13 research outputs found

    Peranan Kelompok Tani Dalam Meningkatkan Pendapatan Usahatani Bawang Merah Di Desa Bumi Beringin: The Role of Farmer Groups in Increasing Onion Farming Income in Bumi Beringin Village

    No full text
    Penelitian dilaksanakan di Desa Bumi Beringin Kecamatan Luwuk Utara. Sampel pada penelitian ini adalah petani bawang merah yang termasuk dalam anggota kelompok tani. Data yang diperoleh dalam penelitian ini terdiri atas data primer dan data sekunder.  Hasil penelitian diperoleh rata–rata pendapatan yang diterima sebesar Rp. 2.921.260/MT yang diperoleh dari rata–rata penerimaan sebesar Rp.7.464.000/MT dan rata–rata biaya yang dikeluarkan sebesar Rp. 4.542.740/MT dan R/C Ratio sebesar 1,64 hal ini berarti usahatani bawang merah di Desa Bumi Beringin layak untuk diusahakan. Berdasarkan analisis bahwa indikator kelas belajar sebesar 88% dan indikator unit produksi sebesar 81% tergolong dalam kategori sangat setuju. Indikator wahana kerja sama sebesar 77% tergolong kategori setuju, berarti kelompok tani berperan dalam usahatani bawang merah. Hasil pengujian chi square terhadap hubungan peranan kelompok tani terhadap pendapatan usahatani bawang merah sebesar 6,40 dan Nilai chi square tabel dari taraf nyata 5% atau 0,05 dengan derajat bebas (db) kedua sebesar 5,99. Jika chi square hitung lebih besar dari pada chi square tabel maka  terdapat hubungan nyata antara peranan kelompok tani terhadap pendapatan usahatani bawang merah. The research was conducted in Bumi Beringin Village, North Luwuk District. The sample study shallot farmers who were members of the farmer groups. The data obtained this study consisted of primary and secondary. The results show that the average income received was Rp. 2,921,260 / MT obtained from the average revenue of Rp. 7,464,000 / MT and average cost incurred is Rp. 4,542,740 / MT and R / C Ratio of 1.64, this means that shallot farming in Bumi Beringin Village feasible to be cultivated. Based on the analysis, the learning class indicator is 88% and the production unit indicator 81% classified as agree. The indicator for cooperation vehicles by 77% is classified as agree, meaning that the farmer group plays a role in shallot farming. The results of the chi square test on the relationship between the role of farmer groups on shallot farming income 6.40 and the chi square table value of the real level was 5% or 0.05 with the second degree of freedom (db) of 5.99. the calculated chi square is greater than the chi square table, there is significant relationship between the role of farmer groups on shallot farming income

    STRATEGI PENGEMBANGAN USAHA TANI BUAH SALAK DI KECAMATAN SIMPANG RAYA KABUPATEN BANGGAI

    No full text
    Tujuan penelitian ini untuk mengetahui (a) Faktor strategi internal dan eksternal dalam pengembangan usahatani buah salak pondoh yang ada di Kecamatan Simpang Raya Kabupaten Banggai, (b) Menentukan strategi pengembangan usahatani buah salak pondoh yang ada di Kecamatan Simpang Raya Kabupaten Banggai. Berdasarkan hasil analisis SWOT bahwa hasil skoring faktor internal dan faktor eksternal, perolehan nilai tertinggi terdapat pada strategi SO (Strengths-Opportunities) sebesar 4,50, strategi ST (Sterngths-Treats) sebesar 3,30, Strategi WO (Weaknesses-Opportunities) sebesar 2,67, sedangkan yang terendah terdapat pada strategi WT (Weaknesses- Threats) sebesar 1,41, sehingga strategi yang di sarankan adalah strategi SO dengan memanfaatkan kekuatan dan peluang yang  ada antara lain : faktor kekuatan (Strenghts) memilikii pengaruh atau tingkat kepentingan relatif tertinggi dalam pengembangan usahatani salak dengan  nilai sebesar 2,56 yang terdiri dari : (1) Pengalaman berusahatani sebesar 0,51 (2) Tahan terhadap iklim sebesar 0,51 (3) Menggunakan pupuk organik sebesar 0,5 (4) Ketersediaan lahan sebesar 0,51 (5) Ketersediaan Tenaga Kerja 0,51 sedangkan Peluang (Opportunities) memilikii pengaruh atau tingkat kepentingan relatif tertinggi dalam pengembangan usahatani salak dengan  nilai sebesar1,94 yang terdiri dari : (1) Harga jual relatif tinggi sebesar 0,34 (2) Adanya permintaan pasar sebesar 0,57 (3) Adanya peluang agribisnis sebesar 0,34 (4) Budidaya salak masih kurang sebesar 0,34 (5) Adanya pembeli dari luar Kecamatan sebesar 0,34

