1,720,966 research outputs found

    PENERAPAN MODEL COOPERATIVE LEARNING TIPE JIGSAW UNTUK MENINGKATKAN KEMANDIRIAN BELAJAR SISWA DALAM PEMBELAJARAN IPS

    Full text link
    AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemandirian belajar siswa dalam pembelajaran IPS menggunakan model pembelajaran coopereative learning tipe jigsaw pada siswa kelas V SD Negeri Piring. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK). Desain PTK menggunakan model Kemmis dan Mc Taggart yang terdiri atas perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Teknik pengumpulan data menggunakan skala, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis data deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas V SD Negeri Piring yang berjumlah 19 siswa. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan kemandirian belajar siswa setelah menggunakan model cooperative learning tipe jigsaw. Pada pra tindakan jumlah siswa dengan klasifikasi kemandirian belajar minimal kategori tinggi sebesar 52,63% dengan pencapaian indikator menetapkan kompetensi belajarnya sendiri paling rendah. Pada siklus 1 meningkat menjadi 63,16% dan terdapat peningkatan pencapaian 11 indikator kemandirian belajar. Pada siklus 2 meningkat lagi menjadi 84,21% dan disertai dengan peningkatan pencapaian 12 indikator kemandirian belajar.Kata kunci: kemandirian belajar IPS, cooperative learning, jigsawAbstractThis research aims at improving students’ learning independence in social studies through a jigsaw type cooperative learning model in the V class of SD Negeri Piring. This research used classroom action research (CAR). CAR design used along with the Kemmis and Mc Taggart models which consist of planning, action, observation, and reflection. The data collection technique used scale, observations, and documentations. The data analysis technique used quantitative and qualitative descriptive. The subjects were the students of V grade in SD Negeri Piring which consist of 19 students. The result of the research show improvement in students’ learning independence after using jigsaw type cooperative learning. In pre-action the number of students with a minimum learning independence classification of a high category of 52,63% with the achievement of indicators set their own learning competencies lowest. In the first cycle increase to 63,16% and there is an increase in the achievement of 11 indicators of learning independence. In the second cycle increase to 84,21% and accompanied by an increase the achievement of 12 indicators of learning independence.Keywords: learning independence of social studies, cooperative learning, jigsa

    HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DAN TENAGA KESEHATAN DENGAN PEMBERIAN ASI EKSLUSIF DI PUSKESMAS KOBA KABUPATEN BANGKA TENGAH

    Full text link
    Latar Belakang: Indikator keberhasilan pembangunan kesehatan salah satunya penurunan angka kematian bayi dan peningkatan status gizi masyarakat. Indonesia saat ini dihadapkan masalah gizi. Status gizi masyarakat akan baik apabila perilaku gizi yang baik dapat dilakukan pada setiap tahap kehidupan termasuk pada bayi. Pola pemberian makanan terbaik untuk bayi sejak lahir sampai anak berumur dua tahun, yaitu ASI Ekslusif. Pemberian ASI Ekslusif dapat diberikan dengan optimal apabila adanya dukungan dari keluarga dalam bersikap dan bertindak sesuatu untuk ibu menyusui dan juga peran serta tenaga kesehatan dalam pemberian ASI Ekslusif. Tujuan Penelitian: Mengetahui hubungan dukungan keluarga dan tenaga kesehatan terhadap pemberian ASI Ekslusif di Puskesmas Koba. Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian analitik korelasi dengan pendekatan Cross Sectional. Sampel penelitian ini adalah sebanyak 79 responden. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah Simple Random Sampling. Peneltian ini dilaksanakan pada bulan Maret 2023 – April 2023 di Posyandu Wilayah Kerja Puskesmas Koba Bangka Tengah. Teknik pengumpulan data diperoleh dari data kuesioner. Analisis data pada penelitian ini menggunakan Chi-Square. Hasil Penelitian: Hasil analisis diperoleh sebagian besar responden tidak memberikan ASI Ekslusif kepada bayinya (53,2%) dan yang memberikan ASI Ekslusif sebesar (46,8%). Terdapat hubungan yang signifikan antara dukungan keluarga terhadap pemberian ASI Ekslusif (p=0,048) dan dukungan tenaga kesehatan terhadap pemberian ASI Ekslusif (p=0,019). Kesimpulan: Ada hubungan yang signifikan antara dukungan keluarga dan tenaga kesehatan terhadap pemberian ASI Ekslusif. Kata Kunci: Pemberian ASI Ekslusif, Dukungan Keluarga, Dukungan Tenaga Kesehata

    PENINGKATKAN KEMANDIRIAN BELAJAR IPS MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN COOPERATIVE LEARNING TIPE JIGSAW SISWA KELAS V SEKOLAH DASAR NEGERI PIRING MURTIGADING SANDEN BANTUL

