458 research outputs found
A Sociolinguistics Analysis Of Intimate Language In The Fault In Our Stars Movie
Fitria, Rahma Nur. 2017. A Sociolinguistics Analysis of Intimate Language in The Fault in Our Stars Movie. Skripsi. Pembimbing 1: R. Pujo Handoyo. S.S., M.Hum., Pembimbing 2: Ika Maratus Sholikhah, S.S., M.A., Penguji: Erna Wardani, S.Pd., M.Hum. Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi, Universitas Jenderal Soedirman, Fakultas Ilmu Budaya, Jurusan Bahasa Inggris, Program Studi S1 Sastra Inggris, Purwokerto. Kata Kunci: Bahasa Intim, The Fault in Our Stars Penelitian yang berjudul “A Sociolinguistics Analysis of Intimate Language in The Fault in Our Stars Movie” bertujuan untuk: (1) mendeskripsikan bahasa intim yang digunakan oleh karakter dalam The Fault in Our Stars; (2) untuk mendeskripsikan tujuan dari bahasa intim yang digunakan oleh karakter dalam The Fault in Our Stars.
Peneliti menggunakan metode kualitatif dengan teknik purposive sampling yang diterapkan dalam penelitian ini. Sampel penelitian ini adalah percakapan oleh karakter yang mengandung bahasa intim dan tujuan dari penggunaan bahassa intim. Untuk menganalisis data, peneliti mengklasifikasikan data dalam jenis-jenis bahasa intim apa yang dipergunakan, menganalisis jenis bahasa intim dalam film dan membuat penjelasan, menganalisis tujuan bahasa intim yang digunakan dalam percakapan, serta memilih dan mengelompokan data serta memberi kesimpulan dan saran.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada 74 bahasa intim yang digunakan oleh karakter. Ada 41 intimate by name, 8 intimate by kinship, 14 intimate by intimacy, 5 intimate by respect dan 6 intimate by mockery. Kemudian, ada 74 tujuan yang ditemukan berdasarkan percakapan yang menggunakan bahasa intim yaitu 17 to comfort someone, 9 to get closer each other, dan 48 to express their feeling
Partisipasi Anggota Kelompok Tani Dalam Program Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) Di Desa Marga Kaya Kecamatan Jati Agung Kabupaten Lampung Selatan [Skripsi] / Fitria Dwi Rahma Piska
iv, 122 halaman : ilustrasi ; 28 cm
. Penerapan Model Pembelajaran Inkuiri Terbimbing untuk Meningkatkan Keterampilan Komunikasi dan Hasil Belajar Siswa X MIPA 4 SMAN 1 Tulungagung
RINGKASANAfiva, Fitria Rahma. 2019. Penerapan Model Pembelajaran Inkuiri Terbimbing untuk Meningkatkan Keterampilan Komunikasi dan Hasil Belajar Siswa X MIPA 4 SMAN 1 Tulungagung. Skripsi, Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Murni Saptasari, M.Si, (2) Dra. Eko Sri Sulasmi,M. S.Kata Kunci: Inkuiri Terbimbing, keterampilan komunikasi, hasil belajarKurikulum 2013 adalah kurikulum berbasis kompetensi yang penerapan-nya mewajibkan siswa dapat menguasai salah satu aspek yang penting yaitu aspek komunikasi. Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan pada 9 Oktober s/d 6 November 2018 di SMAN 1 Tulungagung di-ketahui bahwa pembelajaran yang dilakukan masih terpusat pada guru. Keterampilan komunikasi siswa juga masih rendah, terbukti dari keterampilan komunikasi siswa pada aspek bertanya. Saat siswa diberi kesempatan untuk bertanya hanya 47% siswa yang aktif bertanya. Ketuntasan belajar dilihat dari hasil tes formatif siswa masih rendah dengan persentase siswa yang belum mencapai KKM adalah 60%. Kedua aspek tersebut menunjukkan persentase yang masih rendah sehingga diperlukan perbaikan pembelajaran yang mampu me-ningkatkan keterampilan komunikasi dan hasil belajar siswa. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan tindakan dalam penerapan model pembelajaran Inkuiri Terbimbing terhadap keterampilan komunikasi dan hasil belajar siswa kelas X MIPA 4 SMAN 1 Tulungagung.Jenis penelitian adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang terdiri dari tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan kelas, observasi, dan refleksi. Penelitian menggunakan materi pada KD 3.10 dan 4.10, serta KD 3.11 dan 4.11. Penelitian dilakukan di SMAN 1 Tulungagung dengan subjek penelitian yaitu seluruh siswa kelas X MIPA 4 SMAN 1 Tulungagung yang berjumlah 36 orang terdiri dari 13 laki-laki dan 23 perempuan. Data yang dikumpulkan selama penelitian adalah keterlaksanaan model pembelajaran Inkuiri Terbimbing dari aspek guru dan siswa dengan instrumen lembar observasi keterlaksanaan pembelajaran dari aspek guru dan siswa, keterampilan komunikasi tulis dengan instrumen penilaian laporan peng-amatan, keterampilan komunikasi lisan dengan instrumen lembar observasi keterampilan komunikasi lisan, dan hasil belajar kognitif siswa dengan instrumen tes akhir siklus I dan siklus II.Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterampilan komunikasi lisan siswa pada siklus I sebesar 80,38% meningkat menjadi 87,84% pada siklus II, sedangkan keterampilan komunikasi siswa tulis pada siklus I sebesar 78,89% meningkat menjadi 88,13% pada siklus I. Hasil belajar dari aspek kognitif pada siklus I sebesar 78,56% meningkat menjadi 83,50% pada siklus II. Kesimpulan dari penelitian adalah model pembelajaran Inkuiri Terbimbing meningkatkan keterampilan komunikasi dan hasil belajar siswa kelas X MIPA 4 SMAN 1 Tulungagung. Saran dari guru harus selalu mengingatkan siswa mengenai alokasi waktu pembelajaran, guru harus menjelaskan mengenai model pembelajaran Inkuiri Terbimbing dan menjelaskan maksud prosedur pengamatan beserta contoh terlebih dahulu
Hubungan Urutan Erupsi Gigi Kaninus dan Premolar Mandibula dengan Gigi Berjejal Anterior pada Pasien Klinik Ortodonti FKG USU
Urutan erupsi gigi sangat penting untuk diperhatikan terutama pada masa gigi bercampur, karena pada masa ini akan memberikan dampak yang sangat besar untuk perkembangan gigi permanen dan perkembangan oklusi anak. Dampak yang diberikan salah satunya adalah gigi berjejal, adanya deteksi dini sangat diperlukan untuk mencegah terjadinya maloklusi yang lebih berat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan urutan erupsi gigi kaninus dan premolar mandibula dengan gigi berjejal anterior pada pasien Klinik Ortodonti FKG USU. Penelitian ini merupakan penelitian observasi analitik dengan desain cross sectional. Sampel penelitian ini adalah 100 sampel radiografi panoramik dan model gigi pasien di Klinik Ortodonti FKG USU 10 tahun terakhir. Pengumpulan data dilakukan melalui pengukuran pada radiografi panoramik dan model gigi yang memenuhi kriteria penelitian. Hasil penelitian