143 research outputs found

    REVITALISASI PASAR DAN DAMPAK SOSIAL EKONOMI TERHADAP PEDAGANG (Studi Kasus di Pasar Tradisional Bukateja, Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah)

    No full text
    PRAMONO EDY SISWANTO. Revitalisasi Pasar dan Dampak Sosial Ekonomi Terhadap Pedagang (Studi Kasus di Pasar Tradisional Bukateja, Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah). Skripsi. Yogyakarta: Program Studi Ilmu Kesejahteraan Sosial Fakultas Dakwah Dan Komunikasi Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga, 2019. Pasar tradisional tidak bisa dilepaskan dari masyarakat Indonesia karena sudah menjadi budaya bangsa Indonesia walaupun keberadaan pasar tradisional identik dengan kurangnya fasilitas, kebersihan lingkungannya yang masih kurang terjaga. Dalam meningkatan kualitas pasar tradisional agar dapat bersaing dengan pasar modern, pemerintah Kabupaten Purbalingga melakukan revitalisasi. Upaya pemerintah Kabupaten Purbalingga dalam merevitalisasi menimbulkan dampak positif dan negatif bagi pedagang, sehingga peneliti tertarik untuk mengetahui bagaimana dampak revitalisasi tersebut terhadap pedagang. Metode penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif kualitatif. Menganalisis dampak sosial ekonomi terhadap pedagang Pasar Bukateja setelah revitalisasi. Adapun subyek penelitian ini yaitu 16 informan meliputi satu kepala pasar, sepuluh pedagang, tiga pembeli, satu juru parkir dan satu supir becak. Dalam mengkaji keabsahan data dari penelitian ini, penulis menggunakan teknik triangulasi sumber dan metode yang berguna untuk pencapaian tujuan penelitian. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa ada tiga faktor penyebab Pasar Bukateja dilakukan revitalisasi yaitu pedagang tidak tertib, fasilitas tidak layak dan revitalisasi merupakan program dari pemerintah. Kemudian dampak sosial ekonomi terhadap pedagang pasar Bukateja setelah revitalisasi, yaitu (1) dampak positif : terbuka lapangan kerja bagi warga sekitar, pasar menerapkan sistem zonasi susuai standard ketentuan pemerintah, merubah status pedagang PRAMONO EDY SISWANTO. Revitalisasi Pasar dan Dampak Sosial Ekonomi Terhadap Pedagang (Studi Kasus di Pasar Tradisional Bukateja, Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah). Skripsi. Yogyakarta: Program Studi Ilmu Kesejahteraan Sosial Fakultas Dakwah Dan Komunikasi Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga, 2019. Pasar tradisional tidak bisa dilepaskan dari masyarakat Indonesia karena sudah menjadi budaya bangsa Indonesia walaupun keberadaan pasar tradisional identik dengan kurangnya fasilitas, kebersihan lingkungannya yang masih kurang terjaga. Dalam meningkatan kualitas pasar tradisional agar dapat bersaing dengan pasar modern, pemerintah Kabupaten Purbalingga melakukan revitalisasi. Upaya pemerintah Kabupaten Purbalingga dalam merevitalisasi menimbulkan dampak positif dan negatif bagi pedagang, sehingga peneliti tertarik untuk mengetahui bagaimana dampak revitalisasi tersebut terhadap pedagang. Metode penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif kualitatif. Menganalisis dampak sosial ekonomi terhadap pedagang Pasar Bukateja setelah revitalisasi. Adapun subyek penelitian ini yaitu 16 informan meliputi satu kepala pasar, sepuluh pedagang, tiga pembeli, satu juru parkir dan satu supir becak. Dalam mengkaji keabsahan data dari penelitian ini, penulis menggunakan teknik triangulasi sumber dan metode yang berguna untuk pencapaian tujuan penelitian. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa ada tiga faktor penyebab Pasar Bukateja dilakukan revitalisasi yaitu pedagang tidak tertib, fasilitas tidak layak dan revitalisasi merupakan program dari pemerintah. Kemudian dampak sosial ekonomi terhadap pedagang pasar Bukateja setelah revitalisasi, yaitu (1) dampak positif : terbuka lapangan kerja bagi warga sekitar, pasar menerapkan sistem zonasi susuai standard ketentuan pemerintah, merubah status pedagang ilegal menjadi legal, kebersihan meningkat, peningkatan fasilitas pelayanan pembeli, kepedulian warga sekitar meningkatkan keamanan pasar, retribusi pasar bukateja menambah pendapatan asli daerah. (2) dampak negatif : pendapatan pedagang berkurang, berkurangnya ukuran kios pedagang, pedagang berhenti berdagang, persaingan berdagang semakin tinggi, naiknya biaya retribusi JTU (jasa tempat usaha) dan JPO (jasa pelayanan operasional), ketidakpuasan terhadap pengelola pasar bukateja, pembeli bimbang, pengeluaran modal berdagang bertambah. Kata Kunci : Revitalisasi Pasar, Dampak Sosial Ekonomi, Pedagang

