19 research outputs found

    HUBUNGAN KOMPETENSI GURU DAN MOTIVASI BELAJAR SISWA DENGAN ETOS KERJA SISWA DALAM PRAKTIKUM MATA PELAJARAN PEMELIHARAAN MESIN KENDARAAN RINGAN KELAS XI TKR DI SMKN 2 PASURUAN

    No full text
    ABSTRAK   Sembodo, Dwi. 2018. Hubungan Kompetensi Guru dan Motivasi Belajar Siswa Terhadap Etos Kerja Siswa Dalam Praktikum Mata Pelajaran Pemeliharaan Mesin Kendaraan Ringan Siswa Kelas XI SMKN 2 Pasuruan. Skripsi, Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang.  Pembimbing: (1) Dr. Yoto, S.T., M.Pd., M.M. (2) Dr. Widiyanti, M.Pd.   Kata Kunci : Kompetensi guru, motivasi belajar siswa, etos kerja Keberhasilan seseorang di dunia kerja tidak dapat dilepaskan dari faktor internal dan faktor eksternal yang dimiliki oleh setiap individu. Pendidikan di SMK membekali siswanya dengan pengetahuan, sikap dan keterampilan yang dibutuhkan oleh dunia kerja, sikap dalam bekerja merupakan faktor yang sangat dibutuhkan di dunia kerja untuk meningkatkan produktifitas dalam bekerja. Motivasi dalam belajar merupakan hal yang penting selain faktor pendidik yang kompeten untuk meningkatkan hasil belajar sikap. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kompetensi guru dan motivasi belajar siswa dengan etos kerja siswa dalam praktikum pada mata pelajaran pemeliharaan mesin kendaraan ringan. Penelitian ini menggunakan pendekatan inferensial dengan metode studi hubungan kausal. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini sebesar 83 siswa dari populasi total yaitu 105 siswa kelas XI TKR di SMK Negeri 2 Pasuruan. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan metode path analysis dengan bantuan aplikasi SPSS versi 24. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kontribusi kompetensi pedagogik terhadap motivasi intrinsik sebesar 18,82%, kontribusi kompetensi profesional terhadap motivasi intrinsik sebesar 16,11%, kontribusi kompetensi sosial terhadap motivasi intrinsik sebesar 14,04%, kontribusi kompetensi kepribadian terhadap motivasi intrinsik sebesar 12,94%, kontribusi kompetensi pedagogik terhadap motivasi ekstrinsik sebesar 19,74%, kontribusi kompetensi profesional terhadap motivasi ekstrinsik sebesar 16,46%, kontribusi kompetensi sosial terhadap motivasi ekstrinsik sebesar 14,09%, kontribusi kompetensi kepribadian terhadap motivasi ekstrinsik sebesar 13,91%, kontribusi kompetensi pedagogik terhadap etos kerja sebesar 6,22%, kontribusi kompetensi profesional terhadap etos kerja sebesar 5,56%, kontribusi kompetensi sosial terhadap etos kerja sebesar 4,26%, kontribusi kompetensi kepribadian terhadap etos kerja sebesar 4,94%, kontribusi motivasi intrinsik terhadap etos kerja sebesar 15,12%, kontribusi motivasi ekstrinsik terhadap etos kerja sebesar 14%, kontribusi kompetensi guru terhadap etos kerja sebesar 20,98%, kontribusi motivasi belajar terhadap etos kerja sebesar 29,12%. Bagi peneliti selanjutnya diharapkan untuk dapat lebih mengembangkan faktor-faktor yang dapat mempengaruhi etos kerja diluar faktor yang sudah diteliti contohnya bakat, minat, dan ketrampilan. Penambahan populasi sangat disarankan agar hasil penelitian bermanfaat untuk kalangan yang lebih luas

    Pelatihan Excel untuk pencatatan usaha di unit pemasaran cabai Gapoktan Tirto Sembodo

