1,721,086 research outputs found
ANALISIS PENYAMPAIAN LAPORAN PROGRAM TB PARU OLEH PUSKESMAS DI DINAS KABUPATEN KOTAWARINGIN TIMUR TAHUN 2009
Tuberkulosis merupakan penyakit menular yang diakibatkan oleh kuman TBC (Mycobacterium tuberculosis) yang sebagian besar kuman TBC menyerang paru, tetapi dapat juga mengenai organ tubuh lainnya. Penderita tuberkulosis paru di Kabupaten Kotawaringin Timur tahun 2008 sebesar 172 orang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor keterkaitan ketepatan penyampaian laporan TB Paru oleh Puskesmas di Dinas Kesehatan Kabupaten Kotawaringin Timur.
Jenis penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif, suatu metode menggunakan proses berpikir yang dimulai dengan pengumpulan data, klasifikasi data, pengolahan data dan analisis data, kemudian data tersebut menjadi dasar untuk menarik kesimpulan dan laporan.Sampel diambil sebanyak 9 Puskesmas dan 1 wakil supervisor kabupaten.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa waktu diterimanya laporan TB Paru di Dinas Kesehatan Kabupaten Kotawaringin Timur pada triwulan I sebanyak 3 Puskesmas, pada triwulan II sebanyak 9 puskesmas, pada triwulan III sebanyak 9 Puskesmas dan pada triwulan IV sebanyak 6 Puskesmas. Dari penelitian ini disimpulkan bahwa rata-rata puskesmas tepat waktu diterimanya laporan di Dinas Kesehatan Kabupaten Kotawaringin Timur tahun 2008 mencapai 75 %, akibat dari pengelola
mempunyai tugas ganda dan pengiriman laporan secara bersamaan dengan laporan
program puskesmas.
Perlu disarankan walaupun ada model menunggu tetap diupayakan agar ada deadline pengiriman dan menjadi perioritas utama.
Kata Kunci: Laporan, TB Par
Rekonstruksi kedudukan kelembagaan penyelesaian syiqaq berdasarkan asas mempersulit perceraian
Abstrak
BP4 adalah lembaga di bidang penasehatan perkawinan dan pengurangan perceraian. Badan yang berdiri pada 3 Januari 1960 dan di kukuhkan oleh Keputusan Mentri Agama Nomor 85 tahun 1961 ini lahir disebabkan keperihatinan atas tingginya angka perceraian pada saat itu. Tujuan berdirinya BP4 adalah untuk menekan angka perceraian dan mempertinggi mutu perkawinan guna mewujudkan keluarga sakinah menurut ajaran Islam.
Permasalahannya ialah saat ini angka perceraian tidak juga kunjung menurun melainkan sebaliknya. Berdasarkan data nasional, pada tahun 2014 angka perceraian yang telah di putus sekitar 345.085, sedangkan pada tahun sebelum-sebelumnya yaitu tahun 2012 angka perceraian masih di angka 295.259, peningkatan ini lebih dari 10% hanya dalam tenggang waktu 2 tahun, padahal sudah ada kelembagaan penyelesaian siyqaq/BP4. Berdasarkan permasalahan ini, maka pertanyaan penelitian ini ialah bagaimana konstruksi kelembagaan penyelesaiaan syiqaq di Indonesia dan bagaimana rekonstruksi kedudukan kelembagaan syiqaq berdasarkan asas mempersulit perceraiaan.
Penelitian ini dilakukan untuk menjawab pertanyaan penelitian tersebut. Jenis penelitian ini ialah penelitian kepustakaan dengan pendekatan terhadap sejarah dan undang-undang serta metode analisis conten analysis. Kemudian untuk melakukan rekonstruksi dengan bersandar pada asas mempersulit perceraian, teori maqashid Syariah, teori hukum pembangunan dan teori sistem hukum.