    KIPRAH PRAMONO EDHIE WIBOWO DALAM BIDANG MILITER DI INDONESIA TAHUN 1980-2013

    No full text
    Dalam penelitian yang berjudul “Kiprah Pramono Edhie Wibowo dalam Bidang Militer di Indonesia Tahun 1980-2013” ini terdapat beberapa permasalahan yang dikaji di antaranya mengenai latar belakang kehidupan Pramono Edhie Wibowo, kontribusi Pramono Edhie Wibowo terhadap negara Indonesia melalui bidang militer pada tahun 1980-2011, kebijakan yang diterapkan Pramono Edhie Wibowo serta dampak dari kebijakan yang diterapkan ketika menjabat sebagai Panglima Daerah III Siliwangi dan Kepala Staf Angkatan Darat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memperoleh informasi yang jelas serta tepat mengenai permasalahan yang dikaji. Dalam penelitian ini, penulis menggunakan metode penelitian sejarah atau metode historis yang dibagi ke dalam empat tahapan yakni heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi. Berdasarkan hasil penelitian, Pramono Edhie Wibowo merupakan seorang tokoh militer yang lahir pada 5 Mei 1955 di Magelang, Jawa Tengah. Pramono Edhie Wibowo lahir dan tumbuh dalam keluarga militer. Selama hampir 20 tahun kariernya di bidang militer, Pramono Edhie Wibowo memberikan banyak kontribusi terhadap satuan Kopassus untuk selanjutnya bertugas di luar satuan Kopassus. Pramono Edhie Wibowo pernah menjabat dalam jabatan-jabatan strategis dalam tubuh militer seperti menjadi Komandan Jenderal Kopassus, Panglima Daerah III Siliwangi, Panglima Komando Strategis Angkatan Darat serta puncaknya menjadi Kepala Staf Angkatan Darat. Berdasarkan hasil temuan, ketika menjabat sebagai Panglima Daerah III Siliwangi dan Kepala Staf Angkatan Darat, Pramono Edhie Wibowo menerapkan kebijakan-kebijakan baik itu secara lisan maupun secara tertulis seperti modernisasi alutsista, pengadaan rumah dinas bagi prajurit, peningkatan profesionalisme TNI-AD serta pembinaan organisasi yang tentunya memiliki dampak yang signifikan dalam berbagai bidang khususnya bagi kesatuan Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat. The research titled "The Role of Pramono Edhie Wibowo in the Military Field in Indonesia from 1980-2013," several issues are examined, including the background of Pramono Edhie Wibowo's life, his contributions to Indonesia through the military from 1980 to 2011, the policies implemented by Pramono Edhie Wibowo, and the impact of these policies during his tenure as Commander of Region III Siliwangi and Chief of Staff of the Indonesian Army. The aim of this research is to obtain clear and accurate information regarding the issues studied. In this research, the author employs the historical research method, which is divided into four stages: heuristics, source criticism, interpretation, and historiography. According to the findings, Pramono Edhie Wibowo was a military figure born on May 5, 1955, in Magelang, Central Java. He was born and raised in a military family. Throughout his nearly 20-year career in the military, Pramono Edhie Wibowo made significant contributions to the Kopassus unit before moving on to assignments outside of Kopassus. Pramono Edhie Wibowo held various strategic positions within the military, including Commander General of Kopassus, Commander of Region III Siliwangi, Commander of the Army Strategic Command, and ultimately, Chief of Staff of the Indonesian Army. Based on the research findings, during his tenure as Commander of Region III Siliwangi and Chief of Staff of the Indonesian Army, Pramono Edhie Wibowo implemented both verbal and written policies, such as modernizing military equipment, providing official housing for soldiers, enhancing the professionalism of the Indonesian Army, and organizational development, all of which had a significant impact in various areas, particularly for the Indonesian Army

