1,721,765 research outputs found

    Desain Interior Restoran Ikan Di Jalan Gatot Subroto Timur Denpasar

    Full text link
    ABSTRAK Hidup manusia jaman sekarang sudah mengalami kemajuan yang sangatpesat. Hal ini ditandai dengan munculnya trend hidup yang simpel, fungsional,stylish, dan trendy. Manusia selalu menginginkan kehidupan yang lebih baik.Gaya hidup masyarakat melakukan segala sesuatu berjalan cepat didukung teknologi dan industrialisasi serta lingkungan alam tropis yang menonjolkan unsurnatural dan merupakan iklim daerah sekitar, Konsep Modern Tropis terpilih menjadi konsep yang pantas diaplikasikan pada desain Restoran Ikan. Di dalamkonsep modern tropis, selain mengutamakan ruang terbuka dan memanfaatkan alam, kita dapat bermain main dengan pemakaian material, baik itu material alami atau buatan. Dengan memilih material alami,seperti batu alam, kayu, dan lain- lain yang dipadukan dengan material buatan seperti kaca, logam, sehingga bangunan akan terasa lebih bersahabat dengan alam tropis. Kata Kunci : Desain Interior Restoran Ikan di jalan Gatot Subroto timur Denpasa

    Perancangan Video Profile Museum Gatot Subroto

    Full text link
    Museum adalah tempat dimana banyak barang-barang peninggalan sejarah dari suatu wilayah, benda artistik atau benda berharga yang harus dijaga keberadaanya. Museum Gatot Subroto adalah museum yang menyimpan beragam barang-barang peninggalan dari Jenderal Gatot Subroto diantaranya pakaian dinas, topi, tongkat komando pipa cangklong, pisau, kacamata dan terdapat tempat tidur yang kondisinya masih terawat. Dari hasil observasi dan wawancara yang sudah dilakukan, belum adanya media yang menampilkan informasi secara detail mengenai museum dan visual barang-barang peninggalan Jendral Gatot Subroto yang berada di Museum Gatot Subroto. Berdasarkan dengan masalah yang ada, peneliti menggunakan video profile sebagai media untuk memberikan gambaran secara umum mengenai profile, sejarah, atau hal umum mengenai Museum Gatot Subroto. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif yang bersifat fleksibel dan berubah-ubah, dengan pengumpulan data melalui wawancara, observasi dengan terlibat langsung, jurnal, dan review dokumen. Maka dirancanglah video profile ini agar dapat memberikan penjelasan profile, koleksi, dan tujuam Museum Gatot Subroto. Hasil dari penelitian ini agar menjadi video profile yang dapat menyampaikan informasi kepada masyarakat tentang Museum Gatot Subroto dengan lebih menarik dan detail

    Evaluasi tingkat pelayanan jalan studi kasus: jalan Gatot Subroto Jakarta

    No full text
    Jalan Gatot Subroto merupakan salah satu jalan utama di Jakarta yang bertipe arteri primer. Jalan Gatot Subroto melewati dua kota adminstrasi yaitu kota administrasi Jakarta Selatan dan Jakarta pusat. Saat ini jalan Gatot Subroto kapasitasnya berkurang disebabkan karena kepadatan pada ruas jalan tersebut sehingga mengakibatkan kemacetan. Lokasi penelitian terdapat di ruas jalan Gatot Subroto Cawang arah Grogol dan Grogol arah Cawang. Pada penelitian ini, akan dibahas mengenai tingkat pelayanan jalan di ruas Jalan Gatot Subroto. Acuan penelitian adalah Peraturan Menteri perhubungan no 14 tahun 2006, Peraturan Menteri perhubungan no 96 tahun 2015 dan Manual Kapasitas Jalan Indonesia (MKJI) 1997. Penelitian ini dilakukan dengan metode survey arus lalu lintas di jalan Gatot Subroto dengan mencatat jumlah kendaraan yang lewat, sehingga peneliti dapat mengketahui kapasitas, kecepatan arus bebas, volume, kepadatan, derajat kejenuhan dan tingkat pelayanan jalan dari ruas jalan tersebut. Dari hasil pengolahan data, diperoleh nilai LOS dari masing-masing arah jalan yaitu sebesar 1.70 dan 1.41 sehingga masuk ke kategori tingkat pelayanan “kategori F”. Dilakukan juga penyebaran kuesioner kepada 100 responden. Kuesioner ini bertujuan untuk mendapatkan data presepsi berupa kecepatan dan waktu responden saat melewati jalan Gatot Subroto dalam kondisi lancar, tidak lancar dan macet. Kemudian hasil observasi langsung dan kuesioner akan dibandingkan dengan Peraturan Menteri Perhubungan no 14 tahun 2006 dan no 96 tahun 2015. Kata kunci: Jalan, Kendaraan, Kapasitas, Peraturan Menteri, MKJI, level of servic

