17 research outputs found

    Critical and Creative Reflection of “Kendi” (Jug) Ceramic Craft Sourced from Garudea Myth in Kidal Temple of Malang, East Java

    No full text
    The research is a reflective review of craft art sourced from “kendi” ( jug) – traditional water container from Java – myth. “Kendi” ( jug) as water container became myth for Javanese. The myth was carved in Kidal temple in ‘Garudea’ story. “Kendi” ( Jug) myth said that it is used to contain “tirta amarta” (water of life) which used as conditions to free Dewi Winata who has been slave to take care Dewi Kadru’s children. “Kendi” Jug)’s function in common people is to store drinking water, just like produced by earthenware crafters in Indonesia. Creative orientation of “Kendi” ( Jug) creation titled “Ceramic Jug sourced from Garudea Myth in Kidal Temple of Malang” based on historical and aesthetic principles. Method used is critical and creative method. Critical method is used to do study of value or meaning contained in Kamandalu jug relief artefact in Garudea relief story of Kidal Temple of Malang. Next, the reflection then created to form ceramic artwork with contemporary jug theme. Creation result in form of “kendi” ( jug) ceramic artwork with contemporary shape using local clay in Malang. Creative approach based on Indonesian aesthetic, which is aesthetic based on spiritual values, eastern culture aesthetic with modern package.   Keywords: ceramic, craft, creative “kendi” ( jug)

    Perencanaan Museum Nasional Arsitektur Indonesia di Kota Yogyakarta dengan Transformasi Arsitektur Historicism

    No full text
    Indonesia mempunyai perkembangan arsitektur yang beragam dan mempunyai karakter yang berbeda sesuai dengan tempat dan budayanya. Sedangkan pada masa kini, perkembangan arsitektur berjalan kembali ke arah gaya arsitektur modern eropa yang kebanyakan tidak sesuai dengan budaya dan lingkungan di Indonesia. Gaya arsitektur Indonesia dipandang sebelah mata dan mungkin suatu saat akan dianggap kuno. Padahal arsitektur Indonesia merupakan arsitektur ideal karena terdapat penyesuaian terhadap iklim tropis dan keadaan lingkungan sekitar. Museum Nasional Arsitektur Indonesia adalah bangunan milik pemerintah pusat yang mempunyai kegiatan utama berupa penyimpanan benda-benda yang memiliki nilai sejarah berskala nasional. Barang koleksinya merupakan benda yang berkaitan dengan sejarah perkembangan arsitektur di Indonesia sejak masa vernakular hingga saat ini yang mempunyai nilai sejarah atau minimal berumur lima puluh tahun. Hal ini agar keberadaannya dapat terjaga dan terlestarikan, serta benda-benda tersebut dapat menjadi media pembelajaran bagi masyarakat khususnya penggiat di bidang arsitektur. Kota Yogyakarta memiliki nilai sejarah kuat sekaligus terdapat keberagaman arsitektur. Terlebih dengan penggunaan konsep transformasi arsitektur historicism diharapkan dapat membuat museum ini menjadi lebih berkarakter, mempunyai nilai-nilai arsitektur lampau namun tetap mengikuti perkembangan terkini. Museum ini dapat mengambil dan menggabungkan nilainilai yang ada pada bangunan-bangunan di Yogyakarta dan dilakukan penyesuaian - penyesuaian kondisi masa kini tanpa melupakan faktor historis, simbolik, maupun tradisi di daerah tersebut melalui kajian yang mendalam dengan menata ulang sehingga menjadi komposisi yang baru. Tidak hanya dalam perwujudan fasad, namun juga pada ragam hias, suasana, ruang, dan sebagainya. Sehingga nantinya tidak menjadi bangunan yang benar-benar baru atau modern

    Algoritma Pada Skema Panduan Renovasi Fasad Bangunan: Kawasan Komersial-Heritage Alun-alun Contong Surabaya