    An implicature on Ardhito's Pramono album "Craziest Thing Happened In My Backyard"

    No full text
    INDONESIA: Musik menjadi kebutuhan sekunder saat ini, meskipun pendengar terkadang tidak mengerti makna dari setiap lirik yang disampaikan penulis. Penelitian ini membahas tentang makna lagu yang terkandung pada album Ardhito Pramono. Penelitian ini menyelidiki “Implicature Pada Album Ardhito Pramono Craziest Thing Happen in My Backyard”. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisa makna asli dari lagu Ardhito Pramono melalui fungsi dan tipe implikatur. Penelitian ini menggunakan deskriptif kualitatif untuk mendeskripsikan data linguistik terkait jenis dan tipe implikatur yang terdapat pada album Ardhito Pramono “Craziest Thing Happen in My Backyard”. Sumber data dari penelitian ini adalah album dari penyanyi jazz Indonesia, Ardhito Pramono. Peneliti menggunakan teori dari Paul Grice (1975) untuk menganalisa data penelitian, dari 8 kalimat implikatur konventional, 10 kalimat implikatur percakapaan, 2 kalimat implikatur umum, 2 kalimat implikatur khusus, dan 1 kalimat implikatur skalar. Selanjutnya, fungsi dari implikatur pada album musik Ardhtio adalah: 5 fungsi aserif, 5 fungsi direktif, dan 6 fungsi ekspresif. Di antara implikatur konvensional dan percakapan, implikatur percakapan lebih dominan. Begitu juga dengan fungsi implikatur yang ditemukan dalam album ini, keduanya sama-sama dominan. Dalam interpretaasi penulis, implikatur dapat memproduksi dan menyimpulkan ujaran dalam lirik lagu Ardhito Pramono pada album “craziest thing happen in my backyard”. ENGLISH: Music is a secondary need today, even though listeners sometimes don't understand the meaning of each lyric conveyed by the author. This research discusses the meaning of the songs contained in Ardhito Pramono's album. This research investigates “Implicature on Ardhito Pramono's Album Craziest Thing Happen in My Backyard”. The aim of this research is to analyze the litteral meaning of Ardhito Pramono's song through the function and type of implicature. This research uses descriptive qualitative to describe linguistic data related to the types and types of implicatures found in Ardhito Pramono's album “Craziest Thing Happen in My Backyard”. The data source of this research is the album of Indonesian jazz singer Ardhito Pramono. The researcher used the theory of Paul Grice (1975) to analyze the research data, from 8 sentences of conventional implicature, 10 sentences of conversational implicature, 2 sentences of general implicature, 2 sentences of special implicature, and 1 sentence of scalar implicature. Furthermore, the functions of the implicatures in Ardhtio's music album are: 5 assertive functions, 5 directive functions, and 6 expressive functions. Among conventional and conversational implicatures, conversational implicatures are more dominant. Likewise, with the function of implicature found in this album, both are equally dominant. In the author's interpretation, implicature can produce and infer utterances in Ardhito Pramono's song lyrics on the album “craziest thing happens in my backyard”. ARABIC: تعد الموسيقى حاجة ثانوية في الوقت الحاضر، على الرغم من أن المستمعين لا يفهمون أحيانًا معنى كل أغنية غنائية ينقلها المؤلف. يناقش هذا البحث معنى الأغاني الواردة في ألبوم أردهيتو برامونو. يبحث هذا البحث في ”الإيحاءات الواردة في ألبوم أردهيتو برامونو ’أكثر الأشياء جنوناً تحدث في فنائي الخلفي‘.الغرض من هذا البحث هو تحليل المعنى الأصلي لأغنية أردهيتو برامونو من خلال وظيفة ونوع التضمينات. ويستخدم هذا البحث الوصف الكيفي الوصفي لوصف البيانات اللغوية المتعلقة بأنواع وأنواع التضمين الموجودة في ألبوم ”أكثر الأشياء جنونًا تحدث في فنائي الخلفي“ لأردهيتو برامونو. مصدر بيانات هذا البحث هو ألبوم مغني الجاز الإندونيسي أردهيتو برامونو. ويستخدم الباحث نظرية بول جريس (1975) لتحليل بيانات البحث، من 8 جمل من التضمين التقليدي، وعشر جمل من التضمين التخاطبي، وجملتين من التضمين العام، وجملتين من التضمين الخاص، وجملة واحدة من التضمين القياسي. علاوة على ذلك، فإن وظائف التضمينات في ألبوم أردشتيو الموسيقي هي 5 وظائف توكيدية، و5 وظائف توجيهية، و6 وظائف تعبيرية. بين التضمين التقليدي والتضمين التخاطبي، فإن التضمين التخاطبي هو الأكثر هيمنة. وبالمثل، بالنسبة لوظائف التضمين الموجودة في هذا الألبوم، فإن كلاهما مهيمن على حد سواء. في تفسير المؤلف، يمكن أن ينتج التضمين التضميني ويختتم الكلام في كلمات أغنية أرديتو برامونو في الألبوم ”أكثر الأشياء جنونًا تحدث في فنائي الخلفي“

