1,722,987 research outputs found
K. H. Ahmad Dahlan: Pemikiran Sosialnya
Pemikiran dalam misi K. H. Ahmad Dahlan menjadikan Islam sebagai way of life untuk itu suatu keharusan memurnikan dari sinkritime. Pada kenyataannya, beliau memiliki karakteristik perpaduan yang canggih sesuai dengan sasaran dan tujuan yang ingin dicapai dalam rangka merespons kebutuhan zaman. Pemahaman dan pengalaman Islam K. H. Ahmad Dahlan adalah rasional fungsional dalam arti menelaah sumber utama ajaran Islam dengan kebebasan ajaran akal pikiran dan kejernihan akal murni, sekaligus membiarkan al-Quran berbicara tentang dirinya sendiri dalam aril tafsir ayat dengan ayat. Fungsional, dalam pengertian kelanjutan dan tuntunan hasil pemahaman tersebut adalah aksi sosial yaitu perbaikan masyarakat
Aktivitas dakwah bi al-qalam Drs. H. Ahmad Yani
Dalam pelaksanaan aktivitas dakwah bi al-qalam, seorang ulama sangat memegang peranan penting dan menentukan suatu keberhasilan. Untuk itulah seorang mubaligh tidak hanya dituntut untuk memiliki kemampuan dan kepandaian dalam pengetahuan, tetapi juga dituntut untuk memiliki kemampuan dan kepandaian dalam peranan dakwah untuk menyampaikan misi dakwahnya. Salah satu tokoh yang akan penulis angkat adalah Drs. H. Ahmad Yani yang banyak mengkontribusikan hidupnya dalam dakwah melalui tulisan atau dakwah bi al-qalam. Tujuan penelitian ini adalah penulis akan menjelaskan aktivitas, metode dan materi apa yang dipakai oleh Drs. H. Ahmad Yani dalam dakwah melalui tulisan, juga efektivitas dakwah melalui tulisan yang dapat dijadikan pelajaran yang bermanfaat. Maka perumusan penelitiannya adalah bagaimana aktivitas da�wah bi al-qalam Drs. H. Ahmad Yani? Apa saja materi dan metode penyajian da�wah bi al-qalam Drs. H. Ahmad Yani? Seberapa besar efektivitas da�wah bi al-qalam menurut Drs. H. Ahmad Yani? Dalam penelitian ini, penulis menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Penulis menggambarkan aktivitas dakwah bi al-qalam Drs. H. Ahmad Yani dan efektivitas tulisannya di masyarakat. Metode ini didukung oleh penelitian lapangan (field research), observasi dan wawancara. Drs. H. Ahmad Yani dalam berdakwah adalah menggunakan aspek publisistik melalui dakwah bi al-qalam, dan metode penggabungan antara dakwah bi al-lisan, bi al-hal, dan bi al-qalam. Sesuai dengan prinsip dalam berdakwah beliau yaitu �Menulis Apa Yang Diceramahkan Dan Menceramahkan Apa Yang Ditulis�. Berdakwah dengan tulisan ilmu pengetahuan dapat menembus ke berbagai kalangan tanpa harus bertatap muka oleh seorang penulis, lewat materi-materi yang berisikan ajaran-ajaran ke-Islaman. Efektivitas dakwah melalui tulisan terasa lebih langgeng, lebih mudah disebarluaskan, dan lebih murah dibandingkan dengan dakwah bi al-lisan
KEPEMIMPINAN TRANSFORMATIF K. H. AHMAD DAHLAN DI MUHAMMADIYAH
K. H. Ahmad Dahlan sebagai pelopor sekaligus pendiri persyarikatan Muhammadiyah
yangbercirikan gerakan Islam, gerakan dakwah,gerakan purifikasi, dan pembaharuan.
