14 research outputs found
Studi Teologi-Etis Hubungan Perilaku Korupsi Sebagai Salah Satu Dampak Sikap Hidup Hedonis
In this paper, the author will conduct a theological-ethical study of the relationship between corrupt behavior as one of the impacts of a hedonic attitude to life. The research method in writing this article is to use a descriptive qualitative study method with a library research approach. The practice of corruption is one of the impacts of a hedonic life attitude in humans who prioritizes the desires of the flesh rather than the desires of the spirit, cannot fulfill what is on them, so that humans become greedy, arrogant and evil and this is against God\u27s will and is also not in line with God\u27s mission is to bring peace on earth as it is in heaven. If this desire for corruption cannot be controlled in humans, then corruption seems to be a natural act that is no longer seen as a crime. Self-transcendence is very important to be used as an effort of human praxis to go beyond its hedonistic sides, and to allow itself to be guided by the noble values of life that come from religious teachings and from the context of the community in life
THE EFFORT OF SUNDAY SCHOOL TEACHERS TO LOVE AND EDUCATE CHILDREN TO FULFIL THE GOD’S DESIGN THROUGH THEIR PERSONALITY
The author investigated the efforts of Sunday school teachers to love and educate children to fulfil God's design through their personalities. The research method was a descriptive qualitative study with a library research approach. The lack of understanding of a Sunday school teacher on students' personality, character, and temperament was one aspect that triggers why Sunday school teachers did not love and educate children wholeheartedly. Therefore, it is essential for Sunday school teachers to love and educate children to fulfil God's design through their personalities. Loving and educating children aims to reach their maximum potential for Jesus in the context of the gifts and qualities that God has abundantly bestowed upon each child. Sunday school teachers need to educate children to attain higher levels of spiritual excellence in pious, wise and knowledgeable and learned personalities. The purpose of studying the personality of Sunday school children is to understand, reach, and teach students more effectively through the unique personality that God has given to students so that we can bring honour and glory to God.
Abstrak: Penulis menginvestigasi upaya guru sekolah minggu mengasihi dan mendidik anak-anak untuk memenuhi rancangan Allah melalui kepribadiannya. Metode penelitian pada penulisan artikel ini adalah menggunakan metode kajian kualitatif deskriptif dengan pendekatan library research. Kurangnya pemahaman seorang guru sekolah minggu terhadap kepribadian, karakter, dan tempramen peserta didik, merupakan salah satu aspek yang memicu mengapa guru sekolah minggu kurang mengasihi dan mendidik anak-anak dengan sepenuh hati. Oleh sebab itu sangat penting peranan guru sekolah minggu untuk mengasihi dan mendidik anak-anak untuk memenuhi rancangan Allah lewat kepribadiannya. Mengasihi dan mendidik anak-anak bertujuan untuk mencapai potensi mereka secara maksimal bagi Yesus dan melakukan hal ini dalam konteks karunia dan kualitas yang telah dikaruniakan Tuhan secara limpah kepada masing-masing anak. Guru sekolah minggu perlu mendidik anak-anak untuk mencapai level keunggulan rohani yang lebih tinggi dalam kepribadian yang saleh, bijaksana dan berpengetahuan serta terpelajar. Tujuan mempelajari kepribadian anak-anak sekolah minggu adalah untuk memahami, menjangkau, dan mengajar murid-murid secara lebih efektif melalui kepribadian khususnya yang diberikan Allah kepada anak didik, sehingga kita bisa mendatangkan kehormatan dan kemuliaan bagi Allah.
