11 research outputs found

    Modifikasi Zeolit Alam Menjadi ZSM-5 Sebagai Penjerap CO2

    No full text
    Biogas is a product of the bio-decomposition process in anaerobic conditions. Methane (CH4) and carbon dioxide (CO2) are the compounds of biogas that act in determining the quality of biogas. When the CH4 level is high, the biogas will have a high caloric value; conversely, the increased CO2 levels result in low biogas heating value. One effort to purify biogas is the adsorption process using natural zeolite. Natural zeolite should be modified into ZSM-5 because it has a greater pore diameter than natural zeolite. It is expected that the increase of the efficiency of CO2 adsorption is more significant than natural zeolite. ZSM-5, which is altered from natural zeolite, will be compared to the effectiveness of CO2 adsorption compared to natural zeoliteiogas merupakan produk dari proses penguraian bahan-bahan organik oleh mikroorganism dalam kondisi tanpa udara (anaerob).  Dari semua unsur biogas yang berperan dalam menentukan kualitas biogas yaitu gas metana (CH4) dan gas karbon dioksida (CO2). Bila kadar CH4 tinggi maka biogas tersebut akan memiliki nilai kalori yang tinggi. Sebaliknya jika kadar CO2 yang tinggi maka akan mengakibatkan nilai kalor biogas tersebut rendah. Salah satu usaha yang dapat dilakukan untuk memurnikan biogas adalah dengan proses adsorpsi semisal dengan zeolit. Dalam rangka meningkatkan efisiensi penjerapan CO2, modifikasi zeolit diperlukan. Pada penelitian ini digunakan zeolite hasil modifikasi yang dikenal dengan ZSM-5. Zeolite ZSM-5 hasil sintesis memiliki diameter pori yang lebih besar dari pada zeolit alam sehingga diharapkan peningkatan efisiensi penjerapan gas CO2 lebih besar dibandingkan dengan zeolite alam. Zeolit ZSM-5 yang telah diubah dari zeolit alam akan dibandingkan tingkat efektivitas penjerapan gas dibanding zeolit alam dan sintesis zeolit ZSM-5

    Study of COD Removal Rate on a Sequencing Batch Reactor (SBR) Treating Tapioca Wastewater

    No full text
    Industrial wastewater treatment using Sequencing Batch Reactor (SBR) can improve effluent quality at lower cost than that obtained by other biological treatment methods. Further optimization is still required to enhance effluent quality until it meets standard quality and to reduce the operating cost of treatment of high strength organic wastewater. The purpose of this research was to determine the effect of pretreatment (pH adjustment and prechlorination) and aeration time on effluent quality and COD removal rate in tapioca wastewater treatment using SBR. Pretreatment was done by (1) adjustment of tapioca wastewater pH to control (4.92), 7, and 8, and (2) tapioca wastewater prechlorination at pH 8 during hour using calcium hypochlorite in variation dosages 0, 2, 4, 6 mg/L Cl2, SBR operation was conducted according to following steps: (1) Filling of pre-treated wastewater into a bioreactor during 1 hour, and (2) aeration of the mixture of tapioca wastewater and activated sludge during 8 hours. Effluent sample was collected at every 2-hours aeration for COD analysis. COD removal rate mathematical formula was got by first deriving the best fit function between aeration time and COD. Optimum aeration time resulting in no COD removal rate. The value of COD effluent and its removal rate in optimum aeration time was used to determine the recommended of operation condition of pretreatment. Research result shows that chosen pH operation condition is pH 8. Prechorination can make effluent quality which meets standard quality and highest COD removal rate. The chosen Cl2 dosage is 6 mg/L

    PENGARUH PENAMBAHAN LEACHATE PADA PROSES PENGOMPOSAN DOMESTIC BIOWASTE SECARA ANAEROB

    No full text
    Pengomposan domestic biowaste dan leachate dijalankan dalam kondisi anaerob dengan sistem batch. Proses dijalankan dalam 3 set komposter dengan volume yang sama namun perbandingan komposisi bahan baku yang berbeda. Tujuan penelitian ini adalah mengkaji proses pengolahan domestic biowaste dan leachate dalam proses pengomposan. Hasil yang diperoleh, penambahan leachate dapat mempercepat proses pengomposan karena leachate mengandung sejumlah mikroorganisme yang dibutuhkan dalam proses pengomposan. Selain itu, leachate juga mengandung senyawa xenobiotik. Oleh karena itu penggunaan leachate dengan kadar 50% memberikan hasil lebih efektif jika dibandingkan dengan penggunannya dengan kadar 100%