Secara historis, faktor-faktor yang melatar belakangi berdirinya Muhammadiyahkarena
adanya pemahaman agama Islamyang beragam di pulau Jawa, kondisi keadaan masyarakat
Kauman-Yogyakarta ketikaitu yang jauh dari kesejahteraan, pelayanan kesehatan dan
pendidikan bagi pribumi. Hal tersebut mendorong K. H. Ahmad Dahlan untuk melakukan
upaya perubahan, mengembalikan kemurnian ajaran Islam, mengangkat harkat, dan harga
diri masyarakat Kauman sehingga dengan gaya seperti itu terbentuk pola-pola
kepemimpinan transformatif. Kajian ini menggunakan pendekatan kualitatifjenis
penelitian historis. Metode ini dianggap paling relevan dalam menelusuri pola, strategi dan
gaya kepemimpinan transformatif K. H. Ahmad Dahlan diMuhammadiyah. Hasil kajian
menunjukkan bahwa K. H. Ahmad Dahlan memiliki jiwa kepemimpinan transformatif
yang bersifat karismatik, motivator, dan memiliki kecerdasan intektual serta berpikir
visioner. Selain itu pula, K. H. Ahmad Dahlan memiliki kemampuan untuk melihat dan
memahami secara emosional seluruh fenomena yang terjadi.Bahkan K. H. Ahmad Dahlan
turut berempati tinggi terhadap posisi dan keadaan orang lain, terutama dalam hal
perbedaan pandangan atau pendapat.Pandangannya tersebut bersifat inklusif relativis yaitu
memandang positif terhadap perbedaan yang ada dan menganggap bahwa itu bukanlah
perbedaan yang hakiki/mutlak namun disebabkan karena adanya perbedaan faktor-faktor
luar. K.H. Ahmad Dahlan merupakan seorang pemimpintranformatif yang senantiasa
bergerak maju dan berinovasi sekaligus seorang tokoh pembaharu Islam di Indonesia.
K.H. Ahmad Dahlan as the pioneer founder persyarikatan Muhammadiyah Islamic
movement, characterized by the movement of da'wah, purification, and renewal.
Historically, the factors underlying the establishment of Muhammadiyah were the
understanding of diverse Islamic religions on the island of Java, the condition of the State
society Kauman Yogyakarta-when it's away from welfare, health services and education
for indigenous peoples. It encourages the K. H. Ahmad Dahlan to attempt change,
restoring the purity of the teachings of Islam, elevating the dignity, and self-esteem of the
community so that a style as Kauman village that formed the transformative leadership
patterns. This study used a qualitative approach to the kind of historical research. This
method is considered most relevant in tracing the pattern, strategy and leadership style of
transformative K. H. Ahmad Dahlan in Muhammadiyah. Results of the study show that K.
H. Ahmad Dahlan has transformative leadership is charismatic, motivational speaker, and
has intektual intelligence and visionary thinking. In addition, K. H. Ahmad Dahlan has the
ability to see and understand emotionally the whole phenomenon occurred. Even k. h.
Ahmad Dahlan participated and empathize to position and circumstances of others,
especially in terms of the difference in views or opinions. His view is relativis inclusive
i.e. looked positively towards differences and assume that it is not an essential
difference/absolute but caused due to the difference of external factors. K.h. Ahmad
Dahlan was a leader of the tranformatif that is always moving forward and innovating
while a reformer of Islam in Indonesia
Khutbah jum'at persuasif H. Ahmad Zahro di Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya
Penelitian ini mengkaji tentang khutbah jum’at persuasif H. Ahmad Zahro di Masjid Nasional Al- Akbar Surabaya. Fokus masalah yang diteliti dalam skripsi ini adalah : khutbah jum’at persuasif apa yang digunakan H. Ahmad Zahro ketika khutbah jum’at di Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya?Untuk mengidentifikasi persoalan tersebut, maka peneliti menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara dan dokumentasi untuk memperoleh data tentang khutbah jum’at H. Ahmad Zahro. Setelah data terkumpul kemudian dianalisa dengan menggunakan analisis model Miles dan Huberman. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa persuasi khutbah jum’at H. Ahmad Zahro di Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya yaitu: model kognitif, taktik say it with flowers, taktik don’t ask if ask wich, taktik transfer, teknik asosiasi, teknik integrasi, teknik pay off idea dan fear arousing.Penelitian ini hanya memfokuskan pada khutbah jum’at persuasif H. Ahmad Zahro di Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya, maka pada penelitian selanjutnya dapat meneliti tentang pesan, respon jama’ah khutbah jum’at
PER ANAN K. H. AHMAD DAHLAN DALAM PEMBAHARUAN PENDIDIKAN DI INDONESIA TAHUN 1911-1923
K. H. Ahmad Dahlan merupakan salah satu tokoh pembaharu dalam Islam sekaligus sebagai pendiri persyarikatan Muhammadiyah. K. H. Ahmad Dahlan mulai melakukan ide pembaharuan sekembalinya dari haji pertama yaitu pada tahun 1888, melihat keadaan masyarakat Islam di Indonesia yang mengalami kemerosotan disebabkan oleh keterbelakangan pengetahuan akibat tekanan penjajahan pemerintah Belanda. Pemerintah Belanda menginginkan rakyat pribumi sebagai buruh kasar dengan upah rendah sehinga tidak lagi memikirkan pendidikan. Adanya perbedaan dalam pendidikan menyebabkan berkembangnya dualisme pendidikan yakni sistem pendidikan kolonial Belanda dan sistem pendidikan Islam tradisional yang berpusatkan di pondok pesantren. Melihat perbedaan pendidikan yang terjadi pada saat itu maka timbulah ide dari K. H. Ahmad Dahlan untuk melakukan pembaharuan.
