1,721,511 research outputs found
Manajemen Zakat, Infaq, dan Shadaqah pada Lazis Fathullah UIN Jakarta
Alasan didirikan LAZIS Fathullah ialah karena melihat fenomena pengumpulan zakat yang terfokus pada bulan ramadhan, dan penyaluran dana zakat, infaq, dan shadaqah yang hanya dibagikan pada satu golongan saja yaitu fii sabilillah. LAZIS Fathullah UIN Jakarta dari sejak berdiri pada tahun 2009, belum terdaftar sebagai Lembaga Amil Zakat Nasional (LAZNAS) karena belum memenuhi syarat dan ketentuan untuk menjadi LAZNAS di Indonesia. Sehingga dalam operasionalnya, tidak ada pengawasan dari pemerintah Indonesia. Penelitian ini difokuskan pada manajemen zakat, infaq, dan shadaqah di LAZIS Fathullah UIN Jakarta yang meliputi manajemen pengumpulan dan penyaluran dana zakat, infaq, dan shadaqah pada tahun 2016. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kegiatan manajerial atau manajemen yang dilakukan oleh LAZIS Fathullah dalam mengelola dana zakat, infaq, dan shadaqah yang diterima dari muzakki, apakah berjalan dengan baik sesuai dengan aturan dalam memberikan pelayanan dan pemberdayaan yang terbaik kepada mustahik. Adapun metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif. Penelitian ini tidak mengadakan pengukuran dan perhitungan terhadap data. Dalam penelitian ini, data yang ditampilkan berasal dari naskah wawancara, catatan lapangan atau observasi, foto, video, dokumen pribadi, catatan kecil atau memo, dan dokumen resmi lainnya yang sesuai dengan masalah yang diteliti. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa LAZIS Fathullah UIN Jakarta telah menggunakan fungsi manajerial yang meliputi: perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengawasan dalam tugasnya sebagai lembaga pengelola zakat, infaq, dan shadaqah. Namun dalam beberapa temuan, dapat disimpulkan bahwa LAZIS Fathullah UIN Jakarta belum memiliki kekuatan yang penuh untuk mengelola dana zakat, infaq, dan shadaqah, karena masih dalam naungan Masjid Fathullah dan UIN Jakarta
Ahmad Lutfi Fathullah dan Digitalisasi Ḥadīth di Nusantara
This article aims to discuss the relationship between Ahmad Lutfi Fathullah and digitalization of Ḥadīth in Indonesia. The emergence of digitalization of Ḥadith in Indonesia can be associated with one of the leading scholars in the field of Ḥadīth, namely Ahmad Lutfi Fathullah through the Center of Ḥadīth Studies (PKH). The reason for the efforts of Ḥadīth digitalization by Ahmad Lutfi Fathullah departed from the awareness to maintain the existence of Ḥadīth studies in the modern era that demands the use of technological tools. The effort to digitalize the Ḥadīth as the result of collaboration with the use of technology has now given birth to a variety of digital Ḥadīth products, such as software, websites, android applications and Ḥadīth visualization. The effort to digitalize the Ḥadīth, one of which is undertaken by Ahmad Lutfi Fathullah at this time, has made the tradition of Ḥadīth studies, especially in Indonesia experience a dynamic orientation and transformation of Ḥadīth studies
Kontribusi Ahmad Lutfi Fathullah Terhadap Perkembangan Kajian Hadis Di Indonesia
Dalam perkembangan kajian hadis di Indonesia, tidak luput oleh ulama
hadis yang berperan didalamnya, karena berkembangnya kajian hadis dilihat dari
kontribusi para ulama-ulama khususnya dalam bidang hadis dan dalam
menyebarkan kajian hadis di Indonesia. Ahmad Lutfi Fathullah adalah seorang
pemilik Pusat Kajian Hadis di Kuningan Jakarta, beliau adalah salah seorang
ulama hadis di Indonesia yang memiliki lembaga pengembangan kajian hadis dan
keberadaannya pun sudah banyak di kenal oleh masyarakat Indonesia. Selain itu
juga beliau memiliki banyak kontribusi terhadap perkembangan kajian hadis dan
ilmu hadis di Indonesia.