    PENGARUH KOMUNIKASI PEMASARAN TERHADAP KEPUTUSAN MEMBELI PADA HERO SUPERMARKET GATOT SUBROTO

    Full text link
    PUSPITA LIANTI PUTRI. 2009. The Impact of Marketing Communication to Purchase Decision at Hero Supermarket Gatot Subroto. DIII Marketing Management Study Program. Departement of Management. Faculty of Economics. Satate University of Jakarta. Scientific work aims to determine the impact of marketing communications to purchase decision at Hero Supermarket Gatot Subroto. The author takes the title is to know about marketing communication activities conducted Hero Supermarket Gatot Subroto and find out whether or not the impact of marketing communications to purchase decision at Hero Supermarket Gatot Subroto. The method used in this research is descriptive analysis by using data gathered through a literature study, interviews and questionnaires. Type of scale used is a Likert scale. The sampling technique used by random sampling. In this study the authors used the technique of data analysis qualitative and quantitative with product moment correlation. From the result of this scientific work we can conclude that the presence of a positive relationship between marketing communication with purchase decision at Hero Supermarket Gatot Subroto is 0.55 and the magnitude of the impact of marketing communications in Hero Supermarket Gatot Subroto explained the purchase decision is 30.25% with a significance level 5% ( = 5%). Thus we can conclude that H0 is rejected and H1 is accepted

    Pengaruh Jarak Tanam pada Sistem SRI dan Konsentrasi Pupuk Kalium Nitrat Secara Foliar

    No full text
    Padi merupakan komoditi penting karena merupakan makanan pokok hampir penduduk dunia termasuk Indonesia. SRI dipandang mampu memberikan produktivitas lahan yang tinggi, efisien air, mampu mengendalikan hama tanaman secara ramah lingkungan. Jarak tanam memberikan lingkungan tumbuh tanaman baik, mengurangi kompetisi antar dan dalam tanaman. Pupuk KNO3 bisa dijadikan solusi untuk meningkatkan produksi tanaman padi. Penelitian bertujan untuk mengetahui : (1) Interakasi antara jarak tanam dan dosis pupuk terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman padi (2) Jarak tanam terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman padi (3) konsentrasi pupuk Kalium Nitrat (KNO3) terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman padi. Penelitian menggunakan Rancangan acak kelompok (RAK) dengan rancangan petak terbagi yang terdiri dari 2 faktor. Faktor pertama jarak tanam dengan 3 taraf yaitu P1 (30 x 35 cm), P2 (30 x 30 cm), P3 (35 x 35 cm). Faktor kedua konsentrasi pupuk KNO3 yang terdiri 4 taraf yaitu D0 (kontrol), D1 (2 gram/L), D2 (4 gram/L), D3 (6 gram/L) dengan 3 kali ulangan. Parameter yang diamati : tinggi tanaman, diameter batang, jumlah daun, berat basah akar, berat basah brangkasan, berat kering akar, berat kering brangkasan, hari keluarnya malai, jumlah cabang malai per tanaman, panjang malai, kadar air biji, berat biji per tanaman, berat 100 biji, dan jumlah anakan. Data dianalisis dengan sidik ragam dengan uji Duncan taraf 5%. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa terdapat interaksi pengaruh jarak tanam SRI dan konsentrasi pupuk KNO3 pada parameter tinggi tanaman, jumlah cabang malai per tanaman, berat 100 biji dan jumlah anakan, sedangkan untuk hasil jarak tanam yang baik bagi petumbahan dan hasil padi adalah jarak tanam P3 (35x35 cm) sementara konsentrasi pupuk KNO3 yang tepat untuk pertumbuhan dan hasil padi adalah D3 (4 gram per liter)

