20 research outputs found
ANALISIS ISI (CONTENT) BLOG SEBAGAI MEDIA KAMPANYE CALON ANGGOTA LEGISLATIF (CALEG) PADA PEMILU LEGISLATIF 2009
Pesta demokrasi dalam Pemilihan Umum (Pemilu) Legislatif menghadirkan maraknya persaingan di antara para calon anggota legislatif (caleg). Setiap caleg berlomba untuk menyampaikan aspirasinya melalui berbagai media komunikasi, mulai dari media cetak hingga media elektronik. Salah satu media elektronik yang mulai digunakan oleh para caleg adalah blog yang merupakan layanan internet. Berbeda dengan media komunikasi pada umumnya seperti televisi, radio, koran, spanduk, brosur atau leaflet, blog menawarkan berbagaikeunggulan seperti kemudahan akses kapan dan dari manapun, mudah dan secara cepat dapat dimutakhirkan isiny serta memilliki daya jangkau yang relatif tak terbatas. Penelitian ini merupakan analisis terhadap blog yang digunakan oleh para caleg sebagai media kampanye menghadapi Pemilihan Umum Legislatif. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana kandungan pesan yang termuat pada blog milik para caleg sebagai media kampanye. Analisis dilakukan berdasarkan parameter yang ditetapkan sesuai perspektif teori ilmu komunikasi politik, terhadap kandungan/isi (content) dari blog-blog yang dipilih secara acak. Penelitian ini menghasilkan satu luaran berisi hasil evaluasi penggunaan blog sebagai media kampanye para caleg pada Pemilu Legislatif 2009
ANALISIS ISI (CONTENT) BLOG SEBAGAI MEDIA KAMPANYE CALON ANGGOTA LEGISLATIF (CALEG) PADA PEMILU LEGISLATIF 2009
Pesta demokrasi dalam Pemilihan Umum (Pemilu) Legislatif menghadirkan maraknya persaingan di antara
para calon anggota legislatif (caleg). Setiap caleg berlomba untuk menyampaikan aspirasinya melalui berbagai
media komunikasi, mulai dari media cetak hingga media elektronik. Salah satu media elektronik yang mulai
digunakan oleh para caleg adalah blog yang merupakan layanan internet. Berbeda dengan media komunikasi
pada umumnya seperti televisi, radio, koran, spanduk, brosur atau leaflet, blog menawarkan berbagai
keunggulan seperti kemudahan akses kapan dan dari manapun, mudah dan secara cepat dapat dimutakhirkan
isiny serta memilliki daya jangkau yang relatif tak terbatas. Penelitian ini merupakan analisis terhadap blog
yang digunakan oleh para caleg sebagai media kampanye menghadapi Pemilihan Umum Legislatif. Tujuan
penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana kandungan pesan yang termuat pada blog milik para caleg
sebagai media kampanye. Analisis dilakukan berdasarkan parameter yang ditetapkan sesuai perspektif teori
ilmu komunikasi politik, terhadap kandungan/isi (content) dari blog-blog yang dipilih secara acak. Penelitian ini
menghasilkan satu luaran berisi hasil evaluasi penggunaan blog sebagai media kampanye para caleg pada
Pemilu Legislatif 2009
ANALISIS ISI (CONTENT) BLOG SEBAGAI MEDIA KAMPANYE CALON ANGGOTA LEGISLATIF (CALEG) PADA PEMILU LEGISLATIF 2009
Pesta demokrasi dalam Pemilihan Umum (Pemilu) Legislatif menghadirkan maraknya persaingan di antara para calon anggota legislatif (caleg). Setiap caleg berlomba untuk menyampaikan aspirasinya melalui berbagai media komunikasi, mulai dari media cetak hingga media elektronik. Salah satu media elektronik yang mulai digunakan oleh para caleg adalah blog yang merupakan layanan internet. Berbeda dengan media komunikasi pada umumnya seperti televisi, radio, koran, spanduk, brosur atau leaflet, blog menawarkan berbagaikeunggulan seperti kemudahan akses kapan dan dari manapun, mudah dan secara cepat dapat dimutakhirkan isiny serta memilliki daya jangkau yang relatif tak terbatas. Penelitian ini merupakan analisis terhadap blog yang digunakan oleh para caleg sebagai media kampanye menghadapi Pemilihan Umum Legislatif. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana kandungan pesan yang termuat pada blog milik para caleg sebagai media kampanye. Analisis dilakukan berdasarkan parameter yang ditetapkan sesuai perspektif teori ilmu komunikasi politik, terhadap kandungan/isi (content) dari blog-blog yang dipilih secara acak. Penelitian ini menghasilkan satu luaran berisi hasil evaluasi penggunaan blog sebagai media kampanye para caleg pada Pemilu Legislatif 2009
Penanganan Arsip Secara Elektronik: Inovasi Bidang Administrasi Perkantoran Dalam Usaha Pelestarian Lingkungan