Permasalahan yang diangkat dalam penelitian ini adalah: (1) Mengapa K. H.
Ahmad Dahlan melakukan pembaharuan pendidikan di Indonesia?; (2) Bagaimana usaha K. H. Ahmad Dahlan dalam melakukan pembaharuan pendidikan di Indonesia pada tahun 1911-1923?; (3) Apa dampak pembaharuan pendidikan K. H. Ahmad Dahlan di Indonesia?. Sedangkan tujuan yang ingin dicapai oleh penulis adalah: (1) ingin mengkaji latar belakang K. H. Ahmad Dahlan melakukan pembaharuan pendidikan di Indonesia tahun 1911-1923; (2) ingin mengkaji usaha K. H. Ahmad Dahlan dalam melakukan pembaharuan pendidikan di Indonesia pada tahun 1911-
1923; (3) ingin mengkaji reaksi masyarakat terhadap pembaharuan pendidikan K. H.
Ahmad Dahlan di Indonesia. Manfaat dalam penelitian ini adalah: (1) bagi penulis, dapat dijadikan sebagai latihan dalam penelitian dan penulisan karya ilmiah, latihan berfikir, memecahkan masalah secara ktitis dan logis, menambah wawasan tentang
sejarah pendidikan Indonesia pada umumnya dan menambah wawasan tentang peranan K. H. Ahmad Dahlan dalam pembaharuan pendidikan di Indonesia 1911-
1923; (2) bagi pembaca, dapat menambah wawasan pengetahuan tentang peranan K. H. Ahmad Dahlan dalam pembaharuan pendidikan di Indonesia tahun 1911-1923; (3) bagi caon guru sejarah, dapat menambah penguasaan materi Sejarah Nasional Indonesia dan Sejarah Pendidikan, sebab materi ini merupakan salah satu komponen seorang guru dalam mengajar; (4) bagi almamater FKIP Universitas Jember, merupakan pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi yaitu dharma penelitian serta dapat menambah khasanah kepustakaan Universitas Jember.
Penelitian ini menggunakan metode penelitian sejarah dengan pendekatan sosiologi pendidikan dan teori pendidikan liberal. Metode penelitian tersebut terdiri atas heuristik, kritik, interpretasi, dan historiografi.
Dalam melakukan pembaruan K. H. Ahmad Dahlan tidak hanya mendirikan sekolah, tetapi ikut membantu mengajar ilmu keagamaan di sekolah lain seperti di Kweekschool Gubernamen Jetis. K. H. Ahmad Dahlan juga melakukan pembaharuan lain seperti mendirikan masjid, menerbitkan surat kabar yang memuat tentang ilmu- ilmu agama islam.
