569 research outputs found
PENGARUH NILAI HEDONIK DAN NILAI UTILITARIAN TERHADAP KEPERCAYAAN MEREK PRODUK SABUN MANDI LIFEBUOY
Penelitian ini dilatar belakangi oleh, meningkatnya persaingan usaha sabun mandi salah
satunya sabun mandi Lifebuoy yang sudah cukup lama dipasaran yang sampai sekarang masih
bertahan. Penelitian ini mempunyai tujuan untuk membuktikan bahwa nilai hedonik dan nilai
utilitarian berpengaruh terhadap kepercayaan merek sabun mandi Lifebuoy.
Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan survey , data dikumpulkan
melalui metode kuesioner terhadap 100 orang mahasiswa Fakultas Ekonomi UPN “Veteran”
Yogyakarta yang pernah melakukan pembelian sabun mandi Lifebuoy lebih dari sekali yang
diperoleh dengan menggunakan teknik purposive sampling.Pengujian instrument menggunakan uji
validitas dan reliabilitas. Sedangkan metode analisis data menggunakan regresi berganda dan regresi
linier sederhana dengan uji t dan uji F. Data diolah dengan program SPSS.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel nilai hedonik dan nilai utilitarian
berpengaruh positif signifikan terhadap kepercayaan merek sabun mandi Lifebuoy. Melalui uji F
dapat diketahui kedua variabel yaitu nilai hedonik dan nilai utilitarian secara bersama-sama
berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepercayaan mereksabun mandi Lifebuoy.
Kata Kunci : Nilai Hedonik, Nilai Utilitarian, Kepercayaan Merek
PENGARUH TRUST IN A BRAND TERHADAP BRAND LOYALTY PADA KONSUMEN SABUN MANDI LIFEBOY
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh brand characteristic, company caracteristic dan consumer-brand caracteristic terhadap brand loyalty pada konsumen sabun mandi lifeboy. Berdasarkan hasil penelitian diharapkan
dapat menjadi bahan masukan untuk mengetahui pengaruh Trus in a brand terhadap brand loyalty terhadap produk sabun mandi Lifeboy. Sehingga dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan dan pemikiran dalam menentukan kebijakan-kebijakan khususnya dalam bidang pemasaran, agar dalam
pemasarannya dapat lebih meningkatkan kualitas serta atribut yang dimiliki produk tersebut demi memperoleh loyalitas pelanggan. Pengujian hipotesis dalam penelitian ini menggunakan alat analisis regresi linier berganda dengan uji t, uji F dan koefisien determinasi (R2). Populasi yang dipakai pada penelitian ini adalah seluruh konsumen Sabun Mandi Lifeboy Kabupaten Karanganyar. Sedangkan sampel dalam penelitian ini adalah 100
konsumen Sabun Mandi Lifeboy Kabupaten Karanganyar.
Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa variabel brand characteristic (X1) diperoleh nilai thitung sebesar 4,556. Oleh karena nilai thitung lebih besar dari ttabel (4,556 > 1,985) dengan probabilitas 0,000 < 0,05; maka H0 ditolak berarti H1 diterima, yang berarti bahwa variabel brand characteristic berpengaruh signifikan terhadap brand loyalty pada konsumen sabun mandi lifeboy. Variabel company
characteristic (X2) diperoleh nilai thitung sebesar 2,467. Oleh karena nilai thitung lebih besar dari ttabel (2,467 > 1,985) dengan probabilitas 0,015 < 0,05; maka H0
ditolak berarti H1 diterima, yang berarti bahwa variabel company characteristic berpengaruh signifikan terhadap brand loyalty pada konsumen sabun mandi lifeboy. Variabel consumer brand characteristic (X3) diperoleh nilai thitung sebesar 5,207. Oleh karena nilai thitung lebih besar dari ttabel (5,207 > 1,985) dengan probabilitas 0,000 < 0,05; maka H0 ditolak berarti H1 diterima, yang berarti bahwa
variabel consumer brand characteristic berpengaruh signifikan terhadap brand loyalty pada konsumen sabun mandi lifeboy. Berdasarkan hasil analisis uji F diperoleh nilai Fhitung sebesar 45,013 > 2,68 dengan probabilitas sebesar 0,000 < 0,05 maka H0 ditolak berarti menerima H1, hal ini berarti bahwa brand characteristic, company caracteristic dan consumer-brand caracteristic secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap brand loyalty pada konsumen
sabun mandi lifeboy. Hasil perhitungan untuk nilai R2 dengan bantuan program SPSS 15.0 for windows, dalam analisis regresi berganda diperoleh angka koefisien determinasi atau R2 sebesar 0,584. Hal ini berarti brand loyalty pada konsumen sabun mandi lifeboy dipengaruhi oleh variasi dari brand characteristic, company caracteristic dan consumer-brand caracteristic sebesar 58,4%. Sementara sisanya sebesar 41,6% diterangkan oleh faktor lain yang tidak ikut terobservasi. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa consumer brand characteristic mempunyai nilai
