1,721,127 research outputs found

    analisis tingkat kerentanan banjir di daerah aliran sungai komis kabupaten banyuwangi

    No full text
    ABSTRAK Erfin Ardinata. 2019  Analisis Tingkat Kerentanan Banjir di Daerah Aliran Sungai Komis Kabupaten Banyuwangi, Skripsi, Jurusan Geografi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Dibimbing oleh (I) Purwanto, S.Pd, M.Si dan (II) Dr. Satti Wagistina, S.P., M.Si Kata kunci: Pemetaan, Banjir, DAS, Komis, Sistem Informasi Geografi Pemetaan daerah kerawanan banjir ini bertujuan untuk mengidentifikasi daerah mana saja yang rawan untuk terjadinya bencana banjir, sehingga daerah tersebut dapat dianalisis untuk melakukan pencegahan serta penanganan banjir. Bencana banjir di tahun 2016 Kecamatan Muncar merupakan yang paling parah, dengan ketinggian berkisar antara 40-100 cm. Penelitian ini dilakukan untuk analisis kerentanan banjir di DAS Komis yang secara adminstratif berada di Kabupaten Banyuwangi. Alat yang digunakan antara lain: data curah hujan dari BMKG kelas III tahun 2014 – 2018 dari tiga pos hujan, peta RBI, peta geologi Jawa Timur, peta penggunaan lahan dari citra landsat TM+7, peta kemiringan lereng. Data didapat dengan melakukan ground truth (cek lapangan) di lokasi DAS Komis dan menganalisis peta dan faktor-faktor penyebab banjir, analisa dalam penelitian ini berupa pemberian skoring, pembobotan, atribut dan keruangan. Dari peta kerawanan banjir didapat bahwa Daerah Aliran Sungai (DAS) Komis terdiri dari lima kelas kerawanan banjir yaitu: kelas sangat rendah (2066.21), rendah (7955.59), sedang (3249.88), rawan (12924.32), sangat rawan (2747.42). Pada setiap bagian/segmen banyak yang termasuk kelas sangat rawan adalah bagian hilir dengan luas 2747.42 Ha. Bagian hulu yang berada di Kecamatan Sempu merupakan bagian yang memiliki kelas sangat aman dengan luas 2066.21 Ha. Hal ini dikarnakan daerah ini merupakan daerah dengan penggunaan lahan yang didominasi oleh perkebunan dan juga ladang, dimana penggunaaan lahan perkebunan dan ladang mempunyai pengaruh yang sangat besar dalam mencegah bencana banjir. Kecamatan yang memiliki luas kelas kerawanan bencana banjir sangat rawan yang paling tinggi adalah Kecamatan Muncar dengan luas 2747.42 Ha yang merupakan hilir dari DAS Komis Kabupaten Banyuwangi ini

    Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis

    Get PDF
    The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed

    Variations on the Author

    Get PDF
    “Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship

    PENGELOLAAN KEPERAWATAN DENGAN KELETIHAN PADA PASIEN DIABETES MELITUS

    No full text
    PENGELOLAAN KEPERAWATAN KELETIHAN PADA PASIEN DIABETES MELITUS Erfin ^(1)) , Handoyo ^(2)) , Widjijati ^(3)) ^(1)) Mahasiswa Program Studi DIII Keperawatan Poltekkes Kemenkes Semarang ^(2)3)) Dosen Poltekkes Kemenkes SemarangEmail: [email protected] ABSTRAKLatar Belakang: Diabetes Melitus disebut juga the silent killer merupakan penyakit yang akan memicu krisis kesehatan terbesar pada abad ke-21. Penderita Diabetes Melitus sangat rentan terkena keletihan, ini timbul karena kadar gula darah tinggi karena insulin yang tidak adekuat. Kondisi ini menyebabkan glukosa yang masuk tidak dapat diolah oleh sel untuk pembentukan energi yang akan digunakan tubuh. Keletihan dapat diatasi dengan aktifitas fisik ringan seperti senam DM dan dapat dilakukan terapi insulin .Tujuan: Melaksanakan pengelolaan keperawatan dengan keletihan pada pasien diabetes melitusMetode: Penulisan menggunakan metode penelitian deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Teknik convenience sampling digunakan untuk mendapatkan satu responden dengan masalah keletihan pada pasien DM.Hasil: Dari asuhan keperawatan yang diberikan selama 3x24 jam pada pasien DM dengan menggunakan senam DM dan terapi insulin, didapatkan masalah keperawatan keletihan berkurang ditandai dengan tingkat keletihan yang berkurang.Kesimpulan: Dari hasil diatas dapat disimpulkan bahwa tindakan senam DM dan terapi insulin pada pasien DM sudah dilakukan tetapi masalah keperawatan keletihan belum teratasi sepenuhnya.Kata kunci: Diabetes melitus, Keletihan, Keletihan pada Diabets Melitus, silent killer.ABSTRACTBackground: Diabetes mellitus, also called the silent killer, is a disease that will trigger the biggest health crisis in the 21st century. Diabetes mellitus sufferers are very vulnerable to fatigue, this arises because of high blood sugar levels due to inadequate insulin. This condition causes the incoming glucose cannot be processed by cells for the formation of energy that will be used by the body. Fatigue can be overcome with mild physical activity such as DM exercises and insulin therapy can be done.Purpose: Carry out nursing care with the focus of fatigue study on patients with diabetes mellitus.Methods: Writing using descriptive research methods with a case study approach. Convenience sampling technique was used to get one respondent with fatigue problems in DM patients.Results: From nursing care given for 3x24 hours in DM patients using DM exercises and insulin therapy, it was found that nursing problems decreased fatigue marked by reduced fatigue levels.Conclusion: From the above results it can be concluded that the action of DM exercise and insulin therapy in DM patients has been done but the problem of nursing fatigue has not been completely resolved.Keywords: Diabetes mellitus, Fatigue, Fatigue in Diabetic Melitus, Silent Killer

