18 research outputs found

    Linguistic Complexity in Hadith: An Examination of the Role and Origins of \u27Al-kalimat al-mubtakirah\u27 in Hadith

    Full text link
    This research investigates an intriguing phenomenon concerning the use of the Arabic language in the narrations of Hadith. Despite Prophet Muhammad\u27s acknowledged fluency in the Arabic language, there are instances of foreign words, known as "gharabah," used in some hadith. One striking example is the term "al-kalimat al-mubtakirah," which constitutes a newly coined vocabulary by Prophet Muhammad and was not fully comprehended by his companions. This study aims to examine three crucial aspects related to this phenomenon. Firstly, it identifies patterns within the al-kalimat al-mubtakirah that have never been heard before in the Arabic language, whether in the form of words, phrases, or sentences. Secondly, it delves deeper into the eloquence of prophethood and the role of foreign words (gharabah) in Prophet Muhammad\u27s hadith. Thirdly, it attempts to elucidate the reasons behind the emergence of foreign words in Prophet Muhammad\u27s hadith. The methodology employed in this research is literature review, with a focus on the examination of al-kalimat al-mubtakirah related to the Prophet\u27s eloquence in hadith and the concept of gharabah in the science of rhetoric (balaghah). The research findings reveal the following: Firstly, the innovative words coined by Prophet Muhammad demonstrate a high level of linguistic proficiency. Al-kalimat al-mubtakirah encompasses three distinct patterns, namely words, phrases, and sentences. Secondly, the foreign words in Prophet Muhammad\u27s hadith are regarded as good foreign words (al-gharib al-hasan). Their usage is uncommon in everyday Arabic language due to their higher level of linguistic complexity compared to the common understanding. Thirdly, this research identifies six reasons why foreign words appear in Prophet Muhammad\u27s Hadith

    UPAYA GURU DALAM MENGATASI KEJENUHAN PESERTA DIDIK PADA PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMP AL-IHSAN YAPIS KOTARAJA

    Full text link
    Some of the problems underlying the learning saturation experienced by students at SMP Al-Ihsan Yapis Kotaraja Such as the discomfort in the room, the teacher's lack of interest in teaching, and the material being given, which is not enjoyable. This problem cannot be overcome if it is only limited to the way of teaching that is evaluated but must also pay attention to the atmosphere remaining conducive and attracting student learning interest. This research is a qualitative descriptive study with a phenomenological approach. The data collection method uses observation, interviews, and documentation from PAI teachers, school principals, and two students. The results of this study indicate that in order to overcome the saturation of the PAI learning process, the school works together between PAI subject teachers and homeroom teachers at Al-Ihsan Middle School to provide examples of religious values and create an interesting learning atmosphere such as games or competition so they don't get bored with learning PAI

    Wahdat Al-Syuhud : Ahmad Sirhindi's Criticism on The Concept of Wahdat Al-Wujud Ibn 'Arabi

    Full text link
    This paper presents Sirhindi's criticism of the concept of Wahdat al-wujudIbn 'Arabi which is called Wahdatsyuhud. Comparing these two concepts will encounter obstacles, because the basis of thinking of Sufism for the two Sufis is different, IbnArabi emphasizes philosophical Sufism and Sirhindi emphasizes Sunni Sufism. However, the thoughts of both can be compared by presenting reasoning arguments that support constructing the two concepts as they are. This type of research uses descriptive qualitative, bibliographic data collection methods and data analysis uses comparative critical analysis with content analysis techniques. The results showed that Ibn 'Arabi in the doctrine of Wahdah al-wujud believes that the state of union with God is the peak stage and the highest point of attainment of a Sufi, tawhid - when understood in the sense of union with God - is the highest stage of Sufi life. However, Sirhindi sees tauhid - in the same sense - only as one of the suluk stages of a Sufi. The final stage is servitude and the final truth is difference. A different state after union which is completely different from that of pre-union is the highest state in the life of Sufism. The implementation of the research shows that intellectual dynamics is a characteristic of Muslim life, including the field of Sufism. Constructive discourse dialectics like this must be developed so as to enrich the treasures of Sufism in contemporary times

    Konstruksi Kerukunan Umat Beragama di Jayapura (Studi tentang Peran FKUB dalam Memelihara Kerukunan)