    PENATAN KAWASAN KORIDOR JALAN GATOT SUBROTO SURAKARTA

    Full text link
    1.1. Latar Belakang Sebuah kota terbentuk karena adanya interaksi kegiatan manusia dalam menjalani kehidupan dan penghidupannya. Dalam hal ini kota terbentuk oleh adanya fungsi dari aktivitas manusia dalam konteks yang lebih luas yang terakumulasi dari waktu ke waktu (Budiharjo, 1997). Di sisi lain kota tidak dapat dipandang sebagai suatu tempat yang terbentuk dalam waktu yang singkat, melainkan tumbuh dan berkembang dalam satuan waktu yang tidak terbatas. Pembangunan lingkungan fisik kota merupakan suatu usaha manusia untuk meningkatkan kualitas lingkungan sehingga dapat meningkatkan kinerja manusia dalam melaksanakan kegiatannya. Pembangunan fisik kawasan kota tidak dapat dilepaskan dari kebutuhan manusia sebagai pelaku utama kegiatan di kota. Beragam warisan budaya dapat tampil dalam suatu setting warisan uang perkotaan yang terbentuk oleh bermacam potensi local yang bernilai antara lain abiotik, biotic serta kegiatan social budaya (Andhisakti, 1999) Pola ruang kota dan komponen fisik pembentuknya dapat mencerminkan adanya pertumbuhan dan perkembangan temporal lingkungannya. Kota tidak bersifat dalam bentuk dan isinya melainkan tumbuh bersamaan dengan tumbuhnya komunitas (Spreignen, 1965). Dengan demikian tumbuh dan berkembangnya tuntutan-tuntutan pelaku kegiatan. Berarti secara fisik dan fungsional intensitas dan kualitas kegiatan kota akan selalu berubah. Surakarta sebagai contoh kota yang cukup yang cukup menarik untuk dikaji Sebagai kota budaya, perdagangan dan industri yang sedang berkembang, tuntutan pemenuhan kebutuhan masyarakat kota terus meningkat, sejalan dengan pertumbuhan ekonomi maka perniagaan dan perhubungan juga turut berkembang. Antara lain perluasan daerah perkotaan, ketersedian sarana dan prasarana transportasi serta peningkatan kegiatan niaga dan industri. Kesadaran dari pemda Surakarta akan potensi kotanya terlihat pada RUTRK Kotamadya Daerah Tingkat II Surakarta. Dimana disebutkan bahwa pembentukan tata ruang kota Surakarta dihadapkan pada beberapa permasalahan pertumbuhan fisik yang tidak terkendali yaitu tumbuhnya beberapa kawasan sector strategis yang perlu mendapat antisipasi penataan ruang untuk mengarahkan perkembangannya. Pertumbuhan penduduk rata-rata kota ini minimum 0,77% dan maksimum 1,19% per tahun. Dengan demikian diperkirakan jumlah penduduk yang melakukan kegiatan sehari-hari baik siang maupun malam diperkirakan antara 700.000 – 800.000 jiwa lebih saat ini, dan diperkirakan 1,4 – 1,6 juta pada 20 tahun mendatang. Tentu saja dengan penambahan jumlah penduduk tersebut, mengakibatkan meningkatnya kebutuhan akan sarana dan prasarana baik secara kualitas maupun kuantitas. Dalam RUTRK Surakarta disebutkan bahwa pembangunan perdagangan diarahkan untuk meningkatkan efisiensi perdagangan, memperlancar arus dan distribusi barang/jasa, disamping peningkatan penyebaran informasi perdagangan, penataan sistem pasar dan peningkatan daya saing ekspor. Disebutkan pula dalam RUTRK tersebut, untuk kota Surakarta yang termasuk dalam rencana fasilitas perdagangan adalah daerah pasar, pertokoan, perdagangan, (kantor, perusahaan dan bangunan), pergudangan, perhotelan dan terminal daerah perdagangan/komersial, pertokoan yang berlokasi di jalan-jalan utama, seperti jalan Slamet Ryadi, jalan Honggowongso, jalan Gatot Subroto dan jalan Dr. Rajiman. Perkembangan daerah komersial cenderung di pusat kota seperti pertokoan Singosaren, pujasera Sriwedari, pertokoan Coyudan, pasar Klewer dan pertokoan Beteng. Kawasan sepanjang jalan Gatot Subroto, memanjang dari pasar Pon sampai Pasar Singosaren, merupakan simpul perdagangan aktif dan pusat kegiatan perdagangan di Surakarta. Letaknya yang strategis di tengah kota dan keragaman komoditi yang ditawarkan merupakan potensi yang diperhitungkan sebagai kawasan perdagangan. Keragaman komoditi yang ditawarkan, seperti sepatu, tekstil, meubel, barang-barang elektronik dan lain-lain menjadikan kawasan ini memiliki potensi wisata belanja yang cukup kuat. Namun, secara umum potensi yang ada pada kawasan ini belum dapat dimanfaatkan secara optimal. Hal ini disebabkan kurangnya kesadaran dan kerja sama antar pelaku kegiatan dalam mengolah elemen-elemen kawasan. Kepadatan arus pergerakan manusia di sepanjang kawasan kurang ditunjang dengan fasilitas pendukung, jalan dan pedestrian yang kurang manusiawi serta tata letak, komposisi, gaya dan ketinggian bangunan serta elemen bahan dan warna bangunan-bangunan yang kurang teratur menjadikan potensi dari kawasan ini menjadi terabaikan. Untuk itu diperlukan penataan kawasan koridor jalan Gatot Subroto sebagai pusat perbelanjaan berupa pertokoan dengan segala kelengkapan fasilitasnya, khusunya dalam penataan pedestrian, parker, sitting group, street furniture dan lain-lain sebagai fasilitas pendukung. Sehingga bisa memenuhi tuntutan dan kebutuhan konsumen akan proses berbelanja yang rekreatif, aman dan nyaman. Dalam upaya penataan ini diharapkan tidak hanya mengatasi permasalahan yang ada namun juga dapat memberikan nilai tambah bagi kawasan. Antara lain dengan melakukan penataan kembali kawasan tersebut sesuai dinamika yang berkembamng dalam masyarakat dengan menjadikan kawasan tersebut sebagai kawasan wisata belanja yang bercitra budaya. 