79 research outputs found
The effect of SrO doping on LaFeO3 using Yarosite extraction based Ethanol gas sensors performance fabricated by coprecipitation method
Pendidikan islam pada masyarakat terpencil : studi kasus madrasah ibtidaiyah masyarakat huda kampung cicakal girang desa kanekes Kab.lebak-banten
Kesimpulan besar dari tesis ini adalah bahwa pendidikan (Islam) yang diselenggarakan oleh masyarakat Kampung Cicakal Girang yang merupakan bagian dari wilayah adat Desa Kanekes (Baduy) melalui Madrasah Ibtidaiyah Masyarikul Huda berhasil melakukan perubahan-perubahan sosial dan keberagamaan masyarakatnya. Tesis ini mendukung pendapat Djohar M.S., dalam Pendidikan Strategik: Alternatif untuk Pendidikan Masa Depan (2003), yang menyatakan bahwa pendidikan, termasuk pendidikan agama, disyaratkan mempunyai makna transformatif. Hasil pendidikannya harus tampak dalam perilaku kehidupan sehari-hari, dalam keluarga, dalam dunia kerja, dalam menghadapi kehidupan bersama, dalam menghadapi dan menyelesaikan tugas, dan dalam segala hal kehidupan mereka. Pendidikan yang tidak mempunyai nilai transformatif, maka dapat dikatakan pemborosan. Tesis ini menolak pendapat Darmaningtyas dalam Pendidikan yang Memiskinkan (2002) yang berpendapat bahwa pendidikan lebih sebagai proses penyengsaraan masyarakat, karena begitu banyaknya harta masyarakat diinvestasikan untuk pendidikan, tapi setelah lulus tidak mendapatkan apa-apa, seperti yang mereka harapkan sebelumnya. Bahkan yang terjadi kemudian, orang yang berpendidikan itu malah kehilangan sesuatu yang mereka miliki sebelumnya, yaitu berupa semangat hidup sebagai petani, nelayan, buruh tani atau pengembala ternak. Mereka juga tercerabut dari lingkungan sekitarnya, baik lingkungan fisik geografis, ekonomi, sosial, dan budaya. Tesis ini berhasil menemukan bahwa pendidikan (Islam) telah berhasil membawa perubahan dan perkembangan (transformasi) sosial masyarakatnya. Tesis ini juga berhasil mengungkap bahwa pendidikan mampu mengubah serta meningktkan perilaku dan sikap keberagamaan masyarakatnya, baik peningkatan pemahaman maupun penerapan dalam kehidupan sehari-hari. Sumber data primer dalam penelitian ini adalah masyarakat Kampung Cicakal Girang. Sedangkan data sekunder bersumber dari buku-buku, jurnal ilmiah, majalah, surat kabar, website, dokumen penelitian dan dengan hasil wawancara baik langsung maupun melalui sambungan telepon dan sms dengan nara sumber terkait. Data tersebut kemudian dianalisis secara kritis, logis dan sistematis dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif
Tinajuan Masalah Infestasi Haemonchus contortus (Rudolphi, 1803) Pada Domba di Indonesia
Ternak domba di Indonesia memegang peranan penting dalam mencukupi ketersediaan protein hewani. Di Indonesia banyaknya terak domba lebih kurang 4,3 juta ekor. Pemeliharaannya umunya ditangani oleh petani peternak secraa tradisional. Salah satu masalah yang sering mengganggu perkembangan peternakan domba adalaha adnya gangguanb infestasi cacing Haemonchus contortus (Nematoda : Trichostrongylidae), yang hidup dalam absorsum sebagai penghisap darah
Internalisasi nilai-nilai Moderasi Beragama pada mata kuliah Pendidikan Agama Islam : Penelitian di Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial Universitas Pendidikan Indonesia
Kehidupan beragama di Indonesia belakangan ini sering diwarnai konflik sosial berlatar agama, memperuncing sentimen keagamaan dan mengancam kerukunan serta keutuhan bangsa. Sikap ekstrem dalam beragama, baik yang terlalu ketat maupun terlalu longgar, menjadi pemicu utama. Universitas Pendidikan Indonesia berupaya mengatasi hal ini melalui mata kuliah Pendidikan Agama Islam yang menginternalisasikan nilai-nilai moderasi beragama.
Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk menganalisis 1) Konsep moderasi beragama, 2) Proses internalisasi nilai-nilai moderasi beragama, 3) Evaluasi hasil internalisasi nilai-nilai moderasi beragama, 4) Implikasi internalisasi nilai-nilai moderasi beragama dalam mata kuliah PAI, 5) Menciptakan desain model internalisasi nilai-nilai moderasi beragama di perguruan tinggi.
Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Data diperoleh di lapangan melalui wawancara, mendalam, terstruktur dan dari sumber-sumber kepustakaan. Data hasil studi pustaka dan studi lapangan ditampilkan sebagai temuan penelitian. Data yang telah ditampilkan kemudian di abstraksikan yang bertujuan untuk menampilkan fakta. Tahap selanjutnya, data tersebut diinterpretasi untuk menghasilkan informasi atau pengetahuan. Pada tahap interpretasi digunakan metode, atau analisis.
Hasil penelitian ditemukan bahwa 1) Konsep moderasi beragama yang dikembangkan di UPI secara umum mengikuti konsep yang telah dikembangkan oleh para ahli dan juga regulasi, hanya saja secara khusus UPI mengimplementasikan konsep peace education sebagai upaya internalisasi nilai-nilai moderasi beragama; 2) Internalisasi nilai-nilai moderasi beragama dilakukan melalui pembelajaran mata kuliah PAI dan SPAI, penelitian mahasiswa, kegiatan tutorial PAI dan SPAI, diskusi ilmiah, dan projek sosial; 3) Evaluasi internalisasi nilai-nilai moderai beragama pada mata kuliah PAI dilakukan melalui evaluasi formatif maupun sumatif. Evaluasi formatif dilakukan untuk mengevaluasi keseluruhan proses pembelajaran sedangkan evaluasi sumatif dilakukan untuk mengukur pemahaman dan penerimaan mahasiswa terhadap nilai-nilai moderasi beragama; 4) Implikasi dari internalisasi nilai-nilai moderasi beragama pada mata kuliah PAI adalah terbentuknya sikap moderat pada mahasiswaserta terciptanya lingkungan kampus yang inklusif serta harmonis; 5) Model internalisasi nilai-nilai moderasi beragama di Perguruan Tinggi Umum dilakukan melalui strategi insersi, yaitu penyisipan materi moderasi beragama pada setiap materi pembelajaran PAI
Characteristics of a thick film ethanol gas sensor made of mechanically treated LaFeO3 powder
Promoting collaboration skills on reflection concept through multimedia-based integrated instruction
Educational Philosophy of Habib Umar bin Hafidz: Exploring Moral Education Concepts
This study aims to analyze and describe the concept of moral education Habib Umar bin Hafidz, a scholar from Hadramaut Yemen. The research used a qualitative approach with a descriptive method. Data collection techniques  with interviews, observations and documentation studies. The results of the study can be concluded that moral education in the  perspective of  Habib Umar bin Hafidz consists of several stages  starting from the stages  before marriage, during  pregnancy, stages during childbirth ,  Children\u27s stages and school stages. The process  of moral education  in the  perspective of Habib Umar bin Hafidz is divided into four parts, namely: First; Gharsu \u27adzamat al din fi qulubi al muta\u27allimin (the enstillation of religious greatness into the learners). Second; Ishal al ma\u27lumat ila adzhanihim wa tafqihihim fi al din (transfer pknowledge and information into students  and print them to become people who understand religion). Third; Shibghuhum bi al akhlaq al islamiyyah al karimah (adorn them with praiseworthy morals). Fourth; Ta\u27liq qulubihim bi al da\u27wah ila Allah wa hamli hammi al  din wa al risalah al muhammadiyyah.  The concept of moral education from the perspective of Habib Umar bin Hafidz is very relevant to be applied as an effort to educate the character of students in Indonesia