    No full text
    Surabaya sebagai kota terbesar kedua di Indonesia memiliki perkembangan pembangunan yang sangat masif namun kegiatan konservasi arsitektur bersejarahnya dan aturannya berkebalikan. Hal ini dikarenakan produk yang telah ada kerap kali bersifat general sehingga tidak bisa merespon jumlah dan ragam kondisi bangunan bersejarah. Terlebih, metode konservasi bersifat subjektif sehingga kekayaan datanya bergantung pada diri konservatornya. Penelitian ini akan melibatkan bangunan-bangunan di koridor Jalan Kramat Gantung, Alun-alun Contong Surabaya. Kawasan ini sendiri merupakan Kampung Keraton yang kini hampir semua bangunan di kawasan ini berfungsi sebagai bangunan komersil dengan tampilan beragam dari gaya Hindia Belanda dan dominasi gaya kontemporer. Untuk bisa mengembalikan menjadi tampilan kawasan bernuansa lama, maka setiap bangunan harus dikembalikan bergaya lampau. Namun dengan jumlah bangunan yang ratusan, mendesain satu per satu membutuhkan waktu dan usaha lebih. Sehingga, dibutuhkan sebuah sistem algoritma agar praktis dapat mendesain setiap bangunan sekaligus. Berorientasi pada objek penelitian, setiap bangunan di Jalan Kramat Gantung Alun-alun Contong ini didata dan dikaji berdasar tipilogi elemen pembentuk fasadnya. Dari klasifikasi tadi, komparasi studi arsip akan menghasilkan identifikasi elemen fasad yang merupakan nilai lokalitas sebagai hal yang harus dikonservasi. Asesmen dan identifikasi tersebut akan menjadi pertimbangan kebijakan konservasi dalam penelitian ini. Untuk memperbanyak alternatif desain elemen fasad yang bergaya nilai sejarah, digunakan studi shape grammar. Pada bagian akhir, database ini disusun kembali sehingga membentuk sistem algoritma yang memperlihatkan langkah-langkah terstruktur. Proses penelitian ini merupakan ekperimen pada metode konservasi dengan pendekatan algoritma sekaligus menghasilkan luaran yang berupa skema algoritma. Dengan melibatkan mekanisme analisis tipologi arsitektur dan shape grammar, luaran ini dapat menjadi usaha minimum dalam konservasi yang melibatkan unsur fisik bangunan saja. Lebih lanjut, skema yang dihasilkan dapat langsung digunakan oleh pemilik bangunan yang ada di lokasi sebagai panduan merenovasi atau membuat bangunan baru. Namun, skema ini juga dapat menjadi dasar dalam pengembangan lanjutan berupa aplikasi ataupun dasar artificial intelligence (AI) yang memiliki banyak infromasi atau data dan memberikan contoh bahwa arsitek dapat turut serta berperan menjadi perancang dalam sebuah sistem algoritma

    Conservation Policy of Visual Quality in Connecting Area Between Historical Areas

    No full text
    Alun-alun Contong, a historical area in Surabaya, connects popular historical areas via a tram line. Today, it features commercial buildings from the Dutch East Indies era, which is dominated by contemporary style. Therefore, historical appearances have become degraded and disconnected from their surrounding areas. Based on the case study, this research tries to construct specific historical conservation policies on connecting areas that have not been discussed before. The mixed method involves several tactics that involve two phases: assessment of the building facade element and serial vision analysis as an internal and external identification. The results show the visual quality condition and potential of an area between two historical areas as a modality of the Alun-alun Contong conservation policy. The research findings enable conservation policies to use this method at other locations to improve or restore connectivity, strengthen visual quality, and ensure the sustainability of the entire urban heritage area. &nbsp