1.2. Tujuan dan Sasaran 1.2.1. Tujuan Tujuan pembahasan adalah penyusunan landasan program perencanaan dan perancangan arsitektur untuk penataan kawasan koridor jalan Gatot Subroto Surakarta, dengan cara menggali mengumpulkan dan mengidentisikasi permasalahan untuk kemudian diperoleh solusi yang berkaitan dengan penetaan kawasan koridor jalan Gatot Subroto Surakarta. 1.2.2. Sasaran Sasaran pembahasan dalam laporan ini adalah untuk mendapatkan dan menyusun rumusan Landasan Perencanaan dan Perancangan Arsitektur untuk penataan kawasan koridor jalan Gatot Subroto Surakarta sesuai dengan aspek-aspek perencanaan dan perancangan. 1.3. Manfaat 1.3.1. Manfaat Subyektif Penyusunan Landasan Program Perencanaan dan Perancangan Arsitektur ini adalah untuk memenuhi sebagian persyaratan untuk memperoleh gelar Sarjana Teknik pada Jurusan Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Diponegoro. 1.3.2. Manfaat Obyektif Memberikan tambahan wawasan dan pengetahuan, khususnya dalam hal penataan kawasan koridor jalan Gatot Subroto Surakarta. 1.4. Lingkup Pembahasan 1.4.1. Lingkup Subtansial Lingkup pembahasan subtansial dari materi ini menggunakan ilmu urban design, mengenai penataan kawasan koridor jalan Gatot Subroto Surakarta sebagai kawasan wisata belanja. Diutamakan pada penataan ruang terbuka untuk pengunjung, arcade, sirkulasi, parker, khususnya yang berhubungan dengan penempatan kantong-kantong parker, pedagang kaki lima dan kelengkapan kegiatan di kawasan, sesuai teori elemen fisik perancangan kota. 1.4.2. Lingkup Spasial Wilayah studi penataan kawasan koridor jalan Gatot Subroto Surakarta mempunyai batas-batas sebagai berikut : Sebelah utara : Jalan Slamet Riyadi Sebelah selatan : Perempuan Singosaren Sebelah timur : Deretan bangunan pertokoan Sebelah barat : Deretan bangunan pertokoan 1.5. Metode Pembahasan 1.5.1. Tahap Pengumpulan Data Data dikumpulkan melalui pengamatan, foto dan sketsa yang berkaitan erat dengan kawasan studi, dengan wawancara langsung kepada narasumber untuk mengetahui data, masalah serta potensi kawasan, serta studi literature untuk teori perencanaan dan perancangannya. 1.5.2. Tahap Analisa Menganalisa data serta menggali potensi dan masalah yang ada dan mendari keterkaitan antar masalah sehingga diperoleh gambaran sebab timbulnya masalah. Pada tahap analisis ini didasari oleh landasan teoritis dan tinjauan kawasan utamanya. 1.5.3 Tahap Sintesa Tahap sintesa merupakan tindak lanjut dari analisa dimana upaya pemecahan masalah dilakukan secara menyeluruh dengan mempertimbangkan berbagai aspek. Peraturan-peraturan pemerintah yang berlaku, potensi yang ada serta factor-faktor lain yang mempengaruhinya. Kemudian diolah secara terpadu hingga didapatkan output berupa alternatif pemecahan masalah, atau dengan kata lain berupa landasan program perencanaan dan perancangan. 1.6. Sistematika Pembahasan Sistematika pembahasan yang digunakan dalam penyusunan Laporan Perencanaan dan Perancangan ini adalah sebagai berikut : BAB I : PENDAHULUAN Menguraikan latar belakang, tujuan dan sasaran, manfaat, lingkup pembahasan, metode pembahasan, serta sistematika pembahasan dalam penyusunan laporan program perencanaan dan perancangan. BAB II : TINJAUAN TEORI Membahas tentang kajian teori mengenai kota dan elemen pembentuknya, teori urban design dan elemen fisiknya, teori ruang luar perkotaan, dan kajian wisata belanja. Serta studi komparasi yang mendukung sebagai bahan perbandingan. BAB III : TINJAUAN KAWASAN KORIDOR JALAN GATOT SUBROTO SURAKARTA Membahas tentang tinjauan kawasan dalam konteks kota Surakarta dan koridor jalan Gatot Subroto dalam konteks fisik dan non fisik. BAB IV : ANALISA KAWASAN KORIDOR JALAN GATOT SUBROTOSURAKARTA Menganalisa kawasan koridor jalan Gatot Subroto dalam konteks kota dan menganalisa koridor jalan Gatot Subroto dalam konteks kawasan dengan menggunakan delapan elemen fisik kota. BAB V : KESIMPULAN< BATASAN DAN ANGGAPAN Berisi tentang kesimpulan hasil analisa pada kawasan koridor jalan Gatot Subroto Surakarta dan batasan lingkup perencanaan dan anggapan-anggapan yang dipakai untuk memudahkan memperjelas penatan kawasan. BAB VI : PENDEKATAN PROGRAM PERENCANAAN DAN PERANCANGAN Membahas tentang pendekatan jenis kegiatan dan tuntutan kebutuhan, pendekatan perencanaan penataan kawasan, pendekatan perancangan kawasan serta pendakatan kebutuhan besaran ruang. BAB VII : KONSEP DAN PROGRAM DASAR PERANCANGAN Berisi tentang konsep dasar perencanan dan pengembangan kawasan, serta program ruang kawasan

