1,721,715 research outputs found

    Gaya Komunikasi Kepemimpinan Jazilul Fawaid terhadap Persepsi Santri NU

    Full text link
    Komunikasi dapat dicoba dalam wujud tertulis serta lisan. Komunikasi ialah sesuatu pemikiran menimpa sistem metode penyampaian pesan yang didalamnya terdiri atas komponen yang berbentuk unsur-unsur komunikasi. Secara lisan komunikasi selaku sistem penyampaian pesan dengan memakai bahasa yang benar serta akurat. Penelitian ini didasarkan pada kuantitatif penelitian yang dilakukan di PTIQ Jakarta. Subjek dalam penelitian ini adalah Gaya Komunikasi Kepemimpinan Jazilul Fawaid Terhadap Persepsi Santri-santri NU. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara dan pencatatan. Pengamatan dilakukan dengan menggunakan kuesioner. Mereka diberikan kuesioner yang terdiri dari daftar Gaya Komunikasi, Kepemimpinan Jazilul Fawaid, Kebijakan dan Statementnya, dan Persepsi Santri terhadapnya. Para santri itu diminta untuk memilih yang mana mereka sangat suka, suka, tidak suka, sangat tidak suka. Wawancara juga dilakukan untuk mendapatkan informasi tambahan tentang persepsi santri NU terhadap Jazilul Fawaid

    Gaya Komunikasi Kepemimpinan Jazilul Fawaid Sebagai Wakil Ketua MPR RI, Analisis Wacana terkait kelangkaan Minyak Goreng

    Full text link
    Dalam kurun waktu dua dekade terakhir Indonesia telah beberapa kali menghadapi persoalan kelangkaan minyak goreng, minyak goreng merupakan komoditas yang cukup strategis dan salah satu bahan makanan pokok yang tidak dapat terlepas di seluruh lapisan masyarakat di Indonesia. Tujuan penelitian ini adalah untuk memahami gaya komunikasi kepemimpinan Jazilul Fawaid sebagai Wakil Ketua MPR RI dalam menghadapi dan menyikapi isu kelangkaan minyak goreng di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi ciri-ciri komunikasi transformasional yang diterapkan oleh Jazilul Fawaid dalam mengkritisi kebijakan pemerintah dan menyampaikan pesan kepada masyarakat serta pemangku kepentingan terkait isu tersebut. Berdasarkan latarbelakang tersebut peneliti tertarik untuk mengetahui gaya komunikasi kepemimpinan Jazilul Fawaid sebagai Wakil Ketua MPR RI terkait kelangkaan minyak goreng. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan melakukan pendekatan analisis wacana melalui sumber data yang digunakan dalam penelitian berupa teks atau wacana dari sebuah media pemberitaan online. Hasil penelitian menunjukan bahwa Jazilul Fawaid atau lebih dikenal sebagai Gus Jazil memiliki gaya komunikasi transformasional dengan menciptakan hubungan antara berbagai pihak untuk mencapai potensi maksimal dalam permasalahan kelangkaan minyak goreng serta memberikan motivasi kepada pemerintah dan pihak terkait agar segera mengungkap mafia minyak goreng

    IJTIHAD POLITIK KYAI: PERGESERAN OTORITAS KHR. ACH. FAWAID AS’AD SITUBONDO

    No full text
    This study found that the relationship between santri and kyai is a pattern of emotional relations such as the feudal system. Kyai has three pillars. They are the mass base as a pattern of social structure, the ulama base as a leadership structure and the cultural base as a scientific basis. However, these three pillars have experienced a shift due to the kyai\u27s entry into practical politics due to his political ijtihad. This shift places the authority of the kyai from a spiritual teacher (central position) to a politician (peripheral position). In this case, the kyai is still obeyed when he is in a central position as a spiritual teacher and not obeyed when his position is marginal as a politician. Of course, this becomes an authority dilemma as experienced by kyai Fawaid who is directly involved in practical politics. The involvement of kyai Fawaid in politics does not belong to the opportunist category but is a form of concern for carrying out the commands of ma\u27ruf nahi munkar in social transformation. Kyai Fawaid\u27s political ijtihad was strongly influenced by the habituation of Islamic boarding schools based on fiqh. Habituation here is to create a political situation and condition (persistence life situation) through a process of internalization and habituation in accordance with the values ​​of the pesantren, not to be carried away by the flow of political habituation which is always pragmatic and materialistic. The result of his Ijitihad that winning in politics by deception must be abandoned and losing in the right way must be maintained. Thus, the findings of this study can invalidate the theory from the results of research that has been carried out by Ernst Utrecht, Mochtar Naim, Daneli Lev, Justus van der Kroef, Arnold Brackman and Munir Mulkan, where they say that kyai or pesantren of Nahdlatul Ulama who participate politics are opportunists