Konstruksi kelembagaan penyelesaian syiqaq di Indonesia yang dimulai sejak tingginya angka perceraian pada tahun 1954 dengan landasan UU Nomor 1 tahun 1974 tantang Perkawinan sampai saat ini belum bisa di katakan efektif dan belum mengalami kemajuan yang signifikan, sebab tetap naiknya angka perceraian di Indonesia. Rekonstruksi yang harus dilakukan berdasarkan hasil penelitian ini ialah: pertama memperkuat aturan yang mengatur BP4 dengan mengeluarkan undang-undang yang baru. Kedua, menjadikan BP4 lembaga resmi. Ketiga, mengubah nama BP4 menjadi Kelambagaan Syiqaq. Keempat, mengadopsi tokoh agama/tokoh adat sebagai penasehat. Kelima, melakukan sosialisasi guna mengenalkan peran dan fungsi lembaga. Kemudian dari hasil penelitian ini juga ada dua pola tawaran yaitu pertama, menghilangkan BP4 kemudian membangun Kelembagaan Syiqaq, yaitu kelembagaan yang bergerak dengan mengedepankan asas perdamaian dan asas mempersulit perceraian. Kemudian tawaran Kedua, BP4 tidak perlu di hapuskan tapi BP4 harus adanya pembenahan secara keseluruhan baik dari segi aturan, aparatur/ penasehatnya dan sarana prasarananya
ISLAM DAN REVOLUSI: Posisi Dan Peran Ulama Dalam Revolusi Islam Iran
<p>This article explains that Islam, as a religion, demonstrates phenomena of social revolution. One of essential revolutions is Iranian Revolution. It has attracted almost all elements of society, from grass roots to elites. The discussion of Iranian Revolution is always interconnected with Moslem intellectuals. They were the decision makers of the revolution. There was the viewpoint discrepancy of Moslem intellectuals before and after the revolution. Before Iranian revolution, they had similar idea to end the authoritarian rezime (Reza Pahlevi) which was supported by the Western countries. However, after the revolution, Muslim intellectuals grew to be two groups: the reformism and the conservatism. Both groups see the authority of <em>wilayah al faqih</em> differently. The reformist group thought that <em>wilayah al faqih</em> was not valid to be the guide after revolution, but conservative group viewed conversely.</p><p> </p><p>Artikel ini menjelaskan bahwa sebagai agama, Islam menunjukkan fenomena revolusi sosial. Salah satu revolusi yang penting ialah revolusi Iran. Ia menarik perhatian hampir seluruh elemen masyarakat dari kaum pribumi hingga kaum elit. Diskusi tentang Revolusi Iran selalu berhubungan dengan cendekiawan Muslim. Mereka adalah pembuat keputusan dalam revolusi. Ada ketidakcocokan sudut pandang cendekiawan Muslim sebelum dan sesudah revolusi. Sebelum revolusi Iran, mereka sependapat untuk mengakhiri rezim otoriter (Reza Pahlevi), yang didukung oleh negara-negara Barat. Sebaliknya, setelah revolusi, cendekiawan Muslim terbagi dua golongan: reformis dan konservatif. Kedua grup memandang otoritas <em>wilayah al faqih</em> secara berbeda. Grup reformis berpendapat bahwa <em>wilayah al faqih</em> tidak valid untuk dijadikan pedoman setelah revolusi, sedangkan grup konservatif berpendapat sebaliknya.</p><p> </p></jats:p
Prototype Monitoring Ketinggian Air pada Waduk Berbasis Mikrokontroler
Pengawasan terhadap ketinggian air baik pada waduk ataupun bendungan
merupakan pekerjaan yang tidak terlalu berat, namun jika terjadi kelalaian dalam
pengawasan akibatnya sangat merugikan karena menyangkut keselamatan warga
disekitarnya. Bukan hanya itu, penyampaian informasi mengenai ketinggian air
juga sangat minim. Sehingga ketika curah hujan tinggi, warga yang tinggal
disekitar waduk/bendungan tidak cukup waktu untuk membenahi barang-barang
yang perlu diamankan.
Debit air yang tidak terkontrol akibat curah hujan yang ekstrem dapat
membuat suatu waduk meluap dikarenakan kurangnya informasi ke pengawas
pintu air, hal ini disebabkan sistem pengawasaan pintu air saat ini masih manual.
Bukan hanya itu, dalam membuka dan menutup pintu air dibutuhkan juga petugas
pintu air yang harus siap siaga di dekat tuas pengontrol pintu air agar ketika debit
air sudah tinggi maka petugas dapat segera membuka pintu air. Cara manual ini
mempunyai faktor kekurangan yaitu, apabila para penjaga pintu tersebut lalai
dalam tugasnya, maka tuas pembuka dan penutup pintu tidak difungsikan dengan
baik sehingga dapat menyebabkan air meluap ke lingkungan warga disekitar
waduk.