    PENGARUH PENGATURAN SKEMA FEEDING DAN KONSENTRASI LIMBAH HEXAVALENT CHROMIUM (Cr(VI)) PADA STABILITAS PROSES ANAEROB : STUDI KASUS LIMBAH CAIR LABORATORIUM JURUSAN TEKNIK KIMIA UNIVERSITAS GADJAH MADA (JTK UGM)

    No full text
    This research is aimed to improve the performance of the laboratory�s wastewater treatment facility in Chemical Engineering Department of Gadjah Mada University, which contains chromate. The research is emphasized on formulating the composition of starter and substrate feeding frequency to maintain the performance stability of anaerobic process in wastewater treatment plant on Chemical Engineering Department Gadjah Mada University.Disturbance to the process was assumed to be mainly caused by the chromate�s effect. Measurements were conducted in each digester with respect to: (i) the effect of addition of cow manure, conducted by comparing between the digester without cow manure (containing starch 20 g/

    Pengaruh Penambahan Vermiculite Termodifikasi Cu2+ sebagai Media Imobilisasi Bakteri Anaerob pada Produksi Biogas terhadap Parameter Kinetika

    No full text
    Modifikasi vermiculite dilakukan untuk meningkatkan afinitasnya sebagai media imobilisasi bakteri anaerob. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh vermiculite termodifikasi Cu2+ dalam proses produksi biogas terhadap parameter kinetika. Penelitian ini dilakukan menggunakan tiga digester, yaitu digester tanpa penambahan vermiculite termodifikasi Cu2+, digester dengan penambahan vermiculite termodifikasi Cu2+ 0,01 mg/L dan digester dengan penambahan vermiculite termodifikasi Cu2+ 0,5 mg/L. Hasil yang diperoleh adalah semua digester dengan penambahan vermiculite termodifikasi Cu2+ sebanyak 40 g memberikan peningkatan pada nilai laju pertumbuhan spesifik bakteri asidogen  dibandingkan dengan digester tanpa penambahan vermiculite termodifikasi yaitu sebesar 48 %. Penurunan laju pentumbuhan spesifik bakteri metanogen hanya terjadi pada digester dengan penambahan vermiculite termodifikasi Cu2+ 0,5 mg/L hingga  88,87 %

    D. Andang Arif Wibawa INTRODUKSI TEKNOLOGI PENGGUNAAN MESIN BOR DAN MESIN GERGAJI DALAM UPAYA PENINGKATAN PRODUKTIVITAS SANGKAR BURUNG

    No full text
                    Tujuan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini bekerja dengan mitra Kelompok Perajin “Santosa” Debegan, Mojosongo, Kota Surakarta adalah meningkatkan pendapatan mitra dilakukan melalui introduksi teknologi mesin bor dan mesin gergaji. Permasalahan utama yang dihadapi mitra adalah semua kegiatan dilakukan secara manual sehingga produktivitas rendah. Mitra tidak memiliki modal untuk  membeli mesin bor dan mesin gergaji triplek atau bambo.  Berangkat dari permasalahan tersebut mitra sepakat untuk bekerja sama dengan Tim Pengabdian Universitas Setia Budi Surakarta untuk meningkatkan pendapatan melalui peningkatan  kapasitas produksinya. Metode pelaksanaan yang dilakukan dalam kegiatan ini adalah (1) memberikan atau menambah peralatan berupa mesin bor dan mesin gergaji, (2) introduksi teknologi penggunaan mesin bor dan mesin gergaji, (3) pelatihan dan pendampingan penggunaan sistem keuangan sederhana. Hasil dari kegiatan adalah meningkatnya pengetahuan dan keterampilan mitra, meningkatnya pendapatan melalui peningkatan produktivitas sangkar burung publikasi pada media massa                Tujuan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini bekerja dengan mitra Kelompok Perajin “Santosa” Debegan, Mojosongo, Kota Surakarta adalah meningkatkan pendapatan mitra dilakukan melalui introduksi teknologi mesin bor dan mesin gergaji. Permasalahan utama yang dihadapi mitra adalah semua kegiatan dilakukan secara manual sehingga produktivitas rendah. Mitra tidak memiliki modal untuk  membeli mesin bor dan mesin gergaji triplek atau bambo.  Berangkat dari permasalahan tersebut mitra sepakat untuk bekerja sama dengan Tim Pengabdian Universitas Setia Budi Surakarta untuk meningkatkan pendapatan melalui peningkatan  kapasitas produksinya. Metode pelaksanaan yang dilakukan dalam kegiatan ini adalah (1) memberikan atau menambah peralatan berupa mesin bor dan mesin gergaji, (2) introduksi teknologi penggunaan mesin bor dan mesin gergaji, (3) pelatihan dan pendampingan penggunaan sistem keuangan sederhana. Hasil dari kegiatan adalah meningkatnya pengetahuan dan keterampilan mitra, meningkatnya pendapatan melalui peningkatan produktivitas sangkar burung publikasi pada media mass

