166 research outputs found
PENGARUH PENAMBAHAN SERBUK BATU BATA SEBAGAI BAHAN CAMPURAN BETON DITINJAU TERHADAP UJI KUAT TEKAN BETON
ABSTRAK Roni firdaus, Mochammad. 2013. Pengaruh Penambahan Serbuk Batu Bata sebagai Bahan Campuran Beton ditinjau terhadap Uji Kuat Tekan Beton. Skripsi, Program Studi S1 Pendidikan Teknik Bangunan. Fakultas Teknik. Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Drs. Adjib karjanto, S.T., M.T. (II) Drs. Ir. I Wayan Jirna, M.T. Kata kunci: Kuat Tekan Beton, Serbuk Batu Bata Pembangunan dengan biaya yang murah merupakan program yang senantiasa diupayakan pemerintah dan didambakan oleh masyarakat pada saat ini. Hampir semua proyek dibidang teknik sipil seperti jalan, jembatan, perumahan, dan proyek lainnya terbuat dari beton. Dengan banyaknya kebutuhan akan beton, peneliti kemudian mencari bahan alternatif campuran beton dan dipilihlah batu bata merah. Karena batu bata merah mampu dijadikan sebagai bahan baku semen karena mengandung silika dan alumina, serta mempunyai rumus kimia Al2O3.2SiO2.2H2O yang berasal dari batu bata merah. Karena Al2O3.2SiO2.2H2O merupakan bahan utama penyusun semen. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah serbuk batu bata yang difungsikan sebagai bahan pengikat dapat mengurangi penggunaan semen dan memiliki kuat tekan yang baik serta memenuhi syarat untuk campuran beton bangunan struktural. Dalam penelitian ini benda uji yang digunakan adalah silinder beton dengan ukuran 15 x 30 cm. Masing-masing campuran beton dengan koefisien batu bata sebesar 0%, 10%, 20%, dan 30% dari kebutuhan semen, dibuat sebanyak (11) buah untuk setiap sampel. Jadi, secara keseluruhan jumlah total benda uji sebanyak (44) buah. Langkah – langkah dalam penelitian ini adalah dimulai dari analisa bahan penyusun beton. Yang kemudian dilakukan perhitungan kebutuhan bahan dengan menggunakan metode perancangan DOE (Department Of Environment). Uji tekan beton dilaksanakan setelah beton mencapai umur 14 hari yang kemudian dikonversi ke umur 28 hari. Hasil pengujian kuat tekan beton dianalisis dengan menggunakan uji “t-test” dengan bantuan program SPSS 16.0. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa kuat tekan rata – rata beton setelah dikonversi ke umur 28 hari dengan rencana mutu beton 200 kg/cm2 untuk beton tanpa campuran serbuk batu bata sebesar 293,29 kg/cm2 dan untuk beton dengan campuran serbuk batu bata masing – masing 10%, 20%, dan 30% yaitu sebesar 169,78 kg/cm2, 143,07 kg/cm2, dan 121,15 kg/cm2, maka dapat disimpulkan bahwa kuat tekan beton biasa (tanpa campuran serbuk batu bata) atau 0% lebih baik dan memenuhi syarat perencanaan sehingga dapat digunakan sebagai campuran beton bangunan struktural sedangkan untuk kuat tekan beton dengan koefisien serbuk batu bata 10%, 20%, dan 30% dari kebutuhan semen tidak memenuhi syarat perencanaan sehingga tidak dapat digunakan sebagai campuran beton bangunan struktural dan dapat digunakan sebagai campuran beton non-struktural
PENGUKUR TINGGI TANAMAN UNTUK PENGAMATAN PERTUMBUHAN BIJI KACANG HIJAU BERBASIS ARDUINO UNO DENGAN TAMPILAN LCD GRAFIK
Alat Bantu pendidikan mempunyai peran penting dalam pendidikan dan mempunyai banyak manfaat. Seperti menimbulkan minat sasaran pendidikan, membantu dalam mengatasi berbagai hambatan dalam proses pendidikan, membantu sasaran pendidikan untuk belajar dengan cepat dan belajar lebih banyak materi/bahan yang disampaikan, mempermudah penyampaian materi/bahan pendidikan/informasi oleh para pendidik atau pelaku pendidikan, membantu menegakkan pendidikan/informasi yang diperoleh. Alat pengukur tinggi tanaman ini merupakan alat bantu pendidikan pada salah satu mata pelajaran biologi tentang pengamatan pertumbuhan biji kacang hijau