    Evaluasi Perhitungan Daya Dukung Tiang Pancang Pembangunan Konstruksi Jembatan Tol Pagar Merbau (Studi Kasus)

    No full text
    Pondasi tiang pancang merupakan salah satu jenis dari pondasi dalam yang umum digunakan, yang berfungsi untuk menyalurkan beban struktur kelapisan tanah keras, yang mempunyai kapasitas daya dukung tinggi yang letaknya cukup dalam di dalam tanah. Untuk menghitung kapasitas tiang, terdapat banyak rumus yang dapat digunakan. Hasil masing–masing rumus tersebut menghasilkan nilai kapasitas yang berbeda–beda. Tujuan dari penelitian ini untuk menghitung daya dukung tiang pancang dari hasil sondir, standar penetrasi test (SPT), dan kalendering, membandingkan hasil daya dukung tiang pancang dari beberapa metode penyelidikan menghitung penurunan yang terjadi pada tiang pancang tunggal. Hasil perhitungan daya dukung pondasi terdapat perbedaan nilai, baik dilihat dari penggunaan metode perhitungan Aoki dan DeAlencar, Mayerhoff, Hilley Formula ataupun Danis Formula. Dari hasil perhitungan daya dukung tiang pancang, lebih aman memakai perhitungan dari hasil data kalendering karena lebih aktual. Berdasarkan hasil perhitungan tiang tunggal yang telah dilakukan, untuk penurunan total tiang tunggal yang terjadi 16,98 mm dan penurunan izin 25 mm maka penurunan total tiang tunggal memenuhi syarat-syarat yang diijinkan