    KEPEMIMPINAN KULTURAL DAN POLITIK KHR. AHMAD FAWAID DI SITUBONDO TAHUN 1990-2012 “The Cultural and Political Leadership of KHR. Ahmad Fawaid in Situbondo in 1990-2012”

    No full text
    Artikel ini membahas peran kepemimpinan kultural dan politik KHR. Ahmad Fawaid di Situbondo pada tahun 1990-2012. Sejarah mencatat peran dan kepemimpinan putra Kiai As’ad ini sehingga perlu dikaji lebih mendalam. Hal tersebut didasari oleh peran dan sosok ketokohan Kiai Fawaid yang sangat besar pengaruhnya terhadap masyarakat di Kabupaten Situbondo. Metode penelitian yang digunakan adalah metode sejarah. Menurut Louis Gottschalk metode sejarah meliputi tahapan heuristik, kritik sumber, interpretasi, historiografi. Selain itu, peneliti juga menggunakan teori fungsi kepemimpinan untuk menganalisis peran dari seorang tokoh yang akan diteliti. Menurut Jarmanto, kepemimpinan adalah suatu hubungan antara seorang dengan kelompok yang terbentuk di sekitar kepentingan yang sama dan bersikap menurut cara yang telah ditentukan serta diarahkan oleh pemimpinan tersebut. Hal tersebut sesuai dengan peran kepemimpinan KHR. Ahmad Fawaid sewaktu menjadi Ketua Dewan Syura DPC PKB dan Ketua Umum DPC PPP di Situbondo. Menurut Siagan, untuk menyoroti seorang pemimpin dalam perannya perlu kita memakai teori yang berdasarkan lima fungsi kepemimpinan yaitu :(1). Pimpinan selaku penentu arah yang akan ditempuh dalam usaha pencapaian tujuan; (2). Wakil dan juru bicara organisasi dalam hubungan dengan pihak-pihak di luar organisasi; (3). Pimpinan selaku komunikator yang efektif; (4). Mediator yang handal, khususnya dalam hubungan internal atau ekternal pemerintahan, terutama dalam menangani situasi konflik; serta (5). Pimpinan selaku integrator yang efektif, rasional, obyektif dan netra

    The analysis and critical edition of Najm al-din al-Katibi’s Bahr al-Fawaid

    No full text
    Bu tez bir giriş, iki bölüm, sonuç ve iki ek bölümden oluşmaktadır. Tezin ana bölümleri Necmeddin el-Kâtibî’nin (675/ 1277) Bahru’l-fevâid eserinin incelemesine, ek bölümleri ise Bahru’l- fevâid’in tahkikli metni ve nüshalarına ayrıldı. Giriş Bölümü’nde tezin konusu, amacı, yöntemi ve sınırlarıyla birlikte Kâtibî’nin Bahru’l-fevâid’ini çalışmanın önemi; kaynakların değerlendirmesiyle beraber tezin literatüre katkısı ele alındı. Ayrıca tahkikte uygulanan yöntem açıklandı. Bahru’l-fevâid incelemesine ve Kâtibî çalışmalarına temel teşkil edecek olan Kâtibî’nin mantık eserlerinin kronolojisi belirlendi. Bahru’l-fevâid’in şerh değil, müstakil bir telif olduğu öne sürüldü. İslam mantık tarihinin 10. ve 14. yüzyıllar arasında kaleme alınan mantık kitaplarının, yazım tarzları açısından dört grupta değerlendirilebileceği ileri sürülüp Kâtibî’nin eserlerinin üçüncü grupta yer aldığı ortaya kondu. Daha sonra Bahru’l-fevâid’teki kaynak kullanımının temel özellikleri belirlendi. İkinci Bölüm’de Kâtibî’nin Aynu’l-kavâid, Bahru’l-fevâid, Câmiu’d-dekâik ve Şemsiyye eserlerinin giriş, kavramlar ve önermeler bölümlerinde farklı görüş öne sürdüğü konuların listesi oluşturuldu ve bu konulardan delalet meselesi, mahiyetin parçaları konusu ve modal önermelerin düz döndürmeleri problemi mezkûr eserler arasında karşılaştırmalı olarak ele alındı. Ek 1’de Bahru’l-fevâid’in Dünya kütüphanelerinde bulunan nüshaları tanıtıldı ve Ek 2’de Bahru’l-fevâid’in tahkikli metnine yer verildi.This thesis consists of an introduction, two chapters, a conclusion, and two appendix chapters. The main chapters of the thesis examine Najm al-Din al-Katibi’s (675/ 1277) Bahr al-fawaid, while the appendices contain the critical edition of Bahr and information on its manuscripts. The subject, purpose, methodology, and limitations of the thesis are discussed in the introduction along with the significance of studying Bahr al-fawaid. The contribution of the thesis to the literature is stated during the evaluation of the sources. The methodology applied in the critical edition is also given in the introduction. In the first chapter, the chronology of al-Katibi's logical works, which will constitute the basis for the analysis of Bahr al-fawaid and al-Katibi studies, was determined. Firstly, it was argued that Bahr al-fawaid is not a commentary but an independent composition. Then, it was argued that the books of logic written between the 10th and 14th centuries in the history of Islamic logic can be evaluated in four groups in terms of their writing style, and it was revealed that al-Katibi's works were in the third group. Finally, the main features of the use of sources in Bahr al-fawaid were identified. In the second chapter, a list of the topics on which al-Katibi had different opinions in the ‘introduction’, ‘concepts’ and ‘propositions’ sections of his books Ayn al-qawaid, Bahr al-fawaid, Jami al-deqaiq and Shamsiyya was compiled, and among these topics, the issue of signification, the issue of the parts of essence and the problem of conversion of modal propositions were discussed comparatively between the aforementioned works. Appendix 1 introduces the copies of Bahr al-fawaid in the world libraries, and Appendix 2 presents the critical edition of Bahr al-fawai