Alat pengukur tinggi tanaman ini dibangun dari modul arduino sebagai pengendalinya dan menggunakan LCD Grafik sebagai penampilnya. Dengan pengukur ini kita dapat mengamati pertumbuhan biji kacang hijau pada pelajaran biologi yang nantinya grafik pertumbuhan akan langsung ditampilkan pada LCD Grafik
Alat pengukur tinggi tanaman yang dirancang berguna untuk pengamatan pertumbuhan biji kacang hijau dibidang pendidikan sebagai alat bantu pendidikan pada mata pelajaran biolog
ANALISIS KONTRASTIF ABREVIASI DALAM BAHASA JEPANG DAN BAHASA INDONESIA 日本語とインドネシア語の略語の対象分析
ABSTRACT
Bilal, Mochammad. 2017. “Contrastive Analysis of Abbreviation in Japanese Language and Indonesian Language”. Undergraduate Japanese Literature thesis. University of Diponegoro. The first thesis supervisor is Drs. Surono, S.U. The second thesis supervisor is Lina Rosliana, S.S, M.Hum.
This thesis discusses “Contrastive Analysis of abbreviation in Japanese Language and Indonesian Language”. The reason behind the choose of title by the author is due to lack of discussion about the comparasion between Japanese and Indonesian language. Furthermore, author had interested to discuss the form of abbreviation in bahasa Indonesia and Japanese language.
The data in this research are attained from written sources, such as; internet articles from asahi.com and kompas.com. Whilst the method used in the analysis is “bagi unsur langsung”, later the data are analyzed by contrastive method to compared the data which are divide into two steps, those are description and and comparasion of the results of data analysis.
Abbreviation of Japanese and Indonesian booth have 8 similarities, namely on booth have abbreviation who is not be read in its entirety, abbreviation who spell entirety, abbreviation who take 2, 3 or 4 first letters, abbreviation who take first letter from every syllables, abbreviation who had partial deletion, abbreviation who combine with foreign word, abbreviation with combination of syllables, and abbreviation who had changes in written form. The diffrences in meanwhile, abbreviation who are not found in Japanese language has 25 forms and abbreviation who are not found in Indonesian language has 2 forms.
.
Keywords: contrastive, abbreviation, Indonesian Language, Japanese Language
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Konsumsi Ikan dan Olahannya Pada Anak Sekolah Dasar Negeri Sukorejo di Kota Bojonegoro, Jawa Timur
Observasi awal yang dilakukan di lokasi penelitian yaitu di sekolah Dasar Negeri Sukorejo di Kota Bojonegoro Jawa Timur ada sebagian anak yang orang tuanya mencari penghasilan dengan menangkap ikan di sungai, tetapi hasil tersebut tidak untuk dimakan keluarga tetapi dijual ke penduduk yang ada di sekitar lokasi. Ikan yang untuk dikonsumsi keluarga adalah ikan-ikan kecil yang nilai ekonomisnya rendah. Walaupun frekuensi konsumsi makan ikan anak sekitar 2 kali sehari, tetapi jumlah yang dikonsumsi sedikit karena lebih mempertimbangkan faktor ekonomi bagi keluarga. Dengan kondisi ekonomi masyarakat yang rata-rata menengah kebawah seharusnya ikan merupakan sumber protein hewani dalam makanan sehari-hari karena bila dibandingkan dengan sumber protein hewani lain harganya lebih murah.
Tujuan dari penelitian yaitu : (1) Mendiskripsikan karakteristik mengenai konsumsi ikan dan olahannya pada anak sekolah Dasar Negeri Sukorejo di Kota Bojonegoro Jawa Timur. (2) Menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi konsumsi ikan dan olahannya pada anak sekolah Dasar Negeri Sukorejo di Kota Bojonegoro Jawa Timur.(3) Menganalisis faktor yang secara dominan terhadap konsumsi ikan dan olahannya pada anak sekolah Dasar Negeri Sukorejo di Kota Bojonegoro Jawa Timur.