    ANALISA KERJA VALVE ACTUATOR TERHADAP PENGOPERASIAN BALLAST WATER TREATMENT SYSTEM DI MV. PERMATA

    No full text
    ABSTRAKSI Ari Eko Pramono, 2019, NIT: 51145431.T, “Analisa Kerja Valve Actuator Terhadap Pengoperasian Ballast Water Treatment System di MV. PERMATA”, skripsi Program Studi Teknika, Program Diploma IV, Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang, Pembimbing I: Abdi Seno, M.Si, M.Mar.E, Pembimbing II: Budi Joko Raharjo, M.M Ballast water treatment system (BWTS) adalah sistem yang dirancang untuk menghilangkan dan menghancurkan organisme biologis yang tidak aktif. Sistem ini menggunakan salah satu teknologi terkini yang digunakan dalam pengolahan ballast water yaitu advanced oxidation technology (AOT). Ballast water treatment system memiliki komponen-komponen yang berfungsi untuk menunjang kelancaran pengoperasiannya. Salah satu contoh komponenkomponen tersebut adalah valve actuator. Kerja valve actuator sangat berpengaruh terhadap kelancaran pengoperasian ballast water treatment system. Dengan demikian, kondisi valve actuator harus diperhatikan dan dijaga agar selalu dalam kondisi baik, sehingga dalam pengoperasian ballast water treatment system tidak mengalami hambatan. Metode penelitian yang digunakan oleh penulis dalam penyampaian masalah adalah dengan gabungan metode SHEL (Softwere, Hardwere, Environment, Livewere) untuk mengidentifikasi masalah yang diteliti, dan metode. USG (Urgency, Seriousness, Growth) untuk menghasilkan perioritas rumusan masalah berupa faktor penyebab, dampak dan upaya terhambatnya kerja valve actuator pada ballast water treatment system. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan penulis di kapal MV. PERMATA pada tanggal pada 07 Oktober 2016 sampai dengan 13 Oktober 2017 dapat disimpulkan bahwa penyebab terhambatnya kerja valve actuator pada ballast water treatment system terdapat empat faktor prioritas masalah yaitu; kategori software berupa Pelaksanaan jadwal perawatan tidak tepat waktu, kategori hardware berupa Macetnya Solenoid valve Pada Actuator, kategori environment berupa tingkat kelembaban udara yang terlalu tinggi, kategori lifeware berupa kurangnya pengetahuan crew kapal. Upaya yang dilakukan dari ke empat faktor prioritas dengan menjalankan maintenance plan yang sudah tertera pada manual book ballast water treatment system, melakukan tindakan preventive maintenance dan predictive maintenance , mempercepat sirkulasi udara, belajar tentang aspek yang belum diketahui melalui manualbook. ABSTRACTION Ari Eko Pramono, 2019, NIT: 51145431.T, “Analysis of Valve Actuator Work on Operation of Ballast Water Treatment Systems in MV. PERMATA”, Thesis Teknika Studies,Diploma Program IV, Merchant Marine Polytecnic of Semarang, Supervising I: Abdi Seno, M.Si, M.Mar.E, and Supervising II: Budi Joko Raharjo, M.M Ballast water treatment system (BWTS) is a system designed to save and build biological systems that are not active. This system uses one of the latest technologies used in processing ballast water, namely advanced oxidation technology (AOT). Ballast water treatment system has components that function to support the smooth operation. One example of these components are valves and actuators. Valve actuator work is crucial to the smooth thinking of the ballast water treatment system. Thus, the condition of valve actuators must be considered and maintained to be in good condition, so that in consideration of the ballast water treatment system does not require constraints. The research method used by the author in delivering the problem is by combining the SHEL method (Softwere, Hardwere, Environment, Livewere) to identify the problem under study, and the method. USG (Urgency, Seriousness, Growth) to produce priority formulation of the problem in the form of factors, impacts and efforts to hamper the work of the valve actuator in the ballast water treatment system. Based on the results of research conducted by the author in the MV. PERMATA on the date of October 7, 2016 to October 13, 2017 it can be concluded that the causes of the inhibition of the work of the valve actuator in the ballast water treatment system are four priority factors of the problem, namely; the software category is in the form of the implementation of the treatment schedule not on time, the hardware category is the Solenoid valve jam. In the Actuator, the environment category in the form of air humidity is too high; Efforts are made from the four priority factors by running a maintenance plan that has been printed on the manual ballast water treatment system, taking preventive maintenance and predictive maintenance actions, accelerating air circulation, learning about unknown aspects through the manualbook

    Esotropia Paralitik

    No full text
    Esotropia paralitik adalah esotropia yang disebabkan kelumpuhan otot rektus lateral, oleh karena kelumpuhan saraf abdusen atau kelainan pada ototnya. Penyebab dari esotropia paralitik kongenital dapat disebabkan hipoplasi nukleus saraf abdusen, kelainan perkembangan serat saraf motorik dan trauma kelahiran. Sedangkan pada yang di dapat ("acquired") terutama disebabkan kelainan vaskuler. neoplasma. dan trauma. Gambaran klinis berupa deviasi kearah medial yang bersifat inkomitan. pergerakan kearah lateral yang terbatas, diplopia, posisi kepala yang menoleh kesisi otot yang lumpuh dan "past-pointing"

    PENGARUH KINERJA GURU TERHADAP MOTIVASI BELAJAR SISWA DI SD NEGERI GENUKSARI 02

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adakah Pengaruh Kinerja Guru terhadap Motivasi Belajar Siswa di SDN Genuksari 02 Kabupaten Semarang .Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif .Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini berupa observasi dan angket. Teknik analisis data yang digunakan berupa reduksi data, sajian data, dan kesimpulan atau verifikasi. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa ada pengaruh antara Pengaruh Kinerja Guru terhadap Motivasi Belajar Siswa di SDN Genuksari 02. Kinerja guru yang baik akan berpengaruh terhadap motivasi belajar siswa dari cara berkomunikasi, tanggung jawab, keinginan untuk berhasil, meraih cita-cita, inovasi dan kegiatan yang menarik yang dilakukan guru untuk membuat anak tetap fokus dan konsentrasi dalam belajar, disiplin diri dari guru untuk diterapkan ke siswa. Kata kunci: Pengaruh Kinerja Guru, Motivasi belajar sisw

