembelajaran Video
Animasi Tutorial Ujian TKK Wajib Pramuka dalam bentuk video animasi .mp4 yang
dapat dioperasikan pada perangkat keras yang memiliki fitur pemutar media digital,
seperti; smartphone atau notebook. Video animasi tutorial ini juga disertai buku
pedoman penyelenggaran dan Lembar Kerja Siswa (LKS) sebagai pelengkap produk
media instructional.
Pada tahap pengembangan, video animasi tutorial ini telah diuji oleh ahli materi
yang memiliki kualifikasi di bidang kepramukaan dan ahli media, dengan hasil “baik”.
Adapun dalam tahap implementasi dan evaluasi, video animasi tutorial ini telah diuji
oleh praktisi pembelajaran dan pengguna, hasilnya adalah video animasi tutorial dapat
menjadi acuan dalam kegiatan kepramukaan untuk penyelenggaraan ujian TKK wajib
tingkat penggalang yang dibuktikan dengan adanya peningkatan nilai pada saat tes awal
dibandingkan dengan nilai pada saat tes akhir dalam asesmen kegiatan kepramukaan.
The lack of instructional media as a learning resources in schools become a
reason of encourages conducting this research. This research aims to develop an
instructional video animation tutorial of advancement badges test for boyscout, which is
one of learning resources for scouting. The research method refers to ADDIE.
This research resulting an instructional media products of video animation
tutorial of advancement badges test for boyscout in .mp4 video format which can be
operated on hardware that has a player feature, such as; smartphone or notebook. This
video animation tutorial is including a manual book and student worksheet as a
complementary to instructional media products.
At step of development, This animated video tutorial has been tested by
qualified material and media experts of scouting, which results “good”. As for the
implementation and evaluation stages, and also this video has been tested by learning
practition and users, as a result this animated video tutorial that can be used as a
reference for advancement badges test for boyscout. as proven by an increasing score at
the time of the pre-test compared to the score at the end of post-test assessment of
scouting activities
Metode Pendidikan Karakter Berbasis Nilai Keislaman Pada Era Disrupsi
This study aimed to obtain information and an overview of character education based on Islamic values in the era of corruption. The research method used is a literature review or literacy study that contains theories that are relevant to the issues raised in this study. Responding to the urgency of character education in this era of corruption, character education based on Islamic values is needed that can be applied to educational institutions, especially in responding to learning activities that are being carried out online. After conducting several in-depth theoretical studies, it can be concluded that the value-based character education of Islamic education is very important for children in this era of corruption in instilling some manners and morals. Character education based on Islamic values can not only be applied to educational institutions but can also be applied in the family environment
PENGEMBANGAN VIDEO ANIMASI TUTORIAL UJIAN TANDA KECAKAPAN KHUSUS PRAMUKA SEKOLAH DASAR : DEVELOPING ANIMATED VIDEO TUTORIAL OF ADVANCEMENT BADGES SCOUTING TEST FOR PRIMARY SCHOOL
Minimnya media instruksional sebagai salah satu sumber belajar materi kepramukaan di sekolah, menjadi latar belakang dilakukannya penelitian ini. Penelitian pengembangan ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran video animasi tutorial ujian Tanda Kecakapan Khusus (TKK) wajib pramuka tingkat penggalang, sebagai salah satu sumber belajar dalam ujian TKK wajib dalam kegiatan kepramukaan. Model metode pengembangan yang digunakan adalah model pengembangan ADDIE. Penelitian pengembangan ini menghasilkan sebuah media pembelajaran Video Animasi Tutorial Ujian TKK Wajib Pramuka dalam bentuk video animasi .mp4 yang dapat dioperasikan pada perangkat keras yang memiliki fitur pemutar media digital, seperti; smartphone dan notebook. Video animasi tutorial ini juga disertai buku pedoman penyelenggaran dan Lembar Kerja Siswa (LKS) sebagai pelengkap produk media instruksional. Pada tahap pengembangan, video animasi tutorial ini telah diuji oleh ahli materi yang memiliki kualifikasi di bidang kepramukaan dan ahli media, dengan hasil “baik”. Adapun dalam tahap implementasi dan evaluasi, video animasi tutorial ini telah diuji oleh praktisi pembelajaran dan pengguna, hasilnya adalah video animasi tutorial dapat menjadi acuan dalam kegiatan kepramukaan untuk penyelenggaraan ujian TKK wajib tingkat penggalang yang dibuktikan dengan adanya peningkatan nilai pada saat tes awal dibandingkan dengan nilai pada saat tes akhir dalam asesmen kegiatan kepramukaan.The lack of instructional media as scouting material learning resources in schools become the reason in conducting this research. This study aims to develop an animated video tutorial of advancement badges test for boyscout, as one of learning resources for scouting. The development model method used was ADDIE. This research produced an animated video tutorial of advancement badges test for boyscout in .mp4 video format