    Get PDF
    Abstrak Usaha pemasaran cabai adalah unit usaha milik Gapoktan Tirto Sembodo yang berlokasi di Kalurahan Tirtomartani, Kapanewon Kalasan, Kabupaten Sleman. Usaha ini beroperasi setiap hari untuk mengumpulkan hasil panen cabai petani dan menjualkannya ke pasar lelang. Ramainya petani yang menyetorkan hasil panen ke unit usaha membuat pengelola usaha sering kali kerepotan karena proses pencatatan yang masih dilakukan secara manual. Metode dalam kegiatan ini adalah pendampingan dengan tujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan ketermpilan pengelola usaha dalam pencatatan digital menggunakan aplikasi microsoft excel. Sasaran kegiatannya adalah 20 pengelola usaha pemasaran cabai. Metode pelaksanaan yang digunakan adalah ceramah, anjangsana, demonstrasi, dan praktik langsung. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan pengelola dalam menggunakan microsoft excel untuk pencatatan setoran cabai petani. Peserta juga menunjukkan antusiasme yang tinggi dan mampu memahami penggunaan beberapa tools dasar excel. Dampak dari kegiatan pencatatan secara digital ini terbukti mampu meningkatkan kerapian dan efisiensi kerja pengeola. Kegiatan ini memberikan dampak positif terhadap efektivitas manajemen administrasi unit usaha pemasaran cabai. Kata kunci: microsoft excel; pelatihan; pemasaran cabai; pencatatan digital; pengelolaan usaha Abstract The chili marketing business is a business unit owned by Gapoktan Tirto Sembodo located in Tirtomartani Village, Kalasan District, Sleman Regency. This business operates every day to collect farmers' chili harvests and sell them to the auction market. The large number of farmers who deposit their harvests to the business unit often makes business managers confused because the recording process is still done manually. The method in this activity is mentoring with the aim of increasing the knowledge and skills of business managers in digital recording using the Microsoft Excel application. The target of the activity is 20 chili marketing business managers. The implementation methods used are lectures, visits, demonstrations, and direct practice. The results of the activity showed an increase in the knowledge and skills of managers in using Microsoft Excel to record farmers' chili deposits. Participants also showed high enthusiasm and were able to understand the use of several basic Excel tools. The impact of this digital recording activity has been proven to be able to increase the neatness and efficiency of the manager's work. This activity has a positive impact on the effectiveness of the administrative management of the chili marketing business unit. Keywords: business management; chili marketing; digital recording; microsoft excel; trainin

    Profil budaya dan bahasa kota Banda Aceh

    No full text
    Profil ini menguraikan kekayaan dan keragaman budaya Kota Banda Aceh baik dari segi warisan budaya benda, warisan budaya tak benda dan bahasa. Hal ini bertujuan agar data kebudayaan dan bahasa dapat lebih berdaya guna dan berhasil guna untuk mendukung pelaksanaan pemajuan kebudayaan, yaitu untuk melindungi, memanfaatkan, dan mengembangkan kebudayaan Indonesi

    PENGEMBANGAN MEDIA MODUL ELEKTRONIK UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATA PELAJARAN IPA MATERI GELOMBANG PADA SISWA KELAS VIII SMPN 2 DAWARBLANDONG MOJOKERTO