Salah satu bidang teknologi yang berkembang itu ialah teknologi
mikrokontroler. Adapun penerapan dari teknologi mikrokontoler adalah Prototype
Monitoring Ketinggian Air Pada Waduk Berbasis Mikrokontroler. Dalam
perancangan alat ini, menggunakan mikrokontroler ATMega 8535 sebagai
pengolah data dan sensor ping sebagai input serta LCD grafik, LED, Buzzer dan
Motor DC sebagai inputnya.
Untuk pemberitahuan dini terjadinya bencana banjir, maka diperlukan
pengamatan monitoring level air secara intensif dan efektif, agar hal-hal yang
menjadi kekhawatiran warga di sekitar waduk tersebut dapat di tepis karena
adanya informasi secara akurat dari monitoring waduk
The Existence of Pesantren in The Dutch East Indies Government Pressure
Academic anxiety in this article is that pesantren, as the oldest Islamic religious education institution in the Nusantara, experienced a lot of pressure during the Dutch East Indies Government through the policies it enforced. So the first problem formulation will explain the Zending school policy imposed by the Dutch East Indies Government to compete with pesantren. The second problem formulation will explain the Teacher Ordinance policy to limit pesantren scholars’ movement in teaching Islam. From the formulation of the first problem, it is explained that the Dutch East Indies Government’s efforts by providing large financial subsidies for priests and zending school students experienced success at the beginning of the period, but failed in the next period. Whereas the second problem formulation explains the imposition of strict administrative requirements before undergoing learning activities, the prohibition of study activities if the pesantren does not meet the stipulated conditions produces more students who dare to oppose colonialism, so the Dutch East Indies Government revoked the Teacher Ordinance in 1928.Kegelisahan akademik dalam artikel ini adalah pesantren sebagai lembaga pendidikan agama Islam tertua di Nusantara mengalami banyak tekanan pada masa Pemerintah Hindia Belanda melalui kebijakan-kebijakan yang diberlakukan. Maka rumusan masalah yang pertama akan menjelaskan kebijakan Sekolah Zending yang diberlakukan oleh Pemerintah Hindia Belanda untuk menyaingi pesantren. Rumusan masalah yang kedua akan menjelaskan kebijakan Ordonansi Guru untuk membatasi gerak bagi para sarjana pesantren dalam mengajarkan agama Islam. Dari rumusan masalah yang pertama menjelaskan bahwa usaha Pemerintah Hindia Belanda dengan memberikan subsidi keuangan yang besar untuk pendeta dan siswa sekolah zending mengalami keberhasilan di awal periode, namun mengalami kegagalan di periode selanjutnya. Sedangkan rumusan masalah yang kedua menjelaskan pemberlakuan persyaratan administrasi yang ketat sebelum menjalani kegiatan belajar, pelarangan kegiatan studi jika pesantren tidak memenuhi ketentuan yang telah ditetapkan justru melahirkan lebih banyak siswa yang berani menentang kolonialisme, sehingga Pemerintah Hindia Belanda mencabut Ordonansi Guru pada tahun 1928
Absorption of Heavy Metal Lead (Pb) by Water Hyacinth (Eichhornia crassipes) and Its Influence to Total Dissolved Solids of Groundwater in Phytoremediation
Waste of heavy metal lead (Pb) in waters needs to be addressed through phytoremediation because it is toxic to the environment. The purpose of this study is to determine the effect of water hyacinth (Eichhornia crassipes) ability in water to absorb heavy metal Pb and its effects to total dissolved solids (TDS) of groundwater during the phytoremediation process. Using E. crassipes, groundwater samples and Pb(NO3)2 as a source of Pb, the initial characterization of the two samples was previously carried out. Created four treatments of ground water, i.e.: P1 contains 2 ppm Pb with E. crassipes, P2 contains 4 ppm Pb with E. crassipes, P3 contains 2 ppm Pb without E. crassipes, and P4 contains 4 ppm Pb without E. crassipes. Observation of Pb by method of atomic absorption spectrometry (AAS) and determination of TDS by gravimetric method, each carried out on days 0, 4, 8, and 12. The results show the treatment of 2 ppm Pb, E. crassipes is more effective at absorbing Pb which is 96.0% compared to treatment 4 ppm Pb which is 90.0%. While 2 ppm Pb and 4 ppm Pb as control only 18.5% and 17.5%. Treatment of 2 ppm Pb which uses E. crassipes shows better water quality than concentration TDS 62.55 ppm compared to treatment of 4 ppm Pb with TDS 70.50 ppm while 2 ppm Pb and 4 ppm Pb as a control does not significantly affect to water quality