Kesimpulan yang dapat diambil secara garis besar dalam penelitian ini adalah K. H. Ahmad Dahlan melakukan pembaharuan pendidikan di Indonesia didasarkan atas pertimbangan kondisi masyarakat Indonesia yang mengalami keterbelakangan. Pembaharuan yang dirintis K. H. Ahmad Dahlan yaitu menggabungkan pendidikan umum dan pendidikan agama Islam yang diberi nama Madrasah Ibtidaiyah Diniyah pada tahun 1911, pembaharuan pendidikan K. H. Ahmad Dahlan menimbulkan dampak terhadap masyarakat yang tidak menerima Salah satunya adalah tentang arah kiblat shalat yang banyak ditentang oleh masyarakat. Adapun saran yang diberikan peneliti Masyarakat hendaknya lebih memperhatikan pendidikan dan menjaga infrastruktur pendidikan. Serta dapat memnfaatkan pendidikan yang sudah ada dengan baik dan tepat fungsi
PERANAN K. H. AHMAD DAHLAN DALAM PEMBAHARUAN PENDIDIKAN DI INDONESIA TAHUN 1911-1923
K. H. Ahmad Dahlan merupakan salah satu tokoh pembaharu dalam Islam
sekaligus sebagai pendiri persyarikatan Muhammadiyah. K. H. Ahmad Dahlan mulai
melakukan ide pembaharuan sekembalinya dari haji pertama yaitu pada tahun 1888,
melihat keadaan masyarakat Islam di Indonesia yang mengalami kemerosotan
disebabkan oleh keterbelakangan pengetahuan akibat tekanan penjajahan pemerintah
Belanda. Pemerintah Belanda menginginkan rakyat pribumi sebagai buruh kasar
dengan upah rendah sehinga tidak lagi memikirkan pendidikan. Adanya perbedaan
dalam pendidikan menyebabkan berkembangnya dualisme pendidikan yakni sistem
pendidikan kolonial Belanda dan sistem pendidikan Islam tradisional yang
berpusatkan di pondok pesantren. Melihat perbedaan pendidikan yang terjadi pada
saat itu maka timbulah ide dari K. H. Ahmad Dahlan untuk melakukan pembaharuan.
Permasalahan yang diangkat dalam penelitian ini adalah: (1) Mengapa K. H.
Ahmad Dahlan melakukan pembaharuan pendidikan di Indonesia?; (2) Bagaimana
usaha K. H. Ahmad Dahlan dalam melakukan pembaharuan pendidikan di Indonesia
pada tahun 1911-1923?; (3) Apa dampak pembaharuan pendidikan K. H. Ahmad
Dahlan di Indonesia?. Sedangkan tujuan yang ingin dicapai oleh penulis adalah: (1)
ingin mengkaji latar belakang K. H. Ahmad Dahlan melakukan pembaharuan
pendidikan di Indonesia tahun 1911-1923; (2) ingin mengkaji usaha K. H. Ahmad
Dahlan dalam melakukan pembaharuan pendidikan di Indonesia pada tahun 1911-
1923; (3) ingin mengkaji reaksi masyarakat terhadap pembaharuan pendidikan K. H.
Ahmad Dahlan di Indonesia. Manfaat dalam penelitian ini adalah: (1) bagi penulis,
dapat dijadikan sebagai latihan dalam penelitian dan penulisan karya ilmiah, latihan
berfikir, memecahkan masalah secara ktitis dan logis, menambah wawasan tentang
sejarah pendidikan Indonesia pada umumnya dan menambah wawasan tentang
peranan K. H. Ahmad Dahlan dalam pembaharuan pendidikan di Indonesia 1911-
1923; (2) bagi pembaca, dapat menambah wawasan pengetahuan tentang peranan K.
H. Ahmad Dahlan dalam pembaharuan pendidikan di Indonesia tahun 1911-1923; (3)
bagi caon guru sejarah, dapat menambah penguasaan materi Sejarah Nasional
Indonesia dan Sejarah Pendidikan, sebab materi ini merupakan salah satu komponen
seorang guru dalam mengajar; (4) bagi almamater FKIP Universitas Jember,
merupakan pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi yaitu dharma penelitian serta
dapat menambah khasanah kepustakaan Universitas Jember.
Penelitian ini menggunakan metode penelitian sejarah dengan pendekatan
sosiologi pendidikan dan teori pendidikan liberal. Metode penelitian tersebut terdiri
atas heuristik, kritik, interpretasi, dan historiografi.
Dalam melakukan pembaruan K. H. Ahmad Dahlan tidak hanya mendirikan
sekolah, tetapi ikut membantu mengajar ilmu keagamaan di sekolah lain seperti di
Kweekschool Gubernamen Jetis. K. H. Ahmad Dahlan juga melakukan pembaharuan
lain seperti mendirikan masjid, menerbitkan surat kabar yang memuat tentang ilmu-
ilmu agama islam.