    ANALISIS STATUS TROFIK WADUK LAHOR KABUPATEN MALANG JAWA TIMUR

    No full text
    RINGKASANGarudea, Ginggi. 2018. Analisis Status Trofik Waduk Lahor Kabupaten Malang Jawa Timur. Skripsi, Jurusan Biologi FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Dr. Hadi Suwono, M.Si.  Kata Kunci: Fitoplankton, Status Trofik, Waduk Lahor Waduk Lahor merupakan salah satu perairan lentik yang ada di Indonesia. Waduk Lahor Malang dimanfaatkan oleh warga sekitar sebagai sumber air bersih, tempat pariwisata, perikanan, dan irigasi pertanian, berbagai pemanfaatan tersebut dapat mempengaruhi kualitas perairan di Waduk Lahor. Pencemaran dapat disumbang oleh limbah pemukiman masyarakat sekitar, limbah pakan dari budidaya perikanan yang dilakukan, dan pengayaan unsur hara perairan dari limbah pertanian. Aktivitas tersebut dapat menyebabkan terjadinya eutrofikasi dengan pengayaan unsur hara dalam badan perairan Waduk Lahor. Dampak yang ditimbulkan oleh eutrofikasi terhadap kualitas perairan perlu dimonitor untuk menjaga kualitas perairan. Salah satu caranya yaitu dengan mengetahui status trofik perairan. Status trofik merupakan gambaran mengenai tingkat kesuburan suatu perairan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelimpahan fitoplankton, hubungan faktor fisiko-kimia dengan kelimpahan fitoplankton dan mengetahui status trofik perairan. Identifikasi fitoplankton dilakukan sampai pada tingkat genus. Faktor fisiko-kimia yang diukur dalam penelitian ini yaitu (pH, suhu, DO, kecerahan, fosfat, dan klorofil-a). Analisis status trofik dihitung berdasarkan indeks status trofik Carlson. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif eksploratif dan dilaksanakan pada bulan September-Desember 2018 di Waduk Lahor. Pengambilan sampel di Waduk Lahor dibagi menjadi 4 stasiun berdasarkan rona lingkungannya. Setiap stasiun kemudian dibagi menjadi 3 kedalaman yaitu 0 m, 0,5 m, dan 1 m dengan 3 kali pencuplikan disetiap kedalaman kecuali pengambilan sampel untuk uji klorofila, fosfat dan kecerahan yang hanya dilakukan 1 kali pencuplikan. Pengambilan air sampel untuk penelitian untuk kelimpahan fitoplankton sebanyak 1500 ml sedangkan untuk analisis klorofil-a dan fosfat sebanyak 600 ml pada kedalaman 0.5cm. Analisis yang digunakan untuk mengetahui hubungan faktor fisiko-kimia dengan kelimpahan fitoplankton dianalisis dengan uji korelasi berganda. Analisis status trofik dihitung berdasarkan indeks status trofik Carlson.  Hasil penelitian ditemukan 32 jenis fitoplankton yang terdiri dari 5 divisi, yaitu Chlorophyta, Chrysophyta, Chyanophyta, Euglenophyta dan Phyrrophyta. Hasil analisis korelasi berganda menunjukkan bahwa faktor fisiko-kimia perairan memiliki hubungan yang signifikan terhadap kelimpahan fitoplankton. Berdasarkan rumus Carlson tentang status trofik perairan Waduk Lahor tergolong dalam perairan mesotrofik yang mendekati ke arah eutrofik ABSTRACTGarudea, Ginggi. 2018. Analysis Trophic Status of Lahor Reservoir, Malang East Java. Thesis. Biology Departemen. Faculty of Matematics and Natural Sciences. Counselor Dr. Hadi Suwono, M.Si.  Keywords: Phytoplankton, Trophic Status, Lahor Reservoir Lahor Reservoir is one of the limber waters in Indonesia. Lahor Malang Reservoir is used by local residents as a source of clean water, tourism, fisheries and agricultural irrigation, various uses can affect the quality of water in the Lahor Reservoir. Pollution can be contributed by residential community waste, feed waste from aquaculture carried out, and enrichment of aquatic nutrients from agricultural waste. This activity can cause eutrophication with nutrient enrichment in the waters of the Lahor Reservoir. The impact of eutrophication on water quality needs to be monitored to maintain water quality. One way is to know the trophic status of the water. Trophic status is an illustration of the level of fertility of a waters. This study aims to determine the abundance of phytoplankton, the relationship of physicochemical factors with the abundance of phytoplankton and to know the trophic status of the waters. Identification of phytoplankton is carried out at the genus level. Physico-chemical factors measured in this study are (pH, temperature, DO, brightness, phosphate, and chlorophyll-a). Trophic status analysis is calculated based on Carlson's trophic status index. This research is a descriptive exploratory study and was conducted in September-December 2018 in the Lahor Reservoir. Sampling in the Lahor Reservoir is divided into 4 stations based on the environment. Each station was then divided into 3 depths, namely 0 m, 0.5 m, and 1 m with 3 samples in each depth except sampling for the chlorophyll-a, phosphate and brightness tests which were only done once. Sampling water for research for phytoplankton abundance of 1500 ml while for analysis of chlorophyll-a and phosphate as much as 600 ml at a depth of 0.5cm. The analysis used to determine the relationship of physico-chemical factors with phytoplankton abundance was analyzed by multiple correlation tests. Trophic status analysis is calculated based on Carlson's trophic status index. The results of the study found 32 types of phytoplankton consisting of 5 divisions, namely Chlorophyta, Chrysophyta, Chyanophyta, Euglenophyta and Phyrrophyta. The results of multiple correlation analysis showed that physicochemical factors in waters have a significant relationship to the abundance of phytoplankton. Based on Carlson's formula of trophic status, the waters of the Lahor Reservoir are classified as mesotrophic waters which approach toward eutrophi

