373 research outputs found

    KOMPETENSI WALI KELAS DALAM MEWUJUDKAN PRESTASI BELAJAR DI SMP ISLAM TERPADU (SMPIT) INSAN MADANI KOTA PALOPO

    Get PDF
    ABSTRAK Ibnu Farhan Abdillah, 2024. “Kompetensi Wali Kelas dalam Mewujudkan Prestasi Belajar di SMP Islam Terpadu (SMPIT) Insan Madani Kota Palopo” Tesis Pascasarjana, Program Studi Manajemen Pendidikan Islam Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Palopo”. Pembimbing (1) Prof. Sahraini., M.Hum. Pembimbing (2) Dr. Masruddin, S.S.,M.Hum. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui kompetensi guru wali kelas di SMPIT Insan Madani Palopo, (2) mengetahui faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi kompetensi guru wali kelas di SMPIT Insan Madani Palopo. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi dan studi dokumen. Teknik analisis data yang digunakan adalah reduksi data, data persentase dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompetensi guru wali kelas dalam meningkatkan prestasi siswa di SMP Islam Terpadu Insan Madani Kota Palopo terdiri atas: (1) Keterampilan Komunikasi, (2) Pengelolaan Kelas, (3) Problem Solving. Faktor yang mempengaruhi kompetensi wali kelas terdiri dari faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal merupakan faktor yang berasal dari dalam diri seorang wali kelas seperti kepribadian dan dedikasi serta kedisiplinan dalam menjalankan profesinya sebagai pendidik. Kemudian faktor eksternal merupakan faktor yang berasal dari luar seperti pengembangan profesi, kesejahteraan dan latar belakang atau tingkat pendidikan yang ditempuh Kata Kunci: Kompetensi Wali Kelas, Prestasi Belajar, Faktor Internal dan Eksternal ABSTRACT Ibnu Farhan Abdillah, 2024. “Homeroom Competence in Realizing Student Learning Achievement in Integrated Islamic Junior High School Insan Madani Palopo City” Thesis Program Postgraduate Studi Program in Islamic Education Managemen Islamic Institute, Palopo Country”. Supervisor Prof. Dr. Sahraini., M.Hum and Dr. Masruddin, S.S.,M.Hum. This study aims to (1) to determine the competence of homeroom teachers at SMPIT Insan Madani Palopo, (2) to find out what factors affect the competence of homeroom teachers at SMPIT Insan Madani Palopo. This research is qualitative descriptive research. The data collection techniques used are interviews, observations and document studies. The data analysis techniques used are reduction data, percentage data and conclusions. The results showed that the competence of homeroom teachers in improving student achievement at SMP Islam Terpadu Insan Madani Kota Palopo consists of: (1) Communication Skills, (2) Class Management, (3) Problem Solving. Factors that affect homeroom competence consist of internal factors and external factors. Internal factors are factors that originate from within a homeroom teacher such as personality and dedication and discipline in carrying out their profession as educators. Then external factors are factors that come from outside such as professional development, welfare and background or level of education taken. Keywords: Homeroom Competence, Learning Achievement, Internal and External Factors تجريدي Ibnu Farhan Abdillah, 2024. “كفاءة الغرفة في تحقيق تحصيل تعلم الطالب في المدرسة الثانوية اإلسالمية المتكاملة إنسان مدني بالوبو سيتي "أطروحة برنامج الدراسات العليا في إدارة التربية اإلسالمية المعهد اإلسالمي، بلد بالوبو". المشرف األستاذ الدكتور سهريني ، م.هوم ود. مسرودين ، إس إس ، إم هوم. تهدف هذه الدراسة إلى (1) تحديد كفاءة معلمي الصف في SMPIT Insan Madani Palopo ، (2) لمعرفة العوامل التي تؤثر على كفاءة معلمي الفصول المنزلية في SMPIT Insan Madani Palopo. هذا البحث هو بحث وصفي نوعي. تقنيات جمع البيانات المستخدمة هي المقابالت والمالحظات ودراسات الوثائق. تقنيات تحليل البيانات المستخدمة هي بيانات التخفيض وبيانات النسبة المئوية واالستنتاجات. أظهرت النتائج أن كفاءة معلمي الصف في تحسين تحصيل الطالب في SMP Islam Terpadu Insan Madani Kota Palopo تتكون من: (1) مهارات االتصال ، (2) إدارة الفصل ، (3) حل المشكالت. تتكون العوامل التي تؤثر على كفاءة الغرفة المنزلية من عوامل داخلية وعوامل خارجية. العوامل الداخلية هي العوامل التي تنشأ من داخل معلم الفصل مثل الشخصية والتفاني واالنضباط في القيام بمهنتهم كمعلمين . ثم العوامل الخارجية هي العوامل التي تأتي من الخارج مثل التطوير المهني والرفاهية والخلفية أو مستوى التعليم الذي تم الحصول عليه. الكلمات المفتاحية: كفاءة الغرفة المنزلية ، التحصيل التعليمي ، العوامل الداخلي