    Kemitraan dalam pemberdayaan masyarakat melalui kampung tematik flora di Kelurahan Wonolopo Kecamatan Mijen Kota Semarang

    Get PDF
    Erfin Rusli (2001046007) Kemitraan dalam Pemberdayaan masyarakat melalui program Kampung Tematik Flora di Kelurahan Wonolopo, Kecamatan Mijen, Kota Semarang. Program ini merupakan inisiatif kolaboratif antara Kelompok Tani dan Kelompok Wanita Tani, untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui program kampung flora. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: (1) Bagaimana proses kemitraan dalam pemberdayaan antara Kelompok Wanita Tani (KWT) dan Kelompok Tani (KT) pada kampung tematik flora di Kelurahan Wonolopo, Kecamatan Mijen, Kota Semarang (2) Untuk mengetahui hasil kemitraan dalam pemberdayaan antara Kelompok Wanita Tani (KWT) dan Kelompok Tani (KT) dalam memberdayakan masyarakat melalui kampung tematik flora di Kelurahan Wonolopo, Kecamatan Mijen, Kota Semarang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses pemberdayaan melalui kemitraan antara Kelompok Tani dan Kelompok Wanita Tani di kampung tematik Flora di Kelurahan Wonolopo Kecamatan Mijen Kota Semarang dan hasil dari kemitraan antara Kelompok Tani dan Kelompok Wanita Tani di kampung tematik Flora di Kelurahan Wonolopo Kecamatan Mijen Kota Semarang. Metodologi penelitian melibatkan pendekatan kualitatif dengan pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan studi dokumentasi. Penelitian menunjukkan bahwa proses kemitraan yang terbentuk pada program kampung flora di Kelurahan Wonolopo Kecamatan Mijen Kota Semarang melalui tiga tahap yaitu Tahap penyadaran dan tahap pembentukan prilaku, tahapan transformasi kemampuan, dan tahap peningkatan kemampuan intelektual. Kedua, hasil kemitraan dalam pemberdayaan masyarakat melalui program kampung tematik Flora di Kelurahan Wonolopo Kecamatan Mijen Kota Semarang antara lain aspek ekonomi di mencakup penciptaan lapangan pekerjaan baru, peningkatan pendapatan dari kegiatan pertanian dan tanaman hias, serta akses teknologi dan pasar yang lebih luas. Secara sosial, kerjasama antar penduduk meningkat, pemahaman tentang organisasi berkembang, dan wawasan masyarakat bertambah melalui berbagai kegiatan. Dari segi lingkungan, sistem sanitasi yang lebih baik, pembuangan sampah yang tepat, dan pekarangan yang bersih menunjukkan peningkatan kebersihan dan kesehatan

    Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis

    Get PDF
    We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis

    Perencanaan Pembuatan Alat Penggerak dan Pengontrol Las Potong

    No full text
    ABSTRAK   Hermawanto, Erfin dan Santoso, Adi Surya. 2011. Perencanaan Pembuatan Alat Penggerak dan Pengontrol Las Potong.  Tugas Akhir, Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing :(I) Drs. Solichin, S. T., M. Kes. (II) Prihanto Trihutomo, S. T., M.T.   Kata Kunci: Penggerak dan Pengontrol, Las Potong. Dalam perkembangan teknologi khususnya di bidang industri kini sudah mengalami peningkatan yang sangat pesat, di hampir setiap segi maupun di tiap-tiap bidang dalam perindustrian terlebih dalam industri manufacture selalu terus memperbaharui teknologi mereka. Hal ini dilakukan karena semata-mata untuk mempermudah pengerjaan, mempersingkat waktu yang dibutuhkan dalam suatu produksi, maupun agar kinerja dari tiap bagian yang terlibat didalamnya menjadi lebih maksimal. Dan pada akhirnya bisa didapatkan suatu langkah proses manufacture yang lebih efisien. Saat ini berbagai upaya terobosan masih terus dilakukan untuk tujuan tersebut, tak terkecuali dalam bidang Welding machinery atau pengerjaan las. Dalam proses pengelasan terutama pada proses pengelasan potong selama ini di industri manufacture hanya mengandalkan beberapa welder atau operatornya untuk melakukan pekerjaan pemotongan dengan cara manual yaitu dengan menggunakan las asitelin yang dikerjakan langsung pekerja-pekerja las / para operator las (welder) Maka dengan alasan inilah merencanakan alat penggerak las potong, yaitu sebuah alat penggerak dengan tenaga listrik yang sekaligus sebagai pengontrol pergerakan guner alat las potong yang memungkinkan pergerakan (welder) pemotongan berbagai pattern yang dengan kelebihan seorang operator las dapat di wakilkan dengan menggunakan satu alat ini, hasil las bisa lebih rapi dari pada las manua

    Dispelling the Myths Behind First-author Citation Counts

    Get PDF
    We conducted a full-scale evaluative citation analysis study of scholars in the XML research field to explore just how different from each other author rankings resulting from different citation counting methods actually are, and to demonstrate the capability of emerging data and tools on the Web in supporting more realistic citation counting methods. Our results contest some common arguments for the continued use of first-author citation counts in the evaluation of scholars, such as high correlations between author rankings by first-author citation counts and other citation counting methods, and high costs of using more realistic citation counting methods that are not well-supported by the ISI databases. It is argued that increasingly available digital full text research papers make it possible for citation analysis studies to go beyond what the ISI databases have directly supported and to employ more sophisticated methods

    Author Index

    No full text
    Nao informado
    corecore