    COMPRESSIVE STRENGTH AND MODULUS OF ELASTICITY OF GEOPOLYMER CONCRETE WITH METAKAOLIN AND SILICA FUME

    No full text
    Geopolymer concrete is concrete which uses different materials and are environmental friendly during the production process. There are several advantages of geopolymer concrete; such as anti-fire, used as a cover material for the exterior of mechanical equipment, durable and environment friendly. Geopolymer also produced by the chemical reaction of alumina-silicate oxides (Si2O5, Al2O2) with alkali Poly-silicate yielding polymeric Si–O–Al bonds. Geopolymer concrete is concrete without cement as a bond but, geopolymer concrete uses alkali activator as a bond of the concrete. This research studies about compressive strength and modulus of elasticity of geopolymer concrete with metakaolin and silica fume as solid materials. The proportions of solid material are 25%, 50% and 75% for the metakaolin, while the proportion of silica fume is 5%. The alkali activators in this research are NaOH and Na2SiO3. The proportions of NaOH and Na2SiO3is are 2:1. The aggregates in this research are coarse aggregate (split) and fine aggregate (sand) with the proportion of 2:1. The samples in this research are 18 samples. 9 samples cylinder with the size are 70mm x 140mm and the other 9 samples cylinder with the size are 150mm x 300mm. Compressive strength test is done at the age of 14 days and 28 days. The compressive strength test is using Universal Testing Machine (UTM). Based on the compression strength test that has been done, the value of the average compressive strength at 28 days with comparative precursor (metakaolin:silica fume) 25:5, 50:5, 75:5 are 1.149 MPa, 0.641 MPa and 0.178 MPa, respectively. Based on modulus of elasticity test that has been done, the value of the average modulus of elasticity at 28 days with comparative precursor (metakaolin:silica fume) 25:5, 50:5, 75:5 are 2.866 MPa, 2.371 MPa and 1.143 MPa, respectively

    Review Analisis Imunologis CD4 dan CD8 Terhadap Ikan Kerapu Tikus (Chromileptes altivelis) yang Terinfeksi VNN dengan Pemberian Protein Rekombinan Chlorella vulgaris