    Get PDF
    Abstrak Berdasarkan hasil observasi di SMPN 2 Dawarblandong Mojokerto ditemukannya masalah belajar siswa yaitu rendahnya hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPA pokok bahasan materi gelombang serta keterbatasan buku pelajaran yang tidak dapat menjelaskan secara rinci terkait. Hal tersebut dibuktikan melalui hasil nilai siswa dengan rata rata kurang 75, yaitu nilai standar minimal yang ditetapkan di SMPN 2 Dawarblandong Mojokerto, berdasarkan permasalahan tersebut maka diperlukan pengembangan media modul elektronik pada materi gelombang. Media modul elektronik merupakan media pembelajaran efektif untuk menjelaskan ilmu pengtahuan alam yang memiliki karakteristik gerak dan suara untuk membantu siswa dalam belajar. Spesifikasi produk yang dihasilkan yaitu berupa modul elektronik materi gelombang. Jenis penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian Research and Development dengan Model pengembangan yang digunakan adalah model ADDIE. Pengujian produk dilakukan di SMPN 2 Dawarblandong Mojokerto pada siswa kelas VIII. Berdasarkan hasil analisis data, hasil uji kelayakan media modul elektronik pada ahli materi I didapatkan katagori sangat baik. Ahli media I didapatkan hasil yang baik. Untuk hasil Uji coba perorangan, kelompok kecil dan kelompok besar termasuk dalam kategori sangat baik dimana hasil yang didapat masuk dalam prosentase antara 100% (sangat baik). pengembang menggunakan uji-t dengan db = (Nx+Ny-2) = 27+27-2 = 52 dan taraf signifikan 5%. Maka nilai ttabel = 2,00665 dan t hitung adalah 3,17. Jadi, thitung> ttabel (3,17 > 2,00665), sehingga terjadi perbedaan signifikan antara rata-rata pre-test dan post-test. Maka media yang dikembangkan telah efektif dalam meningkatkan hasil belajar siswa kelas VIII di SMPN 2 Dawarblandong Mojokerto pada mata pelajaran IPA pokok bahasan Materi gelombang

    Tindak Pidana Penyebar Isu Sara Di Media Sosial Menurut Undang-Undang No 19 Tahun 2016 Tentang Informasi Dan Transaksi Elektronik

    Get PDF
    Skripsi ini bertujuan untuk mengetahui pedoman pengaturan tentang sanksi pidana terhadap penyebaran isu sara di media sosial. Kewenangan tersebut tertuang dalam Undang-undang Nomor 19 Tahun 2016 Tentang Informasi, Transaksi Elektronik. Dengan pendekatan penelitian kepustakaan Kejahatan dunia maya atau sering disebut dengan cybercrime merupakan kejahatan yang sudah sangat marak terjadi . dalam media sosial internet dengan informasi yang berisi provokasi terhadap suku, agama, ras, dan antar golongan tertentu, dengan maksud dan tujuan menghasut masyarakat untuk membenci atau melakukan anarki terhadap kelompok tertentu . Maka Pasal ini secara langsung dapat dipergunakan oleh aparat penegak hukum untuk menjerat pelaku yang menuliskan status ataupun mengirim foto maupun video ke dalam media sosial tersebut. Ancaman pidana dari pasal 28 ayat (2) UU ITE tersebut diatur dalam Pasal 45 A ayat (2) UU ITE yaitu pidana penjara paling lama 6 (enam) tahun dan /atau denda paling banyak Rp. 1.000.000.000 (satu miliar rupiah). Sebagaimana yang telah ketahui dalam kasus-kasus yang sudah terjadi di dalam masyarakat Kata Kunci : Isu SARA, Undang-Undang ITE, Media Sosial

    DESIGNING WRISTBANDS AS A WALKING AID FOR THE ARDUINO NANO-BASED VISUALLY IMPAIRED

    Get PDF
    In the 4.0 era, walking aids for the visually impaired are needed, especially when the user is indoors and outdoors. There are already many tools created, one of which the author wants to make is a wristband. Components include: Ultrasonic Sensor HC-SR04, Arduino Nano, Servo SG90 Motor, and Buzzer. The stages in this study are designing hardware, designing programs, and implementing and testing tools. The testing carried out on this tool is to read the results of objects with distances of 80cm, 90cm, 100cm, 110cm and 120cm. Not only did it test the distance, it also tested the rotation angle performed by the servo motor to drive ultrasonic sensors by 0o,60o,and 120o. It aims to be able to detect in any direction. The results of this tool test have a repeatability rate of 98%, as well as a 97.33% success rate for detecting objects