    No full text
    Disertasi ini membahas tentang “Bagaimana Konstruksi Kerukunan Umat Beragama di Jayapura berdasar Peran FKUB dalam Memelihara Kerukunan?” yang kemudian dijabarkan dalam tiga sub rumusan masalah, yaitu;1) bagaimana tugas FKUB dalam memelihara kerukunan antar umat beragama di Kota Jayapura? 2)bagaimana peran FKUB dalam memelihara kerukunan antar umat beragama di Kota Jayapura? 3)bagaimana pengaruh FKUB dalam memelihara kerukunan antar umat beragama di Kota Jayapura? Penelitian ini bersifat deskriptif kualitatif dengan menggunakan pendekatan yuridis, historis dan sosiologis. Data kualitatif yang diperoleh selama penelitian melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Data yang terkumpul diseleksi dan ditempatkan dalam satu urutan dengan paparan argumentatif. Hasil penelitian ini menyatakan bahwa FKUB Kota Jayapura tidak berperan dalam memelihara kerukunan umat beragama, karena belum mampu menjalankan tugasnya sesuai dengan amanah PBM No. 9 dan 8 Tahun 2006 secara formal, rutin dan didanai secara mandiri. Terbatasnya dana, sarana dan prasarana menjadi penghambat utama peran FKUB dalam memelihara kerukunan beragama. Padahal sumber dana, sarana dan prasarana penunjang kinerja FKUB telah ditetapkan dalam PBM No. 9 dan 8 Tahun 2006. Problem ini yang perlu untuk diteliti lebih lanjut. Kondisi ini menyebabkan keberadaan FKUB belum mampu memberikan pengaruh yang signifikan dalam memelihara kerukunan umat beragama di Jayapura. Meski demikian, kinerja FKUB didukung oleh dinamika masyarakat Kota Jayapura yang harmonis, toleran secara aktif, terbuka dan dinamis. Pola hubungan umat beragama di Jayapura telah mengalami pergeseran dari sikap toleransi yang memahami keberagaman, menghargai dan mengakui eksistensi agama seseorang serta membiarkannya melaksanakan ajaran agamanya telah masuk dalam tataran akseptansi yang saling menerima keberaga-man dan bekerjasama untuk mengatasi problem-problem kemanusiaan dan men-ciptakan kemaslahatan umum di masa depan. Dalam menunjang kelangsungan kerukunan umat beragama di Jayapura, peran FKUB masih sangat diperlukan. Oleh karenanya, di samping mensosialisasikan peraturan perundang-undangan dan kebijakan pemerintah yang berkaitan dengan kerukunan, keberadaan FKUB sendiri perlu untuk disosialisasikan. Implikasi dari penelitian ini adalah pembelajaran dari sikap akseptansi masyarakat Jayapura dalam memelihara kerukunan umat beragama untuk dapat dikembangkan di daerah lain dan dirumuskan oleh FKUB sebagai model kerukunan umat beragama. Dan perlunya untuk mengkaji ulang ketentuan persyaratan khusus pendirian rumah ibadah dalam PBM No 9 dan 8 Tahun 2006 bagi penganut agama yang minoritas di daerah tertentu. Disamping itu perlu penelitian lebih lanjut mengapa masalah dana, sarana dan prasarana menjadi penghambat kinerja FKUB, sehingga FKUB lebih dapat berdaya guna. Kerukunan merupakan modal utama bagi persatuan dan kesatuan bangsa, oleh karenya perlu dipertimbangkan untuk memasukkan topik kerukunan umat beragama dan FKUB dalam kurikulum pembelajaran di sekolah, sehingga peserta didik mengenal dan memahami kerukunan sejak dini

    تطویر المواد التعلیمیة على المنھج التكاملي لترقیة مھارة القراءة

    No full text
    Metode Integratif dalam desain bahan ajar belum menjadi opsi pilihan bagi guru dan pelajar, terutama di kalangan pesantren. Kebanyakan guru pesantren masih menggunakan metode tradisional "al-QawÄid wa al-Tarjamah" dalam pendidikan mereka. Meskipun para ulama dan pendidik di Arab telah meninggalkan pendekatan ini sejak tahun 1960-an dan mengubah pendekatan mereka dengan metode "al-Sam'iyyah al Shafahiyyah". Namun, pemerintah Indonesia, dalam hal ini Kemendikbud dan Kementerian Agama telah menerbitkan materi pendidikan berupa buku ajar yang dirancang dengan pendekatan metode Integratif ini, setelah pemerintah menetapkan kurikulum pendidikannya dengan pendekatan baru ini di tingkat nasional yaitu Kurikulum 13 (K13). Sejak tahun 2015, buku ini telah digunakan oleh beberapa sekolah negeri dan sekolah swasta yang berada di bawah naungan Kementerian Agama. Akan tetapi metode pendidikan di pesantren masih tetap dengan kurikulum lamanya. النقاط الحاكمة: المواد التعلیمیة، المنھج التكاملي، مھارة القراءة مقدمØ