    ANALISIS KEPUASAN PELANGGAN PADA TUNAS TOYOTA GATOT SUBROTO

    No full text
    Kepuasan pelanggan merupakan perasaan senang atau kecewa yang dirasakan konsumen ketika membandingkan kinerja produk dan pelayanan yang bersangkutan dengan kinerja yang diharapkannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengatahui kepuasan pelanggan melalui pelayanan yang ditawarkan Tunas Toyota Gatot Subroto Bandung, mengetahui kendala yang dapat menghambat kepuasan pelanggan terhadap pelayanannya, dan mengetahui solusi yang dapat diterapkan untuk mengatasi kendala tersebut. Metode pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Adapun teknik pengumpulan data melalui Observasi, Wawancara dan Kuesioner. Hasil dari penelitian ini adalah terindentifikasinya indikator kepuasan pelanggan yang meliputi kualitas produk, harga, kualitas pelayanan, faktor emosional dan kemudahan yang ditawarkan oleh Tunas Toyota Gatot Subroto. Berdasarkan hasil kuesioner menemukan indikator kualitas pelayanan menjadi indikator terendah dimata responden, hal ini menjadi prioritas utama dalam hal meningkatkan kepuasan pelanggan bagi Tunas Toyota Gatot Subroto. Dengan meningkatkan kualitas pelayanan akan menciptakan kepuasan pelanggan sehingga mendorong mereka melakukan pembelian ulang di masa mendatang

    Pengaruh Kualitas Pelayanan Room Division Terhadap Minat Kunjung Tamu di Hotel Mercure Jakarta Gatot Subroto