Pada penelitian ini digunakan metode penelitian deskriptif.Penelitian deskriptif digunakan untuk mengumpulkan,merangkum sertamenginterpretasikan data yang diperolehyaitu mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi konsumsi ikan dan olahannya pada anak Sekolah Dasar Negeri Sukorejo di Kota Bojonegoro Jawa Timur. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah proportional random samplingyaitu teknik pengambilan sampel yang dilakukan secara random dengan jumlah yang proporsional pada tiap-tiap populasi. Jadi jumlah responden sebanyak 54 orang. Pada penelitian ini, variabel yang diteliti terbagi menjadi 2 kelompok, yaitu variabel bebas yang terdiri dari Pendapatan keluarga (X1), Jumlah Keluarga (X2), Jenis Kelamin (D1), Pengetahuan Gizi Ibu (D2), Persepsi Harga (D3), Halalan Toyibban (D4) dan variabel terikat Frekuensi Konsumsi Ikan (Y). Instrumen penelitian yang digunakan adalah kuisioner dan analisis data yang digunakan uji asumsi klasik ( uji multikolinearitas, uji heterokedastisitas, uji normalitas, uji autokorelasi), analisis regresi linear berganda, uji statistik (koefisien determinasi R2 , uji F, uji t. Berdasarkan uji asumsi klasik tidak didapati masalah berarti. Model estimasitelah memenuhi uji multikolinearitas, uji heterokedasisitas, uji normalitas, uji autokorelasi. Berdasarkan analisis regresi linear berganda didapatkan model regresi Y = 1,638 + 4,118E-7x1 + 0,007x2 + -0,055D1+ 0,363D2+ -0,181D3 + -0,106D4 + e . Hasil tersebut menunjukan koefisien regresi Pendapatan keluarga (X1), Jumlah keluarga (X2), Pengetahuan gizi ibu (D2) bernilai positif yaang berarti ketiga variabel memiliki hubungan yang searah dengan Frekuensi konsumsi ikan (Y). Sedangkan ketiga variabel Jenis kelamin (D1), Persepsi harga (D3), Halalan toyibban (D4) memiliki nilai negatif yang berarti ketiga variabel memiliki hubungan yang berlawanan dengan Frekuensi konsumsi ikan (Y).
Dapat dilihat nilai adjusted R Square sebesar 0,565 atau 56,5%. Dapat disimpulkan variabel bebas mempengaruhi frekuensi konsumsi ikan (Y) sebesar 56,5% sedangkan sisanya sebesar 43,5 % dipengaruhi oleh variabel lain diluar variabel bebas.Pada uji F menunjukan bahwa nilai yang diperoleh F-hitung sebesar 0,000. Sedangkan untuk memperoleh nilai F-tabel yaitu dengan cara menggunakan tabel statistik dengan melihat nilai df yang sudah diperoleh yaitu 6 dan nilai residual 47 dengan nilai probality = 0,10. Hal ini membuktikan bahwa nilai sig nilai F-tabel (12,452 > 2,29) yang menyatakan bahwa variabel independen secara simultan berpengaruh signifikan terhadap variabel dependen yaitu frekuensi konsumsi ikan. Pada uji t dapat disimpulkan bahwa variabel Pendapatan keluarga (X1), dan Pengetahuan gizi ibu (D2) berpengaruh secara signifikan terhadap Frekuensi konsumsi ikan (Y). Sedangkan variabel Jumlah keluarga (X2), Jenis kelamin (D1), Pesepsi harga (D2), Persepsi harga (D3), Halalan toyibban (D4) tidak berpengaruh signifikan terhadap Frekuensi konsumsi ikan (Y).