Kesimpulan yang dapat diambil secara garis besar dalam penelitian ini adalah
K. H. Ahmad Dahlan melakukan pembaharuan pendidikan di Indonesia didasarkan
atas pertimbangan kondisi masyarakat Indonesia yang mengalami keterbelakangan.
Pembaharuan yang dirintis K. H. Ahmad Dahlan yaitu menggabungkan pendidikan
umum dan pendidikan agama Islam yang diberi nama Madrasah Ibtidaiyah Diniyah
pada tahun 1911, pembaharuan pendidikan K. H. Ahmad Dahlan menimbulkan
dampak terhadap masyarakat yang tidak menerima Salah satunya adalah tentang arah
kiblat shalat yang banyak ditentang oleh masyarakat. Adapun saran yang diberikan
peneliti Masyarakat hendaknya lebih memperhatikan pendidikan dan menjaga
infrastruktur pendidikan. Serta dapat memnfaatkan pendidikan yang sudah ada
dengan baik dan tepat fungsi
EPISTEMOLOGI TAFSIR MALJA' AL-TALIBIN FI TAFSIR KALAM RABB AL-‘ALAMIN KARYA K. H. AHMAD SANUSI
Epistemologi merupakan salah satu disiplin keilmuan filsafat yang berusaha untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan mendasar mengenai teori ilmu pengetahuan yang dalam penelitian ini berupa kajian tafsir, yakni bagaimana sebuah tafsir dipahami dan diuji kebenarannya berdasarkan aturan-aturan epistemologi. Kitab tafsir Malja' al-Talibin fi Tafsir Kalam Rabb al-‘Alamin diduga keras oleh sebagian peneliti merupakan kitab tafsir pertama yang ditulis oleh K. H. Ahmad Sanusi. Selain itu, kitab tafsir ini belum banyak yang mengkaji dan tidak begitu populer. Penulisan tafsir ini beliau karang pada masa penjajahan Belanda dan ketika beliau diasingkan di Batavia. Berdasarkan latar belakang inilah peneliti merumuskan problem akademik penelitian ini ke dalam tiga klasifikasi permasalahan, yakni: 1) Apa sumber-sumber penafsiran yang dijadikan rujukan oleh K. H. Ahmad Sanusi dalam kitab Malja' al-Talibin fi Tafsir Kalam Rabb al-‘lamin? 2) Bagaimana metode penafsiran K. H. Ahmad Sanusi dalam menulis Kitab Malja' al-Talibin fi Tafsir Kalam Rabb al-‘Alamin?, dan 3) Bagaimana validitas penafsiran K. H. Ahmad Sanusi dalam tafsirnya secara epistemologis?.
Penulisan dalam skripsi ini ialah penelitian kepustakaan (library research) dengan metode deskriptif-analitik untuk mengungkap gambaran serta sisi epistemologi dari tafsir Malja' al-Talibin fi>Tafsir Kalam Rabb al-‘Alamin karya K. H. Ahmad Sanusi.
