37 research outputs found
CRITICAL FACTOR PEMBELAJARAN HYBRID PADA MASA PANDEMI COVID-19
Hybrid learning is a solution implemented by educational institutions to solve system learning problems during the Covid - 19 pandemic, namely system learning that gives students the ability to interact with their classmates on certain days and study from home on other days. However, the application of hybrid learning that is not accompanied by careful planning will not be a good solution, it will even make the problem more complicated. This study aims to describe the factors that can influence the effectiveness of implementing hybrid learning based on the results of a literature study. The research method used in this study is a literature study, where the author will examine previous studies related to the research topic, then it will be analysed and concluded. The results of this study indicate that there are several factors that influence the implementation of hybrid learning during the Covid-19 pandemic from various different research results, which need to be considered by educational institution managers before implementing hybrid learning. However, more in-depth research is needed regarding each factor to determine its impact on actors and the educational environment
Pengembangan Sumberdaya Manusia Dalam Lembaga Pendidikan Anak Usia Dini
The executive education is one of the sub system of management that need attention arethe same as other sub management system, it is the key to educational success. Said, becausegiven the current era of technology, facilities and infrastructure, the need for sufficient funds,does not guarantee success in education can be achieved, except with the help of the HumanResources (HR) is competent. Of that required for the proper management of humandevelopment. And in the development, media closest and very significant impact is througheducation. Educators give effect to learners, not just through the knowledge it conveys, butalso by their attitudes, behavior, and speech. So with terpolanya educators, learners can beexpected to be complete humans as aspired. Human resources becomes a dominant factor inan institution, not least in the field of education. Education requires qualified human resourcesto carry out its role in serving the educational needs of society. Therefore, it is important forthe realization of human resource development efforts of the human resources qualityeducation or quality. At institutions of Early Childhood Education (ECD) which meanseducation before primary education which is an approach to development that is intended forchildren from birth up to the age of six years are accomplished by providing stimulation ofeducation to help the growth and development of the physical and spiritual for children has thereadiness to enter further education, which was held in formal, non-formal and informal. Withthe quality of human resources in early childhood education institutions, is expected to createan atmosphere of positive educational aims for the utilization, development, research, humanresources to be managed effectively and efficiently
PENGARUH METODE TANYA JAWAB TERHADAP MOTIVASI BELAJAR ANAK USIA DINI DI TK KANZUL MAKARIM GLENMORE BANYUWANGI
Penelitian ini bertujuan meningkatkan motivasi belajar anak di TK Kanzul Makarim melalui penerapan metode tanya jawab. Penelitian ini dilakukan karena terdapat permasalahan dalam meningkatkan motivasi belajar di kelompok B TK Kanzul Makarim. Penelitian Kuantitatif digunakan untuk menganalisis data. Untuk menentukan responden penelitian menggunakan teknik population research dengan jumlah 25 anak. Penelitian yang digunakan dalam pengumpulan data yaitu metode observasi,wawancara dan dokumentasi. Untuk menguji kevalidan data, peneliti menggunakan analisis chi kuadrat. Hasil analisis chi kuadrat menghasilkan X² = 8,75 lebih besar dari X² = 3,84 pada taraf signifikansi 5%, berarti menunjukkan ada pengaruh. Kesimpulan penelitian ini bahwa metode tanya jawab berpengaruh terhadap motivasi belajar anak usia dini di TK Kanzul Makarim Kecamatan Glenmor
