9 research outputs found
FAKTOR – FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEPUASAN PELANGGAN (Studi pada Pelanggan Speedy Di PT. Telkom Kandatel Solo
ABSTRAKSI
Septiningtyas Dwi Utami, nomor mahasiswa 152080005, Jurusan Ilmu Administrasi Bisnis
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Yogyakarta.
Judul Penelitian “Faktor-faktor yang mempengaruhi kepuasan pelanggan” (Studi pada Pelanggan
Speedy Di PT. Telkom kandatel Solo). Dosen pembimbing Sauptika Kancana dan Ida Susi
Dewanti
Penelitian ini dilaksanakan di plasa PT. Telkom Kandatel Solo. Populasi penelitian adalah
pelanggan Speedy PT. Telkom Kandatel Solo yang sedang melakukan pembayaran tagihan di
plasa telkom, sampel sebanyak 50 orang, diambil dengan teknik Sytematic Random Sampling.
Pengumpulan data di lakukan dengan menggunakan kuesioner. Variabel penelitian ini
merupakan variabel independen yaitu kepuasan pelanggan. Kepuasan pelanggan diukur dengan
menggunakan sebuah atribut harga yang terjangkau, potongan harga, merk yang terkenal, paket
internet yang ditawarkan, layanan konektifitas, kestabilan jaringan, kemudahan dalam
pemasangan, kecepatan dalam pelayanan, ketepatan dalam pelayanan, keramahan dalam
pelayanan, kenyamanan dalam pelayanan, garansi.
Hipotesis yang diajukan penulis adalah kesebelas atribut itu mempengaruhi kepuasan
pelanggan pengguna produk Speedy. Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini
adalah analisis faktor.
Berdasarkan hasil analisis dapat diambil kesimpulan bahwa ada faktor-faktor yang
mempengaruhi kepuasan pelanggan pengguna produk Speedy faktor pertama faktor kualitas
pelayanan yang terdiri atas merk yang terkenal, paket internet yang ditawarkan, kemudahan
dalam pemasangan, kecepatan dalam pelayanan, ketepatan dalam pelayanan, keramahan dalam
pelayanan, kenyamanan dalam pelayanan, garansi. Faktor kedua yaitu kualitas produk yang
terdiri atas layanan koneksi, kestabilan jaingan
NILAI-NILAI KARAKTER DALAM TEKS CERPEN KARYA SISWA KELAS XI SMA NEGERI 7 MALANG
ABSTRAK Septiningtyas, Dwi. 2017. Nilai-nilai Karakter dalam Teks Cerpen Karya Siswa Kelas XI-MIPA 1 SMA Negeri 7 Malang. Skripsi, Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Dr. Roekhan M.Pd. Kata Kunci: nilai karakter, teks cerpen, karya siswa Karya sastra dibagi menjadi tiga genre, yaitu puisi, drama dan prosa. Cerpen merupakan salah satu bentuk karya sastra prosa fiksi. Cerpen adalah cerita berbentuk prosa yang relatif pendek (Sumardjo, 1988:30). Sebuah cerpen biasanya memiliki plot yang diarahkan pada insiden atau peristiwa tunggal. Hal tersebut senada dengan pendapat Pratiwi (1990:47) yang menjelaskan bahwa pada genre cerita pendek, misalnya, tidak semua unsur dikembangkan secara seimbang. Aspek penting yang tidak boleh dilupakan adalah nilai-nilai karakter yang terkandung dalam cerpen. Dalam sebuah kajian sastra, nilai karakter dapat dipandang sebagai amanat. Amanat merupakan ajaran moral atau pesan didaktis yang ingin disampaikan oleh pengarang kepada pembaca melalui karyanya. Sebenarnya, pendidikan karakter sudah ditanamkan sejak anak-anak atau masih dalam lingkungan keluarga (informal). Pada saat ini, nilai karakter yang ada dalam diri anak sudah mulai tergerus. Pada kurikulum 2013 yang diterapkan dalam pembelajaran Bahasa Indonesia menggunakan pembelajaran berbasis teks. Cerpen merupakan salah satu teks sastra yang dianggap memuat nilai karakter. Penelitian tentang nilai karakter dalam cerpen karya siswa peneliti lakukan dengan pertimbangan bahwa pembelajaran cerpen yang diajarkan di lembaga formal selalu didorong untuk memasukkan nilai-nilai karakter. Dalam pembelajaran cerpen juga dapat dimanfaatkan sebagai sarana untuk mengembangkan kecakapan hidup untuk memahami diri, sosial, dan persoalan kehidupan yang lain. Adanya indikasi bahwa belum semua siswa menerapkan nilai karakter dengan baik dan untuk mengetahui penyebabnya menjadi alasan peneliti menganggap perlu