Arsip merupakan dokumen yang dikelola oleh perusahan berskala besar maupun kecil. Penanganan arsip memerlukan kaidah yang tepat agar nilai informasi yang dikandung bisa terpelihara untuk digunakan bila diperlukan. Penanganan arsip secara elektronik saat ini menjadi tren bagi perusahaan-perusahaan yang mulai memberi perhatian kepada usaha pelestarian lingkungan dalam konsep paperless-office. Sekretaris sebagai salah satu tenaga kerja di bidang administrasi perkantoran memiliki peran penting untuk menangani arsip secara elektronik sehingga turut berperan dalam usaha yang dilakukan kantor atau organisasi tempatnya bekerja dalam kegiatan pelestarian dan penyelamatan lingkungan. Paper ini akan membahas bagaimana peran sekretaris dalam menangani arsip secara elektronik sebagai usaha inovatif tenaga kerja profesional di bidang administrasi perkantoran. Penelitian dilakukan secara kualitatif dengan menganalisa tugas-tugas kesekretarisan serta teknologi informasi dalam penanganan arsip elektronik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tenaga administrasi atau misanya seorang sekretaris mampu melakukan inovasi untuk menangani arsip secara elektronik berbantukan teknologi informasi dengan tetap mengikuti kaidah yang berlaku dalam tata kearsipan
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT KOTA DENGAN PENGUATAN PENGETAHUAN E-COMMERCE PASCA PANDEMI COVID-19
In an e-commerce situation that is developing very rapidly, the COVID-19 pandemic hit Indonesia and not only had an impact on the public health system but also had an impact on the people's economy. Traders, both small and retail businesses, are feeling the effects of the COVID-19 pandemic, and it is not uncommon for some to go out of business because their income is not proportional to their expenses. Ultimately, this directly or indirectly impacts the economy of the lower middle class. Residents in Pesanggrahan Village, which has a population of approximately 4,300 people with 1,000 families, are one of the affected communities. Most people's livelihoods in RW.03 Pesanggrahan Village are as traders, private employees, and laborers. This Community Service Program is one of the efforts to revive the people's economy affected by the COVID-19 pandemic. This activity aims to provide broader knowledge about e-commerce for the lower middle class affected by the COVID-19 pandemic in the Industrial Age 4.0. The results show that the target community finds the education provided useful and motivates them to strive to restore the economy through entrepreneurshipKeywords: COVID-19 Pandemic, Community Services, E-commerce, Small Medium EnterpriseAfter the pandemic ends, the economic impact can still be felt in society. Traders, both small businesses and retail, who are affected by the COVID-19 pandemic are often forced to close down because their income is not commensurate with their expenses. This directly or indirectly has an impact on the economy of the lower middle class. Residents in the Pesanggrahan sub-district area, which has a population of approximately 4,300 people with 1,000 families, are one of the community groups affected. The majority of people's livelihoods in RW 03 Pesanggrahan Village are traders, private employees and laborers. Even though the pandemic has ended, the economic downturn is still being felt. Indicators can be seen from the weakening of purchasing power and business movements in the area, which includes entrepreneurial and residential areas. This Community Service Program is an effort to revive the economy of communities affected by the COVID-19 pandemic. The aim of this activity is to provide broader knowledge about e-commerce for the public so that they can more quickly revive the MSME economy after the pandemic. The results of the activity show that the target community understands the education provided and implements expanding their business by using social media to restore the family economy
Implementasi Website E-Commerce Berbasis Content Management System Wordpress Pada Toko Pesona Tanaman
Di masa pandemi Covid-19 ini pemerintah membatasi aktivitas diluar dan menghindarikontak fisik secara langsung. Sehingga banyak memanfaatkan media internet untukpenjualan dan pembelian. Pesona Tanaman yaitu usaha yang bergerak pada bidangpenjualan tanaman hias. Meskipun sudah menggunakan WhatsApp dan Marketplace,ada beberapa kendala yang dihadapi yaitu, persaingan harga yang terlalu bervariatifsehingga mempunyai selisih harga yang jauh, banyaknya yang menjual produk yangsama sehingga membuat pelanggan memilih rekomendasi produk dari toko lain,minimnya dalam promosi penjualan sehingga produk lama terjual dan pemilik tokomasih menggunakan sistem pencatatan kertas untuk laporan. Untuk mengatasi kendalakendalatersebut, dibutuhkan sebuah website e-commerce. Dalam pengembangan ecommerceini menggunakan metode Business Model Canvas (BMC) untuk menganalisakekuatan dan kekurangan serta strategi bisnis. Perancangan sistem menggunakanmetode Unifield Modeling Language (UML), dan websitenya menggunakan aplikasiWordpress dengan Content Management System (CMS). Website juga dioptimalisasidengan menggunakan teknik Search Engine Optimization (SEO), agar website berada dihalaman awal pada mesin pencari, sehingga memudahkan pelanggan untuk menemukansitus web tersebut. Dengan website e-commerce ini diharapkan pemilik toko bisa lebihmemaksimalkan penjualan produk yang dijual melalui website e-commerce, penerapanSEO dan marketing dapat membantu meningkatkan penjualan serta dengan adanya fiturcetak laporan penjualan dapat mempermudah pemilik toko dalam merekapitulasilaporan