Skripsi ini membahas tentang Kontribusi Ahmad Lutfi Fathullah terhadap
Perkembangan Kajian Hadis Kontemporer di Indonesia dengan fokus kepada studi
Karya-karya Ahmad Lutfi Fathullah. Sumber utama Primary Resourse) penelitian
ini adalah buku-buku yang ditulis Ahmad Lutfi Fathullah. Dengan menggunakan
metode analisis isi(Content Analysis) yaitu merupakan suatu langkah yang
ditempuh untuk memperoleh keterangan dari isi komunikasi yang disampaikan
dalam bentuk lambang atau buku. Adapun kontribusi yang diberikan Ahmad Lutfi
Fathullah terhadap perkembanga kajian hadis di Indonesia yaitu diataranya
memberikan peluang besar untuk mempelajari ilmu hadis melalui multimedia dan
telah mendirikan Pusat Kajian Hadis bagi siapa saja yang ingin mempelajariny
Pemikiran dan aktivitas dakwah Dr. Ahmad Lutfi Fathullah, MA
Dr. Ahmad Lutfi Fathullah, MA merupakan generasi penerus Guru Mughni, ulama besar asli Betawi ternama di akhir era 1800 dan awal 1900-an. Beliau adalah seorang muballigh yang semangat dalam menyiarkan ajaran Islam. Berdakwah, meneruskan tugas Rasulullah SAW sudah menjadi kewajiban untuk dirinya, karena beliau memiliki modal keilmuan agama yang cukup luas. Kegiatan dakwah yang dilakukannya cukup dikenal masyarakat dan terbilang sukses. Sosok Ahmad Lutfi Fathullah mengamalkan ilmu yang diperolehnya dengan mengisi kajian di TV, radio, beberapa universitas dan majlis Ta�lim. Dalam menyebarkan ajaran Islam, beliau menerapkan praktik dakwah dengan berbagai pendekatan, metode, dan media yang modern. Karenanya dalam dakwah haruslah dibutuhkan kontribusi pemikiran yang tepat, cara yang stategis, agar aktivitas dakwah Islam dapat tetap berjalan kapan dan di mana pun. Adapun rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu bagaimana pemikiran dakwah Ahmad Lutfi Fathullah menurut paradigma dakwah. Dan bagaimana aktivitas dakwah Ahmad Lutfi Fathullah menurut paradigma dakwah. Metode yang digunakan penulis adalah metode analisis deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Penelitian ini juga menggunakan metode pengumpulan data tringulasi. Penulis mengumpulkan data dari berbagai sumber buku, sumber informan (wawancara), dan observasi langsung. Kemudian penulis melakukan analisis yaitu dengan membandingan temuan dengan teori yang telah ada sebelumnya. Pemikiran dakwah Ahmad Lutfi Fathullah adalah mengajak manusia agar menyembah Allah SWT dengan melaksanakan segala ajaran-Nya yang terkandung dalam Kitab Al-Qur�an dan Sunnah Nabi SAW. Dalam menyampaikan ajaran Islam, Beliau menggunakan media yang modern dan canggih. Tujuannya agar mad�u dapat menerima pesan dakwah yang disampaikannya dengan mudah. Aktivitas dakwah Ahmad Lutfi Fathullah adalah berbentuk tabligh dan pengembangan masyarakat. Dalam tablighnya, Beliau menyampaikan pesan-pesan ajaran Islam yang bersumber dari Quran dan Hadis Nabi SAW, di sejumlah majlis ta�lim. Beliau menggunakan metode dan media yang sesuai dengan perkembangan zaman saat ini. Dakwah dalam pengembangan masyarakat yang dilakukannya, yaitu dengan membangun Sekolah Perguruan Islam Al-Mughni di Jakarta, mendirikan Pusat Kajian Hadis, dan mendirikan Pesantren Hadis Untuk Keluarga di Bogo
Zuhud menurut Fathullah Gulen
Pada zaman sekarang ini banyak orang yang salah paham terhadap zuhud. Banyak yang mengira kalau zuhud adalah meninggalkan harta, menolak segala kenikmatan dunia, dan mengharamkan yang halal. Penafsiran yang telah diberikan oleh kaum sufi pada periode awal terhadap makna zuhud dalam Islam semuanya berkaitan dengan pandangan pesimistis terhadap kehidupan dunia. Oleh sebab itu, dunia ini harus dijahui dan kemegahan serta kenikmatan hidup duniawi harus ditolak. Padahal Islam mengharuskan umatnya agar memakmurkam bumi, bekerja, dan menguasai dunia, tetapi pada saat yang sama tidak tertipu oleh dunia. Di zaman modern ini, budaya, ekonomi, sosial serta agama tak luput dari pengaruh modernisasi sebagai bentuk peradaban maju yang justru memiliki “efek samping” yang begitu kompleks, masyarakat sering menampilkan sifat-sifat yang kurang terpuji, terutama dalam menghadapi materi yang gemerlap ini. Dampak nyatanya adalah masyarakat yang menjadi lebih konsumerisme dan individualisme. Dasar-dasar ajaran zuhud ini kemudian dikembangkan oleh tokoh-tokoh tasawuf sesuai dengan pengalaman serta kemampuan masing-masing para sufi. Diantaranya adalah memilih hidup sederhana dan mengasingkan diri, tekun beribadah, berdzikir, tawadhu’, merenungkan kebesaran Tuhan, mencari kelemahan diri, memikirkan dan memperhatikan keindahan alam semesta. Dengan demikian, tidak berlebihan bila sikap zuhud akan bisa menolak pola hidup konsumerisme dan individualisme yang kian marak. Lebih dari itu, akan pula mengurangi kecemburuan sosial oleh komunitas yang strata ekonominya lebih rendah kepada komunitas seatasnya sebagai imbas dari ketimpangan sosial. Di abad 21 ini, muncul nama seorang sufi, Fathullah Gulen yang menawarkan pemaknaan baru dari makna zuhud sufi terdahulu yang cenderung negatif. Makna zuhud-nya sangat universal dan relevan jika diterapkan dalam diri setiap manusia sepanjang zaman. Zuhud-nya bisa dijadikan benteng diri dari sifat rakus terhadap dunia yang mengakibatkan mereka lalai terhadap kehidupan akheratnya.