which can be operated on hardware that has a player feature, such as; smartphone and notebook. This animated video tutorial is accompanied by a manual book and student worksheet as a complementary to instructional media products. At step of development, This animated video tutorial has been tested by qualified material and media experts of scouting, which results “good”. As for the implementation and evaluation stages, this video has been tested by learning practition and users. The result from this stage recommends that the animated video tutorial can be used as a reference for advancement badges test for boyscout. It was proven by an increasing score at the time of the pretest compared to the score at the end of posttest assessment of scouting activities.Minimnya media instruksional sebagai salah satu sumber belajar materi kepramukaan di sekolah, menjadi latar belakang dilakukannya penelitian ini. Penelitian pengembangan ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran video animasi tutorial ujian Tanda Kecakapan Khusus (TKK) wajib pramuka tingkat penggalang, sebagai salah satu sumber belajar dalam ujian TKK wajib dalam kegiatan kepramukaan. Model metode pengembangan yang digunakan adalah model pengembangan ADDIE. Penelitian pengembangan ini menghasilkan sebuah media pembelajaran Video Animasi Tutorial Ujian TKK Wajib Pramuka dalam bentuk video animasi .mp4 yang dapat dioperasikan pada perangkat keras yang memiliki fitur pemutar media digital, seperti; smartphone dan notebook. Video animasi tutorial ini juga disertai buku pedoman penyelenggaran dan Lembar Kerja Siswa (LKS) sebagai pelengkap produk media instruksional. Pada tahap pengembangan, video animasi tutorial ini telah diuji oleh ahli materi yang memiliki kualifikasi di bidang kepramukaan dan ahli media, dengan hasil “baik”. Adapun dalam tahap implementasi dan evaluasi, video animasi tutorial ini telah diuji oleh praktisi pembelajaran dan pengguna, hasilnya adalah video animasi tutorial dapat menjadi acuan dalam kegiatan kepramukaan untuk penyelenggaraan ujian TKK wajib tingkat penggalang yang dibuktikan dengan adanya peningkatan nilai pada saat tes awal dibandingkan dengan nilai pada saat tes akhir dalam asesmen kegiatan kepramukaan.The lack of instructional media as scouting material learning resources in schools become the reason in conducting this research. This study aims to develop an animated video tutorial of advancement badges test for boyscout, as one of learning resources for scouting. The development model method used was ADDIE. This research produced an animated video tutorial of advancement badges test for boyscout in .mp4 video format which can be operated on hardware that has a player feature, such as; smartphone and notebook. This animated video tutorial is accompanied by a manual book and student worksheet as a complementary to instructional media products. At step of development, This animated video tutorial has been tested by qualified material and media experts of scouting, which results “good”. As for the implementation and evaluation stages, this video has been tested by learning practition and users. The result from this stage recommends that the animated video tutorial can be used as a reference for advancement badges test for boyscout. It was proven by an increasing score at the time of the pretest compared to the score at the end of posttest assessment of scouting activities
PENGARUH MODEL INSTRUKSIONAL KOOPERATIF TIPE CORE TERHADAP KEMAMPUAN REPRESENTASI MATEMATIS SISWA
The low learning outcomes of mathematics at junior high school level students are due to the low ability of students to use and assess the relationship between mathematics topics and organize the information obtained. One of the learning models with the discussion method that encourages students to use and assess the relationship between mathematical topics and organize the information obtained is the cooperative CORE (Connecting, Organizing, Reflecting, and Extending) learning model. The purpose of this study was to analyze the improvement of students' mathematical representation abilities through CORE models and analyzing differences in mathematical representation abilities between students using a cooperative CORE model with students using the learning method with the scientific approach, as well as to see student responses to the cooperative learning model type CORE. The method used is the Quasi Experimental Design method with type Non equivalent Control Group Design, with a population of all class VIII students of Al Ihsan Legenda Bekasi Junior High School for the 2019/2020 school year. The sampling technique used purposive sampling. The instruments used were questionnaire sheets and essay tests in accordance with the indicators of mathematical representation in the Functions. The results showed that there were differences in mathematical representation abilities between students who used the cooperative CORE model by using the learning method with a scientific approach, as well as student responses after using the CORE cooperative, make students more active and make it easier for students to learn the material and can improve student learning outcomes.