PENINGKATAN MUTU SISWA DENGAN PELATIHAN MICROSOFT OFFICE BAGI SISWA PKBM JAKARTA SELATAN
PKBM (Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat) sebagai satuan pendidikan non-formal,merupakan prakarsa pembelajaran masyarakat, yang perlu dibina secaraberkesinambungan. Siswa yang mengikuti pelatihan ini setara dengan SMA. Kegiatanpengabdian kepada masyarakat ini, bekerjasama dengan PKBM Negeri 27 Jakarta Selatan.Pelatihan ini lebih dipusatkan pada penggunaan Microsoft Office, khususnya MicrosoftWord untuk meningkatkan mutu dan kemampuan ilmu komputer agar dapat menambahnilai lebih pada diri siswa. Kendala yang dihadapi, adalah PKBM tidak memiliki fasilitasruang komputer dan tenaga pelatih untuk memberikan pelatihan kepada siswa, serta siswatidak memiliki biaya untuk meningkatkan kemampuan diri dalam penguasaan teknologikomputer. Kesimpulan dari kegiatan ini adalah 63% menyatakan hasil pelaksanaanpelatihan sangat baik, dan sisanya 37% menyatakan hasil pelaksanaan pelatihan baik. Halini membuktikan bahwa kegiatan pelatihan Microsoft Office sangat bermanfaat dan mampumeningkatkan pengetahuan dan ketrampilan di bidang aplikasi komputer
Sistem Pendukung Keputusan Untuk Pemilihan Supplier Terbaik Dengan Metode Analytical Hierarchy Process Dan Simple Additive Weighting
Penelitian ini membahas tentang pemilihan supplier terbaik pada PT. Talkindo Selaksa Anugrah(Breadtalk). Melakukan pemilihan supplier terbaik penting dilakukan untuk mempermudah dalampengambilan keputusan untuk memilih supplier yang sebelumnya dilakukan berdasarkan subjektivitas saja.Hal itu dapat menimbulkan kesalahan dalam pemilihan supplier, karena jika salah memilih supplier makaakan menghambat proses produksi. Masalah yang ditemui antara lain belum memiliki kriteria penilaian darisetiap supplier, belum adanya proses penilaian dari supplier yang ada, proses penilaian supplier masihberdasarkan dari penilaian subjektivitas atau berdasarkan kesepakatan kedua belah pihak saja, belummemiliki laporan data dan penilaian supplier, dan belum memiliki laporan ranking setiap supplier. Kriteriayang digunakan antara lain harga, kualitas produk, waktu pengiriman, ketersediaan barang, dan kualitaspelayanan. Untuk itu, perlu dibuat sebuah Sistem Pendukung Keputusan (SPK) yang memberikan solusi darimasalah tersebut. Metode Analytical Hierarchy Process (AHP) digunakan karena perlu dilakukanpembobotan dari kriteria-kriteria, dan metode Simple Additive Weighting (SAW) digunakan untukmenentukan perangkingan alternatif pada setiap kriteria. Tujuan dari penelitian ini adalah membuatkan SPK,membuatkan kriteria serta bobot dari kriteria supplier agar supplier dapat dinilai lebih rinci, membuatkanlaporan data profil dan hasil penilaian supplier agar dapat melihat kinerja dan kualitas dari setiap supplier,dan membuatkan hasil akhir (perankingan) supplier sehingga dapat melihat ranking dari setiap supplier yangada
IMPLEMENTASI DATA MINING UNTUK PREDIKSI DROP-OUT DENGAN MENGGUNAKAN RANDOM FOREST METHOD
Akreditasi adalah salah satu tolak ukur kualitas pada sebuah Perguruan Tinggi. Beberapa unsur pengukuran tersebut adalah mahasiswa dan lulusan. Pencegahan mahasiswa yang drop-out menjadi permasalahan yang dianggap sangat penting bagi Perguruan Tinggi itu sendiri. Tingginya tingkat putus sekolah akan memberikan dampak yang buruk pada Perguruan Tinggi, seperti reputasi dan akreditasi yang kurang baik. Penelitian ini menyajikan hasil analisis studi kasus data pendidikan dengan menggunakan teknik klasifikasi pada data mining yang berfokus pada deteksi drop-out mahasiswa sarjana dan diploma pada Fakultas ABC di Perguruan Tinggi XYZ. Data mentah berasal dari data akademik siswa yang mendaftar di universitas dari tahun 2008 hingga tahun 2012. Data mentah lalu dilakukan proses preprocessing untuk mengatasi permasalahan ketidakseimbangan data. Teknik synthetic minority oversampling (SMOTE) untuk menangani ketidakseimbangan dataset dan algoritma random forest untuk memprediksi drop-out dengan data latih awal sebanyak 2492 dataset. Sebagai hasil penelitian, algoritma random forest disertai dengan SMOTE dapat memberikan hasil akurasi terbaik sebesar 93,43%. Sedangkan hasil utama dari penelitian ini dapat digunakan untuk mengurangi tingkat drop-out dengan cara melakukan prediksi dini terhadap mahasiswa berpotensi tinggi untuk drop-out dan mengidentifikasi faktor-faktor potensial yang terkait dengan penyebab mahasiswa drop-out.