    AKURASI UJI KADAR HORMON TIROID STIMULATING HORMON DALAM MENDETEKSI PENYAKIT GRAVES

    Get PDF
    Penyakit Graves merupakan penyakit autoimun yang ditandai dengan hipertiroidisme disebabkan adanya antibodi Thyroid-stimulating immunoglobulin (TSI) yang bersirkulasi dalam darah, mengikat, dan mengaktifkan reseptor tirotropin, sehingga kelenjar tiroid tumbuh dan folikel tiroid meningkatkan sintesis hormon tiroid (Ehlers et al., 2019).Penyebab hipertiroid paling banyak adalah penyakit Graves dapat dibuat berdasarkan manifestasi klinis berupa trias Merseburger yang terdiri dari hipertiroid, goiter difus, dan oftalmopati yang juga ditandai dengan adanya pembesaran kelenjar tiroid yang difus.Salah satu tes laboratorium dari uji kadar tiroid adalah TSH (Vitti & Hegedüs, 2018). Untuk membuktikan uji kadar hormon TSH dapat digunakan sebagai uji diagnostik hipertiroid maka perlu dilihat dari sensitivitas dan spesifisitasnya (Dwi Nurcahyani et al., 2017).Penelitian menunjukkan nilai sensitivitas dan spesifitas uji kadar hormon TSH lebih besar dibandingkan sensitivitas dan spesifitas USG, yang menandakan sensitivitas dan spesifisitas uji kadar TSH cukup akurat dalam menegakkan diagnosis hipertiroid pada grave disease. Uji akurasi menggunakan AUC (Area Under the Curve) didapatkan 0.997 dengan akurasi sangat baik.Kata Kunci : Hyperthyroid, Receiver Operating Characteristic, Area Under Curve, Thyroid Stimulating Hormon (TSH), diagnostic tes

    Kontrol Sosial Keluarga dan Kekerasan Kolektif: Studi Kasus Keterlibatan Pemuda dalam Tawuran Warga di Johar Baru, Jakarta Pusat

    No full text
    Banyak penelitian yang menyimpulkan bahwa munculnya perilaku kekerasan pada seseorang disebabkan oleh dua hal yaitu keluarga (family effect) atau lingkungan ketetanggaan (neighborhood effect). Praktik-praktik dalam keluarga seperti kekerasan yang dilakukan orang tua menentukan kecenderungan anak untuk berprilaku agresif atau tidak. Pada sisi lain, dalam konteks lingkungan komunitas ketetanggaan dengan kondisi yang buruk (padat, kumuh, miskin) munculnya kekerasan secara langsung disebabkan oleh pengaruh buruk lingkungan tersebut. Hubunganantara lingkungan ketetanggaan yang buruk, peran keluarga dan proses terbentuknya perilaku kekerasanbelum banyak dijelaskan. Tulisan ini berusaha menjelaskan bagaimana peran keluarga danmekanisme kontrol keluarga dalam mendukung atau mengurangi perilaku kekerasan serta keterlibatan anak pada kekerasan kolektif (tawuran) di lingkungan sosial ketetanggaandengan kondisi yang buruk.Penelitian inidilakukan dengan menggunakan metode kualitatif. Penelitian dilakukan di sebuah komunitas miskin rawan  konflik di Jakarta. Peneliti mengambil data primer pada keluarga yang memiliki anak dalam kategori pemuda (16-30 tahun), belum menikah serta terlibat dalam kasus kekerasan. Peneliti juga menggunakan data pendukung dari hasil penelitian sebelumnya dan studi lain yang relevan. Many researches conclude that violence is caused by two reasons, both of which are family effect and neighborhood effect. In a family practice, violence is done by parents determines the tendency of aggressive behavior in children. In neighborhood environment with bad living conditions (populous, dirty, and poor health), violence isdirectly caused by adverse environmental effects. The relation between poor neighborhood context, role of family, and formation process of violent behavior is not explained well. This paper explains how role of family and family control mechanism can increase or reduce violent behavior and child's involvement against collective violence (brawl) in poor neighborhood condition. This research uses qualitative methods in a conflict society at Jakarta. Researcher takes primary data on family with offspring in youth category (16-30 years old), single, and involved in violence case. Researcher also uses the supporting data from earlier research and other relevant studies.&nbsp
    corecore