Faktor-faktor yang mempengaruhi konsumsi ikan dan olahannya pada ana Sekolah Dasar Negeri Sukorejo di Kota Bojonegoro ada 6 variabel yaitu faktor pendapatan keluarga (X1), faktor jumlah keluarga (X2), faktor jenis kelamin (D1), faktor pengetahuan gizi (D2), faktor persepsi harga (D3), faktor halalan toyibban (D4). Pada variabel jumlah keluarga, jenis kelamin, persepsi harga, halalan toyibban tidak mempengaruhi konsumsi ikan dan olahannya pada anak Sekolah Dasar Negeri Sukorejo di Kota Bojonegoro, karena yang mempengaruhi adalah variabel pendapatan keluarga yang bedasarkan pada pekerjaan orang tua siswa siswi dan pengetahuan gizi ibu yang berdasarkan pada jenis makanan yang dikonsumsi setiap hari pada anak Sekolah Dasar Negeri Sukorejo di Kota Bojonegoro.
Untuk pihak peneliti berdasarkan hasil penelitian yang didapatkan bahwa hanya faktor pendapatan keluarga dan pengetahuan gizi ibu saja yang berpengaruh secara nyata terhadap frekuensi konsumi ikan, maka perlu adanya penelitian lebih lanjut dengan menggunakan faktor-faktor lain diluar penelitian ini, seperti faktor lingkungan, faktor psikologi, faktor promosi, faktor pelayanan, dan faktor produk. Bagi pemerintah hendaknya memberikan penyuluhan secara intensif untuk mendorong anak dalam mengkonsumsi ikan dan olahannya, karena anak pada usia dini sangat memerlukan gizi dan protein yang banyak terdapat dalam daging ikan dalam perkembangan otak dan tubuhnya. Bagi orang tua harus lebih bisa memperhatikan lagi asupan gizi yang baik untuk anak, terutama dalam anak mengkonsumi ikan dan olahannya untuk lebih sering dilakukan agar anak mendapatkan manfaat dalam proses tumbuh kembang anak
Pengaruh ukuran perusahaan, return on asset, debt to equity ratio dan winner/loser stock terhadap praktik perataan laba (studi empiris pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di bursa efek indonesia tahun 2014-2017)
Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh bukti empiris tentang pengaruh ukuran perusahaan, return on asset, debt to equity ratio dan winner/loser stock terhadap praktik perataan laba (studi empiris pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia). Variabel independen yang digunakan dalan penelitian ini adalah ukuran perusahaan, return on asset, debt to equity ratio dan winner/loser stock. Variabel dependen yang digunakan dalam penelitian ini adalah praktik perataan laba.Obyek penelitian ini adalah seluruh perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2014-2017. Jumlah perusahaan yang menjadi sampel pada penelitian ini adalah 177 perusahaan selama 4 periode, yaitu 2014-2017. Metode pengambilan sampel menggunakan purposive sampling, sedangkan metode analisis data menggunakan analisis regresi logistik. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa ukuran perusahaan tidak berpengaruh signifikan terhadap praktik perataan laba, return on asset tidak berpengaruh signifikan terhadap praktik perataan laba, debt to equity ratio berpengaruh negatif terhadap praktik perataan laba, dan winner/loser stock tidak berpengaruh signifikan terhadap praktik perataan laba
PENGARUH INVESTMENT OPPORTUNITY SET TERHADAP KINERJA PERUSAHAAN DENGAN KONEKSI POLITIK SEBAGAI VARIABEL PEMODERASI (STUDI PADA BADAN USAHA MILIK NEGARA GO PUBLIC TAHUN 2015-2018)
ABSTRAK
Kinerja BUMN mengalami penurunan pada tahun 2014 hingga tahun 2016, namun telah menunjukkan perkembangan yang positif pada tahun 2017 dan 2018. Peningkatan kinerja perusahaan tersebut tentunya melibatkan banyak faktor, salah satunya adalah kemampuan perusahaan mengambil kesempatan, seperti investment opportunity set yang selanjutnya disingkat sebagai IOS. IOS merupakan opsi untuk berinvestasi dalam proyek yang memiliki net present value yang positif. Faktor lain yang juga dapat memengaruhi kinerja perusahaan adalah adanya koneksi politik. Koneksi politik merupakan hubungan kedekatan politik manajemen dengan pemerintah. Manfaat dari kedekatan perusahaan dengan pemerintah adalah lebih mudah mendapat proyek dari pemerintah, membayar beban pajak lebih sedikit dan lainnya. Tapi tidak sedikit pula penelitian yang menyatakan bahwa adanya koneksi politik antara perusahaan dan pemerintah dapat berpengaruh negatif secara signifikan terhadap kinerja perusahaan. Hal inilah yang melatarbelakangi penulis untuk meneliti hubungan antara IOS terhadap kinerja perusahaan dengan koneksi politik sebagai variabel pemoderasi pada perusahaan badan usaha milik negara (BUMN). Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah kuantitatif. Populasi pada penelitian ini adalah 150 BUMN, penelitian ini juga menggunakan metode purposive sampling sehingga sample yang mendukung penelitian menjadi 20 BUMN. Berdasarkan hasil pengolahan data, pengaruh investment opportunity set terhadap kinerja perusahaan mendapatkan probabilitas sebesar 0,1333. Selanjutnya pengaruh koneksi politik terhadap kinerja perusahaan mendapatkan probabilitas sebesar 0,0088, dan yang terakhir pengaruh investment opportunity set terhadap kinerja perusahaan dengan koneksi politik sebagai variabel pemoderasi mendapatkan probabilitas sebesar 0,0045. Berdasarkan hasil pengolahan data, diketahui bahwa investment opportunity set tidak berpengaruh secara signifikan terhadap kinerja perusahaan, selanjutnya koneksi politik memiliki pengaruh secara signifikan terhadap kinerja perusahaan, dan koneksi politik juga dapat memperkuat hubungan antara investment opportunity set terhadap kinerja perusahaan.
Kata kunci: IOS, koneksi politik, kinerja perusahaan, investment opportunity set, BUMN.
ABSTRACT
State-owned corporation’s performance has been down since 2014 until 2016, but it was already increased to positive since 2017 and 2018. The increased of corporation’s performance involved so many factors, and one of them was the capability to take a chance, like investment opportunity set which is abbreviated to IOS. IOS is an option to invest in any project that have positive net present value. There was also another factor that can affect the corporation’s performance, that was political connection. Political connection is a close management politic relation with government. The benefit of political connection was the corporation can get project easily from the government, pay the tax less than normal, etc. But there were researches which stated that political connection also have a negative affect to corporation’s performance. That was the factor that make author to write a research about the connection between IOS to corporation’s performance with political connection as a moderating variable in state-owned corporation. The method that used in this research was quantitative, the population of this research was 150 state-owned corporation, this research also used purposive sampling method so the sample that qualified to 20 state-owned corporation. Based on data processing, an affect of investment opportunity set to corporation’s performance have 0,1333 probability. Then the affect of political connection to corporation’s performance have 0,0088 probability, and the affect of investment opportunity set to corporation’s performance with political connection as a moderating variable have 0,0045 probability. Based on those results, we can conclude that investment opportunity set was not significantly affect to corporation’s performance, and then political connection have a significantly affect to corporation’s performance, and the last that political connection can amplified connection between investment opportunity set to corporation’s performance.
Keywords: IOS, political connection, corporation’s performance, investment opportunity set, state-owned corporation
PENERAPAN METODE NAÏVE BAYES CLASSIFIER UNTUK MENGKLASIFIKASI TINGKAT PRESTASI AKADEMIK SANTRI PONDOK PESANTREN MAHASISWA (PPM) BAITUL JANNAH MALANG
ABSTRAK
Hasil prestasi akademik yang bagus akan membuat santri menjadi lebih
termotivasi, sehingga dalam berjalannya proses belajar mengajar ilmu agama
kepada santri bisa memenuhi target masing-masing guru, dan setiap santri yang
diajar bisa menerima ilmu agama dengan maksimal. Para dewan guru di Pondok
Pesantren Mahasiswa (PPM) Baitul Jannah semuanya masih menggunakan
catatan dibuku dan sedikit bantuan teknologi yaitu Microsoft Ecxel untuk mencatat
dan meyimpan data nilai maupun prestasi akademik para santri, sehingga dirasa
kurang maksimal dan beresiko terjadinya human error untuk bisa mengetahui dan
menentukan prestasi akademik santri yang naik dan menurun, sehingga para
dewan guru sering kurang teliti dalam mengetahui para santrinya yang butuh
bimbingan lebih dalam urusan keilmuan dan materi pembelajaran. Karna itu
dibutuhkan suatu sistem baru yang lebih cepat dan efisien untuk bisa mengetahui
prestasi akademik santri di PPM Baitul jannah.