    Qawaid Al-Fawaid Fii Maa Laabudda Min Al-Aqaid

    No full text
    Dalam kesempatan ini peneliti memilih salah satu naskah arab yang didapatkan di Perpustakaan Nasional yang berjudul �Qawaid Al-Fawaid Fii Maa Laabudda Min Al-Aqaid� yang mana di dalam membahas tentang penjelasan kewajiban para mukallaf (akil balig) memahami ajaran tauhid, hakikat makna agama, hakikat makna tauhid, dan pemahaman tentang taubat. Penelitian ini terbagi menjadi deskripsi naskah, edisi teks, terjemah ke dalam bahasa Indonesia, serta memunculkan penjelasan yang terkandung di dalam naskah tersebut. Tidak diragukan lagi bahwasannya penelitian ini bagian penting daripada kebudayaan Islam dan terdapat pengaruh besar dalam perkembangan pemikiran, khusunya pada masa pembuatan atau penyusunan naskah-naskah dan juga pada masa setelahny

    Pembentukan karakter melalui program Tahfidzul Qur’an pada santri Ma’had Bahrul Fawaid Lamongan

    Full text link
    Jenis penelitian ini adalah kualitatif deskriptif. Kualitatif deskriptif yang dimaksud disini adalah sumber data yang diperoleh berasal dari data primer atau data utama yaitu dari pihak pesantren secara langsung, dan sumber data sekunder atau sumber data pendukung yang berasal dari luar sekolah atau masyarakat sekitar. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan dokumentasi, wawancara dan observasi, kemudian dianalisis untuk mengetahui pembentukan karakter melalui program tahfidzul qur’an pada santri Ma’had Bahrul Fawaid Lamongan. Berdasarkan penelitian yang sudah dilakukan, menunjukkan bahwa 1) Kondisi karakter santri sebelum melakukan program tahfidzul qur’an Ma’had Bahrul Fawaid Lamongan, bisa dikatakan masih sangat perlu diperbaiki. Terlihat beberapa santri yang masih lalai dalam sholat jamaah, belum bias mencapai target yang diberikan oleh Ma’had, dan masih sering melakukan hal yang mendekati maksiat. Hal ini dikarenakan begitu banyaknya santri yang baru masuk Ma’had yang berasal dari lembaga-lembaga yang berbeda dan masa transisi dari sekolah menengah pertama menuju ke jenjang selanjutnya. 2) Implementasi program tahfidzul qur’an dalam membentuk karakter santri Ma’had Bahrul Fawaid Lamongan, dalam hal ini ma’had mempunyai beberapa strategi ketika melaksanakan program seperti a) memilih guru tahfidz yang mumpuni, b) setting ruang, dan c) motivasi dari kepala dan pengurus Ma’had serta dewan asatidz. Selain itu, metode-metode yang digunakan dalam program tahfidzul qur’an juga sangat berpengaruh seperti, a) metode talaqqi binnadhor, b) metode muroja’ah, dan c) metode ceramah. 3) Dan, kondisi karakter santri setelah mengikuti program tahfidzul Qur’an Ma’had Bahrul Fawaid Lamongan terlihat berubah sangat signifikan terlebih dalam karakter nilai-nilai religius, disiplin, dan tanggung jawab. Hal ini juga tak lepas dari usaha-usaha yang sudah dilakukan oleh pihak Ma’had dalam membentuk karakter santri

    Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis

    Full text link
    The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
    corecore