KOMPETENSI PEDAGOGIK GURU DALAM PENERAPAN STRATEGI PEMBELAJARAN FIQIH DI KELAS VII MTS HUSAINIYAH BANDUNG
Penelitian ini mengangkat latar belakang yang membahas kompetensi pedagogik guru dalam penerapan strategi pembelajaran fiqih di Madrasah Tsanawiyah Husainiyah Bandung. Dengan tujuan utama untuk menggali bagaimana rencana, penetapan, penerapan strategi pembelajaran faktor penghambat dan pendukung dalam penerapan strategi pembelajaran serta teknik pembelajaran yang ideal untuk mata pelajaran fiqih di Madrasah Tsanawiyah Husainiyah Bandung. Peneliti menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian lapangan dan menggunakan wawancara, observasi dan dokumentasi sebagai teknik pengumpulan data. Hasil penelitian di dapati: Pertama, tahapan perencanaan, guru sudah menyajikan detail strategi pembelajaran secara spesifik yang tertuang dalam RPP, tahap penerapan guru menerapkan strategi pembelajaran inkuiri, ekspositori, mandiri dan kontekstual. Kedua, faktor pendukung utama penerapan strategi pembelajaran adalah pemahaman tenaga pendidik yang sudah mengenyam pendidikan tinggi dengan gelar sarjana, dukungan dari pimpinan dan keterlibatan dalam kelompok kerja guru. Ketiga, faktor penghambat tidak ada evaluasi penyusunan RPP dan keterlibatan bidang kurikulum. Keempat, secara praktek menerapkan strategi pembelajaran muhadharah, guru fiqih belum menuangkan rencananya kedalam RPP
Buku guru SMA kelas X : Pendidikan agama Islam dan budi pekerti
Buku guru ini menyadarkan fungsi dan peran guru, sebagai pendidik yang melaksanakan peran dan tugasnya sebagai fasilitator, pembimbing, pengarah, dan evaluator. Bahkan, terkait dengan tujuan Pendidikan Agama Islam dan Budi
Pekerti, guru Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti harus sekaligus berfungsi sebagai sumber keteladanan agar peserta didik benar-benar dapat menghayati dan mengamalkan ajaran agamanya. Guru yang memiliki fungsi dan peran seperti ini, mampu mengembangkan perilaku peserta didik untuk berperilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli, santun, ramah lingkungan, gotong royong, kerja sama, cinta damai, responsif dan pro-aktif, dan menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan bangsa dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial. Buku Guru Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Kelas X ini memuat bahan kajian dan langkah-langkah secara standar dan berintegrasi dengan buku peserta didik, guna mengantarkan guru dan para pendidik dapat memproses dan mengembangkan pembelajaran, agar peserta didik dapat memahami, menerapkan, menganalisis, menghayati dan mengamalkan ajaran Agama Islam dengan baik dan benar
Pendidikan Agama Islam dan budi pekerti untuk SMA/MA/SMK/MAK kelas X
Buku ini terbagi menjadi 12 pokok pembahasan yang memaparkan mengenai kedekatan dengan Allah SWT; berbusana muslim dan muslimah sebagai cermin kepribadian dan keindahan diri; mempertahankan kejujuran sebagai cermin kepribadian; Al-Qur'an dan Hadis sebagai pedoman hidupku; meneladani perjuangan Rasulullah saw di Mekah; meniti hidup dengan kemuliaan; beriman kepada malaikat; sikap patuh dan hormat kepada orang tua dan guru; mengelola wakaf; meneladani perjuangan dakwah Rasulullah saw di Madinah; gigih dalam mencari ilmu dan berbagi ilmu pengetahuan; serta menjaga martabat dengan menjauhi pergaulan bebas dan zin
- …
