1,375 research outputs found
Pemeriksaan Albumin pada Penderita Tuberkulosis Paru di Rumah Sakit Umum Martha Friska Multatuli Medan
Rumah sakit Martha Friska Multatuli Medan merupakan rumah sakit yang banyak menerima pasien rawat jalan maupun pasien rawat inap, salah satunya pada penyakit Tuberkulosis Paru. Tuberkulosis paru merupakan salah satu penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri mycobacterium tuberculosis. WHO melaporkan adanya 3 juta orang mati akibat Tuberkulosis paru setiap tahunnya dan diderita orang pada usia produktif. Indonesia menduduki urutan ke 3 dengan penderita 583.000 orang (Naga, 2012). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kadar albumin pada penderita Tuberkulosis paru yang dirawat jalan dan rawat inap di rumah sakit Martha Friska Multatuli Medan. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium patologi klinik rumah sakit Martha friska multatuli medan pada bulan September - Oktober 2017. Diawali dengan pengambilan sampel darah kemudian diperoleh serum dan dilakukan uji analisis serum untuk diketahui kadar albuminnya. Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini yaitu 40 orang pasien yang menderita tuberkulosis paru terdiri dari laki-laki dan perempuan diperoleh hasil 35 pasien (88%) memiliki kadar albumin rendah dan sebanyal 5 pasien (12%) memiliki kadar albumin serum yang normal.Martha Friska Multatuli Medan Hospital is a hospital that receives many outpatients and inpatients, one of them is Lung Tuberculosis. Pulmonary tuberculosis is an infectious disease caused by the bacterium mycobacterium tuberculosis. Who reports 3 million people die from pulmonary tuberculosis every year and affects people in their productive age. Indonesia ranks third with 583,000 people (Naga, 2012). The purpose of this study was to determine the level of albumin in pulmonary tuberculosis patients who were treated in the streets and hospitalized in Martha Friska Multatuli Medan hospital. This research was conducted at the Martha Friska Multatuli Field Hospital Pathology Laboratory in September-October 2017. Beginning with blood sampling, serum was obtained and serum analysis test was performed to determine albumin levels. The results obtained in this study that 40 patients suffering from pulmonary tuberculosis consisting of men and women obtained the results of 35 patients (88%) had low albumin levels and as many as 5 patients (12%) had normal serum albumin levels
Edukasi Tentang Gizi Pada Balita Di Kecamatan Secanggang Langkat
Anak balita merupakan kelompok yang menunjukkan pertumbuhan badan yang pesat, namun kelompok ini merupakan kelompok tersering yang menderita kekurangan gizi. Bila gizi buruk terjadi pada balita, maka perkembangan otaknya pun kurang sehingga akan berpengaruh pada kehidupannya khususnya aktifitas fisiknya (Proverawati & Asfuah, 2015). Saat ini permasalahan yang dihadapi dunia adalah masalah gizi ganda. Masalah gizi ganda (MGG) merupakan kondisi hadirnya masalah gizi kurang bersamaan dengan gizi lebih dan obesitas di sepanjang kehidupan. Masalah gizi ganda ini, yaitu gizi kurang maupun gizi lebih, akan meningkatkan kerentanan terhadap penyakit, khususnya risiko terjadinya penyakit tidak menular (Kemkes, 2020). Pengabdian masyarakat ini dilaksnakan di Kecamatan Secanggang Kabupaten Langkat. Yang merupakan salah satu tempat praktik mahasiswa Profesi Bidan USM-Indonesia, Kegiatan ini dilaksanakan dengan melibatkan mahasiswa S1 Kebidanan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan oleh 3 orang dosen dari program studi S1 Kebidanan USM-Indonesia, Friska Sitorus, Dewi R Bancin dan Surya Anita serta melibatkan mahasiswa S1 kebidanan. Terlaksananya kegiatan edukasi ini selama 2 hari diharapkan mitra dapat memahami informasi tentang pentingnya status gizi pada balita sehimgga tidak terjadi gizi kurang dan gizi lebih
VISUALISASI MITOS DEWI SRI DALAM SENI LUKIS