    No full text
    Indonesia merupakan salah satu penghasil produk kelautan dan perikanan. Potensi perairan laut yang sudah dikembangkan salah satunya yaitu ikan kerapu dengan beberapa jenis yang berberbeda seperti kerapu tikus (Chromileptes altivelis), kerapu macan (Epinephelus fuscoguttatus), kerapu sunu (Epinephelus leopardus) dan kerapu lumpur (Epinephelus coioides). Kerapu tikus memiliki nilai jual yang tinggi dan untuk proses budidayanya hanya diperlukan dan digunakan komponen-komponen lokal. Budidaya kerapu tikus tidak lepas dari beberapa faktor penyakit yang dapat menyerang dan menggagalkan hasil budidaya. Penyakit tersebut salah satunya adalah Viral Nervous Necrosis (VNN), merupakan jenis virus Nodaviridae yang menyerang ikan kerapu, terutama pada stadia larva dan benih menyebabkan kematian karena virus ini merusak saraf sentral pada ikan. Serangan bakteri dan patogen dapat dikontrol oleh sel imun pada inang. Sel imun sendiri bekerja sebagai pelindung yang mengatur dan meregulasi sistem pertahanan untuk mengekspresikan dan mengeliminasi antigen.Sistem regulasi inang untuk melawan antigen melibatkan molekul-molekul imun. Kemudian terjadi sekuen basa-basa DNA regulatory yang mengkode molekul Major Histocompatybility Complex (MHC). Chlorella vulgaris merupakan salah satu jenis mikroalga yang dapat tumbuh dan banyak ditemukan di wilayah Indonesis. Chlorella vulgaris memiliki banyak senyawa bioaktif termasuk protein, vitamin, mineral, karbohidrat, lemak, klorofil dan beta-karoten. Peridinin Chlorophyl Protein (PCP) merupakan komponen karotenoid yang di hasilkan oleh hewan laut termasuk alga dalam proses metabolism diataranya yaitu β-carotene, fucoxanthin, diatoxanthin, astaxanthin dan lain-lainnya. Aplikasi PCP pada Chromileptes altivelis menghasilkan PCP yang mampu meningkatkan ekspresi Toll-Like Receptor (TLR). TLR memiliki peran dalam menangkap dan mengirim sinyal downstream untuk menerima respons. Mekanisme transmisi sinyal dipengaruhi oleh keberadaan β-aktin selain itu penyerapan sinyal reseptor juga dipengaruhi oleh sitoskeleton aktin. Respon sel CD4 dan CD8 pada reseptor dengan protein induser 32,5 KDa dan antigen VNN yang diekspresikan pada jantung otak dan jaringan ginjal ikan kerapu didapatkan hasil bahwa adanya reaksi silang positif antara reseptor protein imunogenik VNN 32,5 KDa. Pemberian OGNNV VLPs vaksin dengan dosis 15 g g − 1 dari bobot ikan mendapatkan hasil berupa tingkatan ekspresi yang relatif tinggi pada hati dan mata. Bagian hati terdapat respon CD 8 dengan peningkatan yang signifikan (> 10 kali lipat) sekitar 12 hPI sedangkan respon CD 4 pada mata menunjukkan tingkat ekspresi relatif tinggi dengan peningkatan 28,9 kali lipat pada 3 hPI. Saran yang dapat diberikan melalui review artikel ini adalah diperlukan penelitian lanjutan terkait dengan pengaruh pemberian protein rekombinan Chlorella vulgaris terhadap efektifitas dalam menaikkan ekspresi respon imun berupa CD 4 dan CD 8. karena sejauh ini dapat disimpulkan bahwa Chlorella vulgaris cukup berpotensi dalam menanggulangi terjadinya infeksi VNN pada ikan. Oleh karena itu adanya penelitian lebih lanjut untuk mengeksplorasi pemanfaatan semberdaya hayati laut dalam menanggulangi serangan penyakit dan virus yang menyerang ikan kerapu tikus

    Improving Multiplication Performance in Students with Dyscalculia Using GARISMATIKA: A Single-Subject Design