    Model Matematika Untuk Analisis Kuantitatif Produksi Plant Growth-prommoting Rhizobacteria Dalam Low-cost Substrat Dengan Proses Anaerob Mathematical Model for Quantitative Analysis of Plant Growth-promotting Rhizobacteria's Production on Low-cost Substra

    No full text
    Plant Growth-Prommoting Rhizobacteria (PGPR) are advantageous bacteria consorcium that actively colonized on the rhizosfer. The objective of this research is investigate PGPR's production on low-cost substrat using mathematical model. This research was conducted in batch anaerobic system. The result is PGPR's production on low-cost substrat could be simulated with Contois's Model, growth kinetics parameters values that include 12μm"> , 12Ksx"> and 12YXS"> are 3,4556; 1189,8333 and 0,0582 respectivelyand the optimum composition of PGPR's production from bamboo's root on low-cost substrat is 1 : 1 with Solids Retention Time (SRT) is 10 days

    Vinasse as Cultivation Medium of

    No full text
    Vinasse is ethanol wastewater that still contains nutrients. It can be medium cultivation for Chlorella sp. Cultivation Chlorella sp. in vinasse did not only minimize its COD content but also potentially produce Poly–Hydroxy Butyrate (PHB) in a limited nutrient. This paper presents a cultivation process of Chlorella sp. in vinasse on the various limited nutrient. Chlorella sp. was cultivated in vinasse by adding complete nutrient (urea and TSP), TSP (limited N), and urea (limited P). Experimental data was optimized by a mathematical model to predict the behavior of the Chlorella sp. in limited nutrient systematically. The study confirmed that the best condition of the cultivation medium of Chlorella sp. to minimize COD content in vinasse by addition phosphate into the reactor. However, PHB could be best accumulated in the cell on limited phosphate

    Pelatihan Pembuatan Sabun Cuci Tangan Penunjang PHBS bagi Kader PKK Wilayah Kadipiro Banjarsari Surakarta

    No full text
    Tidak semua anggota masyarakat paham pentingnya Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) contohnya cuci tangan sebagai salah satu upaya dalam pencegahan penularan virus corona. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mendukung program pemerintah dalam pencegahan penularan/ penyebaran virus corona dengan memberikan edukasi serta diseminasi pembuatan sabun cuci tangan kepada kader PKK di lingkungan Sukomulyo Kadipiro Banjarsari Surakarta. Kegiatan pengabdian dimulai dari perijinan kepada ketua RT dan Lurah Kadipiro. Selanjutnya dilakukan pretest untuk mengetahui tingkat pengetahuan peserta terkait PHBS serta pembuatan sabun cuci tangan. Selanjutnya dilakukan pelatihan pembuatan sabun cuci tangan. Tahapan akhir adalah evaluasi postest melalui kuesioner yang dibagikan kepada peserta dan hasilnya dibandingkan dengan hasil pretest dan diuji statistik.  Hasil kegiatan berupa produk sabun cuci tangan dikemas dalam wadah yang menarik dapat dikembangkan untuk usaha mandiri warga. Hasil uji statistik menunjukkan bahwa peserta pelatihan memahami proses pembuatan sabun cuci tangan ditandai ada perbedaan signifikan (alfa<0.05) pada uji statistik
    corecore