The Myth of Devi Sri in Painting. Most Javanese, Balinese, Kalimantanese and people in other areas believe that Dewi Sri is the goddess of rice and fertility. Earth is the place where Dewi Sri’s soul lives and resides. No other goddess the farmers adore and love like Dewi Sri who is also Nyi Pohaci asthe farmers’ mother. Soil is often disturbed by the power that will facilitate her existence. In Java, the violence against the earth is told in Dewi Sri fairy tale. In many mythologies woman is described as the fertility symbol. Dewi Sri’s death is like Jesus’ death, her death enlivens. Dewi Sri’s death gives the farmers life-energy. Coconut tree emerges from her head, rice plant grows from her navel, sugar palm tree grows from her vagina and papaya tree grows from her breast. Mango tree grows from her hands and edible tuber and cassava grow from her feet.Visualization of Dewi Sri Myth in the art of painting is a concept of representing the myth of Dewi Sri . Based on the creative idea and perspective, the writer tries to treat, to transform the figure of Dewi Sri Myth in the current context. In this concept, Dewi Sri is represented through the painting using impasto,underpainting and rendering techniques. Here Dewi Sri is presented symbolically so that the visualization emerging can remain to be perceived as work representing its age.Visualization of Dewi Sri’s symbols is the manifestation of the author in two-dimensional work through canvas, wood, and oil paint media with pallet knife and brushes, and other mixed media material to give new motif and colour in the art world, particularly in the creation of painting.Keywords: Dewi Sri and myt
STUDI TENTANG KARYA LUKIS MORRY SUNARYO TAHUN 2012-2013
ABSTRAK Santi, Dewi Friska Nur. 2013. Studi Tentang Karya Lukis Morry Sunaryo Tahun 2012-2013. Skripsi, Jurusan Seni dan Desain, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Tjitjik Sriwardani, M.Pd, (II) Fenny Rochbeind, S.Pd, M.Sn. Kata Kunci: karya lukis, Morry Sunaryo, Malang. Morry Sunaryo adalah pelukis dari kota Malang yang memiliki banyak pengalaman dalam melukis. Karya lukis Morry Sunaryo banyak mengangkat tema alam, sehingga Sunaryo dapat digolongkan sebagai seniman bergaya naturalistik. Sunaryo menggunakan pisau palet yang membuat lukisannya bertekstur nyata. Sunaryo memiliki kreatifitas, produktifitas dan eksistensi dalam berkarya seni.Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan latar belakang penciptaan, karakteristik, dan faktor-faktor yang mempengaruhi proses penciptaan karya lukis Morry Sunaryo. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif, sedangkan jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif. Sumber data yang digunakan adalah narasumber, peristiwa, tempat/lokasi, dokumen dan arsip, serta gambar/foto. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi, wawancara, catatan lapangan, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, sedangkan untuk menjaga keabsahan data, dilakukan trianggulasi sumber/data. Berdasarkan hasil analisis tersebut maka diperoleh kesimpulan. Pertama, latar belakang penciptaan karya lukis Morry Sunaryo dipengaruhi oleh faktor psikologis, sensitivitas, imajinasi, tujuan, dan pengalamannya di mana ia tinggal sejak kecil hingga dewasa. Kedua, karakteristik karya lukis Morry Sunaryo dilihat dari visualisasi karyanya yaitu ide/gagasan dalam penciptaannya adalah segala bentuk yang ada di alam, konsepnya adalah lingkungan dan kehidupan, temanya adalah alam. Perwujudan gaya dalam lukisan Morry Sunaryo adalah naturalistik, dilihat dari perwujudan objeknya termasuk ke dalam lukisan figuratif. Secara keseluruhan Sunaryo menggunakan warna primer, sekunder, intermediat, tersier, dan kuarter. Dari perwujuduan permukaan tekstur pada lukisan Morry Sunaryo, teksturnya tergolong tekstur nyata. Dilihat dari teknik perwujudan karyanya melalui tiga tahapan yaitu tahap permulaan, pemantapan gagasan, dan mewujudkan pada bentuk visual. Ketiga, faktor-faktor yang mempengaruhi proses penciptaan karya lukis Morry Sunaryo yaitu faktor intern dan ekstern. Faktor Intern meliputi bakat, minat, tujuan, dan motivasinya dalam berkarya. Sedangkan Faktor ekstern adalah lingkungan fisik Sunaryo yaitu lingkungan keluarga, kerabat, masyarakat sekitar, danpengalaman. Dari penulisan ini,kepada insan pendidikan khususnya pendidikan seni rupamampu memetik pembelajaran yang bermanfaat tentang karya seni lukis baik proses, teknik, ataupun keterkaitan antara karya seni dan senimannya. Pada hakikatnya, pendidikan seni mempunyai tujuan membentuk pribadi seseorang yang berkarakter. Oleh karena itu, sudah selayaknya penghargaan terhadap pendidikan seni mulai diperhatikan baik bagi kalangan insan seni itu sendiri ataupun masyarakat luas yang bertugas menjadi apresian seni.
