132 research outputs found

    ANALISIS SISTEM SUSPENSI BELAKANG PADA RANCANG BANGUN KENDARAAN OFF ROAD TOYOTA HARDTOP FJ40

    No full text
    ABSTRAK Fahmi Abdul Azis (1506833). Program Studi D3 Teknik Mesin, Departemen Pendidikan Teknik Mesin, Fakultas Pendidikan Teknologi dan Kejuruan, Universitas Pendidikan Indonesia. ANALISIS SISTEM SUSPENSI BELAKANG PADA RANCANG BANGUN KENDARAAN OFF ROAD TOYOTA HARTOP FJ40 Secara umum praktik Tugas Akhir ini dilakukan untuk meningkatkan kembali kondisi kendaraan seperti semula dengan melakukan restorasi unit kendaraan off road Toyota FJ40. Tujuan utama dari Tugas Akhir ini adalah menganalisa sistem suspensi belakang pada kendaraan agar dapat mengetahui kelayakan sistem suspensi. Sistem suspensi belakang tipe pegas daun paralel dinilai lebih sederhana dan banyak digunakan kendaraan komersil . Metode analisa yang dipakai dalam analisa ini adalah studi kasus. Maka tujuan penggunaan metode studi kasus ini untuk melaksanakan penelitian langsung dan melalui pengamatan pada kendaraan yang dianalisis. Adapun hasil dari proses analisa serta praktik dalam penyelesaian Tugas Akhir ini diketahui bahwa, kondisi pegas daun sudah berkarat dan shock absorber tidak berfungsi, maka dilakukanlah perbaikan dengan proses pembersihan, pemeriksaan dan penggantian komponen terlebih dahulu. Serta didapatkan pula data hasil perhitungan beban statis pada roda belakang, titik berat kendaraan, tegangan lentur yang terjadi pada pegas daun, dan faktor keamanan pegas daun. Kata kunci : tugas akhir, restorasi, Toyota FJ40, suspensi belakang, pegas daun, studi kasus. ABSTRACT Fahmi Abdul Azis (1506833). D3 Mechanical Engineering Study Program, Department of Mechanical Engineering Education, Faculty of Technology and Vocational Education, Indonesia Universiti Of Education. ANALYSIS OF REAR SUSPENSION SYSTEMS ON VEHICLE DESIGN OFF ROAD TOYOTA HARTOP FJ40 . In general, this Final Project practice was carried out to improve the condition of the vehicle as before by restoring Toyota FJ40 off road vehicles. The main objective of this Final Project is to analyze the rear suspension system in the vehicle in order to determine the feasibility of the suspension system. Parallel leaf spring type rear suspension systems are considered to be simpler and more widely used commercial vehicles. The analytical method used in this analysis is a case study. So the purpose of using this case study method is to carry out direct research and through observations on the vehicles analyzed. As for the results of the analysis process and practice in completing this Final Project it is known that, the condition of leaf springs is rusty and the shock absorber does not work, then repairs are carried out with the process of cleaning, checking and replacing the components first. And also obtained data on the calculation of static loads on the rear wheels, vehicle weight points, bending stresses that occur in leaf springs, and leaf spring safety factors. Keywords: final project, restoration, Toyota FJ40, rear suspension, leaf spring, case study

    METODE PEMBAYARAN TAMU DI FRONT OFFICE DEPARTMENT HOTEL ARIA CENTRA SURABAYA

    No full text
    The goal to be achieved from the preparation of this final project is to find out the payment methods available at the Aria Centra Surabaya hotel. The author made observations at the Front Office Department Hotel Aria Centra Surabaya. The author concludes that the payment methods that can be used by Hotel Aria Centra Surabaya are cash payments, debit card and credit card payments, travel agent vouchers, complimentary vouchers, and guarantee letters

    Re-Engineering Untuk Meningkatkan Code Quality Pada Point Of Sales (Pos) Berbasis Android Pd. Fahmi Jaya Menggunakan Clean Architecture