dilakukan penelitian mengenai nilai karakter dalam teks cerpen karya siswa dengan judul Nilai-nilai Karakter dalam Teks Cerpen Karya Siswa Kelas XI-MIPA 1 SMA Negeri 7 Malang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif karena pendekatan kualitatif adalah pendekatan yang digunakan untuk mendeskripsikan data yang diteliti secara jelas berdasarkan teori-teori sastra. Janis penelitian yang digunaka dalam penelitian ini adalah kajian teks. Data penelitian ini berupa kutipan-kutipan teks dan transkrip hasil wawancara. Pada data berupa kutipan-kutipan teks berisi nilai-nilai karakter. Data yang diperoleh tersebut untuk mengetahui nilai-nilai karakter yang muncul dan tidak muncul dalam teks cerpen karya siswa. Selanjutnya, data yang didapat dari transkrip hasil wawancara digunakan untuk mengetahui faktor yang menyebabkan kemunculan dan ketidak munculan nilai karakter dalam teks cerpen karya siswa. Berdasarkan hasil data yang dianalisis tersebut, diperoleh empat simpulan hasil penelitian. Pertama, nilai-nilai karakter yang muncul dalam cerpen karya siswa sebanyak limabelas nilai, yakni nilai rigius, nilai jujur, nilai toleransi, nilai kerja keras, nilai kreatif, nilai mandiri, nilai demokratis, nilai rasa ingin tahu, nilai cinta tanah air, nilai manghargai prestasi, nilai bersahabat/komunikatif, nilai cinta damai, nilai gemar membaca, nilai peduli sosial, dan nilai tanggung jawab. Kedua, nilai-nilai karakter yang tidak muncul sebanyak tiga nilai, yakni nilai disiplin, nilai semangat kebangsaaan, nilai peduli lingkungan. Ketiga, (1) adanya tokoh yang diidolakan atau adanya hal yang menginspirasi, (2) adanya kepekaan terhadap kejadian di lingkungan sekitar, (3) sesuai yang terpikirkan saat proses menulis, (4) sesuai dengan pengalaman pribadi.Keempat, faktor yang memengaruhi ketidakmunculan nilai karakter, yakni (1) penulis ingin segera menyelesaikan ceritanya, (2) tidak terpikirkan nilai karakter lainnya oleh penulis, (3) tidak cocok dengan isi cerita.Hal-hal yang mendukung faktor yang memengaruhi kemunculan atau ketidakmunculan nilai karakter adalah faktor pemahaman, faktor lingkungan, faktor pengalaman, dan faktor perkembangan psikologis dalam diri remaja. Saran pertama, bagi peneliti lain atau peneliti baru, nilai dalam cerpen yang sudah ditemukan hendaknya diteliti lagi untuk mengetahui penerapan nilai karakter yang lebih mendalam dan untuk nilai yang tidak ditemukan dalam cerpen perlu dilakukan penelitian serupa dengan diawali pembelajaran atau nilai karakter yang belum muncul. Saran kedua, bagi pengajar atau guru, yakni lebih mendalam lagi dalam mengenalkan dan menerapkan nilai karakter, sehingga dalam tulisan siswa muncul nilai karakter yang banyak dan beragam. Saran ketiga, bagi masyarakat umum, khususnya orangtua, yakni menanamkan nilai karakter sejak dini, dan mengawasi agar nilai karakter yang tumbuh dalam diri anak semakin baik
Pengembangan Multimedia Interaktif Pembelajaran Analisis Unsur Intrinsik Drama untuk Siswa SMA Kelas XI
ABSTRAK Septiningtyas, Kristin. 2012. Pengembangan Multimedia Interaktif Pembelajaran Analisis Unsur Intrinsik Drama untuk Siswa SMA Kelas XI. Skripsi, Jurusan Sastra Indonesia, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Sunoto, M.Pd., (II) Dwi Sulistyorini, S.S., M.Hum. Kata kunci: pengembangan multimedia, multimedia interaktif, unsur intrinsik drama Pembelajaran drama memerlukan dukungan perangkat media sebagai sarana pembantu guru dan siswa dalam kegiatan belajar mengajar di kelas. Namun, dari hasil penelitian yang diperoleh di lapangan, kenyataannya guru masih kesulitan dalam memilih, menciptakan, maupun menerapkan media pembelajaran yang inovatif. Apabila pembelajaran drama tidak diimbangi dengan adanya inovasi dalam media pembelajaran, dapat dipastikan pada setiap pembelajaran yang berlangsung akan membuat siswa menjadi kurang tertarik. Melihat kondisi pembelajaran drama yang demikian, salah satu alternatif untuk mengatasi masalah tersebut, yakni melalui multimedia interaktif. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian pengembangan yang merupakan dasar untuk mengembangkan produk yang akan dihasilkan. Model penelitian pengembangan ini merupakan model Borg and Gall. Langkah-langkah yang dilakukan dalam penelitian ini menghasilkan data deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Data deskriptif kualitatif yang diperoleh peneliti berupa data verbal (saran-saran), sedangkan data kuantitatif menghasilkan data numeral diperoleh dari hasil uji coba kepada dosen ahli, praktisi dan siswa melalui pengisian angket. Sumber data diperoleh dari subjek uji coba yang terdiri dari (a) dosen ahli, (b) praktisi, (c) serta siswa kelas XI-8. Penelitian yang telah dilakukan uji coba ini memeroleh beberapa hasil berupa data verbal dan skor dari pengisian angket. Hasil analisis uji coba pertama diperoleh dari tiga dosen ahli yang memiliki keahlian sebagai ahli materi drama, ahli pembelajaran drama, dan ahli media (Dosen Sastra Indonesia Universitas Negeri Malang) terhadap produk media diperoleh skor 72,7%. Uji coba yang kedua dilakukan oleh praktisi (guru kelas XI-8 di SMAN 1 Kademangan Blitar) diperoleh skor 98,2%. Uji coba yang terakhir diperoleh dari pengisian angket siswa diperoleh skor 85,3%. Total keseluruhan skor terakhir setelah dijumlahkan diperoleh skor 80,3%. Berdasarkan kriteria yang telah ditentukan, dapat dikatakan bahwa media pembelajaran drama berbasis multimedia interaktif ini memenuhi kriteria 80-100%, sehingga media ini dapat digunakan di SMAN 1 Kademangan untuk siswa kelas XI. Pelaksanaan revisi dalam penelitian ini dilakukan dalam satu tahap, yakni setelah dilakukan uji produk melalui para tiga dosen ahli dan uji praktisi. Hasil dari revisi ini menghasilkan produk media pembelajaran drama untuk kemudian diterapkan pada siswa kelas XI SMA. Media pembelajaran yang dikembangkan menggunakan program Microsoft Office PowerPoint 2007. Media ini berisi teori, contoh, dan latihan yang dikemas dengan tampilan yang menarik karena disertai dengan gambar, teks, musik, animasi, dan video pementasan drama. Diharapkan dengan adanya media ini siswa menjadi tertarik dan lebih termotivasi dalam mempelajari kompetensi yang ada dalam media. Berdasarkan hasil penelitian ini, disarankan agar dilakukan penelitian yang lebih mendalam dan dilakukan uji coba pada subjek yang lebih besar. Untuk penyebarluasan multimedia interaktif pembelajaran analisis unsur intrinsik drama ini agar diketahui oleh pihak yang lebih luas, dan diharapkan dapat disosialisasikan kepada guru bahasa dan sastra Indonesia di sekolah lain
ANALISIS PERBANDINGAN TINGKAT KESEHATAN PERUSAHAAN MENGGUNAKAN METODE ALTMAN Z-SCORE DAN ANALISIS RASIO KEUANGAN (STUDI EMPIRIS PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA)
Monetary crisis which has occurred in Indonesia since the half of July in 1997
carried big effects to the world of business and national economics. Companies
should have better efforts to keep their going concern. One of them is evaluates the
financial statement at the last period and solves all the problems for keeping their self
from failure risk in the future.
The prediction of company failure could be approved empirically by using
financial ratios from the financial statement made by that company. Altman (1968)
had examined the use of financial ratio in predicting company failure. He used
Multivariate Discriminant Analysis (MDA) to examine five financial ratios in
predicting company failure. Ratios in Altman Z-Score using two or more variables
together in one formula. It makes the analyzing of financial statement easier.
Beside of Altman Z-Score Method, the analyzing of financial statement can also
uses financial ratio analysis (univariate analysis). This analysis including of four
ratios, they are liquidity ratio, activity ratio, leverage ratio, and profitability ratio.