    ANIMASI AUGMENTED REALITY PENGENALAN HEWAN MAMALIA EUTHERIA (BERPLASENTA) SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN ANAK

    Full text link
    Indonesia merupakan negara yang memiliki beragam flora dan fauna yang tersebar di seluruh daerah. Salah satunya jenis hewan yang dimiliki adalah mamalia. Pengenalan hewan mamalia kepada anak melalui aplikasi komputer sudah banyak dilakukan melalui aplikasi desktop, web, youtube dll. Namun pengenalan hewan melalui teknologi AR (Augmented Reality) dirasakan masih terbatas. AR merupakan sintesis dari citra nyata dan virtual, yang dapat menggunakan smartphone android. AR dapat digunakan sebagai media pembelajaran interaktif yang dapat menampilkan bentuk hewan secara 3D. Penelitian yang dilakukan adalah mengembangkan pembelajaran hewan mamalia eutheria (berplasenta) untuk anak-anak berbasis AR. Metode yang digunakan untuk pengembangan aplikasi tersebut adalah Goal Direct Design(GDD). Desain dan skenario dibuat dengan menggunakan Hierarcycal Task Analysys (HTA). Adapun pengujian tingkat kegunaan prototipe dan aplikasi dilakukan dengan menggunakan metode Quality in Use Integrated Measurement(QUIM ). Dari hasil uji prototipe dan aplikasi kepada 30 responden, diperoleh hasil nilai persentase 78% dan 89%, sehingga dapat disimpulkan bahwa tingkat kegunaan dan penerapan pembelajaran mengenal mamalia telah sesuai dengan karakteristik anak usia 4-8 tahu

    Formation of Religious Character through Habituation of Religious Behavior in Islamic Religious Education at State Vocational High School 4 Agribusiness and Agrotechnology Jayapura

    No full text
    Proses belajar mengajar Pendidikan Agama Islam (PAI) di SMK Negeri 4 Agribisnis dan Agroteknologi masih memberatkan pada pembelajaran klasikal, dimana guru memberikan materi pelajaran PAI hanya sebatas menyampaikan inti materi Pelajaran saja  di dalam kelas. Sementara itu,  pembentukan karakter religius peserta didik hendaknya Pelajaran PAI terdapat pengamalan materi dalam bentuk demonstrasi atau praktek ibadah. Adapun tujuan dari penelitian tesis ini, sebagai berikut: (a) Memberikan gambaran dan deskripsi tentang proses pembentukan karakter religius dengan pembiasaan perilaku religi di SMK Negeri 4 Agribisnis dan Agroteknologi Jayapura, (b) Menguraikan kendala yang dihadapi dalam pembentukan karakter religius dengan pembiasaan perilaku religi, dan (c) Mendeskripsikan solusi untuk mengatasi kendala yang dihadapi dalam pembentukan karakter religius dengan pembiasaan perilaku religi. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan keilmuan sosiologis, sedangkan pendekatan metodologi digunakan pendekatan fenomenologi. Hasil penelitian; (1) Pelaksanaan pembiasaan dalam membentuk karakter religius peserta didik dilaksanakan secara terprogram berdasarkan buku panduan khusus tentang Penumbuhan Budi Pekerti. (2) Kendala yang dihadapi yaitu; (a). Faktor internal meliputi perilaku bawaan; (b) Faktor ekstern meliputi kurang maksimalnya pengondisian dan dukungan dari guru-guru, latar belakang pendidikan peserta didik, pola asuh orang tua, teman sebaya, media sosial dan sarana prasarana, (3) Solusi untuk mengatasi kendala pelaksanaan pembiasaan dalam membentuk karakter religius peserta didik, yaitu: (a) sosialisasi pentingnya pendidikan karakter; (b) tata tertib; (c) reward dan punishment (d) controlling; (e) penambahan sarana prasarana. &nbsp

    APLIKASI INTEGRATED LEARNING "3D HUMAN ANATOMY" BERBASIS MULTIMEDIA DAN WEB SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN UNTUK MAHASISWA MEDIS DAN KEDOKTERAN