Kata-kata kunci: guru sekolah minggu, kepribadian, mengasihi, mendidi
PERENNIALISME: ANALISIS UPAYA MEMBANGUN SIKAP TOLERANSI BERAGAMA DI SEKOLAH DASAR
Toleransi beragama merupakan fondasi penting dalam membangun masyarakat plural yang harmonis, khususnya melalui pendidikan dasar. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis kontribusi filsafat perennialisme dalam membentuk sikap toleransi beragama di sekolah dasar. Metode yang digunakan adalah kajian pustaka dengan pendekatan tematik, yang mengkaji berbagai literatur dari jurnal bereputasi dan sumber akademik terpercaya. Hasil analisis menunjukkan bahwa penerapan nilai-nilai universal dalam prinsip perennialisme seperti keadilan, kasih sayang, dan penghormatan terhadap perbedaan mampu memperkuat sikap toleran siswa melalui strategi pengajaran inklusif, dialog antaragama, kurikulum berbasis nilai, serta peran aktif guru dan komunitas sekolah. Temuan ini menegaskan bahwa pendidikan berbasis perennialisme efektif dalam mengurangi stereotip, memperkuat empati, dan menciptakan lingkungan belajar yang inklusif. Simpulan dari penelitian ini menyatakan bahwa integrasi nilai-nilai perennialisme memiliki relevansi strategis dalam pendidikan lokal maupun global. Disarankan agar penelitian lanjutan mengembangkan modul pembelajaran kontekstual berbasis perennialisme dan melakukan studi empiris untuk menguji dampaknya secara langsung di sekolah dasar
Konsep Eduecologi dalam Pendidikan Agama Kristen Konteks Sekolah
Dalam tulisan ini, penulis akan mengkaji dan mendeskripsikan tentang konsep eduecologi dalam PAK konteks sekolah. Metode penelitian pada penulisan artikel ini adalah menggunakan metode kajian kualitatif-deskriptif dengan pendekatan library research, membaca dan membandingkan sejumlah referensi yang berhubungan dengan kajian. Pencegahan perusakan lingkungan hidup sejak dini sangatlah penting. Dalam hal ini PAK berwawasan lingkungan hidup merupakan wahana pembelajaran yang memfasilitasi peserta didik untuk mengenal Allah melalui karya ciptaanNya serta mewujudkan kedamaian di bumi melalui sikap hidup yang mengacu pada nilai-nilai eko-teosentris. Konsep eduecologi dalam PAK konteks sekolah dapat dilakukan melalui pengajaran pendidikan PAK dan fasilitas yang bias dimanfaatkan yaitu, melalui kegiatan belajar-mengajar PAK, lewat budaya sekolah, melalui kegiatan rutin di sekolah, keteladanan guru PAK, kegiatan spontan, pengkondisian lingkungan, lewat peran serta orang tua dari siswa dan peran serta gereja. Melalui PAK berwawasan lingkungan hidup, peserta didik diharapkan akan mengalami perjumpaan yang baik dan benar dengan Allah yang dikenal sebagai pencipta langit dan bumi, dipercaya dan diimaninya, serta dapat memaknai lingkungan hidup sebagai karya ciptaan Allah yang harus dikelola, dirawat dan dilestarikan
The Role of Religious Moderation in Enhancing Social Harmony and Interfaith Tolerance among University Students
Radicalism and intolerance among religious communities in universities indicate a lack of understanding of religious moderation among students. This study aims to analyze the role of religious moderation in strengthening social harmony and interfaith tolerance among students of different faiths. The methodology used is a literature review, with data from journals, books, and relevant research conducted over the past five years. The results reveal a significant gap between the concept of religious moderation and its actual practice among students in campus life. While moderation is emphasized in educational policies, it has not yet been fully internalized as a social behavior, particularly in students' everyday interactions. These results suggest that religious education based on moderation should focus on transforming theoretical concepts into tangible actions, not merely discourse. The study also identifies that moderate religious values, such as balance, justice, and tolerance, are crucial for reducing intolerance and radicalism. Therefore, the study recommends strengthening campus policies and increasing student participation as key agents of interfaith harmony. Additionally, it suggests future research using qualitative field approaches to explore how religious moderation is applied in students' daily lives