Penelitian ini mengangkat judul “ZUHUD MENURUT FATHULLAH GULEN”, yang merupakan penelitian kualitatif. Fokus penelitian ini yaitu: pertama untuk mendeskripsikan bagaimanakah konsep zuhud menurut Fathullah Gulen. Kedua Untuk menganalisis bagaimana penerapan konsep zuhud di zaman modern sekarang ini.
Penelitian ini adalah penelitian kepustakaan (library research) yaitu penelitian yang dilakukan dengan mendayagunakan sumber informasi yang terdapat di perpustakaan dan jasa informasi yang tersedia yang kemudian dianalisis dengan menggunakan analisis kritis dan analisis isi.
Temuan penelitian ini adalah: Pertama Fathullah Gulen memandang zuhud mirip dengan khauf dan raja’ sebuah perbuatan hati, hanya saja zuhud sedikit berbeda dari kedua sifat itu karena efek dari zuhud tergambar pada kondisi dan perilaku orang yang melakukannya, dan kemudian mempengaruhi arah tujuannya. Zuhud terpusat pada perbuatan hati dan dapat dinilai dari efeknya, yaitu berupa perilaku kesehariannya. Serta secara esensi, zuhud membangun sebuah konstruksi tujuan hidup dari pelakunya. Gulen mengambil contoh pada Rasulullah saw: 1. Rasulullah saw tidak pernah membiarkan adanya peluang untuk mengeksploitasi tanggungjawab kenabian yang beliau emban demi mengejar kepentingan duniawi. 2. Rasulullah SAW menjelaskan keagungan dan keluhuran beliau dalam mengemban tanggungjawab suci sebagai Nabi yang mengikuti para nabi dan rasul pendahulu beliau. 3. Rasulullah SAW selalu mengemban tanggungjawab untuk menjadi teladan dan pembimbing (mursyid) bagi para ulama umat beliau yang bertugas menyebarkan kebenaran.
Kedua Penerapan konsep zuhud Fathullah Gulen pada era sekarang ialah menerapkan hati yang dipenuhi dengan sifat zuhud yang selalu merenungi nilai-nilai zuhud pada setiap kondisi yang terkadang berlawanan antara satu dengan yang lainnya, baik perasaannya berhubungan dengan kondisi itu maupun tidak, baik dalam urusan makan maupun minum, baik dalam jaga maupun tidur, baik ketika berkata-kata maupun diam, baik dalam khalwat (kesendirian) maupun jalwat (keramaian). Dengan begitu sang zahid akan selalu dalam keadaan zuhud, dalam kondisi apapun. Bila sudah demikian maka ketergantuangan akan dunia terhapus dalam dirinya dan bisa terpusat akan kebesaran Allah SWT, dan diharapkan zuhud bisa menjadi sebuah akhlak, dimana zuhud menjadi sikap batin seseorang dalam menjalani hidup. Karena modernitas bersifat menguasai keseluruhan setiap unsur masyarakat maka kehidupan modern punya kecendurungan untuk mendewakan materi secara substansial.