koefieisen beta sebesar 0,382 yang lebih besar jika dibandingkan dengan variabel yang lain. Hal ini menunjukkan bahwa consumer brand characteristic lebih dominan berpengaruh terhadap brand loyalty pada konsumen sabun mandi lifeboy
Pemanfaatan Serbuk Arang Cangkang Sawit sebagai Scrub pada Sabun Mandi
Scrub merupakan bahan yang ditambahkan pada formulasi sabun yang berfungsi untuk membersihkan kulit mati dan kotoran yang menempel pada kulit sehingga kulit menjadi lebih cerah.Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh penambahan serbuk arang cangkang sawit sebagai sabun mandi seperti komponen aktif , daya hambat pertumbuhan bakteri Ecoli,S aureus dan Salmonella. Rancangan penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan menggunakan 2 faktor, faktor pertama kehalusan serbuk arang cangkang sawit dengan 3 taraf yaitu 70 mesh, 85 mesh dan 100 mesh dan factor kedua konsentrasi serbuk arang cangkang sawit dengan 3 taraf yaitu 3%, 5% dan 7%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa serbuk arang cangkang sawit dapat digunakan sebagai scrub sabun mandi, dan diduga memiliki kandungan fenol 27,68%. Penambahan serbuk arang cangkang sawit dengan kehalusan dan konsentrasi 100/3 dan 100/7 mesh/gram pada sabun menghasilkan kandungan senyawa aktif dominan adalah 1,2,3 propanetriol. Memiliki daya hambat terhadap bakteri Staphilococus aureus, E. coli dan Salmonella thipy dimana ketiga jenis scrub sabun mandi tergolong rata-rata kuat. Hasil analisa organoleptik untuk aroma kurang diterima karena penggunaan jenis pewangi yang tidak sesuai. Parameter warna, busa, padat dan homogen yang paling disuka panelis adalah sabun scrub serbuk arang cangkang sawit dengan kehalusan dan konsentrasi 100/3,100/5 dan 100/7 mesh/%
Managing Your Rights as an Academic Author
What are your rights when it comes to using academic material that you have written yourself and published in a journal or academic text? What did the publishing contract you signed state about copyright? If you are among the many faculty who do not have confident answers to these questions, this workshop will help you examine how to manage your rights as an author going forward, as well as introduce you to the concept of Open Access and the library\u27s institutional repository, EngagedScholarship.
Register (and get a box lunch) here: https://www.csuohio.edu/cfe/center-for-faculty-excellence-workshop
Analisis Produktivitas Pemanen Kelapa Sawit di PTPN III Unit Kebun Pulau Mandi
Oil palm harvesters are workers who are expected to have high productivity to produce good quality for the progress of the company. The productivity of oil palm harvesters is the result achieved by comparing the basis that has been given by the company with different bases depending on the work area. Factors that influence harvester productivity should be the main focus such as age, number of dependents, work experience, education and premiums. This study aims to analyze the level of productivity and factors that influence the productivity of oil palm harvesters at PTPN III Unit Kebun Pulau Mandi. The research method uses a quantitative method with data collection techniques using survey and interview methods using questionnaires. Data analysis techniques in the form of oil palm harvester productivity levels and multiple linear regression analysis, namely classical assumption tests, regression coefficients, R2 tests, F tests and t tests. The results show that the level of productivity of oil palm harvesters at PTPN III Unit Kebun Pulau Mandi is in the medium category with a harvest capacity of 1.48 tons/HK or 125 TBS. For factors that affect the productivity of oil palm harvesters at PTPN III Unit Kebun Pulau Mandi, including age, number of dependents, work experience, education and premium perception show a significant influence simultaneously. Partially, the number of dependents, education and premium perception are factors that significantly influence the productivity of oil palm harvesters at PTPN III Unit Kebun Pulau Mandi
ANALISIS CITRA MEREK DAN KESADARAN MEREK TERHADAP EKUITAS MEREK SABUN MANDI LUX DI SAMARINDA