    PENGARUH KINERJA GURU TERHADAP MOTIVASI BELAJAR SISWA DI SD NEGERI GENUKSARI 02

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adakah Pengaruh Kinerja Guru terhadap Motivasi Belajar Siswa di SDN Genuksari 02 Kabupaten Semarang .Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif .Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini berupa observasi dan angket. Teknik analisis data yang digunakan berupa reduksi data, sajian data, dan kesimpulan atau verifikasi. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa ada pengaruh antara Pengaruh Kinerja Guru terhadap Motivasi Belajar Siswa di SDN Genuksari 02. Kinerja guru yang baik akan berpengaruh terhadap motivasi belajar siswa dari cara berkomunikasi, tanggung jawab, keinginan untuk berhasil, meraih cita-cita, inovasi dan kegiatan yang menarik yang dilakukan guru untuk membuat anak tetap fokus dan konsentrasi dalam belajar, disiplin diri dari guru untuk diterapkan ke siswa. Kata kunci: Pengaruh Kinerja Guru, Motivasi belajar sisw

    Perbandingan Hasil Belajar Siklus Mesin Konversi Energi Otto Pada Siswa Yang Diajar Dengan Menggunakan Model Pembelajaran Picture And Picture Dan Model pembelajaran Direct Learning Siswa Kelas X SMK Negeri 12 Malang

    No full text
    ABSTRACT Perbandingan Hasil Belajar Siklus Mesin Konversi Energi Otto Pada Siswa Yang Diajar DenganMenggunakan Model Pembelajaran Picture And Picture Dan Model pembelajaran DirectLearning Siswa Kelas X SMK Negeri 12 MalangKata kunci : model pembelajaran picture and picture,model pembelajaran direct learning,hasilbelajarDapat dipahami bawasannya pendidikan adalah usaha sadar yang dengan sengajadirancang untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Pendidikan bertujuan untukmeningkatkan kualitas sumber daya manusia. Hal tersebut perlu ditingkatkan kualitas sumberdaya manusia ialah melalui proses pembelajaran di sekolah. Pengkajian proses pembelajaranmenuju kearah yang lebih efektif dan efisien tidak terlepas dari peranan guru sebagai ujungtombak pembelajaran di sekolah. (UU No.20 tahun 2003). Maka demi mewujudkan pendidikanyang sesuai tujuan tersebut peneliti membandingkan dua model pembelajaran yang paling efektifModel pembelajaran picture and picture, model pembelajaran ini mengandalkan gambarsebagai media dalam proses pembelajaran. Gambar-gambar ini menjadi faktor utama dalamproses pembelajaran. Sehingga sebelum proses pembelajaran guru sudah menyiapkan gambaryang akan ditampilkan baik dalam bentuk kartu atau dalam bentuk carta dalam ukuran besar.Atau jika di sekolah sudah menggunakan ICT dalam menggunakan Power Point atau softwareyang lainModel pembelajaran direct learning adalah model pembelajaran yang menekankan padapenguasaan konsep dan/atau perubahan perilaku dengan mengutamakan pendekatan deduktif,dengan ciri-ciri sebagai berikut: (1)Transformasi dan ketrampilan secara langsung.(2)Pembelajaran berorientasi pada tujuan tertentu. (3)Materi pembelajaran yang telah terstuktur.(4)Lingkungan belajar yang telah terstruktur.(5)Distruktur oleh guru.Penelitian ini menggunakan metode eksperiment semu (Quasy Eksperimental Design)dengan post test only control group design. Rancangan ini digunakan karena pada prosesnyatidak dilakukan randomisasi sampel secara sesungguhnya. Pada penelitian ini diambil dua kelasdengan cara cluster random sampling. Satu kelas sebagai kelas eksperimen dikenai perlakuandengan menggunakan model pembelajaran picture and picture, sedangkan satu kelas lagi sebagaikelas kontrol dikenai dengan menggunakan model pembelajaran langsung (direct learning).Hasil belajar pada hakikatnya yaitu berubahnya perilaku siswa meliputi kognitif, afektif,serta psikomotoriknya. Sehingga setiap guru pastinya akan mengharapkan agar hasil belajarpeserta didiknya itu meningkat setelah melakukan proses pembelajaran. Dengan adanyaperbandingan hasil belajar tersebut maka akan terlihat mana yang lebih baik diantara keduanyaditinjau kedua kelompok homogeny (sama), proses, guru, dan waktu keduanya sama. Maka hasilbelajar siswa dengan kompetensi mesin konversi energi kelas X TKR dapat disimpulkan yangdilakukan perlakuan model pembelajaran picture and picture lebih baik dari pada yang dilakukan perlakuan model pembelajaran direct learning
    corecore