    DETERMINATION AND STRATEGY OF SUPERIOR FOOD DEVELOPMENT BASED ON PRODUCTION IN BANGGAI ISLANDS REGENCY

    No full text
    Sustainable agriculture has a role in improving the living standards of farmers and the welfare of their communities. The purpose of this study is to identify superior food commodities and determine the strategy for their development in the Banggai Islands Regency. This study used Location Quotient (LQ), Ship Share Analysis (SSA), and SWOT approaches. The research results from determining competitive and comparative superior food commodities in the Banggai Islands Regency, namely cassava, taro, and sweet potatoes, were obtained from Banggai plants in 5 sub-districts, then sweet potato plants were obtained in 3 districts, and corn and peanut plants. the harvest was obtained by 1 district. Furthermore, the strategy for developing superior food crop commodities in Banggai Islands Regency is Strategy (ST), namely utilizing farmers' experience in farming, the ability to manage land to overcome the limitations of agricultural machinery, increasing the role of combined farmer groups which have not been maximized to reduce high labor wages. Next, utilize the availability of food crop commodity seed stocks to overcome the procurement of superior food crop seeds which are difficult to obtain. In addition, local governments are advised to encourage efforts to intensify superior agriculture by implementing strategies and directives following this research and are expected to improve facilities for farmers' needs to obtain better production and crop productivity in the future. With the results obtained, there is a need for the government's role as a facilitator for farmers in overcoming obstacles and fulfilling solutions based on the strategies obtained

    Analisis Pendapatan Usahatani Jagung (Zea Mays L.)

    No full text
    Sumber penghasilan sebagian besar penduduk Desa Kamumu yaitu pada sektor pertanian, komoditas pertanian yang ada di Desa Kamumu adalah pisang tetapi untuk meningkatkan perekonomian masarakat dan mendukung peningkatan komoditas dengan menjadikan tanaman jagung sebagai komoditas pertanian yang harus lebih ditingkatkan produksinya karena melihat dari luas wilayah Desa yang begitu besar dibandingkan wilayah Desa lain. Luas lahan yang ditanami, akan mempengaruhi banyaknya tanaman yang dapat ditanam, yang pada akhirnya dapat mempengaruhi besarnya produksi jagung. Semakin luas lahan yang ditanami jagung, maka semkin banyak produksi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui tingkat pendapatan petani jagung dan kelayakan pada usahatani jagung di Desa Kamumu, Penelitian ini bertempat di Desa Kamumu Kecamatan Luwuk Utara Kabupaten Banggai. Penelitian ini telah di lakukan pada bulan agustus sampai dengan bulan september 2020. Jumlah sampel dalam penelitian ini berjumlah 25 petani jagung yang telah menjadi responden. Hasil penelitian diperoleh penerimaan rata-rata responden dari hasil perkalian produksi Jagung untuk satu kali musim panen sebanyak 2.430 Kg/MT dengan harga penjualan jagung sebesar Rp. 3.200/Kg yaitu Rp. 7.774.720/MT, rata-rata Besarnya biaya yang dikeluarkan petani jagung selama satu kali musim tanam yaitu Rp. 4.240.497/MT yang diperoleh dari penjumlahan antara total biaya tetap Rp 102.068/MT dengan Biaya Variabel Rp. 4.138.429/MT, sehingga diperoleh rata-rata pendapatan responden dari hasil selisih antara Penerimaan dengan biaya yang dikeluarkan petani selama musim tanam yaitu sebesar Rp. 3.534.223/MT, dengan nilai kelayakan diperoleh (R/C Ratio) sebesar 1,83 artinya usahatani jagung di Desa Kamumu Kecamatan Luwuk Utara menguntungkan serta layak untuk diusahakan karena telah melebihi kriteria kelayakan yaitu lebih besar dari