Pada proses penelitian ini, maka dibuatlah sebuah sistem untuk
mengklasifikasi tingkat prestasi akademik santri untuk memudahkan para dewan
guru/ustadz dalam proses penetuan prestasi akademik santri dengan menggunakan
metode Naive Bayes Classifier (NBC). Kriteria yang digunakan pada sistem ini
adalah nilai materi pokok, nilai pemahaman konsep dan praktikum, nilai sikap dan
perilaku, nilai lima sukses santri, nilai kegian ekstrakurikuler, absensi dan
keaktifan dan nilai prestasi kuliah. Aplikasi pada penelitian ini diimplementasikan
dan dirancang dengan menggunakan bahasa pemograman PHP (Hypertext
Preprocessor), dan Database menggunakan MySQL.
Dari hasil pengujian aplikasi yang telah dibuat dengan metode Naive Bayes
Classifier untuk memprediksi predikat prestasi akademik Santri, mampu
menghasilkan akurasi dengan nilai 76%. Pengujian algoritma ini dilakukan
menggunakan perhitungan probabilitas yaitu membandingkan predikat pada data
lama dengan predikat hasil prediksi. Selain itu juga dilakukan pengujian aplikasi
dengan menggunakan 3 browser yang berbeda, semua tampilan dan fungsi aplikasi
dapat berjalan 100% pada 3 browser yaitu, Mozilla v.49.02, Chrome
v.20.0.1132.17, dan Internet Explorer Windows 10. Dengan adanya aplikasi ini
diharapkan para guru dapat melakukan evaluasi terhadap prestasi akademik santri
dengan cepat dan akurat.
Kata kunci : Prestasi Akademik, Santri, Pondok Pesantren, Naive Bayes Classifier,
MySQL
Aplikasi SMS Auto Reply TerbatasBerbasis Android
Saat ini hampir dipastikan semua orang memanfaatkan teknologi selular. Salah satu layanan seluler yang populer adalah SMS (Short Message Service). SMS sangat diminati karena penggunaannya yang mudah dan berbiaya murah.Aplikasi SMS Auto Reply Terbatas merupakan aplikasi yang dapat membantu membalas sms secara otomatis, saat ada sms masuk kedalam handphone. Aplikasi ini dilengkapi beberapa menu seperti : fitur tulis pesan, melihat kotak masuk sms, melihat kotak keluar sms, dan pengaturan jadwal personal, serta switch menyalakan dan mematikan fitur auto reply. Hasil pengujian menunjukkan bahwa aplikasi ini beroperasi pada sistem operasi Andorid Jelly Bean, membutuhkan memory RAM sebesar 14,2 MB serta membutuhkan waktu rata-rata 2,1detik untuk membuka dan membalas pesan. Kata Kunci     : SMS, SMS Auto Reply terbatas, Androi
Implikasi Manajemen Sarana dan Prasarana Terhadap Pembelajaran Bahasa Arab (Studi Kasus Lab. Bahasa Arab FAI-UMM)
One of the elements to achieve educational goals is to produce quality human resources, including adequate educational infrastructure. In the language learning process, the environment becomes an important element that affects the learning process and students' motivation in improving language skills. The creation of the language environment can be realized through the provision of adequate learning infrastructure. The purpose of this study was to describe the implications of the management of facilities and infrastructure for learning Arabic related to student learning motivation at the Arabic Language Laboratory of FAI-UMM. This study uses a qualitative approach, with the data source in the form of a questionnaire distributed to students of the Faculty of Islamic Studies class 2018 who study Arabic intensively at the Arabic Language Laboratory, Islamic Studies Faculty, Muhammadiyah Malang University. The data collection techniques used the method of observation, questionnaires, and interviews. While the data analysis uses typology and triangulation. The results of this study indicate the implications of the management of facilities and infrastructure on student learning motivation at the Arabic Language Laboratory of FAI-UMM. This is evidenced by the percentage shown that not all students choose strongly agree (SS) in the points disseminated through a questionnaire