EVALUASI PENENTUAN HARGA POKOK PRODUKSI BERDASARKAN JOB ORDER PROCESS DI BATIK DEWI SRI SARJONO
Batik Dewi Sri Sarjono is an individual company that produces several types of batik. Batik Dewi Sri Sarjono tries to optimize the profit in order to expand its business more widely. The research has purpose to make calculation evaluations of determination production costs based on accounting principal in general. The determination of production costs in this research uses job order costing method and costs accumulation uses full costing method. The author uses comparison method in doing this research which compare between the determination of production costs based on accounting principal in general and the determination of production costs doing by Batik Dewi Sri Sarjono. The conclusion of this research is Batik Dewi Sri Sarjono does not calculate the labour costs and factory overhead costs in detail. The author finds unfavorable difference that reduce profit margins which have been set. The results of this research is to give some suggestions for Batik Dewi Sri Sarjono in order to obtain optimal profits
STUDI KEANEKARAGAMAN INSEKTA PADA VEGETASI POHON PINUS (Pinus merkusii) DI WISATA KAMPOENG PINUS SARANGAN MAGETAN SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN BERUPA BOOKLET
Skripsi dengan judul “Studi Keanekaragaman Insekta pada Vegetasi Pohon Pinus
(Pinus merkusii) di Wisata Kampoeng Pinus Sarangan Magetan sebagai Media
Pembelajaran berupa Booklet” ini ditulis oleh Friska Yulanda Dewi, NIM.
12208173039, Pembimbing Muhammad Iqbal Filayani, M.Si.
Kata Kunci: Insekta,Wisata Kampoeng Pinus Sarangan Magetan, Booklet
Insekta merupakan salah satu hewan dari filum arthropoda yang memiliki
bentuk tubuh yang terbagi atas kepala (caput), dada, dan perut. Insekta merupakan
hewan yang jumlahnya paling besar. Hewan ini dapat hidup hampir di semua
tempat baik di darat maupun di air. Insekta memiliki warna tubuh yang menarik
dan bervariasi. Keberadaan serangga dapat digunakan sebagai indicator
keseimbangan ekosistem. Keanekaragaman serangga yang tinggi akan
menyebabkan proses jaring-jaring makanan berjalan secara normal. Salah satu
ekosistem yang memungkinkan terdapatnya insekta yaitu di Wisata Kampoeng
Pinus Sarangan Magetan. Kampoeng Pinus Sarangan terletak pada hutan yang
masih alami dengan jenis hutan heterogen dan di dominasi oleh pohon pinus,
kesejukan udara pegunungan dan keasrian hutan yang dialami menjadikan
Kampoeng Pinus Sarangan sebagai alternatif tujuan wisata.
Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk (1) Mengidentifikasi berbagai
insekta pada vegetasi pohon pinus (Pinus merkusii) yang terdapat di Wisata
Kampoeng Pinus Sarangan Magetan (2) Menghitung keanekaragaman insekta
pada vegetasi pohon pinus (Pinus merkusii) yang ditemukan di Wisata Kampoeng
Pinus Sarangan Magetan (3) Mendeskripsikan hasil uji kelayakan ahli materi, ahli
media, dosen pengampu, dan uji keterbacaan mahasiswa Tadris Biologi IAIN
Tulungagung terkait dengan media pembelajaran berupa booklet pada materi
zoologi avertebrata yang dikembangkan.