    No full text
    Penelitian ini didasari pada observasi langsung yang dilakukan di Hotel Mercure Jakarta Gatot Subroto yang bertujuan untuk mengetahui kualitas pelayanan room division yang mempengaruhi minat kunjung tamu. Responden penelitian adalah tamu yang pernah menginap di Hotel Mercure Jakarta Gatot Subroto yang diambil secara acak dengan 100 responden dan menggunakan teknik sampling rumus Slovin. Faktor- faktor minat kunjung tamu diidentifikasi melalui komponen 5 dimensi kualitas pelayanan. Kuesioner dalam penelitian ini menggunakan skala Likert. Penelitian ini menggunakan metode statistik deskriptif, reliabilitas, validitas, analisis regresi sederhana, dianalisis dengan koefisien korelasi, dan uji koefisien determinasi. Data dihitung menggunakan aplikasi olah data SPSS. Hasil dari analisis statistik deskriptif menunjukkan bahwa implementasi kualitas pelayanan room division terhadap minat kunjung tamu di Hotel Mercure Jakarta Gatot Subroto sangat baik, hasil pengujian koefisien determinasi menunjukkan bahwa kualitas pelayanan room division memiliki pengaruh terhadap minat kunjung tamu di Hotel Mercure Jakarta Gatot Subroto dengan nilai sebesar 34%.Kata Kunci: Kualitas Pelayanan, Room Division, Hotel Mercure Jakarta Gatot Subroto, Minat Kunjung Tam