Tujuan dalam pelaksanaan penelitian ini adalah:1) Untuk mengetahui pengaruh citra merek terhadap ekuitas merek sabun mandi lux di Samarinda, 2) Untuk mengetahuipengaruh kesadaran merek terhadap ekuitas merek sabun mandi lux di Samarinda, 3) Untuk mengetahui pengaruh citra merek dan kesadaran merek terhadap ekuitas merek sabun mandi lux di Samarinda.Penentuan responden dilakukan dengan metode observasi dan penyebaran kuisioner yang dilakukan secara acak kepada 100 responden di Samarinda.Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan maka dapat disimpulkan. Dari dua variabel independen yang diteliti, maka citra merek dan kesadaran merek mempunyai pengaruh yang signifikan. Hubungan fungsional variabel - variabel yang mempengaruhi ekuitas merek menghasilkan formula persamaan Regresi Liniear Berganda sebagai berikut :Y = 0,962 + 0.342X1 + 0,375X2 + eDari perhitungan dengan menggunakan alat analisis regresi Liniear Berganda dan tingkat signifikan sebesar 5% atau 0,05 maka didapat Fhitung sebesar 30,982 dan Ftabel sebesar 3,09 diketahui bahwa Fhitung> Ftabel atau tingkat signifikan yang digunakan adalah Sig F (0,000) dari ttabel = 1,661.Begitu pula dengan nilai koefisien dari analisis data, maka diperoleh Nilai Koefisien determinasi (R2) sebesar 0,390 yang menunjukan bahwa tingkat ekuitas merek 39% ditentukan oleh variabel citra merek dan kesadaran merek sedangkan sisanya disebabkan oleh variabel lain yang tidak termasuk dalam lingkup penelitian.Secara parsial menunjukan bahwa semua variabel citra merek (X1), kesadaran merek (X2) berpengaruh secara signifikan terhadap ekuitas merek sabun mandi lux di Saamrinda. Besarnya masing-masing variabel (r2) terhadap ekuitas merek konsumen adalah citra merek (X1) dan kesadaran merek (X2)34,2% dan Brand Awareness 37,5%.Dengan demikian hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini hipotesis pertama, kedua dan ketiga diterima.
PENGARUH SOSIAL EKONOMI KELUARGA TERHADAP POLA KONSUMSI PANGAN (SUATU STUDI DI DESA CINTA MANDI KECAMATAN BERMANI ILIR KABUPATEN KEPAHIANG)
The title of this study is “The Effect of Families” socio-economy toward food consumtion patterns : A Case Study in the Cinta Mandi Village of the Bermani Ilir Subdistrict of the Kepahiang Regency. The focus of the study was to identify the picture of the food consumption patterns in the Cinta Mandi Village of the Bermani Ilir Subdistrict of the Kepahiang Regency and to the effect the families’ socio-economy like the families’income, the number of the family members, the level of mothers’ education with their food consumpon patterns in the Cinta Mandi Village of the Bermani Ilir Sub-district of the Kepahiang Regency. To show the food consumption patterns, the study used an Expected Food Pattern Score (PPH-the Indonesian abbreviation) and to identify the effect of the families’ income, the number of the family members, the level of the mothers’ education variables, it used a multiple linier analysis. The samples used in the study were 23 respondents out of 235 people in the Cinta Mandi Village of the Bermani Ilir Sub-district of the Kepahiang Regency. The result of the study show that the average food consumpti on Pattern was 58,05. It mean that the food consumption patterns in the Cinta Mandi Village had not varied yet and it had not met a nutrition standard. To test the hypothesis, the table F was 3.31 and the counted F was 12.381 meaning that the families’ income, the number of the family members and the level of the mothers’education simultaneously affected the food consumption patters significattly. From the partial calculation (T-test), the families’ income variable was 3,030 and the level of the mothers’ education variable was 1,419. these mean that partially the families’ income, the number of the family members variables affected the food consumption pattern variable; whereas, the level of the mothers’ education variable did not affect the food consumption pattern
Mandi : Learning Management Through Field Sales Experience
In this article author tried to describe how a field sales experience can be used as effective management teaching method. The field experience titled as “Mandi” involves selling toy products in the market place. Four learning objectives are identified. They are: a. Understanding the managerial functions, b. Practicing certain managerial skills, c. Understanding the Personal Selling Process and d. Understanding the Customer and Markets. The process of conducting the exercise and the framework for learning is shared in this article. Method of student evaluation is discussed as part of the exercise. The article concludes that there is great potential to use the field sales experience to create learnings encompassing various topics in management discipline