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan kemandirian belajar IPS siswa kelas V Sekolah Dasar Negeri Piring dengan menggunakan model pembelajaran cooperative learning tipe jigsaw. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK), dengan subjek penelitian siswa kelas V Sekolah Dasar Negeri Piring yang berjumlah 19 siswa. Desain penelitian ini menggunakan model penelitian dari Kemmis dan Mc. Taggart. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus. Data dikumpulkan dengan Teknik skala, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data yaitu deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Indikator keberhasilan penelitian ini adalah minimal 75% dari jumlah siswa yang hadir nilai kemandirian belajarnya berada dalam kategori minimal tinggi. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan kemandirian belajar siswa setelah menggunakan model cooperative learning tipe jigsaw. Pada pra tindakan jumlah siswa dengan klasifikasi kemandirian belajar minimal kategori tinggi sebesar 52,63% dari jumlah siswa yang hadir dengan pencapaian indikator menetapkan kompetensi-kompetensi belajarnya sendiri paling rendah dibandingkan indikator kemandirian belajar yang lain. Pada siklus 1 siswa kelas V yang berhasil mencapai klasifikasi kemandirian belajar minimal kategori tinggi meningkat menjadi 63,16% dari jumlah siswa yang hadir dan terdapat peningkatan pencapaian 11 indikator kemandirian belajar. Pada siklus 2 siswa kelas V yang berhasil mencapai klasifikasi kemandirian belajar minimal kategori tinggi meningkat lagi menjadi 84,21% dari jumlah siswa yang hadir, sehingga kriteria keberhasilan penelitian telah tercapai dan disertai dengan peningkatan pencapaian 12 indikator kemandirian belajar. Kata kunci: kemandirian belajar IPS, cooperative learning, jigsaw

    ASUHAN KEBIDANAN BERKESINAMBUNGAN PADA NY. S UMUR 32 TAHUN G1P0AB0 DENGAN KEKURANGAN ENERGI KRONIK PADA KEHAMILAN DI PMB SAHABAT

    Full text link
    Penurunan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) masih menjadi prioritas program kesehatan di Indonesia.1 Survei Demografi Kesehatan Indonesia (SDKI) tahun 2015 menunjukkan AKI 305 per 100.000 KH. Sedangkan, AKB di Indonesia adalah 24 per 1000 KH pada tahun 2019.2 Masih tingginya angka kematian ibu dan bayi maka diperlukan asuhan kebidanan berbasis Continuity of Care (COC) mulai dari ibu hamil, bersalin, nifas, neonatus, dan keluarga berencana. Bidan memberikan asuhan komprehensif, mandiri dan bertanggung jawab terhadap asuhanan yang berkesinambungan sepanjang siklus kehidupan perempuan Kunjungan ANC menunjukkan bahwa pada kehamilan TM I yaitu LiLA 21 cm dan pada TM III ini 23 cm, sudah mengalami peningkatan akan tetapi masih tergolong KEK karena LiLA <23,5. Pada tanggal 22 Januari 2024 ibu bersalin di PMB Sahabat secara spontan, normal. Selama masa nifas, tidak terjadi komplikasi. Bayi lahir Spontan, Normal, pukul 19.10 WIB, jenis kelamin perempuan, BBL 2.700 gram, PB 49 cm, LK 31 cm, LD 31 cm, tidak mengalami komplikasi. Ibu memutuskan memakai KB Suntik 3 Bulan yang di anggap paling efektif dan nyaman oleh ibu. Ibu juga berkomitmen memberikan ASI secara ekslusif. Kesimpulan dari asuhan ini adalah ibu hamil dengan kekurangan energi kronis dan ibu mengalami kecemasan pada kehamilan trimester III. Pada persalinan terjadi secara spontan tanpa komplikasi, bayi di lahirkan secara spontan, sehat. Saran untuk bidan agar dapat meningkatkan asuhan berksinambungan dengan caramemantau secara ketat ibu dan janin sehingga ketika ditemukan komplikasi dapat dilakukan tindakan tepat sesuai prosedur, semakin meningkatnya rasa kepercayaan pasien terhadap bidan untuk meningkatkan cakupan persalinan norma

    Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis

    Full text link
    The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed

    PERASAAN KETIDAKBERDAYAAN DENGAN KUALITAS HIDUP PASIEN ULKUS DIABETIK

    No full text
    ABSTRAKMenderita penyakit kronik membuat individu merasakan perasaan ketidakberdayaan, yang dapat mengurangi rasa percaya diri pasien dalam pengobatan, sehingga berdampak terhadap kualitas hidup, termasuk pada pasien ulkus diabetik. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan perasaan ketidakberdayaan dengan kualitas hidup pasien ulkus diabetik di Poliklinik Endokrin Rumah Sakit Umum Daerah dr. Zainoel Abidin Banda Aceh. Jenis penelitian ini adalah descriptive correlative dengan desain penelitian cross sectional study. Responden sebanyak 66 pasien ulkus diabetik dengan grade II-V menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara terpimpin menggunakan kuesioner baku The Powerlessness Assessment Tool for Adult Patient dan kualitas hidup dari WHOQOL-BREF 2012. Analisa data menggunakan Chi Square test. Hasil penelitian menunjukkan perasaan ketidakberdayaan berada pada kategori berat dengan jumlah 42 responden (63,6%) dan kualitas hidup pasien berada pada kategori kurang dengan jumlah 34 responden (97,1%). Dari hasil pengolahan data diperoleh nilai P-Value=0,00, berarti terdapat hubungan antara perasaan ketidakberdayaan dengan kualitas hidup pasien ulkus diabetik di Poliklinik Endokrin Rumah Sakit Umum Daerah dr. Zainoel Abidin Banda Aceh. Diharapkan kepada perawat agar memberikan dukungan mental, informasi, serta pendidikan kesehatan kepada pasien sehingga perasaan ketidakberdayaan dapat berkurang dan pasien optimis dalam penyembuhan luka serta pasien mempersepsikan kualitas hidupnya menjadi lebih baik.Kata kunci: Perasaan ketidakberdayaan, kualitas hidup, ulkus diabetik ABSTRACTSuffering from a chronic desease will make people feel helpless. Feelings of powerlessness can reduce the patients confidence in the treatment, so that it brings impact to the quality of life, including diabetic ulcers. The purpose of this research was to find out the relationship between feelings of powerlessness with the quality of life of diabetic ulcer patients in Endocrine Polyclinic of dr. Zainoel Abidin General Hospital of Banda Aceh. The type of this study was a descriptive correlational study with cross-sectional study desain. The respondents were 66 diabetic ulcer patients with grade II-V optained by using purposive sampling method. The questionnaires were standardized questionnaires that is Powerlessness Assessment Tool for Adult Patient and quality of life from whoqol-breef 2012. The result showed that the feeling of powerlessness was in the severe category with 42 respondents (63,6%) and the quality of life of the patients was in category with 34 people (97,1%). The result of data processing showed that P-Value=0.00, which meant there was arelationship between feelings of powerlessness and quality of lifeof the patients in Endocrine Polyclinic of dr. Zainoel Abidin General Hospital of Banda Aceh. The nurses are expected to provide mental support, information support, and health education to the patients so that the feelings of helpessness of the patients can be reduced, and the patients will have optimism in wound healing, and they can perceive their quality of life much better. Keywords: Feelings of powerlessness, quality of life, diabetic ulce

    Pembelajaran Seni Musik Sebelum, Semasa, Sesudah Pandemi COVID-19 di SMP

    Full text link
    Diferensiasi terjadi dalam pembelajaran seni musik baik sebelum, semasa, dan sesudah pandemi. Artikel ini bertujuan untuk melihat perbandingan proses pembelajaran seni musik sebelum, semasa, dan sesudah pandemi COVID-19 di SMPK 2 Bina Bakti Bandung. Studi komparatif menjadi metode penelitian dengan pendekatan kualitatif naratif yang selanjutnya data dikumpulkan melalui observasi partisipasi dan studi kepustakaan. Hasil penelitian mengemukakan bahwa SMPK 2 Bina Bakti Bandung merupakan sekolah dengan kurikulum mandiri dimana manajemen pendidikannya dikelola oleh institusi pendidikan itu sendiri. Pembelajaran musik sebelum pandemi dilakukan secara intrakulikuler yang bersifat teori dan praktik dengan tujuan untuk mendidik siswa melalui musik yang evaluasinya difokuskan pada aspek afektif. Pada masa pandemi pembelajaran musik dalam satu topik materi diberlangsungkan selama empat pertemuan secara daring melalui platform pembelajaran online, evaluasi dalam satu topik dilakukan pada 3 pertemuan terakhir dengan tes dan latihan soal. Pembelajaran musik setelah pandemi kembali mengusung proses pembelajaran sebelum pandemi dengan tujuan siswa mampu memainkan alat musik dan menjawab minat dan keinginan mereka pada bidang musik. Perubahan proses pembelajaran 5 tahun kebelakang tidak sertamerta mengurangi minat siswa dan eksistensi pembelajaran seni musik. Simpulannya, manajememen proses pembelajaran musik berubah-ubah pada tiap masanya, disesuaikan dengan kurikulum independen dan terfokus pada visi MATIUS

    Variations on the Author

    Full text link
    “Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship
    corecore