    HERMENEUTIKA ROMANTIK SCHLEIERMACHER MENGENAI LABA DALAM MUQADDIMAH IBNU KHALDUN

    No full text
    Abstrak: Hermeneutika Romantik Schleiermacher Mengenai Laba dalam Muqaddimah Ibnu Khaldun. Artikel ini bertujuan untuk mengungkapkan makna laba dalam pandangan Ibnu Khaldun yang direfleksikan melalui Muqaddimah. Dengan Hermeneutik Schleiermacher, yaitu metode tafsir teks yang berorientasi pada wawasan historis dan psikologis penulis, dapat dipahami bahwa Ibnu Khaldun memaknai laba sebagai; 1) tambahan nilai yang disebabkan karena adanya tambahan nilai produksi, 2) laba dipengaruhi oleh respon permintaan karena ada perubahan harga dan kebutuhan masyarakat, 3) laba harus tercipta dari kerja nyata yang dapat menambah nilai barang atau jasa, 4) keuntungan yang diperoleh secara tidak sengaja merupakan rezeki dari Allah SWT. Abstract: Schleiermacher Romantic Hermenutics on Profit in the Perspective of Ibnu Khaldun. This article aimed to reveal the meaning of profit on Ibnu Khaldun’s thought that had been reflected on Muqaddimah. Shcleiermacher’s Hermeneutic was a text commentation method which is based on historical and pshycological’s author view. By employing this method we found that Ibnu Khaldun described profit as: 1) Value added item that was caused by value added of production, 2) Profit was influenced by demand response of people need, 3) Profit must be generated by real activity that created a value added of goods and services, 4) The accidentally profit was called as rizki from Allah

    Pemikiran Pendidikan Islam Ibnu Khaldun

    Get PDF
    Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: 1) Kehidupan Ibnu Khaldun dapat dibagi kepada empat periode yaitu: Periode pertumbuhan, belajar dan menuntut ilmu (732-751 Hijriah), Periode bekerja pada jabatan-jabatan administrasi, sekretaris dan politik (751-776 Hijriah), Periode uzlah (mengasingkan diri) menulis dan mengadakan penelitian (776-784 Hijriah) dan Periode mengajar dan menjadi hakim (784-808 Hijriah). 2) Hakikat pendidikan Islam menurut Ibnu Khaldun dalam penelitian ini terbagi menjadi 3 yaitu: pemikiran manusia, ilmu manusia dan ilmu malaikat, ilmu-ilmu nabi. 3) Ragam pemikiran perspektif Ibnu Khaldun ada 3 dalam penelitian ini yaitu: ilmu-ilmu al-Qur’an, tafsir dan qiraat, ilmu-ilmu hadis, dan Ilmu fikih

    PENERAPAN METODE DRILL DENGAN TEKNIK INQUIRY DALAM UPAYA MENINGKATKAN TEKNIK DASAR BERMAIN GITAR PADA KEGIATAN EKSTRAKULIKULER ANSAMBEL GITAR SISWA SMA NEGERI 4 PALOPO