    PENATAAN KORIDOR GATOT SUBROTO SINGOSAREN SURAKARTA SEBAGAI KAWASAN WISATA

    Full text link
    Sebagai salah satu daerah otonomi di Jawa Tengah, kota Surakarta sebagai kota Budaya, perdagangan dan industri yang sedang dan terus berkembang terus melakukan pembangunan. Tuntutan pemenuhan kebutuhan masyarakat sebagai masyarakat kota terus meningkat sejalan dengan pertumbuhan ekonomi. Hal ini membawa dampak terhadap kondisi perdagangan dan perhubungan di kota tersebut. Berbagai pusat-pusat kegiatan perdagangan mulai tumbuh dan berjalan kembali, setelah sebelumnya sempat lesu akibat perubahan kondisi sosial, ekonomi, dan politik yang melanda bangsa ini di tahun 1998 yang juga berdampak secara langsung terhadap kondisi stabilitas kota Surakarta. Kawasan-kawasan strategis mulai dipadati oleh kompleks-kompleks serta pusat perdagangan, misalnya di sepanjang Jalan Gatot Subroto, Jalan Slamet Riyadi, Jalan Dr. Radjiman serta Jalan Honggowongso. Penggal jalan Gatot Subroto merupakan simpul perdagangan aktif di Surakarta. Ditunjang dengan lokasinya yang strategis di tengah kota serta komoditi perdagangan yang didominasi oleh tekstil dan pakaian jadi, merupakan potensi yang diperhitungkan sebagai kawasan perdagangan. Bahkan, sesuai dengan Rencana Detail Tata Ruang Kota 1993-2013, kawasan ini telah direncanakan untuk dikembangkan sebagai kawasan “shopping street” kota dengan memasukkan sektor informal, menata pedestrian environment serta street furniture-nya. Kepadatan arus pergerakan manusia di sepanjang kawasan kurang ditunjang dengan fasilitas pendukung, jalan dan pedestrian yang kurang manusiawi. Tata letak, komposisi, gaya dan ketinggian bangunan serta elemen bahan dan warna bangunan yang kurang teratur menjadikan potensi kawasan ini menjadi terabaikan. Jika ditinjau dari segi fisik, jalan Gatot Subroto dengan lebar mencapai 12 meter sudah cukup untuk menampung arus sirkulasi kendaraan yang ada. Namun, keterbatasan lahan memaksa terbentuknya on street parking, sehingga lebar jalan efektif yang tersisa hanya kurang lebih 6-7 meter. Hal ini berpotensi mengakibatkan terjadinya kesemrawutan dan bahkan kemacetan arus lalu lintas. Untuk itu, diperlukan penataan kawasan di sepanjang koridor jalan Gatot Subroto sebagai pusat perdagangan dan perbelanjaan yang rekreatif, lengkap dengan berbagai fasilitas pendukung, khususnya dalam penataan jalur pedestrian, parkir, sitting group, steet furniture dan lain-lain sehingga bisa memenuhi tuntutan dan kebutuhan konsumen dan calon pengguna akan proses berbelanja yang rekreatif. Kegiatan berbelanja saat ini bukanlah merupakan suatu aktifitas konsumtif rutin semata, namun juga cenderung menjadi sebuah rekreasi. Tidak jarang orang memanfaatkan waktu luangnya untuk berbelanja di pusat-pusat perbelanjaan bersama seluruh anggota keluarga. Oleh karena itu, penataan kawasan ini nantinya diharapkan tidak hanya mampu mengatasi permasalahan yang saat ini terjadi, namun juga mampu memberikan nilai tambah bagi kawasan, sebagai alternatif tujuan wisata bagi masyarakat di kota Surakarta maupun dari luar, khususnya wisata belanja. 1.2. Tujuan dan Sasaran 1.2.1. Tujuan Tujuan dari penyusunan Laporan Program Perencanaan dan Perancangan Arsitektur (LP3A) ini adalah untuk menggali, menganalisa dan merumuskan potensi dan permasalahan yang ada di Koridor Jalan Gatot Subroto Surakarta melalui observasi lapangan yang dikajidari segi urban design, untuk dijadikan landasan konseptual bagi perencanaan dan perancangan Penataan Koridor Jalan Gatot Subroto sebagai kawasan wisata belanja. LP3A ini selanjutnya digunakan sebagai dasar pijakan yang dikembangkan berdasarkan studi banding dan studi literatur dalam perancangan fisik untuk memberikan masukan berupa usulan-usulan desain penataan koridor Jalan Gatoto Subroto Surakarta sebagai kawasan wisata belanja dengan mempertimbangkan segi urban design. 1.2.2. Sasaran Sasaran yang hendak dicapai adalah tersusunnya suatu rumusan landasan konseptual berupa pokok-pokok pikiran sebagai suatu guide lines dalam Penataan Koridor Jalan Gatot Subroto Surakarta sebagai kawasan wisata belanja dalam bentuk Landasan Program Perencanaan dan Perancangan Arsitektur (LP3A). 1.3. Manfaat Secara subyektif, manfaat dari penelitian ini adalah sebagai pedoman dan acuan dalam Desain Grafis Arsitektur bagi Penataan Koridor Jalan Gatot Subroto Surkarta, dan untuk memenuhi salah satu persyaratan dalam menempuh Tugas Akhir sebagai ketentuan kelulusan Sarjana Strata 1 (S1) pada Jurusan Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Diponegoro. Sedangkan secara obyektif, penelitian ini diharapkan dapat memberi masukan yang berarti mengenai usulan Penataan Koridor Jalan Gatot Sobroto khususnya bagi masyarakat dan Pemerintah Kota Surakarta. Selain itu, hasil penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat bagi perkembangan ilmu dan pengetahuan arsitektur pada khususnya, dan menambah wawasan tentang prinsip-prinsip perencanaan dan perancangan kawasan pada umumnya. 1.4. Lingkup Pembahasan 1.4.1. Lingkup Substansial Penataan kawasan koridor Jalan Gatot Subroto Surakarta sebagai kawasan wisata belanja merupakan suatu perencanaan dan perancangan kawasan yang dikaitkan dengan disiplin ilmu arsitektur. Hal-hal lain di luar ilmu arsitektur dibahas seperlunya sepanjang masih memiliki kaitan dan mendukung permasalahan utama. 