    No full text
    This study investigates the effectiveness of the GARISMATIKA method – a structured, visually based instructional approach – in enhancing multiplication skills among eighth-grade students with dyscalculia. Employing a single-subject research (SSR) design with an A-B-A structure, the intervention was conducted at SMP Negeri 9 Bogor with one male student formally diagnosed with dyscalculia. The instructional focus was on solving multiplication problems involving three-digit numbers. Data were collected through systematic observation and analyzed using visual trend analysis. The results indicated significant improvements in multiplication accuracy during the intervention phase, with performance gains sustained in the follow-up phase. These findings underscore the potential of GARISMATIKA as an effective and inclusive educational tool for addressing specific mathematical learning disabilities and support its broader implementation in differentiated mathematics instruction within inclusive classroom settings. Abstrak: Studi ini mengkaji efektivitas metode GARISMATIKA—suatu pendekatan instruksional yang terstruktur dan berbasis visual—dalam meningkatkan keterampilan perkalian di antara siswa kelas delapan yang memiliki diskalkulia. Menggunakan desain penelitian subjek tunggal (SSR) dengan struktur A-B-A, intervensi ini dilaksanakan di SMP Negeri 9 Bogor dengan satu siswa laki-laki yang secara resmi didiagnosis memiliki diskalkulia. Fokus instruksional terletak pada menyelesaikan masalah perkalian yang melibatkan hasil tiga digit. Data dikumpulkan melalui observasi sistematis dan dianalisis menggunakan analisis tren visual. Hasil menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam akurasi perkalian selama fase intervensi, dengan peningkatan kinerja yang dipertahankan selama tindak lanjut. Temuan ini menyoroti potensi GARISMATIKA sebagai alat pendidikan yang efektif dan inklusif untuk menangani disabilitas pembelajaran matematika tertentu dan mendukung penerapannya yang lebih luas dalam instruksi matematika yang berbeda dalam kelas inklusif

    Analisis Status Trofik Waduk Lahor Kabupaten Malang Jawa Timur

    No full text
    Air merupakan salah satu kebutuhan manusia yang sangat penting untuk berbagai aktivitas manusia, sehingga tidak hanya masalah kuantitas namun masalah kualitas juga perlu diperhatikan. Waduk Lahor merupakan salah satu waduk di Jawa Timur yang dibangun dengan tujuan sebagai pensuplai air untuk kegiatan pertanian, pengendali banjir, pembangkit tenaga listrik, kegiatan pariwisata dan perikanan darat dalam bentuk Keramba Jaring Apung (KJA). Dari berbagai tujuan dan pemanfaatan tersebut, pariwisata, pertanian dan kegiatan perikanan darat dapat memberikan beban masukan tersendiri bagi perairan waduk. Beban masukan tersebut akan menjadi sumber penambahan unsur hara perairan yang juga dapat menyebabkan terjadinya berbagai masalah perairan, seperti proses eutrofikasi yang terjadi ketika beban masukan tersebut berlebihan sehingga menyebabkan turunnya kualitas air, sehingga akan mengganggu pula kehidupan fitoplankton sebagai produsen primer perairan. Penelitian yang dilakukan termasuk penelitian deskriptif eksploratif, dengan pendekatan kuantitatif yang menggunakan metode purposive sampling untuk menentukan stasiun pengambilan sampel air. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui status trofik Waduk Lahor, Kabupaten Malang, Jawa Timur berdasarkan analisis jenis dan kelimpahan fitoplankton dan faktor fisiko-kimia perairanTujuan penelitian ini untuk mengetahui status trofik dari Waduk Lahor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara menyeluruh komunitas fitoplankton yang teridentifikasi di Waduk Lahor terdiri dari 32 jenis fitoplankton yang terdiri dari 5 divisi yaitu Chlorophyta, Chrysophyta, Cyanophyta, Euglenophyta, dan Phyrrophyta, terdapat hubungan antara faktor fisiko-kimia perairan terhadap jumlah jenis fitoplankton meskipun ada beberapa faktor yang tidak berhubungan secara signifikan. Waduk Lahor berdasarkan Indeks Status Trofik Carlson tergolong dalam perairan mesotrofik mengarah ke eutrofik
    corecore