PENGARUH ALAT PERMAINAN EDUKATIF TERHADAP PERKEMBANGAN KOGNITIF ANAK DI TK AL IHSAN BANYUWANGI
Kecerdasan anak jika dilatih sedini mungkin, akan membuat perkembangan inteligensinya lebih baik. Untuk anak usia dini kita bisa merangsang kecerdasannya dengan menggunakan Alat Permainan Edukatif (APE) seperti mainan edukatif. Namun, banyak kegiatan pembelajaran di taman kanak-kanak yang belum memanfaatkan alat permainan edukatif (APE) sebagai alat bantu untuk guru dalam pembelajaran. Penelitian ini bertujuan ingin mengetahui Pengaruh Alat Permainan Edukatif Terhadap Kemampuan Kognitif Anak di TK Al Ihsan Kabupaten Banyuwangi. Analisa data dalam penelitian ini peneliti menggunakan metode penelitian kuantitatif. Sedangkan penentuan objek penelitian menggunakan teknik population research dengan jumlah 30 siswa. Dalam menyempurnakan hasil penelitian, peneliti menggunakan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara dokumentasi. Dalam menganalisa data ini, sebagai variable bebasnya (variabel x) adalah alat permainan edukatif, sedangkan variable tergantungnya (variabel y) adalah kemampuan kognitif digunakan rumus Chi Kuadrat. Dari analisa data diketahui hasil Chi Kuadrat hitung = 15 sedangkan Chi Kuadrat Tabel dengan taraf signifikan 5% diperoleh = 3,841. Dengan demikian dapat diketahui bahwa hipotesis kerja diterima yaitu Ada Pengaruh Alat Permainan Edukatif terhadap Kemampuan Kognitif di TK Al Ihsan Banyuwangi. Dan untuk mengetahui sejauh mana tingkat pengaruhnya maka dilanjutkan dengan rumus Koefisien Kontingensi (KK). Dengan demikian hasil dari perhitungan rumus KK 0,577 berada pada table yang bergerak 0,400-0,599 yakni ada pengaruh tingkat sedang
IMPLEMENTASI PENERAPAN PENDIDIKAN KARAKTER (STUDI KASUS DI PONDOK PESANTREN MINHAJUT THULLAB MUNCAR BANYUWANGI)
AbstractThe implementation of character education is arguably the current era is very worrying, many moral issues, and propaganda becomes a regular thing for now. All sorts of things lawful, all forms of crime was rampant, the nation’s moral crisis is very minimal, so anyone can suppress and distort a responsibility that should be a mandate. Background of the case, how do we as a successor nation to always keep the repertoire of moral and religious values so harmoniously to apply in our daily lives. Life in the family to be the first in shaping the character education of children, after the environment than the school or boarding school. Why should the boarding school? Boarding school including the oldest educational institutions, even in the history of struggle and development of the nation, schools have a lot to contribute to the leaders of character bore a strong, militant, full of integrity, persistent, visionary, unyielding and sincere in fighting. The contribution does not stop during the struggle of the nation, but until today, leaders of the country’s highest institution led by many national leaders with backgrounds are boarding. The reason can be used as the view, that the boarding school can provide an experience that can make character education of children to be outstanding. By example, habituation, give examples, and others expected to produce santri that can be used as agents of change in Indonesia towards moral and religious. Attitudes that shape the character education like, discipline, responsibility, tolerance, self-reliance, honesty, and so forth. Abstrak Penerapan pendidikan karakter era saat ini bisa dibilang sangat mengkhawatirkan, banyak masalah moral dan propaganda yang menjadi suatu hal yang biasa untuk saat ini. Segala macam hal dihalalkan, segala bentuk kejahatan sudah merajalela, krisis moral bangsa sangat minim sehingga siapapun mampu menindas dan menyelewengkan tanggungjawab yang seharusnya menjadi amanah. Berlatar belakang hal tersebut, bagaimana kita sebagai penerus bangsa untuk selalu menjaga khasanah nilai moral dan agama supaya selaras dan serasi untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari kita. Kehidupan dalam keluarga menjadi yang pertama dalam membentuk pendidikan karakter anak, setelah itu lingkungan kemudian sekolah atau pondok pesantren. Kenapa harus pondok