51 research outputs found

    Umami

    No full text
    21 prose poems plus author statement

    PENGARUH PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN TEAM ASSISTED INDIVIDUALIZATION (TAI) TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA SMK TATA BUSANA

    Get PDF
    Team Assisted Individualization (TAI) digunakan dalam mengatasi perbedaan pencapaian dari setiap siswa dari berbagai sudut pandang. Hal tersebut dikarenakan siswa yang memiliki motivasi dan pemahaman yang berbeda-beda, sehingga harapan dari model ini adalah dapat menampung berbagai perbedaan individu tersebut. Tujuan studi literatur ini adalah untuk mendeskripsikan model pembelajaran Team Assisted Individualization (TAI), menganalisis hasil belajar sebelum dan sesudah diterapkan model pembelajaran tipe TAI, serta mengetahui pengaruh penerapan model pembelajaran TAI terhadap hasil belajar pada  siswa SMK Tata Busana. Metode penelitian yang digunakan pada artikel ilmiah ini berupa literatur review. Teknik literatur review yaitu mencari ketidaksamaan, kesamaan, membandingkan memberikan pandangan, dan meringkas beberapa penelitian dari berbagai referensi seperti buku, jurnal ilmiah, dsb. Team Assisted Individualization merupakan model pembelajaran yang mengkombinasikan kemampuan individual siswa kedalam kelompok heterogen untuk menyelesaikan problematika materi. Hasil belajar sebelum menerapkan model pembelajaran TAI memperoleh rata-rata sebesar 51% dan setelah diterapkan model pembelajaran TAI rata-rata hasil belajar menjadi 96%. Penerapan model pembelajaran TAI pada siswa SMK tata busana dengan karekteristik senang berdiskusi sangat tepat digunakan, guna meningkatkan aktifitas siswa yang akhirnya berpengaruh terhadap hasil belajar siswa karena model pembelajaran  ini mengajak siswa untuk memanfaatkan tutor sebaya sehingga siswa lebih termotivasi, mudah menerima materi dan mencapai nilai KKM. Hal tersebut  dapat mendukung model pembelajaran tipe TAI untuk dapat diterapkan pada SMK tata busana mata pelajaran dasar pola, pembuatan pola, dan desain busana

    The Effect of STEM-Based Learning Cycle 5E Learning Model on Critical Thinking Ability of Elementary School Students: Pengaruh Model Pembelajaran Learning Cycle 5E Berbasis STEM Terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Sekolah Dasar

    No full text
    This study aims to determine the effect of STEM-based Learning Cycle 5E learning model on critical thinking skills of elementary school students in science subjects. Critical thinking skills are 21st century competencies that are important to develop early on. The study used a quantitative approach of Pre-Experimental Design type with One Group Pretest-Posttest design and involved 23 fifth grade students of SD Muhammadiyah 5 Porong. The analysis results showed an average N-Gain value of 0.6731 (medium category), and the Wilcoxon Signed Rank Test produced Asymp. Sig. (2-tailed) of 0.000 (<0.05), which means there is a significant increase between the pretest and posttest scores. These results prove that the STEM-based Learning Cycle 5E model is effective in improving students' critical thinking skills. This model encourages active, collaborative, and contextualized learning through exploration and solving real problems.

    Pengembangan E-Book Ekstensi EPUB sebagai Bahan Ajar Geografi SMA pada Pokok Materi Atmosfer

    No full text
    RINGKASAN Bahan ajar yang digunakan di SMA pada pokok materi atmosfer masih menggunakan buku paket konvensional dan BSE KTSP. Hasil observasi yang penulis lakukan, kedua bahan ajar tersebut sebagian besar hanya menjelaskan konsep tanpa adanya pembahasan yang mengkaji dan mencontohkan fenomena nyata dalam kehidupan sehari-hari. Ilustrasi materi hanya berupa gambar sederhana, sehingga peserta didik merasa kesulitan memahami materi. Pengembangan bahan ajar yang dapat memvisualisasikan obyek studi geografi yang tidak hanya berisi teks materi pelajaran sangat diperlukan. Adanya perkembangan teknologi semakin tidak terkendali dan berpengaruh kedalam segala aspek kehidupan termasuk pendidikan, maka penulis mengembangkan bahan ajar yaitu EPUB. EPUB (electronic publishing) adalah salah satu teknologi perkembangan dari buku elektronik. EPUB adalah salah satu format E-Book yang tidak hanya bisa berisi teks dan gambar, akan tetapi bisa menyajikan ilustrasi materi berupa audio, video maupun animasi. EPUB memang cocok dikembangkan untuk memahami materi lebih kontekstual, memahami materi mulai dari yang mudah untuk memahami yang sulit, dari yang konkret untuk memahami yang abstrak. Tujuan penelitian dan pengembangan ini adalah untuk menghasilkan produk E-Book dengan ekstensi EPUB sebagai bahan ajar peserta didik SMA mata pelajaran geografi kompetensi dasar dinamika atmosfer dan dampaknya terhadap kehidupan di bumi. Bahan ajar tersebut dikembangkan dengan metode ADDIE (analysis, design, development, implementation and evaluation). Produk bahan ajar ini telah divalidasi oleh validator ahli sebelum diuji cobakan yaitu ahli materi, bahasa dan ahli desain pembelajaran yang masing-masing memperoleh nilai 92,7%, 88% dan 73%. Menurut validasi ahli pembelajaran atau guru mendapat nilai 94% EPUB ini sangat layak digunakan pada pembelajaran di sekolah. Penilaian atau tanggapan produk dari peserta didik selaku subyek penelitian mendapatkan nilai 85%. Peserta didik sangat terbantu dalam memahami materi menggunakan bahan ajar EPUB ini. Secara keseluruhan, pengembangan bahan ajar EPUB ini sangat layak dan efektif digunakan dalam pembelajran di sekolah juga untuk menghadapi kebutuhan zaman sekarang yang nyata dan mendesak (here and now). Pengembangan bahan ajar EPUB ini sangat disarankan karena efektif dan efisien sebagai format buku digital masa depan