    Get PDF
    ABSTRAK Ibnu Farhan Abdillah, 2020 “Penerapan Metode drill dengan teknik inquiry dalam upaya meningkatkan teknik dasar bermain gitar pada kegiatan ekstrakulikuler siswa SMA Negeri 4 Palopo”. Skripsi, Jurusan Seni Pertunjukan, Fakultas Seni dan Desain, Universitas Negeri Makassar. Pembimbing I Hamrin S.Pd, M.Sn dan pembimbing II Dr. Hj, Andi Padalia, M.Pd Penelitian ini bertujuan agar siswa dapat memperbaiki teknik dalam bermain gitar pada kegiatan ekstrakurikuler di SMA Negeri 4 Palopo. Adapun rumusan masalah dalam penelitian ini adalah (1) Bagaimana bentuk penerapan metode drill dengan teknik inquiry dalam upaya meningkatkan teknik bermain gitar siswa pada kegiatan ekstrakulikuler ansambel gitar SMA Negeri 4 Palopo. (2) Bagaimana peningkatan teknik bermain gitar siswa setelah diterapkan metode drill dengan teknik inquiry pada kegiatan ekstrakulikuler. Penelitian ini juga bertujuan untuk menjawab permasalahan tentang bagaimana penerapan metode drill dengan teknik inquiry yang dapat berkontribusi terhadap peningkatan keterampilan bermain gitar siswa. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif yaitu gambaran objek penelitian secara langsung dan dengan teknik pengumpulan data yaitu sampel penelitian, observasi, wawancara dan dokumentasi, dan juga menggunakan metode kuantitatif yaitu mengukur tingkat keterampilan dengan tes unjuk kerja untuk melakukan penilaian dengan menggunakan aspek penilaian yaitu akord, melodi dan tempo. Pada penelitian ini dilakukan pre test dan post test. Pre Test adalah latihan atau tes yang diberikan kepada siswa untuk mengukur kemampuan sebelum diterapkan metode drill dengan teknik Inquiry. Pada Pre test yang dilaksanakan siswa masih mengalami banyak kendala dalam praktek instrumen gitar sehingga perlu adanya perbaikan dan penerapan metode drill dengan teknik inquiry. Setelah diterapkan metode drill dengan teknik inquiry keterampilan siswa mulai meningkat. Perolehan pada Pre test dengan nilai rata – rata 71.6 mengalami peningkatan di post test dengan jumlah perolehan nilai rata – rata 86

    Metode Kritik Hadis Imam Ibnu al-Qayyim dalam Kitabnya al-Manār al-Munīf fī al-Ṣāḥīḥ wa al-Ḍa`īf

    No full text
    Dari penelitian ini mendapati bahwa metode kritik hadis Ibnu al-Qayyim mengombinasikan pendekatan ulama mutaqaddimūn dan mutaakhkhirūn, dengan merujuk pada pendapat ulama klasik seperti al-Bukhārī, Muslim, dan Aḥmad bin Ḥanbal, serta ulama mutaakhkhirūn seperti Ibnu al-Jawzī dan al-Mizzī. Keunggulan utama metode kritik hadis Ibnu al-Qayyim adalah pendekatan sistematis yang menelaah sanad dan matan secara simultan, serta penyusunan kaidah yang komprehensif dalam mengidentifikasi hadis palsu. Namun, penelitian ini juga menemukan sisi kelemahan dalam metode Ibnu al-Qayyim yaitu dominasi kritik terhadap matan hadis mawdū’ dan adanya riwayat-riwayat yang tidak dicantumkan sanadnya. Secara teoretis penelitian ini menerangkan bahwa metode kritik hadis Ibnu al-Qayyim dalam al-Manār al-Munīf dapat dijadikan rujukan dalam menilai validitas hadis melalui kajian sanad dan matan. Secara praktis, penelitian ini dapat diterapkan dalam berbagai aspek, seperti pengintegrasian metode kritik hadis Ibnu al-Qayyim ke dalam pembelajaran perguruan tinggi Islam, pengembangan modul pembelajaran berbasis penelitian, serta pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan untuk digitalisasi dan analisis hadis

    FENOMENA FLEXING (Analisis Ayat-Ayat Kisah Qarun Prespektif Tafsir Ibnu Kaṡīr Dan Tafsir Al-Ibrīz)

    Get PDF
    Evolusi dari perkembangan teknologi saat ini telah menciptakan trend baru di kehidupan masyarakat. Salah satunya adalah trend flexing. Pembahasan ini perlu dikaji, karena dapat menjadikan orang berperilaku konsumtif, hidup diatas penilaian orang lain, tidak punya empati, tidak pernah puas, dan berakibat pada melakukan kejahatan. Penelitian ini berfokus pada, (1) Bagaimana penafsiran tafsir Ibnu Katsir terhadap perilaku flexing. (2) Bagaimana penafsiran tafsir Al-Ibriz terhadap perilaku flexing. (3) Bagaimana aktualisasi dari upaya pencegahan perilaku flexing menurut tafsir Ibnu Katsir dan tafsir Al-Ibriz. Tujuan penelitian ini agar mengetahui penafsiran ayat Al-Qur’an yang menggambarkan perilaku flexing dalam kisah Qarun dan untuk mengetahui upaya pencegahan perilaku flexing dalam kisah Qarun perspektif tafsir Ibnu Katsir dan tafsir al-Ibriz. Metode penelitian ini adalah kualitatif yang bersifat kepustakaan. Teknik pengumpulan data menerapkan dokumentasi. Sedangkan analisis data penelitian ini menerapkan metode komparatif dengan membandingkan penafsiran Ibnu Katsir dan KH. Bisri Musthofa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa flexing dalam kisah Qarun menurut tafsir Ibnu Katsir dan tafsir al-Ibriz diartikan sebagai perilaku sombong harta, pamer harta, bermegah-megahan dan berlebih-lebihan. Solusi yang di berikan oleh tafsir Ibnu Katsir dan Al-Ibriz pada kisah Qarun dalam mencegah perilaku flexing yaitu selalu bersyukur, bertaqwa kepada Allah, memperbanyak amal kebaikan kepada sesama, sabar dan menjauhi sifat hubbud dunya