    Full text link
    Teknologi informasi untuk pendidikan seiring berjalannya waktu kian semakin canggih. Media pembelajaran anatomi manusia saat ini lebih banyak merambah pada teknologi 3 dimensi menggunakan media website. Materi-materi tentang ilmu anatomi manusia yang ada pada buku masih tetap di utamakan, tetapi untuk keefektifan pemahaman dan meningkatkan giat belajar, diperlukan pemanfaatan teknologi informasi tersebut. Dalam penelitian ini dikembangkan sebuah aplikasi pembelajaran visualisasi 3 dimensi anatomi manusia khususnya pada organ hati, lambung, dan usus berbasis web. Pada aplikasi ini terdapat juga database untuk tempat penyimpanan materi, objek 3 dimensi, dan gambar-gambar jika diperlukan agar tidak lagi merubah script yang ada. File objek 3 dimensi yang sudah dibuat akan di konvert ke dalam bentuk html dengan menggunakan add-ons Blend4Web. Aplikasi ini menggunakan uji coba metode UEQ (User Experience Questionnaire) dengan jumlah 24 responden dengan nilai rata-rata minimal -1 dan maksimal 2.5. Dari 24 data tersebut mendapatkan hasil bahwa aplikasi ini memiliki nilai rata-rata daya tarik 1.74, kejelasan 1.64, efisiensi 1.48, ketepatan 1.35, stimulasi 1.7, dan kebaruan 1.9.Kata kunci: Anatomi Manusia, Media Pembelajaran, Visualisasi 3 Dimens

    PENGARUH PINJAMAN MODAL USAHA DAN PENDAMPINGAN USAHA TERHADAP PENDAPATAN UMKM

    Full text link
    Abstrak: Modal usaha sangat berpengaruh bagi bertambahnya pendapatan UMKM, diharapkan dengan modal usaha UMKM dapat mengembangkan usahanya dengan mengikuti perkembangan zaman yang ada. Dengan modal usaha juga UMKM bisa berinovasi dengan usahanya sehingga menambah pendapatan. Tidak hanya modal usaha saja, pendampingan kepada para UMKM juga mesti dilakukan demi menangani kasus yang dilalui oleh UMKM sendiri, pendampingan juga berguna untuk membuka pengetahuan baru bagi UMKM yang kurang baik dalam pengelolaannya. Pendekatan penelitian yang dikenakan dalam riset ini merupakan pendekatan riset kuantitatif menggunakan SPSS sebagai alat analisis. Pinjaman modal mempengaruhi secara signifikan peningkatan Pendapatan UMKM. Variabel pendampingan usaha juga mempengaruhi secara signifikan peningkatan Pendapatan UMKM. Variabel independen yakni pinjaman modal serta pendampingan usaha mempengaruhi secara simultan terhadap Pendapatan UMKM. Kata Kunci: Pinjaman Modal; Pendampingan; Pendapatan; UMKM.   Abstract: Business capital has a significant impact on the increase in UMKM income. It is expected that with business capital, UMKM can develop its businesses by following the current trends. With business capital, UMKM can also innovate their businesses to increase income. Not only business capital but mentoring for UMKM must also be carried out to handle cases faced by UMKM themselves, mentoring is also useful to open up new knowledge for UMKM that is not good in management. The research approach used in this research is a quantitative research approach using SPSS as an analysis tool. Loan capital significantly affects the increase in UMKM income. The business mentoring variable also significantly affects the increase in UMKM income. The independent variables, namely loan capital and business mentoring, simultaneously affect UMKM income. Keywords: Capital loan; Mentoring; Income; MSM

    ANALISIS PENGARUH FAKTOR BUDAYA DAN SOSIAL TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN SMARTPHONE MEREK SAMSUNG

    Full text link
    This study aims to analyze the influence of cultural and social factors on the purchasing decision of Samsung brand smartphones on IAIN Fattahul Muluk Papua Students. This type of research uses quantitative research. The population in this study were students of IAIN Fattahul Muluk Papua. The number of samples obtained was 280 students, consisting of 68 students of the Faculty of Islamic Economics and Business, 64 students of the Faculty of Syariah, and 148 students of the Faculty of Tarbiyah. Data were collected using a questionnaire, while data analysis techniques used is Multiple Linear Regression. This research shows that cultural factors have a positive and significant influence on the purchasing decisions of Samsung brand smartphones, while social factors have a positive but insignificant effect on the purchasing decisions of Samsung brand smartphones. Furthermore, the influence of cultural factors and social factors simultaneously have a positive and significant effect on purchasing decisions Samsung smartphone brand
    corecore