Adapun kesimpulan dari penelitian ini: Pertama, sumber-sumber yang K. H. Ahmad Sanusi rujuk dalam penafsirannya meliputi al-Qur’an, berbagai riwayat hadis, pendapat sahabat, ta>bi’i>n, ulama terdahulu, dan kitab-kitab tafsir klasik, salah satunya seperti Tafsi>r al-Kabi>r Mafa>tih} al-Gayb karya Fakhruddi>n al-Ra>zi. Kedua, metode penafsiran yang digunakan oleh K. H. Ahmad Sanusi dalam menulis kitab tafsir ini yaitu menggunakan metode tahlili (analisis), yaitu menafsirkan al-Qur’an secara terperinci menurut tartib mushafi dimulai dari Q.S. al-Fatih}ah dan berakhir di Q. S. Al-Nas, mencantumkan muna>sabah/ hubungan antar ayat, kisah, asbab al-nuzul dalam penafsirannya, serta mencantumkan qira’ah sab’ah setelah penafsirannya. Ketiga, validitas penafsiran kitab ini penulis buktikan dengan tiga teori kebenaran. 1) Teori koherensi. K. H. Ahmad Sanusi telah mengaplikasikan teori ini dalam penafsirannya karena tergolong konsisten dengan metode yang digunakan dan adanya kesesuaian penafsiran dengan sumber pengetahuannya. 2) Teori korespondensi. Dilihat menggunakan teori ini dapat disimpulkan bahwa K. H. Ahmad Sanusi kurang mengaplikasikannya, dikarenakan penafsirannya tidak memberikan uraian yang sesuai dengan realitas empiris. 3) Teori pragmatisme. Tafsir Malja' al-T}alibin karya K. H. Ahmad Sanusi menganut teori ini yang diaplikasikan dalam pembahasa-lokalan (vernakulisasi) ke dalam bahasa Sunda dengan tulisan Arab-pegon, serta penafsirannya merupakan salah satu upaya untuk menjawab berbagai permasalahan dalam hal keagamaan yang ada di masyarakat Sunda pada saat itu
STRATEGI BERSAING PADA INDUSTRI RUMAH TANGGA KUE APAM BARABAI PRODUKSI H. AHMAD
Penelitian ini dilatar belakangi oleh banyaknya industri rumah tangga yang
memproduksi kue Apam Barabai di Hulu Sungai Tengah. Hal ini membuat
industri rumah tangga kue Apam Barabai produksi H. Ahmad harus menerapkan
strategi bersaing yang tepat sehingga bisa lebih unggul dari para pesaingnya.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi bersaing pada industri
rumah tangga kue Apam Barabai produksi H. Ahmad dalam menghadapi
persaingan pasar kue Apam Barabai, serta untuk mengetahui strategi industri
rumah tangga kue Apam Barabai produksi H. Ahmad dalam menciptakan
keunggulan bersaing untuk meningkatkan jumlah konsumen.
Penelitian ini merupakan penelitian lapangan dengan menggunakan
pendekatan kualitatif deskriptif. Penelitian ini menghasilkan kesimpulan bahwa
strategi bersaing pada industri kue Apam Barabai produksi H. Ahmad ada dua
macam, yaitu pertama menjaga kualitas produk dengan cara menjaga kualitas rasa
dan menjaga konsistensi bentuk kue apam, dan kedua dengan memilih tempat
usaha yang strategis. Kemudian strategi bersaing pada industri rumah tangga kue
Apam Barabai produksi H. Ahmad dalam meningkatkan jumlah konsumen ada 2
macam, yaitu pertama melakukan inovasi produk dengan menggunakan cetakan
yang berbeda dari kue apam biasanya dipasaran, dan kedua melakukan inovasi
pemasaran dengan melakukan testimoni rasa kepada calon pembeli dan memasang
spanduk besar di depan tempat usaha
PEMIKIRAN PENDIDIKAN ISLAM TUAN GURU H. AHMAD ZUHDIANOOR
Adapun tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui pemikiran�pemikiran Tuan Guru Ahmad Zuhdianoor dalam konteks pendidikan Islam;
tujuan, pendidik, peserta didik, kurikulum dan metode pendidikan Islam. Yang
dengan penelitian ini akan menjadi modal bagi pendidik dan peserta didik yang
mana sudah kita ketahui keberhasilan beliau dalam dunia pendidikan Islam di
Kalimantan Selatan Khususnya di Banjarmasin.
Penelitian ini adalah penelitian studi pemikiran tokoh, yang mana
penelitian ini bertujuan mengkaji dan mengumpulkan sejumlah data untuk
memperoleh segala pemikiran Tuan Guru Ahmad Zuhdianoor yang berkaitan
tentang tujuan pendidikan Islam, pendidik dalam pendidikan Islam, peserta didik
dalam pendidikan Islam, kurikulum pendidikan Islam dan metode pendidikan
Islam.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yaitu pendekatan yang
menggunakan penulisan penelitian deskriptif. Objek penelitian ini adalah
pemikiran pendidikan Islam tuan Guru H. Ahmad Zuhdianoor, sedangkan yang
menjadi subjek penelitian ini adalah Tuan Guru H. Ahmad Zuhdianoor.
Pengumpulan data dalam penelitian ini diambil dengan cara mengamati
video rekaman dan wawancara. Setelah data terkumpul, selanjutnya diproses
melalui editing, klasifikasi data, dan Interpretasi data selanjutnya di analisis secara
deskriptif kualitatif.