    WAWASAN TENTANG MAKANAN DALAM TAFSIR JAMI’ AL-BAYAN ‘AN TA’WIL AY AL-QUR’AN KARYA IBNU JARIR ATH-THABARI

    Get PDF
    ABSTRAK Skripsi yang berjudul “Wawasan Tentang Makanan Dalam Tafsir Jami’ Al-Bayan ‘An Ta’wil Ay Al-Qur’an Karya Ibnu Jarir Ath-Thabari” ditulis oleh Ahmad Farhan Alif NIM 1731143004 yang dibimbing oleh Muhamad Ridho, Lc., M. A Saat ini, dari sekian banyak cara yang diupayakan manusia dalam memperoleh sebuah rezeki, baik dengan cara yang diridhoi oleh Allah maupun dengan cara yang menyimpang dari jalan yang telah ditentukan olehNya. Banyak orang-orang yang tidak peduli mana yang halal dan mana yang haram dalam upaya memperoleh rejekinya. Dengan adanya hal ini perlu dijadikannya bahan pemikiran dan perenungan. Oleh sebab itu, penulis mengkaji beberapa hal yang patut untuk dibedah mengenai berbagai jenis makanan yang disebutkan dalam suatu kajian dalam al-Qur’an. Rumusan masalah dalam penelitian ini : (1) Bagaimana kategori makanan yang halal dan haram menurut ath-Thabari dalam kitab Jami’ al-Bayan an Ta’wil ay al-Qur’an? (2) Bagaimana klasifikasi lafadz ta’am dan aklun ? (3) Bagaimana penafsiran ath-Thabari tentang makanan dalam kitab Jami’al-bayan an ta’wil ay al-Qur’an? Dalam penulisan penelitian ini penulis menggunakan penelitian kepustakaan (library research) dengan metode induktif-deduktif, yaitu dengan suatu metode yang dimulai dengan mengemukakan dalil yang bersifat khusus dengan kesimpulan yang bersifat umum. Sedangkan deduktif adalah sebaliknya yaitu dimulai dengan mengemukakan hal yang umum dan dengan hal itu hendak menilai kejadian yang khusus. Penelitian ini menghasilkan bahwa kasifikasi at-Thabari mengenai makanan halal terbagi menjadi beberapa point yaitu, makanan sebagai seruan, memakan makanan secara proposional sesuai dengan kebutuhan, makanan sebagai peringatan, makanan sebagai anugrah, tidak mencampur adukakan yang halal dan haram. Selain itu, al-Qur’an dijelaskan bahwasanya halal dan baik ini merupakan syarat mutlak yang tidak bisa ditawar oleh manusia dalam mengkonsumsi makanan dan minuman. Adapun baik sesuai dengan standar kelayakan, kebersihan dan efek fungsional bagi manusia. Maka bisa jadi makanan tersebut halal, akan tetapi tidak baik atau sebaliknya, maka bila syarat kedua itu tidak terpenuhi semestinya tidak boleh dikonsumsi

    Konsep Kebenaran Ibnu Sina

    Get PDF
    Truth is an absolute that must be achieved by human beings. It is because there is an element of the human instincts characteristic in the truth; to seek, to understand and to comprehend. Without the truth, human life would lose a barometer of humanity values. There is a problem when a standard of truth is seized by some ideologies which come from human thought. Therefore, this paper tries to research the concept of truth deeper, including the process of its presence and its causes. To shorten the long discussion of the theory of truth, the author of this article tries to focus his research on Ibnu Sina’s theory of the truth. As a great philosopher of Islam, Ibnu Sina has an ideal concept ofepistemology, so it is worthy to be studied. For the theory of truth, Ibnu Sina has an interesting view on it. According to him, the truth is contained in philosophical thinking which he describes as wisdom. He divides it into two main concepts. In addition, he also explains the the relation between the truth and the philosophy built upon three important reasons. This paper also explains the relation between the truth and the concept of mind, which is called kama>l al-awwal in Ibnu Sina’s terms. Further, this study also discusses the relation of intuition with the theory of truth. Ibnu Sina called intuition with some terms, such as ma’rifah, tah}s}i>l, and mula>h}az}a