ini diperoleh bahwa 37 anak urutan erupsi kaninus terlebih dahulu erupsi (C>P) ditemukan gigi tidak berjejal sebesar 36 (97,3%) dan ditemukan gigi berjejal anterior sebesar 1 (2,7%), kemudian 63 anak urutan erupsi premolar pertama terlebih dahulu erupsi (P>C) ditemukan gigi berjejal anterior sebanyak 48 (76,2%) dan gigi tidak berjejal sebesar 15 (23,8%). Hasil analisis uji chi-square menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara urutan erupsi gigi kaninus dan premolar pertama mandibula dengan gigi berjejal anterior nilai p= 0,001. Kesimpulan penelitian adalah erupsi premolar pertama terlebih dahulu daripada kaninus mandibula akan menyebabkan terjadinya gigi berjejal anterior.76 HalamanSkripsi Sarjan
“STUDI PERMODELAN TARIKAN PERGERAKAN PADA SWALAYAN DI KOTA MALANG” (Studi kasus Swalayan Persada, Swalayan Sardo, Swalayan Bromo, Swalayan Metro, Swalayan Rahma)
Swalayan merupakan salah satu kegiatan jual beli yang menyediakan segala kebutuhan
sehari-hari, ada beberapa Swalayan di Kota Malang diantaranya, Swalayan Sardo dan Swalayan
Persada, Swalayan Bromo, Swalayan Metro, Swalayan Rahma. Swalayan ini memiliki pergerakan
transportasi yang tinggi, banyaknya jumlah pembeli di Swalayan akan sangat berpotensi
menimbulkan kemacetan arus lalu lintas. Untuk mengantisipasi permasalahan tersebut, penyediaan
sarana dan prasarana pengendalian arus lalu lintas berupa sistem sirkulasi arus mutlak diperlukan.
Berdasarkan Peraturan Menteri Perhubungan no 75 tahun 2015 pasal 2 menyebutkan bahwa setiap
rencana pembangunan pusat kegiatan, permukiman, dan infrastruktur yang akan menimbulkan
gangguan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas dan angkutan jalan wajib
dilakukan Analisa Dampak Lalu Lintas. Maka diperlukan Studi Permodelan Tarikan Pergerakan Pada
Swalayan Di Kota Malang (Studi kasus Swalayan Persada, Swalayan Sardo, Swalayan Bromo,
Swalayan Metro, dan Swalayan Rahma).
Studi ini melakukan perhitungan volume pengunjung Swalayan untuk mengetahui jam
puncak, akumulasi pengunjung, triprate pengunjung/kendaraan ada Swalayan. Untuk menunjang data
dilakukan survei selama 3 hari yaitu pada hari senin, rabu dan sabtu. Pada Swalayan Persada,
Swalayan Bromo, dan Swalayan Metro dilaksanakan pada hari rabu tanggal 15-03-2017, hari sabtu
tanggal 18-03-2017, dan hari senin tanggal 20-03-2017, pada Swalayan Sardo, Swalayan Rahma
dilaksanakan pada hari rabu tanggal 29-03-2017, hari sabtu tanggal 01-04-2017, dan hari senin
tanggal 03-01-2107. Pemodelan dilakukan menggunakan metode analisa regresi.
Berdasarkan analisa didapatkan jumlah tarikan pergerakan kendaraan pada Swalayan Sardo
sebesar 3065 kendaraan sepeda motor dan 24 kendaraan mobil. jumlah tarikan triprate kendaraan
motor terbesar adalah 0,40357 jumlah motor/m2 pada jam 16.30-17.00, jumlah tarikan pengunjung
terbesar adalah 0,84286 jumlah orang/m2 pada jam 16.30-17.00. Jumlah tarikan pergerakan
kendaraan pada Swalayan Rahma sebesar 611 kendaraan sepeda motor dan 8 kendaraan mobil.
Jumlah tarikan triprate kendaraan motor terbesar adalah 0,4375 jumlah motor/m2 pada jam 15.00-
15.30, jumlah tarikan pengunjung terbesar adalah 1,03125 jumlah orang/m2 pada jam 10.00-10.15.