    The Art of Learning Community: Technology and Gamification As A Recipe For Learning Umami

    Get PDF
    How can arts, technology, mobile apps, and a learning community be used as flavors to create an engaging learning platform to motivate students?School reform efforts purport to create engaged learners that can think creatively beyond the standards, however, teachers struggle with how to reconcile the culture of standardized testing with the learner engagement and motivation that is key to student success. When designing learning experiences that promote creativity, via information and computer technology, teachers need to adopt an ecological approach that encompasses people, practices, values, and technology interacting- with the spotlight being on human activities. The Japanese word umami describes how humans engage all senses to form judgments about their food. This provides an apt metaphor for instructional design. Food should be nourishing, presentable, and delicious- a feast for the senses. This is a worthy standard for any lesson- the goal of “learning umami.” The author proposed to create an analogous process in crafting an online learning community (http://edvislee.wix.com/rehearse-for-life), which consists of a mash-up of tools, apps, content, gamification, and collaboration with artists as “flavors” for engagement. This paper will review the community’s features before and after modifications, discuss design implications and rationale for changes, and make recommendations for additional improvements. The results demonstrate how pedagogy, design, and evaluation can be used to tailor existing apps, tools, services, and content to create a compelling learning community to meet any instructional design challenge

    Pengaruh Model Pembelajaran Problem Based Learning Berbantuan E-Modul Interaktif terhadap Kemampuan Berpikir Tingkat Tinggi dan Self-Efficacy Siswa pada Materi Hidrolisis Garam di MAN 1 Pasuruan

    Get PDF
    Selama proses pembelajaran, siswa masih mengalami kesulitan dalam menyelesaikan soal kimia terutama materi hidrolisis garam, karena kurang memahami konsep dengan baik, sehingga hal tersebut akan berpengaruh pada peningkatan keterampilan berpikir tingkat tinggi siswa. Selain itu, siswa juga masih memiliki self�efficacy yang tergolong rendah. Hal ini dapat dilihat dari siswa yang masih ragu menyampaikan pendapat untuk menjawab pertanyaan yang diberikan oleh pendidik sebelum pembelajaran berlangsung. Adapun media pembelajaran yang selama ini digunakan pendidik yaitu buku paket kimia dan belum pernah menggunakan e-modul interaktif. Salah satu cara untuk meningkatkan kemampuan berpikir tingkat tinggi dan self-efficacy siswa yaitu dengan menerapkan model pembelajaran PBL berbantuan e-modul interaktif. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui: 1) pengaruh model pembelajaran problem based learning berbantuan e-modul interaktif terhadap kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa; 2) pengaruh model pembelajaran problem based learning berbantuan e-modul interaktif terhadap self-efficacy siswa; 3) pengaruh model pembelajaran problem based learning berbantuan e-modul interaktif terhadap kemampuan berpikir tingkat tinggi dan self-efficacy siswa pada materi hidrolisis garam di MAN 1 Pasuruan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian quasi eksperimen. Desain penelitian berupa posttest only control group design. Sampel penelitian berjumlah 37 siswa kelas XIB MAN 1 Pasuruan sebagai kelas eksperimen dan 37 siswa kelas XID MAN 1 Pasuruan sebagai kelas kontrol. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian berupa lembar soal (posttest) sebanyak 12 soal pilihan ganda dan esai kemampuan berpikir tingkat tinggi dan angket self-efficacy sebanyak 39 pernyataan. Uji coba instrument berupa uji validitas, uji reliabilitas, tingkat kesukaran soal, dan daya beda soal. Pengambilan data dilakukan dengan tes dan angket tersebut. Adapun analisis data menggunakan uji t bebas (Independent Sample T-Test) dan uji Manova. Berdasarkan hasil uji hipotesis yang telah dilakukan didapatkan hasil 1) uji T menunjukkan bahwa nilai signifikansi sebesar 0,000 < 0,05, yang berarti ada pengaruh model pembelajaran problem based learning berbantuan e-modul interaktif terhadap kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa pada materi hidrolisis garam di MAN 1 Pasuruan; 2) uji T menunjukkan bahwa nilai signifikansi sebesar 0,013 < 0,05, yang berarti ada pengaruh model pembelajaran problem based learning berbantuan e-modul interaktif terhadap self�efficacy siswa pada materi hidrolisis garam di MAN 1 Pasuruan; 3) uji T menunjukkan bahwa nilai signifikansi sebesar 0,000 < 0,05, yang berarti ada pengaruh model pembelajaran problem based learning berbantuan e-modul interaktif terhadap kemampuan berpikir tingkat tinggi dan self-efficacy siswa pada materi hidrolisis garam di MAN 1 Pasuruan