Jenis penelitian ini merupakan jenis penelitian campuran terdiri atas
penelitian kualitatif dan penelitian pengembangan R&D (Research and
Development). Penelitian tahap pertama menggunakan metode observasi,
dokumentasi dan studi literatur. Penelitian tahap kedua yaitu menggunakan model
ADDIE. Penelitian ini hanya sampai pada tahap development, hal tersebut
dikarenakan adanya keterbatasan waktu.
Hasil penelitian ini meliputi (1) tahap I total spesies yang ditemukan dari
ketiga stasiun yaitu 44 spesies. Stasiun I dengan ketinggian 1020-1119 m dpl
ditemukan 38 spesies dan yang mendominasi adalah spesies Stenamma brevicorne
dengan jumlah 22 individu. Stasiun II dengan ketinggian 1119-1198 m dpl
ditemukan 21 spesies dan yang mendominasi adalah spesies Aphaenogaster uinta
dengan jumlah 23 individu. Stasiun III dengan ketinggian 1198-1250 m dpl
ditemukan 24 spesies dan yang mendominasi adalah spesies Aphaenogaster
treatae dengan jumlah 18 individu. Spesies yang mendominasi dari ketiga stasiun
yaitu spesies Aphaenogaster uinta dengan jumlah total 44 individu. (2) Indeks
keanekaragaman (H’) pada stasiun I di ketinggian 1020-1119 meter dpl diperoleh nilai indeks keanekaragaman 3,247. Kemudian pada stasiun II di ketinggian 11191198
meter dpl indeks keanekaragaman diperoleh nilai 2,511. Sedangkan pada
stasiun III di ketinggian 1198-1250 meter dpl diperoleh nilai 2,806. Nilai indeks
total lokasi penelitian yang dihitung diperoleh nilai 3,204. (3) tahap II media
pembelajaran berupa booklet yang telah dikembangkan selanjutnya divalidasi oleh
beberapa ahli yaitu, ahli materi, ahli media, dan dosen pengampu. Hasil
persentase ahli materi sebesar 64%, ahli media sebesar 97,7%, dan dosen
pengampu sebesar 90,3%. Perolehan hasil validasi tersebut dapat disimpulkan
bahwa booklet tersebut layak digunakan sebagai salah satu media pembelajaran
untuk mempelajari mata kuliah zoologi avertebrata. Hasil uji keterbacaan
mahasiswa terhadap media pembelajaran berupa booklet mendapat hasil
persentase skor 87,5% yang berarti booklet tersebut layak digunakan sebagai
media pembelajaran dalam mempelajari mata kuliah zoologi avertebrata
ANALISIS STRUKTURALISME GENETIK NOVEL PERAHU KERTAS KARYA DEWI LESTARI
The research on novel Perahu Kertas by Dewi Lestari, is a research using Genetic Strukturalisme approach. This research aims to determine the intrinsic and extrinsik elements of the novel. The method using qualitive descriptive. The focus of the research are (1) the structure of Perahu Kertas novel that creates its meaning as a whole, (2) social life of the author Dewi Lestari associated with the novel, (3) Indonesian historical bacground or social events conditioned the birth of this novel. The result showed that loving problem, morality, social, education, and profession of the themes of this novel Perahu Kertas. As someone who is konwledgeable, its write gives an understanding about humanity and morality values to people. According to sociological view of Dewi Lestari in this novel and the background of history behind the emergence of Perahu Kertas , a novel by Dewi Lestari
PENDIDIKAN ISLAM BAGI IBU RUMAH TANGGA PERSPEKTIF DEWI SARTIKA
Abstract
This study aims to find out the actions and efforts of Dewi Sartika in improving the quality of education, especially for women. It can be said that the position of a woman as a potential housewife requires honing knowledge, skills, and additional work as expected by the figure of Dewi Sartika. The problem is that nowadays there are still prospective housewives who only have certain skills. And for work and other aspects it is still considered lacking. So this needs to be improved, especially for prospective housewives, namely in the aspects of education and skills. In this problem, the author uses qualitative methods in searching related data. The data taken can be in the form of relevant journals and books. The approach applied by Dewi Sartika in solving these problems is the strategic management approach which is supported by David Hanger's theory. Meanwhile, according to Dewi Sartika, women must be able to do everything in their lives, including serving their husbands, educating children, aspects of work, and so on.