ANALISIS PERSEPSI DAN BRAND ASSOCIATION TERHADAP PEMBELI SABUN MANDI CAIR LIFEBOUY DI SAMARINDA
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) Apakah faktor Persepsi dan Brand association berpengaruh signifikan terhadap keputusan membeli sabun mandi cair Lifebouy di Samarinda (2) Faktor mana diantara persepsi dan brand association yang paling berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembeli sabun mandi cair Lifebouy di Samarinda. Berdasarkan hasil analisis berdasarkan data populasi dan sampel penelitian sebanyak 60 responden serta pengelolahan data kuisioner, maka dihasilkan penelitian sebagai berikut :1. Persamaan regresi sebagai berikut Y = 0,690 + 0,948 X1 + 0,006 X2 . Hasil persamaan tersebut dapat diketahui konstanta (a) sebesar 0,690 menyatakan bahwa jika X1, X2, sama dengan nol maka tingkat keputusan pemebelian akan tetap sebesar Brand Association 0,690 atau dapat dikatakan jika tidak ada variabel Persepsi, dan maka keputusan pembelian akan constant (tetap) sebesar 0,690.2. Hasil dari uji F, didapat F hitung adalah 166,197 sedangkan nilai F tabel diperoleh nilai sebesar 3,160 hal ini berarti bahwa (Fhitung166,197> Ftabel 3,160) sehingga dapat dikatakan variabel Persepsi berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian.3. Angka R adalah 0,925 hal ini menyatakan bahwa korelasi antar variabel Persepsidan brand association terhadap keputusan pembelian sangat kuat hubungannya. Angka adjusted R square adalah 0,856 atau 85,6% tingkat keputusan pembelian dipengaruhi oleh variabel Perspsi dan Brand association sedangkan sisanya 16,7% kepuasan konsumen dipengaruhi oleh faktor lainnya diluar penelitian.Berdasarkan uji t, ditemukan t tabel sebesar 1,670, terlihat variabel Persepsi mempunyai nilai t hitung 0,670 menyatakan bahwa variabel Persepsi berpengaruh signifikan terhadap kepuasan konsumen,sedangkan variable Brand association tidak berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian
ANALISIS PENGARUH DAYA TARIK IKLAN DAN KREDIBILITAS CELEBRITY ENDORSER TERHADAP BRAND AWARENESS PADA SABUN MANDI SHINZUI DI KOTA PONTIANAK
Persaingan antar merek produk kategori consumer goods semakin meningkat. Produk yang termasuk kategori consumer goods meliputi, makanan, minuman, detergen, sabun mandi, dan sebagainya. Salah satu consumer goods yang juga sudah menjadi kebutuhan yang sulit dilepaskan adalah sabun mandi.Periklanan di sini dimaksudkan untuk menanamkankesadaran akan suatu merek (brand awareness).Endorser yang baik, paling tidak haruslah memiliki tigakategori seperti kredibilitas, daya tarik, dan power. Dengan adanya tiga kategoriyang dimiliki, diharapkan dapat membangun brand awarenessdalam benak konsumen. Untuk membangun brand awareness dalam benak konsumen pada sabun mandi shinzui harus memiliki daya tarik iklan yang tinggi, dan dengan menggunakan endorser yang memiliki kredibilitas tinggi. Daya tarik iklan yang tinggi adalah bila memenuhi 3 indikator yaitu meaningful, distinctive, danbelievable. Sedangkanendorser yang tinggi adalah endorser yang memenuhi 3 indikator yaitu credibility,attraction, dan power. Variabel yangdigunakan dalam penelitian ini adalah dayatarik iklan dan kredibilitas celebrity endorser sebagai variabel independen, sedangkanbrand awareness sebagai variabel dependen.Sampel dalam penelitian ini adalah 90 responden yang pernah melihat iklan sabun mandi Shinzui dengan celebrity endorser (bintang iklan) adalah Laura Basuki. Metode yang digunakan adalah Purposive Sampling dengan menyebarkuesioner kepada para responden. Penelitian ini menggunakan metode analisiskuantitatif yaitu analisis deksriptif, uji validitas dan reliabilitas, uji asumsi klasik, analisis linearregresi berganda, uji F dan uji t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa daya tarik iklan dan kredibilitas celebrity endorser berpengaruh positif dan signifikan terhadap brand awareness, baik secara parsial maupun simultan. Dengan perolehan koefisien terbesar0,311 atas pengaruh daya tarik iklan dan kredibilitas celebrity endorser terhadap brand awareness. Maka sebuah daya tarik iklan dan kredibilitas celebrity endorser yang lebih baik akan semakin meningkatkan brand awareness sabun mandi shinzui. Dengandemikian perlu adanya variabel lain yang mungkin bisa mempengaruhi dan menyempurnakan hasil penelitian ini terhadap sabun mandi shinzui. Kata kunci : daya tarik iklan, kredibilitas celebrity endorser dan brand awarenes
- …
