1,720,960 research outputs found

    Literasi Matematika Siswa Kelas V MIN 7 Tapin

    Full text link
    Matematika adalah mata pelajaran yang membekali siswa dengan kemampuan berpikir kritis, kreatif, sistematis, dan logis, sehingga mereka dapat menerapkan ilmu yang telah dipelajari untuk menyelesaikan masalah dalam kehidupan sehari-hari. Untuk memanfaatkan peran dan kegunaan matematika dalam kehidupan sehari-hari, diperlukan kemampuan literasi matematika, yaitu kemampuan untuk merumuskan masalah, menerapkan konsep, dan menafsirkan hasil penyelesaian matematika. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui literasi matematika siswa kelas V di MIN 7 Tapin. Penelitian ini menerapkan metode deskriptif kuantitatif dengan pendekatan penelitian lapangan. Populasi yang diteliti adalah seluruh siswa kelas V MIN 7 Tapin, berjumlah 103 siswa. Teknik sampling yang dipilih adalah simple random sampling dengan jumlah sampel sebanyak 30 siswa. Metode pengumpulan data mencakup tes, wawancara, dan dokumentasi. Instrumen yang digunakan meliputi tes tertulis untuk menilai kemampuan literasi matematika, wawancara untuk mengevaluasi kemampuan literasi siswa, dan dokumentasi untuk mengumpulkan data nilai ulangan siswa. Validitas dan reliabilitas instrumen diuji menggunakan metode statistik. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif dengan bantuan program SPSS versi 23. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas siswa memiliki literasi matematika yang sangat baik, dengan 18 dari 30 siswa masuk dalam kategori ini. Nilai rata-rata siswa adalah 81,90 dengan nilai maksimum 94 dan nilai minimum 67. Penelitian menunjukkan bahwa siswa dengan kemampuan literasi matematika sangat baik mampu memenuhi delapan indikator komponen proses literasi matematika dengan benar dan tepat, sementara siswa dengan kemampuan literasi matematika baik mampu memenuhi lima dari delapan indikator tersebut dengan benar dan tepat. Indikator paling banyak dipenuhi siswa adalah merumuskan masalah. Sebaliknya, indikator yang paling sedikit dipenuhi siswa adalah indikator menafsirkan hasil penyelesaian, yaitu 56,30%

    Problematika Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) di Madrasah Jbtidaiyah Syariful Anwar Poteran Talango Sumenep

    Full text link
    Adanya desentralisasi pendidikan, manajemen pendidikan sekolah menjadi otonom. Sehingga lembaga pendidikan (Sekolah/Madrasah) memiliki otonomi untuk meyelenggarakan pendidikan sesuai dengan perencanaan sekolah. MBS merupakan pilihan sekaligus orientasi pemerintah daerah dalam era otonomi tersebut. Pada sisi lain, penerapan MBS adalah bagian dari paradigma baru pengelolaan pendidikan di tingkat sekolah, diharapkan dapat menjadi solusi atas segala permasalahan pendidikan terutama pada tingkat mikro (sekolah/madrasah). Secara sederhana dikatakan, manajemen berbasis sekolah akan menjadi titik central dalam meningkatkan mutu sekolah/madrasah, Bila diimplementasikan dengan kondisi yang benar, akan tetapi MBS juga akan menjadi problem bagi sekolah tersebut, bila sekolah masih belum siap dalam mengimpelementasikannya. Oleh karena itu sebelum menerapkan MBS sekolah/madrasah diharapkan benar-benar siap dalam segala bentuk yang berhubungan dengan peningkatan mutu sekolah/madrasah misalnya; mengadakan pembinaan atau penataan kepada personalia sekolah, mengadakan pendekatan kepada masyarakat, mensosialisasikan rencana anggaran kepada masyarakat dan steke holder lainnya, mengadakan sosialisasi program MBS kepada masyarakat dan melaksanakan program kerja sekolah dan merealisasikannya. Berdasarkan hal tersebut, rumusan masalah dalam skripsi ini adalah: (1) bagaiman problematika penerapan MBS di MI Syariful Anwar Poteran Talango­ Sumenep? (2) bagaimana faktor pendukung dan penghambat penerapan MBS di MI Syariful Anwar Poteran Talango-Sumenep? Untuk memperoleh basil penelitian tersebut, peneliti melakukan penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif (deskriptif kualitatif), adapun metode yang digunakan adalah metode observasi, dokumentasi, dan wawancara. Hasil dari penelitian ini adalah; (1) Problematika Penerapan MBS di MI Syariful Anwar yayasan yang masih belum memberikan kewenangan, sulitnya keterlibatan masyarakta dan orang tua siswa, kurangnya kompetensi guru yang belum memadai (2) faktor pendungkung dan penghambat penerapan MBS di MI Syariful Anwar meliputi kerja samanya antara para staf dan pihak sekolah dan masyarakat dalam membentuk program-progran sekolah, dan apabila tidak ada kerja sama antara kepala sekolah dengan yang pihak terkait maka tidak akan mendapatkan sesuatu yang telah dicanangkan, tenaga pendidik yang masih belum sepenuhnya menunjang keberhasilan pembelajaran

