1,723,158 research outputs found
Goat’s Milk Production / Muhammad Fakhruddin Johari
Farm Land a company that produces fresh goat milk in powder and bottled for ready drinks to all goat milk enthusiast in Malaysia. Both of these product types that
have been commercialized by our company are sourced from local goat milk suppliers which is not imported form another country. This company also providing a variety of
flavour for their goat milk according to the taste of the current consumer to make them a satisfactions when purchase the products. Our main purpose is to make a different on our products with the existence product which is using a local goat’s milk. Choosing these local suppliers indirectly can controls the quality of the milk and can improves the country’s economy itself. Farm Land also offered their product at lower price to encourage consumer have a healthy drink. Direct delivery to marketers is also provided by us without charges any additional cost.
Farm Land has chose Kulim as their operating locations because it’s close to Penang. This location also a industrial zone and many residential areas around the area. Business has seen an explosion of growth over the year in Kulim and many people stay here because of many job opportunities around and it will cause demand of groceries and beverages arise. Moreover, this area is not yet running business product like ours. So competitors can be reduced.
Our marketing strategy is to emphasized the quality and price of our products and services. We offer the affordable price because to attract consumers to choose our product. As we know, this goat’s milk drink is a bit expensive, so we offer buyers the opportunity to enjoy our beverage products at a reasonable price with a high quality. The management of Farm Land have consist of 5 extensive experience workers in in finance, businesses, sale, accounting and food production. They are Fakhruddin as
their general manager, Aafiyah as finance manager, Zaim Lukman as administrative manager, Fahmi as marketing manager and Nurul Izzah as operation manager. This
company is sole proprietorship by Fakhruddin and these team management will take their role and responsibilities together instead different duties to make the product
successful
FLI: A strategy for revitalizing endangered languages and cultures
Northern Pakistan is home to more than 25 distinct languages, many of them with a relatively small number of speakers. Due to a lack of institutional support, many of these languages have been under the threat of extinction. The Forum for Language Initiatives (FLI) was established in 2002 with the goal to preserve and promote these languages by building capacity among the people from local communities in the area of language documentation, multilingual education, literature production and organizational development. In addition, FLI also publishes books about the languages and cultures of the region, runs advocacy campaigns for the language communities and builds bridges among people in the region. External linguists and specialists, in the area of multilingual education and management, work as mentors and master trainers. They trained a core group of people from the language communities as trainers through both long- and short-duration training interventions. In spite of many challenges, FLI has made some significant progress towards achieving its goals during the last ten years. The situation as a whole in the country and among these language communities is very different from the way it was back in 2002. Many trainees of FLI are actively involved in preserving and developing their mother tongues. Some have formed community-based organizations and established mother-tongue-based education programmes, and one of the provincial governments has passed bills to establish a government department to develop the languages in the province. FLI’s administrative and training responsibilities have also transitioned to Pakistani citizens who have benefited the most from the training, although these external experts continue to provide consultancy and training services to FLI’s local leadership
Strategi komunikasi dakwah KH Fakhruddin Al-Bantani : Penelitian di YouTube
Di era saat ini, banyak pendakwah yang memperbarui cara mereka menyampaikan dakwah dan memanfaatkan media sosial sebagai alat untuk menyebarkan pesan dakwah. Pada dasarnya, Strategi merupakan rencana dan pengelolaan yang dirancang untuk mencapai tujuan. Selain berperan sebagai panduan arah, strategi juga harus dapat memberikan taktik operasional yang diperlukan untuk mencapai hasil yang diinginkan. Dakwah KH Fakhruddin Al-Bantani juga memiliki strategi agar pesan dakwah yang disampaikan menginspirasi masyarakat untuk melakukan kebaikan setelah mendengarkan dakwah dari KH Fakhruddin Al-Bantani. Strategi ini merupakan langkah-langkah yang direncanakan terlebih dahulu untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi komunikasi dalam media sosial melalui YouTube pada konten dakwah video KH Fakhruddin Al-Bantani dengan tiga fokus penelitian tentang cara KH Fakhruddin Al-Bantani memahami sudut pandang jamaah, cara KH Fakhruddin Al-Bantani menyusun pesan, dan metode komunikasi KH Fakhruddin Al-Bantani dalam berdakwah.
Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah strategi dakwah dalam perspektif ilmu komunikasi dari Arifin Anwar yang menjelaskan bahwa dalam proses berdakwah diperlukan strategi dengan tiga rumusan yakni memahami audiens, menyusun pesan dengan tepat, dan menetapkan metode komunikasi.
Pada penelitian ini digunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif yang mengandalkan data lapangan yang diperoleh melalui informan, responden, dokumentasi, dan observasi di setting sosial yang berhubungan dengan subjek yang diteliti. Pengumpulan data pada penelitian ini dengan wawancara, observasi, serta dokumentasi agar memperoleh data yang valid dan mendalam pada strategi yang digunakan KH Fakhruddin Al-Bantani dalam berdakwah melalui media sosial.
Hasil penelitian ini menjelaskan bahwa strategi komunikasi dakwah KH Fakhruddin Al-Bantani pada media sosial terbagi pada tiga aspek. Pertama cara KH Fakhruddin Al-Bantani memahami sudut pandang jamaah menunjukkan adanya pemahaman mendalam pada audien yang terbagi pada tiga jenis audiens yakni awam, akademik, dan khusus. Sedangkan cara KH Fakhruddin Al-Bantani menyusun pesan ditemukan bahwa pesan yang disusunnya menyesuaikan dengan ketiga jenis karakteristik jamaah. Kemudian pada metode komunikasi KH Fakhruddin Al-Bantani dalam berdakwah terdapat temuan bahwa KH Fakhruddin Al-Bantani menggunakan beberapa metode menyesuaikan dengan ketiga jenis kategori jamaah yang ada
Kiai Haji Fakhruddin
Buku biografi Kiai Haji Fakhruddin merupakan salah satu hasil pelaksanaan kegiatan Proyek Inventarisasi dan Dokumentasi Sejarah Nasional Direktorat Sejarah dan Nilai Tradisional Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Proyek tersebut menerbitkannya pada tahun 1981 sebagai catatan pertama.rnBuku ini memuat riwayat perjuangan Kiai Haji Fakhruddin sebagai seorang pejuang yang gigih. Ia seorang tokoh Muhammadiyah yang serba bisa, misal menjadi wartawan, redaktur, ahli agama, muballigh, dan politikus. Semua itu dapat ia capai berkat usahanya sendiri. Ia memang seorang otodidak yang berhasil. Sebagai tokoh Muhammadiyah, ia berhasil membawa kemajuan dan meyakinkan bahwa Muhammadiyah mampu menggerakkan bangsa untuk melawan penjajah.rnMengingat isi buku yang penuh keteladanan ini, persebarannya perlu lebih ditingkatkan terutama kepada generasi muda sebagai penerus perjuangan bangsa. Sementara itu persediaan buku cetakan pertama telah habis disebarluaskan secara instansional.rnUntuk memenuhi permintaan tersebut, pimpinan Direktorat Sejarah dan Nilai Tradisional memeberikan kepercayaan kepada Proyek Inventarisasi dan Dokumentasi Sejarah Nasional untuk melakukan penyempurnaan, perbanyakan, dan persebaran buku ini kepada masyarakat dengan jangkauan lebih luas.rnxiv, 94 hlm. ; 20 cm
Pendidikan Kejiwaan dan Kesehatan Mental (Perspektif Fakhruddin ar-Razi)
This article elaborates on Fakhruddin ar-Razi thougts about psychiatric and mental health. The research used a qualitative method. The findings showed that soul according to Fakhruddin ar-Razi, divided into three souls that are rational, emotional souls and animal. Furthermore, ar-Razi thoughts about Islamic mental health are love and romance, fairness, envy, anger, falsehood, miser and greed. All of these require Islamic therapy for healing.Artikel ini mengelaborasi tentang pemikiran Fakhruddin ar-Razi tentang kejiwaan dan kesehatan mental. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Hasil temuan menunjukkan bahwa Jiwa menurut Fakhruddin ar-Razi, terbagi tiga: jiwa yang bersifat rasional, jiwa yang bersifat emosional dan kehewanan. Selanjutnya pemikiran al-Razi tentang kesehatan mental Islami adalah: cinta dan asmara, wujub, iri, kemarahan dan dusta, kikir dan tamak. Kesemuanya ini memerlukan terapi Islami untuk penyembuhannya
- …