Ketiga penerapan zuhud Fathullah Gulen dengan cara meninggalkan hal-hal yang berlebih-lebihan, walaupun halal, menunjukkan sikap hemat, hidup sederhana, dan menghindari berlebih-berlebihan, kemewahan atau kemilikan harta yang lebih bernilai sebagai promotor status dari pada sebagai harta kekayaan yang produktif. Sedangkan pengaruhnya adalah meninggalkan hal-hal yang haram untuk menuntut seseorang agar mencari penghasilan secara tulus lewat kerja keras, menghindari hal-hal yang merugikan orang lain, dan menciptakan pekerjaan yang mempunyai nilai sosial yang tinggi. Pengaruh ini melekat pada masyarakat awam yang kini sudah semakin sadar apa hakekat zuhud itu
Kontribusi Ahmad Lutfi Fathullah dalam Kajian Hadis Indonesia melalui Aplikasi Perpustakaan Islam Digital
Penelitian ini membahas tentang kontribusi Dr.Ahmad Lutfi Fathullah terhadap perkembangan kajian hadis diindonesia dengan fokus kepada kajian hadis yang beliau kembangkan dalam dunia digital, khususnya perpustakaan Islam digital. Sumber utama adalah karya Dr. Ahmad Lutfi Fathullah yang beliau buat dalam bentuk digital, yaitu perpustakaan Islam digital. Peneliti menggunakan teknik observasi dengan menggunakan metode deskriptif-analitis. Hasil penelitian ini adalah Dr. Ahmad Lutfi Fathullah adalah tokoh yang mempunyai pengaruh yang besar terhadap perkembangan ilmu hadis diIndonesia. Karya-karya beliau yang unik, menarik dan berbeda dengan masa-masa sebelumnya menjadi daya tarik tersendiri di era digital sekarang ini. Itu karena Dr. Ahmad Lutfi Fathullah mengembangkan ilmu hadis dengan memanfaatkan teknologi digital sebagai sarana untuk mempermudah orang lain mempelajari hadis yaitu dengan membuat aplikasi-aplikasi komputer dan juga smartphone
KONTRIBUSI AHMAD LUTFI FATHULLAH DALAM KAJIAN HADIS INDONESIA MELALUI APLIKASI PERPUSTAKAAN ISLAM DIGITAL
Penelitian ini membahas tentang kontribusi Dr.Ahmad Lutfi Fathullah terhadap perkembangan kajian hadis diindonesia dengan fokus kepada kajian hadis yang beliau kembangkan dalam dunia digital, khususnya perpustakaan Islam digital. Sumber utama adalah karya Dr. Ahmad Lutfi Fathullah yang beliau buat dalam bentuk digital, yaitu perpustakaan Islam digital. Peneliti menggunakan teknik observasi dengan menggunakan metode deskriptif-analitis. Hasil penelitian ini adalah Dr. Ahmad Lutfi Fathullah adalah tokoh yang mempunyai pengaruh yang besar terhadap perkembangan ilmu hadis diIndonesia. Karya-karya beliau yang unik, menarik dan berbeda dengan masa-masa sebelumnya menjadi daya tarik tersendiri di era digital sekarang ini. Itu karena Dr. Ahmad Lutfi Fathullah mengembangkan ilmu hadis dengan memanfaatkan teknologi digital sebagai sarana untuk mempermudah orang lain mempelajari hadis yaitu dengan membuat aplikasi-aplikasi komputer dan juga smartphone
HADIS-HADIS ‘IMAMAH DALAM PERSPEKTIF AHMAD LUTFI FATHULLAH
Hadis-hadis ‘imamah bertujuan menjelaskan hakekat serban serta pemahaman Ahmad Lutfi Fathullah tentang serban. Diharapkan dapat memberikan pemahaman yang komperehensif kepada masyarakat tentang serban. Penelitian bersifat library research. Hasil penelitian menjelaskan bahwa serban adalah pakaian yang digunakan di bagian kepala. atau menunjukkan kepada bentuk pakaian yang biasa digunakan seorang laki-laki di kepalanya, dengan model yang beragam, disesuaikan dengan budaya dan tradisi masing-masing daerah. Adapun pandangan Ahmad Lutfi Fathullah bahwa serban bukan bagian dari tradisi Islam dan bukan juga Sunnah melainkan budaya dan tradisi bagi bangsa Arab yang setiap muslim boleh mengikutinya atau mengabaikanya. Ahmad Lutfi Fathullah juga berpendapat bahwa memakai serban dengan niat mencontohi prilaku Rasulullah, maka akan menjadi Sunnah bagi orang yang melakukannya dan akan mendapatkan pahala disisi Allah SWT., karena segala sesuatu itu dinilai sesuai dengan niatnya
Literary Anthropology Analysis of Nyoman Kutha Ratna in Telegram Titik Novel Habis by Fathullah Wajdi