    المدخل التقابلي والتواصلي في تعليم الأصوات العربية في المدرسة الابتدائية الإسلامية الحكومية 5 بنجرماسين = Analisis Pendekatan Kontrastif, dan Komunikatif dalam Pengajaran Pelafalan Ashwat Arabiyyah Madrasah Ibdaiyah Negeri 5 Banjarmasin

    Full text link
    Dalam pembelajaran bahasa Arab, pelafalan yang benar merupakan aspek yang sangat mendasar dan tidak dapat diabaikan.Kesalahan dalam pelafalan ashwat dapat memiliki dampak yang signifikan. Salah satu dampak utama adalah kesalahpahaman dalam membaca teks Arab, yang dapat mempengaruhi pemahaman siswa terhadap makna ajaran agama. Kesalahan pelafalan dapat menghambat kemampuan siswa untuk mengikuti pelajaran dengan baik, yang pada akhirnya dapat mengurangi prestasi akademik mereka di bidang bahasa Arab. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pendekatan latihan, dampak dan tantangan pelaksanaan dalam pelafalan ashwat Arabiyyah dengan pendekatan fonetik, kontrastif, dan komunikatif pada pengajaran Bahasa Arab di Madrasah Ibtidaiyah Negeri 5 Banjarmasin. Dengan demikian, penelitian ini menemukan pendekatan fonetik terbukti efektif dalam membantu siswa memahami cara kerja alat artikulasi dan posisi fonem dalam pengucapan ashwat Arabiyyah. Pendekatan kontrastif berhasil mengidentifikasi kesalahan-kesalahan umum dalam pelafalan yang disebabkan oleh pengaruh bahasa ibu siswa. Sedangkan, pendekatan komunikatif memberikan pengalaman belajar yang lebih interaktif dan kontekstual bagi siswa

    Efektivitas Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dalam Peningkatan Mutu Pendidikan pada MIN Lumpatan Kabupaten Musi Banyuasin

    No full text
    The School Operational Assistance (BOS) program aims to free up tuition fees for underprivileged students and provide relief for other students, so that they can get better quality basic education services until they are completed in order to complete 9 years of basic education compulsory education. Through BOS, the level of primary education students will be freed from all kinds of school operational costs. The purpose of this study was to find out the Management of the School Operational Assistance Fund (BOS) in improving the learning process in State MTs 1 and Al-Arkom MTs Palembang. The technical analysis used in this study is a qualitative data analysis technique. While the data collection techniques used are interviews, documentation and observation. The results showed that the effectiveness of the management of Operational Assistance funds in the process of improving the learning process in Palembang 1 MTSN had been running effectively in accordance with the 2007 School Operational Aid published by the Indonesian Ministry of Religion. As for the effective ones, namely the need for the availability of funds, facilities and infrastructure to support teaching and learning activities, human resources, planning activities or programs and the amount of funds that will be used for these activities or programs, activities to use school operational assistance funds to meet school needs, coordination between the school and the KOMITE, oversight of the use of the School Operational Assistance Fund (BOS), the improvement of the quality of education, the achievement of the objectives of the use of BOS funds and the achievement of the main objectives of the BOS funds program. Whereas in MTS Al-Arkom, the management of BOS funds has not been implemented effectively, namely the need for the availability of funds, facilities and infrastructure to support teaching and learning activities, human resources, planning activities or programs and the amount of funds to be used for these activities or programs. the school with the school KOMITE. Keywords: School Operational Assistance (BOS), Learning Process