Minimnya resulting pada evaluasi pembelajaran matematika pada siswa tingkat SMP disebabkan masih lemahnya kemampuan siswa dalam mengaitkan keterkaitan antar beberapa pembahasan matematika dan mengorganisasikan informasi yang diperoleh. Satu diantara banyaknya model instruksional dengan cara diskusi yang lebih merangsang siswa dalam memanfaatkan dan mengaitkan keterkaitan antar pembahasan matematika dan mengorganisasikan informasi yang diperoleh adalah kegiatan instruksional kooperatif tipe CORE (Connecting, Organizing, Reflecting, and Extending). Adapun maksud dilaksanakan riset ini adalah untuk menganalisis peningkatan kemampuan representasi matematis siswa melalui model kooperatif tipe CORE dan menganalisis perbedaan kemampuan representasi matematis yang terjadi antar siswa dengan penerapan model kooperatif tipe CORE dibandingkan dengan siswa yang diimplementasikan metode pembelajaran dengan pendekatan scientific, serta untuk melihat respons siswa terhadap model pembelajaran kooperatif tipe CORE. Metode yang digunakan adalah metode Quasi Experimental Design tipe Non equivalent Control Group Design, dengan populasi seluruh siswa kelas VIII SMPIT Al Ihsan Legenda Kota Bekasi tahun ajaran 2019/2020. Cara yang dilakukan dalam mengambil sampel penelitian dengan purposive sampling. Jenis instrumen penelitian yang dikembangkan adalah lembar angket dan test essay sesuai dengan indikator representasi matematis pada materi Fungsi. Dari Hasil penelitian terdapat signifikansi kemampuan representasi matematis antara siswa yang menggunakan model kooperatif tipe CORE dibandingkan metode pembelajaran dengan pendekatan saintifik, serta respons siswa selesai dilakukan penelitian dengan model pembelajaran CORE, ternyata berhasil merangsang siswa aktif dalam mempelajari materi dan juga berhasil dalam meningkatkan hasil belajar siswa
STRATEGI SEKOLAH INDONESIA RIYADH (SIR) DALAM MEMBANGUN BUDAYA ISLAMI SISWA DI LINGKUNGAN SEKOLAH
This research aims to explain the strategies the Indonesian Embassy School of Riyadh (SIR) has carried out to develop Islamic culture among its students. The methodology used in this research is a descriptive qualitative method, employing research instruments such as observation, interviews, and documentation. As a school located abroad and within an Arab community, the Indonesian Embassy School of Riyadh (SIR) feels challenged to compete in quality with schools in Indonesia and Saudi Arabia. Various programs have been implemented, including instilling Islamic culture in students, hoping they will become more religious and improve their overall quality. The results of the research show that the school has instilled Islamic culture in its students through programs such as Qur'an recitations, dhuha prayer, dzuhur prayer in the congregation, morning prayers, prayers after dhuha prayers, prayers before and after studying, prayers after shalah dzuhur, darsul Qur'an, wearing Islamic clothing, practicing Islamic values (e.g., greetings, smiling, saying hello, eating with the right hand, eating while sitting, praying before eating), learning Arabic inside and outside the classroom, and participating in extracurricular activities. A new finding in this research is that living in an Arab country does not necessarily ensure that one can practice Islamic culture if they are not accustomed to it and regulated by a system. Many students cannot read the Qur'an well, so the school prepares pre-tahsin classes for them. Additionally, many students cannot speak Arabic according to correct Arabic language rules because they are accustomed to speaking Arabic with the amiyah dialect. The Indonesian Embassy School of Riyadh (SIR) has implemented various strategies intending to enable students to compete globally.This research aims to explain the strategies the Indonesian Embassy School of Riyadh (SIR) has carried out to develop Islamic culture among its students. The methodology used in this research is a descriptive qualitative method, employing research instruments such as observation, interviews, and documentation. As a school located abroad and within an Arab community, the Indonesian Embassy School of Riyadh (SIR) feels challenged to compete in quality with schools in Indonesia and Saudi Arabia. Various programs have been implemented, including