Identifikasi Persebaran Lumpur Dengan Metode Tahanan Jenis 2 Dimensi Konfigurasi Wenner-Schlumberger Di Gunung Lumpur Sedati Kabupaten Sidoarjo
Keberadaan lahan kaveling di bagian selatan gunung lumpur Sedati dapat dikategorikan berisiko terkena bencana erupsi gunung lumpur. Sebabnya adalah gunung lumpur Sedati tersebut terletak sekitar 3,1 Km di sisi timur patahan Watu Kosek. Adanya aktivitas seismik dari patahan tersebut mampu memicu terjadinya semburan lumpur yang dapat menggenangi pemukiman warga seperti yang terjadi pada lumpur Sidoarjo. Risiko tersebut dapat diminimalisir dengan mengetahui persebaran lumpur, sehingga warga dapat memilih area kaveling yang jauh dari sebaran lumpur. Penelitian yang tepat untuk dilakukan dengan tujuan tersebut adalah dengan memanfaatkan sebaran nilai tahanan jenis lumpur. Penelitian ini diawali dengan mengukur nilai tahanan jenis lumpur dari gunung lumpur Sedati. Nilai tersebut berguna sebagai referensi analisis model hasil inversi data pengukuran lapangan. Pengukuran tersebut dilakukan dengan variasi kadar air lumpur. Hasil pengukuran menunjukkan rentang nilai tahanan jenis lumpur gunung lumpur Sedati yakni 0,17 Ωm – 6,03 Ωm. Adapun pengukuran tahanan jenis di lapangan menggunakan konfigurasi Wenner-Schlumberger karena memiliki resolusi vertikal dan horizontal yang baik dengan 7 lintasan maksimal berbentang 112 m. Total luas lahan yang diteliti adalah 2 Ha atau sekitar 32% dari luas gunung Lumpur Sedati. Hasil pemodelan 2 dimensi pada semua lintasan menunjukkan sebaran nilai tahanan jenis hingga kedalaman 12,9 m. Model tersebut memiliki nilai kesalahan absolut 90%. Berdasarkan hasil pemodelan tersebut, pada lintasan 1 hingga lintasan 4 terdapat kemenerusan jalus intrusi lumpur di bagian barat lintasan. Sementara pada lintasan 5 hingga 7, jalur intrusi hanya terdapat pada lintasan 5 dan 6. Hal tersebut menunjukkan keberadaan lumpur dominan di bagian barat lintasan. Meskipun demikian, material terindikasi lumpur tetap ditemukan menyebar rata seluas lokasi penelitian dengan ketebalan yang bervariasi.
=========================================================
The existence of the plot of land in the southern part of Sedati mud volcano can be categorized at risk of mud volcano eruption disaster. The reason is the mud volcano Sedati is located about 3.1 km on the east side of Watu Kosek fault. The existence of seismic activity from the fault is able to trigger the occurrence of mudflow that can inundate residents settlement. The risk can be minimized by knowing the distribution of mud, so that people can choose areas that are far from the distribution of mud. Appropriate research to be carried out for such purposes amongst other uses the resistivity method. This research begins by knowing the value of mud type resistivity from mud volcano Sedati. The value is useful as a reference model analysis. Measurement of sludge type resistivity values was carried out on mud samples with variations in moisture content content. Based on these measurements, the range of mud of Sedati mud volcano is 0.17 Ωm - 6,03 Ωm. The measurement of this type of resistivity using the configuration of Wenner-Schlumberger because it has a good vertical and horizontal resolution with 7 maximum lines and has maximum length 112 m. The total area on this research is 2 Ha or about 32% of total area of Sedati Mud volcano. The 2 dimensional modeling results on all paths show the model to a depth of 12.9 m. The model has an absolute error value 90%. Based on the modeling results, on first line to forth there is the smoothness of the mud intrusions in the western part of the line. While on fifth line to seventh, intrusion paths are found only in fifth line and sixth. This results in the presence of predominant mud on the west of the line. Nevertheless, the mud indicated material was found to spread evenly across an area of research with varying thickness
- …