The attitude of persistence and fortitude possessed by Dewi Sartika in the world of education should be an example for us. As for the secluded book owned by Dewi Sartika entitled "Kaoetamaan Wife" in which the book contains Raden Dewi Sartika's concern for a woman written in Sundanese. Therefore it is important for the writer to know Dewi Sartika's thoughts in order to improve education for women. So that women can be very sensitive to Islamic education which will be used in the household so that these women can have Islamic education that is so supportive for their children and their families who are equal, so that it will not change the obligation of women to respect men as housewives. ladder in the family.
Keywords: Dewi Sartika, Kaoetamaan Wife, Strategic Management.
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sepak terjang dan usaha Dewi Sartika dalam meningkatkan mutu pendidikan khususnya bagi kaum wanita. Bisa dikatakan kedudukan seorang wanita sebagai calon ibu rumah tangga yang dimana perlu dibutuhkan sebuah asah pengetahuan, ketrampilan, serta pekerjaan tambahan seperti apa yang diharapkan oleh tokoh Dewi Sartika. Permasalahannya yaitu pada masa kini masih dijumpai calon ibu rumah tangga yang hanya memiliki keahlian tertentu. Dan untuk pekerjaan maupun aspek lainnya masih dinilai kurang. Maka hal ini perlu untuk ditingkatkan khususnya bagi calon ibu rumah tangga yaitu dalam aspek pendidikan maupun ketrampilan. Dalam permasalahan ini, penulis menggunakan metode kualitatif dalam pencarian data terkait. Data yang diambil bisa berupa jurnal, dan buku yang relevan. Adapun pendekatan yang diterapkan oleh Dewi Sartika dalam memecahkan permasalahan tersebut yaitu pendekatan manajemen strategik yang didukung oleh teori David Hanger. Adapun menurut Dewi Sartika bahwa wanita harus bisa melakukan segala hal dalam kehidupannya diantaranya melayani suami, mendidik anak, aspek pekerjaan, dan sebagainya.
Sikap kegigihan dan ketabahan yang dimiliki oleh Dewi Sartika dalam dunia pendidikan patut kita teladani. Adapun seklumit buku yang dimiliki oleh Dewi Sartika yang berjudul” Kaoetamaan Istri” yang dimana buku tersebut berisi kepedulian Raden Dewi Sartika terhadap seorang perempuan yang ditulis dalam bahasa Sunda. Maka dari itu penting bagi penulis untuk mengetahui pemikiran Dewi Sartika guna meningkatkan pendidikan bagi perempuan. Agar para kaum wanita bisa sangat peka terhadap pendidikan Islam yang akan digunakan dalam berumah tangga untuk menjadikan wanita tersebut bisa memiliki pendidikan Islam yang begitu mendukung untuk anaknya dan keluarganya yang sederajat, sehingga tidak akan mengubah kewajiban para kaum wanita untuk menghormati para kaum lelaki sebagai ibu berumah tangga dalam keluarga.