1.4.2. Lingkup Spasial Secara administratif, kawasan perencanaan termasuk kedalam wilayah administrasi Kelurahan Kemlayan dan Jayengan, Kecamatan Serengan yang merupakan bagian dari Sub Wilayah Pengembangan III. Penggal Jalan Gatot Subroto sepanjang ± 390 m dengan lebar jalan 12 meter, mempunyai batas – batas sebagai berikut : • Sebelah Utara : Jalan Slamet Riyadi • Sebelah Selatan : Perempatan Singosaren • Sebelah Timur : Deretan bangunan pertokoan dan Jalan Yos Sudarso • Sebelah Barat : Deretan bangunan pertokoan dan Jalan Honggowongso 1.5. Metode Pembahasan Metode pembahasan yang digunakan adalah metode deskriptif analisis, yaitu pengumpulan data primer dari lapangan dan data sekunder dari literatur dengan mengulas dan memaparkan data yang meliputi data fisik dan non fisik kawasan, serta aktivitas yang terjadi guna merumuskan masalah maupun menganalisa data untuk memperoleh kesimpulan, sehingga muncul program dan konsep dasar dalam perencanaan dan perancangan arsitektur. a. Pengumpulan Data Pengumpulan data dilakukan dengan survei lapangan dengan cara melakukan pengamatan langsung atau mengambil data langsung dari lapangan, studi literatur yang ditempuh dengan mencari data sekunder melalui buku-buku literatur dan juga dengan wawancara terhadap pihak yang terkait langsung b. Analisa Data Analisa data dilakukan dengan membandingkan data hasil survei dan wawancara dengan kajian literatur untuk mengetahui kelebihan dan kekurangannya sebagai landasan dalam proses prencanaan dan perancangan. c. Landasan Program Landasan program bertujuan sebagai konsep dasar dalam menetukan langkah-langkah baik perencanaan maupun perancangan yang erat kaitannya dengan penataan koridor jalan Gatot Subroto Surakarta. 1.6. Sistematika Pembahasan BAB I Pendahuluan Berisi tentang latar belakang perlunya penataan koridor jalan Gatot Subroto Surakarta beserta tujuan dan sasarannya, memberikan batasan dan ruang lingkup bahasan dari LP3A dengan menggunakan metode deskriptif analisis dalam penyusunan laporan, sistematika pembahasan, juga memaparkan kerangka bahasan LP3A. BAB II Tinjauan Koridor dan Kawasan wisata Menguraikan tentang pengertian, bentuk dan penyusunan koridor, pengertian tentang pedestrian, jalur pedestrian, aspek perencanaan jalur pedestrian, tinjauan dan pengertian kawasan perdagangan yang rekreatif, serta tinjauan teori perancangan kota, yang meliputi teori integrasi ruang kota Roger Trancyk dan delapan elemen fisik perancangan kawasan Hamid Shirvani. Bab ini juga berisi studi kasus yang menguraikan tentang beberapa contoh kawasan perdagangan yang rekreatif. Tempat-tempat yang dijadikan acuan adalah Parco Bugis Junction di Singapura, serta Koridor Jalan malioboro, Jogjakarta yang kemudian disimpulkan sebagai bagian dari landasan program perencanaan dan perancangan arsitektur. BAB III Tinjauan Kawasan Koridor Jalan Gatot Subroto Surakarta Menguraikan mengenai kondisi dan potensi Koridor Jalan Gatot Subroto Surakarta, baik fisik maupun non fisik yang mengarah pada pengembangan kawasan sebagai kawasan perdagangan yang rekreatif. BAB IV Batasan dan Anggapan Berisi batasan-batasan dan anggapan yang digunakan sebagai acuan dalam menganalisa dan melakukan pendekatan-pendekatan perencanaan dan perancangan kawasan koridor jalan Gatot Subroto Surakarta sebagai kawasan wisata belanja. BAB V Analisa Kawasan Koridor Jalan Gatot Subroto Surakarta Berisi analisa terhadap data fisik dan non fisik kawasan koridor jalan Gatot Subroto Surakarta berdasarkan tinjauan teori-teori perancangan kota yang nantinya akan dibuat menjadi satu kesimpulan mengenai potensi, masalah dan kemungkinan pemecahan masalah. BAB VI Pendekatan Perencanaan dan Perancangan Arsitektur Berisis tentang uraian pendekatan-pendekatan dalam program perencanaan dan perancangan arsitektur secara menyeluruh, yaitu pendekatan jenis kegiatan dan tuntutan kebutuhan ruang, pendekatan penataan kawasan dari aspek urban design, pendekatan kebutuhan besaran ruang berdasarkan zonasi kawasan. BAB VII Konsep dan Program Dasar Perencanaan dan Perancangan Arsitektur Menguraikan tentang landasan konseptual dan program perencanaan dan perancangan

    Influence of Sales Promotion, Brand Trust, and Lifestyle Regarding Purchasing Decisions at Starbucks Starts Gatot Subroto

    No full text
    This research aims to determine and analyze the influence of sales promotion, brand trust, and lifestyle on purchasing decisions at the Starbucks outlet in Gatot Subroto, Medan City. This study is a descriptive quantitative research with an associative approach method, utilizing primary data. The data analysis method used is multiple linear regression with the assistance of SPSS. The population in this study is Starbucks Gatot Subroto consumers, with a sample size of 91 individuals. The results of this study indicate that partially, the variables of sales promotion, brand trust, and lifestyle have a positive and significant influence on purchasing decisions at the Starbucks outlet in Gatot Subroto, Medan. Simultaneous significance tests show that the variables of sales promotion, brand trust, and lifestyle together have a positive and significant influence on purchasing decisions at the Starbucks outlet in Gatot Subroto, Medan City.135 PagesSkripsi Sarjan
    corecore