Jumlah tarikan pergerakan kendaraan pada Swalayan Bromo sebesar 235 kendaraan sepeda motor
dan 9 kendaraan mobil. jumlah tarikan triprate kendaraan motor terbesar adalah 0,1458 jumlah
motor/m2 pada jam 18.30-19.00, jumlah tarikan pengunjung terbesar adalah 0,3333 jumlah orang/m2
pada jam 18.30-18.45. Jumlah tarikan pergerakan kendaraan pada Swalayan Persada sebesar 1580
kendaraan sepeda motor dan 53 kendaraan mobil, jumlah tarikan triprate kendaraan motor terbesar
adalah 0,21818 jumlah motor/m2, jumlah tarikan pengunjung terbesar adalah 0,24091 jumlah
orang/m2 pada jam 19.15-19.30. Jumlah tarikan pergerakan kendaraan pada Swalayan Metro sebesar
1480 kendaraan sepeda motor dan 17 kendaraan mobil, jumlah tarikan triprate kendaraan motor
terbesar adalah 0,15 jumlah motor/m2 pada jam 16.15-16.30, jumlah tarikan pengunjung terbesar
adalah 0,47 jumlah orang/m2 pada jam 10.30-10.45. Hasil analisa didapat model prediksi tarikan
pergerakan : Y = 963,93 + 18,092 X1 (R2 = 0,7589)
Kata Kunci : Tarikan Pergerakan, Trip Rate Kendaraan dan Pengunjung, Model tarikan Pergeraka
Hasil Peer Review: The development of module based on scientific literacy: geometric optics
Ini merupakan hasil peer review oleh Dr. Ika Nurani Dewi, M.Pd sebagai reviewer I dan Sitti Rahma Yunus, M.Pd sebagai reviewer II terhadap artikel ilmiah berjudul : "The development of module based on scientific literacy: geometric optics" yang ditulis oleh Noly Shofiyah dan Fitria Eka Wulandari dipublikasikan di Journal of Physics: Conference Series, Volume 1567, 6th International Conference on Mathematics, Science, and Education (ICMSE 2019
Hasil Peer Review: Model problem based learning (PBL) dalam melatih scientific reasoning siswa
Ini merupakan hasil peer review oleh Dr. Ika Nurani Dewi, M.Pd sebagai reviewer I dan Sitti Rahma Yunus, M.Pd sebagai reviewer II terhadap artikel ilmiah berjudul : "Model problem based learning (PBL) dalam melatih scientific reasoning siswa" yang ditulis oleh Noly Shofiyah dan Fitria Eka Wulandari dipublikasikan di Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 3 No 1, 201
The Relation of Indonesian Language Learning to the Environment
an essay written by an author from an Indonesian journa
Hasil Peer Review: Problem-based learning: effects on student's scientific reasoning skills in science
Ini merupakan hasil peer review oleh Dr. Ika Nurani Dewi, M.Pd sebagai reviewer I dan Sitti Rahma Yunus, M.Pd sebagai reviewer II terhadap artikel ilmiah berjudul : "Problem-based learning: effects on student's scientific reasoning skills in science" yang ditulis oleh Fitria Eka Wulandari dan Noly Shofiyah dipublikasikan di Journal of Physics: Conference Series, Volume 1006, International Conference on Science Education (ICoSEd) 11 November 201
Peran Kepala Sekolah dalam Peningkatan Mutu Pendidikan Melalui Mutu Proses (Studi di MI Plus Nur Rahma Kota Bengkulu)
This research aims to determine the role of the school principal in planning, organizing, implementing, and controlling educational programs to improve the quality of education at MI Plus Nur Rahma and to determine the role of the school principal in implementing The principal\u27s management function is to improve the quality of education through process quality at MI Plus Nur Rahma. The type of research that the author used in this research is field research. This research uses a qualitative descriptive approach. The results of this research The role of the principal as a manager is the role of the principal to manage and utilize the educational resources owned by the school by jointly achieving the goals that have been set, with the principal having a solid academic spirit as an educator, having Straightforward communication, having mutually agreed programs and having a fair leadership spirit will support the quality level of the process towards the same goal. Conclusion, The role of the Principal in planning, organizing, implementing, controlling, and evaluating educational programs to improve the quality of education at MI Plus Nur Rahma
Keywords: role of school principal, quality of educatio
- …