    STUDI KOMPARATIF PANDANGAN IMAM IBNU HAZM DAN IMAM AN-NAWAWI TENTANG STATUS WUDHU’ SETELAH MENGKONSUMSI DAGING UNTA

    Get PDF
    ABSTRAK M Farhan Afrian (2025) : Studi Komparatif Imam Ibnu Hazm dan Imam an-Nawwawi tentang Status Wudhu’ setelah mengkonsumsi daging Unta Penelitian ini dilatar belakangi oleh Studi komparatif Imam Ibnu hazm dan imam an-Nawawi tentang status wudhu’ setelah mengkonsumsi daging unta. Pendapat dari kedua mazhab ini menunjukkan bagaimana perbedaan interpretasi terhadap teks-teks syariat dapat menghasilkan berbagai pandangan hukum yang berbeda, meskipun pada intinya kedua pandangan tetap menghormati esensi dari status wudhu’ setelah mengkonsumsi daging Unta. Penelitian ini bertujuan, pertama, untuk membandingkan pandangan Imam Ibnu Hazm dan Imam an-Nawawi terkait hukum wudhu setelah mengonsumsi daging unta. Kedua, untuk mengidentifikasi metode istinbath hukum yang digunakan oleh kedua imam dalam menetapkan hukum tersebut. Ketiga, untuk menganalisis pandangan kedua ulama tersebut melalui pendekatan fikih perbandingan (fiqh muqaranah) mengenai kewajiban wudhu setelah makan daging unta. Penelitian ini merupakan studi kepustakaan (library research) yang menggunakan pendekatan analisis deskriptif dan komparatif terhadap pendapat Imam Ibnu Hazm dan Imam an-Nawawi. Data dalam penelitian ini diperoleh dari sumber-sumber primer, yakni kitab-kitab karya Imam Ibnu Hazm dan Imam an-Nawawi, serta sumber-sumber sekunder berupa literatur lain yang relevan dengan topik pembahasan. Proses pembahasan dilakukan dengan metode deskriptif untuk menjelaskan isi dan komparatif untuk membandingkan pendapat kedua tokoh. Hasil penelitian menemukan bahwa Imam Ibnu Hazm berpendapat bahwa status wudhu’ setelah mengkonsumsi daging unta itu diharuskan berwudhu’ kembali dikarenakan memakan daging unta itu membatalkan wudhu’ sementara itu, Imam an-Nawawi berpendapat bahwa status wudhu’ setelah mengkonsumsi daging unta itu tidak perlu mengulang wudhu’nya karena perintah wudhu’ didalam hadits tersebut dianggap sebagai mencuci tangan saja. Kata Kunci: Status wudhu’, Wudhu’, Unta, konsumsi, Imam Ibnu Hazm, Imam an-Nawaw

    MODERATE ISLAM IN THOUGHT IBNU RUSYD

    Get PDF
    This research discusses the attitude of moderation in fighting radicalism movements, especially in Indonesia. Why is this research interesting to discuss? Radicalism movements must be stemmed by education and understanding of the diversity of religious understandings in Indonesia. Therefore, the author offers Ibn Rushd's thoughts and personality as a famous philosopher. In historical records, Ibnu Rushd was a scholar who never attacked personally and accused his opponents of deviations in religious understanding. The moderation attitude shown by Ibnu Rushd can be used as an example in forming the character of Muslims in Indonesia. In terms of methodology, this article is a type of library research. Next, the author explores data from Ibn Rushd's books and uses a philosophical approach with content analysis. According to Ibnu Rushd, a scholar must have some essential personality traits of moderation. There are three parts: before, in, and after thinking. Before thinking, a scholar must have a personality that is open, honest, curious, skeptical, brave and patient. The ulama's personality in thinking is speculative, willing to be guided by experience and reason, willing to accept, ready to face mistakes and brave in making decisions. Furthermore, his personality after thinking about it was a tolerant and forgiving perso
    corecore