    No full text
    PD. Fahmi Jaya adalah toko yang menjual berbagai macam kebutuhan pokok. Toko ini memiliki aplikasi Point of Sales (POS) berbasis Android yang digunakan untuk menangani pengelolaan data penjualan dan pembelian produk. Aplikasi POS ini masih terus dikembangkan dengan siklus pengembangan satu sampai dua kali dalam satu tahun. Namun, berdasarkan wawancara dengan pengembang terkait, kelas yang ada menghambat proses pengembangan. Pemeriksaan kelas juga dilakukan dan ditemukan masalah bahwa kelas-kelas yang ada sulit untuk dipahami dan juga kelas-kelas tersebut menangani antarmuka dan proses bisnis yang membuatnya sulit untuk dilakukan pemeliharaan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memperbaiki kelas agar lebih mudah dipahami dan lebih mudah dilakukan pemeliharaan. Metodologi penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Pada prosesnya didasarkan pada enhanced re-engineering dengan pendekatan pengembangan berorientasi objek. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan melakukan re-engineering menggunakan konsep clean architecture dapat membuat kelas lebih mudah dipahami dan lebih mudah dilakukan pemeliharaan. Pada akhirnya, penelitian ini hadir sebagai media informasi untuk menginformasikan bahwa proses re-engineering dengan pendekatan clean architecture dapat meningkatkan kelas menjadi lebih mudah dipahami dan lebih mudah dipelihara

    PRAKTIK PENGALAMAN LAPANGAN (PPL) Nama Sekolah: SMA Negeri 4 Yogyakarta Alamat: Jalan Magelang Karangwaru Lor Disusun Sebagai Tugas Akhir Pelaksanaan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL)

    No full text
    Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) merupakan sarana praktik bagi mahasiswa di lapangan dalam upaya pembentukan karakter guru atau tenaga kependidikan yang profesional dengan memberikan pengalaman kepada calon pendidik mengenai penerapan ilmu yang telah dikuasai dalam praktik keguruan yang sesungguhnya di lapangan. Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) diharapkan mampu mengembangkan potensi yang dimiliki mahasiswa serta menjadi motivasi untuk terus mengembangkan diri dan mengabdi di dunia pendidikan agar mampu mewujudkan dunia pendidikan yang berkualitas di masa depan. Kegiatan PPL yang dilaksanakan mulai tanggal 1 Juli 2014 sampai 17 September 2014, dimana mahasiswa praktikan memperoleh tugas melaksanakan praktik mengajar di dalam kelas yang diampu oleh guru pembimbing dengan mengembangkan proses pembelajaran yang sesuai dengan apa yang telah dipelajari di bangku kuliah dengan penuh tanggung jawab. Kegiatan PPL merupakan serangkaian kegiatan yang terdiri dari observasi kelas, proses pengidentifikasian lingkungan belajar dan karakteristik peserta didik, koordinasi dengan pihak yang terkait antara lain Koordinator PPL SMA Negeri 4 Yogyakarta dan guru pembimbing, penyusunan silabus dan RPP, serta pelaksanaan proses pembelajaran selama kurang lebih 7 Minggu dengan penyampaian tiga Kompetensi Dasar, yaitu Mencatat transaksi/ dokumen ke dalam jurnal khusus, melakukan posting dari jurnal khusus ke buku besar, dan membuat ikhtisar siklus akuntansi perusahaan dagang. Terlaksananya kegiatan PPL ini banyak memberikan pengalaman kepada mahasiswa, sehingga mahasiswa dapat mengambil pembelajaran yang nantinya akan bermanfaat di dunia kerja yang akan ditempuh di kemudian hari

    PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TEAM ACCELERATED INSTRUCTION UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR AKUNTANSI PADA KOMPETENSI DASAR MENJELASKAN TAHAP-TAHAP PROSES PENCATATAN TRANSAKSI PERUSAHAAN JASA SISWA KELAS X AK 2 SMK NEGERI 1 YOGYAKARTA TAHUN AJARAN 2014/2015