    PERAN PENYULUH PERTANIAN DALAM MENINGKATKAN PENDAPATAN PETANI KELAPA DI KECAMATAN NUHON KABUPATEN BANGGAI

    No full text
    Coconut plant is a commodity that has high economic value if managed properly, because it provides life to farmers. This study aims to determine the role of agricultural extension workers in increasing the income of Coconut farmers in Nuhon District. This research was conducted from August to November 2023, using quantitative descriptive analysis, namely the Likert analysis approach and income analysis. The results obtained are the role of extension agents on coconut farming income in Nuhon District, Banggai Regency as a mentor who conducts education has a high category (65.3%), then as a monitor and evaluator obtained in the medium category (50.6%), facilitating farmers obtained in the medium category (56%), and providing direction to farmers obtained in the medium category (56.6%), Thus the role of extension agents is still not optimal because agricultural extension agents are less active in playing a role for coconut farmers and for the results of the analysis of the income of coconut farmers obtained profitable results and feasible to develop in Nuhon District, Banggai Regency

    STRATEGI PENGEMBANGAN USAHATANI KELAPA DALAM DI DESA SOBOL BARU KECAMATAN MANTOH KABUPATEN BANGGAI

    No full text
    Kelapa (Cocos nucifera ) merupakan  salah  satu tanaman yang terpenting dalam perekonomian Indonesia. Ditunjau dari biologi tanaman kelapa termasuk jenis plamae yang berumah satu. Batang tanaman tumbuh lurus ke atas dan tidak bercabang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor Internal  dan faktor Eksternal serta mengetahui strategi pengembangan usahatani kelapa dalam yang ada di Desa Sobol Baru Kecamatan Mantoh Kabupaten Banggai. Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan Januari sampai bulan Maret 2020 di Desa Sobol Baru Kecamatan Mantoh Kabupaten Banggai dengan menggunakan Analisis SWOT. Pemilihan sampel petani dilakukan dengan metode sampel acak sederhana (Random Sampling). Jika populasi lebih dari 100 orang maka dapat diambil sampel acak sederhana dengan taraf kesalahan 10%, 15%, 20% atau lebih dari jumlah populasi. Jumlah keseluruhan petani kelapa dalam di Desa Sobol Baru Kecamatan Mantoh sebanyak 158 petani. Jadi sampel yang diambil yaitu 2 orang pedagang, 1 orang penyuluh pertanian, 1 orang pemerintah desa (Kepala Desa) dan 22 orang petani, sehingga jumlah sampel keseluruhan sebanyak 26 orang. Hasil penelitian bahwa usahatani kelapa dalam di Desa Sobol Baru Kecamtan Mantoh Kabupaten Banggai terdapat  pada posisi strategi atau kuadran I yaitu mendukung strategi agresif yaitu S – O (Strenghts – opportunities) dengan skor yang diperoleh 3.1 yaitu  meningkatkan pengembangan usahatani dengan mamanfaatkan kekuatan dan peluang yang ada

    PENGUKURAN KINERJA PERUSAHAAN DENGAN PENERAPAN METODE BALANCED SCORECARD DI PT SPR LANGGAK RIAU

    No full text
    Jika membutuhkan abstrak atau isi jurnal silahkan menghubungi author melalui [email protected] atau [email protected] Dipublikasikan tanggal: 19 Februari 202

    Designing a labyrinth game application with indonesian tribal themes based on android