Berdasarkan hasil analisis data, diperoleh simpulan bahwa pemikiran�pemikiran Tuan Guru H. Ahmad Zuhdianoor tentang Pendidikan Islam sangat
bagus dan sangat tepat untuk diikuti para pendidik dan peserta didik, dan sangan
efektik untuk era pendidikan sekarang
Peran H. Ahmad Chusairi pada seni kentrung Sunan Drajat di Lamongan tahun 1991- 2019
Abstract This study discusses the role of the characters in the creation and development of the Sunan Drajat Kentrung in Lamongan. Oral literature is a part of the performing art known as kentrung. Kentrung art is practiced in many areas, including Jepara, Tuban, Lamongan, Tulungagung, Blitar, and Sidoarjo. Each district has its own uniqueness in presenting a kentrung show; for example, Lamongan calls his kentrung by the name of Kentrung Sunan Drajat and often tells the story of one of the Walisongo, Sunan drajat. The famous character in the development of the Kentrung in Lamongan is H. Ahmad Chusairi, who, in addition to playing the role of the Dhalang ontang-anting Kentrong Sunan Drajat, is also the advocate of the founding of the Kentrungan Sunan Drajat. This research attempts to explain how H. Ahmad Chusairi contributed to the creation of the art of Sunan Drajat Kentrung in Lamongan. Includes the biography of H. Ahmad Chusairi, his contribution to the name of Kentrung Sunan Drajat, how he introduced the concept to the Lamongan people in particular and to various areas of Lamongan in general, as well as how H. Ahmed Chusauri made the art of the Sunan Drajat one of the arts of the Lamongan community as a medium of spread of Islam-based art. This research uses historical research methodologies that include historiography, verification, interpretation, and heuristics. Research findings indicate that H. Ahmad Chusairi played a role in the growth of Sunan Drajat in Lamongan between 1991 and 2019 by naming the Sunan Drajat Kentrung, introducing it to various areas, and making it a tool of praise in the field of art for the community.Abstrak Penelitian ini mebahasas peran tokoh dalam penciptaan serta perkembangan Kentrung Sunan Drajat di Lamongan. Sastra lisan atau seni tutur merupakan bagian dari seni pertunjukan yang dikenal sebagai kentrung. Seni kentrung banyak dipraktikkan di berbagai daerah, antara lain Jepara, Tuban, Lamongan, Tulungagung, Blitar, dan Sidoarjo. Setiap daerah memiliki keunikan tersendiri dalam menyajikan pertunjukan kentrung; misalnya, Lamongan yang menyebut kentrungnya dengan nama Kentrung Sunan Drajat dan sering menceritakan kisah salah satu Walisongo, Sunan Drajat. Tokoh yang dikenal dalam perkembangan kentrung di Lamongan adalah H. Ahmad Chusairi yang selain berperan sebagai dhalang ontang-anting Kentrung Sunan Drajat, H. Ahmad Chusairi juga merupakan penggagas didirikannya Kentrung Sunan Drajat. Penelitian ini mencoba menjelaskan bagaimana kontribusi H. Ahmad Chusairi dalam penciptaan kesenian Kentrung Sunan Drajat di Lamongan. Meliputi biografi H. Ahmad Chusairi, kontribusinya terhadap nama Kentrung Sunan Drajat, bagaimana beliau memperkenalkan konsep tersebut kepada masyarakat Lamongan khususnya dan ke berbagai daerah Lamongan pada umumnya, serta bagaimana H. Ahmad Chusairi menjadikan kesenian Kentrung Sunan Drajat sebagai salah satu kesenian masyarakat Lamongan sebagai media penyebaran islam berbasis seni. Penelitian ini menggunakan metodologi penelitian sejarah yang mencakup historiografi, verifikasi, interpretasi, dan heuristik. Temuan penelitian menunjukkan bahwa H. Ahmad Chusairi berperan dalam tumbuhnya kentrung Sunan Drajat di Lamongan antara tahun 1991 hingga 2019, dengan memberi nama Kentrung Sunan Drajat, memperkenalkannya ke berbagai daerah, dan menjadikannya sebagai alat dakwah dalam bidang kesenian bagi masyarakat.
- …