instilling Islamic culture in students, hoping they will become more religious and improve their overall quality. The results of the research show that the school has instilled Islamic culture in its students through programs such as Qur'an recitations, dhuha prayer, dzuhur prayer in the congregation, morning prayers, prayers after dhuha prayers, prayers before and after studying, prayers after shalah dzuhur, darsul Qur'an, wearing Islamic clothing, practicing Islamic values (e.g., greetings, smiling, saying hello, eating with the right hand, eating while sitting, praying before eating), learning Arabic inside and outside the classroom, and participating in extracurricular activities. A new finding in this research is that living in an Arab country does not necessarily ensure that one can practice Islamic culture if they are not accustomed to it and regulated by a system. Many students cannot read the Qur'an well, so the school prepares pre-tahsin classes for them. Additionally, many students cannot speak Arabic according to correct Arabic language rules because they are accustomed to speaking Arabic with the amiyah dialect. The Indonesian Embassy School of Riyadh (SIR) has implemented various strategies intending to enable students to compete globally
PENGARUH TEORI BELAJAR SKINNER MELALUI MODEL PICTURE AND PICTURE TERHADAP KEMAMPUAN PEMAHAMAN MATEMATIS
The purpose of this research is to find out the improvement of students' mathematical understanding skills whose learning uses Skinner's learning theory through the Picture and Picture model. The research method used is a true experimental method with a purposive sample of class VIII SMPIT Ibnu Hajar Mandiri Bekasi for the 2020/2021 academic year, amounting to 36 students. Sampling was done purposively with SPSS 26. The instruments are in the form of test questions describing students' mathematical understanding abilities on function material and questionnaire sheets. The results showed that learning mathematics using Skinner's learning theory through Picture and Picture models can increase students' mathematical understanding skills by 81% with very good interpretation, besides that there are differences in the mathematical understanding of students whose learning uses Skinner's learning theory through Picture and Picture models with students who the learning does not use Skinner's learning theory but through the Picture and Picture model. Of the total 36 students, there were 29 students who experienced an increase, so that the student's response after using Skinner's learning theory through the Picture and Picture model was considered goodTujuan dilakukannya riset ini adalah untuk mengetahui peningkatan kemampuan pemahaman matematis siswa yang pembelajarannya menggunakan teori belajar Skinner melalui model Picture and Picture, metode penelitian yang digunakan adalah metode true experimentaldengan sampel purposif kelas VIII SMPIT Ibnu Hajar Mandiri Bekasi tahun ajaran 2020/2021 yang berjumlah 36 siswa. Pengambilan sampel dilakukan secara purposivedengan softwareanalisis data SPSS 26. Instrumen berupa soal tes uraian kemampuan pemahaman matematis siswa pada materi fungsi dan lembar angket. Hasil penelitian menunjukkan pembelajaran matematika dengan menggunakan teori belajar Skinner melalui model Picture and Picture dapat meningkatkan kemampuan pemahaman matematis siswa sebesar 81% dengan interpretasi sangat baik, selain itu terdapat perbedaan pemahaman matematis siswa yang pembelajarannya menggunakan teori belajar Skinner melalui model Picture and Picturedengan siswa yang pembelajarannya tidak menggunakan teori belajar Skinner tetapi melalui model Picture and Picture. Dari seluruh jumlah siswa yang berjumlah 36, terdapat 29 siswa yang mengalami peningkatan, sehingga respons siswa setelah menggunakan teori belajar Skinner melalui model Picture and Picture dinilai baik
A Model of Aging Perception in Iranian Elders With Effects of Hope, Life Satisfaction, and Socioeconomic Status: A Path Analysis