pesantren? Pondok pesantren termasuk lembaga pendidikan tertua, bahkan dalam sejarah perjuangan dan pembangunan bangsa, pesantren sudah banyak memberikan kontribusi nyata dalam melahirkan pemimpin yang berkarakter kuat, militan, penuh integritas, gigih, visioner, pantang menyerah dan ikhlas dalam berjuang. Kontribusi tersebut tidak berhenti pada masa perjuangan bangsa, melainkan hingga dewasa ini, pimpinan institusi tertinggi negara banyak yang dipimpin oleh tokoh nasional dengan latar belakang pesantren. Alasan tersebut mampu dijadikan pandangan, bahwa pondok pesantren mampu memberikan pengalaman yang bisa membuat pendidikan karakter anak menjadi luar biasa. Dengan keteladanan, pembiasaan, memberikan contoh, dan lain sebagainya diharapkan akan melahirkan santri-santri yang bisa dijadikan agen perubahan dalam menuju Indonesia yang bermoral dan beragama. Sikap yang membentuk pendidikan karakter itu seperti, kedisiplinan, tanggung jawab, toleransi, kemandirian, kejujuran dan lain sebagainya
Upaya Meningkatkan Daya Ingat Anak dalam Menghafal Al-Qur’an Melalui Metode One Day One Ayat (ODOA) di PAUD Aster 23 Jember
Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan penerapan metode One Day One Ayat serta peningkatan daya ingat anak dalam menghafal Al-Qur’an pada kelompok B PAUD Aster 23 Jember. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas secara kolaboratif. Subyek penelitian ini adalah anak-anak kelompok B PAUD Aster 23 Kaliwates Jember sebanyak 9 anak. Pengumpulan data menggunakan metode observasi dan metode dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Penelitian dilakukan bulan Juli sampai bulan Agustus 2020. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah dilakukan, bahwa metode One Day One Ayat dapat meningkatkan kemampuan daya ingat anak dalam menghafal Al-Qur’an kelas B di PAUD Aster 23 Jember. Peningkatan tersebut dapat dilihat dari perolehan persentase dari sebelum tindakan dan setelah dilakukan tindakan siklus I dan siklus II. Pelaksanaan siklus I memperoleh persentase sebesar 70,30% yang meningkat dari sebelum dilakukan tindakan. Kemudian meningkat secara signifikan pada siklus II dengan perolehan hasil persentase sebesar 82,80% dikarenakan metode penyampaian dalam mengajar yang berbeda sehingga stimulasi yang diberikan kepada anak dapat tuntas dan tidak mengalami kesulitan
Pengenalan Sains Sederhana dengan Bermain Sambil Belajar untuk Melatih Kemampuan Berpikir pada Anak Usia Dini
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah Pengenalan Sains Sederhana DenganBermain Sambil Belajar Untuk Melatih Kemampuan Berpikir Siswa TK Tunas MuliaKecamatan Glenmore Tahun Pelajaran 2021/2022 dan Untuk mendapatkan modelPengenalan Sains Sederhana Dengan Bermain Sambil Belajar Untuk MelatihKemampuan Berpikir Siswa TK Tunas Mulia Kecamatan Glenmore Tahun Pelajaran2021/2022. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pembelajaran pengenalansains sederhana pada materi pengukuran dengan bermain sambil belajar dapat melatihkemampuan berpikir siswa Tk Tunas Mulia. Hal ini ditunjukkan dengan meningkatnyahasil tes kemampuan berpikir kritis dan kreatif siswa. Berdasarkan uji signifikansi,diketahui bahwa hasil tes kemampuan berpikir kritis dan kreatif meningkat secarasignifikan dari siklus I ke siklus II. Model pembelajaran pengenalan sains sederhanadengan metode bermain melalui pendekatan bermain sambil belajar atau belajar serayabermain, lebih tepat digunakan untuk meningkatkan hasil belajar kognitif yang berupakemampuan berpikir kritis dan kreatif, hasil belajar afektif dan hasil belajarpsikomotorik. Hal ini dapat dilihat dari hasil belajar kognitif, afektif dan psikomotorikyang telah memenuhi indikator keberhasilan pembelajaran dan mengalami peningkatansecara signifikan dari siklus I ke siklus I
Aplikasi Perpustakaan menggunakan Microsoft Visual Basic 2010