    No full text
    Sesuai dengan fungsinya sebagai media hiburan, permainan juga dapat berfungsi untuk menjadi suatu media pembelajaran yang cukup efektif. Oleh sebab itu permainan edukasi menjadi media pembelajaran yang paling menyenangkan untuk anak-anak. Berdasarkan hal tersebut, penulis menyadari bahwa bentuk permainan edukasi menjadi lebih diminati jika dibandingkan dengan pembelajaran secara teori yang dilakukan di sekolah. Pendidikan Pancasila, ilmu pengetahuan sosial, dan pendidikan kewarganegaraan, serta pelajaran sejenisnya kurang begitu diminati oleh siswa untuk dipelajari. Ditambah lagi dengan kurikulum baru yang ditetapkan oleh pemerintah, terutama untuk pembelajaran ragam suku budaya masih dirasa kurang mendalam. Berdasarkan permasalahan inilah yang mengakibatkan angka kasus intoleransi dan rasisme masih cukup tinggi. Hal tersebut menandakan bahwa pengetahuan dan pengenalan terhadap suku budaya lain masih sangat kurang. Dari berbagai masalah yang timbul, akan dikembangkan suatu bentuk aplikasi permainan yang dapat mengenalkan tentang suku budaya di Indonesia. Permainan edukasi yang diberi nama “GANTARA” ini diharapkan dapat menjadi salah satu solusi pemecahan masalah yang ada. Aplikasi permainan ini dikembangkan menggunakan perangkat lunak Unity 2D dan berbasis android. Aplikasi ini juga memberikan fitur informasi dan pencarian atribut-atribut kebudayaan seperti baju, tarian, makanan, senjata, dan alat musik khas daerah dengan asal daerahnya dan kuis dengan tema keragaman suku yang ada di Indonesia. Metode yang digunakan dalam pengembangan aplikasi ini adalah Throw Away Prototyping, dengan menampilkan beberapa opsi prototype yang dipilih oleh siswa kelas 3 sampai kelas 5 SDK Maria Fatima, dan beberapa guru. Proses testing selanjutnya dilakukan dengan menggunakan metode Black Box testing dan kuesioner, sehingga dapat menghasilkan permainan edukasi yang mampu meningkatkan minat belajar siswa, serta dapat membantu siswa dalam belajar dan mengenal kesukuan budaya Indonesia.In another function as entertainment, game also has another function as a most effective learning media, therefore an education games become a most fun learning media for child. As problem mentioned, the author aware that educational games are the most popular learning media compared to theoretical learning in the school. Student less interested to learn Pancasila education, social science, and civic education or something like them, and there is no cultural diversity lesson in current curriculum which set by government like the previous year’s curriculum. Because that problem, intolerance and racism in Indonesia still high and massive in social media, became a sign that knowledge of Indonesian tribes too low. And about this case, author got inspiration to create and develop educational games the tittle “The Design of Introduction to Indonesian Tribes Game Application “GANTARA” based on Android”. This Educational Games develop by Unity 2D and Android-Based. By presenting features such as information and searching cultural attributes such as clothes, dances, food, weapons, musical instruments typical of the region with regional origins and quizzes with the theme of ethnic diversity in Indonesia. The method used to develop this app is Throw Away Prototyping, which shows several prototype options which selected by the Maria Fatima elementary school for grades 3-5 and teachers. Next implement test process using the black box test method and questionnaire, enhancing students interest in learning and creating educational games that help students learn and learn about Indonesian

    Pengaruh Kegiatan 5r, Motivasi, dan Pelatihan Terhadap Budaya Organisasi pada PT. Furukawa Optical Solutions Indonesia

    No full text
    This study aims to evaluate the influence of 5R activities, motivation, and training on organizational culture. Determining the sample, the author used the purposive sampling technique, the population was 111 people and the sample was calculated using the Slovin formula rounded to 95 people. The data collection method was by distributing questionnaires. Structural Equation Modeling (SEM) was used as data analysis through the Partial Least Square (PLS) approach with Smart PLS 3.0 software. The results showed that the 5R activity variable had a positive and significant effect on organizational culture with p-values​​0.009 <0.05, the motivation variable did not have a significant effect on organizational culture with p-values​​0.435> 0.05, and training had a positive and significant effect on organizational culture with p-values​​0.000 <0.05. In addition, 5R activities, motivation, and training simultaneously influence organizational culture with a calculated f value of 30.3> F Table 2.70Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh aktivitas 5R, motivasi, dan pelatihan terhadap budaya organisasi. Penentuan sampel, penulis menggunakan teknik purposive sampling, jumlah populasi 111 orang dan sampel dihitung dengan rumus slovin dibulatkan menjadi 95 orang. Metode pengumpulan data dengan cara menyebarkan kuesioner. Analisis data menggunakan Structural Equation Modeling (SEM) melalui pendekatan Partial Least Square (PLS) dengan software Smart PLS 3.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel aktivitas 5R berpengaruh positif dan signifikan terhadap budaya organisasi dengan nilai p 0,009 < 0,05, variabel motivasi tidak berpengaruh signifikan terhadap budaya organisasi dengan nilai p 0,435 > 0,05, dan pelatihan berpengaruh positif dan signifikan terhadap budaya organisasi dengan nilai p 0,000 < 0,05. Selain itu, kegiatan 5R, motivasi, dan pelatihan secara simultan berpengaruh terhadap budaya organisasi dengan nilai f hitung sebesar 30,3 > F Tabel 2.7
    corecore