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan sosial budaya dengan pendekatan antropologi sastra dalam kutipan novel Telegram Titik Habis karya Fathullah Wajdi. Penelitian ini menggunakan kualitatif deskriptif dengan metode hermeneutika, berkaitan langsung dengan penafisran dan analisis penulis terhadap novel. Sedangkan sumber data dalam penelitian ini adalah novel Telegram Titik Habis karya Fathullah Wajdi. Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini ialah (1) Aspek Bahasa, bahasa yang digunakan dalam novel Telegram Titik Habis karya Fathullah Wajdi ialah bahasa Jawa Serang (Bebasan), Bahasa Betawi, Bahasa Sunda, dan Bahasa Indonesia. (2) Aspek religi masyarakat dalam novel Telegram Titik Habis karya Fathullah Wajdi sangat kuat dalam keislaman karena mereka penganut agama islam. (3) Aspek mata pencaharian, terdapat beberapa profesi yang tergambarkan dalam novel diantaranya; kiyai, naib, guru madrasah, PNS, pedagang kue, santri, dan wiraswasta. (4) Aspek organisasi sosial atau sistem kemasyarakatan, tergambar pada novel ini masih adanya sistem perjodohan yang berlaku. (5) Nilai sosial aspek pengetahuan, sifat tokoh memberikan pesan moral kepada pembaca agar memiliki sifat sabar, gigih, berfikir maju, agamis, rendah hati, berani, tidak berputus asa dan bertanggung jawab. This study aims to describe the socio-cultural approach to anthropology in the quote from the novel Telegram Titik Out by Fathullah Wajdi. This study uses a qualitative with hermeneutic method, directly related to the author's interpretation and analysis of this novel. While the source of data in this study is the novel Telegram Point Out by Fathullah Wajdi. The results obtained in this research are (1) Aspects of Language, the language used in the novel Telegram Point of Exhaustion by Fathullah Wajdi is Javanese Serang (Bebasan), Betawi language, and Indonesian. (2) The religious aspect of society in the novel Telegram Point of Exhaust by Fathullah Wajdi is very strong in Islam because they are adherents of the Islamic religion. (3) Aspects of livelihood, there are several professions described in the novel including: kiyai, naib, madrasa teachers, civil servants, cake traders, students, and entrepreneurs. (4) Aspects of social organization or social system, as depicted in this novel, still depict the existing matchmaking system. (5) The social value of the knowledge aspect, the character of the character gives a moral message to the reader to have patience, persistence, forward thinking, religious, humble, courageous, not giving up and responsible
KONTRIBUSI AHMAD LUTFI FATHULLAH DALAM PERKEMBANGAN KAJIAN HADIS DI INDONESIA MELALUI APLIKASI PERPUSTAKAAN ISLAM DIGITAL
Skripsi ini membahas tentang kontribusi Dr. Ahmad Lutfi
Fathullah terhadap perkembangan kajian hadis di indonesia dengan
fokus kepada kajian hadis yang beliau kembangkan dalam dunia
digital khususnya adalah perpustakaan islam digital. Sumber
utama (primary resources) penelitian adalah karya Dr. Ahmad
Lutfi Fathullah yang beliau buat dalam bentuk digital khususnya
adalah perpustakaan islam digital.
Dalam hal ini peneliti menggunakan teknik observasi
tidak terstruktur yaitu observasi yang tidak dipersiapkan secara
sistematis tentang apa yang akan di observasi. Didalam melakukan
pengamatan peneliti tidak menggunakan instrument yang telah
baku, tetapi hanya berupa rambu-rambu pengamatan. Dengan
menggunakan metode deskriptif-analitis, data-data yang telah
dikumpulkan dari bebeerapa sumber, diseleksi dan dirangkaikan
ke dalam hubungan-hubungan fakta, sehingga membentuk
pengertian-pengertian, yang kemudian dituangkan ke dalam
bentuk penulisan deskriptif-analisis.
Dalam penelitian ini nantinya akan menjelaskan tentang
metode Ahmad Lutfi Fathullah dalam membuat aplikasi
perpustakaan islam digital dan menjelaskan sistematika yang
dibuat Ahmad Lutfi Fathullah dalam membuat aplikasi
perpustakaan islam digital serta menjelaskan implikasi dari
aplikasi perpustakaan islam digital yang dibuat oleh Ahmad Lutfi
Fathullah dalam dinamika kajian hadis di Indonesia
- …