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan Hasil Belajar Akuntansi pada Kompetensi Dasar Menjelaskan Tahap-Tahap Proses Pencatatan Transaksi Perusahaan Jasa melalui penerapan model Pembelajaran Kooperatif tipe Team Accelerated Instruction (TAI) pada siswa kelas X AK 2 SMK Negeri 1 Yogyakarta tahun ajaran 2014/2015. Jenis penelitian ini yaitu Penelitian Tindakan Kelas yang dilakukan dalam dua siklus dengan siklus I sebanyak 2 kali pertemuan dan siklus II sebanyak 2 kali pertemuan. Tiap siklus terdiri dari empat rencana tindakan yaitu: perencanaan (plan), tindakan (action), pengamatan (observation), dan refleksi (reflection). Kompetensi Dasar yang dipilih yaitu Menjelaskan Tahap-Tahap Proses Pencatatan Transaksi Perusahaan Jasa dengan model Pembelajaran Kooperatif tipe Team Accelerated Instruction (TAI). Subjek penelitian adalah kelas X AK 2 SMK Negeri 1 Yogyakarta tahun ajaran 2014/2015 yang berjumlah 32 siswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara, dokumentasi, dan tes, sedangkan instrumen penelitian yang digunakan adalah catatan lapangan dan tes. Analisis data yang digunakan adalah penilaian Hasil Belajar siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model Pembelajaran Kooperatif tipe Team Accelerated Instruction (TAI) dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Hal ini ditunjukkan pada rata-rata nila pre test dan post test siklus I mengalami peningkatan sebesar 35,74 atau 47,67 menjadi 83,41. Sementara itu pada rata-rata nilai pre test siklus II sebesar 84,11 pada post test siklus II sebesar 91,67 atau meningkat sebesar 7,56. Sementara itu pada ketuntasan hasil belajar siklus I terdapat 23 dari 27 atau 85,18% yang telah mencapai kriteria ketuntasan minimal (KKM). Pada siklus II meningkat sejumlah 96,30% siswa telah mencapai kriteria ketuntasan minimal (KKM)

    Pertanggungjawaban pidana anak atas kepemilikan senjata api dihubungkan dengan Undang-undang Nomor 11 Tahun 2012 tentang sistem peradilan pidana anak: Studi kasus nomor 12/Pid.Sus-Anak/2016/PN.Bdg

    No full text
    Kejahatan merupakan suatu kenyatan sosial, kejahatan dapat dilakukan oleh berbagai kalangan baik itu anak-anak, remaja dan dewasa. Pertanggungjawaban pidana menjurus kepada pemidanaan pelaku, jika terbukti melakukan suatu tindak pidana dan memenuhi unsur-unsur yang telah ditentukan oleh undang-undang dan hakim yakin akan kesalahan terdakwa. Anak yang berhadapan dengan hukum, anak harus mempertanggung jawabkan perbuatan yang telah ia lakukan. Seperti kasus dikota Bandung atas kepemilikan senjata api oleh anak yang seharusnya tidak boleh dilakukannya, sebagaimana diatur dalam pasal 1 ayat (1) Undang-undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pertanggungjawaban pidana anak atas kepemilikan senjata api di kota Bandung dan mengetahui pertanggungjawaban pidana anak, faktor penyebab serta analisis Putusan Pengadilan Negeri Kota Bandung. Penelitian ini mengacu kepada teori perbuatan pidana dan pertanggungjawaban dalam hukum pidana menurut Moeljatno, sedangkan peraturan yang digunakan adalah Undang-undang Nomor 11 Tahun 2012 Tentang Sistem Peradilan Pidana Anak. Metode yang digunakan penelitian ini adalah deskriptif analitis. Pendekatan penelitian ini menggunakan pendekatan yuridis empiris. Jenis data yang digunakan yaitu, bahan hukum premier, sekunder, tersier. Sumber data yang digunakan data premier, sekunder dan tersier. Alat pengumpulan data, studi kepustakaan dan studi lapangan. Metode analisis data yang digunakan data kualitatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa, pertanggungjawaban pidana penyalahgunaan senjata api adalah bagaimana pelaku dapat mempertanggungjawabakan perbuatannya tersebut karena memang ada unsur kesalahan. Sanksi yang diancam kepelaku diatur dalam pasal 1 ayat (1) Undang-undang Darurat Nomor. 15 Tahun 1951. Faktor penyebab anak menggunakan senjata api antara lain: kondisi lingkungan, tingkat pendidikan, keadaan keluarga dan kondisi ekonomi. penerapan hukum pidana materiil pada pasal 1 ayat (1) undang-undang Nomor 12/Drt/1951 telah sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Namun dalam penerapan hukum pidana formil terdapat ketimpangan dimana tidak di gali kenapa anak dapat membawa, menguasai dan menyalahgunakan senjata api