Minat dan Perhatian dalam Kaitannya dengan Kegiatan Belajar Mahasiswa/i PGSD KELAS 11A21 Tahun 2024
Tujuan penelitian untuk memperoleh data minat dan perhatian dalam kaitannya dengan kegiatan belajar Mahasiswa/i PGSD Kelas 11A21 T.A 2024. Populasi dalam Penelitian ini yaitu Mahasiswa Prodi PGSD Kelas 11A21 yang berjumlah 44 Mahasiswa. Seluruh pupolasi dijadikan objek penelitian. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: Pertama, Angket, Kedua, Observasi. Analisis data yang digunakan yaitu: analisis deskriptif. Yakni menyajikan dalam bentuk tabel frekuensi. Hasil penelitian yang diperoleh minat dan perhatian berpengaruh terhadap kegiatan belajar Mahasiswa/I PGSD Kelas 11A21. Melalui analisis data yang diperoleh r hitung sebesar = 0,640 melihat taraf signifikasi 5 % pada tabel r product moment dengan jumlah sampel 44 orang dan dk = n-2 adalah 0,304. Dengan demikian harga r hitung > r tabel dan didapatkan nilai signifikansi (sig.2-tailed) sebesar 0,000 < 0,05. Sesuai dengan hasil tersebut dan didasarkan dasar pengambilan keputusan maka terdapat korelasi atau pengaruh.
Analysis Of Batak Culture-Based Multicultural Christian Religious Education Concepts And Their Implementation In Christian Religious Education At The Quality Berastagi University (UQB)
This article aims to describe the concept of multicultural Christian Religious Education based on Batak culture and its implementation in Christian Religious Education learning at the Quality Berastagi University (UQB), taking into account that the Quality Berastagi University (UQB) student population is comprised of students of diverse ethnicities, languages, and religions. different. Its variety is a national advantage and source of riches that must be preserved. This article employs a descriptive qualitative study approach and a library research design for its research methodology. The findings of the researchers indicate that the concept of multicultural Christian Religious Education based on Batak culture can be implemented in a number of ways: First, through the teaching and learning process in the classroom, specifically through the presentation of material that integrates it through educational themes. Relevant Christianity; Second, through daily campus activities, such as co-curricular and extracurricular activities, connected to establishing the values of the "Dalihan na Tolu" philosophy, which emphasizes: first, Greetings as the Base of Familiarity. Second, an attitude of consensus and respect for others' opinions. Third, the tolerance for life attitude. Fourth, brotherhood and mutual assistance. These findings add to the efforts of educators in delivering multicultural Batak-based Christian Religious Education content through the "Dalihan na Tolu" philosophy in the Christian Religious Education learning process at the Quality Berastagi University (UQB)
ANALISIS UPAYA MERAJUT HARMONI LINTAS IMAN DALAM IMPLEMENTASI MODERASI BERAGAMA DI KABUPATEN TOBA
Artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana merajut harmoni lintas iman dalam implementasi moderasi beragama di kabupaten Toba, mengingat masih banyak kasus terjadinya intolerasi beragama di Indonesia. Metode penelitian pada artikel ini menggunakan metode kajian kualitatif deskriptif dengan pendekatan library research. Hasil temuan menunjukan bahwa untuk mewujudkan harmonisasi lintas iman di Kabupaten Toba diperlukan dialog lintas iman untuk merajut harmoni lintas iman, dengan beberapa indikator yang harus dibangun: Pertama, merajut harmoni lintas iman lewat dialog sebagai wadah memperkaya pengetahuan lintas agama. Kedua, merajut harmoni lintas iman lewat dialog sebagai wadah mempererat pesaudaraan antar lintas agama. Ketiga, merajut harmoni dialog lintas iman sebagai wadah pemahaman budaya. Keempat, merajut harmoni lintas iman lewat nilai Pancasila. Menciptakan harmoni lintas iman di Kabupaten Toba dapat dilakukan dengan memperlakukan orang lain secara terhormat dengan menerima perbedaan sebagai ciri dari keragaman. Moderasi beragama sejatinya merupakan implementasi dari nilai-nilai toleransi. Selain itu, konsep moderasi beragama sangat menjunjung nilai-nilai egaliter dengan tidak berpandangan diskriminatif terhadap yang lain agar mampu menciptakan harmoni lintas iman
Pentingnya Pendidikan Katekisasi Sidi di Gereja
Metode penelitian pada penulisan artikel ini adalah menggunakan metode kajian kualitatif deskriptif dengan pendekatan library research. Dalam tulisan ini, penulis akan mendeskripsikan pentingnya pendidikan katekisasi sidi di dalam gereja dari berbagai literatur yang relevan dengan topik kajian. Hasil temuan penelitian menunjukkan bahwa pendidikan katekisasi sidi penting di dalam gereja, sebab pendidikan katekisasi sidi adalah pintu gerbang untuk mempersiapkan generasi Kristen yang baik dan berkualitas. Pada masa ini generasi muda Kristen Indonesia sedang mengalami berbagai persoalan kehidupan yang kompleks. Maka tindakan yang dilakukan oleh gereja dalam menghadapi berbagai persoalan kehidupan pemuda Kristen yang kompleks ialah lewat pelayanan pendidikan kristiani yang dilakukan oleh gereja, agar kaum muda-mudi memiliki hidup yang bermakna bagi Yesus, gereja, keluarga dan masyarakat luas. Sangat penting untuk meningkatkan kualitas pendidikan katekisasi sidi di dalam gereja, faktor yang paling utama tentu adalah faktor campur tangan Tuhan, yaitu melibatkan Tuhan dalam proses pertumbuhan rohani mereka, karena hanya Tuhanlah yang bisa menumbuhkan iman seseorang. Selebihnya, melalui upaya peran gereja dengan memberikan edukasi pentingnya pendidikan katekisasi sidi, meningkatkan cara mengajar pada katekisasi sidi dan berbobot serta relevan dengan kebutuhan dan kehidupan peserta katekisasi sidi, membangun komunitas yang kuat, kepemimpinan melalui peneladanan, gereja mempersiapkan mentor-mentor yang handal dalam mengajar anak-anak katekisasi sidi dengan program yang inovatif, melibatkan peserta katekisasi sidi untuk melayani satu dengan yang lainnya serta dapat membangun komunikasi antar generasi di dalam gereja
Analisis Peranan Guru Sekolah Minggu dalam Mengasihi dan Mendidik Anak-Anak melalui Kepribadiannya
Artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana peranan guru sekolah minggu dalam mengasihi dan mendidik anak-anak melalui kepribadiannya, mengingat masih banyak kasus pendidik kurang mengasihi peserta didik dengan sepenuh hati. Metode penelitian pada artikel ini menggunakan metode kajian kualitatif deskriptif dengan pendekatan library research. Penelitian ini dilakukan di Gereja Batak Karo Protestan, Runggun Kandibata-Kabupaten Karo. Temuan penelitian menunjukkan bahwa rendahnya pengetahuan pendidik mengenai kepribadian, tempramen, dan karakter atau sifat anak-anak, menjadi salah satu faktor penyebab pendidik minim mengasihi anak-anak dengan sepenuh hati. Untuk memenuhi rancangan Allah dalam kepribadian anak-anak, peranan pendidik sangatlah penting. Manusia dilahirkan ke dalam empat tipe kepribadian yang lebih seimbang sebagai bagian dari proses hidup kudus. Dalam hal ini pendidik penting mendidik peserta didik untuk sampai pada tahap kepribadian dan kerohanian yang baik. Hasil temuan ini menjadi kontribusi bagaimana upaya pendidik dapat mengajar, menjangkau dan memahami peserta didik secara lebih efisien melalui tipe kepribadiannya