But, many people feel not easy using this analysis in predicting company failure
because it examines financial ratio separately and each of that financial ratio has its
function and its indication differently to the condition of financial company
Hubungan Tipe Kepribadian Dengan Pilihan Karier Pada Siswa Kelas X SMKN 1 Salatiga
Dalam kehidupan semua orang tentu saja harus mengenali dan mengetahui tentang jati dirinya. Setelah mengenali dan mengetahui tentang jati drinya maka manusia akan mengetahui kemampuan yang dimiliki olehnya. Kemampuan itulah yang nantinya digunakan manusia untuk berkembang dan melanjutkan kehidupannya terutama dalam hal pekerjaan atau karier. Pemilihan karier adalah sebuah keputusan yang sangat krusial dalam kehidupan, karena jika pemilihannya tidak sesuai maka akan berdampak buruk pada kehidupan. Oleh karena itu dalam pemilihan karier harus berdasarkan pada tipe kepribadian. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui signifikansi hubungan antara tipe kepribadian dengan pilihan karier siswa kelas X SMK Negeri 1 Salatiga. Subjek pada penelitian ini adalah siswa kelas X SMK Negeri 1 Salatiga berjumlah 205 responden yang dijadikan sampel. Metode pengumpulan data yang digunakan yaitu menggunakan angket / kuesioner. Teknik analisis yang digunakan adalah Koefisien Kontingensi dengan bantuan aplikasi SPSS. 20. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara Tipe Kepribadian dengan Pilihan Karier, dapat dibuktikan pada nilai Asimp.Sig 0.000 < 0.05, maka dapat disimpulkan bahwa H1 diterima. Hal ini dapat diartikan pula bahwa tipe kepribadian seseorang mempunyai korelasi dengan pilihan karier seseorang. Nilai approximate significance (P-Value) sebesar 0.000 nilai tersebut lebih kecil dari 0.05 (0.000 < 0.05) maka dapat disimpulkan bahwa Ada hubungan yang signifikan antara Tipe Kepribadian dan Pilihan Karier siswa. Nilai korelasi yang didapatkan sebesar 0.569 maka dapat diartikan bahwa kekuatan hubungan tipe kepribadian dengan pemilihan karier adalah cukup
POLA ASUH ORANG TUA DAN KECENDERUNGAN NARSISTIK SISWA SMA NEGERI DI KOTA YOGYAKARTA
Abstrak Penelitian ini bermula dari adanya fenomena perilaku remaja yang mengarah pada perilaku narsistik yang dapat menghambat perkembangan diri anak. Tujuan penelitian adalah (1) mengetahui tingkat perilaku narsistik siswa, (2) mengetahui jumlah individu yang mewakili keempat pola asuh, dan (3) mengetahui hubungan pola asuh orang tua terhadap kecenderungan narsistik. Penelitian ini menggunakan pendeketan kuantitatif dengan metode ex-post fact. Responden penelitian adalah siswa SMA Negeri di Kota Yogyakarta dengan jumlah 367 responden. Teknik pengumpulan data menggunakan skala pola asuh dan skala perilaku narsistik.Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) tingkat perilaku narsistik siswa adalah sedang dengan persentase 61,31%, (2) siswa yang mengalami pola asuh autoritatif sebanyak 334 orang, pola asuh otoriter sebanyak 20 orang, pola asuh indulgent sebanyak 7 orang, dan pola asuh indifferent sebanyak 6 orang, (3) ada hubungan positif pada pola asuh orang tua terhadap perilaku narsistik siswa SMA Negeri di Kota Yogyakarta dengan taraf signifikansi 0,004 (p 0,05). Kata kunci: pola asuh orang tua, perilaku narsistik Abstract This research stems from the phenomenon of adolescent behavior that leads to narcissistic that can inhibit children's development. The purpose of this study is (1) obtain description about narcissistic tendencies level on students, (2) to know the various people who represent the four style of parenting, (3) to determine the correlation of parenting style and narcissistic tendencies to the students in Yogyakarta City. This research used quantitative approach with ex-post facto method. The research respondents were 367 students on senior high school in Yogyakarta City. This research used parenting scale and narcissistic inventory scale. The research results shows that: (1) narcissistic tendencies level of student is moderate with a percentage of 61,31%, (2) the students who had authoritative parenting are 334, authoritarian parenting are 20, indulgent parenting are 7, and indifferent parenting are 6, (3) there was a positive correlation of parenting style to the level of narcissistic tendencies on senior high school in Yogyakarta City with the significance 0.004 (p 0,05). Keywords: parenting style, narcissistic tendencie
POLA ASUH ORANG TUA DAN KECENDERUNGAN NARSISTIK SISWA SMA NEGERI DI KOTA YOGYAKARTA
ABSTRAK
Penelitian ini bermula dari adanya fenomena perilaku remaja yang mengarah pada perilaku narsistik yang dapat menghambat perkembangan diri anak. Tujuan penelitian adalah (1) mengetahui tingkat perilaku narsistik siswa, (2) mengetahui jumlah individu yang mewakili keempat pola asuh, dan (3) mengetahui hubungan pola asuh terhadap kecenderungan narsistik.
Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan jenis penelitian ex-post facto. Responden penelitian ini adalah siswa SMA Negeri di Kota Yogyakarta sebanyak 367 siswa dengan teknik pengambilan sampel menggunakan simple random sampling. Alat ukur yang digunakan pada penelitian ini adalah skala pola asuh orang tua dan skala perilaku narsistik. Alat ukur tersebut sudah diuji validitasnya menggunakan expert judgement dilanjutkan dengan uji konsistensi item dengan Product Moment dan uji reliabilitas instrumen menggunakan Alpha Cronbach untuk skala pola asuh dan Split-half Spearman Brown untuk skala perilaku narsistik melalui SPSS 25. Koefisien reliabilitas didapat sebesar 0,765 pada skala pola asuh autoritatif, 0,702 pada skala pola asuh otoriter, 0,675 pada skala pola asuh indulgent, 0,899 pada skala pola asuh indifferent, dan 0,733 pada skala perilaku narsistik. Teknik analisis data menggunakan uji Chi-square diikuti dengan Koefisien Kontingensi dengan nilai signifikasi 5%.
Hasil penelitian menujukkan: (1) tingkat perilaku narsistik siswa adalah sedang dengan persentase 61,31%, (2) siswa yang mengalami pola asuh autoritatif sebanyak 334 orang, pola asuh otoriter sebanyak 20 orang, pola asuh indulgent sebanyak 7 orang, dan pola asuh indifferent sebanyak 6 orang. (3) ada hubungan positif pada pola asuh orang tua terhadap perilaku narsistik siswa SMA Negeri di Kota Yogyakarta dengan taraf signifikansi 0,004 (p < 0,05).
Kata kunci: pola asuh orang tua, perilaku narsisti
MORAL CONFLICTS OF ORGAN DONATION IN NICK CASSAVETES’ MY SISTER’S KEEPER MOVIE (2009): A PSYCHOANALYTIC APPROACH
This study investigates moral conflicts of organ donation reflected in My Sister’s Keeper movie viewed from psychological approach. This research is aimed to analyze moral conflicts of organ donation viewed in terms of moral
based on psychoanalytic perspective and analyze the movie based on its structural elements. In achieving the objectives, the researcher uses descriptive qualitative
method as the type of the research. The object of this study is My Sister’s Keeper movie by Nick Cassavetes. The data sources are the primary data and secondary data. The primary data is the movie itself and the secondary data are the other data which have relationship with the study, such as some biography of the author, the articles from internet, the books and other relevant information. In collecting the data, the researcher uses library research and documentation method, and the technique of the data analysis is descriptive analysis. This research consists of two conclusions. Firstly, based on the structural analysis, it is apparent that in this movie, Nick Cassavetes conveys a moral message that human body is something borrowed, but the owner also has the right to keep and maintain the integrity of their organs in order to survive. Secondly,
based on the psychoanalytic analysis, it is evident that in this movie, the director illustrates a psychological phenomenon of moral conflicts because of the different
perspectives
HUBUNGAN TIPE KEPRIBADIAN DENGAN PILIHAN KARIER PADA SISWA KELAS X SMKN 1 SALATIGA
In life, everyone must of course recognize and know their true identity. After recognizing and knowing about one's identity, humans will know the abilities they possess. This ability is what humans will use to develop and continue their lives, especially in terms of work or career. Choosing a career is a very crucial decision in life, because if the choice is not appropriate it will have a bad impact on life. Therefore, career selection must be based on personality type. This research was conducted with the aim of finding out the significance of the relationship between personality type and career choices of class X students at SMK Negeri 1 Salatiga. The subjects in this research were class X students of SMK Negeri 1 Salatiga, totaling 205 respondents who were used as samples. The data collection method used is using questionnaires. The analysis technique used is the Contingency Coefficient with the help of the SPSS application. 20. Based on the research results showing that there is a significant relationship between Personality Type and Career Choice, it can be proven by the Asimp.Sig value of 0.000 < 0.05, it can be concluded that H1 is accepted. This can also be interpreted that a person's personality type has a correlation with a person's career choice. The approximate significance (P-Value) value of 0.000 is smaller than 0.05 (0.000 < 0.05), so it can be concluded that there is a significant relationship between Personality Type and students' Career Choices. The correlation value obtained is 0.569, which means that the strength of the relationship between personality type and career choice is sufficient