Kata Kunci : drop out; random forest; synthetic minority over sampling; SMOTE; data pendidikan; data mining; classification; prediction; imbalance dataset
Accreditation is one of the quality measurements for a University. Some elements of these measurements are students and graduate students. Prevention of students to drop out is a problem that is considered very important for the university itself. High levels of drop out students will have a bad impact on the university, such as bad reputation or low-grade accreditation. This research presenting the results of a case study analysis in educational data, by analyzing the data using the data mining technique. The author using the classification method, that focuses on drop-out prediction of undergraduate and diploma students at the ABC Faculty at XYZ University. To predict drop-out classification, academic data are needed. The raw data are student's academic data that enroll in university from 2008 to 2012. The raw data preprocessing then carried out to handle imbalanced data. This research uses synthetic minority oversampling technique (SMOTE) to handle imbalance dataset and random forest algorithm to predict drop-out within 2492 data. As a research result, the random forest algorithm accompanied by SMOTE can provide the best accuracy results by 93.43%. The main results of this research can be used to reduce drop-out levels by predicting potential drop out students and identifying potential factors related to drop out students.
Keywords: drop out; random forest; synthetic minority over-sampling; SMOTE; educational data; data mining; classification; prediction; imbalance datase
Perbandingan Kualitas Udara Berdasarkan Parameter Deposisi Kering di Jakarta, Bandung, dan Serpong
Peningkatan emisi gas buang dari kegiatan industri dan transportasi berkontribusi pada terjadinya pencemaran udara dan menyebabkan deposisi asam. Pemantauan deposisi kering di tiga lokasi berbeda (Serpong, Jakarta, dan Bandung) dilakukan selama tahun 2019. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi polutan parameter deposisi kering, serta melihat perbandingan konsentrasi saat musim hujan dan kemarau. Pengukuran deposisi kering dengan metode filter pack meliputi dua parameter yaitu partikulat Na+, K+, Ca2+, Mg2+, NH4+, Cl-, NO3-, dan SO42- dalam aerosol serta gas-gas SO2, HNO3, NH3, dan HCl. Udara dilewatkan pada four stage filter pack yang memiliki spesifikasi untuk tiap komponen kimia di setiap rangkaian filter, selama dua minggu secara kontinyu menggunakan pompa dengan laju alir 1 L/menit. Filter hasil sampling dipreparasi dan dianalisis menggunakan Ion Chromatography DIONEX ICS5000 menggunakan eluen campuran NaHCO3 2,7 mM dan Na2CO3 0,3 mM untuk anion dan eluen MSA 20 mM untuk kation dengan laju alir pengukuran 1 L/menit. Hasil pengujian memperlihatkan bahwa gas NH3 dan partikulat SO42- di setiap lokasi merupakan polutan dominan dalam deposisi kering. Konsentrasi NH3 tertinggi di Jakarta terjadi pada bulan Desember (4,4 ppb), di Bandung pada bulan November (17 ppb), sementara di Serpong pada bulan Juli (13 ppb). Konsentrasi SO42- paling tinggi di Jakarta terjadi pada bulan Juli (10,3 mg/m3), di Bandung pada bulan Februari (11,7 mg/m3), dan di Serpong pada bulan September (8,6 mg/m3). Persentase senyawa NH3 di Jakarta, Bandung, dan Serpong masing-masing sebesar 41%, 70%, dan 64%, sementara SO42- masing-masing sebesar 42%, 49%, dan 58%. Tidak terlihat adanya perbedaan nyata antara konsentrasi pencemar pada musim hujan dan kemarau di Bandung, Jakarta, dan Serpong untuk beberapa parameter, kecuali di Jakarta untuk Na+ (p < 0,05), di Serpong untuk SO2, HCl,dan K+ berbeda nyata (p < 0,05), serta parameter HNO3 dan NO3- berbeda nyata (p < 0,001)