    Perbedaan Keaktifan dan Hasil Belajar Administrasi Infrastruktur Jaringan Karena Pengaruh Model Project Based Learning (PjBL) dibandingkan dengan Model Challenge Based Learning (CBL) pada Siswa Kelas XI TKJ di SMK Islam 1 Blitar

    No full text
    RINGKASAN Berdasarkan hasil observasi di SMK Islam 1 Blitar pada kelas XI TKJ, kegiatan pembelajaran yang dilakukan oleh guru menggunakan model pembelajaran Project Based Learning didapatkan beberapa permasalahan diantaranya: (1) siswa yang berada pada bagian belakang terlihat kurang aktif; (2) siswa hanya mendengar arahan dari guru; (3) terlihat beberapa siswa yang bercanda ketika pembelajaran berlangsung; (4) terdapat siswa yang bermain game. Hal tersebut yang menyebabkan hasil belajar pada beberapa siswa mendapatkan nilai di bawah KKM. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan keaktifan dan hasil belajar ranah kognitif dan ranah psikomotorik siswa dengan menggunakan model Project Based Learning dan model Challenge Based Learning. Rancangan dalam penelitian menggunakan metode Quasi Experiment dengan desain penelitian Posttest Only Design yang melibatkan kelas Kontrol dan kelas Eksperimen. Subjek penelitian berjumlah 35 siswa yang terbagi dua kelas yaitu kelas XI TKJ-3 dan kelas XI TKJ-2. Kelas yang dalam pembelajarannya menggunakan model Project Based Learning merupakan kelas Kontrol (XI TKJ-3) dan kelas yang menggunakan model Challenge Based Learning merupakan kelas eksperimen (XI TKJ-2). Analisis data yang digunakan untuk menguji hipotesis adalah uji-t. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) rata-rata keaktifan belajar kelas kontrol 67,71 dan kelas eksprimen 73,00; (2) rata-rata hasil belajar ranah kognitif kelas kontrol 71,47 dan kelas eksperimen 82,50; (3) rata-rata hasil belajar ranah psikomotorik kelas kontrol 73,71 dan kelas eksperimen 80,33; (4) terdapat perbedaan yang signifikan keaktifan belajar kelas kontrol dan kelas eksperimen; (5) terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar ranah kognitif kelas kontrol dan kelas eksperimen; (6) terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar ranah psikomotorik kelas kontrol dan kelas eksperimen

    Dampak Program Kampus Mengajar Bagi Peningkatan Soft Skill (Kemampuan Interpersonal) Dan Hard Skill (Kemampuan Intelektual) Mahasiswa Program Studi Pendidikan Ekonomi Universitas Bhinneka PGRI

    Get PDF
    This study aims to determine whether the teaching campus program has a positive effect on students' hard skills and whether it has a positive impact on the soft skills of students of students of the PGRI economic education study program at Bhinneka University. A sample of 21 students enrolled in the campus teaching program and the economic education study program was used. for this descriptive study. With four soft skill indicators, this instrument is designed to assess student progress in soft and hard skills through campus teaching programs: 1) communication capacity, 2) problem solving capacity, 3) creativity, and 4) conflict resolution capacity. Meanwhile, this study discusses hard skill indicators such as empathy, social skills, use of technology, writing. skills, and research and writing skills. The findings show an increase in students' soft skills, with the highest indicator, their communication skills increasing by 90%. The most important indicators, namely improvement in writing and research, showed a 98% increase in student skills.DOI: https://dx.doi.org/10.17977/UM014v15i22022p9
    corecore