Aplikasi perpustakaan secara manual masih diterapakan di MTs Miftahul Ulum Jragung yaitu semua alur kerja masih dicatat dalam buku, mulai dari kehadiran, pendaftaran untuk kartu anggota, peminjaman dan pengembalian buku. Hal tersebut membuat proses dalam mencari sebuah informasi perpustakaan menjadi lama. Oleh karena itu perlu adanya sebuah aplikasi perpustakaan yang handal untuk mempercepat dan mempermudah proses informasi perpustakaan. Dalam merancang dan membangaun aplikasi perpustakaan MTs Miftahul Ulum Jragung digunakan metode waterfall, bahasa pemprograman Microsoft Visual Basic 2010, database Microsoft Access 2007 dan UML (Unified Modeling Language). Aplikasi perpustakaan terbukti mampu dalam proses kerjanya, mulai dari memberikan kemudahan bagi para pustakawan dan para pemustaka. Proses pengelolaan perpustakaan berbasis komputer membuat para pustakawan semakin mudah dalam memonitoring proses transaksi mulai dari pendataan anggota, pendataan buku, pencarian buku, peminjaman, pengembalian, dan pelaporan-pelaporan yang lian.Manual library applications are still being applied at MTs Miftahul Ulum Jragung, namely, all workflows are still recorded in books, starting from attendance, registration for membership cards, borrowing and returning books. This makes the process of searching for library information a long one. Therefore it is necessary to have a reliable library application to speed up and simplify the library information process. The waterfall method, Microsoft Visual Basic 2010 programming language, Microsoft Access 2007 database, and UML (Unified Modeling Language) were used in designing and building the library application for MTs Miftahul \u27Ulum Jragung. The library application is proven to be able in its work process, starting from making it easy for librarians and visitors. The library management process computer-based librarians make it easier for librarians to monitor the transaction process starting from member data collection, book data collection, book search, borrowing, return, and other reports
Etika Jurnalisme Televisi di Tengah Disorientasi Negara dan Pasar
Indonesia is currently in a serious trouble as public sphere which used to be dominated by the state and currently occupied by the market in order to satisfy the business. The barriers for institutionalize freedom of press for democratizing Indonesia not only appear from the way the state exercise its power but also from the bussines work in the market. In order to solve that problem, the author suggests that developing a strong and independent ethics of journalism is a strategic, yet difficult challenge to be met by journalist community. The challenge essentially is not merely to make sure that the ethics match with the interest of the bussinesses in maximising their profit and to match the interest of the state in making use of coercion, but also to make them culturally compatible
EFEKTIVITAS SCIENCE VIDEO PROJECT-BASED LEARNING SEBAGAI STIMULAN KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF MAHASISWA
Technological developments in the digital era as it is today show a high trend of increasing video production, both as entertainment and as learning. This euphoria should be used positively by educators in stimulating the creativity of students. The purpose of this study was to describe the development of students' creative thinking skills through the project of making science learning videos for early childhood. This research design uses true experimental research – pretest-posttest group design. The results of this study were analyzed quantitatively-descriptively using the n-gain analysis approach based on the results of the assessment of students' creative thinking skills in making science learning videos for early childhood. Independent t-test analysis was also used to analyze the significance of the difference in the n-gain score between science video project-based learning and learning with ordinary presentations (with power point). The results showed that the science video project-based learning could effectively stimulate students' creative thinking skills with an n-gain score of 0.62 with medium category. Independent t-test analyze result also showed that there was a significant difference between the n-gain scores between science video project-based learning and learning with power point based presentations