Kata kunci: Dewi Sartika, Kaoetamaan Istri, Manajemen Strategik
PENDIDIKAN ISLAM BAGI IBU RUMAH TANGGA PERSPEKTIF DEWI SARTIKA
AbstractThis study aims to find out the actions and efforts of Dewi Sartika in improving the quality of education, especially for women. It can be said that the position of a woman as a potential housewife requires honing knowledge, skills, and additional work as expected by the figure of Dewi Sartika. The problem is that nowadays there are still prospective housewives who only have certain skills. And for work and other aspects it is still considered lacking. So this needs to be improved, especially for prospective housewives, namely in the aspects of education and skills. In this problem, the author uses qualitative methods in searching related data. The data taken can be in the form of relevant journals and books. The approach applied by Dewi Sartika in solving these problems is the strategic management approach which is supported by David Hanger's theory. Meanwhile, according to Dewi Sartika, women must be able to do everything in their lives, including serving their husbands, educating children, aspects of work, and so on.The attitude of persistence and fortitude possessed by Dewi Sartika in the world of education should be an example for us. As for the secluded book owned by Dewi Sartika entitled "Kaoetamaan Wife" in which the book contains Raden Dewi Sartika's concern for a woman written in Sundanese. Therefore it is important for the writer to know Dewi Sartika's thoughts in order to improve education for women. So that women can be very sensitive to Islamic education which will be used in the household so that these women can have Islamic education that is so supportive for their children and their families who are equal, so that it will not change the obligation of women to respect men as housewives. ladder in the family. Keywords: Dewi Sartika, Kaoetamaan Wife, Strategic Management. AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui sepak terjang dan usaha Dewi Sartika dalam meningkatkan mutu pendidikan khususnya bagi kaum wanita. Bisa dikatakan kedudukan seorang wanita sebagai calon ibu rumah tangga yang dimana perlu dibutuhkan sebuah asah pengetahuan, ketrampilan, serta pekerjaan tambahan seperti apa yang diharapkan oleh tokoh Dewi Sartika. Permasalahannya yaitu pada masa kini masih dijumpai calon ibu rumah tangga yang hanya memiliki keahlian tertentu. Dan untuk pekerjaan maupun aspek lainnya masih dinilai kurang. Maka hal ini perlu untuk ditingkatkan khususnya bagi calon ibu rumah tangga yaitu dalam aspek pendidikan maupun ketrampilan. Dalam permasalahan ini, penulis menggunakan metode kualitatif dalam pencarian data terkait. Data yang diambil bisa berupa jurnal, dan buku yang relevan. Adapun pendekatan yang diterapkan oleh Dewi Sartika dalam memecahkan permasalahan tersebut yaitu pendekatan manajemen strategik yang didukung oleh teori David Hanger. Adapun menurut Dewi Sartika bahwa wanita harus bisa melakukan segala hal dalam kehidupannya diantaranya melayani suami, mendidik anak, aspek pekerjaan, dan sebagainya. Sikap kegigihan dan ketabahan yang dimiliki oleh Dewi Sartika dalam dunia pendidikan patut kita teladani. Adapun seklumit buku yang dimiliki oleh Dewi Sartika yang berjudul” Kaoetamaan Istri” yang dimana buku tersebut berisi kepedulian Raden Dewi Sartika terhadap seorang perempuan yang ditulis dalam bahasa Sunda. Maka dari itu penting bagi penulis untuk mengetahui pemikiran Dewi Sartika guna meningkatkan pendidikan bagi perempuan. Agar para kaum wanita bisa sangat peka terhadap pendidikan Islam yang akan digunakan dalam berumah tangga untuk menjadikan wanita tersebut bisa memiliki pendidikan Islam yang begitu mendukung untuk anaknya dan keluarganya yang sederajat, sehingga tidak akan mengubah kewajiban para kaum wanita untuk menghormati para kaum lelaki sebagai ibu berumah tangga dalam keluarga. Kata kunci: Dewi Sartika, Kaoetamaan Istri, Manajemen Strategik
A short film discussion, Candra Aditya’s Dewi pulang
The author thanks all of those who reviewed and commented on the transcript and translation including Candra Aditya, Thomas Barker, Rosalia Namsai Engchuan, Verena Meyer, Judith Fox, Joseph Errington, and the three anonymous reviewers for BKI. A special debt of gratitude is owed to Amnina Fira Kharira and Yosephin Apriastuti Rahayu, who read and discussed the full transcript and translation with the author in detail. Any remaining errors, oversights, and infelicities are the author's own.Short films have proven an important medium for social commentary in contemporary Indonesia. As an example of the genre, this special issue of bki presents Candra Aditya’s (2016) short film, Dewi pulang (Dewi goes home), which follows a young Javanese woman as she travels from Jakarta to her natal home in Central Java to attend her father’s funeral. A critically annotated transcript and translation of the film’s dialogue is followed by four essays on various aspects of the film and a conversation with the filmmaker. Issues addressed include the changing nature of short films and ‘indie’ cinema in post-authoritarian Indonesia; the filmmaking practices specific to Dewi pulang; the interplay of absence and presence in Dewi’s movement between Jakarta and her natal home in Central Java; and the juxtaposition of Indonesian-, English- and Javanese language dialogue, and the forms of sociality they respectively embody. Taken as a whole, the special issue offers at once a window onto short filmmaking in Indonesia and new primary materials for further analysis.FacultyReviewe
- …