ANALISIS POPULASI BAKTERI PADA AIR ASAM TAMBANG DENGAN PERLAKUAN SEDIMEN MANGROVE
Limbah air asam tambang merupakan sumber pencemar pada lingkungan yang bisa mengganggu kehidupan berbagai organisme, dapat ditanggulangi secara biologis dengan memanfaatkan mikroba dari sedimen lahan basah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dinamika populasi mikroba pada air asam tambang dengan perlakuan sedimen mangrove, perhitungan total mikroba dengan metode standard plate count .Hasil pengamatan menunjukkan perlakuan sedimen mangrove meningkatkan pertumbuhan populasi mikroba pada hari ke-15 yaitu 3,5 x 106 sel/ml pada perlakuan I dan 1,53 x106 sel/ml pada hari ke-15 pada perlakuan II, sedangkan pada perlakuan III sebagai kontrol jumlah mikroba hanya 0,2 x 106 di awal inkubasi dan terus menurun hingga hari ke 25.Hasil isolasi mikroba dari sedimen mangrove, didapatkan 13 isolat yang berbeda berdasarkan ciri morfologi secara makroskopis meliputi warna, bentuk, tipe dan elevasi koloni
Pengelolaan Pembelajaran Pendidikan Agama Islam pada Masa Rasulullah dan Masa Modern
Abstract: The purpose of this study is to identify how to analyze Islamic learning management during the time of the Prophet Muhammad, to identify how to analyze Islamic learning management in the modern era, and to identify comparative analysis of Islamic learning management at the time of the Prophet Muhammad. SAW as well as in this modern era. Based on the results of the research, it can be seen that from the author\u27s analysis of the management of Islamic learning at the time of the Prophet Muhammad, it can be concluded from planning that has a fundamental character for the learning objectives of these friends and the people only. It is a moral medicine, and it is a learning vision. inside it. Organizing, at the time of the Prophet Muhammad SAW, the organization that became Dicala\u27s strength was the mandate and enthusiasm in carrying out the mandate given to his friends (application), at the time of Rasulullah SAW, the application was tried in the learning process was a reliable effort and effort without neighing supervision (supervision) during the supervision of the Messenger of Allah. Keywords: management, Islamic learning, Rasulullah SAW era, modern era. Abstrak: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi bagaimana menganalisis manajemen pembelajaran Islam pada masa Nabi Muhammad, untuk mengidentifikasi bagaimana menganalisis manajemen pembelajaran Islam di era modern, dan untuk mengidentifikasi analisis komparatif manajemen pembelajaran Islam pada masa Nabi. Muhammad. SAW maupun di era modern ini. Berdasarkan hasil penelitian dapat diketahui bahwa dari analisis penulis tentang pengelolaan pembelajaran Islam pada masa Nabi Muhammad SAW, dapat disimpulkan dari perencanaan yang bersifat fundamental untuk tujuan pembelajaran para sahabat ini dan orang-orangnya saja. Ini adalah obat moral, dan itu adalah visi pembelajaran. di dalamnya. Berorganisasi Pada masa Nabi Muhammad SAW, organisasi yang menjadi kekuatan Dicala adalah amanah dan semangat dalam menjalankan amanah yang diberikan kepada para sahabat (aplikasi), pada masa Rasulullah SAW aplikasi dicoba dalam proses pembelajaran. merupakan ikhtiar dan ikhtiar yang dapat diandalkan tanpa harus melingkupi pengawasan (pengawasan) selama pengawasan Rasulullah. Kata Kunci: pengelolaan, pembelajaran PAI, masa Rasulullah, masa moder
Pengaruh Modal Kerja, Harga Jual Dan Luas Lahan Terhadap Pendapatan Petani Sayuran Di Kelurahan Landasan Ulin Utara Kota Banjarbaru
Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis pengaruh modal kerja, harga jual dan luas lahan terhadap pendapatan petani sayuran di kelurahan landasan ulin utara. Jumlah sampel yang diambil berdasarkan rumus Slovin adalah 86 responden. Metode analisis yang digunakan adalah metode Analisis Regresi Linear Berganda. Dengan menggunakan Uji f (secara simultan), Uji t (secara parsial), dan Uji Asumsi Klasik. Hasil penelitian menunjukkan terdapat pengaruh yang signifikan secara simultan dan parsial pada variabel modal kerja, harga jual dan luas lahan terhadap pendapatan petani sayuran, serta yang paling dominan mempengaruhi pendapatan petani sayuran di kelurahan landasan ulin utara adalah Luas Lahan
- …