WOS: 000448666200005PubMed ID: 29357723BACKGROUND: Aging perception plays a central role in the experience of healthy aging by older people. Research identified that factors such as hope, life satisfaction, and socioeconomic status influence the perception of aging in older populations. OBJECTIVE: This study sought to test a hypothetical model to quantitatively evaluate the relationship between hope, life satisfaction, and socioeconomic status with aging perception. DESIGN: A cross-sectional design was used with 504 older aged participants who live in Qazvin, Iran. Data were collected using the Barker's Aging Perception Questionnaire, Life Satisfaction Index-Z, and Herth Hope Index. RESULTS: The results of path analysis showed that hope was the most important factor affecting aging perception. Results drawn from correlation analysis indicated that there was a positive significant correlation (r = .383, p < .001) between hope and aging perception. Further analysis found that hope had the strongest impact on aging perception compared with the other variables analyzed (e.g., life satisfaction and socioeconomic status). CONCLUSIONS: A model of aging perception in Iranian elders is presented. The findings suggested that hope had a significant and positive impact on aging perception. Implications for clinical practice and research are discussed.Mazandaran University of Medical Sciences, IranThe author(s) disclosed receipt of the following financial support for the research, authorship, and/or publication of this article: The project was supported by the Mazandaran University of Medical Sciences, Iran
PENDIDIKAN GURU SD
Buku Pendidikan Guru SD disusun sebagai panduan komprehensif bagi calon guru, guru aktif, dan pemerhati pendidikan dasar dalam menguasai keterampilan mengajar yang efektif, adaptif, dan berlandaskan nilai-nilai profesionalisme. Mengacu pada kebutuhan pendidikan abad 21, buku ini membahas secara mendalam aspek-aspek penting mulai dari pengantar dan ruang lingkup pendidikan guru SD, psikologi perkembangan anak usia sekolah dasar, hingga penguasaan kompetensi profesional dan pedagogis.
Buku ini mengupas tuntas desain kurikulum, strategi pembelajaran, pengelolaan kelas, integrasi teknologi pendidikan, penilaian dan evaluasi, serta penerapan pendidikan inklusif. Tidak hanya menekankan teori, buku ini juga memperkaya pembahasan dengan contoh-contoh praktik terbaik di lapangan, studi kasus, dan tips yang dapat langsung diterapkan dalam proses pembelajaran di kelas.
Sebagai karya kolaboratif, buku ini menempatkan pengembangan profesionalisme guru dan kolaborasi antar pemangku kepentingan pendidikan sebagai fondasi utama untuk meningkatkan kualitas pendidikan dasar di Indonesia. Dengan bahasa yang mudah dipahami dan isi yang aplikatif, buku ini menjadi referensi berharga bagi para pendidik yang ingin mencetak generasi cerdas, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan masa depan
TEKNOLOGI PENDIDIKAN JARAK JAUH
Berbicara mengenai konsep dasar teknologi pendidikan seperti halnya teknologi penddidikan jarak jauh (PJJ) menjadi tantangan tersendiri, yakni salah satunya media pembelajaran. Sehingga peranan teknologi pendidikan dewasa ini diperlukan guna menunjang lancarnya kegiatan belajar mengajar (Sukiman, 2015). Selain itu dalam teknologi pendidikan pengejewantahan dalam pemanfaatan teknologi dalam pendidikan jarak jauh perlu mengedepankan konsep dari pada dasar penggunaan teknologi pendidikan yang disesuaikan dengan tuntutan zaman seperti halnya teknologi yang lazim digunakan dalam pendidikan seperti TV, LED, radio, tape, computer, laptop, dan lain sebagainya (Nasution, 1987). Dalam hal teknologi pendidikan (Haryanto, 2015) menjelaskan bahwa teknologi pendidikan memiliki peran penting dalam hal peningkatan kualitas pendidikan di Indonesia. Perkembangan teknologi informasi memberikan kemudahan berkomunikasi tukar informasi sehingga tempat, waktu dan jarak tidak lagi menjadi kendala. Perkembangan teknologi informasi yang sedemikian pesat tak lepas dari perkembangan teknik komputer. Kemajuan bidang komputer dan teknologi informasi ini juga memberikan dampak positif pada bidang pendidikan. Aplikasi bidang teknologi komputer dan teknologi informatika yang paling berpengaruh pada bidang pendidikan adalah pemakaian jaringan komputer dan internet. Dengan internet layanan informasi pada sasaran didik tidak terbatas ruang, tempat waktu dan jarak. Melalui internet layanan informasi dapat diberikan sebagai sumber belajar, media belajar yang dapat dipelajari sesuai dengan kecepatan belajar peserta didik