    المدخل التقابلي والتواصلي في تعليم الأصوات العربية في المدرسة الابتدائية الإسلامية الحكومية 5 بنجرماسين = Analisis Pendekatan Kontrastif, dan Komunikatif dalam Pengajaran Pelafalan Ashwat Arabiyyah Madrasah Ibdaiyah Negeri 5 Banjarmasin

    No full text
    Dalam pembelajaran bahasa Arab, pelafalan yang benar merupakan aspek yang sangat mendasar dan tidak dapat diabaikan.Kesalahan dalam pelafalan ashwat dapat memiliki dampak yang signifikan. Salah satu dampak utama adalah kesalahpahaman dalam membaca teks Arab, yang dapat mempengaruhi pemahaman siswa terhadap makna ajaran agama. Kesalahan pelafalan dapat menghambat kemampuan siswa untuk mengikuti pelajaran dengan baik, yang pada akhirnya dapat mengurangi prestasi akademik mereka di bidang bahasa Arab. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pendekatan latihan, dampak dan tantangan pelaksanaan dalam pelafalan ashwat Arabiyyah dengan pendekatan fonetik, kontrastif, dan komunikatif pada pengajaran Bahasa Arab di Madrasah Ibtidaiyah Negeri 5 Banjarmasin. Dengan demikian, penelitian ini menemukan pendekatan fonetik terbukti efektif dalam membantu siswa memahami cara kerja alat artikulasi dan posisi fonem dalam pengucapan ashwat Arabiyyah. Pendekatan kontrastif berhasil mengidentifikasi kesalahan-kesalahan umum dalam pelafalan yang disebabkan oleh pengaruh bahasa ibu siswa. Sedangkan, pendekatan komunikatif memberikan pengalaman belajar yang lebih interaktif dan kontekstual bagi siswa

    Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis

    Full text link
    The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed

    Variations on the Author

    Full text link
    “Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship

    Manajemen Pengetahuan Dalam Organisasi Global : Systematic Literature Review

    No full text
    Penelitian ini mengulas secara sistematis literatur terkait manajemen pengetahuan dalamorganisasi global, dengan fokus pada tantangan, praktik, dan strategi efektif. Menggunakan pendekatan Systematic Literature Review (SLR) berdasarkan protokol PRISMA, sebanyak 99.424 artikel awal diidentifikasi melalui pencarian database, yang disaring menjadi 10 artikel relevan untuk analisis mendalam. Hasil menunjukkan bahwa manajemen pengetahuan di organisasi global menghadapi tantangan signifikan seperti perbedaan budaya, geografis, dan teknologi. Sistem berbasis teknologi informasi digunakan untuk mengatasi hambatan ini, memfasilitasi transfer pengetahuan eksplisit dan tacit antar cabang. Selain itu, penelitian ini mengidentifikasi enam kelompok motivasi akademisipraktis, bisnis, instrumental, pematuh, teoretis, dan fasilitator hubunganyang memengaruhi dinamika manajemen pengetahuan. Temuan menunjukkan perlunya kebijakan institusional yang mendukung beragam motivasi untuk menciptakan lingkungan kolaboratif dan produktif. Penelitian ini memberikan wawasan tentang bagaimana manajemen pengetahuan dapat meningkatkan kinerja, inovasi, dan adaptasi organisasi global dalam menghadapi perubahan lingkungan bisnis yang dinamis.Kata Kunci : Manajemen pengetahuan, Organisasi global, Systematic literatur revie

    Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis

    Full text link
    We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis
    corecore