    AUTHOR ICONAIS ABD AZIZ

    No full text

    Representasi Lingkungan dalam Cerpen Ketam Batu Karya Gus TF Sakai

    No full text
    Abstrak Cerpen Ketam Batu karya Gus TF Sakai bercerita tentang kondisi kampung tokoh utama Fahmi yang telah berubah menjadi areal pertambangan. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi fenomena lingkungan dalam cerpen Ketam Batu karya Gus TF Sakai. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan pemaparan secara deskriptif. Data adalah frasa atau kalimat yang berkaitan dengan kerusakan lingkungan. Sumber data berasal dari cerpen karya Gus TF Sakai. Cerpen berasal dari koran Tempo yang terbit 5 Juni tahun 2020 web ruang sastra.com. Analisis data dilakukan dengan proses koding melalui bantuan perangkat lunak nvivo dengan pendekatan ekokritik Garrard. Hasil penelitian menunjukkkan bahwa terdapat enam aspek fenomena lingkungan yang dinarasikan pengarang, yaitu: hutan belantara, polusi, bencana alam, pemukiman, binatang, dan bumi. Berdasarkan hasil analisis nvivo pengarang lebih dominan menarasikan pemukiman sedangkan narasi yang paling sedikit ditampilkan pengarang mengenai polusi. Hal tersebut membuktikan bahwa pengarang mengungkapkan keresahan mengenai tempat tinggalnya yang sudah tidak seperti dulu yang banyak ditumbuhi pohon dan ditinggali makhluk hidup. Penelitian ini dapat digunakan sebagai bahan pembelajaran lingkungan di Sekolah Dasar hingga Perguruan Tinggi agar siswa dan mahasiswa mencintai alam dan tidak melakukan eksploitasi secara. Kata Kunci: cerpen, ekokritik, kerusakan lingkungan, pertambanga

    ISTILAH DINA KAULINAN BARUDAK DI KACAMATAN BALUBUR LIMBANGAN KABUPATEN GARUT (Ulikan Léksikosémantik)

    No full text
    Penelitian ini dilatarbelakangi dalam kaulinan barudak yang bisa dimainkan oleh masarakat terdapat berbagai macam istilah. Istilah merupakan kata atau kumpulan kata secara rinci menggambarkan konsep, proses, keadaan, dan sifat secara husus dalam bidang keilmuan tertentu. Metode yang digunakeun dalam penelitian ini yaitu metode deskriptif kualitatif, dengan wawancara dan teknik intuisi sebagai teknik pengumpulan data, serta teknik analisis unsur langsung. Tujuan dalam penelitian ini untuk mendeskripsikan serta mengetahui deskripsi jenis kaulinan, berbagai istilah dalam kaulinan barudak, komponen istilah, bentuk, maksud dan penerapan istilah dalam kaulinan barudak di Kecamatan Balubur Limbangan Kabupaten Garut menggunakan pendekatan leksikosemantik. Hasil dalam penelitian ini menyimpulkan dari 56 kaulinan barudak terdapat 278 istilah. Terdapat jenis kaulinan barudak berdasarkan jenis kelamin, usia, jenis tradisi dan keadaan. Komponen istilah terdapat 115 komponen konsep, 71 proses, keadaan 75, dan 17 sipat. Bentuk istilah dalam kaulinan barudak, terdapat 151 istilah salancar, 38 istilah afiksasi, 22 istilah reduplikasi, 57 istilah komposisi, serta 10 istilah abreviasi. This research is motivated by the presence of various terms in kaulinan barudak, a traditional game played by the community. Terms are specific word or groups of words that describe concepts, processes, conditions, and characteristics in a particular field of knowledge. The method used in this study in descriptive qualitative method, employing interviews and intuition technique as data collection techniques, as well as direct element analysis technique. The aim of this research is to describe and identify the types of kaulinan, various terms in kaulinan barudak, the components of terms, forms, meanings, and applications of terms in kaulinan barudak in the Kecamatan Balubur Limbangan Kabupaten Garut using a lexicosemantic aproach. The result of this study conclude that there are 278 terms found in 56 kaulinan barudak. There are different types of kaulinan barudak based on gender, age, tradition and circumstances. The components of terms consist of 115 concept components, 71 process components, 75 condition components, and 17 characteristic components. The forms of terms in kaulinan barudak include 151 single-word tearms, 38 affixation terms, 22 reduplication terms, 57 compound terms, and 10 abbreviation terms
    corecore